Beranda blog Halaman 1636

Idul Adha 1443H, Kakanwil Kemenag Aceh Imbau Masyarakat Ikuti Pemerintah

0
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg

Nukilan.id – Pemerintah melalui Kementerian Agama telah menetapkan 1 Dzulhijjah 1443 H jatuh pada Jumat, 1 Juli 2022 dengan, maka Idul Adha 10 Dzulhijjah 1443 H jatuh pada Minggu, 10 Juli 2022 mendatang.

Menyikapi penetapan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg mengajak masyarakat muslem di Aceh untuk mengikuti ketetapan yang telah dibuat oleh pemerintah.

Menurut Iqbal, yang dilakukan pemerintah Indonesia sudah sesuai dengan prosedur syar’i dan ilmiah sehingga menjadi dasar pemerintah dalam menetapkan hukum bagi masyarakat tentang pelaksanaan peringatan Idul Adha.

Terkait adanya perbedaan antara ketetapan Idul Adha di Indonesia dengan Arab Saudi yang menetapkan Idul Adha atau 10 Zulhijah 1443 H jatuh pada Sabtu, 9 Juli 2022. Iqbal mengatakan secara geografis, Arab Saudi terletak di sebelah barat Indonesia.

“Oleh sebab itu, terjadi perbedaan waktu dan di Indonesia lebih cepat empat jam, perbedaan waktu tersebut disebabkan karena letak Arab Saudi lebih barat dari Indonesia,” katanya.

Ia menjelaskan, hilal kemungkinan besar terlihat lebih dahulu di Arab Saudi. Hal itu disebabkan hilal terlihat di sebelah barat pada saat terbenamnya matahari (Ghurub As-Syams).

Berdasarkan rukyatulhilal awal Zulhijjah pada tanggal 29 Zulqa’dah yang lalu, hasilnya ternyata dengan ketinggian hilal antara 1 s.d 3 derjat tidak ada satu pun perukyat baik dari Kemenag, BMKG, ataupun perukyat lainnya di seluruh Indonesia termasuk Aceh yang melaporkan keterlihatan hilal sehingga bulan zulqa’dah disempurnakan 30 hari, kata Iqbal.

Sedangkan di Saudi ternyata ketika dirukyat pada waktu magrib disana, hilal dapat terlihat dan Saudi tidak perlu lagi menyempurnakan zulqa’dah 30 hari melainkan langsung menjadi 1 Zulhijjah keesokan harinya, ucapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak memperdebatkannya, tapi mari saling menghormati dan menghargai atas perbedaana tersebut dengan tetap menjaga ukhwah dan toleransi.

“Kami mengajak masyarakat di Aceh untuk memahami dan menyikapi perbedaan ini dengan arif dan bijak, harapan kita pelaksanaan Idul Adha tahun ini dapat terlaksana dengan baik dalam keadaan yang kondusif dan meningkatkan syiar Islam,” sebutnya.

Sementara ahli falakiyah Kanwil Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra SHi MH menjelaskan bahwa pergantian hari dalam Islam adalah waktu magrib, bukan terbit matahari, dan pergantian bulan hijriah adalah dengan hilal bukan dengan posisi matahari, maka secara penanggalan hijriah bisa saja Indonesia tidak sama dengan Saudi pada kasus kali ini, karena ketika pergantian hari terjadi bakda maghrib.

“Tidak ada laporan hilal terlihat di Indonesia atau di Aceh, ketinggian hilal 1 s.d 3 derjat dengan elongasi maksimal 4 derjat di seluruh Indonesia menyebabkan hilal belum terlihat dan belum imkan rukyat. dan di Saudi hilal sudah pada posisi sekirar 5 derjat dengan elongasi di atas 6 derjat dan sudah memungkinkan untuk di rukyat,” kata Alfirdaus.[]

Pj Gubernur Aceh Diminta Perbaiki Tata Kelola Anggaran Peninggalan Nova yang Karut-Marut

0
Praktisi Hukum, Kasibun Daulay, SH. (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Mendagri, Tito Karnavian telah resmi melantik Mayjend TNI  Acmad Marzuki sebagai Penjabat (PJ) Gubernur Aceh digedung DPR Aceh. Pelantikan tersebut sekaligus menandai telah berakhirnya masa jabatan Nova Iriansyah sebagai Gubernur Aceh periode 2017-2022.

Sebagaimana diketahui, Provinsi Aceh dipimpin Pj Gubernur sampai pelantikan Gubernur defenitif hasil Pilkada serentak tahun 2024 mendatang. Itu artinya Aceh akan dipimpin Gubernur yang bukan hasil pilihan langsung oleh rakyat Aceh sampai hampir 3 tahun kedepan. Ini tentu menjadi pertaruhan dan tantangan tersendiri bagi Pj Gubernur Aceh dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan di Aceh.

Penunjukan Mayjend Achmad Marzuki  tentu mengundang harapan besar bagi masyarakat Aceh. Banyak kalangan berharap agar Mayjend Achmad Marzuki harus mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang menjadi warisan pemerintahan sebelumnya, khususnya terkait persoalan kemiskinan & tata kelola keuangan daerah yang karut-marut.

Salah seorang Praktisi Hukum Aceh, Advokat Kasibun Daulay menilai penunjukan TNI aktif sebagai Pj Gubernur Aceh, walaupun sebelumnya Mendagri Tito Karnavian sudah menyatakan bahwa Ahmad Marzuki sudah non aktif dengan mengambil pensiun dini, tentu hal itu akan terus menjadi perdebatan dan bahan diskusi banyak kalangan di Aceh, mengingat Aceh yang pernah menjadi daerah konflik seakan-seakan tercitrakan belum benar-benar aman.

