Beranda blog Halaman 1467

Festival Ujung Barat Dongkrak Potensi Wisata Desa Jaboi di Sabang

0

Nukilan.id – Bagi wisatawan yang saat ini menghabiskan akhir pekan di Sabang dan ingin menikmati jajanan tradisional khas Aceh tanpa bikin kantong jebol, tak ada salahnya untuk berkunjung ke Festival Ujung Barat di Desa Wisata Jaboi.

Event tersebut tidak hanya menampilkan atraksi budaya dan panorama alamnya saja, kegiatan itu juga menawarkan jajanan tradisional serba 2 ribu selama festival yang digagas oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh itu berlangsung mulai 10-11 Desember 2022.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui Kabid Pemasaran, T Hendra Faisal menyebutkan, Festival Ujung Barat ini juga menampilkan produk UMKM unggulan desa wisata dari Sabang. Kemudian ada beragam kuliner yang wajib dicicipi oleh wisatawan.

Jajanan serba 2 ribu itu, diantaranya Pulut Bakar, Limpeng Aceh, Kue Kara, Kue boi, Apam, Lempeng Sagu, dan banyak lainnya.

“Di bazar UMKM menampilkan produk-produk unggulan Kota Sabang. Kemudian juga ada jajanan pasar tradisional Aceh serba Rp 2 ribu dan juga akan menampilkan pameran dari beberapa desa wisata di Aceh,” kata Hendra saat membuka Ujung Barat Festival di Lapangan Desa Wisata Jaboi, Sabang, Sabtu, 10 Desember 2022.

Hendra juga menjelaskan, Festival Ujung Barat ini sengaja dikemas dengan nuansa desa dan seluruh atraksi yang ditampilkan merupakan kearifan lokal yang terdapat di Desa Wisata Jaboi.

Selain bazar UMKM dan jajanan tradisional, dalam kegiatan itu juga terdapat pameran desa wisata, penampilan seni, karnaval budaya, festival layang-layang, dan dimeriahkan oleh musisi lokal dan nasional.

Festival tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah Aceh untuk meningkatkan sektor pariwisata, serta menggeliatkan kembali perekonomian Aceh, terutama di Sabang.

“Jadi lewat event ini kita coba mengangkat potensi apa yang bisa ditawarkan ke wisatawan dengan konsep nuansa desa tanpa menanggalkan kearifan lokal di Jaboi,” katanya.

Desa Wisata Bisa Mendunia

Pj Wali Kota Sabang, Reza Fahlevi mengatakan event dengan nuansa desa yang berbasis pariwisata alternatif bisa menjadi pilihan yang ditawarkan kepada wisatawan yang berkunjung ke Pulau Weh.

Menurutnya saat ini sudah ada contoh bagaimana event yang berasal dari desa wisata itu bisa berskala internasional di Indonesia tanpa meninggalkan kearifan lokalnya, seperti di Ubud Bali, Dieng dan sebagainya.

“Itu menandakan event desa wisata itu bisa mendunia, kalau di Aceh itu ada Nusa, kita berharap di Jaboi atau Iboih atau di desa lainnya bisa membuat event serupa,” kata Reza Fahlevi.

Saat ini pihaknya tengah mengembangkan desa wisata yang memiliki potensi ke arah tersebut. Sebab, setiap desa di Sabang memiliki keunikan, budaya hingga destinasi wisata yang sudah dikenal oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

“Festival Ujung Barat ini jadi momen awal bagaimana kita mengembangkan desa wisata, ke depan akan banyak event lainnya. Tentu event yang di mulai dari masyarakat atau bottom up itu pasti akan bertahan dan berlanjut,” kata Reza yang juga merupakan Direktur Event Daerah Kemenparekraf RI.

