Beranda blog Halaman 1388

Kemendikbudristek Tingkatkan Pemanfaatan Platform Pendidikan Berbasis Teknologi

0
Platform Pendidikan Berbasis teknologi Kemendikbudristek. (Foto: Pusdatin)

Nukilan.id – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerjasama dengan dinas pendidikan (Disdik) di seluruh provinsi melalui unit pelaksana teknis daerah (UPTD) serta bidang yang menangani teknologi informasi dan komunikasi di masing-masing daerah, Selasa (14/3/2023).

Sinergitas tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan pemanfaatan platform teknologi pendidikan tahun 2023 di seluruh Indonesia.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbudristek, M Hasan Chabibie mengatakan, pembangunan platform pendidikan nasional harus berbasis teknologi sehingga dapat menjadi prioritas oleh pusdatin dan BLPT.

“Satu dari 10 strategi utama dalam implementasi Merdeka Belajar adalah membangun platform pendidikan nasional berbasis teknologi. Sehingga pengembangan dan peningkatan pemanfaatan platform teknologi pendidikan menjadi prioritas Pusdatin dan BLPT di tahun 2023,” ujar Hasan dalam siaran pers, Selasa (14/3/2023).

Dia menjelaskan, sejumlah platform teknologi telah dikembangkan oleh Kemendikbudristek agar bisa memudahkan pengembangan dan penyediaan materi pembelajaran beserta komunikasi yang terjalin antara siswa dan guru sebagai tenaga pengajar. Kemudian, dapat memberikan aksesibilitas lebih luas untuk pendidik dan pelajar.

Platform teknologi seharusnya memungkinkan dinas dan pemerintah pusat untuk mengatur, mengelola, dan mengevaluasi penggunaan sumber daya sekolah agar lebih efisien lagi.

Oleh Karena itu, platform teknologi yang sudah dikembangkan oleh Kemendikbudristek yakni Rumah Belajar, merupakan platform konten pembelajaran bagi siswa SD, SMP, dan SMA. Kemudian, Platform Merdeka Mengajar merupakan wadah edukasi untuk komunikasi pendekatan oleh guru penggerak dalam mengajar, belajar, dan berkarya pada penerapan Kurikulum Merdeka.

Selanjutnya, Platform Sumber Daya Sekolah (SDS) yang terdiri dari SIPLah, ARKAS, dan TanyaBOS yang difokuskan pada efisiensi penggunaan sumber daya sekolah, termasuk pengelolaan anggaran. Kemudian, Platform Rapor Pendidikan yang merupakan platform berbasis data yang menyajikan hasil asesmen nasional dan data lain mengenai capaian hasil belajar satuan pendidikan ke dalam suatu tampilan terintegrasi.

Selain itu, terdapat juga Platform Hi-Edu yaitu platform yang menyasar pengguna dari kalangan pendidikan tinggi, bertujuan untuk mendekatkan perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri, serta mendukung seluruh program Kampus Merdeka.

Untuk diketahui, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 49 Tahun 2022, Kemendikbudristek telah membentuk BLPT sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Pusdatin yang bertugas memberikan layanan pemanfaatan Platform Teknologi Pendidikan.

Hasan menyampaikan, setiap balai dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan baik secara nasional maupun regional. Dia menjelaskan, pihaknya akan memiliki program-program yang sebagian tugasnya dikerjakan BLPT terkait pemanfaatan dan distribusi.

“Provinsi punya aktivitas senada transformasi untuk peningkatan kualitas pendidikan. Kita saling support data, SDM, dan resource yang memungkinkan aktivitas tadi seirama,” ujar Hasan.

Hasan Melanjutkan, melalui sinergi antara BLPT dan dinas pendidikan, ia berharap timbul semangat untuk siap menyukseskan transformasi digital pendidikan dengan peningkatan pemanfaatan Platform Teknologi Pendidikan di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Balai Layanan Platform Teknologi (BLPT), Wibowo Mukti, dalam laporannya menyampaikan, setelah keberadaan seluruh platform teknologi pendidikan yang ada, BLPT memerlukan dukungan serta kerja sama dari berbagai pihak sehingga mempercepat distribusi dan pemanfaatan platform secara meluas.