“Profil Mayjend Achmad Marzuki sebagai TNI aktif dan juga bukan Putra Aceh asli tentu akan terus menjadi perdebatan dan bahan diskusi, apalagi Aceh yang dahulu identik dengan daerah konflik,” ungkap Kasibun dalam keterangannya kepada Nukilan, Kamis (6/7/2022).

Namun disisi lain, menurut Advokat yang sering menangani perkara Tipikor ini, kehadiran Mayjend Achmad Marzuki yang sebelumnya sebagai Perwira Tinggi TNI ini menjadi harapan baru bagi rakyat Aceh, dimana ia berharap semoga Achmad Marzuki bisa menuntaskan berbagai PR Aceh selama ini, khususnya terkait tata kelola anggaran Aceh yang karut-marut dan sarat penyelewengan.

“Berbekal pengalaman panjang beliau di Institusi TNI, menurut saya menjadi angin segar untuk rakyat Aceh, dengan harapan semoga beliau tegas dan tuntas membereskan masalah pengelolaan anggaran yang karut marut di Aceh,” tegas Kasibun.

Walaupun menurut Kasibun, awal-awal periode pemerintahan Irwandi-Nova dahulu, sebenarnya rakyat Aceh merasa mendapatkan angin segar terkait urusan pengelolaan anggaran di Aceh, dimana Irwandi-Nova pada saat itu mendengungkan program atau slogan “Mazhab hana fee”, yang mana secara tersirat Irwandi Yusuf yang menjabat Gubernur Aceh pada saat itu ingin menegaskan bahwa pemerintahannya anti “fee” atau tidak akan mentolerir pejabat atau orang dilingkaran kekuasaannya untuk coba-coba mengambil/bermain “fee” proyek atau kongkalikong anggaran.

“Namun tersandungnya Bang Wandi dengan OTT kasus korupsi KPK pada 2018, seketika saja harapan masyarakat Aceh tersebut jadi pupus dan sirna. Malah menganggap apa yang didengungkan Irwandi-Nova itu, hanyalah OMDO alias omong doang,” cetus Kasibun.

Lebih lanjut menurut Kasibun, saat Nova Iriansyah dilantik secara definitif sebagai Gubernur Aceh pada 2020, tata kelola anggaran di Aceh, semakin memburuk. Birokrasi tidak efektif, kongkalikong anggaran semakin marak, walaupun sulit dibuktikan akan tetapi mudah untuk dirasakan, kemudian diperparah lagi oleh perselingkuhan kepentingan antara eksekutif dan legislatif, dimana Ketua Partai melalui Fraksi-Fraksinya di DPRA menjadi jembatan lobi-lobi dan politik dagang sapi, sehingga pengawasan terhadap pemerintahan Nova Iriansyah semakin melemah, dan kepentingan rakyat Aceh semakin dilupakan.

“Sehingga hal itu pula yang dianggap menjadi biang utama Aceh menyandang status sebagai Provinsi termiskin di Sumatera selama tiga tahun berturut-turut,” ujar Kasibun.

Maka dari itu menurut Kasibun, dengan berakhirnya era Nova Iriansyah yang diakhir-akhir masa jabatannya kemarin dicap sebagai Gubernur terburuk sepanjang sejarah Aceh, tentu harapan besar diarahkan kepada Mayjend Achmad Marzuki, sebagai Pj Gubernur Aceh yang baru, bisa menyelesaikan persoalan-persoalan Aceh tersebut.

“Dengan pengalaman panjang beliau di Militer, saya menaruh harapan dan berkeyakinan Mayjend Achmad Marzuki tidak akan gentar untuk menghadapi tekanan-tekanan politik, baik dari birokrasi, Instusi penegak Hukum maupun Partai Politik atau anggota DPR Aceh, dalam kaitan dengan kongkalikong dan perselingkuhan Anggaran Aceh,” Tutup Kasibun.

Sah, Politisi Milenial Teuku Syahwal Jabat Ketua Demokrat Pidie

0

Nukilan.id – Teuku Syahwal secara sah dan resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Pidie periode 2022-2027.

Hal itu tertuang secara resmi dalam Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat dengan nomor : 181/SK/DPP.PD/DPC/VII/2022 yang diserahkan langsung oleh Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Muslim, SH.I. MM kepada Bendahara DPC Demokrat Pidie, Rizal Mahfud serta disaksikan oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya.

Dalam SK tersebut, posisi Sekretaris DPC Partai Demokrat Pidie dijabat oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRK Pidie, Cut Nur Azizah, SE dan Bendahara, Rizal Mahfud.

“Amanah ini akan saya sampaikan kepada pimpinan kami untuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab membesarkan peranan Demokrat untuk rakyat,” ucap Rizal Mahfud setelah menerima SK tersebut kepada awak media. Kamis, 7 Juli 2022.

Sebelumnya, DPP Demokrat menetapkan Teuku Syahwal sebagai Formateur/Ketua DPC Demokrat Pidie berdasarkan hasil Musyawarah Cabang (Muscab) IV yang digelar di Grand Nanggroe Hotel Banda Aceh, Rabu, 9 Februari 2022 lalu.

Sementara itu, Teuku Syahwal menyampaikan terima kasih kepada DPP Partai Demokrat, DPD Partai Demokrat Aceh serta para DPAC yang telah memercayakan untuk menjalankan amanah ini.

“Insyaallah kita siap memberikan kontribusi yang besar kepada rakyat sebagai ejawantah Demokrat Berkoalisi dengan Rakyat,” kata Teuku Syahwal yang tercatat sebagai mahasiswa Pascasarjana Doktoral Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta.

