Beranda blog Halaman 1420

Polisi Amankan Tujuh Remaja Balap Liar di Aceh Besar

0
Polsek Darul Imarah Aceh Besar mengamankan tujuh pemuda sedang balap liar. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Menindaklanjuti curhatan unsur Muspika, Ketua Apdesi, Imum Mukim, dan masyarakat dalam Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Kamis (26/1/2023) kepada Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli, SH, SIK, M.Si saat Program bertajuk “Jumat Curhat” di De’ Era Coffee telah direspon oleh Personel Polsek Darul Imarah.

Permohonan dari warga Darul Imarah Aceh Besar tersebut sebagian telah direspon oleh Personel Polsek Darul Imarah diantaranya pencegahaan terhadap balap liar yang selama ini terjadi di Jalan Soekarno Hatta dan Jl. T. Muhammad Hasan, Selasa (31/1/2023) dini hari.

Kapolresta Banda Aceh melalui Kapolsek Darul Imarah Iptu Jumadil Firdaus, S.Psi, MH mengatakan, selain keluhan dari warga melalui Jumat Curhat, kami juga menerima pengaduan melalui Hotline 110.

“Beberapa masukan dari warga telah kami respon, kedepan tentunya akan lebih banyak lagi respon kami. Kami juga meminta masukan secara cepat untuk melaporkan setiap kejadian melalui Hotline 110,” ucapnya.

Dalam penindakan tersebut, saya langsung turun bersama para personel guna menghentikan kegiatan yang sangat meresahkan itu serta dapat menrenggut nyawa akibat kecelakaan, tutur Jumadil.

Dari tujuh sepeda motor yang di amankan itu saat melakukan balap liar tidak dilengkapi dengan surat – surat kenderaan serta pengendaranya pun belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), ucap Kapolsek.

Petugas juga mengamakan dua unit sepeda motor pada saat penertiban di dua lokasi tersebut, dimana pemiliknya melarikan diri saat pembubaran kegiatan balap liar.

“Bagi masyarakat atau keluarga yang merasa sepeda motor yang dipergunakan oleh anaknya saat balap liar, silahkan dapat menghubungi Polsek Darul Imarah,” pinta Kapolsek.

Kemudian pada malam ini, para pelaku balap liar yang diamankan usia rata–rata masih remaja dan masih mengecap pendidikan SMP-SMU akan kami panggil orang tua dan Keuchik dengan membawa kelengkapan surat kenderaan dengan menggantikan knalpot standar, pungkas Kapolsek.

Pemkab Aceh Besar Tekan Angka Stuning Sampai Pulo Aceh

0

Nukilan.id – Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto melalui Plt Kepala Dinas Kesehatan Neli Ulfiati mengatakan akan terus melakukan upaya-upaya untuk pencegahan dan terus menekan angka kasus stunting di Aceh Besar.

“Tentunya bersinergis dengan lintas sektor terkait dan juga shakeholder untuk bersama-sama bergerak dalam menangani masalah kesehatan khususnya dalam upaya penanganan stunting,” tegas Neli.

Hal tersebut disampaikan usai mengikuti apel memperingati Hari Gizi Nasional Ke 63 di halaman kantor Bupati Aceh Besar di Kota Jantho, Senin, 30 Januari 2023.

Neli juga menuturkan, Dinas Kesehatan baru saja menggelar Bakti sosial di Pulo Aceh yang dilakukan dalam beberapa kegiatan yaitu pengobatan massal berkolaborasi dengan RSUD Aceh Besar dengan pelayanan dokter spesialis, penyuluhan terkait stunting dan kesehatan reproduksi bagi siswa.

Kegiatan yang dilaksanakan SMP Negeri 1 Pulo Aceh dengan tujuan diharapkan para siswa mengerti apa itu stunting beserta pencegahannya sehingga nantinya siap menjadi calon generasi penerus yang sehat dan juga bisa menjaga kesehatan diri terutama kesehatan reproduksi untuk dapat melahirkan generasi penerus yang sehat dan berkualitas.