“BLPT perlu berkoordinasi dengan seluruh UPT di daerah yang membidangi teknologi informasi, komunikasi dan pendidikan, agar tugas tersebut dapat terlaksana dengan lebih sinergi, cepat, efisien,” tutur Wibowo.[Republika.com]

Pemkab Aceh Besar Terus Himbau Masyarakat Berperilaku Hidup Tertib dan Bersih

0
Petugas DLH sedang membersihkan sampah berserakan di Jalan Lambaro - Blang Bintang, Selasa (14/3/2023) pagi. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto S.STP MM melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Besar Muwardi SH, menegaskan Pemkab Aceh Besar tidak henti-hentinya menghimbau masyarakat untuk berperilaku hidup tertib khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Mari kita menjaga lingkungan kita agar tertib, bersih dan rapi,” kata Muwardi, saat memonitor dan meninjau tempat-tempat penampungan sampah sementara di kawasan Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (14/3/2023).

Ia mengatakan, DLH telah menyediakan beberapa fasilitas tempat penampungan sampah sementara berupa kontainer, untuk itu masukanlah sampah kedalamnya agar mudah diangkut petugas ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Masukkan sampah kedalam kontainer agar mudah diangkut petugas dan jangan membuang sampah di sembarang tempat,” ujarnya.

Menurut Muwardi hal tersebut sangat penting agar semua orang merasakan kenyamanan khususnya para pengguna jalan yang melintasi tempat kontainer berada. Jika sampah berserakan maka masyarakat sendiri yang akan merasakan ketidaknyamanan.

“Untuk itu, kita tidak akan henti-hentinya memberikan himbauan, edukasi dan terus mencari solusi terbaik untuk kenyamanan masyarakat, sehingga kerja sama semua pihak sangat diharapkan,” tutupnya.

Pj Bupati Aceh Besar Resmikan Akademi Akupunktur Aceh

0
Staf Ahli Bupati Aceh Besar Anita SKM MKes menyaksikan prosesi tepung tawar Akademika kampus Akupunktur Aceh, di Neheun Kecamatan Mesjid Raya, Selasa (14/3/2023). FOTO/ MC ACEH BESAR

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto S.STP MM yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemkab Aceh Besar Anita SKM MKes, meresmikan Kampus Akademi Akupunktur Aceh dibawah Yayasan Rawat Pasien Aceh (RAPA), di Neheun Kecamatan Mesjid Raya, Selasa (14/3/2023).

Atas nama Pemerintah Aceh Besar, Anita mengucapkan terima kasih atas hadirnya lembaga Pendidikan Akademi Akupunktur pertama di Aceh yang terletak di Gampong Neuheun Kecamatan Mesjid Raya Aceh Besar.

“Ini adalah kampus akademik akupunktur perdana di Aceh, kita patut bersyukur karena berada di Aceh Besar,” kata Anita.

Ia berharap hadirnya kampus akademik tersebut dapat mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan serta turut memberikan andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga dapat mengatasi persoalan dibidang kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Untuk itu, Anak-anak Aceh Besar khususnya di wilayah sekitar dapat ikut menjadi bagian dari kampus ini,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Rawat Pasien Aceh Prof Dr. Darusman MSc dalam sambutannya mengatakan Akademi Akupunktur Aceh merupakan satu-satunya pendidikan tinggi swasta di Aceh yang bergerak di bidang Akupunktur.

“Akademi Akupunktur Aceh didirikan pada tanggal 21 Nopember 2018 dengan lokasi kampus terletak di Gampong Neuheun,” ujarnya.

Ia mengaku lembaga pendidikan ini akan berperan aktif dalam mengembangkan SDM kesehatan, serta turut memberikan andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, mengatasi berbagai persoalan bangsa dibidang kesehatan, meningkatkan derajat kesehatan melalui tri dharma perguruan tinggi.

“Kita telah menjalin kerjasama yang telah dengan berbagai institusi di dalam maupun di luar Aceh dalam upaya mewujudkan visi dan misi yang diembannya,” imbuhnya.

Menyahuti harapan Pemkab Aceh besar, Akademi Akupunktur akan berusaha untuk memperbaiki kualitas proses pendidikannya disertai dengan upaya peningkatan relevansinya dalam rangka persaingan global.