Politisi milenial yang lahir dari dunia aktivis ini telah melintang jalan dalam dunia politik, sebelumnya juga menjabat sebagai Sekretaris Umum HMI Cabang Sigli, Ketua DPD KNPI Kabupaten Pidie, dan Sekretaris DPC Partai Demokrat Pidie pada periode sebelumnya.

“Saya siap menjadi Kuda Perang sebagaimana pesan KetuaUmum Agus Harimurti Yudhoyono, sebab perjuangan Demokrat adalah harapan rakyat.” tutupnya.

DPD PAN Aceh Singkil Gelar Rakerda ke I

0

Nukilan.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Aceh Singkil menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-1 pada Rabu (6/7/2022).

Rapat tersebut dihadiri Pengurus DPD PAN Kabupaten Aceh Singkil beserta Ketua dan Sekretaris DPC PAN se se-Kabupaten Aceh Singkil. Rapat itu dipimpin langsung Ketua DPD PAN Aceh Singkil, Syafriadi S.H

“Ada beberapa poin yang menjadi pembahasan rapat kita pada hari ini, yaitu tentang upaya kita untuk memperoleh kursi DPRk, kita siap untuk merebut 4 kursi masing-masing wajib mendapatkan satu kursi di 4 dapil,” sebut Syafriadi dalam keterangan kepada Nukilan, Kamis (7/6/2022).

“Dan saat ini DPD PAN membuka kesempatan untuk pendaftaran pencalegan dini terhadap kader, tokoh dan masyarakat Aceh Singkil,” lanjutnya

Saat ini DPD PAN Aceh Singkil hanya memperoleh 1 kursi DPRK, kedepan pihak menargetkan beberapa kursi DPRK Aceh Singkil.

Tak hanya itu, kata Syafriadi, DPD PAN juga mengusung Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas menjadi calon Presiden RI beserta 4 kadidat lainya Erick Thohir, Anis Baswedan, Ganjar Pranowo juga Panglima TNI, Muhammad Andika Pratama.

“Mereka salah satu putra terbaik bangsa yang layak kita usung. Tentu tidak lupa juga mari sama sama kita dukung Ketua DPW PAN Aceh Mawardi Ali untuk bakal calon Gubernur Aceh pada Pilkada 2024 mendatang,” sambung Syafriadi S.H

Sementara itu, para Pengurus DPD dan DPC juga mengusung Ketua DPD PAN Aceh Singkil, Syafriadi S.H untuk mencalon sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada Pileg 2024 tentunya.

“Kami kader PAN Aceh Singkil siap dan bersinergi, untuk mendukung secara penuh menghantarkan Ketua ke tingkat Provinsi,” sebut Maksani, Mantan Kepala Desa Sulok Aceh Kecamatan Singkil yang juga pengurus Kabupaten.

Rapat tersebut dilaksanakan di kantor DPD PAN Kabupaten Aceh Singkil sekaligus peresmian dan launching pencalegan dini tersebut. []

Ketua Pusda: Aminullah Usman Walikota Terbaik Sepanjang Sejarah

0
Ketua Pusat Studi Pemuda Aceh (PUSDA) Heri Safrijal S.P MP.

Nukilan.id – Ketua Pusat Studi Pemuda Aceh (PUSDA) Heri Safrijal S.P MP menilai dalam kacamata besar selaku anak muda Banda Aceh bahwa Aminullah Usman adalah sosok Walikota Banda Aceh yang peduli terhadap warganya.

“Diakhir masa jebatannya yang bersisa 6 jam, beliau masih melakukan aksi nyata yaitu peresmian bedah rumah di Gampong lamlagang. Saat ini sudah 800 ratus rumah yang beliau bangun untuk kaum dhuafa,” ucap Heri dalam keterangannya kepada Nukilan, Kamis (7/7/2022).

Selain itu, Ketua PUSDA melihat dengan mata terpampang nyata Aminullah Usman begitu peduli kepada anak yatim dan fakir miskin. Pak Amin selalu bersikap kuat tanpa pernah lelah untuk membangkitkan kebersamaan bersama masyarakat.

“Banyak sekali program yang beliau buat, terbukti banyak perubahan yang dirasakan oleh masyarakat, mulai dari pembangunan, keindahan dan kebersihan kota, hingga roda perekonomian yang semakin bergairah,” ucapnya.

Heri mengatakan, Walikota Banda Aceh meluncurkan Mall pelayanan publik di pasar Aceh untuk kemudahan pelayanan bagi masyarakat. Disisi lain, pak Amin juga buat program LKMS Mahirah untuk membasi rentenir yang ada di Banda Aceh.

“Dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2021 Kota Banda Aceh mencatatkan laju pertumbuhan ekonomi yang positif. Setelah sempat minus pada tahun sebelumnya terdampak pandemi Covid-19, ekonomi Ibukota Provinsi Aceh ini mampu tumbuh sebesar 5,53 persen,” jelas Ketua PUSDA.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Banda Aceh di atas pencapaian Provinsi Aceh, yakni sekira dua persen dan bahkan nasional di angka 3,69 persen. Setelah sempat menyentuh angka minus 3,29 pada 2020 akibat pandemi, tahun lalu ekonomi Banda Aceh mampu bangkit dan tumbuh 5,53 persen.

“Pertumbuhan ekonomi di Banda Aceh tak terlepas dari mulai menggeliat kembali sektor-sektor unggulan kota sepanjang 2021, terutama perdagangan dan jasa. Kami sangat mengapresiasi kesuksesan Pak Wali dalam mendongkrak perekonomian kota termasuk dengan menggelar banyak sekali event yang bisa memberikan multiplier effect,” sebutnya.

