Beranda blog Halaman 1368

Berikan Hadiah ke Siswa dan Guru, Kacabdisdik Ucapkan Terima Kasih Kepada Pj Bupati Gayo Lues

0
Pj Bupati Gayo Lues, Alhudri memberikan hadiah kepada siswa SMAN Seribu Bukit. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdis) Wilayah Gayo Lues, Basri mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pj Bupati Gayo Lues, Drs.Alhudri, MM.

Pasalnya, Pj Bupati Gayo Lues telah memberikan hadiah kepada dua orang siswa dan guru pembimbing di SMA Negeri Seribu Bukit yang telah mengharumkan nama daerah kabupaten Gayo Lues di ajang nasional.

Kacadisdik Gayo Lues, Basri, S.Pd, Jum’at (31/3/2023) mengatakan, Bapak Alhudri yang manjabat Pj Bupati Gayo Lues saat mendengar kabar membahagiakan dari dua orang siswa asal daerahnya meraih prestasi di tingkat nasional.

“Dua orang siswa dari SMA Negeri Seribu Bukit atas nama M.Syaifullah dan Cascya Nadifa mengikuti perlombaan Toyota Eco Youth 12 di Jakarta pada 18 Oktober 2022 lalu berhasil merebut kejuaraan ke daerah asal,” kata Basri.

Dikatakannya, atas perjuangannya tersebut, kedua siswa itu berhasil meraih juara tiga pada event Toyota Eco Youth 12 di Jakarta.

Atas pencapaian tersebut, tidak berlebihan jika kepala daerah menyampaikan rasa bahagianya dengan mengundang mereka ke pendopo bupati.

Lebih lanjut Basri menjelaskan, wujud rasa bangganya itu, Pj Bupati mengundang kedua siswa berpretasi bersama guru pembimbingnya dan kepala sekolah ke Pendopo Bupati Gayo Lues pada hari Kamis (30/3) kemarin yang bertepatan dengan Musrenbang kabupaten setempat.

“Pada kesempatan itu, Pj Bupati menghadiahkan satu unit handphone untuk masing-masing siswa dan satu unit laptop bagi guru pembimbingnya,” sebutnya.

Basri menuturkan, tidak salah kiranya Pj Bupati Gayo Lues memberikan hadiah kepada siswa berprestasi apalagi telah mengharumkan nama daerah, karena Alhudri adalah Kepala Dinas Pendidikan Aceh.

“Alhudri adalah sosok yang peduli pendidikan dengan keberadaannya menjadi orang nomor satu di daerah ini, semoga sentuhannya akan memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan untuk meraih berbagai prestasi,” ucapnya.

Perlu diketahui ujar Basri, dari 50 tim dengan 4.000 lebih peserta berasal dari seluruh sekolah terbaik se-Indonesia, dari tahapan proses seleksi yang ketat akhirnya SMA Negeri Seribu Bukit menjadi finalis bersama 25 sekolah lainnya.

Dari 25 sekolah menjadi finalis, akhirnya siswa SMA Negeri Seribu Bukit menempati juara tiga nasional.

“Atas nama Disdik Aceh, keluarga besar Cabdisdik Wilayah Gayo Lues memberikan apresiasi atas perjuangan siswa kita dan guru pembimbing serta kepala sekolah yang telah meraih prestasi baik di provinsi maupun nasional,” pungkas Basri.

Pj Bupati Minta BNNP Aceh Bentuk BNNK Aceh Utara

0

Nukilan.id – Penjabat Bupati Aceh Utara Azwardi, AP, MSi, diundang untuk menjadi narasumber podcast Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh di Banda Aceh, Jumat, 31 Maret 2023.

Pada kesempatan itu, Azwardi memohon kepada BNN Aceh untuk segera membetuk institusi BNN di Kabupaten Aceh Utara.

“Pemkab Aceh Utara mendukung penuh semua program BNN terkait pemberantasan Narkoba yang ada di Indonasia ini, khususnya di Aceh Utara. Dan juga kita mengharapkan agar segera dibentuk BNNK di Kabupaten Aceh Utara supaya lebih bisa bersinergi dalam memberantas Narkoba,” ungkap Azwardi sesaat setelah acara podcast usai.

