Beranda blog Halaman 1370

Pj Bupati Aceh Besar Bantu Jaring untuk Nelayan Gampong Baro

0

Nukilan.id – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM usai berdialog langsung bersama para nelayan di Gampong Baro Kecamatan Mesjid Raya, sekaliigus menyerahkan dua unit jaring trammel net kepada nelayan, Sabtu (2/9/2023).

Pada kesempatan itu, Pj Bupati Aceh Besar melalui Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Besar Arifin SHI MSi mengatakan, kegiatan ini merupakan kunjungan kerja Pj Bupati Aceh Besar untuk mengujungi para nelayan yang berada di wilayah pesisir Kabupaten Aceh Besar tepatnya di Kecamatan Mesjid Raya. 

“Alhamdulillah, tadi di sela-sela Kunker Pj Bupati bersama nelayan pak Pj Bupati ikut menarik pukat yang merupakan tradisi menjaring ikan di Aceh khususnya Aceh Besar, mudah-mudahan bantuan jaring ini bisa dimanfaatkan para nelayan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Sudirman selaku Panglima Laut Mesjid Raya menyampaikan, ini merupakan sebuah kehormatan bagi pihaknya, karena Pj Bupati Aceh Besar telah menyempatkan waktu untuk mengunjungi dan berdialog langsung bersama dengan para nelayan yang berada di Gampong Baroh Kecamatan Mesjid Raya.

“Terima kasih pak, ini merupakan kehormatan bagi kami, karena kunjungan seperti ini yang ditunggu nelayan dan masyarakat, sehingga mereka bisa menyampaikan langsung keluh kesah yang mereka rasakan selama ini,” ungkapnya.

Selain itu, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pj Bupati Aceh Besar dan Dinas Perikanan yang telah memberikan bantuan berupa alat tangkap ikan. Menurutnya, dengan adanya bantuan tersebut dapat mempermudah para nelayan dalam meningkatkan tangkapan ikan saat melaut guna menunjang perekonomian.

“Alhamdulillah, kami sebagai nelayan emang sangat mengharapkan bantuan tersebut dan saya pribadi sebagai panglima laut sangat bangga atas kerja nyata Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto, karena mau berdialog langsung dengan nelayan,” ungkap Sudirman.

Turut hadir Kadis Perikanan Arifin, Kadis Kominfo Abu Bakar SAg, Kasat Pol PP dan WH Aceh Besar Muhajir SSTP MPA, jajaran Staf Dinas Perikanan. []

Tandatangani JVA, PT PEMA dan PT UPI Bentuk Anak Usaha Baru

0

Nukilan.id – PT Pembangunan Aceh (PEMA) Perseroda dan PT Untung Perkasa Investama (UPI) melakukan Penandatanganan Perjanjian Patungan untuk melakukan kegiatan penyediaan tenaga listrik dan uap di Provinsi Aceh melalui PT Pema Daya Samudera (PDS). Setelah melalui beragam dinamika beberapa tahun terakhir, akhirnya kerja sama PT PEMA dan PT UPI semakin maju ditandai dengan penandatanganan Joint Venture Agreement (JVA) atau Perjanjian Usaha Patungan.

Acara penandatangan JVA dilaksanakan di Hotel Grand Melia, Jakarta, Jum’at, 01/09/23 yang dihadiri oleh Direktur Utama PT PEMA Ali Mulyagusdin, Direktur Utama PT UPI Limpa Itsin Bachtiar, dan turut disaksikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Ir. Mawardi; Kadis ESDM Aceh, Ir. Mahdinur; Komisaris PT UPI Ir. Ignatius Priyoto; beserta para tamu undangan lainnya.  

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT PEMA (Perseroda) Ali Mulyagusdin mengucapkan Terima Kasih kepada PT Untung Perkasa Investama atas kepercayaannya kepada PT PEMA untuk menjalin kerjasama di bidang penyediaan tenaga listrik dan uap yang nantinya akan memasok kebutuhan kawasan-kawasan industri yang ada di Provinsi Aceh. 

