Beranda blog Halaman 1561

Jika Dipercayakan, Aceh Besar Siap Jadi Tuan Rumah PORA XIV 2022

0
Foto: Ist

Nukilan.id – Pemkab Aceh Besar menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV 2022 yang dijadwalkan berlangsung November 2022. Seyogyanya kejuaraan olahraga multi event itu dilaksanakan di Pidie, namun secara resmi Pemkab Pidie selaku tuan rumah meminta penundaan kepada Pj Gubernur Aceh yang ditembuskan ke KONI Aceh.

“Insya Allah, jika memang diberi kepercayaan, kami Aceh Besar siap untuk menjadi tuan rumah, ini semata mata untuk mengamankan pelaksanaan kegiatan itu tetap on schedule, karena semua daerah peserta PORA telah menyiapkan diri, termasuk soal anggaran yang diplot tahun ini bukan di tahun 2023,” kata Pj Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM, Senin (12/09/2022) petang.

Menurut Iswanto, Aceh Besar memiliki fasilitas yang siap dipakai, jika memang dipercayakan menjadi tuan rumah. Fasilitas itu mulai dari main stadium hingga penginapan atlet peserta. Semua itu karena Aceh Besar adalah tuan rumah PORA 2018 silam.

“Kita memiliki fasilitas utama dan pendukung yang dapat digunakan kembali, dengan dibantu biaya untuk melakukan rehab ringan di sana sini oleh Pemerintah Aceh maupun KONI Aceh, insya Allah, proses rehab itu dipastikan akan tercover dengan sisa waktu pelaksanaan pada Nopember mendatang. Intinya, kita siap jika memang dipercaya,” tandas Iswanto.

Sebelumnya, Pemkab Pidie meminta pelaksanaan PORA XIV 2022 yang dijadwalkan pada November 2022 ini agar ditunda ke Juni 2023. Alasannya, masih banyak sarana dan prasarana yang belum rampung dikerjakan, sehingga tak bisa dilaksanakan sesuai jadwal yang ditentukan.

Permintaan penundaan event empat tahunan itu disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Pidie, Ir Wahyudi Adisiswanto MSi dalam suratnya kepada Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki belum lama ini.

Namun Pihak KONI Aceh dan Dispora Aceh secara terbuka menyatakan, penundaan tersebut tak memungkinkan, karena pertimbangan persiapan tim peserta seluruh Aceh, termasuk soal penganggaran yang akan menjadi kendala tersendiri. []

Munawwar Hamidi Dilantik Sebagai Ketua Pengadilan Negeri Blangpidie

0

Nukilan.id – Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) Banda Aceh, Dr. H. Suharjono, S.H., M.Hum mengambil sumpah dan melantik Munawwar Hamidi, S.H. sebagai Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Blangpidie pada Selasa (13/9/2022) pagi.

Upacara pelantikan yang berlangsung khidmat dilaksanakan di Ruang Sidang Utama Pengadilan Tinggi Banda Aceh dan dihadiri oleh para Hakim Tinggi, Sekretaris, Panitera dan serta para Hakim Pengadilan Negeri Sigli dan Blangpidie.

Munawwar Hamidi adalah putra Aceh Besar kelahiran tahun 1979 lulusan Sarjana Hukum dari Universitas Syiah Kuala. Sebelumnya bertugas sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri Sigli.

Munawwar menggantikan posisi Zulkarnain yang promosi menjadi Hakim Pengadilan Negeri Klas I A Banda Aceh.

Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Dr Suharjono dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama, Zulkarnaini atas dedikasinya selama ini.

Kepada KPN yang baru dilantik, Suharjono menegaskan agar KPN Blangpidie yang baru dilantik harus mengoptimalkan manajemen peradilan yang berbasis online, dengan mengedepankan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas.

Selain itu, saya ingatkan agar Bapak Munawwar Hamidi harus melaksanakan tugas secara progresif profesional. Semoga PN Blangpidie makin berkembang maju dalam melayani masyarakat pencari keadilan. tw

BMA Latih 50 Relawan Bencana Seluruh Aceh

0

Nukilan.id – Baitul Mal Aceh (BMA) bekerjasama dengan BAZNAS Pusat melatih sebanyak 50 relawan bencana dari seluruh Aceh. Para relawan bencana tersebut mengikuti pelatihan manajemen bencana tingkat dasar Baitul Mal Tanggap Bencana (BTB) Provinsi Aceh, mulai 12 – 15 September 2022 di Wisma Atlet Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar.

