Beranda blog Halaman 1369

USK Bersama PT Transcontinent Teken Kerjasama Pendirian Pabrik Ikan Keumamah

0

Nukilan.id – Universitas Syiah Kuala (USK) dan PT. Transcontinent sepakat melakukan kerjasama komersialisasi pengalengan ikan keumamah dengan merk Lituna. 

Kerjasama ini tertuang dalam nota kesepakatan yang ditanda tangani oleh Rektor USK, Prof. Marwan dengan Presiden Direktur PT. Transcontinent, Senin, 4 September 2023 di Kantor Pusat Administrasi Kampus USK Darussalam Banda Aceh.

Rektor USK dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap PT. Transcontinent yang bersedia melakukan kerjasama untuk pendirian pabrik pengalengan ikan keumamah yang akan berlokasi di kawasan Industri Transcontinen Keueng Raya, Aceh Besar. Lokasi ini sangat berdekatan dengan Pelabuhan Malahayati Krueng Raya Aceh Besar.

Rektor menyampaikan bahwa status USK sebagai PTNBH menuntut kemandirian yang semakin baik dalam upaya income generating di luar uang kuliah mahasiswa. Salah satu potensi besar USK adalah inovasi dari hasil riset dosen yang memiliki prospek ekonomi tinggi, salah satunya adalah ikan keumamah Lituna. 

“USK mengajak Dunia Bisnis dan Pemerintah untuk bersama-sama mengembangkan sektor industri khususnya perikanan yang bisa memberi kontribusi untuk kemajuan Aceh” Jelas Marwan.

“Aceh merupakan kawasan pesisir yang garis pantainya sangat panjang sehingga memiliki potensi perikanan yang sangat besar dan bisa menjadi bahan baku untuk industri pengalengan ikan” lanjut Marwan.

“Produk ini bisa dipasarkan secara lokal, nasional maupun internasional sehingga bisa membuka lapangan kerja baru, peningkatan pendapatan masyarakat dan menekan angka kemiskinan” ujar Marwan melanjutkan.

“Industri ini, langsung atau tidak, juga akan meningkatkan produksi petani lainnya seperti cabe, bawang dan bumbu rempah Aceh sebagai bahan baku pembuat ikan keumamah kaleng Lituna” tutup Marwan.

Sementara itu Presiden Direktur Transcontinent, Ismail Rasyid juga menyambut baik kerjasama ini. Ismail yang merupakan alumni USK dan pengusaha logistik dan transportasi internasional ini ingin berkontribusi untuk pergerakan ekonomi di Aceh. Melalui komersialisasi inovasi hasil riset USK, Transcontinent akan melakukan investasi pada industri pengalengan ikan keumamah.

“Saya yakin dengan komitmen dan reputasi USK dalam kerjasama ini. SDM USK tidak perlu kira ragukan lagi,” ujar Ismail. 

“Transcontinent akan ikut serta mengawal agar implementasi Lituna Project ini dapat segera dilaksanakan. Kami akan buat time table agar sejak hari ini hingga ground breaking pabrik Lituna dapat berjalan lancar dan cepat,” lanjut Ismail Rasyid

“Insya Allah, kita akan tangani pemasaran dari tingkat lokal hingga global. Keumamah dengan rempah Aceh sangat digemari di berbagai daerah dan manca negara,” ungkap Ismail lebih lanjut.

“Insya Allah, tahun depan jemaah umrah dan haji dari Aceh sudah bisa membawa produk Lituna ini sebagai bekal diperjalanan ke tanah suci. Dan menjadi pengobat rindu untuk masakan khas Aceh selama di luar negeri,” pungkas Ismail.

Lituna merupakan ikan keumamah yang diolah dari Ikan tongkol (suree) jenis ame-ame dan telah dimasak dengan bumbu khas Aceh siap saji yang telah dikalengkan serta dikomersialkan pada skala industri kecil. Lituna menggunakan teknologi sterilisasi steam (uap panas) tanpa bahan pengawet yang telah melewati berbagai pengujian. 