Ia menambahkan, dimasa mendatang Akupunktur dapat menjadi entrepreneurial academi yang sanggup mensejajarkan dirinya dengan pendidikan tinggi Akademi Akupunktur terkemuka di Indonesia, baik dari segi mutu lulusan maupun mutu proses penyelenggaraan pembelajaran, pengujian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Semoga dapat menjadi entrepreneurial academi yang sanggup mensejajarkan dirinya dengan pendidikan tinggi Akademi Akupunktur terkemuka di Indonesia,” tutupnya.

Ketua DWP Aceh Besar: Sie Teu-om Kuliner Warisan Indatu Perlu Dilestarikan

0
Ketua Dharma Wanita Sri Wahyuna bersama Pengurus MAA Aceh Besar Mardhiah Ali sedang melakukan demo masak Sie Teu-om di Dekranasda, Gani, Ingin Jaya, Selasa (14/3/2023). FOTO/MC ACEH BESAR

Nukilan.id – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Aceh Besar Sri Wahyuna SH MH mengatakan Sie Teu-om merupakan kuliner khas warisan indatu yang telah membumi ditengah-tengah masyarakat khususnya sebagai menu sahur dibulan suci Ramadhan, sehingga harus terus dilestarikan.

“Sie Teu-om itu menu sahur di bulan suci Ramadhan, sebagai tradisi yang harus terus dipromosikan agar tetap terjaga,” katanya di Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Selasa (14/3/2023)

Sri Wahyuna mengatakan salah satu cara melestarikannya adalah dengan mengajarkan kepada generasi serta memberikan edukasi bahwa sie Teu-om merupakan masakan olahan daging tahan lama dengan bumbu rempah sederhana yang mudah didapat.

“Selain tahan lama, Sie Teu-om juga mudah dimasak dengan bumbu dan rempah yang mudah didapat,” ujarnya.
Sie Teu-om, katanya dibeberapa wilayah disebut juga dengan nama sie teulheue yang berkembang hampir disebagian besar wilayah Aceh Besar terutama di wilayah Kecamatan Ingin Jaya, Montasik, Sukamakmur.
“Konon sejarahnya, sie teu-om disebut sebagai menu andalan para pejuang Aceh dalam peperangan melawan penjajah Belanda,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua MAA Kabupaten Aceh Besar, Asnawi Zainun mengatakan upaya melestarikan dengan promosi, kemudian melaksanakan masak pada berbagai kegiatan merupakan bagian dari ikhtiar menjaga, mengawal dan melestarikan warisan budaya Aceh Besar.

“Pelestarian warisan budaya sie teu-om ini bukan sekedar untuk pemenuhan kebutuhan pangan tapi sie teu-om juga memiliki pesan filosofi yang agung tentang kemuliaan, ketangguhan dan kesiagaan dalam segala situasi,” pungkasnya.

Stabilkan Harga Pangan Jelang Puasa, Pemko Banda Aceh Kembali Gelar Pasar Murah

0

Nukilan.id – Dalam rangka menstabilkan harga pangan jelang bulan puasa Ramadan, Pemerintah Kota Banda Aceh kembali mengadakan operasi pasar, Senin, 13 Maret 2023. Kali ini, pasar murah dipusatkan di kawasan Taman Ratu Safiatuddin, Kuta Alam.

Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq pun turun langsung mengecek ke lokasi bersama unsur Forkopimda: Wakapolresta AKBP Satya Yudha Prakarsa S I K, Kasdim Letkol Arh Sugihantoro ST MIP, Sekdako Amiruddin, Asisten II Jalaluddin, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan M Nurdin, Kepala DPPKP Kota Banda Aceh Samsul Bahri, Kabag Prokopim Aulia Rahmana Putra dan jajaran pejabat lainnya.

Dalam wawancaranya dengan awak media, Bakri mengungkapkan, operasi pasar atau pasar murah ini digelar masih dalam rangka menstabilkan harga pangan menjelang bulan suci Ramadan 1444 Hijriah.