Kehadiran Azwardi di Kantor BNNP Aceh disambut langsung oleh Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Ir Sukandar.

Kegiatan itu sekaligus melakukan silaturahmi dengan Kepala BNNP Aceh dan jajarannya, yang secara khusus mengundang Azwardi untuk menjadi narasumber podcast yang secara rutin digelar oleh BNNP.

Podcast tersebut khusus membahas terkait peredaran gelap Narkoba dan kondisi daerah Aceh Utara sekarang. Rekaman podcast akan ditayangkan di akun sosmed BNNP Aceh dan akan masuk dalam pembahasan Rapim BNN Pusat.

Sementara itu, Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Ir Sukandar menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pj Bupati Aceh Utara Azwardi untuk bersilaturahmi sekaligus mengisi podcast ngobrol seputar Narkoba.

Selama ini Aceh Utara menjadi salah satu atensi BNNP Aceh dalam program pencegahan dan pemberantasan peredaran Narkoba.

Oleh sebab itu, pembentukan BNNK Aceh Utara diharapkan dapat segera terwujud, di mana nantinya dapat menjadi lembaga strategis yang setiap saat melakukan action di lapangan.

Secara terpisah, Azwardi mengatakan maraknya kasus kriminal dan maksiat seperti penyalahgunaan Narkoba di wilayah Provinsi Aceh harus dilawan dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat maupun elemen pemerintah.

“Semua elemen ini harus bersinergi guna dapat mencegah dan memberantas Narkoba sampai ke akar-akarnya, saya sangat mendukung dibentuknya BNNK di Aceh Utara,” kata Azwardi.

Dia menambahkan, bahwa peredaran dan penyalahgunaan Narkoba sudah sangat memprihatinkan. Narkoba meracuni warga tanpa memandang latar belakang usia, pendidikan, profesi dan perbedaan lainnya.

Peredarannya tidak hanya di kota, tetapi sudah merambah hingga ke gampong-gampong di pedalaman. Fakta saat ini menunjukkan, kasus Narkoba merupakan krisis sosial yang perlu kepedulian semua pihak. Hal ini perlu mendapat prioritas, khususnya untuk menyelamatkan generasi penerus dari bahaya laten Narkoba.

“Kami sangat apresiasi kepada BNNP Aceh atas dilaksanakan podcast seperti ini, sehingga dapat menjadi bahan sosialisasi kepada masyarakat dan para pengambil kebijakan dalam memberantas Narkoba ke depan. Kita semua harus bersinergi dalam menyelamatkan generasi muda yang selama ini terus dihantui oleh Narkoba,” pungkasnya.

Terkait dengan persiapan pembentukan instansi vertikal BNN Kabupaten Aceh Utara, lanjut Azwardi, Pemkab Aceh Utara sudah mengadakan rapat awal yang diasistensi oleh Asisten I Setdakab dan dihadiri oleh Plt Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas, Kabid serta Kabag Organisasi.

Pembentukan BNN Kabupaten Aceh Utara berpedoman kepada Peraturan Badan Narkotika Nasional (BNN) Nomor 6 Tahun 2021 tentang Pembentukan Instansi Vertikal Badan Narkotika Nasional. []

Prof Ma’ruf Amin, Wapres Pertama yang Hadir ke UIN Ar-Raniry

0

Nukilan.id – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, KH Ma’ruf Amin memberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh. Dalam acara tersebut, juga dilakukan peluncuran buku berjudul K.H. Ma’ruf Amin: Bapak Ekonomi Syariah Indonesia itu, berlangsung di Auditorium Prof Ali Hasjmy kampus tersebut, Kamis (30/3/2023).

Kehadiran Wakil Presiden RI Prof Ma’ruf Amin ke kampus UIN Ar-Raniry menjadi salah satu sejarah penting bagi kampus Jantong Hate Rakyat Aceh ini. Sebab, sepanjang berdirinya kampus Islam terbesar di Aceh ini, baru kali ini Wakil Presiden RI hadir ke kampus Ar-Raniry.