Nah, bagi wisatawan yang sedang berakhir pekan di Sabang, yuk berkunjung ke Desa Wisata Jaboi sembari mencicipi kuliner Aceh, serta melihat atraksi budaya dalam Festival Ujung Barat. []

Kejati Aceh Terima Berkas Perkara 7 Tersangka Korupsi Beasiswa 2017

0
Kasi Penkum dan Humas Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, SH. (Foto: Nukilan)

Nukilan.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menerima pelimpahan berkas perkara tujuh tersangka korupsi beasiswa pemerintah Aceh tahun 2017. Berkas tersebut diserahkan oleh Tim Penyedik Polda Aceh ke Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Aceh pada 5 Desember 2022 kemarin.

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Bambang Bachtiar, SH, MH melalui Kasi Penkum Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, SH dalam keterangannya kepada media ini, Senin (12/12/2022).

“Pada tanggal 5 Desember 2022, Kita telah menerima pelimpahan berkas perkara atas nama 7 tersangka kasus beasiswa tahun 2017,” kata Ali.

Baca juga: Soal Kasus Beasiswa, Kejati Aceh Tunggu Hasil P19 dari Polda Aceh

Saat ini, lanjutnya, Kejati Aceh melalui Tim Jaksa Peneliti sedang melakukan pemeriksaan terhadap berkas perkara tersebut apakah telah memenuhi petunjuk sebelumnya atau tidak.

“Kalau petunjuk yang telah diberikan itu terpenuhi maka kita terbitkan P21, kalau belum maka berkas tersebut kita kembalikan untuk dilengkapi dan untuk membuktikan unsur-unsur tindak pidana yang disangkakan oleh penyidik,” terang Ali.

Ia menjelaskan sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), bahwa pihaknya diberikan waktu selama 14 hari untuk meneliti perkara tersebut.

Baca juga: Berkas Perkara Kasus SPPD Fiktif DPRK Simeulue Dinyatakan Lengkap

“Dalam waktu 14 hari kita meneliti perkara tersebut, jika sudah terpenuhi maka selanjutnya segera kita tentukan sikap apakah P21 atau P19, Jadi saat ini kita masih menunggu hasil penelitian jaksa peneliti terhadap 7 berkas perkara tersebut,” jelas Ali.

Adapun ketujuh tersangka yakni dengan inisial SYR selaku Pengguna Anggaran (PA), FZ selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), RSL selaku KPA, FY sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), SM, RDJ dan RK sebagai koordinator lapangan. [Wanda]

Kombes Sony Sonjaya: Jangan Ragu-ragu Terapkan Tribrata dan Catur Prasetya

0
Foto: Ist

Nukilan.id – Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Sony Sonjaya mengajak personel Polda Aceh untuk tidak ragu-ragu dalam menerapkan tribrata dan catur prasetya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Kita harus tegas dan jangan ragu mengimplementasikan tribrata dan catur prasetya dalam bertugas sehari-hari,” kata Sony, saat mengambil apel rutin di Polda Aceh, Senin, 12 Desember 2022.

Selain itu, Sony juga mengajak personel Polda Aceh profesional dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi profesi. Profesional dimaksud, menurutnya adalah berilmu pengetahuan, berketerampilan, dan beretika.

Ia menjelaskan, dalam bertugas personel Polri harus berilmu pengetahuan sebagaimana sudah dididik saat pendidikan pembentukan pertama menjadi personel Polri.

Kemudian berketerampilan, yaitu terampil dan cekatan dalam pelaksanaan tugas baik di kantor maupun di lapangan. Terkahir, sebutnya, adalah etika profesi, di mana dalam bertugas harus memiliki etika yang disekat dengan kode etik Polri.

“Profesionalitas Polri sudah diatur dari pendidikan. Saat bertugas juga dikawal kode etik. Semua itu terkandung dalam tribrata dan catur prasetya sebagai pedoman hidup dan pedoman kerja personel Polri. Maka, mari terapkan dalam tugas sehari-hari,” demikian, kata Sony.[]

Nyak Amir Buka Panahan PORA Pidie, Ajang Rekrutmen Atlet Pelatda PON

0
Foto: Ist

Nukilan.id  – Lomba panahan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV yang digelar di Pidie 10 – 22 Desember 2022 menjadi ajang evaluasi dan rekrutmen pemanah untuk pemusatan latihan daerah (Pelatda) 2023 sebagai persiapan menghadapi PON XXI/2024 Aceh – Sumatera Utara.

