Beranda blog Halaman 1687

Teungku Razuan Gabung ke Nasdem Aceh, Jadi Calon Kandidat DPR-RI

0

Nukilan.id – Mantan Sekretaris Jenderal DPP PDA 2016-2021, Teungku Razuan, SH resmi bergabung ke Partai Nasdem Aceh dan akan menjadi salah satu kandidat untuk Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI).

“Sebagai kader yang baik saya siap menerima perintah dan arahan partai, dalam setiap langkah politik yang akan saya jalani kedepan nya, meskipun di calonkan ke DPRA atau DPR-RI,” kata Teungku Razuan dalam keterangnnya kepada Nukilan di Banda Aceh, Senin (30/5/2022).

Ia mengatakan, secara resmi bergabung ke partai Nasdem setelah dikukuhkan oleh Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Nasdem Aceh, T. Taufiqul Hadi di Kantor DPW Nasdem Aceh pada Rabu, 18 Mei 2022 lalu.

Menurutnya, Partai Nasdem tidak terlepas dari sosok Surya Paloh, sebagai orang yang pernah mendirikan partai lokal, tentu membuat suatu kebanggan baginya kepada beliau sebagai putra Aceh yang berhasil mendirikan dan membesarkan partai yang berskala nasional.

“Seperti kita ketahui Partai Nasdem menganut sistem terbuka serta tanpa mahar,” terang Teungku Razuan.

Selanjutnya, ia menambahkan, jauh sebelum keputusan ini diambil, dirinya telah mendapatkan arahan dari beberapa ulama dan tokoh masyarakat yang selama ini menjadi rujukan baginya dalam mengambil sikap. Dan akhirnya Teungku Razuan menjatuhkan pilihannya ke Partai Nasdem.

Reporter: Hadiansyah

Peusijuek Kapal Baru, Cek Baka Bersama Dansatgas Cakra Buana Aceh Gelar Keunduri Laot di Pantai Peudawa

0
Pengusaha ikan Lampulo Banda Aceh, Abu Bakar alias Cek Baka (kiri) bersama Komandan Satgas Cakra Buana Aceh, Ali Gondrong (kanan). Foto: Dok. Ist.

Nukilan.id – Pengusaha ikan asal Lampulo Banda Aceh, Abu Bakar alias Cek Baka bersama kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Aceh di dampingi Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Cakra Buana Aceh, Ali Gondrong mengadakan acara makan bersama (keunduri laot) di bibir Pantai Pedawa, Kabupaten Aceh Timur.

Acara ini bertujuan untuk mendapatkan keberkahan dan kelancaran dalam proses penurunan kapal kedalam laut serta melakukan do’a bersama dan peusijuek (menepung tawar) kapal baru tersebut.

Dalam kesempatan itu, Cek Baka menjelaskan kapal ini merupakan kapal yang baru dibeli dari salah satu Warga Pedawa yang nantinya setelah diturunkan ke bibir Pantai Pedawa, kapal tersebut langsung menuju pelabuhan Lampulo, Banda Aceh.

“Semoga penurunan kapal menuju pelabuhan Lampulo berjalan lancar, dan semoga diberi keberkahan mencari rezeki menggunakan kapal baru ini’,” harap Cek Baka dalam keterangannya kepada media, Senin (30/5/2022).

Para kader PDIP Aceh turut meramaikan acara peusijuek kapal baru di pantai Peudawa Aceh Timur. (Foto: Ist)

Dalam kesempatan sama, Komandan Satgas Cakra Buana Aceh, Ali Gondrong mengucapkan selamat dan sukses selalu kepada Cek Baka.

Ia berharap kapal baru dibeli ini dapat memberi keberkahan dan rezeki tak terhingga kepada pemiliknya dan awak kerjanya selalu aman dalam mencari ikan menggunakan kapal pukat tersebut.

Disisi lain, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Aceh, Dr. Muslahuddin Daud menyampaikan apresiasi kepada Cek Baka atas pembelian kapal baru, dan juga kepada seluruh kader yang telah berhadir di acara tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi atas pembelian kapal baru ini, semoga dengan adanya kapal baru ini dapat membuka lapangan pekerjaan, dan membantu meningkatkan ekonomi nelayan,” pungkasnya.

