Beranda blog Halaman 1479

Kontingen Porwanas PWI Aceh Kembali ke Daerah, Ketua SIWO: Terima Kasih Kawan-kawan

0
Ketua SIWO PWI Aceh, Imran Thaib (enam dari kiri) foto bersama dengan perwakilan Kontingen Porwanas PWI Aceh—termasuk Al-Muzammil (lima dari kiri) peraih medali emas seusai penyambutan dan pengalungan bunga di depaqn Kantor PWI Aceh di Banda Aceh, Senin, 28 November 2022. (Dok PWI Aceh)

Nukilan.id – Kontingen PWI Aceh yang mengikuti Porwanas XIII di Malang, Jawa Timur, 21-26 November 2022 kembali ke daerah disambut pengalungan bunga dan rangkulan haru Ketua SIWO PWI Aceh, Imran Thaib di depan Kantor PWI Aceh, kawasan Simpang Lima, Banda Aceh, Senin, 27 November 2022.

Kontingen Porwanas PWI Aceh berjumlah 72 orang dengan komposisi 45 atlet dan 27 ofisial meninggalkan Kota Malang pada Sabtu, 26 November 2022 menggunakan bus ke Surabaya.

Di Surabaya, dengan difasilitasi pihak KONI dan PWI Jatim, Kontingen Aceh transit di Asrama Haji Sukolilo Surabaya dan selanjutnya pada Minggu dini hari, pukul 02.00 WIB dimobilisasi ke Bandara Juanda Surabaya.

Kontingen Aceh diterbangkan dari Surabaya-Jakarta-Kualanamu tidak satu pesawat tetapi dipecah menjadi beberapa kelompok dalam tiga flight menggunakan maskapai Lion Air dan Super Air Jet.

Rentang waktu antara satu flight dengan flight lain berkisar satu hingga dua jam. Akibat booking flight secara acak, menyebabkan beberapa pasangan suami istri harus beda pesawat.

“Kepulangan ribuan anggota kontingen secara bersamaan dari seluruh Indonesia menyebabkan susah sekali mem-booking satu pesawat. Kebijakan memecah menjadi beberapa pesawat adalah keputusan yang harus dilakukan agar semua bisa kembali pada hari yang sama,” kata Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin.

Menjelang Magrib, Minggu, 27 November 2022 semua anggota kontingen Aceh dengan menggunakan tujuh unit armada Hiace memulai lagi perjalanan darat dari Kualanamu ke Banda Aceh.

Khusus anggota kontingen dari Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Utara-Lhokseumaewe dan Bireuen disatukan dalam satu armada sehingga Hiace berakhir tugas di Bireuen untuk kembali lagi ke homebase di Medan. Sedangkan enam unit lainnya meluncur langsung hingga ke Banda Aceh.

Pukul 08.00 WIB, semua sisa anggota kontingen tiba di Markas PWI Aceh di Banda Aceh. Di sini sudah menunggu Ketua SIWO Aceh, Imran Thaib bersama beberapa Pengurus IKWI.

Imran Thaib langsung mengalungkan bunga kepada Al-Muzammil, sang peraih medali emas untuk kontingen Aceh dari cabang fotografi termasuk kepada Asnawi Kumar selaku ofisial lomba karya tulis dan fotografi.

Air mata haru tak mampu dibendung ketika Ketua SIWO PWI Aceh berangkulan dengan Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, Penasihat PWI Aceh, Bustamam Ali, Ketua IKWI Aceh, Hanifah, dan unsur pimpinan kontingen.

“Terima kasih kawan-kawan, kita sudah melakukan apa yang kita mampu, dan kita pantas mensyukuri apa yang telah kita dapat. Terima kasih Al-Muzammil, Anda kebanggaan PWI, kebanggaan Aceh,” demikian Imran Thaib dengan suara terbata-bata. []

Komisi I DPRK Banda Aceh Gelar RDPU Raqan P4GN

0
Komisi I DPRK Banda Aceh gelar RDPU Raqan P4GN. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) tentang Rancangan Qanun (Raqan) Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekusor Narkotika (P4GN) yang berlangsung di lantai empat gedung DPRK Banda Aceh, Senin (28/11/2022).

RDPU dibuka oleh Wakil Ketua I DPRK Banda Aceh, Usman, dan dihadiri Ketua Komisi I, Ramza Harli, serta anggota komisi: Aulia Afridzal dan Ilmiza Sa’aduddin Djamal. Turut hadir sebagai narasumber Kepala BNN Kota Banda Aceh, Masduki.

Usman mengatakan, raqan tersebut bertujuan memperkenalkan kepada masyarakat, terutama aparatur gampong untuk melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Sementara tiga mandat yang perlu dilaksanakan oleh Pemko Banda Aceh, yakni pencegahan, antisipasi dini dan penanganannya.

