Beranda blog Halaman 1666

Ishak Yusuf: Sosok Pj Gubernur Harus Paham Kondisi Aceh

0
Ayah Ishak Yusuf. (Foto: Dok.Ist)

Nukilan.id – Koordinator Wilayah Serikat buruh sejahtera Indonesia Provinsi Aceh Ayah Ishak Yusuf berharap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, menunjuk sosok Pj Gubernur Aceh yang paham kondisi kekinian Aceh.

Harapan itu disampaikan mengingat Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, akan berakhir pada 5 Juli 2022. Kepemimpinan Aceh dilanjutkan Penjabat (Pj) Gubernur Aceh hingga terpilihnya gubernur definitif hasil Pilkada 2024.

“Soal penetapan Pj Gubernur itu ranahnya Mendagri. Kita berharap sosok yang paham tentang Aceh,” kata ayah Ishak Tokoh buruh Aceh, Jumat (17/6/2022).

Ayah Ishak Yusuf mengungkapkan bahwa kondisi Aceh saat ini tidak sedang baik-baik saja. Berbagai persoalan masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR).

Diantaranya pengentasan kemiskinan, pengangguran, pendidikan, dan kesehatan. Ditambah lagi pandemi Covid-19 belum usai.

Pria yang juga mantan tenaga ahli DPRA ini Aceh juga berharap Pj Gubernur ke depan sosok yang bisa bersinergi dengan semua stekholder di Aceh baik ulama, politisi, tokoh partai juga pengusaha dalam menyelesaikan berbagai persoalan Aceh.

Maka dari itu ayah tegaskan sekali lagi bahwa Pj Gubernur Aceh yang ditunjuk nantinya juga harus mampu menyelesaikan persoalan ekonomi Aceh. Terutama terkait kemiskinan, pengangguran, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pelayanan kesehatan, serta pendidikan yang masih belum merata.

Pj Gubernur Aceh juga harus mampu mencari jawaban terhadap tantangan pembangunan, serta memastikan prioritas pembangunan yang sudah dicanangkan oleh Pemerintah Pusat yakni proyek strategis nasional di Aceh seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, bendungan Keureuto, kereta api serta PSN lainnya urai ayah ishak Yusuf

“Untuk percepatan pembangunan infrastruktur Aceh juga harus bisa dimaksimalkan, termasuk satu hal terkait pembangunan ekonomi investasi, dan memastikan pertumbuhan serta pemerataan ekonomi Aceh,” kata politikus senior Aceh ini

Sebab membangun Aceh, tidak bisa hanya dilakukan sendiri oleh Pemerintah Aceh, tapi harus bersama-sama dengan semua kalangan .

Ayah Ishak Yusuf yang juga dewan pakar Gerakan Nasional komunitas Pancasila di jakarta Meminta sebagai daerah khusus tentu berpengaruh besar terhadap Aceh dengan berbagai kewenangan sebagaimana diatur dalam UUPA.

Aceh harus dilihat sebagai kawasan Indonesia yang membutuhkan kebijakan khusus sebagai konsekwensi kebijakan nasional tersebut, dalam hal ini pilkada serentak 2024.

Calon-calon Pejabat (PJ) Gubernur Aceh, kata ayah Ishak, sebelum diusulkan kepada Presiden oleh Mendagri, sebelumnya Mendagri bisa mengusulkan nama-nama calon pejabat (PJ) gubernur kepada DPRA untuk dilakukan sidang paripurna khusus sebagai wadah penyampaian visi-misi dan atau didengar pemaparannya terkait ke-Aceh-an sebagaimana cita-cita mulia UUPA.

“Nantinya hasil penyampaian visi-misi calon akan dinilai oleh DPRA dan diberikan rekomendasi-rekomendasi penting kepada Mendagri dan Presiden sebagai bahan pertimbangan kelayakan setiap calon yang akan memimpin Aceh,” tutup ayah Ishak Yusuf. []

BPKH Salurkan Bantuan Pembangunan ke Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah Aceh Besar

0
BPKH menyalurkan dana pembangunan ke Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah Aceh Besar. (Foto: Nukilan/Reji)

Nukilan.id – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyalurkan dana bantuan untuk pembangunan gedung perpustakaan dan ruang bahtsul masail di Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Mahyal Ulum Al-Aziziyah Aceh Besar.