Pantauan media di lokasi, masyarakat sekitar tampak sangat antusias mengikuti acara masak dan makan bersama (keunduri laot) yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai penurunan kapal ke dalam laut.

Acara berlangsung dengan penuh semangat dan keakraban saling bantu membantu demi mengsukseskan acara tersebut.

Turut hadir Panglima laut Aceh Tamiang, Keuchik Anwar Muhammad, para kader PDIP Banda Aceh, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang dan dan masyarakat dari berbagai daerah. []

Launching Zona Integritas, Kajari Apresiasi Kemenag Subulussalam

0

Nukilan.id – Kepala Kejaksaan Negeri Subulussalam, Mayhardy Indra Putra, S.H., M.H. mengapresiasi Kantor Kementerian Agama Kota Subulussalam yang mencanangkan/melaunching Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), di Kantor Kemenag Subulussalam, Senin (30/5/2022).

Acara pencanangan tersebut dilakukan dalam rangka Implementasi Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA-III) Angkatan VI Tahun 2022 yang diikuti oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Subulussalam, H. Juniazi, S.Ag., M.Pd. sejak Maret hingga 9 Juni 2022 mendatang.

Sebelum dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama, kegiatan diawali dengan Sosialisasi Aksi Perubahan Pembangunan Zona Integritas yang disampaikan oleh H. Juniazi, S.Ag., M.Pd. dan Kepala Kejaksaan Negeri SUbulussalam, Mayhardy Indra Putra, S.H., M.H. di Aula serta pemotongan pita di pintu utama Kantor Kemenag setempat.

Mayhardy Indra Putra, S.H., M.H. saat memberikan pengantar dalam sosialisasi mengatakan, Pembangunan Zona Integritas pada Instansi Pemerintah melalui implementasi kegiatan yang memuat manejemen perubahan, penataan tata laksana, penataan manajemen SDM, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Tentu saja, untuk mencapai semua itu, pola pikir dan pola kerja ASN menjadi pondasi dalam mengimplementasikan Zona Integritas. Sehingga, dalam memberikan pelayanan didasari dengan niat ikhlas dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik tanpa ada harapan, iming-iming tertentu dari masyarakat. Dan Kantor Kementerian Agama Kota Subulussalam telah melakukan terobosan besar dalam Pembangunan Zona Integritas dan ini patut kita apresiasi dan contoh bersama.” jelasnya.

Kepala Kantor Kemenag, H. Juniazi, S.Ag., M.Pd. menyampaikan selain dari Project Implementasi Aktualisasi PKA-III, tujuan dari Pembangunan Zona Integritas pada Kantor Kementerian Agama Kota Subulussalam adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Keberhasilan Pembangunan Zona Integritas sangat ditentukan oleh kapasitas dan kualitas integritas masing-masing individu, yang mempunyai relevansi dalam peningkatan kapasitas dan kualitas integritas dari organisasi, dimana individu tersebut berada dan melakukan kegiatannya melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Ungkapnya.

“Menjadi perhatian kita bersama bahwa pencanangan pembangunan zona integritas adalah langkah awal dan bagian dari mensukseskan reformasi birokrasi, dengan melakukan penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif, efisien, pelayanan prima dan memuaskan. Pencanangan ini juga merupakan salah satu syarat dari penilaian mandiri reformasi birokrasi yang diamanatkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Ke depan, Kemenag Subulussalam akan lebih baik lagi dalam memberikan pelayajan terbaik kepada masyarakat, melaui peningkatan sistem termasuk SDM, tutur Juniazi.

Selain Kajari Subulussalam, Sosialisasi dan Launching Aksi Perubahan tentang Manajemen Perubahan dalam Pembangunan Zona Integritas pada Kantor Kementerian Agama Kota Subulussalam turut dihadiri, Kabag. Ops. Polres Subulussalam, perwakilan Dandim 0118/Subulussalam, Ketua MPU Kota Subulussalam, perwakilan DPRK Subulussalam yang juga Ketua FKUB Kota Subulussalam, Karlinus, S.E. dan beberapa tamu undangan lainnya. ditutup dengan makan siang masakan khas aceh “kuah beulangong” bersama. []

Ketua Komisi I DPRK Aceh Besar Ajak Pemuda Ambil Peran Strategis dalam Berpolitik

0

Nukilan.id – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh Besar bersama Pengurus Besar Ikatan Pemuda Aceh Besar (PB- IPAR) menggelar diskusi bertajuk “Peluang dan Tantangan Pemuda Mengisi 40 Kursi DPRK Aceh Besar Pada Pileg Tahun 2024”.