Sementara itu, Ramza Harli mengatakan, beberapa hasil masukan dari RDPU tersebut di antaranya perlunya kearifan lokal dalam hal penanganan narkoba di Banda Aceh, salah satunya melalui nilai-nilai keagamaan.

“Karena daerah kita menjalankan syariat Islam, maka poin kearifan lokal ini perlu dimasukkan ke dalam qanun, sebagaimana masukan-masukan dari peserta diskusi,” katanya.

Dalam RDPU juga berkembang bahwa pendekatan keagamaan melalui institusi pendidikan agama juga perlu dimaksimalkan untuk dimasukkan ke dalam qanun. Menurut audiens, selama ini penanganan yang dilakukan hanya melalui pendidikan umum. Akan tetapi, jika dilakukan dengan pendekatan agama, semua masyarakat bisa ikut terlibat ditambah dengan memperkuat pageu gampong.

Kemudian, ada juga masukan terkait kesiapan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), seperti puskesmas dan rumah sakit.

“Dengan adanya IPWL ini kita harapkan masyarakat harus berani melapor. Karena stigma yang didapat selama ini, jika ada orang terkena narkoba mereka tidak berani melapor karena takut ditangkap. Oleh karenanya, qanun ini bisa mengedukasi masyarakat terkait penanganan narkoba ini, karena fokus utama kita sebenarnya lebih kepada pencegahan,” ujarnya.

Ramza juga mengatakan, selain pencegahan, nantinya dalam qanun juga disebutkan terkait penanganannya bagi yang sudah terkena narkoba, yakni rehabilitasi di IPWL.

Kepala BNN Kota Banda Aceh, Masduki, menyampaikan apresiasi kepada Komisi I yang telah menggagas lahirnya Qanun P4GN. Penanganan dan penyalahgunaan narkotika menurutnya tidak cukup di ranah hukum saja. Paling tidak, BNN juga harus hadir dalam menyelamatkan generasi bangsa.

“Pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkotika setidaknya tersedia fasilitas berbasis agama atau kearifan lokal. Di samping juga melapor pada lembaga IPWL yang telah disediakan,” katanya.

IPWL tersebut lanjut Masduki, akan melakukan sinkronisasi data dengan BNN supaya tidak terjadi simpang siur.

“Hal ini juga seharusnya menjadi dari bagian implementasi qanun nantinya,” kata Masduki.

Kepala Kesbangpol Banda Aceh, Heru Triwijarnako dalam forum tersebut turut menyampaikan bahwa rancangan pendoman operasional di lapangan akan diatur dalam peraturan wali kota. Untuk tempat rehababilitasi medis dan sosial akan dilakukan pada dinas kesehatan dan dinas sosial.

“Penetapan rehabilitas ini menjadi titik poin dalam penanganannya bagi mereka yang sudah terkena dengan narkotika,” ujarnya.

Sementara Keuchik Lampulo, Alta Zaini, selaku keuchik salah satu Gampong Bersih Narkoba di Banda Aceh meminta supaya anggaran untuk pelaksanaan Qanun P4GN tidak sepenuhnya dibebankan kepada APBG. Karena kata dia, gampong yang sudah meluncurkan Gampong Bersinar juga sudah memiliki satgas dan program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dalam hal penanganan penyalahgunaan narkoba tersebut.

“Dengan 13 Gampong Bersinar yang di-launching, hanya Gampong Lampulo yang memiliki IBM dan sudah memiliki kantor. Dan setiap harinya aktif melakukan aktivitas,” katanya. []

Ketua IAEI: Bank Aceh Berperan Strategis Dalam Ekosistem Syariah

0
Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Aceh, Prof Dr Nazaruddin AW. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Sebagai bank daerah berbasis syariah, Bank Aceh berperan strategis dalam mendukung ekosistem syariah. Namun diperlukan dukungan kolaboratif dari beragam pihak untuk mendorong percepatan akselerasi ekonomi berbasis ekosistem syariah di Aceh.

Hal tersebut dikatakan Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Aceh, Prof Dr Nazaruddin AW, dalam audiensi bersama Bank Aceh, di Banda Aceh, Sabtu (26/11/2022).

“Percepatan ekonomi syariah menjadi agenda penting yang harus terus dilakukan, salah satunya dengan membangun dan menjadikan ekonomi syariah terintegrasi ke sebuah ekosistem,” ujarnya.

Dikatakan, kehadiran Bank Aceh dalam melakukan proses konversi telah sejalan dengan keinginan luhur menjalankan syariat islam dalam konteks muamalah. Dalam konteks Aceh, UU No. 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Propinsi Daerah Istimewa Aceh, UU Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh, dan Qanun LKS Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah menjadi instrumen penting dalam implementasi ekonomi syariah di Aceh pada hari ini.