“Kami datang ke Aceh ini khususnya ke Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah dalam rangka seremoni serah terima bantuan bantuan dari program kemaslahatan BPKH untuk gedung perpustakaan dan ruang bahtsul masail,” kata Deputi Kesekretariatan Badan dan Kemaslahatan BPKH, Emir Rio Krishna kepada Nukilan, Kamis (16/6/2022).

Emir mengatakan, BPKH menyalurkan Program Kemaslahatan Umat Islam untuk pembangunan gedung perpustakaan dan ruang bahtsul masail Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dana yang digunakan untuk pembangunan tersebut berasal dari nilai manfaat pengelolaan dana abadi umat bukan dari dana jemaah haji Indonesia.

“Bantuan kemaslahatan ini dari hasil pengembangan Dana Abadi Umat, bukan dari dana haji yang disetorkan oleh jamaah haji baik setoran awal maupun setoran lunas,” jelasnya.

BPKH berharap semoga Dayah Mahyal Ulum Al-Aziziyah bisa menggunakan ruang perpustakaan dan ruang bahtsul masail seoptimal mungkin.

“Semoga santri ataupun pengurus yang ada di dayah ini dapat terbantu dengan adanya gedung dan ruangan baru,” tutur Emir.

Reporter: Reji

Hari Ini, 17 Juni 1948 Rakyat Aceh Sumbang Emas untuk RI Beli Pesawat

0
Pesawat Seulawah R-001. Dok: TNI

Nukilan.id – Nama besar Garuda Indonesia mungkin tidak akan menggaung tanpa andil dari rakyat Aceh. Sebab dari pesawat yang disumbangkan rakyat Aceh-lah cikal bakal maskapai ini berdiri.

Bertepatan dengan hari hari ini, 17 Juni 1948 silam, Presiden Soekarno meminta sumbangan kepada rakyat Aceh untuk dibelikan Indonesia pesawat terbang. Pesawat tersebut dinamakan dengan Seulawah Air. Kemudian diganti namanya menjadi Indonesia Airways yang menjadi cikal bakal maskapai Garuda Indonesia.

Sehari sebelumnya, pada 16 Juni 1948, dari berbagai sumber menyebutkan Soekarno berpidato di Kutaraja, kini Banda Aceh, meminta rakyat menyumbang untuk Republik Indonesia. Dengan bantuan Tengku Muhammad Daud Beureueh, beberapa saat kemudian terkumpullah emas sebanyak SGD 120 ribu atau 20 kilogram. Lantas dengan sumbangan yang terkumpul itu lalu dibelikan dua pesawat C-47 Dakota di Singapura oleh Wieweko.

Sebagai tanda terima kasih kepada rakyat Aceh, pesawat itu dinamai Seulawah R-001 dan Seulawah R-002. Nama tersebut diambil dari nama sebuah gunung di Aceh. Seulawah sendiri berarti gunung emas. Dua pesawat inilah yang menjadi cikal bakal maskapai Garuda Indonesia.

Pesawat tersebut kemudian dioperasikan Angkatan Udara Republik Indonesia atau AURI sebagai alat transportasi bagi pejabat negara. Tugas pertamanya membawa Wakil Presiden Mohammad Hatta dalam kunjungan kerja ke Sumatera dengan rute dari Yogyakarta ke Jambi, Payakumbuh, Kutaraja Payakumbuh, dan kembali ke Yogyakarta. Pada awal Desember 1948, Seulawah Air diterbangkan ke Calcutta, kini Kolkata, India untuk mendapatkan servis penambahan kapasitas tangki bahan bakar. Perawatan tersebut diperkirakan menghabiskan waktu tiga pekan.