Kegiatan diskusi ini berlangsung di Warung Kopi Lambaro, Minggu (29/5/2022) pagi.

Hadir sebagai pembicara Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kebaupaten (DPRK), Iskandar Ali, Ketua Komisi DPRK Aceh Besar, Nabhani, S.I.Kom, Ketua KIP Muhammad Hayat, Ketua Bawaslu Aceh Besar Hafidz Hs, Praktisi Ir Tarmizi, Kabid Pencatatan Sipil Disdukcapil Aceh Besar dan sejumlah Politisi Muda dan perwakilan OKP Ormas.

Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi I DPRK Aceh Besar, Nabhani mengajak para pemuda untuk dapat mengambil peran-peran strategis dalam berpolitik yang baik dan santun, jangan pernah menjatuhkan satu sama lain.

“Silakan para kawula muda untuk mendaftarkan menjadi calon legislatif dalam penamahan kursi kedepan dan silakan pilih partai politik yang anda sukai,” kata Pria yang akrab disapa Pak Bhen itu kepada media.

Namun demikian, kata dia, Komisi Independen Pemilihan (KIP) harus siap melaksanakan Pemilu sesuai dengan peraturan dan perundang- undangan berlaku.

“Dan KIP juga harus melakukan kegiatan untuk memberikan Informasi tentang Pemilu kepada masyarakat kawula muda politik agar dapat mengisi sebagai calon Legislatif di tahun 2024 mendatang,” ujar Pak Bhen yang juga Politisi Muda Partai Gerindra Aceh Besar itu.

Disisi lain, Pak Bhen memberikan apresiasi kepada Disdukcapil dalam memenuhi target pencatatan sipil tentang penduduk Aceh Besar yang mencapai 416.532.

“Berdasarkan jumlah penduduk saat ini, sudah mencapai target kursi di Aceh, sebanyak 40 kursi Anggota DPRK Aceh Besar di Pemilu tahun 2024 mendatang,” terang Pak Bhen.

“Dan kepada Panwas dan KIP dalam mencapai penambahan kursi kedepan tentunya harus membuat kajian yang mendalam,bapakah cocok untuk penambahan Dapil dalam Pemilu tahun 2024 nanti berdasarkan wilayah dan jumlah penduduk,” tutupnya.

Reporter: Reji

Polda Aceh Sebut Kasus Penembakan di Indrapuri Murni Kriminalitas

0
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, saat konferensi pers kasus penembakan di Indrapuri, Senin, 30 Mei 2022. (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Ditreskrimum Polda Aceh berhasil meringkus lima pelaku yang diduga kuat terlibat dalam kasus penembakan dua warga Indrapuri, Aceh Besar, 12 Mei lalu.

Ke lima pelaku tersebut adalah TM sebagai perencana dan penyuplai logistik, DW informan sekaligus penyuplai logistik. Selanjutnya NZ, ZD, dan MY pendamping eksekutor dan pemantau TKP.

“Lima orang sudah berhasil kita tangkap. Mereka memiliki peran yang berbeda dalam kasus tersebut. Ditangkap juga di tempat berbeda,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, saat konferensi pers, Senin, 30 Mei 2022.

Winardy mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara motif penembakan tersebut dikarenakan dendam. Namun, penyidik masih mendalami kemungkinan ada motif lain di balik peristiwa tersebut.

“Motifnya karena sakit hati dan dendam. Namun, motif lain masih didalami dan eksekutor utama juga masih diburu,” ujarnya.

Ia berharap, masyarakat tetap tenang dan jangan berspekulasi macam-macam terhadap kasus tersebut, apalagi mengaitkan penembakan itu dengan oknum atau kelompok tertentu.

“Intinya kasus ini akan kita usut tuntas. Percayakan sama kami. Intinya kasus ini tidak ada kaitan dengan kelompok manapun, murni kriminal,” tegas Winardy.