Menurutnya, pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Aceh membutuhkan penguatan pondasi di berbagai aspek, tidak hanya perbankan, tetapi juga aspek lainnya seperti aktivitas sektor riil, iklim investasi, dukungan finansial, regulasi, hingga kualitas sumber daya manusia atau SDM yang kompeten di bidang syariah.

“Penguatan harus berjalan di berbagai sektor secara paralel tetapi saling bersinergi,” ujar guru besar UIN Ar Raniry ini.

Nazaruddin menegaskan, kolaborasi dari pemerintah, swasta, akademisi, tokoh dan masyarakat, maupun sektor keuangan sangat dibutuhkan dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang handal.

Ia menambahkan, Bank Aceh sebagai bagian dari ekosistem syariah telah memberikan kontribusi positif dalam mendorong ekonomi maupun inklusi keuangan syariah di Aceh.

“Peran yang lebih besar harus dimanfaatkan Bank Aceh dengan melibatkan dukungan kolaboratif dari berbagai pihak sehingga tercipta ekosistem syariah yang lebih mampu mendorong perekonomian di Aceh” ujarnya.

Dalam konteks pembangunan ekonomi, lanjutnya, kehadiran industri di Aceh menjadi salah satu faktor penting dalam membangun perekonomian di Aceh saat ini, baik bagi pertumbuhan UMKM maupun sektor unggulan di Aceh seperti pertanian dan perikanan.

“Kehadiranindustri dari hulu hingga ke hilir menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem syariah. Karena itu, dibutuhkan dukungan oleh seluruh pihak untuk menciptakan basis ekonomi yang handal,”ujarnya.

Di samping itu, selain bagi pertumbuhan ekonomi, Nazaruddin menambahkan, ekonomi syariah juga menekankan pentingnya sinergi antara aspek komersial dengan aspek sosial untuk meningkatkan dampak sosial. Aspek komersial diwakili oleh sektor jasa keuangan dan industri halal. Sedangkan aspek sosial diwakili oleh zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

“Sektor filantropi Islam tersebut berpotensi terus dikembangkan karena strategis dalam mengurangi kesenjangan ekonomi masyarakat,”ujarnya.

Saat ini menurutnya, edukasi dan sosialisasi ekonomi maupun perbankan syariah menjadi faktor penting dalam mendorong keberhasilan ekosistem ekonomi syariah di Aceh.

“Ini merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama. Publik harus diberikan pemahaman perbankan syariah secara komprehensif dan berkelanjutan, sehingga tidak mudah dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab ketika ada tudingan miring terhadap perbankan syariah,” ujarnya.

Karena itu, tambahnya, IAEI siap berkolaborasi dengan pihak manapun dalam membangun pemahaman, maupun pembangunan ekonomi melalui ekosistem syariah.

“IAEI Aceh menyambut baik Bank Aceh dalam mendorong edukasi dan sosialisasi syariah melalui pertemuan seperti ini,” tutupnya.

Pertemuan turut dihadiri oleh pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan Bank Aceh, Said Zainal Arifin, Kepala bidang Humas, Ziad Farhad, dan Spv Lembaga Pendidikan Bank Aceh, Deddy Novendy. []

RI nyatakan Bebas Polio, Kasus Baru Muncul di Aceh

0
Ilustrasi imunisasi. (Foto: Liputan6)

Nukilan.id – Indonesia telah mendapatkan Sertifikat Eradikasi atau Bebas Polio dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2014. Namun, muncul kasus polio baru di Kabupaten Pidie, Aceh yang kini dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) tingkat kabupaten.

Anda mungkin salah satu yang bertanya-tanya, kenapa polio bisa muncul kembali di Indonesia? Faktor apakah yang menjadi penyebabnya?

Menurut Eks Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama, salah satu penyebab munculnya polio di Aceh adalah cakupan vaksinasi atau imunisasi yang terhambat di masa pandemi COVID-19.

“Secara umum saya kira memang cakupan vaksinasi belum ideal tercapai, karena belum ideal itulah berbagai penyakit ini timbul,” ujar Tjandra dalam Meet the Expert: Penjelasan Mengenai Polio di Indonesia bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI ditulis, Senin (28/11/2022).

Tjandra menjelaskan, saat pandemi perhatian di dunia kesehatan tertuju pada COVID-19. Sehingga banyak imunisasi yang tertinggal dan menyebabkan capaiannya mengalami penurunan. Itulah mengapa menurutnya Kemenkes melakukan program BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional).

Belum lagi, banyak masyarakat di Aceh yang menolak untuk melakukan imunisasi. Menurut Tjandra, penolakan terhadap imunisasi memang terjadi di banyak tempat, alasannya pun beragam.