“Kehadiran PT PDS tentunya kedepan bisa mensupport kebutuhan energi dan bisa mendistribusikannya ke kawasan-kawasan industri yang ada di Aceh, diharapkan dengan adanya PT PDS ini dapat menjadi solusi bagi industri-industri yang ingin mengembangkan usahanya, namun selama ini terkendala pada ketersediaan energi, selain itu juga diharapkan dapat mengembangkan perekonomian Aceh, meningkatkan pembangunan dan memberi lapangan pekerjaan kepada putra putri Aceh,” ujar Ali. 

Sedangkan Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki dalam wawancara terpisah menyatakan dukungan dan dorongannya agar perjanjian patungan ini dapat berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan, “Dalam rangka menjamin keberlanjutan penyediaan dan pemanfaatan energi, kehadiran PT PDS ini kita harapkan bisa meningkatkan dan mengoptimalkan BUMA, mengembangkan perekonomian Aceh, meningkatkan pemerataan pembangunan, serta memperluas  kesempatan  kerja  di  daerah  kita. Kita harapkan para pihak untuk terus menyiapkan langkah dan strategi yang tepat untuk dapat mewujudkan tujuan tersebut,” tutupnya.  []

Distanbun Aceh Tutup Lokakarya Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan

0

Nukilan.id – Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh telah menutup kegiatan Lokakarya Draf Final Dokumen Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD KSB) 2023–2026 dan Pembahasan Draf Awal Ranpergub RAD KSB 2023 – 2026 di Hotel Parkside Takengon Aceh Tengah pada 1 September 2023 sore hari.  

Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama dan kolaborasi antara Distanbun Aceh dengan mitra pembangunan USAID SEGAR dan WCS.

Dalam sambutan penutupan, Kadistanbun Aceh Ir. Cut Huzaimah, MP melalui Fakhrurrazi, SP, M.Sc Kabid Perbenihan, Produksi, dan Perlindungan Perkebunan menyatakan bahwa kegiatan ini adalah rangkaian panjang yang sudah dimulai dari akhir tahun 2022 setelah keluarnya Keputusan Gubernur Aceh Nomor 525/1594/2022 tentang Pembentukan Tim Penyusun Rencana Aksi Daerah Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Provinsi Aceh tertanggal 12 Desember 2022. 

Kepgub tersebut terbit bagian dari amanah Intruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Perkebunan Kelapa Sawit yang salah satunya mengamanatkan kepada Gubernur, Bupati/Walikota untuk menyusun dan menyiapkan Rencana Aksi Daerah kelapa sawit Berkelanjutan.

Fakhrurrazi berharap hasil pertemuan ini segera diproses lebih lanjut pada taraf pembahasan draf Ranpergub untuk bisa kita naikkan ke Pj. Gubernur melalui Biro Hukum. Apa yang sudah kita bahas dan sepakati hampir satu tahun ini semoga bisa menjadi arahan dalam pembangunan kelapa sawit berkelanjutan. 

“Kita berharap  Tim Penyusun melalui Tim Penulis yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Ashabul Anhar, M.Sc, Dr. Budi Arianto, Ahmad Baihaqi, SP, MMA, dan Azanuddin Kurnia,  SP, MP agar segera menindaklanjuti hasil pertemuan pada hari ini,” demikian kata Razi panggilan akrabnya yang juga sebagai Ketua Pokja B pada Tim Penyusun RAD KSB Aceh.

Sebelumnya pada tanggal 1 September 2023, hadir sebagai narasumber Azanuddin Kurnia,  SP, MP yang memaparkan draf awal  Ranpergub RAD KSB. Azanuddin Kurnia yang jg sebagai Sekdistanbun Aceh memaparkan draf Ranpergub yang menampilkan pasal per pasal yang diambil dari inti dari dokumen dan matrik RAD KSB.