Reporter: Reji

Family Gathering, Cara Alhudri Bangun Kekompakan Dinas Pendidikan Aceh

0
Dinas Pendidikan Aceh menggelar kegiatan Family Gathering di Bukit Jalin, Kecamatan Jantho, Kabupaten Aceh Besar. (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Dinas Pendidikan Aceh menggelar kegiatan Family Gathering di Bukit Jalin, Kecamatan Jantho, Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan kekeluargaan itu dibungkus dengan Outbound selama dua hari, Sabtu 28 sampai dengan Minggu 29 Mei 2022, dimana para peserta diharuskan menginap selama semalam bersama Kadisdik Aceh di dalam tenda yang telah disediakan panitia.

Kegiatan ini melibatkan peserta dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan, kepala sekolah yang terhimpun dalam wadah Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), serta pengawas yang terhimpun dalam Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) dari seluruh kabupaten/kota di Aceh.

Begitu banyak keseruan dari kegiatan disediakan oleh panitia dalam outbound ini, mulai dari permainan yang menantang sehingga diperlukan kerjasama yang apik antar anggota team agar dapat menyelesaikan misi, olahraga, hingga arung jeram. Semua kegiatan yang disediakan bertujuan untuk membangun kekompakan antara pimpinan, bawahan dan staf Dinas Pendidikan Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM mengatakan tujuan dari kegiatan tersebut tidak lain adalah untuk membangun kekeluargaan dan kekompakan dalam memajukan pendidikan Aceh. “Saya hanya ingin sesama kepala cabang dinas, kepala sekolah, pengawas, begitu juga staf agar kompak dan mampu membangun kekeluargaan dalam memajukan pendidikan Aceh,” kata Alhudri.

Alhudri sangat berharap dengan adanya kegiatan bersama seperti ini bisa membangun kekompakan dan kerja sama yang baik dalam mendiskusikan berbagai permasalahan di dunia pendidikan, serta memudahkan dalam mencapai tujuan dari Dinas Pendidikan itu sendiri.

“Kekeluargaan yang akrab, satu untuk semua, semua untuk satu. Insya Allah kita akan dengan mudah mencapai tujuan dari Dinas Pendidikan Aceh,” kata Alhudri.

Ia memastikan selama memimpin Dinas Pendidikan Aceh, dirinya akan senantiasa mengupayakan untuk menggelar kegiatan kebersamaan seperti ini setiap tahunnya, agar kekompakan dan rasa saling peduli itu selalu tumbuh di Dinas Pendidikan Aceh.

“Mari di sini jangan memakai filosofi, kamu-kamu, saya-saya. Di lingkup Dinas Pendidikan Aceh, di bawah kepemimpinan saya tidak boleh terjadi nafsi-nafsi, tapi satu untuk semua, semua untuk satu,” tegas Alhudri.

Kepada para kepala cabang, Alhudri meminta agar tidak sibuk dengan sendiri, sehingga rasa kepedulian tidak ada lagi, padahal berada di satu instansi yang sama.

“Tidak ada kasta, tidak ada ras, kita sama semua. Mari bergandeng tangan dan bersama-sama membangun pendidikan Aceh,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Barat, Abd. Aziz, SH.,M.Si menyambut baik kegiatan family gathering ini.

Menurut Abd Aziz, kegiatan seperti ini perlu untuk dilakukan secara berkelanjutan agar sikap kekeluargaan dan saling peduli di Dinas Pendidikan Aceh selalu terjaga.

“Terimakasih Pak Kadis yang telah menggagas kegiatan seperti ini. Kami dari seluruh cabang dinas sangat berterimakasih dengan adanya ajang kekompakan ini. Semoga kekeluargaan Dinas Pendidikan Aceh tetap terjaga sehingga memudahkan kita dalam mewujudkan cita-cita Pendidikan Aceh,” pungkas Abd. Aziz. []

Polda Aceh Berhasil Tangkap 5 Terduga Pelaku Penembakan di Indrapuri Aceh Besar

0
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, saat konferensi pers kasus penembakan di Indrapuri, Senin, 30 Mei 2022. (Foto: Wanda)

Nukilan.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Aceh berhasil menangkap lima terduga pelaku penembakan di Gampong Aneuk Glee, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar.