Namun pada 19 Desember 1948, Yogyakarta yang kala itu merupakan ibu kota RI diserang dan diduduki tentara Belanda dalam agresi militer kedua. Sehingga Seulawah Air tidak memungkinkan untuk kembali ke Indonesia Akibatnya, hubungan antara pemerintah pusat di Yogyakarta dengan awak pesawat terputus. Kemudian, untuk membiayai hidup personel serta perawatan pesawat, dibentuklah perusahaan penerbangan Indonesia Airways yang diawaki personel AURI.

Dikutip dari laman garuda-indonesia.com, karena tak bisa kembali ke Indonesia, AURI menyewakan Seulawah Air yang dinamai Indonesian Airways kepada pemerintah Burma, kini Myanmar, pada 26 Januari 1949. Layanan “Garuda Indonesian Airways” di Burma berakhir setelah disepakatinya Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 1949. Seluruh awak dan pesawatnya akhirnya bisa kembali ke Indonesia pada 1950. Setibanya di Indonesia, semua pesawat dan fungsinya dikembalikan kepada AURI ke dalam formasi Dinas Angkutan Udara Militer.

Garuda Indonesian Airways, cikal bakal Garuda Indonesia, sebenarnya merupakan perusahaan patungan Indonesia-Belanda yang dibentuk bersamaan dengan pengakuan hasil KMB. Bentuk kerja sama ini dipilih pihak Indonesia lantaran keterbatasan keuangan dan personel. Nama Garuda diusulkan oleh Presiden Soekarno karena Garuda merupakan kendaraan Dewa Wisnu.

Meskipun sudah terbang sebelumnya selama dioperasikan di Burma, akta pendirian perusahaan ini baru dibuat pada 31 Maret 1950. Kemudian pada 24 Maret 1954 perusahaan ini dinasionalisasikan, sehingga kepemilikan Garuda Indonesia sepenuhnya milik pemerintah Indonesia hingga saat ini.

Pada 1948 itulah, Presiden Soekarno berkunjung ke Aceh guna mencari dana untuk pembelian pesawat pertama setelah Indonesia merdeka. Nyak Sandang yang kala itu berusia 23 tahun bersama orang tuanya menjual sepetak tanah dan 10 gram emas. Hartanya yang dihargai Rp100 pun diserahkan kepada negara. []

Tim SAR Evakuasi Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Rondo Sabang

0

Nukilan.id – Tim Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) melakukan evakuasi korban kapal yang mengalami mati mesin di Perairan Pulau Rondo, Kota Sabang, Kamis, 16 Juni 2022.

Kapal yang berukuran 12×5 meter warna putih biru dengan nama SKPT Sabang tipe boat pancing ini mengangkut 9 orang penumpang.

Adapun data korban yang dievakuasi Tim SAR, yakni, Rendy (32), Erisman (31), Ayub (30), Anggi (37), Eci (29), Dery (24) Ami (40), Tris (33), dan Risky (28), semuanya merupakan Warga Kota Sabang.

Kepala Basarnas Banda Aceh, Budiono, S.E., M.M menjelaskan kronoligis kejadiannya pada pukul 08.00 Wib Boat pergi ke perairan Pulau Rondo untuk memancing ikan, sekitar pukul 12.00 Wib mesin boat tersebut rusak dan mati, kemudian tekong boat tersebut memasang jangkar agar boat tidak terbawa arus sambil mencoba memperbaiki mesin yang rusak.

“Kemudian pukul 16.00 Wib salah satu penumpang boat melaporkan kejadian tersebut ke Pos Sar Sabang,” jelas Budiano dalam keterangannya kepada Nukilan, Kamis (16/6/2022) malam.

Mengetahui informasi tersebut, kata dia, pelaksanaan operasi SAR pada pukul 16.15 Wib, Tim Rescue Pos SAR Sabang dan personil Polairud Polres Sabang bergerak menuju LKP menggunakan RIB.

“Tepat pukul 17.15 WIB Tim SAR gabungan tiba di LKP dan langsung mengevakuasi 6 korban, sedangkan 3 korban standby di kapal yang sudah lego jangkar di tempat aman pada tepi pantai berjarak 15 meter dari Pulau Rondo sambil menunggu towing dari kapal lain,” terang Budiono melanjutkan.