“Kejadian orang menolak vaksin itu terjadi di banyak tempat, alasannya banyak. Itu kenapa dari berbagai sektor harus menjelaskan kalau vaksin itu bermanfaat untuk melindungi kita. Jadi marilah kita meningkatkan cakupan vaksinasi,” kata Tjandra.

Dalam kesempatan yang sama, turut hadir Ketua Tim Kerja Imunisasi Tambahan dan Khusus Direktorat Pengelolaan Imunisasi Kemenkes RI, dr Gertrudis Tandy. Ia menjelaskan, penolakan terhadap imunisasi yang terjadi di Aceh salah satunya juga disebabkan oleh ketakutan masyarakat pada jarum suntik.

“Terkait dengan penolakan masyarakat khususnya di Aceh memang masih kita temui. Waktu kami turun untuk investigasi kasus (polio) ini, catatan imunisasi anak-anak di Aceh banyak yang kosong terutama untuk yang jarum suntik,” ujar Gertrudis.

Selain itu, banyak pula diantara mereka yang takut pada efek samping, merasa tidak membutuhkan imunisasi lantaran tidak mengetahui manfaatnya, hingga percaya pada isu vaksin yang haram.

“Jadi tidak paham (manfaatnya). Ada juga yang alasannya karena isu haram vaksin. Berbagai upaya sudah kita lakukan untuk ini. Salah satunya dengan melibatkan tokoh agama, ulama di Aceh untuk mendukung imunisasi ini,” kata Gertrudis.

“Sekarang pun kita ada pertemuan advokasi dan sosialisasi untuk menggalang dukungan terhadap pelaksanaan SUB PIN polio nanti di Aceh,” tambahnya.

Kasus Polio di Aceh

Lebih lanjut Kepala Tim Kerja Surveilans Imunisasi dan PD3I Kemenkes RI, dr Endang Budi Hastuti mengungkapkan, hingga 25 November 2022, hanya terdapat satu kasus polio yang terhitung resmi.

Memang ditemukan tiga kasus baru lainnya dari hasil pemeriksaan feses. Namun ketiga kasus tersebut tidak masuk dalam kriteria kasus positif polio karena tidak mengalami gejala lumpuh layu.

Berdasarkan pedoman WHO, suatu kasus dapat dinyatakan resmi bila anak yang bersangkutan mengalami lumpuh layu secara mendadak.

“Hasil positif ini tidak bisa ditetapkan sebagai kasus polio karena tidak memenuhi kriteria lumpuh layu akut. Jadi memang pada anak-anak ini ada terdeteksi virus polio. Tapi ini bukan kasus polio seperti kasus yang kemarin,” kata Endang.

Endang menjelaskan, dari ketiga anak tersebut, dua diantaranya yang berusia 1 tahun 9 bulan memiliki status imunisasi polio bOPV (Bivalent Oral Polio Vaccine) lengkap. Tetapi belum melakukan imunisasi IPV (Inactivated Polio Vaccine).

Sedangkan satu lainnya berusia 5 tahun dengan status imunisasi yang tidak lengkap. Anak yang bersangkutan hanya pernah melakukan imunisasi bOPV dua kali.

Masalah Sanitasi Ikut Berperan

Endang menjelaskan, ketiga anak yang fesesnya positif polio tersebut tidak mengalami keluhan apapun. Di sisi lain, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada ketiga anak yang bersangkutan memang masih kurang.

“Kondisi saat ini tidak ada keluhan. Memang untuk PHBS-nya itu masih kurang, karena anak-anak ini menggunakan popok sekali pakai yang dibuang setiap tiga hari sekali. Pembuangannya itu di sungai,” ujar Endang.

“Satu lagi yang usia 5 tahun imunisasinya tidak lengkap, hanya imunisasi polio bOPV dua kali. Belum mendapatkan IPV dan kondisinya saat ini tidak ada keluhan. Untuk PHBS kebiasaan BAB-nya kadang di WC umum, kadang masih di kebun depan rumah. Jadi memang kurang.”

Endang menjelaskan, faktor penyebab kurangnya PHBS juga disebabkan oleh kondisi lingkungan yang kurang memadai. Kondisinya saat ini, masyarakat di Pidie Aceh masih BAB di sembarang tempat karena tidak adanya jamban yang tersedia. [Liputan6]

Pj Bupati Aceh Singkil Bersama HIPMASIL Kunjungi Asrama Mahasiswa

0
Pj Bupati Aceh Singkil saat mengunjingi asrama Hipmasil. (Foto: Nukilan/Hadi)

Nukilan.id – Kedatangan PJ Bupati Aceh Singkil bersama HIPMASIL ke seluruh asrama Mahasiswa Aceh Singkil di 4 asrama berbeda, yaitu Asrama Blower, Prada, Lampriet dan Blangkrueng mendapat sambutan hangat dari Mahasiswa Aceh Singkil.