Ketua Badan Baitul Mal Aceh, Mohammad Haikal dalam sambutannya saat membuka acara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta pelatihan yang berkenan meluangkan waktunya untuk kegiatan tersebut.

“Ini merupakan bentuk kerjasama yang partisipatif dari BAZNAS RI, Baitul Mal Aceh dan BMK untuk kita membangun sebuah kelembagaan yang konsentran akan nilai-nilai kemanusiaan dan tanggap terhadap segala perubahan yang ada di sekitar kita,” kata Mohammad Haikal, Selasa (13/9/2022).

Haikal menjelaskan kelembagaan Baitul Mal dan amil Baitul Mal dari tingkat nasional, provinsi hingga daerah melihat bahwa tanggap bencana merupakan sebuah ketahanan dan ketangguhan sebagai sebuah bangsa. Dan masyarakat yang mendiami wilayah tersebut tentunya lebih tahu mengenai fisik dari daerah itu.

Ia juga berharap dalam kegiatan ini akan terbentuknya pola fikir terhadap tanggap bencana dan kemudian mempunyai menejemen, cara kerja dan frame work sehingga langkah-langkah kerja menjadi sitematis dan sesuai dengan dosis seberapa besar yang diperlukan.

Menurutnya tanggap bencana merupakan bagian dari keseharian. Dan kalau di lihat dari asnaf zakat itu sendiri juga untuk mengatasi kedaruratan dari fakir, miskin, muallaf, ibnu sabi, yang kehabisan bekal dan lainnya.

“Sekali lagi saya berharap adanya partisipasi aktif dari para peserta. Kegiatan ini Insha Allah akan banyak sekali membawa kebaikan-kebaikan kedepannya. Sehingga ini akan menjadikan sebuah kelembagaan yang sangat solid bagi Baitul Mal dalam tata kelola yang hati-hati tetapi juga lincah. Karena banyak permasalahan-permasalahan yang memang harus kita atasi dengan baik dan cepat,” Kata Haikal.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana, Irfan Fauzi, mengatakan tujuan kegiatan tersebut bagi peserta diantaranya memberikan pemahaman konsep dan upaya pengurangan risiko bencana, memberikan pemahaman manajemen penanganan bencana dan membangun pola pikir Tangguh Bencana.

Sedangkan untuk BMA dan BMK akan memiliki korps relawan untuk merespon bencana yang terjadi di wilayahnya, memiliki ragam cara penyaluran dana zakat dengan program Tanggap Bencana dan mendapatkan pengetahuan manajemen penanganan bencana untuk membentuk ketangguhan wilayah.

Adapun bagi BAZNAS Pusat akan memiliki jejaring informasi manajemen bencana yang lebih detail dan akurat tentang kejadian bencana yang lokasinya jauh dari Ibukota, memiliki sistem koordinasi dengan BAZNAS Provinsi dan atau Kota/Kabupaten dalam melakukan respon bencana.

Selain itu mempelopori upaya peningkatan ketangguhan bangsa yang lebih menyeluruh sebagai salah satu bentuk upaya pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu dari Divisi Kebencanaan BAZNAS Pusat yang tersertifikasi dibidang kebencanaan, Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Dinas Sosial Provinsi Aceh, Badan SAR Nasional Provinsi Aceh dan Palang Merah Indonesia Kota Banda Aceh,” pungkas Irfan Fauzi. []

Final Liga Santri Piala Kasad Tingkat Provinsi Aceh Mulai Digelar

0

Nukilan.id – Kodam IM mulai menggelar pertandingan final sepak bola Liga Santri Piala Kasad tingkat Provinsi Aceh di Lapangan Blang Padang, Kota Banda Aceh, Senin (12/09/22).

Gelaran pertandingan final sepak bola Liga Santri tersebut diselenggarakan dalam rangka ajang Piala Kasad yang merupakan kerjasama antara PSSI dengan TNI Angkatan Darat, dengan tajuk Turnamen Piala Kasad Liga Santri PSSI Tahun 2022.

Pada pertandingan pertama kali ini bertanding antara tim Ponpes Al Azhar, yang merupakan tim terbaik dari seleksi tingkat Korem 011/LW melawan tim Ponpes Al Falah Abu Lam U dari wilayah Kodim 0101/KBA.

Pertandingan yang diselenggarakan tersebut berlangsung ramai, dipadati para penonton yang sangat antusias menyaksikan kesebelasannya bertanding antara tim Al Azhar FC melawan Al Falah FC.