“Kita berusaha menampilkan kebutuhan dari dokumen dan matrik untuk ditampilkan dalam pasal pasal di Ranpergub, semoga ini bisa mengakomodir kebutuhan untuk pembangunan kelapa sawit berkelanjutan yang ramah lingkungan,” demikian kata Azan yang juga sebagai Ketua PISPI Aceh dan Ketua IKASEP FP USK.

Sedangkan Narasumber dari Biro Hukum yang tampil adalah Frizal memaparkan tentang bagaimana mekanisme dalam pembuatan Pergub. Harus mengikuti berbagai norma dan aturan yang melandasi dalam pembuatan Pergub tersebut. Harus ada kebutuhan nyata maupun mandat dari aturan diatasnya yang mengamanatkan untuk pembuatan Pergub RAD KSB ini ujarnya yang mewakili Ka Biro Hukum.

“Distanbun Aceh juga mengucapkan terima kasih kepada pihak USAID SEGAR yang dipimpin oleh Dewa Gumay di Aceh dan WCS yang dipimpin Tisna Nando di Aceh yang sudah mendukung dan memfasilitasi kegiatan selama ini juga untuk kedepannya. Kita berharap kolaborasi ini akan terus berlanjut kedepannya.” []

Pakar Nilai Kebijakan Tak Wajib Skripsi Dapat Menurunkan Keterampilan Mahasiswa

0
Ilustrasi bimbingan skripsi. (Foto: Tempo)

Nukilan.id – Sejumlah pakar menyampaikan kritiknya terkait kebijakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim yang menegaskan ketentuan tak wajib skripsi bagi mahasiswa S1 dan D4. Kebijakan ini dinilai harus dipahami secara hati-hati, karena jika tidak ini menjadi degradasi kemampuan mahasiswa atau kaum terdidik perguruan tinggi untuk menulis.

Hal tersebut disampaikan dosen Antropologi Universitas Malikussaleh (Unimal), Teuku Kemal Fasya. Menurut dia, kebijakan ini bisa menurunkan keterampilan mahasiswa untuk menulis dan meneliti karena sudah tidak diwajibkan lagi sehingga dianggap tidak penting. Pandangan seperti ini dinilai sangat berbahaya jika salah dipahami oleh para pemangku kebijakan di perguruan tinggi.

“Tapi ada hal lain juga yang secara pragmatis bisa dilihat begini, di era serba digital sekarang sebenarnya membuat skripsi lebih mirip plagiarisme saja. Mahasiswa mengambil dari sumber-sumber digital, mengubah nama, mengubah sedikit, jadilah skripsi. Padahal itu sebagian besar bisa kita sebut sebagai karya-karya palsu,” ujar Teuku Kemal Fasya kepada Nukilan, Sabtu (2/9/2023).

Teuku menambahkan, kampus-kampus di luar negeri walaupun tak menyebutkan tugas akhirnya sebagai skripsi, namun mereka tetap diwajibkan untuk menulis paper yang berbasis riset. Jadi untuk rumpun ilmu sosial humaniora tetap tak bisa dilepaskan dari kewajiban untuk menulis.

“Artinya apa, bahwa menulis menjadi persyaratan yang belum bisa dipinggirkan. Walaupun juga yang saya dengar di beberapa kampus di Jerman, tapi itu makanya seperti di Jerman itu yang ilmu terapan itu mereka boleh tidak menulis tesis atau disertasi, tapi ada semacam karya ilmiah lain yang dipertahankan,” demikian disampaikan Teuku Kemal Fasya. [Sammy]

Ini Tanggapan Mahasiswa USK Soal Kebijakan Tak Wajib Skripsi

0
Universitas Syiah Kuala (USK). Foto: Dok. USK

Nukilan.id – Sejumlah mahasiswa menyatakan pendapat mereka terkait kebijakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim yang menegaskan ketentuan tak wajib skripsi sebagai tugas akhir bagi mahasiswa S1 dan D4 diserahkan kepada keputusan setiap perguruan tinggi. 