Pasalnya, kunjungan tersebut merupakan langkah awal PJ Bupati dalam memperhatikan Mahasiswa Aceh Singkil sekaligus melihat aset pemerintah berupa asrama yang sudah sejak lama didirikan.

Kunjungan tersebut kemudian diisi dengan diskusi ringkas dan penyampaian aspirasi mahasiswa terkait asrama, hal ini ditanggapi serius oleh PJ Bupati Aceh Singkil.

“Sampaikan saja apa yang menjadi keresahan dan apa yang perlu dibantu, serta nanti dibuat proposal atau permohonan yang ditujukan ke Pemerintah Aceh Singkil dan Dinas Pendidikan”, ujarnya.

Disamping itu, Deri Irawan selaku Ketua Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Aceh Singkil (HIPMASIL) Banda Aceh dan Aceh Besar, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap Mahasiswa Aceh Singkil serta demi mewujudkan persatuan dan solidaritas antar sesama Mahasiswa Aceh Singkil. Kehadiran HIPMASIL ditengah-tengah mahasiswa Aceh Singkil yang berada di Banda Aceh dan Aceh Besar, menjadi sebuah jembatan untuk menyuarakan aspirasi mahasiswa sekaligus sebagai wadah tempat mahasiswa Aceh Singkil berhimpun.

“Hipmasil bukan hanya saya, tetapi Hipmasil adalah seluruh mahasiswa Aceh Singkil. Solidaritas dan persatuan, adalah dasar dari sebuah perubahan menuju kemajuan. Maka dari itu, seluruh mahasiswa Aceh Singkil harus bersatu. Kunjungan ke asrama, adalah salah satu langkah menuju perubahan”, ujarnya.

Ia menyampaikan, bahwa hal ini sudah lama disampaikan kepada PJ Bupati Aceh Singkil, agar sekiranya dapat berkunjung ke Asrama Mahasiswa Aceh Singkil di Banda Aceh, sekaligus melihat sekretariat Hipmasil.

Selain dari pada itu, Deri Irawan juga menyampaikan, bahwa seluruh mahasiswa berhak menyampaikan apa saja keluhan di Asrama dan hal-hal yang wajib mendapat penanganan cepat. Namun sebab waktu yang terbilang singkat, nanti akan ada kunjungan selanjutnya dimana HIPMASIL akan menampung seluruh aspirasi mahasiswa Asrama yang kemudian akan di Kaji dan diajukan ke Pemerintah.

Harapannya, semoga dengan kunjungan ini, mampu menjadikan Mahasiswa Aceh Singkil lebih disiplin dan bertanggungjawab atas apa yang telah diamanahkan dan menjadi agent of changes serta mampu berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Aceh Singkil kedepan. Tutupnya.

Terakhir, PJ Bupati Aceh Singkil menyampaikan, bahwa Mahasiswa yang tinggal di Asrama, baiknya menjadi Mahasiswa yang berprestasi dan membanggakan keluarga, agama dan Aceh Singkil tercinta, tutupnya. [Hadiansyah]

Sekjen PDIP: Keberhasilan Pemimpin Jangan Direduksi oleh Politik Mobilisasi

0
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. (Foto: Ist)

Nukilan.id – PDI Perjuangan menegaskan bahwa karakter kepemimpinan Presiden Joko Widodo alias Jokowi adalah turun bertemu rakyat, bukan mobilisasi relawan seperti yang dilakukan di GBK beberapa waktu lalu.

“Watak kepemimpinan Pak Jokowi adalah politik pemberdayaan rakyat dengan blusukan, turun ke bawah, bukan politik mobilisasi sebagaimana terjadi di Gelora Bung Karno belum lama ini,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangannya, Senin (28/11/2022).

Atas dasar hal tersebut, menurut Hasto, yang paling penting dilakukan saat ini adalah mengkristalisasikan keberhasilan kepemimpinan kaya prestasi dari Presiden Jokowi menjadi konsepsi pembangunan agar terjadi kesinambungan bagi masa depan.

“Keberhasilan pembangunan infrastruktur; kemajuan kualitas pendidikan Indonesia melalui Merdeka Belajar; prestasi penyelenggaraan Asian Games dan PON XX di Papua; keberhasilan penanganan Covid dan prestasi pembangunan ekonomi dalam masa yang sangat sulit; serta keberhasilan kepemimpinan di G20 yang sangat spektakuler dan begitu banyak prestasi lainnya, harus menjadj konsepsi utuh bagi pembangunan masa depan,” ujar Hasto.