PORA XIV juga menjadi ajang evaluasi dan rekrutmen bagi atlet panahan Aceh untuk masuk Pelatda 2023 sebagai persiapan menghadapi PON XXI/2024 Aceh – Sumut,” ujar Ketua Umum Pengurus Provinsi  Perkumpulan Panahan Indonesia (Pengprov Perpani) Aceh, Dr Prof Nyak Amir, M.Pd kepada wartawan usai membuka perlombaan panahan PORA XIV di lapangan ruang terbuka hijau (RTH) Aneuk Mulieng, Sigli, Senin (12/12/2022).

Untuk itu ia meminta kepada para atlet menunjukkan kemampuan maksimal berlomba di PORA Pidie ini. dan ia juga mengharapkan kepada seluruh atlet tampil dengan performa terbaik, sehingga bisa masuk Pelatda 2023.

“Kita dihadapkan pelaksanaan PON XXI, 2024 sebagai tuan rumah penyelengara lomba cabang panahan. Karena kita bersiap  sebagai penyelenggara kita juga harus menyiapkan atlet-atlet terbaik,” ujar profesor olahraga ini. ucapnya

Lanjutnya dari PORA XIV inilah, sebutnya, Perpani Aceh melihat, mengevaluasi performa dan prestasi terbaik pemanah untuk direkrut kembali memasuki Pelatda 2023 sebagai persiapan menghadapi PON Aceh – Sumut.

Nyak Amir yang juga Sekjen PB Perpani ini mengatakan, sebanyak 168 atlet dari 19 kabupaten/kota yang berlomba di PORA Pidie merupakan pemanah-pemanah terbaik hasil lolos prakualifikasi PORA (Pra PORA) tahun lalu.

Ke -19 kabupaten/kota yang atletnya tampil di PORA ini yaitu dari Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Lhoksemawe, Bireuen, Pidie, Sabang, Banda Aceh, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Subulussalam, Singkil, Aceh Barat Daya dan Langsa.

Ia menjelaskan, PORA panahan memperlombakan divisi nasional, compound, recurve aduan perseorangan, mix team, beregu putra – putri jarak 30 meter, 40 meter, 50 dan 70 meter. Memperebutkan 35 medali emas, 35 medali perak dan 35 perunggu.

Sebutnya, perlombaan berlangsung mulai 12 hingga 17 Desember 2022 bertempat di lapangan RTH Aneuk Mulieng, Sigli.

Kecuali itu, ia berharap kepada seluruh official kabupaten/kota, atlet, panitia, wasit/juri  dapat menampilkan nilai-nilai positif dari olahraga panahan ini. “Jika ada ada permasalahan dapat dimusyawarahkan untuk menentukan dan mengambil keputusan yang terbaik,”katanya.

Nyak Amir juga menyebutkan, Perpani Aceh memberi apresiasi kepada Panitia Besar (PB) PORA yang telah mendukung semaksimal persiapan dan kesiapan pelaksanaan lomba panahan.

Sementara itu Ketua Panitia, Dr Kolonel (Purn) Ahmad Husein mengatakan, sesuai jadwal, usai pembukaan langsung dilakukan official practice atau latihan bersama, sekaligus uji peralatan dan lapangan seluruh atlet dari 19 kabupaten/kota yang dipandu langsung wasit Irwansyah. Dilanjutkan tehnical metting, pemeriksaan peralatan dan persiapan lapangan.

Selasa (13/12/2022) langsung dimulai babak kualifikasi divisi compound, recurve putra-putri jarak 50 meter, 70, semi final eliminasi dan final recurve dan compound. [Wanda].

Kapolda Aceh Buka Diklat Integrasi TNI Polri di SPN Seulawah

0
Foto: Ist

Nukilan.id – Kapolda Aceh Irjen Ahmad Haydar membuka pendidikan dan pelatihan (diklat) integrasi TNI Polri tahun 2022 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Aceh, Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, Senin, 12 Desember 2022.