Adapun kelima pelaku tersebut berinisial, TM yang bertugas sebagai perencana dan penyuplai logistik, DW sebagai pemberi informasi dan penyuplai logistik, sementara NZ, ZD, dan MY bertugas sebagai pendamping eksekutor.

Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy menyebutkan, setelah dilakukan olah TKP dan penuluran, akhirnya Ditreskrimum bekerja sama dengan Direktorat Intelijen Polda Aceh berhasil mengamankan 5 terduga pelaku penembakan tersebut. Dari hasil keterangan saksi  didapatkan motif pembunuhan sementara yaitu dendam masalah pribadi antara pelaku dan korban.

“Kita sudah melakukan olah TKP, penyitaan barang bukti, visum terhadap korban, pemeriksaan 23 orang saksi, dan kita sudah mengamankan 5 orang yang kita duga sebagai pelaku. Motif sementara adalah dendam antara korban dan pelaku. Dan sedang kita dalami kembali motif motif yang lainnya,” kata Winardy dalam konferensi pers di Aula Ditreskrimum Polda Aceh, Senin (30/5/2022).

Ia juga menyebutkan, barang bukti yang didapatkan dari TKP, yaitu 4 butir selongsong peluru kaliber 5,56, satu buah balok panjang ukuran 1 meter dan satu unit sepeda motor milik korban inisial R.

Lebih lanjut, Winardy menjelaskan, kelima pelaku pembunuhan ini diamankan dari beberapa lokasi yang berbeda, dan mereka merupakan warga Aceh Besar. Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan hukuman penjara seumur hidup dan maksimal hukuman mati.

“Kita akan terus mendalami kasus ini sampai mendapatkan secara terang benderang siapa eksekutor, siapa otak pelakunya,” tegas Winardy.

Karena itu, Winardy menghimbau kepada masyarakat Aceh agar tidak berspekulasi, karena data yang didapatkan dari hasil penyelidikan bahwa tidak ada kaitannya dengan kelompok tertentu, dan ini murni kriminal biasa.

Sebelumnya diberitakan, dua warga Aceh Besar atas nama Maimun (38) dan Ridwan (38) ditembak orang tak dikenal (OTK) di Desa Aneuk Glee, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar, pada Kamis (12/5/2022) pukul 21:35 WIB.

“Benar, telah terjadi peristiwa penembakan terhadap dua warga Indrapuri, Aceh Besar. Keduanya meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, dalam keterangannya pada Jumat, (13/5/2022).

Secara singkat Winardy mengatakan, peristiwa itu bermula saat korban pulang dari Kebun menuju rumahnya dengan mengendarai sepeda motor. Di pertengahan jalan, tiba-tiba korban dicegat dan ditembak oleh pelaku hingga terjatuh.

Korban juga sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, keduanya meningggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.

Saat ini, kata Winardy, Tim Jatanras Polda Aceh bersama Satreskrim Polres Aceh Besar masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku atas kasus penembakan tersebut.

“Kasus ini masih lidik. Pelakunya masih kita buru. Perkembangannya akan kita sampaikan nantinya,” tutup Winardy, singkat. [Wanda]

72 Persen Tanah Pertanian di Indonesia Kekurangan Bahan Organik

0
Presiden Joko Widodo meninjau lahan food estate di Pulang Pisau, Kamis (8/10/2020)./Foto: Biro Pers – Setpres

Nukilan.id – 72 persen tanah pertanian di Indonesia dianggap sedang “sakit”. Dalam artian kekurangan bahan organik. Itu menurut Guru Besar IPB University, Iswandi Anas Chaniago.

Iswandi mengatakan, kondisi “sakit” itu diakibatkan oleh penggunaan pupuk kimia yang masih sangat tinggi. Dijelaskannya, di era 1960-an, tanah di Indonesia kondisinya masih baik, karena kadar organiknya masih sangat tinggi, sehingga dengan tambahan pupuk kimia pertumbuhan tanaman melompat dua kali lipat.

“Tapi sifat manusia ingin mudahnya saja, lebih memilik Urea atau SP saja daripada harus membawa pupuk organik begitu banyak. Akhirnya pupuk organiknya ditinggalkan. Sehingga lama kelamaan tanahnya rusak,” terang Iswandi, pada webinar Menjawab Tantangan Peningkatan Produksi Padi dan Jagung Nasional dengan Pemupukan Berimbang, dikutip dari Antara, Sabtu (28/5/2022).