Salah seorang mahasiswi program studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), Khatim Mudzanah mengatakan bahwa tak semua jurusan bisa diterapkan kebijakan tak wajib skripsi, misalnya seperti Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Hewan.

“Mereka kan nggak mungkin menggantikan skripsi. Misalnya dokter, kalau dia nggak ngerti arti dari ilmu kedokteran nggak buat skripsi, kan nggak ada pembuktian kalau dia itu layak dapat sertifikasi sebagai dokter. Kalau Agribisnis saya rasa juga sama, nggak mungkin kalau bukan skripsi, karena nggak punya data yang pasti untuk pembuktian kami ini layak terjun ke dunia agribisnis,” ujar Khatim Mudzanah kepada Nukilan, Sabtu (2/9/2023).

Mahasiswi semester III itu menambahkan, kebijakan tak wajib skripsi itu hanya cocok untuk jurusan seperti Kesenian yang bisa membuat karya tulis ilmiah yang lain. Jadi memang tugas akhir skripsi bagi kebanyakan jurusan belum bisa diganti.

Sementara itu, Nabila Fathul, Mahasiswa FKIP Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) USK menyatakan pada dasarnya kebijakan tak wajib skripsi ini harus dilihat dulu nanti penerapannya seperti apa karena belum ada contohnya. Berbeda dengan skripsi yang bisa ditanyakan kepada senior yang sudah pernah menyelesaikan skripsi.

“Kita lihat dulu, ke depannya dibuat apa. Apa lebih menyusahkan dari dulu atau nggak. Kalau lebih disusahkan ke depannya, lebih baik skripsi saja. Kalau menurut saya begitu,” kata mahasiswi semester V tersebut. [Sammy]

Deklarasi Anies-Cak Imin, PKB Aceh Optimis Berdampak Positif Bagi Aceh

0

Nukilan.id – Ketua DPW PKB Aceh H. Irmawan, S. Sos, MM bersujud syukur atas Deklarasi pasangan Presiden dan Wakil Presiden, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, yang digelar Sabtu (2/9/2023) di Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Gus Ir, deklarasi pasangan Anies-Cak Imin merupakan bentuk keinginan bersama untuk melakukan Perubahan Indonesia yang lebih baik, selain memang pasangan ini sebagai perwujudan keinginan rakyat Aceh memilih presiden yang berpihak pada pembangunan dan kekhususan Aceh.

“Saya pikir Deklarasi ini akan membawa angin segar untuk Aceh secara keseluruhan,” kata Irmawan yang dihubungi pasca deklarasi pasangan Anies-Cak Imin di Surabaya.

Irmawan kembali menyebut optimisme dengan pasaagan Anues-Cak Imin yang dapat berdampak pada kemajuan pendidikan di Aceh, karena Anies cukup memahami pendidikan, sedangkan Muhaimin Iskandar adalah sosok yang dekat dengan pesantren dan dayah.

“Muhaimin cukup memberi perhatian pada dunia dayah di Aceh,” lanjut Irmawan.

Irmawan yang juga anggota komisi V DPR RI menjelaskan pada rapat pimpinan wilayah bersama DPC Se Aceh, PKB Aceh ikut mengusulkan pasangan Anies-Cak Imin kepada DPP PKB

“Untuk itu kepada Rakyat Aceh mohon Do’a restu dari seluruh rakyat Aceh,” ucap Irmawan kembali.