“Semoga kehadiran Bapak Wakil Presiden pada hari ini, akan membawa nuansa baru dan memberikan semangat kepada seluruh civitas akademika. Sebab, sepanjang berdirinya kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh (yang usia nya menginjak 60 Tahun), Prof. Dr. K.H Ma’ruf Amin-lah Wakil Presiden Republik Indonesia yang perdana menginjakkan kakinya di kampus ini,” kata Rektor, Prof Mujiburrahman dalam sambutannya pada Kuliah Umum Wapres Ma’ruf Amin, Kamis (30/3).

Rektor Mujiburrahman berharap, semoga momentum ini akan menjadi sejarah dan menambah energi bagi UIN Ar-Raniry Banda Aceh dalam mewujudkan Pembangunan Pusat Studi Islam Regional dan Pusat Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Islam Regional.

Selain kuliah umum dan peluncurabn buku, beberapa agenda lain Wakil Presiden Prof Ma’ruf Amin di UIN Ar-Raniry, antara lain melakukan penandatanganan prasasti Pusat Studi Halal UIN Ar-Raniry, menyaksikan penandatanganan MoU antara UIN Ar-Raniry dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) terkait Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah dalam rangka Implementasi Kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Selanjutnya, Wapres RI KH Ma’ruf Amin menyerahkan bantuan BAZNAZ berupa beasiswa pendidikan, secara simbolis kepada tiga mahasiswa, yaitu Nurul Maghfirah, Ramadhani, dan Bahrumsah Bancin.

Penyerahan beasiswa tersebut merupakan pelaksanaan Program Satu Keluarga Satu Sarjana dan Muallaf dengan total nilai beasiswa sebesar Rp.2.785.959.000,- selama satu tahun untuk 198 orang mahasiswa program Diploma-3 dan Strata-1. []

Hadirkan Desainer Nasional, Aceh Besar Perkuat Sektor Ekonomi Kreatif Kerajinan Songket dan Anyaman Rotan

0

Nukilan.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menghadirkan desainer nasional untuk melakukan penguatan sektor ekonomi kreatif. pembinaan dan peningkatan industri kerajinan songket dan anyaman rotan dilaksanakan di Aula Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis (30/3/2023).

Desainer Vinto R. Effendi S.Ds M.Ds akan mendampingi 14 pengrajin songket dan 10 penganyam rotan selama dua pekan kedepan di Aceh Besar.

Penjabat (Pj) Ketua Dekranasda Aceh Besar Cut Rezky Handayani S.IP MM dalam sambutannya mengatakan Aceh Besar memiliki produk unggulan dengan ciri khasnya serta menggunakan bahan baku lokal yang akan kita kembangkan bersama. “Hari ini kita menghadirkan desainer nasional untuk mendampingi dan memberikan edukasi serta inspirasi agar songket dan anyaman rotan terus berinovasi,” katanya.

Ia mengaku selama ini terus bersinergi dengan stakeholders dalam rangka peningkatan kapasitas pengrajin dan peningkatan kualitas hasil karya. Hal itu dilakukannya agar produk songket dan anyaman rotan semakin berkualitas dan pengrajin mendapatkan nilai ekonomis yang lebih baik.

“Kita ingin pengrajin mendapatkan hasil yang lebih baik dengan meningkatnya kualitas dan kuantitas serta bernilai kompetitif dengan pembinaan dan pendampingan yang dilakukan,” harapnya.

Sementara itu Desainer Vinto sendiri mengaku tertarik untuk mendampingi pengrajin songket karena Aceh Besar memiliki songket warisan leluhur asli, bukan yang dibawa oleh pendatang, hal itu terbukti dengan alat tenun yang berbeda dengan yang ada di daerah lain.

“Aceh Besar punya warisan asli tenun songket yang perlu dikembangkan,” ujar Vento yang juga salah seorang Juri Inacraf.
Ketua Panitia Pelaksana Enni Zusniati, SE mengatakan para pengrajin akan dibina dan didampingi oleh dua pendamping yaitu Rustam Efendi atau lebih dikenal Vento dan Haerul UX UI yang juga Desainer dari Jakarta.
“Selama 12 hari akan berada di Darussalam membina 14 pengrajin songket dan 5 hari di Lhoknga bersama 10 Penganyam Rotan,” sebut Enny.

Ia menuturkan pembinaan nantinya dalam hal peningkatkan kualitas bahan, menjadikan kain tenun Aceh produk lokal agar memiliki ciri khas yang kuat. Sementara anyaman rotan diharapkan mampu menciptakan produk interior yang beragam, berkualitas dan berdaya saing.