“Diklat integrasi tersebut dibuka secara serentak dengan peserta didik dari siswa Dikmaba TNI dan Diktukba Polri. Hal tersebut sebagaimana tertuang dalam amanat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Prof. Dr. Rycko Amelza Dahniel”. Kata Kapolda Aceh Irjen Ahmad dalam keterangannya kepada Nukilan.id, Senin (12/12/2022)

Lanjutnya dasar diklat integrasi kampus kebangsaan TNI Polri tersebut merupakan tindak lanjut kebijakan Panglima TNI dan Kapolri yang dituangkan dalam naskah kerja sama diklat integrasi semua jenis dan jenjang pendidikan TNI dan Polri. Ujarnya

Adapun maksud dan tujuan dari diklat integrasi ini adalah untuk mempererat soliditas dan sinergisitas prajurit TNI dan bhayangkara Polri mulai dari pendidikan, sehingga terbentuk kebersamaan, kekompakan, dan ikatan moral.

“TNI dan Polri yang solid artinya tidak mudah dipecah belah, tidak mudah diadu domba, akan tetapi saling memperkuat dalam menjaga seluruh tumpah darah dan keutuhan NKRI,” sebut Ahmad Haydar.

Ia menjelaskan, TNI dan Polri yang sinergi artinya bekerja secara fungsional dalam satu sistem NKRI, saling mendukung, saling memperkuat, bahu-membahu, bukan bekerja sendiri-sendiri dalam menjamin terwujudnya pembangunan nasional dan cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia.

Selanjutnya materi yang diberikan pada diklat integrasi, yaitu pengenalan doktrin satuan TNI Polri, pengenalan matra TNI dan tugas pokok Polri, perbantuan TNI kepada Polri, kolaborasi dalam pelaksanaan tugas, dan membangun soliditas TNI Polri

Dan Diklat integrasi kampus kebangsaan TNI Polri dilaksanakan lima hari, dari 12-16 Desember 2022 di 13 Satdik Polri, 11 Satdik TNI AD, dan 1 Satdik TNI AL. Secara keseluruhan, jumlah peserta didik seluruhnya adalah 7.306 orang, yang terdiri dari Polri pria 4.346 orang dan wanita 503 orang, TNI AD pria 1.452 orang dan wanita 170 orang, TNI AL pria 765 orang dan wanita 50 orang, dan TNI AU wanita 20 orang.

Sementara itu untuk di SPN Polda Aceh, katanya, diklat tersebut diikuti 40 peserta dari siswa Diktukba Polri dan 40 peserta dari siswa Dikmaba Kodiklat Kodam IM.

“Khusus tahun ini, diklat integrasi  pada bintara wanita dapat dilaksanakan secara bersama-sama di Sepolwan Polri yang diikuti oleh peserta didik dari bintara Polwan Polri, Kowad, Kowal dan Wara. Diklat integrasi bintara TNI Polri ini sudah dua kali dilaksanakan secara serentak,” demikian, kata Ahmad Haydar, sekaligus mengakhiri amanat Kalemdiklat Polri. [Wanda]

Dedikasi Panitia Panahan untuk Sukses PORA XIV Pidie

0
(Foto: Dok. Ist)

Nukilan.id – Panitia pelaksana panahan PORA XIV/2022 menunjukkan dedikasinya menyiapkan berbagai keperluan dan kebutuhan terselenggaranya lomba yang memenuhi standar.

Ketua Panitia Dr Kolonel (Purn) Ahmad Husein kepada wartawan usai pembukaan lomba panahan di lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Aneuk Mulieng, Sigli, Senin (12/12/2022) pagi menyebutkan, lapangan untuk lomba sudah memenuhi standar dan perlengkapan, peralatan juga tersedia memadai.

Katanya, panitia bekerja keras hingga finishing penyiapkan dan mendesain lapangan, sehingga siap digunakan untuk lomba.

Itu semua, sebutnya, diawali koordinasi yang intens. “Karena itu juga kita bisa menyelesaikan permasalahan di lapangan,” katanya.