Para pemain sepak bola Liga Santri ini adalah berasal dari para santri di pondok pesantren atau dayah, guna mencari bibit unggul dan ajang prestasi di kalangan santri, untuk dapat tampil di tingkat daerah maupun nasional.

Pada putaran final tingkat Provinsi Aceh ini terdapat 3 tim terbaik yang akan bertanding selama 3 hari berturut-turut untuk memperebutkan posisi juara, yang akan mewakili Provinsi Aceh untuk bertanding di tingkat nasional pada tanggal 1 Oktober 2022 di Bandung.

Dalam pertandingan pertama kali ini antara tim Ponpes Al Azhar perwakilan dari Korem 011/LW melawan tim Ponpes Al Falah Abu Lam U perwakilan dari Kodim 0101/KBA, dimenangkan oleh tim Al Azhar dengan hasil skor telak 6-0. []

Belaku Besok, Tarif Kapal Cepat Khusus Warga Sabang Diturunkan Jadi Rp65.000

0

Nukilan.id – Tarif tiket kapal cepat rute Sabang – Banda Aceh dan sebaliknya mengalami kenaikan harga sejak 9 September 2022 kemarin. Penyesuaian harga tiket ini merupakan dampak dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat pengalihan subsidi BBM oleh Pemerintah.

Kenaikan harga tersebut berlaku untuk semua armada kapal cepat mulai dari kapal Express Bahari hingga Express Cantika yang melayani rute Pelabuhan Penyeberangan Balohan Sabang – Pelabuhan Ulee Lheu Banda Aceh dan sebaliknya. Namun, untuk tarif harga tiket kapal lambat masih normal.

Adapun penyesuaian harga tiket itu yakni, kelas VIP penumpang dewasa Rp120 ribu naik 20% dari harga sebelumnya Rp100 ribu. Kelas VIP penumpang anak-anak usia 4-10 tahun harganya menjadi Rp110 ribu dari sebelumnya Rp 90 ribu.

Kemudian, untuk harga tiket dewasa executive Rp95 ribu dari sebelumnya Rp80 ribu, anak-anak Rp85 ribu dari sebelumnya Rp70 ribu dan untuk bayi usia 0-3 tahun Rp10 ribu dari sebelumnya Rp10 ribu.

Sedangkan tiket khusus warga lokal menjadi Rp75 ribu dari sebelumnya Rp60 ribu. Tapi, kenaikan harga tiket kapal cepat untuk warga lokal ini langsung ditentang oleh warga Sabang , politisi, anggota DPRK, hingga Mahasiswa STIS Al-Aziziyah Sabang.

Menurut mereka, kenaikan harga ini sangat membebani masyarakat, khusus mereka yang ber-KTP Sabang, karena selama ini merekalah pengguna rutin kapal cepat untuk berpergian ke Banda Aceh dalam berbagai agenda.

Selain itu, kenaikan tarif tersebut juga sangat mempengaruhi para wisatawan untuk datang ke Sabang sehingga ini dapat berdampak terhadap para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Oleh karena itu, pada Senin, 12 September 2022, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh, T. Faisal bersama Kepala Dishub Kota Sabang, Husaini melakukan rapat  penyesuaian tarif kapal cepat lintas Ulee Lheu Banda Aceh – Balohan Sabang di Ruang Rapat Traffic Lantai 3 Dishub Aceh.

Dari hasil rapat tersebut, diputuskan tarif harga tiket kapal cepat khusus bagi warga ber-KTP Sabang yaitu, untuk penumpang Dewasa turun menjadi Rp65.000 dan penumpang anak-anak Rp55.000.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sabang, Husaini menyampaikan, tarif harga tiket untuk penumpang lokal ini  akan diberlakukan mulai Rabu besok, 14 September 2022 untuk semua armada kapal cepat.

“Tarif tiket warga lokal itu merupakan kesepakatan bersama dengan rencana diberlakukan Rabu nanti,” kata Husaini melalui komentar akun facebook miliknya @husainimatang pada Senin (12/9/2022).

Sementara itu, Kadishub Aceh, T. Faisal menegaskan pihaknya akan mengawasi proses penyesuaian tarif angkutan umum agar pelaku transportasi umum tidak menaikkan tarif seenaknya.

“Tentunya harus dipertimbangkan aspek rasa kemanusiaan yang sewajarnya saja dalam menaikkan harga,” ucapnya.

Faisal juga menegaskan, akan memberikan sanksi kepada pelaku transportasi umum jika melambung tinggi tarif yang ditentukan.