Pada 1930-1950, Pulau Jawa masih didominasi oleh kadar bahan organik tanahnya masih sangat tinggi. Akan tetapi pada 1960-1970 sebagian besar kadar organiknya kurang dari 1 persen, bahkan pada 2010 semakin rendah. Kini tanahnya rusak dan tidak gembur lagi.

Oleh karenanya, Ia mendorong penggunaan pupuk organik. Apalagi Indonesia memiliki banyak sumber bahan pupuk organik, dari limbah peternakan, pertanian, perikanan, tempat pembuangan akhir, pabrik gula dan hutan tanaman industri.

Iswandi berpendapat, pemupukan berimbang antara pupuk organik dan pupuk kimia memiliki peran yang sangat penting untuk menjawab tantangan peningkatan produksi padi dan jagung nasional secara berkelanjutan.

“Jadi sebenarnya pupuk organik dan pupuk kimia bukan untuk dipertentangkan. Tetapo untuk digunakan bersama-sama. Pupuk organik dilengkapi dengan pupuk kimia,” ujar Iswandi.

Selain mendorong penggunaan pupuk organik, Dewan Pakar Masyarakat Pertnian Organik Indonesia (Maporna) Ina Sri juga menyarankan untuk mulai mengurangi takaran pupuk kimia.

Menurutnya, manfaat pupuk organik adalah memperbaiki sifat fisik, kimia, biologi tanah sebagai sumber hara, mengurangi pemadatan tanah dan meningkatkan aktivitas mikroba tanah dan juga cacing tanah. [Betahita]

Nandong, Mitigasi Bencana Tsunami dengan Kearifan Lokal Masyarakat Simeulue

0
Ilustrasi tsunami Aceh © Wikimedia Commons

Nukilan.id – Penyelenggaraan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) di Bali 23 – 28 Mei 2022 telah usia. GPDRR merupakan forum yang diadakan oleh PBB untuk meninjau kemajuan, berbagi pengetahuan, dan mendiskusikan perkembangan terbaru dalam upaya pengurangan risiko bencana.

GPDRR 2022 mengangkat tema utama yaitu “From Risk to Resilience: Towards Sustainable Development for All in a COVID-19 Transformed World” atau “Dari Risiko ke Ketahanan: Menuju Pembangunan Berkelanjutan untuk Semua di Dunia yang Berubah oleh COVID-19.”

Acara yang diadakan setiap dua tahun sekali ini juga mengelaborasi beberapa tema seperti Disaster Risk Governance, Covid-19 Recovery, DRR Financing, Sendai Framework Stocktaking, Leave No One Behind, serta SDGS and Climate Action.

Dalam pelaksanaannya, ada banyak kearifan lokal yang ditampilkan untuk berbagi pengalaman dalam menghadapi bencana. Salah satunya adalah kesenian nandong atau nanga-nanga dari Kabupaten Simeulue, Aceh.

Kabupaten Simeulue terletak di tengah Samudera Indonesia dan bagian barat Sumatra yang sudah didatangi imigran sejak zaman dahulu. Kondisi tersebut juga yang mendorong keragaman budaya di sana, termasuk nandong yang merupakan perpaduan kebudayaan Minangkabau dan Simeulue.

Bagi para orang tua di Simeulue, mengajarkan anak dan cucunya nandong merupakan hal yang umum dilakukan. Anak-anak diajarkan untuk melihat gejala bencana alam dengan bernandong atau bersenandung, sebuah kesenian berwujud syair yang berisi penjelasan mengenai ciri-ciri gejala bencana alam, mulai dari guncangan air kuat, air yang tiba-tiba surut, dan gelombang besar.

Meski masyarakat Simeulue tinggal di kawasan pesisir, tetapi justru tercatat sebagai wilayah dengan jumlah korban jiwa paling sedikit dalam peristiwa gempa dan tsunami yang menerjang pantai barat Aceh dan Sumatera Utara pada 26 Desember 2004 lalu. Diketahui dari total 78 ribu penduduk, jumlah korban jiwa hanya tujuh orang.