Deklarasi tersebut dihadiri Ketua Umum DPP Nasdem Surya Paloh, Anies Baswedan dan Muhaimin. Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyampaikan dukungan melalui konferensi Pers di Jakarta. []

Disdik Aceh Juara Satu Karnaval Mobil Hias Pawai Budaya HUT-RI ke-78

0
Mobil hias Disdik Aceh.

Nukilan.id – Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-78, Dinas Pendidikan Aceh berhasil meraih prestasi gemilang dengan meraih juara satu dalam Karnaval Mobil Hias pada Pawai Budaya yang diadakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh.

Kegiatan meriah ini digelar pada Sabtu, 19 Agustus 2023, di Kota Banda Aceh, dengan diikuti oleh berbagai Instansi Pemerintah, TNI, Polri, BUMN/BUMD, lembaga swasta, dan organisasi masyarakat.

Pengumuman pemenang dilakukan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh pada Kamis, 31 Agustus 2023. Mobil hias dari Dinas Pendidikan Aceh keluar sebagai juara pertama dengan nilai tertinggi, mencapai 7.094 poin.

Sementara itu, mobil Kodim 0101 Teuku Umar meraih juara kedua, dan mobil hias Sekretariat Daerah Aceh meraih juara ketiga.

Plh. Kadisdik Aceh, Dr. Asbaruddin, M.Eng, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh panitia dan ofisial yang terlibat dalam pagelaran mobil hias tersebut.

Dia mengungkapkan terima kasih kepada tim Dinas Pendidikan Aceh yang telah bekerja dengan optimal untuk mencapai kemenangan ini.

“Kami ucapkan terimakasih atas kerja tim yang berhasil mengantarkan mobil hias Dinas Pendidikan Aceh sebagai juara,” katanya.

Asbaruddin menuturkan bahwa prestasi ini adalah hasil dari kolaborasi tim yang kuat dan kerja keras bersama. Dia mengingatkan pentingnya kerjasama dalam mencapai kesuksesan, yang tidak hanya menguntungkan Dinas Pendidikan Aceh tetapi juga menginspirasi semua yang terlibat dan yang menyaksikan acara tersebut.

Lebih lanjut, Asbaruddin menyoroti arti pentingnya momen ini dalam mengenang para pejuang kemerdekaan Indonesia. Dia menekankan pengorbanan dan perjuangan yang telah dilakukan oleh para pejuang kemerdekaan dalam merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari tangan penjajah, serta mengakui bahwa kemerdekaan Indonesia adalah karunia dari Allah kepada rakyat Indonesia.

“Prestasi ini tentu menjadi penyemangat untuk terus menghargai warisan budaya kita,” katanya.[]

Polisi Amankan Dua Unit Ekskavator di Dua Lokasi Tambang Ilegal di Aceh Timur

0

Nukilan.id – Tim Unit III Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Aceh yang dipimpin AKP Darmawanto mengamankan dua unit alat berat jenis ekskavator di dua lokasi tambang ilegal jenis tanah urug di Kabupaten Aceh Timur.

“Benar, kita telah mengamankan dua unit ekskavator di dua lokasi tambang ilegal berbeda di Aceh Timur. Satu unit di Desa Pante Labu Kecamatan Pante Bidari, dan satunya lagi di Desa Paya Pasie Kecamatan Julok,” ungkap Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Winardy, melalui Kasubdit Tipidter AKBP Muliadi, Sabtu, 2 September 2023.

Muliadi menyampaikan, penindakan yang dilakukan pihaknya tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat tentang maraknya aktivitas tambang ilegal jenis tanah urug yang sudah sangat meresahkan.

Setelah diselidiki, kata Muliadi, ternyata benar bahwa lokasi tambang tersebut tidak memiliki IUP-OP dari pejabat berwenang, serta mendapati alat berat yang sedang bekerja, sehingga dihentikan dan diamankan.

Muliadi menambahkan, selain menghentikan kegiatan penambangan dan mengamankan alat berat, pihaknya juga memeriksa saksi, yaitu operator alat berat, pencatat, dan pekerja. Masing-masing dua orang per lokasi.