Hasto menyatakan ada hal yang paling mengharukan di kawasan perbatasan, seluruh anak bangsa kini bisa berdiri tegak, dan bangga sebagai bangsa Indonesia, karena hanya Jokowi yang mampu mengambil terobosan itu.

“Setiap kita berdiri di pintu-pintu gerbang perbatasan, dan melihat keluar, ke negara tetangga, bergeloralah semangat nasionalisme itu, bahwa di bawah Pak Jokowi, Indonesia tidak lagi diremehkan oleh negara tetangga,” kata Hasto.

PDI Perjuangan menegaskan menolak dan mengkritik tajam manuver relawan dan orang terdekat Jokowi yang terus membahas capres.

“PDIP memberikan kritik atas manuver elit relawan tertentu yang hanya lebih asyik bermanuver untuk capres-cawapres, itu sebagai bagian upaya membentengi Pak Jokowi,” pungkas Hasto. []

Mengenal Sejarah Hingga Peran Panglima Laot Daerah Aceh

0
Ilustarasi nelayan. (Foto: GNFI)

Nukilan.id – Tahukah kamu ternyata terdapat peran penting yang membantu kehidupan perairan di Indonesia khususnya di daerah Aceh?

Tradisi ini dinamakan Panglima Laot. Panglima Laut atau Panglima Laot merupakan sebuah lembaga yang menjadi struktur adat di kalangan masyarakat nelayan di provinsi Aceh.

Masyarakat pesisir lokal dengan budayanya yang melekat membutuhkan suatu struktur kepemimpinan yang diwarisi turun temurun serta untuk mematuhi ketentuan adat istiadat dan hukum adat laut setempat.

Sejarah Panglima Laot di Aceh

Konon katanya, Panglima Laut atau Panglima Laot sudah ada sejak 400 tahun lalu di masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda yang memerintah kerajaan Islam Aceh. Di kala itu Panglima Laot berperan dalam perperangan dan mengatur hubungan diplomatik sampai memungut cukai dari kapal-kapal yang singgah di pelabuhan Aceh.

Pasca kemerdekaan Indonesia, kerajaan mulai melebur kedalam Negara Kesatuan Republik Indonesia namun kejayaan Panglima Laot masih berdiri sendiri sesuai dengan wilayah masing-masing atau dikenal dengan Panglima Laot Lhok atau kuala atau dermaga tempat kapal berlabuh. Pada saat ini, masyarakat belum banyak yang mengetahui eksistensi Panglima Laot.

Pada tahun 1982, di Kota Langsa, Aceh digelar suatu pertemuan antar Panglima Laot se-Aceh dengan agenda persetujuan pembentukan Panglima Laot Kabupaten. Pertemuan pun terjadi pada tahun 2000 di Banda Aceh dan Sabang dengan agena kesepakatan pembentukan Panglima Laot di tingkat provinsi.

Perjalanan Panglima Laot tidak berhenti sampai disana, pada tahun 2006 pasca tsunami Aceh pada tanggal 24 Desember 2004, Panglima Laot mendapatakan pengakuan Undang-Undang No. 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh dan dijabarkan kedalam Qanun Aceh No. 9 tahun 2008 tentang Pembinaan Kehidupan Adat dan Adat Istiadat serta pada Qanun Aceh No. 10 tahun 2008 tentang lembaga Adat.

Lalu pada tahun 2008, Panglima Laot pun resmi diterima menjadi anggota World Fisher Forum People/WFFP (lembaga masyarakat nelayan dunia) secara internasional.

Kewajiban Adat Panglima Laot

Mengutip dari laman acehprov.go.id, Panglima Laot dalam kedudukannya memenuhi hak dan kewajiban sebagai tetua persekutuan masyarakat adat nelayan, mengawasi agar semua ketentuan ketentuan adat istiadat dan hukum adat laut dipatuhi dan ditaati oleh semua anggota persekutuan, serta memimpin masyarakat nelayan yang berada di wilayah kekuasaannya.

Tidak hanya itu, Panglima Laot juga mengkoordinasikan pelaksanaan hukum adat laot, peningkatan sumber daya, dan advokasi kebijakan bidang kelautan dan perikanan untuk peningkatan kesejahteraan nelayan.

Fungsi dan Peranan Panglima Laot

Keberadaan Panglima Laot oleh pemerintah sendiri dipelihara dan dilindungi dengan Undang-undang No. 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, dan disahkan Qanun Aceh No. 9 dan 10 tahun 2008 sehingga eksistensi Panglima Laot pun semakin kuat secara legal.

Sebagaimana struktur adat yang memiliki kewenangan, Panglima Laot sendiri meliputi 3 hal yaitu mempertahankan keamanan di laot, mengatur pengelolaan sumber daya alam di laot dan mengatur pengelolaan lingkungan laot.