” Kita juga bekerja sama dengan Dompet Duafa menyelenggarakan demo masak makanan bergizi bagi kader kesehatan di Pulo Nasi,” ujar Neli.

Kegiatan tersebut katanya, sebagai salah satu upaya untuk memberikan pemahaman dan juga sharing informasi bagi masyarakat tentang pentingnya makanan bergizi serta olahan makanan yang menarik sebagai upaya pencegahan stunting di Aceh Besar.

Menurut Data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022 Kabupaten Aceh Besar berada di angka 27% dimana mengalami penurunan 5% dari tahun sebelumnya.

Kegiatan di Pulo Aceh turut hadiri oleh Asisten II Setdakab Aceh Besar M. Ali, S.Sos, M.Si, Asisten III Jamaluddin, S.Sos, MM, Plt.Kepala Dinas Kesehatan Neli Ulfiati, SKM, MPH, Direktur RSUD Aceh Besar dr. Mursyida, Sp.S, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Evitasari, SKM, MKM, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Aisyah, S.Si, MKM, Sejumlah OPD, Camat beserta Muspika Kecamatan, Kepala Puskesmas Pulo Aceh beserta staf dan Kepala Sekolah serta guru SMPN 1 Pulo Aceh. []

96 Tenaga Kontrak Disbudpar Aceh Terima SK, Ini Pesan Almuzia Kamal

0

Nukilan.id – Sebanyak 96 tenaga kerja kontrak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menerima SK tahun 2023. SK tersebut diserahkan langsung Kepala Disbudpar Aceh, Almuniza Kamal saat apel pagi di halaman parkir kantor Disbudpar Aceh, Senin, 30 Januari 2023.

Dalam arahannya, Kadisbudpar Aceh berpesan kepada para pegawai untuk menjadi agen perilaku berkebudayaan dan berkepariwisataan. Misalnya, kata Almuniza, dengan mengedepankan keramahtamahan, disiplin dan bertutur kata

“Seharusnya kita menjadi agen dalam berkebudayaan dan berkepariwisataan, tapi saya belum melihat hal ini. Saya harap perilaku-perilaku tersebut ada dalam diri kita, tanpa harus diperintah dan sadar diri bahwa kita adalah agen. Kita harus terus berbenah diri selain menjalankan tanggung jawab,” ujar Almuniza.

Kemudian, Almuniza juga menegaskan kepada seluruh pegawai Disbudpar Aceh untuk menjalankan visi misi lembaga secara bersama-sama.

“Saya harap bapak ibu menjalankan visi misi (Disbudpar Aceh) secara bersama, bukan mengejar visi misi personal, dalam hal ini saya tidak toleran terhadap hal-hal yang berbicara personal,” pintanya.

Terakhir, Kadisbudpar Aceh menginstruksikan Sekretaris Disbudpar Aceh untuk bersikap tegas kepada pegawai yang tidak disiplin dalam bertugas.

“Kepada bu Sekdis, tolong ambil tindakan tegas, seperti sanksi administrasi kepada tiap pegawai yang kurang disiplin, seperti pegawai yang telat atau tidak hadir tanpa keterangan yang jelas,” pungkasnya. []

Penjelasan Kepala SMAN Modal Bangsa soal Biaya Komite Sekolah

0
Ilustrasi SMAN Modal Bangsa Aceh. (Foto: Kabaraktual)

Nukilan.id – Baru-baru ini akun facebook bernama Syakya Meirizal menyebutkan biaya masuk Sekolah Menangah Atas Negeri (SMAN) Modal Bangsa Aceh tidak memiliki rincian lengkap penggunaan dana komite.

“Uang Komite masuk SMA Fajar Harapan 8 juta, lengkap dengan rinciannya. SMA Modal Bangsa 15 juta, tanpa ada rincian penggunaannya (tidak transparan). Padahal sama-sama sekolah berasrama (boarding school),” kata Syakya Meirizal dalam postingan akun facebooknya, Senin 30 Januari 2022.