“Tujuan pembinaan dan pendampingan ini untuk menjadikan kain tenun Aceh produk lokal memiliki ciri khas yang kuat serta menghasilkan produk interior anyaman rotan yang beragam, berkualitas dan berdaya saing,” pungkasnya.
Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Aceh Besar Ir. Darmansyah, ST, MT, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Aceh Besar Abdullah, SSos, Camat Darussalam dan Lhoknga. []

Kapolda Aceh Serahkan Bansos untuk Petugas Kebersihan dan Tukang Becak

0

Nukilan.id – Kapolda Aceh Irjen Ahmad Haydar bersama Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) Teuku Mohamad Faisal menyerahkan bantuan sosial berupa sembako kepada petugas kebersihan dan tukang becak di Polda Aceh, Jumat, 31 Maret 2023.

Bantuan sosial tersebut merupakan wujud kepedulian Polri, dalam hal ini Polda Aceh kepada masyarakat dalam bulan suci Ramadan. Selain itu, bansos ini juga bagian dari menjaga ke-stabilan bahan pokok penting atau bapokting masyarakat menjelang hari raya Idul Fitri.

“Alhamdulillah hari ini kami (Polda Aceh) bersama BPMA telah menyerahkan bansos berupa bapokting kepada masyarakat, yang terdiri dari petugas kebersihan dan tukang becak,” kata Ahmad Haydar, usai menyerahkan bansos tersebut.

Di samping itu, Mantan Kapuslabfor Polri itu menyampaikan, sebelumnya dirinya juga telah mengerahkan anggotanya untuk menyerahkan bantuan sosial sesuai basic kedinasan agar kehadiran polri dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Sebelumnya satuan kerja Polda Aceh juga sudah menyerahkan bansos sesuai basic. Misalnya Ditpolair menyerahkan bansos untuk nelayan. Kemudian, Sat Brimob untuk kuli panggul di pasar, dan lain-lain,” ujarnya.

Selanjutnya, Ahmad Haydar juga menyampaikan terima kasih kepada rekanan atau mitra, dalam hal ini BPMA atas bantuannya yang telah menyediakan sembako untuk diserahkan kepada masyarakat. Dirinya juga memastikan kalau bantuan tersebut akan diserahkan semuanya kepada masyarakat yang berhak menerima.

“Terima kasih BPMA untuk bantuannya. Nantinya bantuan tersebut akan diserahkan kepada masyarakat yang berhak menerima,” demikian, ucap Ahmad Haydar.

Sementara itu, mewakili penerima bansos dari petugas kebersihan, Roy mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Aceh dan semua jajaran yang telah peduli kepada masyarakat, apalagi pada bulan Ramadan.

Roy berharap, bantuan seperti ini akan ada lagi ke depan agar masyarakat dapat terbantukan dalam mendapatkan bapokting atau bahan pokok penting.

Hal senada juga disampaikan perwakilan penerima bansos dari tukang becak, Sutrisno. Mewakili komunitasnya ia mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Aceh yang selama ini selalu peduli kepada masyarakat kalangan bawah atau tidak mampu.

Menurut Sutrisno, bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi dirinya dan kawan-kawan tukang becak dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, apalagi dalam bulan Ramadan.

“Mewakili teman-teman komunitas tukang becak, saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Aceh dan jajaran. Semoga kebaikan ini akan dibalas pahala oleh Allah SWT,” harap Sutrisno. []

Sebuah Apresiasi Tulus untuk Kebersamaan di Haramain

0
Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM dan Asisten I Sekdakab Aceh Besar Farhan AP bersama qari dan qariah Aceh Besar MTQ Aceh di Bener Meriah tahun 2022 doa bersama di Masjidil Haram, Mekkah saat melaksanakan ibadah Umrah di Tanah Suci. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Kebersamaan dengan Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM dan keluarga yang tanpa sekat dan batas selama melaksanakan ibadah di Tanah Suci mendatangkan kesan yang begitu lekat pada sosok anak muda belia  Ahmad Muzayyinul Asyir (Juara I Tilawah Remaja Putra) MTQ Aceh di Bener Meriah tahun 2022.