Ahmad Husein menyebutkan, panitia berjumlah 58 orang yang terdiri wasit/juri, petugas score, IT, petugas lapangan, pembantu umum siap menjalankan tugas menyelenggarakan lomba dari pembukaan hingga pengalungan medali dan penutupan, semoga bisa berjalan sukses.

“Semua sisi dan seksi kita dorong untuk menyukseskan lomba panahan PORA XIV/2022,” ujar Ahmad Husein yang juga Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan Prestasi Pengprov Perpani Aceh.

Perpani Aceh, sebutnya, mengapresiasi tuan rumah, PB PORA yang sangat mendukung persiapan hingga pelaksanaan lomba.

Ahmad Husein mengatakan, sebanyak 168 pemanah utusan dari 19 kabupaten/kota siap berlomba. Para atlet tersebut merupakan hasil lolos prakualifikasi PORA (Pra PORA) tahun lalu.

19 kabupaten/kota yang atletnya tampil di PORA Pidie yaitu Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Lhoksemawe, Bireuen, Pidie, Sabang, Banda Aceh, Aceh Jaya, Aceh Barat, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Subulussalam, Singkil, Aceh Barat Daya, Langsa.

PORA XIV Pidie memperlombakan nomor divisi nasional, compound dan recurve, memperebutkan 35 medali emas, 35 perak dan 35 perunggu. [Wanda]

Pendaftaran Bakal Calon Ketum KONI Aceh Dibuka, Ini Syaratnya

0
Ketua tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) bakal calon Ketua Umum KONI Aceh, T. Nasruddinsyah. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) bakal calon Ketua Umum (Ketum) KONI Aceh masa bakti 2022-2026 akan membuka pendaftaran dari tanggal 14 hingga 20 Desember 2022.

Seperti diketahui, masa jabatan Ketum KONI Aceh saat ini H. Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem segera berkhir pada Desember 2022.

Pada Maret lalu, Forum Rapat Kerja (KONI) Aceh Tahun 2022, yang diikuti oleh KONI Kabupaten/Kota se-Aceh dan Pengprov cabang olahraga memutuskan, penetapan pembentukan TPP bakal calon Ketum KONI Aceh masa bakti 2022-2026. Tim ini diketuai oleh T. Nasruddinsyah, Sekretaris Andry Agung, dan beberapa anggota lainnya.

“Raker juga menetapkan sejumlah persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi bagi yang ingin mendaftar sebagai bakal calon Ketum KONI Aceh masa bakti 2022-2026,” kata Teuku Nas, sapaan akrab T. Nasruddinsyah dalam keterangannya, Minggu (11/12/2022).

Teuku Nas merincikan, persyaratan yang wajib dipenuhi itu adalah, memenuhi kriteria Ketum sebagaimana diatur dalam Anggaran Rumah Tangga KONI, pasal 27 yang menyebutkan; mempunyai kemampuan manajerial, pengabdian dan waktu yang cukup untuk mengelola organisasi keolahragaan.

Kemudian memahami, konsekuen dan konsisten melaksanakan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KONI, mampu menjadi pengayom dan pemersatu semua unsur masyarakat olahraga, dan mempunyai visi yang luas dalam membina olahraga prestasi.

Selanjutnya disebutkan juga, mampu menjalin kerjasama dengan badan–badan usaha dan instansi terkait untuk menunjang pembinaan olahraga prestasi, dan mampu menggalang kerja sama dengan badan-badan keolahragaan tingkat nasional dan dunia.

“Selain itu, bakal calon juga wajib memiliki pengalaman memimpin organisasi keolahragaan, dan berdomisili tetap di Aceh, yang dibuktikan dengan KTP serta Kartu Keluarga,” sebut Teuku Nas.

Untuk tatacara mendaftar, ia menyebutkan, bakal calon Ketum dapat melakukan pendaftaran secara langsung, atau kuasa mandat di atas materai Rp.10.000, dengan melampirkan surat dukungan minimal 30 persen dukungan tertulis dari KONI Kabupaten/kota, dan 30 persen dukungan tertulis dari Pengprov anggota KONI Aceh aktif

Untuk pengambilan dan pengembalian formulir, serta berkas-berkas pendaftaran lainnya, tambah Teuku Nas, dapat langsung mendatangi Sekretariat KONI Aceh di Jalan H. Dimurthala, Nomor 1, Kecamatan Kuta Alama, Kota Banda Aceh.