Ia mengungkapkan, ada lima komoditas yang disubsidi oleh pemko, yakni beras 10 kg, minyak goreng 2 liter, gula 2 kg, tepung 1 kg dan telur 30 butir (satu papan).

Lebih tepatnya Bakri menjelaskan, beras 10 kg disediakan dengan harga jual hanya Rp75 ribu , minyak goreng 2 liter Rp32 ribu, gula 2 kg Rp25 ribu, tepung 1 kg Rp10 ribu, dan telur 30 butir hanya Rp38 ribu. Dengan total subsidi seluruhnya adalah Rp80 ribu.

“Mudah-mudahan dari harga Rp260 ribu yang menjadi Rp180 ribu ini dapat menetralkan harga pasar dan masyarakat Banda Aceh dapat menikmati harga yang stabil,” ujarnya.

Bakri berharap, masyarakat Banda Aceh bisa merasakan manfaat tersebut, dan katanya Pemko juga akan bekerja sama dengan Bulog untuk khusus operasi beras nantinya.

“Karena di sentra-sentra tertentu, beras bulog telah hadir, baik itu di pasar Al Mahirah, Kp Baru, Peuniti, dan juga Pasar Setui.”

Bakri pun menginginkan agar masyarakat bersama-sama dapat menikmati beras dan bahan pangan lainnya yang telah dibantu subsidi oleh pemerintah.

“Dan harapan kita masyarakat Banda Aceh terutama yang membutuhkan dapat menjangkau kebutuhan yang telah disubsidi ini. Semoga dalam menyambut bulan suci Ramadan ini masyarakat dapat terbantu,” pungkasnya. []

Seleksi Kompetensi Calon PPPK Kemenag Mulai 17 Maret 2023, Ini Ketentuannya

0
Kantor Kemenag RI.

Nukilan.id – Kementerian Agama RI akan melakukan Seleksi Kompetensi bagi Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kinerja (PPPK) tahun anggaran 2022.

Sekjen Kemenag Nizar Ali mengatakan, seleksi ini akan digelar pada 17 Maret sampai 9 April 2023. Total ada 74.424 pelamar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi.

“Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi, wajib mengikuti Seleksi Kompetensi,” tegas Nizar yang juga Ketua Panitia Seleksi di Jakarta, Senin (13/3/2023).

“Mereka akan memperebutkan 49.549 formasi yang tersedia,” sambungnya.

Kepala Biro Kepegawaian Setjen Kemenag Nurudin menambahkan, seleksi akan digelar di Kantor Registrasi dan UPT milik Badan Kepegawaian Negara (BKN). Seleksi digelar bertahap sesuai jadwal yang ditetapkan pada 35 titik lokasi.

Peserta, lanjut Nurudin, wajib mengikuti ujian sesuai dengan jadwal dan lokasi yang telah ditentukan. Mereka harus hadir paling lambat 90 menit sebelum seleksi dimulai untuk proses registrasi dan pemeriksaan kelengkapan dokumen persyaratan peserta.

“Peserta tidak diperkenankan mengubah jadwal dan lokasi yang telah ditentukan,” tandasnya.

Berikut Ketentuan Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Calon PPPK Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun Anggaran 2022:

A. Tata Tertib Peserta

1. Peserta hadir paling lambat 90 menit sebelum seleksi dimulai untuk proses registrasi dan pemeriksaan kelengkapan dokumen persyaratan peserta;

2. Peserta wajib membawa:
a. Kartu Tanda Penduduk (KTP) asli/Surat Keterangan Pengganti KTP asli yang masih berlaku/Kartu Keluarga asli/salinan Kartu Keluarga yang dilegalisir pejabat yang berwenang; dan
b. Kartu Tanda Peserta Ujian asli yang telah dicetak melalui laman https://sscasn.bkn.go.id.