Selain itu, Panglima Laot juga berperan sebagai mitra pemerintah dalam menyukseskan program pembangunan perikanan dan kelautan.

Erat Kaitannya dengan Tradisi Khanduri Laot

Tradisi Khanduri Laot yang merupakan tradisi turun temurun ini ditujukan sebagai salah satu wujud syukur kepada Allah Swt atas segala rahmat dan nikmat-Nya yang telah diterima khususnya pemanfaatan hasil sumber daya laut untuk kehidupan sehari-hari. Khanduri Laot ini dilakukan sekali dalam setahun dan dilaksanakan oleh masyarakat pesisir pantai kebanyakan yang berprofesi sebagai nelayan.

Tradisi Panglima Laot erat kaitannya dengan kewajiban masyarakat Aceh untuk selalu menjaga dan melestarikan adat dan budaya di lingkungannya. Selain itu tradisi ini juga merupakan bagian dari pelestarian alam dan puji syukur kepada Tuhan sebagaimana Tradisi Khanduri Laot yang diadakan oleh Lembaga Hukum Adat Laot dan para nelayan. [GNFI]

Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Juniar 2022

0
Ilustrasi Wushu © Instagram @indonesiannationalwushuteam

Nukilan.id – Indonesia bersiap menyambut Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022. Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah dengan menyelenggarakan ajang tersebut di ICE Bumi Serpong Damai Tangerang, Banten, pada 5-11 Desember mendatang.

Untuk itu, Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) telah menyiapkan 23 nama atlet yang akan tampil berlaga mewakili Indonesia. Adapun 23 atlet tersebut terdiri dari 12 orang untuk nomor taolu dan 11 orang untuk nomor sanda. Atlet taolu memiliki enam atlet putra dan enam atlet putri, sedangkan sanda punya delapan atlet putra dan tiga atlet putri.

Ke-23 nama yang terpilih diambil dari seleksi nasional (seleknas). Total, ada 49 atlet yang ikut seleksi hingga akhirnya terpilih 23 nama. Kini, para nama terpilih tengah menjalani pemusatan latihan di Gedung GBK Arena Senayan, Jakarta.

“Mereka yang diterjunkan di Kejuaraan Dunia Wushu Junior VIII ini merupakan atlet junior terbaik dari hasil seleksi dalam beberapa tahapan yang dilakukan PB WI. Mulai dari sirkuit nasional, kejuaraan nasional, hingga seleknas,” ujar Wakil Ketua Umum I PB WI yang membawahi Bidang Prestasi Iwan Kwok seperti diwartakan Antara.

Dalam laman resmi The International Wushu Federation (IWUF), Kejuaraan Dunia Wushu Junior alias The World Junior Wushu Championships adalah pertemuan para atlet muda terbaik dari berbagai negara. Ajang ini biasa digelar dua tahun sekali.

Sukses Prestasi dan Penyelenggaraan

Langkah yang dilakukan PB WI dalam menyeleksi dan menggelar pemusatan latihan sudah tepat. Di samping itu, Indonesia juga memantapkan diri guna memastikan lancarnya penyelenggaraan Kejuaraan Dunia Wushu Junior 2022.

Dari sisi prestasi, Indonesia memasang target meraih empat medali emas. Sedangkan dari segi penyelenggaraan, Indonesia ingin semuanya berjalan lancar.

Untuk itu, pada Selasa (22/11) lalu, Menpora mengundang Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) dan panitia penyelenggara untuk rapat koordinasi. Pertemuan dilakukan di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta.

“Kita sama-sama ingin bagaimana kejuaraan dunia ini sukses, lancar, dan tidak ada hambatan. Sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi. Atlet dijaga betul jangan sampai ada yang cedera,” ujar Zainudin Amali.

Senada dengan Zainudin Amali, harapan agar Indonesia sukses prestasi sekaligus penyelenggaraan juga disampaikan oleh PB WI.

“Persiapan sudah 90 persen. Peserta yang ikut ada 61 negara. Semua atlet kita sudah siap. Mereka direkrut dari ajang-ajang pertandingan sebelumnya. Target Indonesia bisa meraih empat medali emas. Mohon doanya agar pelaksanaan bisa berjalan dengan lancar dan juga sukses prestasi,” ujar Sekretaris Jenderal PB Wushu Ngatino. [GNFI]

Prediksi Portugal vs Uruguay Piala Dunia 2022

0
Pemain Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo dan Pepe. (Foto: stadiumastro)

Nukilan.id – Prediksi pertandingan Portugal vs Uruguay dalam lanjutan Piala Dunia 2022 Grup H matchday kedua di Stadion Lusail Iconic, Selasa 29 November 2022, pukul 02.00 WIB.