“Assalamualaikum pak, Afwan pak ini Zayyin. Terima kasih banyak pak atas bonus umrahnya dan kebersamaanya juga selama di Haramain bareng kami peserta MTQ,” demikian ungkapan pembuka Muzayyinul yan akrab disapa temannya Zayyin.

Anak muda itu dengan sapaan yang sangat santun mengatakan, perjalanan Umrah kali ini memang agak beda. Ia dan rombongan lansung didampingi oleh kepala daerah yang notabene memberangkatkan rombongan ke Tanah Suci. Zayyin secara terus terang mengaku sungkan untuk bertegur sapa langsung dengan seorang kepala daerah.

“Sebagai bupati mngkin kami sedikit segan untuk menyapa, tapi qadarullah Bapak dan keluarga yang malah duluan menyapa kami dan tidak terlalu menjaga jarak dengan kami,  layaknya seperti keluarga sendiri. Ini benar benar surprise untuk kami. Semoga Bapak dan keluarga sehat selalu dan dipermudah segala urusannya Pak, dunia akhirat,” tutur Zayyin dalam rangkaian WA nya langsung ke Pj Bupati Aceh Besar.

Lantas bagaimana tanggapan seorang Iswanto atas pesan tulus melalui aplikasi Wattshap itu? Jujur saja saya begitu terharu dengan pesan ananda Zayyin. Tapi saya pikir itu semua adalah pernyataan yang tanpa reserve dan tendensi apapun. Dan adalah sebuah kewajiban bagi semua manusia untuk berbuat baik dan saling melindungi serta menghargai satu sama lain.

“Dimanapun kita berada, empati dan rasa saling melindungi dan menghargai adalah satu fitrah manusiawi. Konon lagi kita berada nun jauh di rantau orang, serta di Tanah Suci, tempat semua umat Islam meningkatkan amal dan memperbanyak doa,” kata Iswanto.

Sosok orang nomor satu di Pemkab Aceh Besar itu juga tak mau jika diartikan kebaikan dan rasa care itu hanya sebatas basa basi karena berada di Tanah Suci. Iswanto dan keluarganya ingin agar hubungan komunikasi yang cair serta rasa persaudaraan itu berlanjut hingga ke tanah air sekalipun. Buktinya, ia mengajak anak muda Zaiyyin untuk ikut buka puasa bersama (Bukber) di Meuligoe Aceh Besar setiba mereka kembali ke tanah air.

“Mohon maaf Pak kalau seandainya jadi buka puasa bersama di Meuligoe, mungkin Zayyin belum bisa hadir, karena sudah harus balik ke Jakarta Hari Senin ini untuk nyelesain tugas skripsi sedikit lagi, karena ngejar wisuda bulan 11, mohon  doanya Pak. Dan mohon maaf juga kalau ada sikap Zayyin yang kurang berkenan Pak, semoga suatu saat bisa ada moment lagi untuk bisa berkumpul dengan Bapak dan keluarga, amin ya Rabb sehat terus Pak beserta keluarga. Salam juga buat ibu cut dan si kakak (isteri dan anak dari Muhammad Iswanto yang juga ikut umrah) ya Pak,” demikian penutup dari rangkaian pesan itu.

Simpati dari hati seorang Zaiyyin, setidaknya menjadi cermin utuh dari keseharian Muhammad Iswanto. Dan itu tentu jauh dari dari yang namanya pencitraan apalagi mencari perhatian.

Seperti diketahui sebelumnya, Pemkab Aceh Besar mengumrahkan 11 orang qari dan qariah Aceh Besar yang telah membawa kafilah Aceh Besar menjadi juara umum pada MTQ ke 35 Provinsi Aceh, di Kabupaten Bener Meriah tahun 2022.

Ke 11 orang tersebut dilepas keberangkatkan untuk melaksanakan ibadah Umrah ke Tanah Suci, oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Besar M Ali SSos MSi di Masjid Kemukiman Lamteungoh, Kecamatan Ingin Jaya, Senin (13/3/2023) malam dan dihadiri para Kepala OPD terkait.