Ia menyampaikan, bahwa kondisi keseluruhan korban dalam keadaan selamat dan masih bisa komunikasi ke sabang dengan menggunakan telepon genggam.

Selanjutnya, kata dia, pada pukul 19.00 Wib Tim SAR Gabungan tiba di Dermaga Polairud Teluk Sabang dan langsung menyerahkan korban kepada pihak keluarga.

Untuk informasi, korban semuanya berjumlah 9 orang dalam keadaan selamat dan unsur yang terlibat dalam aksi penyelamatan ini ada Pos SAR Sabang, Polairud, TNI AL dan Nelayan.

Reporter: Hadiansyah

Harga Bahan Pokok Tinggi, Disperindag Aceh: Akibat Tidak Ada Stock

0
Kepala Disperindag Aceh, Ir. Mohd. Tanwier, MM (Foto: Nukilan/Irfan)

Nukilan.id – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, Ir. Mohd. Tanwier, MM menyebutkan, kenaikan harga bahan pokok semenjak sepekan terakhir ini disebabkan persediaannya berkurang akibat cuaca buruk sehingga banyak petani gagal panen.

“Bahkan harga cabai merah di Aceh sekarang hampir menuju angka Rp100.000 per kilogramnya, ini disebabkan cuaca buruk beberapa waktu lalu yang mengakibatkan banyak petani gagal panen. Seperti di Aceh Tengah hasil panennya cuma sedikit sekali, itupun untuk kebutuhan mereka sehari-hari,” ungkap Tanwier kepada Nukilan.id, Kamis (16/6/2022).

Karena itu, kata dia, ketersediaan stock cabai dan bawang lokal di Aceh tidak ada, sehingga bahan pokok tersebut dipasokan dari luar daerah terutama dari Medan, makanya harga bahan pokok melonjak.

“Jadi untuk stock bahan pokok menjelang Idul Adha masih stabil, cuma harga saja yang masih tinggi. Sebab itu, kita berharap kepada masyarakat Aceh untuk membeli bahan pokok sesuai dengan kebutuhan saja,” tutup Tanwier.

Reporter: Hadiansyah

Harga Cabai Merah di Pasar Lambaro Aceh Besar Tembus Rp100.000/Kilogram

0
Cabai di Pasar Induk Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. (Foto: Nukilan/Hadiansyah)

Nukilan.id – Harga bahan pokok di Pasar Lambaro Aceh Besar mengalami kenaikan yang sangat drastis. Harga cabai merah melambung tinggi mencapai Rp85.000-Rp100.000 per kilogram.

M. Saidi, salah satu pedagang di Pasar Lambaro mengatakan, kenaikan sejumlah bahan pokok semenjak sepekan terakhir ini disebabkan persediaan cabai berkurang akibat cuaca buruk sehingga banyak petani gagal panen.

“Para petani cabai banyak yang gagal panen akibat kemarau panjang pada bulan lalu, sehingga persediaan menipis dan harga pun melonjak. Sementara bahan pokok juga sebagiannya dipasokan dari luar daerah,” kata Saidi kepada Nukilan di Aceh Besar, Sabtu (16/6/2022).

“Bahkan, harga cabai merah pada Senin kemarin tembus Rp100.000 perkilonya, sementara cabai hijau sekitaran harga Rp50.000 perkilonya,” sambungnya

Disisi lain, Saidi menyebutkan, kenaikan harga juga terjadi pada bahan kebutuhan pokok lainnya seperti Kacang, kentang, Bawang, Tomat, Cabai rawit, dan lainnya.  Untuk bawang merah harganya naik dua kali lipat mencapai Rp60.000 per kilogram dan bawang putih Rp28.000 per kilogramnya.

“Meskipu harga cabai naik, namun daya beli masyarakat tetap stabil, karena bahan pokok ini kebutuhan sehari-hari masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Hadiansyah

Mendagri Janji PJ Kepala Daerah Tidak dari Unsur TNI/Polri Aktif

0
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian

Nukilan.id – Setelah melantik Komjen Paulus dan Brigjen Andi sebagai penjabat kepala daerah, Mendagri Tito berjanji Penjabat Kepala Daerah Tidak Ada dari Unsur TNI/Polri Aktif.