3. Peserta wajib mengenakan pakaian rapi dan sopan, kemeja atas berwarna putih polos tanpa corak, celana panjang/rok panjang dengan bahan berwarna hitam (tidak diperkenankan memakai kaos, celana/rok berbahan jeans, dan sandal), sepatu tertutup, menggunakan jilbab berwarna hitam bagi peserta yang berjilbab, dan pita merah putih yang diikatkan di lengan sebelah kiri;

4. Peserta disarankan menggunakan masker yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu;
5. Peserta menunjukkan kelengkapan dokumen persyaratan kepada Panitia untuk diperiksa dan peserta membuka masker untuk memastikan bahwa peserta yang datang adalah peserta seleksi yang terdaftar;
6. Peserta seleksi melakukan scan barcode untuk mendapatkan PIN Registrasi;
7. Peserta wajib melakukan penitipan barang secara mandiri di tempat yang ditentukan;

8. Peserta dilarang:
a. Membawa/menggunakan buku, catatan, jam tangan, perhiasan dan aksesoris dalam bentuk apapun (kalung, cincin, anting, gelang, bros/brooch, dan lain-lain), ikat pinggang, kalkulator, peralatan elektronik seperti laptop, tablet, flashdisk, telepon genggam atau alat komunikasi lainnya, dan kamera dalam bentuk apapun;
b. Membawa senjata api/tajam atau sejenisnya;
c. Menggunakan komputer selain untuk aplikasi CAT;
d. Bertanya/berbicara dengan sesama peserta selama seleksi berlangsung;
e. Menerima/memberikan sesuatu dari/kepada peserta lain tanpa seizin Panitia selama seleksi berlangsung;
f. Keluar ruangan seleksi, kecuali memperoleh izin dari Panitia;
g. Membawa makanan dan minuman dalam ruang seleksi; dan
h. Merokok dalam ruangan seleksi.

9. Peserta wajib mendengarkan pengarahan Panitia sebelum pelaksanaan ujian dimulai;
10. Peserta selama mengikuti ujian, wajib melapor apabila ada keluhan kesehatan;
11. Peserta dapat keluar dari ruangan seleksi, apabila sudah menyelesaikan soal seleksi dan sudah mencatat hasil skornya serta meminta izin kepada Tim Pelaksana CAT BKN;
12. Peserta yang telah selesai melaksanakan ujian dan mengambil barang yang dititipkan di tempat penitipan segera meninggalkan lokasi ujian secara tertib;
13. Pengantar peserta seleksi berhenti di drop zone yang sudah ditentukan dan dilarang menunggu dan/atau berkumpul di sekitar lokasi seleksi; dan
14. Peserta dan Pengantar tidak diperkenankan membawa dan memarkir kendaraan roda dua ataupun roda empat di dalam lingkungan seleksi.

B. Sanksi Bagi Peserta

1. Peserta yang terlambat hadir tidak diperkenankan masuk untuk mengikuti seleksi dan dianggap GUGUR;

2. Peserta yang tidak membawa kelengkapan dokumen persyaratan dan/atau terbukti memberikan dokumen palsu tidak diperkenankan mengikuti seleksi dan dianggap GUGUR; dan

3. Peserta yang melanggar ketentuan pelaksanaan Seleksi Kompetensi tidak diperkenankan mengikuti seleksi dan dianggap GUGUR

Kapolda Aceh Hadiri Peluncuran Aplikasi SIGNAL

0

Nukilan.id – Kapolda Aceh Irjen Ahmad Haydar didampingi Wakapolda Brigjen Syamsul Bahri menghadiri acara peluncuran atau launching aplikasi SIGNAL atau Samsat Digital Nasional secara virtual di ruang vidcon Polda Aceh, Selasa, 14 Maret 2023.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menyampaikan, aplikasi SIGNAL merupakan pelayanan pengesahan STNK tahunan, pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB), dan pembayaran sumbangan wajib dana lalu lintas angkutan jalan (SWDKLLJ).

Secara digital, kata Joko, aplikasi ini memanfaatkan database kendaraan bermotor yang dimiliki Polri, pangkalan data induk kependudukan pada Dirjen Dukcapil Kemendagri, dan sistem informasi pajak kendaraan bermotor yang dikelola Bapenda Provinsi.

Nantinya, data tersebut diintegrasikan secara nasional sebagai sebuah sistem kecerdasan buatan menggunakan aplikasi berjenis mobile platform untuk menyelenggarakan pelayanan kepada masyarakat secara digital.

“Aplikasi SIGNAL nanti datanya langsung terintegrasi dengan pihak-pihak terkait pajak, termasuk Dirjen Dukcapil Kemendagri sebagai database masyarakat. Ini semua adalah untuk memudahkan masyarakat dalam membayar pajak dan mengurus administrasi kendaraannya,” kata Joko.

