Beranda blog Halaman 1681

Hendra Budian dan Dalimi Tidak Hadiri Sidang Paripurna Pemberhentian Gubernur Aceh

0
Rapat Paripurna DPRA Penyampaian Pengumuman Usul Pemberhentian Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah. (Foto: Nukilan/Irfan)

Nukilan.id – Dua Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) tidak hadir dalam rapat Paripurna penyampaian pengumuman usul Pemberhentian Gubernur Aceh, Ir. Nova iriansyah.

Pantauan Nukilan di lokasi, ada dua pimpinan DPRA yang tidak berhadir yaitu Hendra Budian dari Fraksi Partai Golkar dan Dalimi dari Fraksi Partai Demokrat.

Kemudian, satu lagi Anggota DPRA Fraksi Partai Demokrat, Alaidin Abu Abbas juga tidak ikut hadir pada rapat paripurna penyampaian pengumuman usul Pemberhentian Gubernur Aceh itu.

Seperti diketahui, selain rapat paripurna mengumumkan usul pemberhentian Gubernur Aceh periode 2017-2022, DPRA juga melakukan rapat paripurna penyampaian rekomendasi DPRA terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2021, dan penutupan masa persidangan I tahun 2022.

Rapat tersebut dipimpin langsung Ketua DPRA, Saiful Bahri alias Pon Yahya yang didampingi Wakil Ketua, Safaruddin. Turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah mewakili Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dan Perwakilan Wali Nanggroe Aceh, Sulaiman Abda.

Rapat itu dilaksanakan berdasarkan surat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia nomor: 131/2188/otda, tanggal 24 Maret 2022, perihal Usul Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang masa jabatannya berakhir pada tahun 2022.

Karena itu, Kemendagri meminta kepada pimpinan DPRD untuk mengusulkan pemberhentian Gubernur dan/atau Wakil Gubernur kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dengan melampirkan risalah dan berita acara rapat paripurna DPRD Provinsi tentang pengumuman usul pemberhentian Gubernur dan Wakil Gubernur.

DPRA Segera Mengusulkan Pemberhentian Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah

0
Penyerahan LKPJ yang diberikan Sekda Axceh taqwallah kepada Ketua DPRA Saiful Bahri. (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) tahun 2022
mengumumkan usul pemberhentian Gubernur Aceh, penyampaian rekomendasi DPRA terhadap laporan keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2021, dan penutupan masa persidangan I tahun 2022.

“DPRA telah menerima surat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia (RI) nomor: 131/2188/otda Tanggal 24 maret 2022, hal usul pemberhentian kepala daerah dan wakil kepala daerah yang masa jabatannya berakhir pada tahun 2022, meminta kepada pimpinan DPRD untuk mengusulkan pemberhentian Gubernur dan/atau Wakil Gubernur kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri dengan melampirkan risalah dan berita acara rapat paripurna DPRD Provinsi tentang pengumuman usul pemberhentian Gubernur dan Wakil Gubernur,” kata Ketua DPRA Saiful Bahri, Jumat (03/06/2022)

Usul pemberhentian tersebut disampaikan kepada menteri dalam negeri paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum berakhirnya masa jabatan gubernur dan/atau wakil gubernur.

“Untuk itu, pada hari ini Jum’at tanggal 3 juni 2022, melalui rapat paripurna DPRA, secara resmi kami mengumumkan usul pemberhentian saudara ir. H. Nova iriansyah, Mt dari jabatannya sebagai Gubernur Aceh periode 2017-2022 untuk selanjutnya risalah dan berita acara rapat Paripurna ini akan kami teruskan kepada menteri dalam negeri untuk dapat ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” baca Pon Yahya.

Selanjutnya melalui rapat paripurna DPRA juga ingin menyampaikan bahwa badan musyawarah (Banmus) DPRA tanggal 31 mei 2022 telah menetapkan agenda penyampaian rekomendasi DPRA terhadap LKPJ Gubernur Aceh tahun anggaran 2021.

Laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Aceh tahun anggaran 2021 telah disampaikan oleh saudara Gubernur Aceh pada tanggal 12 april 2022 dalam rapat paripurna DPRA.

Berdasarkan pasal 20 ayat (1) dan ayat (2) peraturan pemerintah nomor 13 tahun 2019 tentang laporan dan evaluasi penyelengaraan pemerintahan daerah, dijelaskan bahwa paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah LKPJ diterima, dewan perwakilan rakyat daerah harus melakukan pembahasan LKPJ dengan memperhatikan capaian kinerja program dan kegiatan serta pelaksanaan peraturan daerah dan/atau peraturan kepala daerah dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah.

Hasil pembahasan LKPJ dimaksud, DPRD memberikan rekomendasi sebagai bahan penyusunan perencanaan dan penganggaran pada tahun berjalan dan tahun berikutnya serta penyusunan peraturan daerah, peraturan kepala daerah, dan/atau kebijakan strategis kepala daerah.

Sementara untuk membahas LKPJ, DPRA telah membentuk panitia khusus laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Aceh Tahun Anggaran 2021, untuk membahas dan menyusun rekomendasi terhadap LKPJ Gubernur Aceh Tahun 2021.

Acara paripurna tersebut dihadiri 2 pimpinan DPRA Pon Yahya dan Safaruddin, dan Perwakilan Wali Nanggroe Sulaiman Abda.[]

Reporter: Hadiansyah

 

Menanamkan Pendidikan Agama Islam Pada Anak Usia Dini

0
Ilustrasi. (Foto: prestasiglobal)

*Oleh: Asmi Yanti

Pendidikan adalah transformasi nilai dari pendidik kepada peserta didik baik secara langsung maupun tidak langsung. Pendidikan juga sebagai upaya membangun ,membina, dan dapat mengembangkan kualitas manusia yang dilakukan terstruktur dan terprogram serta berkelanjutan. Pendidikan sangat penting bagi anak karena dapat mendidik anak mencapai impiannya. Salah satu pendidikan yang dipupuk sejak dini adalah pendidikan agama, terutama pendidikan agama Islam bagi ummat muslim.

Pendidikan Islam pada intinya adalah sebagai wahana membentuk karakter manusia  bermoral tinggi. Dalam ajaran agama Islam, moral atau akhlak itu tidak dapat dipisahkan. Dan dalam ajaran Islam juga ada yang namanya keimanan. Keimanan merupakan pengakuan hati dalam berkeyakinan kepada Allah SWT. Sedangkan akhlak adalah tingkah laku yang melekat pada diri seseorang yang dapat memicu perbuataan baik tanpa memikirkan pikiran terlebih dahulu. Karena itu, iman dan akhlak merupakan simbol yang melekat pada diri orang muslim.

Apalagi di era modern sekarang ini, banyak sekali gaya hidup masyarakat mengikuti budaya kebarat-baratan yang tidak sejalan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Seperti diketahui, Indonesia menjadi negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Berdasarkan laporan The Royal Islamic Strategi Studies Center ( RISSC) atau MABDA bertajuk the Muslim 500 edisi 2022, ada 231,06 juta penduduk Indonesia yang beragama Islam. Jumlah itu setara dengan 86,7% dari total penduduk Indonesia .

Usia dini merupakan masa emas (golden age) bagi anak-anak, karena pada usia ini pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental anak yang luar biasa. Pada usia ini daya ingat anak kuat dimana kita harus menanamkan nilai-nilai agama pada anak agar membentuk karakter anak yang berakhlak mulia. Pengenalan agama Islam pada anak dimulai dari menggenalkan siapa yang menciptakan dunia beserta isinya, mengenalkan kewajiban sebagai umat Islam yaitu sholat lima waktu terlebih dahulu mengajarkan wudhu pada anak, dan membaca doa sehari-hari.