Sedikitnya jumlah korban jiwa pada peristiwa tsunami tersebut diyakini karena masyarakat Simeulue masih mempraktikkan nandong.

Akademisi Gustaff H Iskandar berpendapat bahwa banyak masyarakat di Simeulue selamat dari bencana alam karena selalu teringat nasihat tentang smong. Smong atau semong merupakan istilah dari bahasa Devayan, bahasa asli masyarakat Simeulue untuk menyebut sebuah gelombang laut besar yang melanda setelah gempa bumi, atau yang dikenal dengan tsunami.

“Pengetahuan kolektif yang justru penting untuk meningkatkan daya tahan kita dalam mengantisipasi bencana di masa depan,” kata Gustaff.

Sementara itu, sebagai salah satu korban selamat dari tsunami di Aceh, Yoppi Andri kini aktif memperkenalkan nandong sebagai salah satu praktik dalam mengurangi risiko bencana. Seniman asal Simeulue ini berkeliling ke daerah-daerah rawan bencana di Indonesia, bahkan ke Australia untuk memperkenalkan nandong.

“Nandong itu ada juga pesan-pesan moral dan lain-lain, seperti romantika kehidupan dan percintaan. Tapi Nandong ini yang menyelamatkan kami dari bencana tsunami beberapa tahun lalu,” jelas Yoppi.

Nandong, penyelamat masyarakat dari tsunami

Masyarakat Simeulue telah mengenal tsunami sejak beberapa abad silam. Daerahnya juga pernah terkena gelombang tsunami pada tahun 1907 di daerah Salur, Kecamatan Teupah Selatan. Sementara nandong pertama kali ditemukan pada abad ke-16 dan terus diturunkan antara generasi agar cermat dalam membaca tanda-tanda dari alam.

Meski tak memiliki teknologi peringatan dini untuk tsunami, masyarakat Simeulue mampu membaca tanda-tanda alam dan kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun ini dapat menghindari mereka dari banyaknya korban ketika bencana.

Bagi masyarakat Simeulue, nandong merupakan media dalam mengungkapkan perasaan. Sebagai salah satu seni tutur melalui lantunan syair atau pantun, nandong berisi pesan moral dan nasihat.

“Nandong ini adalah kesenian yang turun temurun dari nenek moyang kita zaman dahulu. Jadi nandong ini suatu mengisahkan tentang kehidupan manusia yaitu tentang nasihat-nasihat kejadian-kejadian yang lampau dan kejadian saat sekarang dan juga yang akan datang dimasa depan,” jelas Juman, seorang pelaku kesenian nandong.

Menurut penjelasan Juman, nandong berkaitan dengan kehidupan manusia sehari-hari. Nandong juga merupakan media atau pesan. “Jadi maksudnya kalau ada suatu kejadian itu, sudah dikabarkan melalui nandong ini, artinya mengingat masa lalu dan menjalankan masa sekarang dan masa depan,” ujarnya.

Seni nandong biasa dipentaskan 3-5 orang dengan diiringi alat musik berupa gendang dan biola, tak lupa pembawa syair. Namun, nandong juga biasa dibawakan seorang diri, misalnya ketika memancing, mendayung perahu, atau bekerja di sawah.

Untuk mengawali nandong, akan dimulai dengan seuramo gendang, kemudian masuk ke tingkatan syair pantun, serak, samba, rantau, kasih, dan izin. Umumnya musik nandong bernada lirih dan para penyanyi melantunkan syari dengan suara lirih, menjerit, dan meratap.

Ede smong kahanne (itulah smong namanya)

Turiang da nenekta (sejarah nenek moyang kita)

Miredem teher ere (ingatlah ini betul-betul)

Pesan dan navi da (pesan dan nasihatnya)

Enggel mon sao surito (Dengarlah sebuah cerita)

Inang maso semonan (Pada zaman dahulu)

Manoknop sao fano (Tenggelam satu desa)

Uwi lah da sesewan (Begitulah mereka ceritakan)

Unen ne alek linon (Diawali oleh gempa)

Fesang bakat ne mali (Disusul ombak yang besar sekali)

Manoknop sao hampong (Tenggelam seluruh negeri)

Tibo-tibo mawi (Tiba-tiba saja)

Kesenian nandong sering dipentaskan dalam acara syukuran, sunatan, pernikahan, hingga pesta rakyat. Nandong diharapkan dapat berfungsi sebagai media yang menyampaikan isyarat, pendidikan, dan pencatat sejarah yang terus diturunkan pada setiap generasi. Nandong juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada tahun 2016 .