Selain itu, Ia juga mengatakan, Kepala Sekolah dan Ketua Komite SMAN Modal Bangsa layak diganti karena SMAN tersebut sekolah negeri bukan sekolah pribadi.

“Entah siapa Kepala Sekolah dan Ketua Komite SMA Mosa saat ini? Sungguh mereka layak diganti! Karena SMA Mosa itu sekolah negeri, bukan sekolah pribadi,” sambungnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekolah SMAN Modal Bangsa Misra M.Pd mengatakan, sebaiknya bila mendapatkan sesuatu informasi maunya diklarsifikasi dulu. Jangan langsung dimuat disebarkan tanpa klarifikasi. Jangan menjelakan sekolah.

Dijelaskan Misra, pengutipan uang itu berdasarkan hasil rapat komite. Keputusan bersama. Ada absen ada notulen, ada perincian biaya semuanya. Rapatnya juga demokratis, ada tanya jawab dan pembahasan.

“Sekolah kita kegiatannya dari sore sampai malam hari. Kegiatan itu untuk kegiatan khusus, ektra kurikuler. Ya tentu untuk kegiatan itu uangnya dari murid. Ada juga kegiatan keagamaan di malam hari,” jelasnya.

Di sekolah ini juga ada tenaga honor, tenaga honor di sini 17 orang. Ada tenaga lapangan sekuriti. Ada kebutuhan yang pembiayaanya diluar dana yang disiapkan pemerintah, jelasnya.

“Uang yang diambil Rp 15 juta itu untuk tiga tahun. Tahun lalu Rp 13 juta, namun setelah rapat komite ditambah 2 juta. Rencana karena kita tidak punya asrama lagi. Jadi kami mau bangun asrama, kalau diharapkan kepada pemerintah kan perlu proses,” ujar Misra.

Asrama SMAN Modal bangsa ini, baru baru ini terbakar. Kalau dulu asramanya semi permanen, setengahnya triplek, rencana tahun ini dibangun permanen, jelasnya.

“Sebaiknya bila mendapatkan sesuatu informasi maunya diklarsifikasi dulu. Jangan langsung dimuat disebarkan tanpa klarifikasi. Jangan menjelakan sekolah. Padahal semuanya dilakukan sesuai dengan rapat komite,” tegasnya.

Misra mengakui, ada yang menelpon ke sekolah dan mengatakan anak orang miskin tidak boleh sekolah di Modal bangsa. Pihak sekolah menjawab bukan tidak boleh tetapi boleh.

Namun yang perlu menjadi perhatian, sekolah kita ini berbayar, sejak berdiri sampai sekarang berbayar. Kegiatan yang berbayar itu untuk kegiatan yang dananya diluar dana yang disiapkan pemerintah melalui dana BOS.

Sebenarnya pihak sekolah sudah menawarkan solusi soal pembayaranya. Apa perlu dicicil sampai tiga atau empat kali. Pada saat rapat komite juga sudah sampaikan. Apabila anak bapak ibu yang kurang mampu boleh hubungi kami. Prosedurnya bisa dicicil tiga atau empat kali, jelas Misra.

Kalau penggunaan biaya yang dikutip sangat jelas dan transparan. Misalnya ada kegiatan olimpiade sembilan cabang lomba. SMA Modal Bangsa harus mempersiapkan diri untuk kegiatan itu. Didatangkan guru dari luar, makanya membutuhkan biaya.

“Baru baru ini kita mendapat dua medali emas di level nasional tingkat madrasyah. Alhamdulilah siswa kita menunjukan kemampuanya, namun untuk mengapai semua itu membutuhkan persiapan,” jelas Misra.

Dijelaskan juga soal biaya yang dipungut komite senilai Rp 2.975.000. Peruntukanya jelas. Untuk perlengkapan baju seregam saja lima pasang. Kemudian sepatu, baju olahraga, jadi semuanya diperuntukan sesuai dengan kebutuhan, hasil kesepakatan, jelasnya.