“Kami meminta kepada pebisnis transportasi yang ada di Aceh untuk bersama-sama memberikan kenyamanan dan rasa saling mengerti satu sama lain, agar memberikan pelayanan transportasi yang baik kepada masyarakat,” pungkasnya. []

DPRK Aceh Barat Usul 3 Nama Penjabat Bupati, Ini Nama-Namanya

0
Ilustrasi Pj Gubernur. (Foto: repro)

Nukilan.id – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat dikabarkan sudah mengusul tiga nama calon Penjabat (Pj) Bupati yang akan menggantikan Ramli MS.

Surat usulan 3 nama diantar langsung Ketua DPRK Aceh Barat ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Senin (12/09/2022) siang.

Tiga nama yang diusulkan DPRK adalah Kedua Zalsufran yang saat ini menjabat Kepala Dinas Peternakan Aceh, Mahdi Efendi, yang saat ini menjabat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Aceh, dan Mahdinur, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh.

Bupati Aceh Barat akan berakhir masa jabatannya pada 10 Oktober 2022, sehingga DPRK Aceh Barat mengusulkan nama-nama yang akan mengantikan posisi Bupati Ramli MS. .

Harga BBM Naik, Kadishub Aceh Awasi Kenaikan Tarif Transportasi Umum

0

Nukilan.id  – Keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) berimbas pada kenaikan tarif transportasi. Bukan hanya transportasi darat, tapi juga laut.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Aceh  T. Faisal, S.T.,M.T. mengatakan,  di satu sisi memang kenaikan BBM bersubsidi ini sebuah ironi yang harus dilakukan oleh Pemerintah. Sebab, dari data yang ada penikmat BBM bersubsidi selama ini adalah sebesar 80 persen adalah kelompok masyarakat mampu.

Hanya 20 persen BBM bersubsidi yang dinikmati masyarakat kurang mampu. Sejatinya, BBM bersubsidi hanya dinikmati masyarakat tidak mampu, ada salah sasaran penggunaan BBM bersubsidi.

“Kenaikan BBM ini perlu dilakukan penyesuaian karena sangat mempengaruhi di dalam urusan transportasi,” kata Faisal di Banda Aceh, Senin (12/9/2022).

Sebagai Kadishub Aceh, Faisal akan mengawasi proses penyesuaian tarif angkutan umum agar pelaku transportasi umum tidak menaikkan tarif seenaknya.

“Tentunya harus dipertimbangkan aspek rasa kemanusiaan yang sewajarnya saja dalam menaikkan harga,” ucapnya.

Faisal juga menegaskan, akan memberikan sanksi kepada pelaku transportasi umum jika melambung tinggi tarif yang ditentukan.

Ia meminta kepada pebisnis transportasi yang ada di Aceh untuk bersama-sama memberikan kenyamanan dan rasa saling mengerti satu sama lain, agar memberikan pelayanan transportasi yang baik. []

KONI Nagan Raya: PORA Pidie Harus Tetap Berlanjut

0

Nukilan.id – Ketua Komite Nasional Olahraga Nasional (KONI) Nagan Raya, Jamaluddin SH MH menyatakan Pekan Olahraga Aceh (PORA) di Pidie harus tetap berlanjut.

“Bahwa penetapan pelaksanaan PORA di Pidie sudah melalui proses rapat kerja KONI,” kata Jamaluddin kepada serambinews, Senin (12/9/2022).

Menurut pria disapa Jamal Idham ini, PORA di Pidie tetap berjalan tidak ada penundaaan.

Sebab,  Nagan Raya berbagai persiapan telah dilakukan dalam ikut event tingkat Provinsi Aceh.

Bahkan, kata Jamal, atlet Nagan Raya telah ikut Pra PORA juga dalam mengikuti event tersebut.

Jamal mengakui, bila PORA di Pidie ditunda juga akan berkaitan dengan anggaran dipastikan tahun 2023 tidak dialokasikan oleh Pemkab Nagan Raya dalam APBK.

Sebab anggaran untuk PORA untuk kontingen Nagan Raya dialokasikan dalam APBK tahun 2022 ini.

“Karena itu berbagai hal itu, KONI Nagan Raya menyatakan bahwa PORA tidak ditunda dan tetap bisa berjalan sesuai jadwal,” katanya.

Terkait Permintaan Penundaan PORA di Pidie, Ketua KONI Nagan Raya Harapkan Tidak Ditunda.

Ketua KONI Nagan Raya, Jamaluddin, Ketua KONI Nagan Raya mengaku tidak ingat dengan berapa dana yang akan dibantu Pemkab Nagan Raya.