Di akhir keterangannya, Muliadi mengimbau masyarakat agar mendukung serta membantu aparat kepolisian untuk melakukan penertiban dan penegakan hukum terhadap aktivitas tambang ilegal.

“Bantu kami untuk menyelamatkan lingkungan dengan menertibkan tambang ilegal. Karena, penambangan tanpa izin bisa berdampak buruk terhadap lingkungan dan merugikan daerah,” pinta Muliadi. []

Kejuaraan Menembak Ibu Asuh Polwan Polda Aceh Cup 2023 Digelar

0

Nukilan.id – Polda Aceh menggelar kejuaraan menembak Ibu Asuh Polwan Polda Aceh Cup tahun 2023 di lapangan tembak Polda Aceh, Jeulingke, Kota Banda Aceh, Jumat, 1 September 2023.

Lomba yang khusus diikuti personel polwan itu ikut dihadiri Irwasda Polda Aceh Kombes Muhamad Setyobudi Dwiputro, sejumlah pejabat utama, dan perwakilan bhayangkari.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menyampaikan, kejuaran menembak tersebut digelar khusus untuk personel polisi wanita atau polwan.

“Kejuaran menembak Ibu Asuh Polwan Cup ini digelar untuk para polwan, dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-75 Polwan,” kata Joko, dalam rilisnya, Jumat, 1 September 2023.

“Selamat bertanding, taklukkan nyalimu, dan jadilah juara!” ucap Joko. []

Gus Muhaimin Iskandar Jadi Cawapres Anies, Irmawan: Mohon Do’a Rakyat Aceh

0
Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Aceh H. Irmawan, S. Sos, MM.

Nukilan.id – Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Aceh H. Irmawan, S. Sos, MM optimis masuknya Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar sebagai Bakal Calon Wakil Presiden Anies Baswedan akan memberi pencerahan bagi Aceh, terutama pencerahan bagi pendidikan pesantren maupun dayah yang notabene lokalitas yang dimiliki Aceh.

“Pak Muhaimin punya kedekatan khusus dengan pesantren dan dayah dan ia juga lahir dari rahim pesantren,” kata Irmawan kepada media ini, Jum’at (1/9/2023).

Irmawan menyebut, dirinya optimis apabila pendidikan di Aceh akan maju kedepannya karena sosok Anies Baswedan adalah sosok yang cukup memahami pendidikan, sementara Muhaimin Iskandar merupakan sosok yang dikenal dengan panggilan Bapak Santri Indonesia.

“Muhaimin cukup memberi perhatian pada dunia dayah di Aceh,” lanjut Irmawan.

Selain itu, lanjut Gus Ir, panggilan Irmawan, bila Muhaimin dipercaya menjadi Wakil Presiden Aceh termasuk daerah yang menjadi perhatian khusus lantaran selain Aceh punya kekhususan Cak Imin adalah sosok kerap meminta kepada kader nya agar memperhatikan Aceh, baik melalui infrastruktur maupun kebutuhan masyarakat Serambi Mekah hingga ke pembangunan perdesaan.

“Inilah syukur kami kader PKB Aceh dan memohon doa kepada rakyat Aceh agar pasangan Anies Baswedan – Muhaimin benar-benar mendapat Ridho Allah SWT,” kata Irmawan.

Irmawan yang juga anggota komisi V DPR RI menyampaikan itu setelah dirinya ikuti rapat pimpinan wilayah bersama DPC Se Aceh beberapa waktu lalu dimana semua DPC menyepakati untuk mengusulkan pengusungan pasangan Anies-Muhaimin ke DPP PKB.

“Saat rapim bersama seluruh pengurus Cabang se Aceh di Takengon beberapa waktu lalu mayoritas teman-teman di Aceh juga menyarankan untuk Pilpres 2024 mengusung Anies-Gus Muhaimin,” demikian penjelasan Irmawan. []