Sebagai muslim dan orang tua ,pentingnya menanamkan edukasi Islam pada anak sejak dini adalah sesuatu yang wajib dilakukan orang tua jika ingin anaknya beragama baik dan benar. Orang tua adalah sekolah pertama anak, pembentukan karakter anak di mulai dari orang tua sebagai orang tua  yang mengingikan masa depan anak yang baik, orang tua harus bisa mengajarkan nilai-nilai Islam pada anak mulai dari bahasa yang baik dan sopan, serta perilaku saling menghargai dan menghormati.

Di era sekarang, kurikulum pelajaran agama Islam telah dikurangi, sehingga membuat pendidikan agama Islam di sekolah mulai luntur. Sebenarnya, pendidikan moral inilah yang harus dikembangkan pada anak agar terciptanya generasi yang berguna bagi agama dan negara.

Kemudian, peran orang tua dan sekolah menjadi faktor utama terbentuknya karakter anak, apa yang diajarkan kepada anak, itulah yang akan menjadi panutannya. Makanya, pada saat memberikan pelajaran pada anak harus berbahasa yang sopan dan lembut, karena saat kita berkata kasar, maka anak juga akan berprilaku atau mencontohkan apa yang dia lihat dan dengar.

Penulis adalah Mahasiswi Program Studi Sosiologi di Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Aceh Barat.

Mantan Bupati Bener Meriah Jadi Tersangka Kasus Perdagangan Kulit Harimau

0
Tersangka Kasus Perdagangan Kulit Harimau, (Foto: Nukilan/Reji)

Nukilan.id – Polda Aceh bersama Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Wilayah Sumatera menetapkan mantan Bupati Bener Meriah berinisial A (41) bersama dua rekannya, IS (48) dan S (44) sebagai tersangka dalam kasus perdagangan satwa dilindungi.

“Ketiga pelaku ditetapkan sebagai tersangka setelah terbukti bersalah telah melakukan perdagangan kulit harimau beserta tulang-belulangnya,” kata Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rasio Ridho Sani dalam konferensi pers di Polda Aceh, Jumat (3/6/2022).

Ia mengatakan, penyidik telah melakukan penyitaan terhadap barang bukti satu lembar kulit harimau beserta tulang tanpa gigi taring, satu unit mobil, dua handphone, satu STNK, dan satu box plastik.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku diduga telah melanggar Pasal 21 ayat (2) huruf d jo pasal 40 ayat (2) UU No. 5 Tahun 1990 tentang Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda Rp100.000.000,-.

“Saat ini ketiga tersangka ditahan di Rutan Polda Aceh,” katanya.

Disisi lain, Rasio menjelaskan bahwa, populasi spesies Harimau Sumatera saat ini mengalami penurunan tajam, hanya sekitar 603 ekor. Sementara di Aceh yang tersisa berjumlah 200 ekor Harimau Sumatera, dan mereka hidup di kawasan hutan Leuser.

Menurutnya, Harimau Sumatera mempunyai peranan penting sebagai pengendali ekosistem dan populasi satwa lainnya dalam rantai makanan. Kehilangan satwa Harimau Sumatera berpengaruh terhadap kelestarian fungsi ekosistem di Aceh dan wilayah lainnya di Sumatera.

“Kejahatan ini merupakan kejahatan yang sangat luar biasa, karena berdampak langsung terhadap kerusakan ekosistem, apalagi kasus ini juga dapat perhatian secara luas baik di Indonesia maupun di Internasional,” tutupnya.

Reporter: Reji

DPP PPP Gelar Workshop Political Marketing di Aceh

0

Nukilan.id – Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) menggelar Workshop Political Marketing di hotel Permata Hati Banda Aceh, Jum’at (3/6/2022).

Adapun kegiatan ini mengusung tema, “Political Marketing jalan pulang menuju Ka’bah dan Bedah Dapil se Aceh.

Workshop ini langsung dibuka oleh, DPP PPP mewakili Tim Politik Marketing (Polmark) Hilman Ismail Metareum, SE.

Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga Hari di Hotel permata Hati,” kata Ketua Panitia Pelaksana H. Musannif, SE di Banda Aceh Jum’at (3/6/2022).

Adapun Peserta kegiatan Workshop dari Pengurus harian Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Aceh, anggota DPR Aceh dari Fraksi PPP dan seluruh Ketua dan Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Dapil se Aceh selain Kabupaten Nagan Raya dan Sabang.

Selanjutnya, Sekretaris DPW PPP Aceh, H. Ilmiza Sa’aduddin Djamal, MBA dalam sambutannya menyampaikan, dengan adanya Workshop ini semoga seluruh kader dan dapil di Aceh bisa menguasai dan menuju kemenangan di tahun 2024.

“Kerja untuk pemenangan partai akan segera dimulai, maka sangat perlu strategi untuk pemenangan Partai,” ucapnya.

Untuk itu, dengan workshop ini, bisa berintetaksi langsung semua kader – kader PPP se Aceh. Baik berbicara isu-isu politik, tingkat Aceh dan daerah tingkat kabupaten untuk kita lakukan selalu.

Semoga kawan-kawan dari dapil se Aceh bisa mengerjakannya dengan sebaik mungkin, agar bisa tercapai kemenangan PPP di Aceh,” tuturnya.[irfan]

Kader PDA H. Azhar Mj Romen Resmi Pimpin Fraksi PKB-PDA di DPRA

0
H. Azhar Mj Romen. (Foto aceh.tibunenews)

Nukilan.id- H. Azhar Mj Romen dari Partai Darul Aceh (PDA) resmi menjabat ketua Fraksi Partai PKB-PDA Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).

Sementara wakil ketua dijabat Tgk. H. Syarifuddin MA (PKB), Sekretaris Salihin (PKB), Bendahara Rijaluddin S.H., M.H (PKB). Sedangkan anggota Ridwan Abuibakar, S.Pd, MM (PDA), H. Wahyu Wahab Usman, MBA (PDA), dan Muhammad Ridwan (PDI-P)

Penunjukan itu dibacakan langsung oleh Ketua DPRA Saiful Bahri atau Pon Yahyayang telah ditetapkan pada tanggal 29 Mei 2022. Penetapan itu dibacakan pada sidang Paripurna DPRA 2022 di Aula Gedung DPRA, Jumat (03/06/2022).

“Dalam pergantian/Rotasi kepemimpinan dan anggota Fraksi PKB-PDA DPRA ini adalah sisa masa bakti 2019-2024, berkenaan dengan perihal pokok surat Dewan Pimpinan Wilayah Partai PKB-PDA Provinsi Aceh yang masuk ke Pimpinan DPRA,” kata Pon Yahya.

Reporter: Hadiansyah

Penjelasan DLHK3 Banda Aceh Terkait Pencemaran Limbah Mikroplastik di Krueng Aceh

0

Nukilan.id – Tim Ekspedisi Sungai Nusantara (ESN) bersama Perkumpulan Telapak Teritori Aceh melakukan pengukuran kualitas air di Krueng Aceh pada 28-29 Mei 2022 lalu. Dalam pengukuran tersebut, Tim mendeteksi adanya kandungan Phospat, Khlorin bebas dan Logam berat mangan dengan kadar yang tinggi.

Dalam uji kualitas air itu, Tim ESN bersama Perkumpulan Telapak Teritori Aceh mengambil sampel air Krueng Aceh di empat lokasi berbeda, mewakili segmen hulu, segmen tengah dan segmen hilir, yang meliputi Lambeugak, Kecamatan Kuta Cot Glie, Krueng Keumireu Desa Indrapuri, Jembatan Lambaro Kabupaten Aceh Besar, dan termasuk di hilir yaitu Jembatan Beurawe, Kota Banda Aceh.

“Secara umum Khlorin bebas banyak digunakan sebagai insektisida, desinfektan sedangkan phospat selain campuran pupuk juga menjadi bahan dasar detergen atau sabun cuci sehingga bisa disebutkan sumber pencemarannya berasal dari limbah domestik. Namun, kami akan menganalisa lebih detail terkait sumber-sumbernya ini,” jelas Prigi Arisandi kepada Nukilan.id, Kamis (2/6/2022).