Produk inovasi ini merupakan hasil penelitian dari Dosen Fakultas Pertanian USK, Prof. Dr. Sri Haryani Anwar dan tim dan dikomersialkan melalui Direktorat Bisnis USK bekerjasama dengan PT. Transcontinent.

Ikut hadir dalam acara penandatanganan nota kesepahaman tersebut Wakil Rektor I USK, Prof. Agussabti, Direktur Bisnis dan Dana Lestari USK Syaifullah Muhammad, Direktur Perencanaan dan Kerjasama dr. Iflan Nauval sejumlah Manajer Direktorat Bisnis dan Dana Lestari (DBDL), Manajer Direktorat Kerjasama USK dan staf dari PT. Transcontinent Jakarta. []

Pangdam IM Lepas Kegiatan The Rising Tide Resonance

0

Nukilan.id – Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayjen TNI Novi Helmy Prasetya, S.I.P., M.I.P. menggelar acara pelepasan Kegiatan The Rising Tide Resonance, di lapangan Blang Padang Kota Banda Aceh, Senin (4/9/2023)

The Rising Tide Resonance adalah gerakan yang berfokus mendorong kerjasama multi organisasi yang dapat menumbuhkan kontribusi untuk lingkungan yang berkelanjutan di Indonesia.

Hal ini dilakukan untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait persoalan lingkungan hidup yang ada di Indonesia. Acara ini juga sekaligus dalam rangka menyambut HUT TNI Ke 78 Tahun 2023.

Kegiatan ini dilakukan mulai tanggal 1 September 2023 dengan titik Start di KM Nol di Sabang, yang nantinya akan finish di tanggal 5 Oktober 2023 saat Puncak HUT TNI di Silang Monas Jakarta.

Para peserta akan menempuh waktu selama 35 hari dengan jarak sepanjang 3.141 KM untuk sampai ke Jakarta, dilalui secara Triatlhon dengan berlari,  bersepeda dan berenang, para peserta juga akan  melewati seluruh Satuan Kewilayan TNI.

Kegiatan ini juga dalam rangka menyampaikan pesan untuk “Stop Wariskan Sampah” dengan harapan agar terbentuk suatu Platform yang menjadi kebersamaan dari semua pihak, sehingga persoalan lingkungan hidup dapat ditangani dengan baik.

Kegiatan ini melibatkan peserta dari tiga unsur Matra TNI, mulai dari Matra Darat, Laut dan Udara,  bersama-sama dengan komponen masyarakat pecinta dan pemerhati lingkungan.

Hadir dalam acara ini, Kajati Aceh, Jajaran Forkopimda Aceh, Kasdam IM, Irdam IM, Kapoksahli Pangdam IM, Para Asisten dan Kabalakdam IM, serta Prajurit Kodam IM. []

Operasi Zebra Seulawah Dimulai, Masyarakat Diimbau Tertib Berlalu Lintas

0

Nukilan.id – Operasi kepolisian dengan sandi “Zebra Seulawah-2023” dimulai, masyarakat diimbau untuk patuh dan tertib dalam berlalu lintas. Hal itu disampaikan Karo Ops Polda Aceh Kombes Heri Heryandi, dalam apel gelar pasukan di Polda Aceh, Senin, 4 September 2023.

Heri Heryandi menyampaikan, keselamatan dalam berlalu lintas menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam mengelola transportasi saat ini. Demi terwujudnya Kamseltibcarlantas yang lebih kondusif, Polda Aceh khususnya polisi lalu lintas, yang didukung oleh fungsi lain serta melibatkan para pemangku kepentingan akan melaksanakan Operasi Zebra Seulawah di seluruh wilayah Provinsi Aceh.

“Apel gelar pasukan yang dilaksanakan hari ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel dan sarana pendukung agar operasi yang digelar selama 14 hari, mulai 4—17 September 2023 di seluruh jajaran Polda Aceh itu berjalan optimal,” Kata Heri.

Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan agar personel yang terlibat operasi meningkatkan keimanan dan ketaqwaan sebagai landasan utama dalam melaksanakan segala aktivitas.

Selain itu, kata Heri, personel yang terlibat operasi harus melaksanakan kegiatan edukasi tertib berlalu lintas, penegakan hukum baik secara langsung maupun menggunakan ETLE, serta teguran secara humanis.

Di samping itu, katanya, personel juga harus mengutamakan keselamatan dalam bertugas, menyiapkan kondisi fisik dan mental untuk dapat melaksanakan Operasi Zebra dengan sebaik-baiknya.

“Lakukan komunikasi, koordinasi, dan kedepankan sinergisitas dengan seluruh instansi terkait serta segenap elemen masyarakat dalam rangka keberhasilan operasi ini,” demikian, kata Heri, mengingatkan personel yang terlibat operasi.

Buka Olimpiade Sains, Sekda: Pendidikan Harus Dipadukan Kompetensi

0

Nukilan.id – Sekretaris Daerah Aceh Bustami Hamzah, mengajak seluruh pemangku kebijakan di sektor pendidikan untuk memadukan pendidikan dengan kompetensi, mulai dari pengetahuan, keterampilan, sikap para peserta didik.

Hal tersebut disampaikan oleh dalam sambutannya sebelum membuka secara resmi Olimpiade Sains Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Aceh, di Unmuha Convention Hall Ahmad Dahlan, Minggu (3/8/2023).

“Kebutuhan akan pendidikan secara holistik saat ini, tidak hanya dimaknai pada kompetensi kognitif, tetapi juga memaknai nilai-nilai dan pandangan atau cara pikir yang berkembang untuk pembelajaran dan keterampilan. Oleh karenanya, pendidikan hari ini harus mampu dipadukan dengan berbagai kompetensi, mulai dari pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang harus dimiliki setiap peserta didik,” ujar Sekda.

Oleh karena itu, sambung Sekda, Pemerintah Aceh menyambut baik terselenggaranya olimpiade sains bagi para siswa dan guru tingkat jenjang SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA. Sekda menegaskan Pemerintah Aceh sangat mendukung upaya-upaya dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Bumi Serambi Mekah, seperti kegiatan yang dilaksanakan oleh PGRI Aceh bersama Pusat Olimpiade Sains Indonesia (POSI) ini.

Sekda mengungkapkan, pendidikan saat ini bertujuan untuk mendorong peserta didik agar memiliki keterampilan-keterampilan yang mendukung agar mampu bersikap lebih tanggap terhadap perubahan-perubahan seiring dengan perkembangan zaman.

“Salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh peserta didik hari ini adalah keterampilan literasi sains. Mulai dari ilmu pengetahuan matematika, pengetahuan sains, dan sains sosial. Sehingga nantinya, Pendidikan yang kita bangun mampu menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dengan kepribadian mandiri, memiliki kemauan dan kemampuan untuk mewujudkan cita-cita bangsa,” kata Sekda.

“Setidaknya ada beberapa prinsip pembelajaran yang dianggap efektif untuk pendidikan hari, yaitu mengkaji pengetahuan sebelumnya, mempertimbangkan perbedaan individual, mengembangkan keterampilan metakognisi, menggabungkan konteks yang realistik, dan melibatkan peserta didik dalam konteks yang relevan,” imbuh Sekda.

Sebagaimana diketahui, pembelajaran sains bertujuan untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan lebih banyak pemahaman tentang sifat sains dan menjadikan peserta didik sebagai warga negara terpelajar secara ilmiah. Untuk mencapai hal demikian, dibutuhkan perubahan dalam kegiatan pembelajaran di kelas yaitu dengan memperbanyak praktik sains.

“Oleh karena itu, pembelajaran sains seharusnya dilakukan seperti layaknya ilmuwan, yaitu mempelajari ilmu pengetahuan dengan menggunakan keterampilan proses, sehingga peserta didik memiliki pengalaman belajar yang lebih lengkap dan dapat mengembangkan literasi sainsnya,” kata Sekda.