Selain itu juga, sistem aplikasi SIGNAL dapat mem-verifikasikan identitas pemilik kendaraan bermotor dengan melakukan pencocokan wajah atau face matching sesuai dengan data KTP elektronik di Kemendagri. []

Polisi Tangkap Delapan Pelaku Destructive Fishing di Pulau Banyak

0

Nukilan.id – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Aceh berhasil menangkap kapal beserta delapan ABK yang diduga menangkap ikan secara Ilegal dengan menggunakan bahan peledak (destructive fishing) di perairan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil, Kamis, 2 Maret lalu.

Dirpolairud Polda Aceh Kombes Risnanto membenarkan bahwa pihaknya telah menangkap satu kapal yang bernama KM Baru Rezeki GT.5 yang diduga telah menangkap ikan secara ilegal.

Selain kapal, kata Risnanto, pihaknya juga mengamankan satu orang nahkoda berinisial AF (38) beserta tujuh ABK, yaitu HS (33), TS (41), DZ (27), MP (44), FL (42), AH (28), dan NT (35). Semuanya berasal dari Sibolga, Sumatera Utara.

“Benar, satu kapal bernama KM Baru Rezeki GT-5 bersama satu nahkoda dan tujuh ABK-nya kita tangkap di perairan Pulau Banyak Barat karena telah menangkap ikan secara Ilegal menggunakan bahan peledak atau destructive fishing,” kata Risnanto, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 13 Maret 2023.

Risnanto membeberkan, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa satu unit kapal, 18 botol berisi bahan peledak, satu unit mesin kompresor, satu unit sampan, empat set alat selam, 55 detonator atau sumbu, 25 dupa, tiga gulung selang, tiga regulator, tiga pemberat, satu unit GPS beserta dua pemancarnya, satu unit fish finder, dan 2.966 kg ikan.

Saat ini, sambung Risnanto, pelaku beserta seluruh barang bukti–selain kapal, dititip di Polres Aceh Singkil–diamankan ke Mako Ditpolairud untuk dilakukan proses hukum.

“Pelaku akan disangkakan Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat nomor 12 tahun 1951, Jo Pasal 84 Ayat (1) dan (2) UU nomor 31 tahun 2004, tentang Perikanan, Jo Pasal 85 UU nomor 45 tahun 2009 tentang Perubahan UU nomor 31 tahun 2004 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” demikian, kata Risnanto. []

BNPT dan FKPT Aceh Cegah Radikalisme dan Terorisme Melalui Kearifan Lokal

0
BNPT dan FKPT Aceh Cegah Radikalisme dan Terisme Melalui Kearifan Lokal. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui FKPT (Forum Koordinasi dan Pencegahan Terorisme) Aceh menggelar acara pencegahan radikalisme dan terorisme bertajuk Kenali dan Peduli Lingkungan Sendiri (Kenduri) Desa Damai Dalam Pendegahan Radikalisme dan Terorisme berlokasi di Gampong Pancasila, Kuta Padang Kabupaten Aceh Barat, Rabu (14/3/2023).

Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI, Kolonel Czi. Rahmad Suhendro dalam sambutannya mengatakan, bahwa radikalismee dan terorisme adalah tindak kejahatan luar biasa serta tindakan yang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Baca Juga: Ini Rekomendasi Disbudpar Aceh Terkait Pembangunan IPAL Gampong Pande

“Dampak terorisme pun tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan pada harta benda, namun juga merusak stabilitas dan ketahanan negara, terutama dalam sisi ekonomi, pertahanan, keamanan, sosial budaya, dan lain sebagainya,” kata Rahmad.

Rahmad menjelaskan, radikalisme dan terorisme dapat menjadi ancaman bagi peradaban modern dan merupakan kejahatan terhadap perdamaian dan keamanan umat manusia, tidak memandang suku, ras, agama dan negara.

“Radikalisme dan terorisme menjadi salah satu tantangan besar bagi keamanan masyarakat serta kedaulatan bangsa ini,” ujarnya.