“Saya tanya ke Sekretaris dan Bendahara dulu. Jumlah belum tahu. Tapi ada diplot untuk mensukseskan PORA,” jelas Jamal Idham.

Seperti diberitakan, Pemkab Pidie telah menyampaikan ke Pj Gubernur Aceh terkait permintaan PORA di Pidie ditunda.

Pemkab Pidie meminta ditunda ke Juni 2023 dengan dalih banyak sarana olahraga yang belum rampung.

Sesuai jadwal, PORA yang diikuti kontigen kabupaten/kota di Aceh berlangsung pada November 2022.

Terkait hal itu, KONI Aceh juga menolak penundaan dan meminta tetap diselenggarakan PORA sesuai jadwal yang telah ditetapkan.[*]

KONI Aceh Utara Desak Pj Gubernur Tidak Tunda PORA Pidie

0

Nukilan.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Aceh Utara bersama pengurus cabang olahraga mendesak Pj Gubernur Aceh untuk tidak menunda-nunda Pekan Olahraga Aceh (PORA) pada November 2022.

“Jangan karena tidak siap vanue olahraga maka meminta ditunda PORA pada Juni 2023, seperti yang disampaikan oleh Pemkab Pidie di media hari ini. Jadi para atlet yang sudah siap tanding mau dikorbankan dan pastinya KONI Kabupaten/Kota di Aceh sangat kecewa dengan sikap Pemkab Pidie, kalau venue tidak siap ada solusinya,” ungkap Wakil Ketua Umum KONI Aceh Utara, Alma Fuadi didampingi Zulfikar Ketua Ikasi, Maimun Ketua Ipsi, Junaidi dari cabang panahan serta Sofyan dari cabang wushu dalam konferensi pers dengan awak media di Lhokseumawe seperti dilansir harian rakyataceh, Senin (12/9/2022).

Ia mengatakan, saat ini berbagai persiapan atlet sudah disiapkan untuk kembali bertanding dalam even Pekan Olahraga Aceh (PORA) di November 2022, setelah beberapa bulan lalu mengikuti Pra PORA.

“Semua biaya untuk persiapan atlet sudah kita keluarkan dan termasuk biaya kelengkapan tanding serta semua sudah siap, tinggal menunggu hari acara PORA saja. Anehnya, dua bulan menjelang PORA, Pemkab sudah mau batalkan,” katanya.

Menurut dia, jika Pidie tidak siap venue olahraga, maka ada Banda Aceh dan Aceh Besar. Hal ini, sama seperti kejadian di Bireuen saat berlangsung Porda Aceh beberapa tahun lalu, karena tidak cukup venue maka atlet bisa bermain di venue olahraga Lhokseumawe, Aceh Utara dan sebagian di Banda Aceh.

“Solusinya, kalau Pidie tidak siap venue maka lebih baik berikan untuk daerah lain yang sudah siap, jangan mengorbakan para atlet yang telah berlatih dan siap untuk tanding,” terangnya, seraya menegaskan, sebagian cabang-cabang olahraga yang tidak siap di Pidie lebih baik diberikan untuk daerah lain yang sudah siap venue, seperti ke Banda Aceh atau Aceh Besar.

“Tidak ada istilah tunda PORA, jadi jangan kecewakan KONI Kabupaten/kota di Aceh, kami sepakat dengan KONI Aceh untuk PORA tidak ditunda,” cetusnya.

Sebut Alma Fuadi, seharusnya Pemkab Pidie dapat memanggil KONI Kabupaten/Kota di Aceh terkait persiapan PORA. Karena yang mengikuti PORA adalah KONI Kabupaten/Kota, yang merupakan peserta daripada PORA.

“Jauh-jauh hari sudah dipanggil kami dan bukan sekarang, ini kita tunggu-tunggu mereka tidak pernah membuat rapat, kami pikir dari KONI Kabupaten/Kota lancar-lancar saja tidak ada persoalan, tapi tiba-tiba dua bulan menjelang kegiatan PORA sudah minta ditunda oleh Pemkab Pidie,” terangnya.

Selain itu, lanjut dia, awalnya sudah pernah ditunda PORA pada September ini, sehingga akan berlangsung pada November 2022. “Tapi ini mau ditunda lagi dan tidak mungkin ditunda ke Juni 2023 kegiatan PORA, karena pada 2024 ada kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON), misalnya pada Juni 2023 diadakan PORA, atlet yang ikut PON nantinya kan hasil daripada PORA, juara-juara di PORA lah akan dipanggil untuk menjadi atlet di PON,” ucapnya.