Oleh karena itu, Sekda optimis, Olimpiade Sains yang diselenggarakan PGRI Aceh, dapat menjadi ajang untuk memfasilitasi siswa dan guru, sekaligus menjadi sarana evaluasi kemampuan untuk mengembangkan kapasitas diri dan kompetensi secara mendalam, bukan semata penguasaan konten, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari dalam berbagai konteks kehidupan.

“Untuk itu, panitia dan para pihak terkait, harus aktif melayani anak-anak kita. Buat mereka merasa nyaman, agar siap mengerahkan kemampuan terbaiknya saat lomba. Terima kasih dan apresiasi yang tinggi, kami sampaikan kepada PGRI Aceh dan Pusat Olimpiade Indonesia, atas penyelenggaraan even yang sangat baik ini. Semoga dapat terus dilakukan secara berkala, sebagai salah satu ajang pengembangan dan peningkatan para siswa di Aceh,” ujar Sekda.

“Kepada ananda sekalian, saya ucapkan selamat berkompetisi, jadikan ajang ini sebagai kesempatan untuk mengasah dan mengembangkan kemampuan diri, dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas. Semoga apa yang kita cita-citakan senantiasa mendapat ridha dan berkah dari Allah,” pungkas Sekda Aceh.

Pada Olimpiade Sains 2023 ini, sejumlah bidang yang akan diperlombakan adalah, untuk Siswa SD/MI yaitu Matematika, IPA dan Bahasa Inggris. Siswa SMP/MTs yaitu Matematika, IPA, IPS dan Bahasa Inggris.

Untuk Siswa tingkat SMA/MA/SMK yaitu Matematika, Fisika, Biologi, Ekonomi, Kimia, Geografi dan Bahasa Inggris. Sedangkan untuk guru, baik jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK, bidang yang akan diperlombakan adalah, Matematika, IPA dan IPS. []

Unjuk Rasa ke Balai Kota, GMPB Desak Amiruddin Mundur dari Jabatannya

0
Aksi unjuk rasa GMPB di Balai Kota Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Reji)

Nukilan.id – Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemuda Banda Aceh (GMPB) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Walikota Banda Aceh, Senin (4/9/2023).

Pantauan media ini dilokasi, para massa membawa spanduk yang berisi tuntutan mereka. Selain itu masa juga menutup plang nama Balai Kota Banda Aceh dan membakar ban.

Aksi ini merupakan bentuk protes mereka terhadap dugaan penyalahgunaan anggaran pengadaan lahan proyek Gedung Nurul Arafah Islamic Center (NAIC) di kawasan Ulee Lheue, Banda Aceh.

Koordinator Aksi, T Warija Arismunandar, menyampaikan bahwa mereka sangat kecewa dengan kinerja Pemerintah Kota Banda Aceh, khususnya terkait proyek lahan Nurul Arafah. 

Dia menilai bahwa Pj Walikota Banda Aceh Amiruddin pada saat itu menjabat sebagai Sekda sekaligus Team Anggaran Pemerintah Kota (TAPK), memiliki catatan gelap dan telah gagal dalam meluruskan arah Kota Banda Aceh.

“Terbukti dengan masa lalu Amiruddin yang penuh dengan catatan gelap, dikarenakan Amiruddin termasuk tim anggaran proyek lahan Nurul Arafah,” ujar Aris kepada Nukilan.

Oleh karena itu, Massa  

mendesak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mencopot Amiruddin dari jabatannya karena dianggap tidak mampu memimpin Kota Banda Aceh dengan baik.

“Kita juga meminta kepada pihak kepolisian memanggil Amiruddin untuk dijadikan sebagai saksi terkait penyalahgunaan anggaran lahan Nurul Arafah,” 

Lebih lanjut, kata dia, jika tuntutan mereka tidak direalisasikan oleh pemerintah dan polisi maka pihaknya juga mendesak Amiruddin untuk mundur dari jabatannya sebagai Pj Walikota Banda Aceh.