Rahmad menegaskan, proses penanggulangan terorisme tidak bisa dilaksanakan hanya oleh aparatur keamanan semata. Namun, dibutuhkan sinergi yang kuat antara aparatur keamanan dengan masyarakat tanpa terkecuali, karena bahaya terorisme menyasar tanpa memandang pangkat, jabatan, status sosial, suku, ras dan agama tertentu.

“Kami mendorong simpul-simpul organisasi perempuan yang hadir pada kegiatan ini untuk mampu menjadi agen perdamaian, mengorganisir massa hingga menumbuhkan kesadaran untuk bersama-sama melawan propaganda kelompok radikal terorisme dari lingkungan keluarga dan organisasinya masing–masing,” terangnya.

Sementara itu, Ketua FKPT Aceh, Mukhlisuddin Ilyas mengatakan, tujuan dari acara Kenduri ini adalah untuk memberikan pemahaman dan wawasan kepada elemen masyarakat mengenai pentingnya kearifan lokal dalam pencegahan terorisme dan segala ancaman yang terkait dengan terorisme.

“Aceh sebagai sebuah daerah yang memiliki nilai-nilai sejarah seperti kosmopolitan, tentu memiliki nilai-nilai kearifan lokal. Maka dari itu, kearifan lokal ini harusnya menjadi pengawal Aceh dari bebagai jenis ancaman intoleransi, radikalisme dan terorisme,” katanya.

Ia berharap, semua pihak dapat saling berkomunikasi dan terciptanya koordinasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menanggulangi ancaman kelompok terorisme.

“FKPT merupakan mitra strategis yang tersebar di seluruh Indonesia bekerjasama dengan BNPT dalam menjalankan tugas atau program pencegahan radikalisme dan terorisme di daerah,” tuturnya.

Turut hadir dalam acara ini, Kasubbdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT RI Kolonel Czi. Rahmad Suhendro, Ketua FKPT Aceh Mukhlisuddin Ilyas, Wakil Ketua FKPT Aceh Dedy Andrian, Kabid Media Hukum dan Humas FKPT Aceh Wiratmadinata.

Selanjutnya, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Aceh Barat Bismi, Kabid Agama Sosial-Ekonomi, dan Budaya FKPT Aceh Sulaiman Tripa.

Reporter: Azril

Baca Juga: Aryos Nivada Ingatkan Tim Pansel Penyelenggara Pemilu Bekerja dengan Clean and Clear

Disdik Tinjau Asesmen Kepala SMA/SMK dan SLB se Aceh, Begini Kata Kepala Sekolah

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh Drs. Alhudri, MM., meninjau pelaksanaan asesmen yang dilakukan Dinas Pendidikan Aceh untuk seluruh kepala SMA/SMK dan SLB se - Aceh. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM didampingi Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, Muksalmina, S.Pd., M.Si meninjau pelaksanaan asesmen yang dilakukan Dinas Pendidikan Aceh untuk seluruh kepala SMA/SMK dan SLB se – Aceh. Selasa, 14 Maret 2023.

Tinjauan itu dilakukan Alhudri di SMAN 10 Fajar Harapan, dan SMKN 1 Banda Aceh. Kemudian, untuk diketahui, pelaksanaan asesmen ini berlokasi di delapan sekolah yaitu, SMKN Al Mubarkeya Aceh Besar, SMAN 1 Darul Imarah Aceh Besar, SMKN 1 Banda Aceh, SMAN 7 Banda Aceh, SMAN 1 Banda Aceh, SMAN 3 Banda Aceh, SMAN 4 Banda Aceh, dan SMAN 10 Fajar Harapan.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Drs. Alhudri, MM., meninjau pelaksanaan asesmen yang dilakukan Dinas Pendidikan Aceh untuk seluruh kepala SMA/SMK dan SLB se – Aceh. (Foto: Ist)

Baca Juga: Disdik Aceh Gelar Rakor Kepala SMA/SLB dan SMK se-Aceh

Kepala Dinas Pendidikan Aceh Drs. Alhudri, MM., mengatakan, asesmen ini bertujuan untuk mengetahui dan memetakan potensi dan kendala yang dimiliki oleh setiap kepala sekolah.