Seperti diketahui Penjabat Kepala Daerah dari Unsur TNI/Polri Aktif ditentang publik.

Penjabat Kepala Daerah Tidak Ada dari Unsur TNI/Polri Aktif mulai berlaku mulai detik ini.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan pemerintah kemungkinan tak akan melanjutkan pengangkatan Penjabat (Pj) kepala daerah dari unsur TNI/Polri.

Tito menyampaikan hal tersebut usai berdiskusi mengupas aturan pengangkatan penjabat dari unsur TNI/Polri bersama Menko Polhukam, Menpan RB, Kepala BKN, Panglima TNI dan Kapolri.

“Dari hasil diskusi itu ya, kita juga menangkap aspirasi dari civil society, kita paham, kita utamakan yang sipil, dan kemungkinan besar kami tidak akan melanjutkan dari TNI dan Polri aktif,” ujar Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (16/6/2022).

Penjabat kepala daerah dari TNI/Polri aktif.

1. Paulus Waterpauw

Paulus Waterpauw merupakan perwira bintang tiga Polri. Dia ditunjuk sebagai Pj Gubernur Papua Barat untuk menggantikan Dominggus Mandacan.

Paulus dilantik sebagai pj oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian pada 12 Mei 2022.

Sebelum ini, Paulus juga memiliki jabatan di pemerintahan sebagai Deputi Bidang Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan di Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Jabatan itu ia emban sejak 22 Oktober 2021. Paulus juga tercatat pernah menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri.

Paulus lahir pada 25 Oktober 1963 di Fakfak, Papua Barat. Saat berusia 10 tahun, dia pindah ke Surabaya, Jawa Timur.

Paulus menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian Republik Indonesia (Akpol) pada 1987.

2. Andi Chandra As’aduddin

Andi Chandra As’aduddin merupakan prajurit TNI berpangkat brigadir jenderal (brigjen) yang menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sulawesi Tengah (Sulteng).

Dia ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Bupati Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku. Andi Chandra menggantikan Yus Akerina yang masa jabatannya berakhir pada Minggu (22/5/2022).

Dikutip dari Tribunnwes.com, Andi Chandra diangkat diangkat menjadi Kepala BIN Sulawesi Tengah pada 27 Juli 2020.

Andi Chandra lahir di Palembang, 25 Oktober 1966, ia merupakan lulusan Akademi Militer angkatan 1991. []

Besok, Agung Makbul Jadi Khatib di Masjid Raya Baiturrahman

0
Foto: Dok.Ist

Nukilan.id – Sekretaris Satuan Tugas Saber Pungli dan Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Ideologi dan Konstitusi, Irjen Pol Agung Makbul SH MH, tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda. Ini adalah lawatan ketiga jenderal bintang dua itu ke Aceh dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

“Saya selalu senang untuk kembali ke Aceh,” kata Agung saat tiba di ruang kedatangan Bandara SIM, Kamis, 16 Juni 2022. “Banyak keberkahan di tanah ini.”

Agung datang ke Aceh untuk bertemu dengan sejumlah ulama Aceh. Hal ini dilakukan untuk menyerap aspirasi para ulama terkait pelaksanaan syariah Islam di Aceh dalam kapasitas sebagai staf ahli menteri.

Dari Bandara, Agung Makbul dan rombongan berziarah ke makam Abu Zamzami (Allahuyarham), di kompleks pemakaman Dayah Istiqomatuddin Darul Ma’arif, di Aceh Besar. Abu Zamzami pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh.

“Keberkahan di tanah Aceh ini adalah berkat doa para ulama,” kata Agung Makbul.

Dari Dayah Istiqamatuddin Darul Ma’arif, Agung Makbul melanjutkan perjalanan ke Masjid At-Taqwa Kuta Alam, Banda Aceh, untuk melaksanakan salat Zuhur berjamaah. Agung Makbul bertindak sebagai imam.