Pada pertandingan sebelumnya, Portugal meraih poin sempurna saat menghadapi Ghana dengan skor 3-2. Dalam laga tersebut, Portugal berhasil membuka kedudukan melalui tendangan penalti Cristiano Ronaldo di menit ke 65.

Namun di menit ke 73 Portugal sempat disamakan kedudukan di menit ke 73 ditorehkan Andre Ayew. Namun tak butuh waktu lama bagi Portugal membalikan keadaan dengan mencetak dua gol masing-masing ditorehkan Joao Felix menit ke 78 dan Rafael Leao menit ke 80.

Jelang laga, Portugal sempat kebobolan di menit ke 89 melalui aksi Osman Bukari. Akan tetapi, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan berhasil mempertahankan keunggulannya menjadi 3-2 dan berada di puncak klasemen Grup H.

Sementara di pertandingan sebelumnya, Uruguay hanya meraih satu poin setelah ditahan imbang dengan skor kacamata. Dalam laga tersebut, Uruguay mendominasi permain pamin, namun gagal mencetak gol hingga laga paruh pertama berakhir.

Di babak kedua, Uruguay melakukan banyak pergantian pemain. Namun Darwin Nunez dan kawan-kawan sulit untuk mencetak gol. Hingga laga usai kedua tim pun harus puas berbagi poin.

Laga Portugal vs Uruguay diprediksi akan berjalan sangat sengit, Pasalnya Uruguay sangat butuh tiga poin untuk bisa bersaing lolos ke babak 16 besar Piala Dunia. Sementara Portugal hanya butuh satu kali kemenangan lagi untuk memastikan diri lolos. Selain itu, kemenangan sebelumnya pun akan menjadi modal penting dalam laga dini hari nanti.

Susunan Pemain dan Prediksi

Portugal: Diogo Costa, Raphael Guerreiro, Danilo Pereira, Ruben Dias, Joao Cancelo, William Carvalho, Ruben Neves, Bernardo Silva, Joao Felix, Bruno Fernandes, Cristiano Ronaldo.

Uruguay: Sergio Rochet, Mathias Olivera, Jose Gimenez, Diego Godin, Martin Caceres, Matias Vecino, Rodrigo Bentancur, Federico Valverde, Darwin Nunez, Facundo Pellistri, Luis

Head To Head

30-06-2018 Uruguay vs Portugal 2-1
02-07-1972 Uruguay vs Portugal 1-1
26-06-1966 Portugal vs Uruguay 3-0.

5 Pertandingan Terakhir Portugal

13-06-22 Swiss vs Timnas Portugal 1-0
25-09-22 Republik Ceko vs Timnas Portugal 0-4
28-09-22 Timnas Portugal vs Spanyol 0-1
18-11-22 Timnas Portugal vs Nigeria 4-0
24-11-22 Timnas Portugal vs Ghana 3-2.

5 Pertandingan Terakhir Uruguay

06-06-22 Amerika Serikat vs Timnas Uruguay 0-0
12-06-22 Timnas Uruguay vs Panama 5-0
23-09-22 Iran vs Timnas Uruguay 1-0
27-09-22 Kanada vs Timnas Uruguay 0-2
24-11-22 Timnas Uruguay vs Korea Selatan 0-0.

Prediksi Skor Akhir: Portugal vs Uruguay 1-0. [Viva]

Puluhan Gajah Liar Rusak Kebun Warga di Aceh Timur

0
Pengusiran gajah menggunakan mercon. (Foto Merdeka.com/afif)

Nukilan.id – Puluhan ekor gajah liar dilaporkan mengubrak-abrik kebun warga di Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur. Aparat terkait sedang berupaya menghalau satwa dilindungi itu kembali ke hutan.

“Kawanan gajah liar itu berjumlah sekira 30 ekor merusak tanaman sawit dan pisang milik warga,” kata Kapolres Aceh Timur AKBP Andy Rahmansyah, Minggu (27/11).

Dia menyebut, seusai memperoleh informasi itu pihaknya langsung berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Conservation Response Unit (CRU) Serbajadi, dan Forum Konservasi Lauser (FKL). Mereka bergerak menghalau gajah keluar dari kebun warga.

Menurut Andy Rahmansyah, kawanan gajah liar itu tak mungkin ditangkap satu per satu lantaran keberadaannya dilindungi negara. Pihaknya menggunakan mercon untuk mengusir gajah liar tersebut.

Mercon dinilai salah satu cara paling efektif untuk menghalau gajah kembali ke habitatnya. “Kalau pakai mercon juga tidak melanggar aturan maupun ketentuan dari pemerintah,” pungkasnya. [Merdeka]