Sehingga, ketika ada pelatihan kepala sekolah kedepannya bisa dilakukan tepat sasaran, tepat materi, dan tepat peserta, sesuai kelemahan dan potensi yang dimiliki, sehingga tidak bias. Adapun kepala sekolah yang memiliki nilai bagus sesuai bidang yang diuji, akan ditunjuk sebagai tutor untuk melatih guru lainnya.

“Jadi tujuan dari asesmen ini adalah untuk memetakan potensi kepala sekolah. Sehingga saat adanya pelatihan ke depan, mereka bisa menjadi tutor bagi kepala sekolah yang lainnya sesuai potensi dan keunggulannya,” kata Alhudri.

Sementara itu Muksalmina menambahkan, asesmen yang diikuti oleh kepala sekolah negeri dari seluruh Aceh ini berlangsung selama sehari dengan persentase kehadiran mencapai 95 persen.

“Yang tidak bisa hadir sudah melapor ke kita, karena memang ada halangan yang tidak bisa ditinggalkan,” kata Muksalmina.

Menurut Muksalmina, asesmen ini dilakukan atas kesukarelaan dan tidak ada paksaan dari Dinas Pendidikan Aceh.

“Karena asesmen ini bertujuan untuk pemetaan potensi, bukan tujuan yang lain. Makanya kita juga melakukan tes psikologi untuk memetakan kematangan emosional kepala sekolah,” kata Muksal.

Begini Kata Kepala Sekolah

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Peureulak Kabupaten Aceh Timur Fauzi, mengaku senang dengan adanya asesmen seperti ini. Menurutnya, asesmen ini dapat merefresh kembali keilmuan dan pengetahuan mereka dalam memanajerial sekolah sebagai seorang pemimpin.

“Bagi saya ini cukup bagus dalam rangka evaluasi diri, sejauh mana kemampuan kita selama ini dalam mengelola sekolah. Saya mengapresiasi ini,” katanya.

Fauzi yang telah menjabat 12 tahun sebagai kepala sekolah ini mengaku baru kali ini ada asesmen yang dilakukan untuk kepala sekolah, karena itu dia sangat bersemangat untuk mengikutinya, dan tidak ada keberatan apapun yang mereka alami.

Program seperti ini, menurut Fauzi perlu dilakukan secara berkelanjutan oleh Dinas Pendidikan Aceh (Disdik Aceh) agar pihaknya selaku pimpinan sekolah dapat berkaca dan mengevaluasi diri atas potensi dan kelemahan yang dimiliki.

“Terimakasih pada Disdik Aceh yang telah melakukan asesmen ini, dan kami sangat terbantu dengan adanya asesmen ini sehingga membuka mata kami terhadap potensi diri yang kami miliki,” tutupnya.

Hal yang sama juga disampaikan Raudhah Fariza, Kepala SMAN 1 Seunagan Kabupaten Nagan Raya. Menurut Raudhah, dengan adanya asesmen ini mereka bisa menguji kompetensi yang telah dimiliki, dan yang harus dimiliki oleh setiap kepala sekolah.

Tujuannya, guna meningkatkan kapabilitas sebagai seorang kepala sekolah dalam upaya memajukan dunia pendidikan yang setiap tahun menuntut untuk selalu melakukan perubahan sesuai dengan kebutuhan zaman.

“Kami sangat senang dengan asesmen ini, apalagi ini bertujuan untuk pemetaan potensi kepala sekolah. Bagi saya ini adalah satu tantangan untuk terus bisa meningkatkan kompetensi saya di bidang akademik,” ujarnya.

Kepala SMKN 1 Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan Kurnaidi juga menyampaikan hal serupa. Menurut dia, sebagai kepala sekolah evaluasi terhadap potensi perlu untuk selalu dilakukan.

Banyak hal penting kenapa evaluasi potensi ini perlu dilakukan, diantaranya menyesuaikan dengan tuntutan dan perkembangan zaman dalam mengelola institusi pendidikan dalam hal ini sekolah.

“Jadi jika selama ini hanya guru saja yang sering diasesmen, sebenarnya kepala sekolah juga perlu, apalagi beban manajerial itu bertumpu pada kepala,” ucap Kurnaidi.[]