Pihak sekolah sangat berharap, apabila ada kendala atau miskomunikasi, agar sebaiknya dibicarakan dengan baik ke pihak sekolah. Sama sama dicarikan jalan keluar, tidak harus diekpos, apalagi tidak ada konfirmasi, sehingga informasinya keliru. []

462 Tenaga Kontrak Setda Aceh Terima SK

0

Nukilan.id – Sebanyak 462 Tenaga Kontrak Sekretariat Daerah (Setda) Aceh, yang selama ini mengabdi di sejumlah Biro di Setda Aceh, menerima SK Kontrak tahun 2023 yang diserahkan oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh Iskandar AP, didampingi masing-masing Kepala Biro. Prosesi serah terima SK dilakukan di halaman tengah Setda Aceh, Senin (30/1/2023) pagi.

“Hari ini, Bapak Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh menyerahkan SK langsung kepada 462 Tenaga Kontrak Setda Aceh. Jumlah ini belum termasuk tenaga kontrak Setda Aceh di Kantor Perwakilan Medan dan di Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta,” ujar Kepala Bagian Materi dan Komunikasi Pimpinan Setda Aceh Muhammad Gade.

Gade menambahkan, tak hanya di Setda Aceh, penyerahan SK kepada Tenaga Kontrak juga dilakukan di seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh lainnya.

Muhammad Rafsanjani, salah seorang staf peliputan di Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, mengaku bahagia dan berterima kasih atas kepercayaan Pemerintah Aceh memberi SK kepada dirinya dan rekan-rekan yang lain.

“Terima Kasih kepada Pemerintah Aceh yang kembali mempercayakan Saya dan rekan-rekan untuk kembali mengabdi di Setda Aceh. Insya Allah, kepercayaan dan amanah ini akan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujar pria yang baru saja melepas masa lajang akhir Desember 2022 lalu itu.

“SK ini akan menjadi penyemangat bagi kami, untuk memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung kerja-kerja Pemerintah Aceh, khususnya tugas kami di Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, yaitu dokumentasi dan mempublikasi kegiatan Pemerintah Aceh,” imbuh pria yang akrab disapa, Rafsan itu. []

PWNU Aceh dan UIN Ar-Raniry Gelar Seminar Nasional

0

Nukilan.id – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh menggelar Seminar Nasional bertajuk “Merawat Raga memperkuat Bangsa Untuk Peradaban Dunia” kegiatan tersebut berlangsung dalam rangka memperingati 1 Abad NU, berlangsung di Auditorium Prof Ali Hasjmy Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Senin (30/1/2023).

Ketua Panitia, Iskandar Zulkarnaen, PhD menyampaikan bahwa seminar tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama tahun 2023. Seminar Nasional ini menghadirkan empat narsumber, Ketua PBNU Prof Dr H Moh Mukri, MAg, Ketua PWNU Aceh Tgk H Faisal Ali, Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman, MAg dan Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Ahmad Haydar, SH MM yang diwakili Kasubdit Bhabinkamtibmas Ditbinmas Polda Aceh, AKBP Ruslan Syafei, SAg.

Ketua PBNU Prof Moh Mukri dalam paparannya mengungkapkan, Nahdlatul Ulama sebagai organisasi sosial keagamaan (Jami’yah diniyah Ijtima’iyah) selalu mereformasi diri sesuai dengan perkembangan zaman.

“Alhamdulilah NU sudah berumur satu abad, ini merupakan perjuangan kita semua dari pendahulu, kiayi kita untuk menegakkan Ahlusunnah di Indonesia. Namun tetap dalam kerangka Ahlusunnah Wal Jamaah (Aswaja) sebagai nilai dan ajaran pokok dalam pergerakkannya, NU mengunakan Trilogi Ukhwah: Ukhwah Islamiyah, Wathaniyah, Basyariah,” ungkapnya.

Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman menyampaikan materi tentang Transformasi Nahdlatul Ulama Pasca Satu Abad Dalam Pencerahan Peradaban Bangsa dan Dunia. Nahlatul Ulama memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, NU merupakan organisasi yang sangat disegani oleh para penjajah.

“Nahdlatul Ulama juga merupakan telah merubah peradaban dunia yang berkembang sangat pesat, perkembangan NU tidak hanya di seluruh Indonesia akan tetapi juga berkembang di seluruh dunia selama satu abad ini,” ucap Mujiburrahman.

Prof Mujib juga memaparkan fase perkembangan NU pasca satu abad, yaitu NU memiliki kekuatan besar dalam transformasi pendidikan tinggi di Indonesia, kedua NU memberi pencerahan peradaban dalam pernik perpolitikan di Indonesia dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan bangsa dan Negara.

Selanjutnya, poin ketiga disampaikan Rektor UIN Ar-Raniry bahwa pasca satu abad ini dapat membangun kemandirian NU di Indonesia dan luar negeri, serta bagaimana dapat meningkatkan peran NU di dunia global dalam mengisi peradaban dunia.

Sementara itu, Ketua PWNU Aceh Tgk Faisal Ali menyampaikan, Nahdlatul Ulama juga memiliki peran yang sangat besar terhadap Aceh, NU Aceh juga mencoba meluruskan dalam kontek kerukunan dan kebudayaan yang ada di Aceh.

“Untuk membangun kebersamaan di seluruh Aceh bukan perkara yang mudah, Aceh yang memiliki budaya yang berbeda, bahasa yang berbeda akan tetapi kita satukan dalam kultur Nahdlatul Ulama berjamiah,” ujarnya.

Lem Faisal menyebutkan, Nahdlatul Ulama tidak hanya menjaga kerukunan sesama muslim akan tetapi juga menjaga kerukunan dengan nonmuslim yang tinggal di Aceh dalam menjaga toleransi yang baik.

Kasubdit Bhabinkamtibmas Ditbinmas Polda Aceh, AKBP Ruslan Syafei mengatakan, Kapolda Aceh Juga membangun kemitraan (Partnership Building) dengan Tokoh ulama dan tokoh masyarakat untuk keamanan kita bersama.

“Kapolda Aceh juga memiliki program unggulan yaitu Program Polisi saweu sikula (Polisi kunjungi sekolah), Polmas dan Ketokohan Tokoh/Pimpinan/Masyarakat,Tribrata dan perilaku Islami sebagai budaya polisi Aceh, Polisi saweu kedeu kupi (Polisi kunjungi kedai kupi),” pungkas Ruslan. [Hadiansyah]

Ikamba: Pendemo Pj Walikota Banda Aceh Gagal Paham

0

Nukilan.id  – Ikatan Mahasiswa Kota Banda Aceh (Ikamba) menyayangkan aksi segelintir mahasiswa yang membawa panji Alamp Aksi di balai kota, Senin (30/1/2023).

Pada kesempatan itu, mereka turut menyerahkan rapor kinerja enam bulan Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq yang diterima oleh Sekdako Amiruddin.

Seperti beberapa aksi sebelumnya oleh organisasi yang sama dan mirip, tuntutannya satu: meminta mendagri untuk mengganti Bakri Siddiq. Ketua Ikamba Akbar Anzulai pun menilai tuntutan tersebut terkesan “jauh panggang dari api”. “Mereka gagal paham soal isu yang diangkat untuk mengganggu pj wali kota selama ini, termasuk pada demo hari ini.”

“Dan kami sudah melihat 13 item yang disorot dalam ‘rapor kinerja’ dimaksud, mulai dari soal pengendalian inflasi hingga tata kelola pemerintahan. Penilaiannya sama sekali tak berdasar dan malah mereka tidak mengerti substansi atau pokok persoalannnya. Ini kan mencoreng nama mahasiswa,” ujarnya.