“GMPB akan terus berada di garda terdepan untuk melawan kebijakan Pemerintah Kota Banda Aceh. Dan kita pastikan GMPB akan hadir berlipat ganda untuk menyuarakan hak rakyat,” pungkasnya. [Rjf]

Rumah Warga di Bener Meriah Terbakar, Pemilik Meninggal Dunia

0

Nukilan.id – Satu unit rumah berkontruksi kayu di Kampung Timur Jaya, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah hangus terbakar pada Minggu (3/9/2023) sekitar pukul 04.00 WIB.

Dalam kejadian kejadian tersebut, pemilik rumah yang bernama May Sartdin (43) warga Kampung Timur Jaya turut terbakar dan meninggal dunia.

Dandim 0119/BM, Letnan Kolonel Kav Ino Dwi Setyo Darmawan SE.M.Han, melalui Danramil 05/Permata, Kapten Inf Abdul Asis, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.

“Akibat kebakaran tersebut May Syaratdin (43) pemilik rumah turut terbakar dan meninggal dunia. Korban  tinggal di rumah seorang diri, Ia diduga mempunyai gangguan jiwa,” ujar Kapten Inf Abdul Asis kepada Nukilan.

Penyebab terjadinya kebakaran diduga berasal dari korsleting arus listrik. Namun, kasus kebakaran tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. [Rjf]

Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Sinabang

0
Ilustrasi Gempa. (Foto: Antara)

Nukilan.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (m) 5,3 mengguncang wilayah Sinabang, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh pada Sabtu (2/9/2023).

Dikutip Nukilan dari laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui akun twitter @infoBMKG, bahwa gempa tersebut terjadi pukul 01.25 WIB.

Lebih lanjut, BMKG menjelaskan pusat gempa berada di lokasi 0.77 LU dan 95.58 Bujur Timur, tepatnya berada di 208 kilometer Barat Daya Sinabang. 

BMKG juga menyatakan, gempa yang terjadi di kedalaman 10 kilometer tersebut tidak berpotensi tsunami.

Meskipun demikian, BMKG mengimbau kepada masyarakat, agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi.

“Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi,” demikian peringatan yang dikeluarkan BMKG dalam situs resminya. [Rjf]

Aturan Hukum Golden Visa Disahkan, Tarik Orang Asing Berkualitas untuk Berinvestasi

0
Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI Silmy Karim.

Nukilan.id – Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) Nomor 22 tahun 2023 mengenai Visa dan Izin Tinggal serta Peraturan Menteri Keuangan Nomor 82 tahun 2023 yang diundangkan pada 30 Agustus 2023 lalu menjadi landasan pemberlakuan kebijakan Golden Visa. 

Klasifikasi visa ini diperuntukkan Orang Asing berkualitas yang akan bermanfaat kepada perkembangan ekonomi negara, salah satunya adalah penanam modal baik korporasi maupun peroryangan. 

“Golden visa adalah visa yang diberikan sebagai dasar pemberian izin tinggal dalam jangka waktu 5 sampai 10 tahun dalam rangka mendukung perekonomian nasional,” ujar Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim pada Sabtu (2/9/2023). 

Untuk dapat tinggal di Indonesia selama lima tahun, orang asing investor perorangan yang akan mendirikan perusahaan di Indonesia diharuskan berinvestasi sebesar US$ 2.500.000 atau sekitar Rp 38 miliar.

Sedangkan untuk masa tinggal sepuluh tahun, nilai investasi yang disyaratkan adalah sebesar US$ 5.000.000 atau sekitar Rp 76 miliar. Sementara itu bagi investor korporasi yang membentuk perusahaan di Indonesia dan menanamkan investasi sebesar US$ 25.000.000 atau sekitar Rp 380 miliar akan memperoleh golden visa dengan masa tinggal lima tahun bagi direksi dan komisarisnya; untuk nilai investasi sebesar US$ 50.000.000 akan diberikan lama tinggal sepuluh tahun. 