Menanggapi hal itu, Kepala DLHK3 Banda Aceh, Hamdani Basyah melalui Ketua Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3), Hasnawi memprediksikan bahwa, tercemarnya air Krueng Aceh juga disebabkan oleh pembuangan pestisida dari limbah ternak dan pupuk tanaman milik sebagian warga yang memanfaatkan lahan dipinggir sungai Krueng Aceh.

“Kalau kita lihat sumbernya pasti dari hulu, terbawa air dan berimbas ke hilir, sehingga  limbah itu mencemari air sungai,” ungkap Hasnawi saat dihubungi Nukilan, Jum’at (3/6/2022).

Selain itu, lanjutnya, pencemaran air Krueng Aceh juga bisa disebabkan sampah mikroplastik. Menurutnya, sampah plastik susah diurai, sehingga sampah yang terus menerus dibuang ke sungai menyebabkan kualitas air berkurang, dapat merusak ekosistem sungai.

“Makanya, jangan lagi membuang sampah sembarangan. Apalagi di bantaran sungai, karena di sungai juga memiliki komunitas tersendiri, ada makhluk hidupnya. Bukan itu saja, dampaknya juga dapat dirasakan masyarakat dari ikan sungai yang dikonsumsi, sehingga kurang bagus bagi kesehatan, apalagi sudah tercemar mikroplastik ini,” jelas Hasnawi.

Karena itu, Hasnawi berharap khususnya kepada warga Kota Banda Aceh untuk merubah pola perilakunya ke arah yang lebih baik. Seperti penggunaan pestisida maupun diterjen itu harus dikemas dan ditempatkan ke wadahnya.

“Jadi jangan dibuang ke sumber air atau ke sungai. Dan juga tong sampah itu harus ada disetiap rumah. Jangan memakai pola lama yang masih membuang sampah sembarangan, apalagi kalau dibuang ke sungai nanti muaranya bukan ke kota malah ke laut,” tegasnya.

Hasnawi juga berharap, dari hulu ke hilir itu bisa steril agar air sungai lebih bagus dan bersih, sehingga airnya bisa digunakan masyarakat. Artinya, sama-sama menjaga kebersihan dan kualitas air dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Dan kita terus menerus melakukan sosisalisasi, setiap dua hari sekali mobil kita keliling ke perkampungan yang ada di Kota Banda Aceh untuk melakukan sosialisasi secara live. Dalam rangka merubah pola perilaku masyarakat baik di sekitar bantaran sungai, perkotaan dan perkampungan. Kalau di wilayah Aceh Besar kita tidak masuk,paling sampai ke perbatasan saja, karena kita punya batas wilayah tersendiri,” pungkasnya. [Wanda]

Kapal Barang Hilang Kontak dari Pelabuhan Langsa Ditemukan di Perairan Malaysia

0
Tim Basarnas. (Foto: Antara)

Nukilan.id – Badan SAR Nasional (Basarnas) Banda Aceh menyatakan awak kapal barang berangkat dari Pelabuhan Langsa, Aceh, yang dilaporkan hilang kontak di Selat Malaka ditemukan dalam kondisi selamat di perairan Malaysia.

Kepala Basarnas Banda Aceh Budiono di Banda Aceh, Jumat, mengatakan korban bersama Muhammad Yusuf (41). Korban anak buah kapal barang KM Frikenra, yang berangkat dari Pelabuhan Langsa tujuan Pelabuhan Kantang, Thailand.

“Korban ditemukan di perairan Pukauy Penang, Malaysia, oleh nelayan setempat pada Selasa (31/5) sekita pukul 23.00 WIB. Selanjutnya, korban dibawa ke pangkalan ikan di kawasan Hutan Melintang Perak, Malaysia,” kata Budiono.