Akbar mencontohkan poin nomor satu soal pengendalian inflasi. Alamp Aksi merilis bahwa inflasi year on year (yoy) Banda Aceh terus meningkat hingga menjadi enam persen selama kepemimpinan Bakri Siddiq. “Faktanya, inflasi yoy semakin menurun grafiknya.”

“Berdasarkan data BPS, pada September 2022 laju inflasi Banda Aceh tercatat 7,85 persen: Oktober turun menjadi 6,92; November 6,11; dan Desember mampu ditekan lagi hingga tinggal enam persen. Jadi salah besar jika mereka menyebut inflasi Banda Aceh terus meningkat,” sebut Akbar.

Kemudian terkait penanganan stunting oleh Pemko Banda Aceh yang diklaim Alamp Aksi tidak memiliki program nyata. “Bagaimana bisa dikatakan begitu, sementara angka prevalensi stunting Banda Aceh terus menurun di tangan Bakri Siddiq.”

Ikamba mencatat penurunan prevalensi stunting Banda Aceh terjadi setiap bulannya. “Di berbagai media juga bisa kita baca data stunting ini. Jika pada Juli 2022 masih ada 19 persen, Agustus turun menjadi 14,84 persen, dan hingga Oktober tahun lalu hanya tersisa 7,44 persen saja,” ujarnya.

Selanjutnya mengenai pengelolaan keuangan daerah. Alamp Aksi menuding Pemerintahan Bakri Siddiq menimbulkan utang baru senilai Rp 80 miliar. “Perlu digarisbawahi, utang yang timbul di masa pj wali kota adalah warisan dari pemerintah sebelumnya.”

Dalam catatannya, Bakri Siddiq menerima ‘warisan’ utang sekira Rp 23 miliar plus potensi defisit anggaran mencapai Rp 225 miliar dari pemerintahan lama. “Utang senilai Rp 23 miliar itu, belum termasuk TPP pegawai yang mandeg sedari Januari hingga Juli 2022,” bebernya.

Meski begitu, Akbar menilai pj wali kota komit untuk menyelesaikan utang dan potensi defisit anggaran tersebut demi kemaslahatan masyarakat. “Makanya beliau merasionalkan APBK 2022, dengan memangkas kegiatan-kegiatan yang tidak penting,” ungkapnya.

Hasilnya positif, TPP pegawai Pemko Banda Aceh bisa dibayarkan enam bulan. Kemudian ADG atau dana desa ke gampong-gampong juga bisa disalurkan tepat waktu. “Nah, soal tudingan adanya utang baru senilai Rp 80 miliar di masa pj wali kota, itu salah kaprah.”

“Beliau malah mampu menyelesaikannya dari potensi defisit Rp 225 miliar yang diwariskan oleh pemerintah sebelumnya. Jika pun benar, angkanya pun turun drastis. Pastinya, kita tunggu saja audit BPK-RI sebagai pihak yang berwenang dalam masalah ini,” sebutnya.

Penilaian negatif terhadap Bakri Siddiq yang disebut tak concern dengan prinsip good and clean governance turut dibantah Ikamba. Hal yang disorot adalah pelantikan Sekdis DPMG yang notabene adik kandung pj wali kota. “Dari kaca mata kami tidak ada yang keliru sepanjang sesuai kompetensi dan persyaratan sebagaimana diatur perundang-undangan yang berlaku.”

“Informasi yang kami dapatkan, pelantikan pejabat eselon III dan IV beberapa waktu lalu itu telah mendapat persetujuan dari gubernur dan mendagri. Jadi tidak ada aturan yang dikangkaki. Kalau ada, tentu pemerintah provinsi dan pemerintah pusat tidak akan merestui pelantikan tersebut,” ujarnya.

Akbar pun menyebutkan semua tudingan Alamp Aksi tersebut tidak masuk akal dan terkesan mengada-ngada. “Bahkan soal keuangan daerah itu ibarat ‘menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri’. Kalau kita runut dari 13 poin penilaian kinerja pj wali kota yang disampaikan itu, tidak ada yang kena. Intinya mereka gagal paham.”