Ketentuan berbeda diberlakukan untuk investor asing perorangan yang tidak bermaksud mendirikan perusahaan di Indonesia. Untuk golden visa lima tahun, pemohon diwajibkan menempatkan dana senilai US$ 350.000 atau sekitar Rp.5,3 miliar yang dapat digunakan untuk membeli obligasi pemerintah RI, saham perusahaan publik atau penempatan tabungan/deposito; sedangkan untuk golden visa sepuluh tahun dana yang harus ditempatkan adalah sejumlah US$ 700.000 atau sekitar Rp 10,6 miliar.

“Karena kita sasar pelintas yang berkualitas, maka syaratnya lebih berbobot. Semakin lama tinggal di Indonesia, semakin tinggi nilai jaminannya, terutama untuk kegiatan penanaman modal yang bisa sampai sekitar Rp 760 miliar,” imbuhnya. 

Lebih lanjut Silmy menjelaskan bahwa golden visa merupakan amanat dari Presiden Joko Widodo pada saat mengemban tugas sebagai Direktur Jenderal Imigrasi sehingga dijadikan sebagai program prioritas untuk diselesaikan dalam waktu enam bulan. 

Silmy menyebutkan bahwa, waktu enam bulan tersebut digunakan untuk mengkaji dan merumuskan kebijakan Golden visa, termasuk perubahan peraturan serta mempersiapkan aturan turunannya. 

“Dari perubahan Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri, sampai Peraturan Dirjen. Penyusunan kebijakan golden visa melibatkan banyak kementerian,” sebutnya. 

Sebelumnya peraturan keimigrasian Indonesia tidak mengatur visa dengan izin tinggal berjangka waktu sepuluh tahun. Pemegang golden visa diharapkan dapat menikmati sejumlah manfaat eksklusif dari jenis visa ini. 

Di antaranya adalah jangka waktu tinggal lebih lama, kemudahan keluar dan masuk Indonesia, serta efisiensi karena tidak perlu lagi mengurus ITAS ke kantor imigrasi. 

“Begitu sampai di Indonesia, mereka (pemegang golden visa) tidak perlu lagi mengurus izin tinggal terbatas (ITAS) di kantor imigrasi,” tutur Silmy. 

Indonesia bukanlah negara pertama yang memberlakukan golden visa. Kebijakan serupa telah lebih dahulu diimplementasikan di berbagai negara maju, antara lain Amerika Serikat, Kanada, Uni Emirat Arab, Irlandia, Jerman, Selandia Baru, Italia dan Spanyol. 

“Negara-negara yang telah menerapkan kebijakan Golden Visa merasakan dampak positifnya. Denmark misalnya, berhasil menjadi salah satu negara yang terdepan dalam inovasi. Kemudian Uni Emirat Arab menjadi negara tujuan favorit investor mancanegara. Harapannya, dengan kebijakan ini ke depannya Indonesia juga akan menerima dampak serupa. Apalagi negara kita punya segudang potensi untuk dikelola dan dikembangkan,” pungkasnya. []

Jelang Liga 2, Ditpamobvit Polda Aceh Risk Assessment Stadion Harapan Bangsa

0

Nukilan.id – Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Aceh yang diwakili Kasubdit Audit Kompol Aji P, serta didampingi panitia liga melakukan penilaian risiko atau risk assessment Stadion Harapan Bangsa, Sabtu, 2 September 2023.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko krisdiyanto menyampaikan, risk assessment tersebut dilakukan sebagai langkah memitigasi risiko pada stadion yang akan digunakan pada perhelatan Liga 2 sepak bola Indonesia.

“Penilaian risiko ini penting pada setiap stadion yang digunakan baik untuk liga resmi maupun persahabatan agar setiap pertandingan berjalan aman dan lancar,” kata Joko, dalam rilisnya, Sabtu malam, 2 September 2023.

Joko juga mengungkapkan, bahwa penilaian tersebut berupa pengecekan kelayakan tribun atau stadion secara menyeluruh, lampu penerangan, dan mesin genset, termasuk kesiapan instansi terkait yang akan terlibat dalam perhelatan sepak bola kasta kedua di Indonesia.