Selain laju pertumbuhan ekonomi, Banda Aceh turut mencatatkan sejumlah pencapaian gemilang sepanjang 2021. Di antaranya; angka pengangguran terbuka turun dari 9,54 persen (2020) menjadi 8,94 persen, pendapatan per kapita naik menjadi Rp 78, 16 juta dibanding Rp 73,30 juta (2020), dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tetinggi kedua nasional 85,71.

“Saya yakin prestasi bapak Aminullah Usman Walikota Banda Aceh merupakan sukses kolegial buah kolaborasi dengan semua stekholder dan elemen masyarakat perlu kita ajukan jempol tuntutannya apalagi jumlah WTP sudah Puluhan bisa di persembahkan lagi,”

Pusat Studi Pemuda Aceh kagum dengan beliau mampu melunasi hutang yang sempat trending topik di media sosial, beliau ekonom terhebat diaceh ya pastilah di lunasi Alhamdulillah terwujud sebelum beliau turun dari jabatannya.

“Kami ucapkan terimakasih atas kinerja beliau tanpa kenal lelah selama memimpin Banda Aceh selama 5 tahun. beliau terus mengukir prestasi di kota Banda Aceh, begitu banyak penghargaan yang di peroleh oleh beliau semoga Banda Aceh terus bangkit dan maju kedepannya,” tutur Heri mantan Sekjend BEM USK.

Reporter: Reji

Fasilitasi UMKM, Rafli Ajak Pelaku Usaha Mikro Optimalkan E-Comerce di Banda Aceh

0

Nukilan.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia asal Aceh Rafli, beri dukungan dan pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro melalui kegiatan Pemasyarakatan E-Comerce di Aceh. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Yayasan Lentera Muda Karya itu merupakan kerjasama DPR RI Komisi VI dengan Kementerian Koperasi dan UKM (KEMENKOPUKM), berlangsung di Banda Aceh, Kamis (7/7/2022).

Dalam kesempatan membuka kegiatan Rafli berharap, melalui kegiatan Pemasyarakatan E-Comerce bagi Usaha Mikro tersebut, menjadi semangat baru petumbuhan iklim ekonomi digital di Aceh.

“Kita berada di era digital, dimana semua hal memungkinkan kita kendalikan jarak jauh. Teknologi informasi sangat dibutuhkan dalam perkembangan ekonomi digital, kegiatan ini sebagai semangat baru kita, sinergi dalam mengupayakan pertumbuhan perekonomian di Aceh” Ujar Rafli.

Menurut Rafli, sesuai demgan visi misi Kementerian Koperasi UKM RI, yaitu Tranformasi usaha mikro kecil menengah melalui digitalisai ekonomi sehingga perlu difasilitasi implemantasinya di Aceh.

Turut hadir Anggota DPR RI Komisi VI Rafli, Perwakilan Kemenkop UKM RI, Advensius Cristian, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Kota Banda Aceh, Muda Bahlia, S.E, M.Si, Para Pemateri Pemateri kegiatan terdiri dari Dr. Iskandarsyah Madjid Ridwan, S. E, Perwakilan Dinas Koperasi Usaha Mikro Banda Aceh, dan 50 Pelaku usaha mikro yang jadi peserta kagiatan.[]

TNGHS Lepasliarkan Tiga Ekor Elang dan Tanam 1000 Pohon

0
TMGHS bersama mitra kerja lepasliarkan tiga ekor burung elang brontok dan tanam 1.000 Pohon. (Foto: MenLHK)

Nukilan.id – Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) beserta mitra kerja melakukan pelepasliaran tiga ekor Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus) dan penanaman simbolis pohon asli TNGHS di area Kolat Korps Brimob POLRI, yang masuk kawasan TN Gunung Halimun Salak, pada Senin (4/7/2022).

Rangkaian acara ini diikuti dengan penanaman sebanyak 1.000 bibit pohon asli TNGHS di blok Hutan Hanjawar, Resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (PTNW) Gunung Botol, Seksi PTNW II Bogor, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, oleh sebanyak 400 personil Korps Brimob POLRI beserta anggota Kelompok Tani Hutan Cikaniki Sejahtera dan petugas Balai TNGHS.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala Balai TNGHS, Pairah menyampaikan pelepasliaran Elang Brontok merupakan upaya untuk mempertahankan keberadaan populasi raptor TNGHS sebagai salah satu predator puncak yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan TNGHS. Sementara, penanaman pohon bertujuan untuk mengembalikan area TNGHS yang telah mengalami kerusakan menjadi hutan kembali, sehingga akan kembali menjadi habitat yang baik bagi berbagai flora dan fauna lainnya sekaligus meningkatkan fungsi ekologi kawasan TNGHS antara lain sebagai pengatur tata air, penyerap karbon dan penghasil oksigen.

“Disamping itu, pelaksanaan kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat luas akan pentingnya menjaga kelestarian flora dan fauna asli TNGHS beserta ekosistemnya, sebagai sistem penyangga kelangsungan hidup manusia,” kata Pairah.

Pohon yang ditanam di sekitar area Kolat dan di blok Hutan Hanjawar merupakan jenis-jenis pohon asli TNGHS, antara lain Rasamala (Altingia excelsa), Puspa (Schima walichii), Kisireum (Jambosa acuminatissima) serta berbagai jenis pohon Huru. Hal ini selaras dengan salah satu tujuan pengelolaan kawasan TNGHS yaitu menjaga keaslian dari tipe ekosistem TNGHS yang berpotensi untuk memberikan nilai penting bagi kehidupan manusia di masa yang akan datang.