Akhir tahun lalu, Pemkab Aceh Besar juga telah memberangkatkan dan memberikan bonus umrah kepada juara MTQ tingkat Provinsi Aceh ke-34 tahun 2019 di Kabupaten Pidie. Selama dua kali berturut-turut pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Aceh itu, kafilah Aceh Besar berhasil keluar sebagai juara umum. Karena itulah, para juara dihadiahi bonus umrah oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

Dalam keberangkatan kali ini, ke-11 qari dan qariah yang menjadi juara I dan berhak memperoleh bonus umrah itu masing-masing Cut Dina Anjali (Juara I Tunanetra Putri), T Musliadi (pendamping Tunanetra Putri), Ahmad Muzayyinul Asyir (Juara I Tilawah Remaja Putra), Nussyarifah (Juara I Qiraah Murattal Dewasa Putri). Selanjutnya, Khairul Umam (Juara I Tahfiz 1 Juz Putra), Rifki Ziyad Farhana, Vaizul Azkia, dan M Fataya Almuwahhid (Juara I Fahmil Quran Putra), Ahsanul Amala (Juara I Khattil Quran Kontemporer putri),  Safrijal (Juara I KTIQ Putra), dan Nabila Umami Octariyadi (Juara I KTIQ Putri). []

 

Aceh Besar Masuk Nominasi 10 Besar Inovasi Alat TTG dan Posyantek Tingkat Provinsi

0
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh Besar, Carbaini SAg. (Foto: Ist)

Nukilan.idKabupaten Aceh Besar masuk ke dalam nomimasi 10 besar pada lomba inovasi alat Teknologi Tepat Guna (TTG), Posyantek terbaik tingkat Provinsi Aceh Tahun 2023 Sebagaimana surat dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) 414.24/5036/DPMG/2022 tanggal 26 Desember 2022 perihal pemberitahuan lomba inovasi alat TTG, lomba Posyantek Terbaik dan lomba TTG Unggulan Tahun 2023.

Lomba Inovasi Alat TTG merupakan agenda tahunan Pemerintah Aceh, penyyelenggaraan lomba tersebut bertujuan untuk mendukung para masyarakat untuk terus berkarya dalam menciptakan Alat Teknologi Tepat Guna yang ramah lingkungan dan memiliki nilai jual yang terjangkau, sehingga Alat Inovasi TTG nantinya mampu mendukung para pelaku usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam memperoleh alat yang ekonomis namun berkualitas.

Oleh karena itu, Tim Juri lomba inovasi alat TTG, lomba Posyantek dan lomba TTG Unggulan yang dibentuk dengan keputusan Gubernur telah menetapkan beberapa Kabupaten/Kota yang berhak mengikuti tahap selanjutnya yaitu seleksi klarifikasi lapangan.

Dengan keputusan tim juri lomba pada kegiatan TTG itulah, Aceh Besar masuk kedalam nominasi 10 besar TTG yang berdasarkan 3 Kategori yang dimiliki Aceh Besar meliputi kategori Inovasi alat TTG seperti Senapan Pangan Swar Z dan Pompa Air Tenaga Dayung, kategori Posyantek seperti Ajuen Supernova, Tunas Muda, dan Tanjung Mandiri serta kategori TTG Unggulan seperti Mesin Cetak Breaket, Mesin Fiber Cekortocator dan Mesin Cocopeat.

“Mudah-mudahan Aceh Besar menjadi juara pada perlombaan TTG tingkat Provinsi Aceh Nantinya, apalagi Aceh Besar yang akan menjadi tuan rumah pada perlombaan TTG 2023 pada bulan Mei mendatang,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh Besar, Carbaini SAg, Jum’at (31/3/2023).

Dengan kesiapan alat dan lapangan pihaknya sangat antusias menyambut TTG XXIV di Kota Jantho. Menurut Carbaini, ini merupakan hal baru bagi masyarakat Aceh Besar, karena inovasi-inovasi dan teknologi tepat guna harus berbasis gampong, jadi setiap gampong atau masyarakat yang memiliki inovasi harus didukung dalam pengembangannya, sehingga itu memiliki manfaat bagi masyarakat lain.