Terakhir, Ikamba mengajak semua pihak khususnya generasi muda, dalam hal ini para mahasiswa untuk benar-benar berdiri di atas kebenaran dan kepentingan masyarakat. “Jangan mau menjadi pion-pion oknum yang tak bertanggung jawab demi hasrat politik sesat. Malu kita sebagai aktor intelektual,” katanya. []

Sidang SPPD Fiktif, Penasehat Hukum Pertanyakan Pimpinan Dewan Lainnya yang tak Jadi Tersangka

0

Nukilan.id – Sidang perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue kembali digelar di Pengadilan Tipikor Banda Aceh pada hari Jumat (27/01/2023) kemarin dalam agenda Pemeriksaan saksi-saksi dari unsur PNS & staf di Sekretariat DPRK Simeulue.

Adapun dalam persidangan, penasehat hukum terdakwa Anggota DPRK Simeulue, advokat Kasibun Daulay SH dan didampingi advokat Faisal Qasim SH MH mempertanyakan alasan dua pimpinan DPRK lainnya yaitu Rosnidar Mahlil dari Partai Hanura & Ferdinan dari PDIP yang juga menjabat pimpinan DPRK pada tahun 2019, tidak dijadikan tersangka oleh JPU.

“Ini kok bisa ada dua pimpinan DPRK lainnya yang juga sama-sama punya peran & menikmati uang perjalanan dinas tapi tidak dijadikan tersangka.” tanya Kasibun dalam persidangan.

Saat mengajukan pertanyaan kepada para saksi yang dihadirkan oleh JPU, awalnya advokat Kasibun menyinggung terkait besaran jumlah uang kelebihan bayar SPPD yang diterima kliennya sebagaimana yang termuat dalam dakwaan JPU, yang mana menurutnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan yang diterima oleh masing-masing anggota DPRK Simeulue lainnya, termasuk wakil ketua DPRK Simeulue Rosnidar Mahlil & Ferdinan, namun sampai saat ini keduanya tidak dijadikan sebagai tersangka dalam perkara itu.

Padahal menurut Kasibun, kalau berbicara mengenai “peran” sebagaimana yang digambarkan dalam dakwaan JPU, selain Ketua DPRK yang memang saat ini sudah menjadi Terdakwa, pimpinan DPRK lainnya juga punya peran yang signifikan dalam berbagai proses kegiatan & pencairan uang perjalanan dinas selama tahun 2019 itu.

“Saya ingin tanya, apakah munurut saudara-saudara saksi ada semacam polarisasi tertentu dalam perkara ini? karena dari tadi semua keterangan-keterangannya semacam mengarah kepada kesimpulan bahwa kasus sppd ini ada upaya by design, sehingga yang dijerat hanya orang-orang tertentu saja?” tanya Kasibun kepada para saksi.

Menurut Kasibun, terkesan agak janggal bila kedua pimpinan DPRK lainnya tersebut tidak dimintakan juga pertanggungjawaban hukum sebagaimana kepada para terdakwa lainnya dalam perkara Tipikor tersebut. Terangnya

Sebagaimana diketahui, kasus dugaan tindak pidana korupsi biaya perjalanan dinas DPRK Simeulue tahun 2019 telah disidangkan beberapa kali oleh Majelis Hakim yang diketuai oleh Sadri SH MH di Pengadilan Tipikor Banda Aceh, dan pada persidangan Jumat (27/1/2023) kemarin mengagendakan pemeriksaan tujuh orang saksi dari unsur PNS dan staf di Sekretariat DPRK Simeulue.[]

Kapolda Aceh Dukung Keikutsertaan PWI Aceh Dalam Acara HPN di Sumut

0
Foto: Ist

Nukilan.id – Kapolda Aceh Irjen Ahmad Haydar sangat mendukung keikutsertaan rekan-rekan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh dalam acara Hari Pers Nasional (HPN) di Sumatera Utara (Sumut) pada 7 Februari mendatang.