Pada pukul 14.30 Agung Makbul langsung menggelar silaturahim dengan ulama-ulama Aceh di Hotel Kryad Muraya.

Besok, di Masjid Baiturrahman, Agung Makbul diagendakan untuk menyampaikan khutbah Jumat sebelum melanjutkan perjalanan ke Langsa untuk memberikan kuliah umum tentang pemberantasan korupsi dan pencegahan pungli di IAIN Langsa.

Kapolres Bener Meriah Buka Turnamen Futsal Hari Bhayangkara ke-76

0

Nukilan.id – Kapolres Bener Meriah AKBP Indra Novianto secara resmi membuka turnamen futsal Hari Bhayangkara ke-76 di Lapangan Futsal Polres Bener Meriah, Kamis, 16 Juni 2022.

Turnamen tersebut dalam rangka menyemarakkan Hari Bhayangkara yang jatuh pada 1 Juli mendatang dan diikuti oleh tim dari Polres dan Polsek jajaran.

“Turnamen futsal ini merupakan rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-76 yang memperebutkan Piala Kapolres,” kata Indra Novianto, saat membuka turnamen tersebut.

Dalam kesempatan itu, Indra Novianto meminta para peserta menjunjung tinggi sportifitas. Bagaimanapun, katanya, turnamen ini bukan sekadar mencari juara, akan tetapi lebih ke silaturahmi, meningkatkan kekompakan, dan kebersamaan.

Turnamen futsal tersebut resmi dibuka, yang ditandai dengan tendangan bola pertama oleh Kapolres Bener Meriah AKBP Indra Novianto. Kemudian langsung dilanjutkan dengan pertandingan. []

Soal Pemberhentian Tenaga Honorer, Nasrul Zaman: Seharusnya UUPA Jadi Pegangan

0
dr Nasrul Zaman. (Foto: Nukilan)

Nukilan.id – Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Nasrul Zaman berpesan kepada Pemerintah Aceh untuk menjadikan Undang-Undang nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) sebagai pegangan utama ketika berhadapan dengan semua kebijakan pemerintah pusat.

“Jadikan UUPA menjadi pegangan utama ketika berhadapan dengan semua kebijakan pemerintah pusat jangan asal ngikut !!,” kata Dr. Nasrul Zaman saat dihubungi Nukilan, Sabtu (18/6/2022).

Ia menjelaskan, dalam UUPA Pasal 118 ayat 1,2, dan 3 menyatakan bahwa, Pegawai Negeri Sipil di Aceh merupakan satu kesatuan manajemen Pegawai Negeri Sipil secara nasional. Manajemen Pegawai Negeri Sipil di Aceh meliputi penetapan formasi, pengadaan, pengangkatan, pemindahan, pemberhentian, penetapan pensiun, gaji, tunjangan, kesejahteraan, hak dan kewajiban, kedudukan hukum, pengembangan kompetensi, dan pengendalian jumlah. Dan pengelolaan manajemen pegawai negeri sipil tersebut dapat diserahkan pelaksanaannya kepada Pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota.

Sehingga, kata Dr Nasrul, dengan Pasal 118 UUPA ini memungkinkan Aceh untuk mengelola sendiri pegawainya, dan tidak perlu memberhentikan para honorer seperti surat yang disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo.

“Kalau di Pemerintah Aceh ada honorer 10.300 orang ditambah di Kabupaten/Kota masing-masing katakan 1.000 maka ada 33.000an yang menganggur dan pasti bertambah angka kemiskinan sejumlah 100.000 jiwa + 15.1% yang telah ada sebelumnya,” jelasnya.

Menurut Dr. Nasrul, angka itu mengerikan dan menyedihkan bagi rakyat Aceh. Karena itu, solusinya tetap mempekerjakan semua honorer dengan segera membuat Pergub atas Perintah UUPA tersebut.

“Dan juga ada beberapa strategi lain agar tidak mengalami chaos tenaga honorer di Aceh,” pungkasnya. [Wanda]