“Inti dari TTG ini, bagaimana kita bisa paparkan terkait inovasi yang kita lakukan, baik dari sektor pertanian, UMKM atau hal lainnya, yang pada intinya, teknologi itu dikembangkan oleh masyarakat, dan akan dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, menurut Carbaini, TTG ke XXIV menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkab Aceh Besar, selain menjadi penyelenggara yang baik dan santun, Aceh Besar harus bisa mempertahankan gelar juara.

“Ini menjadi satu hal yang menarik, kita berusaha menjadi tuan rumah yang baik, namun juga menjadi peserta terbaik untuk mempertahankan juara,” ungkapnya.

Carbaini menuturkan, jika saat ini pihaknya telah melakukan berbagai persiapan terkait dengan penyelenggaraan TTG XXIV di Kota Jantho tahun 2023, saat ini pihaknya telah melakukan persiapan lokasi kegiatan, penginapan, tempat makan dan wisata bagi peserta dan kuliner.

“Insya Allah bisa digelar Mei mendatang. Kita sudah lakukan beberapa persiapan, dari lokasi kegiatan hingga wisata dan kuliner, sedangkan untuk memastikan kita sebagai juara, kami juga sudah mulai memantau peralatan dan teknologi unggulan untuk kita tampilkan di TTG mendatang,” pungkasnya.

Kunjungi Dekranasda, Kemenkumham Aceh Kagumi Kekayaan Intelektual Aceh Besar

0
Nukilan.id- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Aceh melalui Kepala Devisi Pelayanan Hukum dan HAM Junarlis SH MSi mengungkapkan rasa kagummya atas kekayaan intelektual pengrajin Aceh Besar yang dituangkan dalam berbagai macam handicraft di Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Besar di Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Jumat (31/3/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id– Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Aceh melalui Kepala Devisi Pelayanan Hukum dan HAM Junarlis SH MSi mengungkapkan rasa kagummya atas kekayaan intelektual pengrajin Aceh Besar yang dituangkan dalam berbagai macam handicraft di Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Besar di Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Jumat (31/3/2023).

Junarlis mengatakan, Aceh Besar meraih apresiasi dan penghargaan pada ajang promosi kreasi kerajinan di Jakarta Internasional Handicraft (Inacraft) ke-23, di Jakarta Convention Center (JCC) awal maret lalu. Tak salah jika kerajinan Aceh Besar meraih banyak apresiasi di Inacraft, karena memang kerajinan Aceh Besar memiliki ciri khas yang berbeda dan sangat bagus.

“Saya sangat kagum dan terpesona dengan hasil karya para pengrajin di Aceh Besar ini,” ujarnya saat mengunjungi Dekranasda Aceh Besar.

Junarlis juga mengapresiasi Pemerintah Aceh Besar, Dekranasda dan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Aceh Besar yang telah bekerja sama dan bersinergi dengan Kantor Hukum dan HAM dalam melakukan pembinaan terhadap kekayaan intelektual dalam rangka memberikan perlindungan hukum terhadap hasil karya masyarakat.

“Semoga kerja sama ini terus terjalin dengan baik untuk mendukung, melindungi tumbuh dan berkembangnya handicraft pengrajin,” harapnya.

Ketua Harian Dekranasda Aceh Besar Ir Darmansyah ST MSi yang juga Kadiskopukmdag Aceh Besar mengatakan Kantor Kemenkumham Aceh telah memberikan dukungan terhadap upaya perlindungan hasil karya masyarakat Aceh Besar khususnya kepada pelaku usaha melalui penyuluhan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Hak Cipta, Hak Paten dan sebagainya.

“Kemenkumham Aceh selama ini telah memberikan dukungan bagi pengerajin kita untuk mendapatkan HKI, Hak Cipta dan Hak Paten,” katanya.

9 Rumah di Gayo Lues Hangus Terbakar, Satu Warga Meninggal Dunia

0

Nukilan.id – Telah terjadi insiden kebakaran pada pemukiman warga yang berlokasi di Dusun Lah, Desa Pining, Kecamatan Pining, Gayo Lues, Jum’at (31/3/2023) sekitar pukul 02.20 WIB dini hari.

Adapun, kebakaran tersebut mengakibatkan sebanyak 9 unit rumah warga hangus terbakar. Kemudian, insiden ini juga menelan korban, yakni salah seorang remaja putri yang masih duduk dibangku SMP bernama Fitri berusia 14 tahun ditemukan meninggal dunia karena terkepung api.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Ilyas melaporkan, bahwa kobaran api awalnya berasal dari konsleting listrik di salah satu rumah warga.