“Sejatinya kita sangat mendukung keikutsertaan rekan-rekan di PWI dalam acara HPN di Sumut nanti,” kata Ahmad Haydar, melalui Kabid Humas Kombes Joko Krisdiyanto, saat menerima audiensi PWI Aceh, Senin, 30 Januari 2023.

Joko mengatakan, sebagai corong informasi Polda Aceh yang bersinergi dengan pers sudah semestinya juga ikut mendukung kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pers.

Mantan Kapolresta Banda Aceh itu meminta perwakilan wartawan yang ikut pada HPN nanti untuk menyuarakan kepentingan pers, khususnya wartawan di Aceh, serta mencari solusi dari kendala-kendala yang memungkinkan dihadapi di lapangan.

“Acara HPN it adalah salah satu kesempatan untuk menyuarakan apa yang selama ini menjadi kendala rekan pers di lapangan. Silakan kasih masukan untuk dicarikan solusinya. Karena di sana juga pasti akan dihadiri Dewan Pers,” ujar Joko.

Sementara itu, mewakili panitia dan PWI Aceh, Asnawi Kumar menyampaikan, bahwa pihaknya memohon restu untuk ikut serta pada acara HPN nanti. Karena, kata dia, selain mengikuti kegiatan HPN, dirinya dan rekan-rekan ada misi lain untuk menyuarakan keinginan Aceh untuk menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2025.

Menurutnya, peluang untuk menjadi tuan rumah Porwanas sangat besar, di mana Aceh bisa memanfaatkan _venue_ atau sarana PON Aceh-Sumut sebagai modal utama penyelenggaraan even olahraga insan pers.

sementara itu selain misi mengikuti HPN, kita nanti akan mengutarakan keinginan untuk menjadi tuan rumah Porwanas 2025. Kalau ini terwujud, tentunya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Aceh, apalagi potensi wisata di Aceh yang memungkinkan untuk kita jual sangat besar,” pungkas Pemred Media Pos Aceh itu.[]

Satu Abad Nahdlatul Ulama PWNU Aceh Gelar Doa

0
Foto: Ist

Nukilan.id – Dalam rangka memperingati satu abat NU, Ribuan Jama’ah dan Pengurus  Nahdlatul Ulama se-Aceh larut dalam Zikir dan Do’a ditengah hujan gerimis yang digelar di Dayah Ruhul Falah Samahani Aceh Besar, Minggu (29/1/2023).

Zikir dan Do’a tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan memperingati satu Abad NU yang jatuh  pada 16 Rajab 1444 H bertepatan 7 Februari 2023. Berdasarkan penanggalan hijriah, NU lahir pada 16 Rajab 1344 H atau 31 1926 akan genap usianya 100 tahun atau 1 Abad.

Tgk Muhammad Hafidz Ketua PCNU Aceh Besar penanggung jawab Acara mengatakan sejumlah 2500 orang berkumpul di lapangan upacara Dayah Ruhul Falah terdiri jamaah NU Aceh, Aceh  Besar dan para Syuriah serta Tanfidziah PCNU seluruh Aceh.

Ketua PWNU Aceh Abu  Faisal Ali, menjelaskan mengenai lokasi zikir dan do’a satu abad NU dilaksanakan di Dayah Ruhul Falah dikarenakan dayah tersebut merupakan Dayah Alm. Tgk. Ibrahim Hasyem atau dikenal dengan Ayah Samahani adalah Tokoh Ulama NU Aceh yang jasanya dalam mengembangkan NU di Aceh.

“Yang menarik kali ini acara zikir dan doa bersama kita pusatkan di Aceh Besar tetapi yang pimpin do’a Ketua PC NU Kota Banda Aceh Waled Rusli, SH., M.Hum,” sebut Lem Faisal dengan senyuman.

Masih menurut Abu Sibreh, dalam rangka memperingati 1 Abad Nahdlatul Ulama tema harlah diusung sangat menarik dan kontekstual, yaitu Menyongsong 100 Tahun NU: Merawat Jagat, Membangun Peradaban.[]