“Semua dicek, mulai dari stadion hingga lampu, termasuk kesiapan dari instansi terkait, seperti Dinkes dan Damkar,” demikian, kata Joko. []

Pemahaman Hukum Sejak Dini, Kejati Aceh Sambangi Sekolah 4 Kabupaten

0

Nukilan.id – Kejaksaan Tinggi Aceh, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Aceh melaksakan program penyuluhan hukum yang dikenal dengan sebutan “Jaksa Masuk Sekolah (JMS).”

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang hukum kepada generasi muda, khususnya para pelajar di Aceh, dengan Tema “Memahami hukum sejak dini sebagai upaya pembentukan karakter dan kesadaran hukum generasi muda yang tangguh”. Sabtu (02/09/2023).

Kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 22 hingga 25 Agustus 2023, membahas beragam topik terkait hukum yang relevan bagi para siswa menengah atas.

Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Bambang Bachtiar S.H, M.H, melalui Kasipenkum Ali Rasab Lubis, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk mencegah terjadinya tindak pidana di kalangan pelajar dengan memberikan pemahaman tentang hukum sejak dini.

“Kami melakukan penyuluhan hukum di sekolah yang berada di empat Kabupaten, yaitu SMAN 8 Kabupaten Aceh Tengah, SMKN 1 Kabupaten Bener Meriah, SMAN 1 Peusangan Kabupaten Bireun, dan SMAN 1 Bandar Baru Kabupaten Pidie Jaya, tentu di dukung oleh Bank Aceh. Ali Rasab menambahkahkan, berharap agar pelajar di empat kabupaten tersebut selalu memahami hukum, mematuhi tata tertib, dan berperilaku baik di sekola maupun di dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan ini, 200 siswa perwakilan dari sekolah SMA dan SMK Negeri maupun Swasta di wilayah tersebut, selain mendapatkan pengetahuan tentang tugas dan fungsi Kejaksaan, bahaya narkoba, tindakan kejahatan cyber, tindak pidana perlindungan anak, tindak pidana ITE, tindak pidana korupsi, serta kejahatan transaksi penipuan perbankan, dengan pemateri Kasipenkum Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis S.H, serta Kasi B Bidang Intelijen Kejati Aceh Firmansyah Siregar S.H yang menyampaikan materi-materi tersebut dengan interaktif dan humanis serta turut diberikan doorprize kepada siswa/siswi.

Ali Rasab menekankan bahwa program ini bertujuan agar generasi muda, terutama para pelajar, dapat memahami hukum sejak dini, sehingga mereka dapat berperilaku bijaksana dalam perjalanan menuju masa depan mereka, kita juga mengingatkan para siswa tentang penggunaan media sosial yang harus sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku.

“Sosial media sangat bermanfaat, tetapi juga memiliki dampak negatif jika disalahgunakan. Kami berharap siswa sebagai generasi penerus bangsa ini tidak terlibat dalam masalah hukum,” ujar Ali Rasab Lubis.

Selama kegiatan tersebut, siswa menunjukkan antusiasme mereka dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis tentang masalah hukum. Perwakilan Bank Aceh juga turut mendukung acara ini dengan memberikan berbagai Doorprize kepada para peserta, yang semakin meningkatkan semangat para pelajar dalam mengikuti program ini.

Acara “Jaksa Masuk Sekolah” juga dihadiri oleh kepala sekolah, kepala cabang dinas, perwakilan Dinas Pendidikan Aceh, dan perwakilan dari Bank Aceh Cabang Aceh Tengah, Bank Aceh Cabang Bener Meriah, dan Bank Aceh Cabang Bireun, dan Bank Aceh Cabang Pidie Jaya, bahkan semua pihak menyambut baik inisiatif positif ini yang diadakan dengan jadwal yang terpisah, demi membangun kesadaran hukum yang lebih baik di kalangan pelajar Aceh. []