Elang Brontok yang dilepaskan bernama Zaza, Maul dan Rinjani. Zaza dan Maul merupakan elang serahan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jogjakarta pada tanggal 26 Maret 2022 dan telah melewati masa rehabilitasi di Pusat Suaka Satwa Elang Jawa (PSSEJ) TNGHS selama sekitar 3 bulan. Adapun Rinjani merupakan elang serahan dari masyarakat pada tanggal 18 April 2022 dan telah melewati masa rehabilitasi di PSSEJ TNGHS selama sekitar 2 bulan.

Sebelum ketiga Elang tersebut dilepasliarkan, pihak Balai TNGHS telah melakukan beberapa prosedur, diantaranya memastikan kesehatan satwa, memastikan bahwa perilaku satwa menunjukkan kesiapan untuk pelepasliaran dan lokasi pelepasliaran adalah kawasan yang telah sesuai untuk pelepasliaran sebagaimana hasil kajian habitat (habitat assesment) menggunakan tool Maxent tahun 2020 dan didetailkan oleh tim PSSEJ pada Tanggal 27 s.d. 30 Juni 2022. Hutan di sekitar area Kolat Korps Brimob POLRI dinilai cocok untuk menjadi lokasi lepasliar, berdasarkan beberapa kriteria, diantaranya: kondisi habitat, keberadaan elang lain, aksesibilitas dan potensi keberadaan pakan.

Lebih lanjut, Pairah mengungkapkan bahwa kawasan TNGHS memang dapat digunakan untuk area latihan personil POLRI, melalui mekanisme kerja sama strategis yang tidak dapat dielakkan. Selain itu, disampaikan mengenai pentingnya menjaga kelestarian ekosistem hutan asli di TNGHS dengan berbagai fungsi ekologi, sosial dan ekonominya, sehingga dapat dinikmati bukan hanya oleh generasi kita saat ini, namun juga generasi-generasi penerus selanjutnya.

Terkait hal tersebut, Kepala Koordinator Instruktur AKBP Daulat Nainggolan, menyampaikan bahwa selama ini Korps Brimob POLRI telah secara rutin menggunakan kawasan TNGHS sebagai area latihan. Area ini dipandang memiliki kondisi biofisik yang ideal untuk pembentukan anggota Korps Brimob POLRI yang memiliki keterampilan dan kemampuan optimal dalam menjawab potensi tantangan tugas di area-area yang ekstrim.

Kegiatan pelepasliaran satwa dan penanaman pohon ini merupakan bentuk kerja sama antara Balai TN Gunung Halimun Salak, Korps Brimob POLRI dan PT Antam, Tbk., UBPE Pongkor dalam rangka mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati dan ekosistem di TNGHS. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak antara lain: Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi Ditjen KSDAE, Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Spesies dan Genetik Ditjen KSDAE, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Wilayah I Bogor, Kepala Bagian Sumber Daya Alam Kabupaten Bogor, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Citarum-Ciliwung, pihak Kecamatan, Koramil dan Polsek Nangung, pihak Desa Malasari, PT Antam, Tbk., UBPE Pongkor, PT Sumi Asih, Kelompok Tani Hutan Cikaniki Sejahtera, Kelompok Tani Hutan Konservasi Malasari Lestari dan Model Kampung Konservasi Cisangku.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi, Ahmad Munawir, menyampaikan bahwa Kegiatan penanaman pohon asli TNGHS dan pelepasliaran Elang Brontok ini merupakan salah satu contoh kegiatan kolaborasi dalam pengelolaan kawasan konservasi, dimana acara ini didukung oleh berbagai kalangan dari Pemerintah Pusat dan daerah, POLRI, kalangan swasta, masyarakat hingga media.

Kerja sama dalam pengelolaan kawasan konservasi TNGHS harus terus didorong untuk mewujudkan kerja sama dengan lima pihak utama yang dikenal sebagai pentahelix yaitu, pemerintah, kalangan swasta, institusi pendidikan atau akademisi, kalangan media dan Non-Government Organization atau masyarakat secara luas. Kegiatan penanaman ini adalah juga bagian dari program Folu Net Sink 2030 yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian LHK.

Pelestarian alam sejatinya adalah upaya perlindungan terhadap keberlangsungan manusia itu sendiri. Kerusakan hutan konservasi sebagai sistem penyangga kehidupan dapat menyebabkan bencana ekologi yang berdampak signifikan terhadap masyarakat baik secara sosial maupun ekonomi. Sebaliknya, terjaganya alam dapat menjadi potensi yang mendukung pembangunan sosial ekonomi masyarakat dan bangsa di masa yang akan datang.

Sehubungan dengan hal tersebut, dukungan dan kerjasama para pihak, baik sektor pemerintah, swasta, LSM, akademisi, dan masyarakat merupakan modal utama untuk tetap bersinergi bagi kepentingan kelestarian dan pengawetan keragaman hayati beserta ekosistemnya di kawasan TNGHS. [MenLHK]

YARA: Aceh Butuh Konsolidasi Ekonomi, Kepemimpinan Kuat dan Stabilitas Politik

0
Ketua YARA Safaruddin (Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Ahmad Marzuki resmi dilantik sebagai Pj Gubernur Aceh oleh Menteri dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di dalam rapat paripurna DPRA Pada Rabu (6/7/2022). Menyikapi hal tersebut, Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin, menyampaikan pesan kepada Pj Gubernur Aceh, Ahmad Marzuki, bahwa Aceh saat ini butuh Konsolidasi Ekonomi, Kepemimpinan yang kuat dan stabilitas politik.