Ia juga menambahkan, bakal calon Ketum mengisi mengisi formulir pendaftaran dengan melampirkan dua lembar foto 4×6, Curriculum Vitae, kesediaan memperkenalkan diri dan memaparkan visi dan misi di forum Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Aceh ke 13 tahun 2022, dan pakta integritas yang menyatakan komitmen untuk meningkatkan prestasi olahraga Aceh.

Disyaratkan juga membuat surat pernyataan yang menegaskan; kesediaan, kesiapan dan kesanggupan sebagai Ketum KONI Aceh 2022-2026.

“Sekali lagi kami sampaikan, pendaftaran dibuka dari tanggal 14 hingga 20 Desember 2022,” tegas Teuku Nas.

Selanjut, TPP akan melakukan verifikasi dari tanggal 21 sampai dengan 22 Desember 2022. Hasil verifikasi tersebut diserahkan kepada Sidang Musorprov KONI Aceh, untuk kemudian ditetapkan sebagai Calon Ketum pada tanggal 25 Desember 2022.

“Untuk informasi langsung bisa mengubungi ke nomor saya di 0813-2834-1436, dan nomor Andry Agung di 0812-6965-171,” kata Teuku Nas. []

Pemerintah Aceh Diminta Perbaiki Jalan Rusak

0
Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr Musriadi SPd MPd. (Foto: Dok. Pribadi)

Nukilan.id – Anggota DPRK Banda Aceh Dr Musriadi SPd MPd, mendesak Pemerintah Aceh agar segera melakukan perbaikan total atau pembangunan jalan Provinsi yang rusak terutama di Kecamatan Ulee Kareng dan Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Musriadi mengatakan, pasca pandemi Covid 19 kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Banda Aceh terus meningkat. Dampak kerusakan jalan itu dapat berpengaruh penilaian wisatawan terhadap wajah kota Banda Aceh.

“Malu kita dengan daerah lain, melihat kondisi jalan di bawah pengelolaan Pemerintah Aceh rusak dan berlobang,” kata Musriadi, Minggu (11/12/2022) di Banda Aceh.

Dirinya juga menerima beberapa keluhan warga kota Banda Aceh terkait jalan rusak itu, begitu juga jalan yang menghubungkan antara Banda Aceh dan Aceh Besar juga banyak mengalami kerusakan dan berlobang.

Beberapa jalan tersebut yaitu di kecamatan Ulee Kareng yang berada di beberapa kilometer dari kantor Gubernur Aceh, kemudian di simpang tujuh Ulee Kareng yang belum pernah mendapat perbaikan total.

“Kita mendesak Pemerintah Aceh dalam ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, agar segera melakukan perbaikan jalan terutama di sembilan kecamatan yang ada di Kota Banda Aceh,” tegasnya.

Politisi PAN ini juga berharap Pemko Banda Aceh juga harus bersikap dalam membangun komunikasi dengan Pemerintah Aceh untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Pihaknya juga mengingatkan jangan sampai kerusakan jalan yang dinilai parah itu merenggut korban jiwa, kemudian baru sibuk melakukan perbaikan.

“Apalagi ruas jalan tersebut berada dalam wilayah Kota Banda Aceh yang merupakan ibukota provinsi. Dimana Kota Banda Aceh ini merupakan cerminan bagi Provinsi Aceh,” ujar Musriadi yang juga anggota Komisi IV DPRK Banda Aceh. [Reji]

168 Atlet Panahan Siap Bersaing di PORA XIV Pidie

0
Panitia bekerja mempersiapkan lapangan lomba panahan. Foto : Humas Perpani Aceh

Nukilan.id – Pengurus Provinsi Perkumpulan Panahan Indonesia (Pengprov Perpani) Aceh siap menggelar perlombaan panahan pada Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV/2022 Pidie. Sebanyak 168 pemanah dipastikan ambil bagian.