“Ini mengisyaratkan penyebaran riwayat kejadian besar seperti tsunami yang pernah terjadi di kampung kami, melalui nandong sangat efektif untuk mengingat masyarakat akan kearifan luhur yang diberikan oleh nenek moyang kami” tuturnya. [GNFI]

Jual Kulit Harimau, Mantan Bupati Bener Meriah Hanya Dikenai Wajib Lapor

0
Kulit harimau sumatera yang akan diperdagangkan. Meski dilindungi, perburuan harimau sumatera terus terjadi. Foto: Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia

Nukilan.id – Mantan Bupati Bener Meriah, Ahmadi, ditangkap aparat penegak hukum karena terlibat dalam perdagangan kulit harimau di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Selasa (24/05/2022).

Sesungguhnya, Ahmadi baru saja bebas dari penjara Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, setelah menjalani hukuman kasus korupsi. Dia ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 3 Juli 2018, pada kasus yang juga melibatkan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.

Penangkapan Ahmadi dan Supriadi, dilakukan personil Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera bersama personil Polda Aceh.

Penangkapan dilakukan dini hari di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pondok Baru, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah. Tim menyita satu lembar kulit dan tulang harimau sumatera.

Setelah pemeriksaan beserta bedah kasus di Polda Aceh, Ahmadi dan Supriadi ditetapkan sebagai saksi. Namun, kedua pelaku tidak ditahan, melainkan dikembalikan ke keluarga mereka pada Rabu (25/05/2022).

Kepala Balai Gakkum Wilayah Sumatera, Subhan kepada awak media, Kamis 926/05/2022) mengatakan, para pelaku ditangkap saat tim menyamar sebagai pembeli.

“Mereka datang ke lokasi yang telah disepakati menggunakan mobil. Selain Ahmadi dan Supriadi, di mobil tersebut ada Is, tersangka lainnya,” ungkapnya.

Subhan menjelaskan, setelah tim melihat kulit harimau maka penangkapan dilakukan.

“Is melarikan diri dan kemungkinan dia pelaku utama. Sehingga, meski datang bersama, Ahmadi dan Supriadi belum bisa ditetapkan sebagai tersangka karena belum cukup bukti dan saksi-saksi. Keduanya tidak ditahan, hanya diwajibkan melapor ke Balai Gakkum,” paparnya.

Direktur Walhi Aceh, Ahmad Shalihin menilai pelepasan Ahmadi dan rekannya layak dipertanyakan. Penegak hukum menemukan barang bukti kulit dan tulang harimau. Seharusnya mereka ditahan.

“Balai Gakkum harus terbuka kepada publik. Selain itu, bersama kepolisian juga harus mengungkap aktor yang terlibat,” ujarnya.

Shalihin mengatakan, kasus yang melibatkan mantan Bupati Bener Meriah ini merupakan kasus pertama. Pelaku yang ditangkap lengkap dengan alat bukti, dilepaskan dengan alasan tidak cukup bukti.

“Ini bukan kasus biasa, sekaligus ujian bagi penegak hukum untuk membongkar perdagangan satwa liar dilindungi di Aceh,” jelasnya.

Memenuhi unsur pidana

Manager Program Lembaga Suar Galang Keadilan (LSGK), Missi Muizzan menyatakan, penangkapan mantan Bupati Bener Meriah itu sudah memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Kami yakin, tim Gakkum Wilayah Sumatera memiliki bukti yang cukup untuk untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.”

Namun, dilepaskannya kedua pelaku, tentu saja membuat publik bertanya.

“Lalu, bagaimana dengan barang bukti yang diamankan Balai Gakkum,” tanya Missi.

Menurut Missi, penegakan hukum harus tegas dilakukan mengingat harimau sumatera merupakan satwa yang dilindungi negara.

“Jika kasus ini tidak diselesaikan, kepercayaan publik akan berkurang,” paparnya. [Mongabay]