“Masa transisi jabatan Gubernur dari definitif ke PJ Gubernur Aceh selama dua tahun kedepan tentu banyak hal yang perlu di benahi, nanum dalam pandangan kami ada tiga hal yang menjadi perhatian Pemerintah Pusat dan Pejabat Gubernur (PJ) Yakni” Konsolidasi ekonomi, kepemimpinan yang kuat dan stabilitas politik,” papar Safar diruangan kerjanya, pada Rabu (6/7/2022).

Pertama, konsolidasi ekonomi untuk menjamin kesejahtraan rakyat adalah hal utama yang perlu di perhatikan, jika rakyat tidak sejahtera maka pemerintah telah gagal menjalankan tugasnya.

Apalagi, kata safar, untuk Aceh yang sejak beberapa tahun terakhir menempati urutan Provinsi termiskin di Sumatera, urutan tersebut telah mencerminkan kegagalan Pemerintahan Aceh sebelumnya dalam mensejahterakan masyarakat Aceh, belum lagi kegagalan beberapa investasi di Aceh yang di cari dengan menggunakan uang APBA, dan yang paling miris tindakan Nova Iriansyah yang “mengusir” Dubes India yang membawa misi investasi dan banyak bantuan lainnya untuk Aceh.

Oleh karena itu, menurut Safar, konsolidasi ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas utama bagi PJ Gubernut Aceh, yang dalam inventarisasi Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA).

Kemudian, untuk menjadi perhatian PJ Gubernur Aceh adalah Legalisasi Tambang Rakyat Migas di Aceh Timur, Emas di Pidie, penguatan UMKM dari hulu sampai hilir, membuka hubungan dagang Internasional, hilirisasi CPO dengan adanya pabrik refinery CPO, optimalisasi Kawasan Industri, revitalisasi Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) sebagai salah satu pintu akselarasi pembanguan ekonomi Aceh, penataan kembali Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun agar aset eks PT Arun dan Exxon Mobil menjadi milik Aceh seperti yang pernah diperjuangkan oleh Gubernur Zaini Abdullah, akselarasi pengalihan Blok Migas dari SKK Migas ke BPMA dan Optimalisasi peran PT Pembanguan Aceh (PEMA) sebagai satu entitas bisnis yang mendorong akselarasi pertumbuhan ekonomi Aceh.

“Kondisi komiskinan di Aceh menurut kami perlu menjadi perhatian penting PJ Aceh Gubernur kedepan. Apalagi, Aceh dari data BPS telah menempatkan Aceh dalam posisi sebagai Provinsi termiskin di Sumatera, konsolidasi ekonomi untuk mengentaskan kemiskinan perlu menjadi prioritas yang dalam inventarisir kami ada beberapa permasalahan, seperti legalisasi Tambang Rakyat Migas di Aceh Timur, Emas di Pidie, penguatan UMKM dari hulu sampai hilir, membuka hubungan dagang Internasional, hilirisasi CPO dengan adanya pabrik refinery CPO, optimalisasi Kawasan Industri, revitalisasi Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) sebagai salah satu pintu akselarasi pembanguan ekonomi Aceh, penataan kembali Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun agar aset eks PT Arun dan Exxon Mobil menjadi milik Aceh seperti yang pernah diperjuangkan oleh Gubernur Zaini Abdullah, akselarasi pengalihan Blok Migas dari SKK Migas ke BPMA dan Optimalisasi peran PT Pembanguan Aceh (PEMA) sebagai satu entitas bisnis untuk mendorong akselarasi pertumbuhan ekonomi di Aceh,” terang Safar.

Hal yang kedua kata Safar, PJ Gubernur Aceh harus punya Kepemimpinan yang kuat legitimasi politiknya, baik dari Pemerintah Pusat, DPR Aceh, Ulama dan juga masyarakat Aceh, agar dalam menjalankan roda Pemerintahannya mendapat dukungan dari semua pihak.

“Kemudian yang kedua menurut kami adalah llPJ Gubernur Aceh harus punya legirimasi politik yang kuat baik dari Jakarta maupun seluruh komponen di Aceh, terutama DPRA dan Forkopimda, dan
stakeholder lain di Aceh, agar dalam menjalankan tugasnya dapat diterima degan baik oleh semua pihak,” terang Safar.

Selanjutnya yang ketiga menurut Safar, stabilitas politik di Aceh yang sering tidak terduga, tolak tarik kewenangan Pemerintah Pusat dan Aceh, revisi UU No 11 tahun 2006 (UUPA) yang berbasis MoU Helsinki, isu Bendera Bulan Bintang, Kerukunan Umat Beragama di Singkil, dan berbagai isu yang politik lainnya juga perlu menjadi perhatian karena isu isu tersebut bisa meluas dengan cepat didalam masyarakat Aceh.

“Stabilitas politik yang perlu dijaga, karena di Aceh momentum politiknya tidak menantu, sporadis dan cepat seperti terbakarnya jerami kering, isu politik yang sedang berproses seperti revisi UUPA, isu politik yang sudah lama berlangsung seperti isu Bendera Bulan Bintang, kerukunan umat beragama di Singkil, isu tambang rakyat di Geumpang, Pidie dan Ranto Perlak, Aceh Timur, dan isu politik yang akan terjadi yang perlu diproyeksikan.

Jadi, kami berharap, tiga hal tersebut menjadi perhatian prioritas PJ Gubernur Aceh nantinya,” Tutup Safar.[]

Aeroponik, Sistem Pertanian di Udara yang Cocok untuk Masyarakat Perkotaan

0
Ilustrasi aeroponik © Globe Guide Media Inc Shutterstock

Nukilan.id – Ada banyak cara untuk bercocok tanam di rumah atau di lahan terbatas. Salah satu yang sudah banyak dikenal masyarakat adalah hidroponik. Berbeda dari sistem tanam konvensional, hidroponik dianggap lebih praktis dan efektif untuk menanam sayuran dan buah-buahan hingga kian diminati masyarakat perkotaan.