Ketua Umum Pengprov Perpani Aceh, Prof Dr Nyak Amir, M.Pd kepada wartawan Minggu (11/12/2022) menyebutkan, sesuai jadwal yang telah disusun, perlombaan dimulai 12 hingga 17 Desember 2022 di lapangan ruang terbuka hijau (RTH) Aneuk Mulieng, Pidie.

Disebutkannya, kegiatan cabang olahraga di mulai Senin (12/12/2022) diawali praktek dan ujicoba lomba para pemanah peserta PORA divisi compound, recurve dan divisi standar nasional. Dilanjutkan tehnical meeting dan persiapan lapangan.

Babak kualifikasi divisi standar, recurve, compound putra, putri jarak 30, 40, 50 dan 70 meter, aduan perorangan, mix team, beregu, babak eliminasi dimulai Selasa (13/12) dan terus berlangsung hingga final perebutan medali mix team dan beregu Sabtu (17/12).

Nyak Amir mengatakan lapangan untuk perlombaan di RTH Aneuk Mulieng sudah desain sedemikian rupa dan siap untuk digunakan lomba panahan PORA XIV/2022.

Ia menyebutkan, panitia sudah bekerja keras menyiapkan berbagai keperluan untuk pelaksanaan lomba. “Kita harapkan PORA Cabor Panahan bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

“Untuk Cabor Panahan akan terlibat sebanyak 58 orang panitia yang terdiri dari wasit, petugas score, IT lapangan, tenaga inti dan pembantu umum,”ujar Nyak Amir yang juga Sekjen PB Perpani.

Disebutkannya, sebanyak 168 atlet akan berlomba di tiga divisi yaitu divisi nasional, compound dan divisi recurve perorangan, mix team maupun beregu memperebutkan 35 medali emas, 35 perak dan 35 medali perunggu. [Wanda]

Ribuan Pesilat Cilik Meriahkan Opening PORA XIV Pidie

0
Ribuan pesilat cilik melakukan atraksi pada pembukaan PORA XVI di Pidie. (Foto: Posaceh)

Nukilan.id – Seribuan siswa-siswi pesilat cilik dari Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidayah (MI) se-Kabupaten Pidie menampilkan atraksi Pencak Silat pada Opening Ceremony Pekan Olah Raga Aceh (PORA) XIV di Lapangan Blangpaseh, Kota Sigli, Pidie, Sabtu (10/11/2022) pagi.

Berbagai aktraksi seni salah satu olahraga leluhur Indonesia mendapat perhatian yang meriah pada event olah raga empat tahunan Aceh ini yang berlangsung 10-22 Desember 2022 di Kabupaten Pidie dan baru saja di buka Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki.

Penampilan 1000 pesilat cilik dari 300 SD/MI di Pidie dilakukan seleksi oleh Pengprov Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Aceh dan dilatih khusus tampak cukup menarik perhatian pengunjung. Selain pesilat cilik laki-laki juga ada pesilat cilik perempuan yang mengenakan baju serba hitam Aceh dengan ikat pinggah merah.

Selain atraksi silat juga ditampilkan rapai geleng dengan cae Aceh dan penampilan Pok kipas mampu memukau ribuan penonton yang memadati stadion Blangpaseh.

Salah seorang pengunjung Nanda, asal Medan Sumatera Utara yang berkesempatan menonton pembukaan PORA XIV sangat senang dan takjub melihat penampilan pesilat cilik dan atraksi seni tari. “Luar biasa penampilan adek-adek pesilat dan seniman Aceh,” tuturnya.

Senada dengan Nanda, pengunjung lokal Ramlah yang duduk di tribun sejak pagi juga menyatakan sangat senang melihat berbagai penampilan dan atraksi seni saat pembukaan PORA XIV ini.

“Kami sengaja datang bersama keluarga dan teman-teman sekampung untuk melihat pembukaan PORA, ini luar biasa,” ujar Ramlah yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual salak pliek di Kota Sigli. [Wanda]