Dengan ditemukannya Muhammad Yusuf, maka sudaj semua anak buah kapal KM Frikenra yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Malaka, Kabupaten Aceh Timur, ditemukan selamat. Semuanya ditemukan selamat di perairan Langkawi dan Pulau Penang, Malaysia.

Adapun lima anak buah kapal KM Frikenra yang ditemukan selamat tersebut yakni Suratman (52), Khoiruddin (31), Junaidi (37), Muhammad Ihsan (27), dan Muhammad Yusuf (41). Semua anak buah kapal KM Frikenra tersebut merupakan warga Medan, Sumatera Utara.

Sebelumnya, KM Frikenra dilaporkan hilang di perairan Selat Malaka, Kabupaten Aceh Timur. Kapal tersebut berangkat dari Langsa, Aceh, pada Jumat (27/5) pukul 07.32 dan diperkirakan tiba di Pelabuhan Kantang, Thailand, pada Sabtu (28/5) pukul 13.00 WIB.

Namun hingga Minggu (29/5), nakhoda kapal tidak melaporkan keberadaannya. Pemilik menghubungi awak kapal, tetapi tidak tersambung. Selanjutnya menghubungi Pelabuhan Kantang, namun informasinya kapal belum tiba.

Selanjutnya pemilik kapal melaporkan ke Pos SAR Langsa dan meneruskannya ke Kantor Basarnas Banda Aceh di Banda Aceh. Basarnas Banda Aceh memberangkatkan tim menggunakan kapal SAR KN Kresna mencari kapal tersebut.

“Pada hari kedua pencarian, yakni Senin (30/5), kami menerima informasi penemuan tiga warga negara Indonesia terapung dan diselamatkan nelayan di perairan Langkawi, Malaysia,” kata Budionoa.

Selanjutnya, nelayan Malaysia tersebut menyerahkan ketiga mereka kepada nelayan Pangkalan Brandan, Sumatera Utara, yang melintas untuk dibawa pulang.

Berdasarkan informasi tersebut, kata Budiono, Basarnas Banda Aceh berkoordinasi dengan Maritime Rescue Coordination Centre (MRCC) Putra Jaya, Malaysia, terkait pencarian korban setelah memastikan ketika orang yang diselamatkan tersebut anak buah KM Frikenra.

Pihak Malaysia juga mengerahkan kapal mereka mencari korban karena lokasi penemuan anak buah kapal KM Frikenra di perairan Langkawi. Basarnas Pusat juga sudah menyampaikan pengumuman kepada kapal-kapal yang melintas di Selat Malaka, terkait korban hilang tersebut

“Dengan ditemukannya semua korban, maka operasi SAR pencarian anak buah kapal KM Frikenra di perairan Selat Malaka ditutup. Seluruh unsur SAR kembali ke kesatuan masing-masing,” kata Budiono. [antara]

DPRA Gelar Rapat Paripurna Pemberhentian Gubernur Aceh

0
Rapat Paripurna DPRA. (Foto: Nukilan.id)

Nukilan.id – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengelar rapat paripurna DPRA Tahun 2022 dalam rangka Penyampaian Pengumuman Usul Pemberhentian Gubernur Aceh, penyampaian rekomendasi DPRA terhadap LKPJ Gubernur Aceh dan Penutupan Masa Persidangan I DPRA Tahun 2022, Jum’at (3/6/2022).

Pantaun Nukilan.id acara dimulai pukul 15:10 wib yang turut dihadiri Sekda Aceh Taqwallah.

“Pemberhentian Geburnur Aceh perlu di sampaikan dalam rapat Paripurna DPRA, usulan ini akan disampaikan oleh DPRD kepada Kementrian Dalam negri paling lambat 30 hari sebelum berakhirnya masa jabatan Gubernur Aceh, ” Ketua DPRA Saiful Bahri atau akrab disapa Pon Yahya.