“Penyebab kebakaran diduga akibat konsleting listrik,” Kata Ilyas dilansir dari merdeka.com, Jum’at (31/3/2023).

Ia melanjutkan, bahwa saat ini sedang dilakukan pendataan terhadap setiap korban yang terdampak.

“Korban terdampak dan jumlah pengungsi masih dalam pendataan,” ujarnya.

Diketahui, BPBD Gayo Lues mengerahkan empat unit armada damkar untuk melakukan pemadaman api dan dibantu oleh personil gabungan TNI dan Polri beserta masyarakat setempat.

Sementara itu, api berhasil dipadamkan oleh petugas dilapangan dan masyarakat pada pukul 04.09 WIB. [Merdeka.com]

Hadirkan Desainer Nasional, Aceh Besar Perkuat Sektor Ekonomi Kreatif

0
Nukilan.id - Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kabupaten Aceh Besar bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menghadirkan desainer nasional untuk melakukan penguatan sektor ekonomi kreatif. pembinaan dan peningkatan industri kerajinan songket dan anyaman rotan di Aula Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis (30/3/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kabupaten Aceh Besar bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menghadirkan desainer nasional untuk melakukan penguatan sektor ekonomi kreatif. pembinaan dan peningkatan industri kerajinan songket dan anyaman rotan di Aula Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis (30/3/2023).

Desainer Vinto R. Effendi akan mendampingi 14 pengrajin songket dan 10 penganyam rotan selama dua pekan kedepan di Aceh Besar.

Penjabat (Pj) Ketua Dekranasda Aceh Besar Cut Rezky Handayani mengatakan Aceh Besar memiliki produk unggulan dengan ciri khasnya serta menggunakan bahan baku lokal yang akan kita kembangkan bersama.

“Hari ini kita menghadirkan desainer nasional untuk mendampingi dan memberikan edukasi serta inspirasi agar songket dan anyaman rotan terus berinovasi,” katanya.

Ia mengaku selama ini terus bersinergi dengan stakeholders dalam rangka peningkatan kapasitas pengrajin dan peningkatan kualitas hasil karya. Hal itu dilakukannya agar produk songket dan anyaman rotan semakin berkualitas dan pengrajin mendapatkan nilai ekonomis yang lebih baik.

“Kita ingin pengrajin mendapatkan hasil yang lebih baik dengan meningkatnya kualitas dan kuantitas serta bernilai kompetitif dengan pembinaan dan pendampingan yang dilakukan,” harapnya.

Sementara itu Desainer Vinto sendiri mengaku tertarik untuk mendampingi pengrajin songket karena Aceh Besar memiliki songket warisan leluhur asli, bukan yang dibawa oleh pendatang, hal itu terbukti dengan alat tenun yang berbeda dengan yang ada di daerah lain.

“Aceh Besar punya warisan asli tenun songket yang perlu dikembangkan,” ujar Vento yang juga salah seorang Juri Inacraf.

Ketua Panitia Pelaksana Enni Zusniati, SE mengatakan para pengrajin akan dibina dan didampingi oleh dua pendamping yaitu Rustam Efendi atau lebih dikenal Vento dan Haerul UX UI yang juga Desainer dari Jakarta.

“Selama 12 hari akan berada di Darussalam membina 14 pengrajin songket dan 5 hari di Lhoknga bersama 10 Penganyam Rotan,” sebut Enny.

Ia menuturkan pembinaan nantinya dalam hal peningkatkan kualitas bahan, menjadikan kain tenun Aceh produk lokal agar memiliki ciri khas yang kuat. Sementara anyaman rotan diharapkan mampu menciptakan produk interior yang beragam, berkualitas dan berdaya saing.

“Tujuan pembinaan dan pendampingan ini untuk menjadikan kain tenun Aceh produk lokal memiliki ciri khas yang kuat serta menghasilkan produk interior anyaman rotan yang beragam, berkualitas dan berdaya saing,” pungkasnya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Aceh Besar Ir. Darmansyah, ST, MT, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Aceh Besar Abdullah, SSos, Camat Darussalam dan Lhoknga.