Hidroponik sendiri adalah budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah, tetapi tetap memanfaatkan sedikit air. Sementara untuk nutrisi tanaman bisa berasal dari beberapa sumber seperti kotoran ikan, kotoran bebek, atau pupuk kimia.

Selain hidroponik, ada juga sistem pertanian lain yang cocok diterapkan di lahan terbatas yaitu aeroponik. Meski konsepnya sama-sama menanam tanpa tanah, aeroponik disebut sebagai pengembangan dari sistem hidroponik yang sudah dianggap sistem tradisional. Seperti apa sistem pertanian aeroponik dan apa saja keunggulannya?

Memahami pertanian aeroponik

Pada hidroponik, media tanam direndam pada cairan nutrisi. Sedangkan, pada sistem aeroponik cairan nutrisi diembunkan pada akar tanaman. Sistem aeroponik dibangun dari sistem hidroponik, di mana akar disimpan dalam media tumbuh seperti sabut kelapa, di mana air dipompa secara berkala. Tanaman aeroponik akan menjuntai di udara dan benihnya ditanam dalam potongan busa yang dimasukkan ke dalam pot kecil.

Dalam sistem aeroponik, akar tanaman memiliki akses yang lebih besar ke oksigen sehingga menghasilkan pertumbuhan yang lebih cepat. Untuk nutrisi pada tanaman aeroponik didapatkan dari cairan yang sebelumnya sudah disiapkan.

Cairan nutrisi ini akan diembunkan pada akar tanaman melalui sebuah alat pengkabutan. Sistem ini membuat tanaman dapat menerima 100 persen oksigen dan karbon dioksida yang tersedia ke zona akar, batang, dan daun yang dampaknya adalah mempercepat pertumbuhan biomassa.

Tak hanya bicara efisiensi, aeroponik juga tergolong ramah lingkungan karena didukung oleh kemampuan menanam tanaman dalam jumlah besar di ruang kecil. Pendekatan ini terutama digunakan di pertanian vertikal dalam ruangan yang semakin umum dibuat di perkotaan. Ditambah lagi karena sistem aeroponik tertutup sepenuhnya, tidak ada limpasan nutrisi yang mengotori saluran air di dekatnya.

Adapun beberapa jenis tanaman yang dapat dibudidayakan dengan sistem ini antara lain selada, sawi, tomat, bawang merah, bawang putih, daun bawang, seledri, melon, anggrek, mentimun, dan kaktus.

Keunggulan dan cara kerja aeroponik

Pertanian dengan sistem aeroponik tentunya sangat cocok bagi mereka yang ingin bercocok tanam tetapi tidak memiliki lahan yang luas. Anda hanya membutuhkan media tanam berupa styrofoam dan bisa dibuat di pekarangan rumah.

Salah satu kunci dari keunggulan sistem aeroponik adalah oksigenasi dari tiap butiran kabut halus larutan hara yang sampai ke akar. Selama perjalanan dari lubang sprinkler hingga sampai ke akar, butiran akan menambat oksigen dari udara hingga kadar oksigen terlarut dalam butiran meningkat. Proses respirasi pada akar pun dapat berlangsung dengan lancar dan menghasilkan banyak energi.

Adapun kelebihan dari aeroponik adalah hemat air, mengurangi sumber daya manusia yang terlibat, tanaman lebih banyak menerima oksigen karena akarnya di udara, dan oksigen tambahan yang diterima dapat meringankan pertumbuhan patogen berbahaya, kemudian tanaman dapat memanfaatkan karbon dioksida yang kaya oksigen di udara untuk berfotosintesis.

Jika dibandingkan dengan hidroponik, secara umum keduanya sama-sama efisein dalam menanam tanpa media tanah. Kedua sistem ini juga sama-sama menghasilkan produk dan sayuran segar yang sehat. Namun, jika dilihat dari efisiensi penggunaan ruangan, aeroponik dinilai lebih unggul karena menerapkan pengaturan pertumbuhan vertikal dan menggunakan ruang secara efisien.

Sistem hidroponik juga lebih efisien sebesar 90 persen terhadap penggunaan air jika dibandingkan metode konvensional. Namun, ternyata sistem aeroponik bisa lebih efisien lagi karena bisa mengurangi penggunaan air hingga 98 persen.

Untuk mempraktikkan aeroponik, ada beberapa alat dan bahan yang perlu disiapkan. Di antaranya ada pipa PVC, rockwool untuk tempat meletakkan benih tanaman, styrofoam untuk menancapkan bibit tanaman, pompa air, bibit tanaman, dan larutan nutrisi.

Setelah semua perlengkapan selesai disiapkan, Anda bisa merendam terlebih dahulu benih di dalam air. Kemudian lubangi rockwool untuk tempat penyemaian benih. Benih sendiri bisa disimpan di tempat gelap agar lebih cepat berkecambah. Jika bibit tanaman sudah mengeluarkan dua helai daun dari rockwool, segera pindahkan ke styrofoam yang sudah dilubangi dan pastikan posisi akarnya dalam posisi menjuntai ke bawah.