Sementara untuk atlet yang sudah siap tanding dari 15 cabang olahraga di KONI Aceh Utara sebanyak 115 orang. []

Pidie Minta PORA XIV Ditunda, KONI Aceh Besar: Tidak Bisa Seperti Itu

0

Nukilan.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie meminta pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV 2022 yang semula dijadwalkan pada November 2022 agar ditunda ke Juni 2023.

Penundaan ini diminta dengan alasan masih banyak sarana dan prasarana PORA XIV 2022 yang belum rampung dikerjakan.

Menanggapi hal itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Aceh Besar, Muhibuddin alias Ucok Sibreh mengaku keberatan atas penundaan tersebut.

Bukan tanpa alasan kata Ucok, semua daerah di Aceh sudah menganggarkan untuk pelaksanaan PORA pada November 2022 ini. Biaya tersebut juga bisa dikatakan diambil dari uang rakyat.

“Tiba-tiba ada pengunduran sepihak kan tidak bisa seperti itu. Tentu harus dibicarakan dulu dengan semua daerah dan KONI Aceh,” kata Ucok Sibreh seperti dilansir serambinews, Senin (12/9/2022).

Pasalnya jika PORA XIV 2022 itu ditunda, tentu ada kegiatan lain yang akan beradu jika pelaksanaan PORA dilakukan pada Juni 2023 nanti. Selain itu, yang ditakutkan akan terjadi double anggaran seperti, sudah melakukan try out dan kejuaraan daerah (Kejurda).

“Ke depan kita juga melakukan hal yang sama lagi. Ini kan menimbulkan pertanyaan dari berbagai pihak,” ujarnya.

Karena itu, Ketua KONI Aceh Besar ini tidak setuju dengan permintaan Pemkab Pidie selaku tuan rumah PORA XIV 2022 untuk menunda pelaksanaan tersebut.

Ucok Sibreh menilai, setiap cabang olahraga (Cabor) juga memiliki agenda masing-masing seperti kejuaraan nasional (Kejurnas). Selain melakukan persiapan untuk Kejurnas, setiap cabor juga saat ini sedang melakukan persiapan uji coba atau untuk persiapan pelaksanaan PORA. Dan hal itu juga menyita waktu.

“Dan mereka minta pertanggungjawaban ke KONI juga. Hal itu pula yang buat kita tidak setuju pengunduran tersebut,” sebutnya.

Selain itu, setiap cabor juga saat ini sedang melakukan persiapan PON 2024 nanti. Jadi kurang sependapat jika PORA itu dimundurkan lantaran, Pemkab Pidie sebelumnya sudah berjanji dan mengaku siap melaksanakan PORA di kabupatennya.

Namun ia menyayangkan, saat mendekati acara, PORA tersebut diminta untuk ditunda ke 2023. Sebab, persiapan itu jika dilihat selama empat tahun lamanya. Hal itu menandakan, kurangnya tanggung jawab dari Pemkab Pidie.

“Menurut kami itu tidak bagus untuk olahraga kalau tidak tanggungjawab. selain itu KONI Aceh sudah menggelontorkan dana untuk Pidie. Jadi tidak ada alasan kalau tidak siap,” ujarnya.

“Saya anggap mereka main-main, seperti tidak serius dalam menangani kegiatan sebesar ini untuk Aceh. Sebab, jika PORA Pidie nanti juga menimbulkan multi efek yang banyak jika jadi terselenggara. Arus ekonomi tentu bangkit,” lanjutnya.

Ia menyarankan, jika memang Pidie tidak bisa menyelenggarakan seluruh cabang olahraga di daerahnya, alangkah baiknya jika diarahkan ke daerah lain.

“Misal Pidie menyelenggarakan 10 cabang, dan cabang lainnya diselenggarakan ke daerah lain. Karena kalau ditunda, efeknya sangat besar,” jelasnya.

Selain itu, atlet setiap cabor juga sudah berlatih jauh hari untuk mengikuti pentas olahraga tertinggi di Aceh itu. Jika ditunda menurut Ucok Sibreh, hal itu tentu akan membuat setiap atlet akan kecewa.

“Tidak ada kata tunda, kalau memang Pidie tidak siap dipindahkan ke daerah lain. Nama tetap PORA Pidie. Kita ingin PORA XIV ini tetap berjalan meski harus dipindahkan ke daerah lain,” pungkasnya. []