Setelah itu, rapa juga dilanjutkan untuk Paripurna DPRA Tahun 2022 dalam rangka Pembukaan Masa Persidangan II DPRA Tahun 2022 tentang Penyampaian penjelasan terhadap Rancangan Qanun Aceh tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBA Tahun Anggaran 2021.

Namun sebelum rapat dimulai, Ketua DPRA Saiful Bahri sempat memimpin doa Untuk Almarhum Tengku Hasan Chik Di Tiro.[]

Reporter: Hadiansyah

Persiapan HUT Ke-76, Ketua SPS Aceh: Jaga Kekompakan dan Soliditas

0
Foto: Dok.Ist

Nukilan.id – Dalam rangka meningkatkan citra organisasi, Serikat Perusahaan Pers (SPS) Aceh harus melakukan pengembangan organisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM), ini adalah salah satu tugas bidang pengembangan dari manajemen SDM. Dimana pengembangan organisasi fokus membantu perusahaan dalam mencapai peningkatan kinerja yang berkelanjutan melalui SDM berkualitas dan produktif.

Hal itu disampaikan Ketua SPS Aceh, Mukhtaruddin Usman, SE dalam arahannya saat memimpin rapat persiapan HUT ke-76 SPS di Kantor Sekretariat Media Aceh, Rabu (1/6/2022).

Dalam rapat itu, Muhtaruddin yang didampingi Sekretaris SPS Aceh, Deddy Rahman mengajak seluruh anggota untuk menjaga kekompakan dan soliditas dalam membesarkan organisasi yang sudah memasuki usia ke-76 ini.

“Ini merupakan ajang silaturrahmi perdana kita setelah dilantik dan diamanahkan untuk memimpin SPS Aceh pada bulan Maret kemarin di Yogyakarta,” paparnya dihadapan peserta rapat.

Lebih lanjut, Mukhtaruddin menjelaskan, sebelumnya, SPS Aceh hanya beranggota 2 perusahaan saja. Namun, sekarang sudah bertambah menjadi 5 Perusahaan Pers bergabung dalam organisasi ini.

“Dan salah satu visi dan misi kita adalah terus menambah anggota baru dalam kepengurusan SPS Aceh dan melakukan pengembangan SDM untuk pertumbuhan organisasi kedepan,” ujar Mukhtaruddin.

Ia menyebutkan bahwa, adapun 5 anggota tetap SPS Aceh yakni, Serambi Indonesia, Harian Rakyat Aceh, Media Aceh, Pos Aceh dan Foredi Aceh News.

“Kendati demikian, kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi kawan-kawan pimpinan perusahaan media yang ingin bergabung ke SPS Aceh, tentunya dengan melengkapi persyaratan sesuai standar Dewan Pers. Pendaftaran dibuka sampai 1 Juli 2022 mendatang,” sebut Mukhtaruddin.

Disisi lain, Ketua SPS Aceh menyampaikan, agenda rapat hari ini membahas persiapan Hari Ulang Tahun (HUT) SPS ke-76 yang akan dilaksanakan di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau pada 8 Juni 2022 mendatang.

Muhtaruddin berharap kepada seluruh Pengurus SPS Aceh untuk bersinergi dalam mengembangkan organisasi dengan tetap menjaga kekompakan.

“Dan kita juga berharap untuk bisa membangun sekretariat SPS Aceh yang permanen. Semoga yang kita harapkan bersama ini diridhai Allah SWT, aamiin,” tutupnya.

Turut hadir dalam rapat itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Barlian Erliadi, SH (SKM ANALISIS ACEH), Wakil Ketua Bidang Pendidikan Zulmahdi (SKU MEDIA NAD), Wakil Sekretaris, Nazarullah, SE (NOA.co.id), BENDAHARA Zulfikar, S.Pd (FOREDI ACEH), Wakil Bendahara, Said Saiful, A, Md (ANNEWS.CO.ID), Kepala Bidang Umum
Khaidir (SEPUTARSUARAINDONESIA.COM), Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Afrizal (Penapost.id) dan seluruh anggota Pengurus SPS Aceh. []