Pada bagian bawah styrofoam terdapat sprinkler atau alat pengabut yang sudah dirakit. Alat ini akan berfungsi untuk memancarkan kabut larutan nutrisi ke arah atas hingga mengenai akar tanaman yang telah ditempatkan di lubang tanaman. Selanjutnya, proses pemancaran kabut larutan nutrisi bisa berjalan dengan bantuan pompa air. [GNFI]

Upaya Hindari Kantong Plastik untuk Pembagian Daging Kurban

0
Daging. (Shutterstock)

Nukilan.id – Ditetapkan jatuh pada tanggal 10 Juli 2022 oleh Kementerian Agama, momen perayaan Iduladha sekaligus kurban di Indonesia tinggal menghitung hari.

Proses penyembelihan, pemotongan, hingga pembagian daging kurban tak dimungkiri jadi salah satu momen yang paling dinanti. Karena selain bersedekah, ada nilai kebersamaan yang biasanya dilakukan oleh sekelompok warga di lingkungan tertentu saat melakukan hal tersebut.

Dalam kebiasaan yang ada, umumnya daging kurban akan dibungkus dalam sebuah kantong plastik dengan jumlah yang sama rata, sampai kemudian dibagikan ke masyarakat sekitar. Namun, hal tersebut yang nyatanya menjadi sorotan dari segi kelestarian lingkungan.

Ada ribuan bahkan jutaan kelompok masyarakat di berbagai penjuru Indonesia, jika semuanya menggunakan kantong plastik sebagai pembungkus daging kurban, tak terbayang sebanyak apa sampah kantong plastik yang akhirnya akan mencemari lingkungan.

Potensi 124 juta lembar kantong plastik

Berangkat dari kondisi di atas, sama seperti tahun-tahun sebelumnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali mengeluarkan imbauan, untuk menghindari penggunaan kantong plastik dalam membungkus daging kurban.

Menurut perkiraan KLHK, di tahun 2022 ini setidaknya akan ada sebanyak 1.814.403 ekor hewan kurban yang disembelih di Indonesia.

Berdasarkan angka tersebut, jika semua masyarakat masih menggunakan kantong plastik sebagai pembungkus, diperkirakan akan ada sebanyak 124.265.950 lembar kantong plastik yang berpotensi menjadi sampah dan mencemari lingkungan.

Melalui Surat Edaran Menteri LHK Nomor SE.4/MENLHK/PSLB3/PLB.2/6/2022 tentang Pelaksanaan Hari Raya Idul Adha Tanpa Sampah Plastik, masyarakat diharapkan dapat lebih banyak dan memilih untuk menggunakan pembungkus daging alternatif selain kantong plastik. Hal tersebut disampaikan oleh Sinta Saptarina, selaku Direktur Pengurangan Sampah KLHK.

“Kami mohon Gubernur, Wali Kota, dan Bupati dapat menyebarluaskan Iduladha tanpa plastik ini kepada masyarakat di lingkungannya,” ujar Shinta, mengutip Republika.

Lebih lanjut, KLHK mengimbau agar nantinya setiap panitia pembagian daging kurban dapat menggunakan alternatif wadah yang memiliki sifat dapat didaur ulang, atau berupa pembungkus organik yang.

Lain itu, diharapkan setiap titik pemotongan hewan kurban juga memiliki sarana pengelolaan sampah terpilah di lokasi pembagian daging kurban.

Ragam alternatif pembungkus daging kurban

Tidak hanya dari segi pencemaran lingkungan, penggunakan kantong plastik sebagai pembungkus nyatanya juga bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Karena pada dasarnya plastik dibuat dari material kimia yang apabila berada di kondisi panas atau kondisi tertentu, partikel penyusunnya dapat melebur dan menyatu dengan makanan di dalamnya.

Beberapa material penyusun plastik yang selama ini dikenal berbahaya terdiri dari BPA (Bisphenol A), HDPE, dan masih banyak lagi. Sudah banyak penemuan yang melaporkan jika kandungan plastik yang luruh dan mengontaminasi manusia dapat memicu sejumlah penyakit.

Sejumlah penyakit yang dimaksud terdiri dari kanker, gangguan imunitas, gangguan endokrin, dan penyakit berbahaya lainnya.

Lantas, apa saja jenis pembungkus alternatif yang bisa digunakan untuk membungkus daging kurban? Pilihan paling umum adalah kotak bambu atau besek yang sudah cukup banyak digunakan.

Di beberapa tempat, penggunaan kotak satu ini sudah menjadi hal umum dan lebih populer dibanding plastik. Terlebih lagi, besek yang dipakai pun bisa kembali digunakan secara berulang-ulang untuk keperluan tertentu di dapur.

Namun apabila memang sudah tak lagi bisa digunakan, besek pun tidak serta merta menjadi sampah melainkan dapat menjadi material yang dapat diolah sebagai kompos. Selain besek, wadah juga bisa memanfaatkan pembungkus lain yang berasal dari alam, yakni berbagai jenis daun.

Ragam jenis daun yang dimaksud pertama terdiri dari daun talas. Selain untuk daging kurban, jenis daun satu ini di Sumatra banyak digunakan untuk membungkus makanan. Tapi bukan sembarang petik, biasanya yang digunakan adalah daun talas tua dengan diameter panjang sekitar 15-20 sentimeter. Pemilihan ukuran tersebut bertujuan supaya makanan atau daging yang dibungkus di dalamnya tidak tumpah.

Kemudian ada daun patat yang memiliki bentuk mirip dengan daun kunyit. Daun patat dikenal sangat aman untuk dijadikan pembungkus makanan karena punya sifat antibakteri. Di Bogor, jenis daun ini cukup umum digunakan sebagai pembungkus daun kurban.

Selain itu, masih terdapat jenis daun lainnya yang memiliki manfaat sama seperti daun jati, daun simpor, daun pisang, dan daun pepaya yang diyakini bisa membuat daging kurban menjadi lebih empuk saat diolah. [GNFI]