Beranda blog Halaman 1326

YPAC Gelar Pameran dan Pentas Seni Budaya Aceh

0
Yayasan Pembina Anak Cacat (YPAC) Aceh menggelar Pameran dan pentas seni budaya Aceh dengan mengusung tema " Kearifan lokal" di Gampong Santan, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (22/6/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Yayasan Pembina Anak Cacat (YPAC) Aceh menggelar Pameran dan pentas seni budaya Aceh dengan mengusung tema ” Kearifan lokal” di Gampong Santan, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (22/6/2023).

Ketua Pembina YPAC Aceh Bachtiat Nitura mengatakan, pihaknya sebagai pengurus yayasan selalu berupaya bagaimana mengoptimalkan agar potensi anak-anak di yayasan ini bisa tampil menjadi anak yang berguna, bermanfaat bagi negara dan bangsa serta orang tuanya.

Baca Juga: Lukisan “Bunga Nusantara” Siswi Disabilitas YPAC Banda Aceh Juara III Nasional

Sehinga anak-anak yang lulus di sini bisa menjadi berguna di dalam masyarakat baik itu di dalam kehidupan dalam segi ekonomi maupun dalam bermasyarakat.

“Kami tentu sebagai pembina sangat berharap pada anak-anak ini teruslah berupaya dalam mengoptimalkan potensi yang ada pada diri dengan terus berlatih, juga terus bersosialisasi untuk menciptakan agar potensinya yang ada itu bermanfaat yang dirasakan oleh masyarakat.” katanya.

Selanjutnya kepada sekolah SIB-CD YPAC Banda Aceh Irma Gemini Sembiring S,pd menambahkan, pihaknya mengajarkan siswa-siswa di yayasan tersebut yang mempunyai hambatan intelektual, hambatan bina dan gerak, dan hambatan prilaku dan emosi.

“Kita selalu menanamkan lebih awal kemandirian dari proses pembelajaran anak-anak ini untuk mencapai kemandiriannya. Jadi harus ada kerja sama antara orang tua dan sekolah agar apa yang kita harapkan bisa tercapai untuk siswa-siswa kita ini untuk kita lakukan di sekolah.”

Sementara itu, jumlah siswa yang ada di yayasan tersebut 126 siswa yang terdiri dari 3 kekhususan.

“Jadi disini jenjang pendidikan dari kelas 1 Sekolah Dasar (SD) hingga kelas 3 Sekolah Menengah Atas (SMA),”| ujarnya.

Irma juga berpesan, kepada orang tua agar mendukung penuh terhadap anak-anak ini, karena mustahil sekolah maupun untuk melakukan kemandirian untuk anak-anak kita ini, tampak ada dukungan penuh dari orang tua.

“Anak-anak saya, teruslah berpacu, tidak ada perbedaan disisi Allah, tetap semangat, tetap kuat dan yakin akan ada perubahan di masa yang akan datang.” ungkapnya.

Selanjutnya, Ketua (YPAC) Aceh H.T. Ibrahim berharap kepada pemerintah terkait, terkhusus kepada pemerintah Aceh agar memberi perhatian khusus kepada YTAC Aceh, baik yang ada sekolah di Santan maupun yang ada di Gampong Kramat.

“Jadi sebelumnya juga saya sudah membawa mantan Sekda Aceh pak Taqwallah dan juga kadis Dinsos Aceh melihat anak-anak ini, baik yang ada di Santan maupun di Gampong Kramat dengan harapan bisa menjadi perhatian khusus dari pihaknya.”

Ia juga mengatakan, anak-anak yang ada di YPAC Aceh ini juga mempunyai kemampuan yang belum tergali yang luar biasa, misalnya kemarin kami baut pelatihan barbershop, luar biasa keahlian anak-anak kita ini, begitu juga dengan yang perempuan, kita buat pelatihan rias pengantin, juga luar biasa kemampuannya.

Pada kesempatan itu, Ia berharap kepada orang tua yang ada diseluruh Aceh, kalau ada anak kita berkelakuan khusus ini jangan pernah malu.

“Mohon nanti kepada perangkat Gampong boleh menitipkan disini untuk kita bina, kita didik. Karena anak-anak ini pembawa rizki, pasti anak-anak ini punya kemampuan yang luar biasa. InsyaAllah kami akan menampungnya.” tutupnya.

Baca Juga: Kadis DPKA Kukuhkan Forum Perpustakaan Sekolah/Madrasah

Kadisdik Aceh Tutup LKS- SMK se-Aceh 2023, Banda Aceh Sabet Juara Umum

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM secara resmi menutup Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK ke XXXI tahun 2023 dan expo produk SMK tingkat Provinsi Aceh. Hotel Grand Aceh Syariah, Banda Aceh, Kamis, 22 Juni 2023. (Foto: Ist)

Nukilan.id –  Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM secara resmi menutup Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK ke XXXI tahun 2023 dan expo produk SMK tingkat Provinsi Aceh.

Penutupan kegiatan LKS yang diikuti oleh siswa SMK dari seluruh cabang dinas pendidikan di kabupaten/kota di Aceh itu berlangsung di Hotel Grand Aceh Syariah, Banda Aceh, Kamis, 22 Juni 2023.

Hasilnya, Cabang Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh keluar sebagai juara umum. SMK se Kota Banda Aceh meraih juara umum dengan perolehan poin; 10 medali emas, 2 medali perak, dan 4 medali perunggu.

“Mudah-mudahan penilaian dewan juri benar adanya, tidak lebih dan kurang karena tujuan kita kualitas bukan kuantitas. Mari kita utus putra putri bangsa untuk meraih prestasi yang kita inginkan,” ujar Alhudri saat menutup pagelaran LKS SMK se-Aceh.

Alhudri berpesan kepada seluruh pelajar yang memenangkan lomba untuk bertumbuh menjadi lebih baik lagi, sebaliknya kepada peserta yang belum mendapatkan juara pada perlombaan dirinya meminta untuk berusaha lebih baik lagi sehingga menjadi yang terbaik dari yang terbaik.

Baca Juga: LKS SMK Tingkat Provinsi ke XXXI Resmi Dibuka, Ini Pesan Plh. Kadisdik Aceh

Kemudian dalam sambutannya Alhudri juga menyampaikan pesan kepada seluruh Kepala Dinas Cabang serta para Guru untuk terus mendidik para siswa, saling bahu membahu demi mencetak generasi lebih unggul.

“Layaknya tarian saman yang saling kompak, jadi saya mengajak bapak ibu karena kita cerminan dan kita membuat cermin tapi jangan lupa bercermin, terutama kita dulu yang bercermin sehingga yang bercermin pada kita tidak keliru,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Aceh, Dr. Asbaruddin mengatakan seluruh rangkaian kegiatan lomba diselesaikan dengan baik, para siswa dari setiap daerah telah menyumbangkan seluruh kompetensi terbaiknya.

“Siswa siswi SMK se Aceh sudah luar biasa menyumbangkan kompetensi terbaiknya, pemenang nanti dipilih mewakili Aceh untuk bertanding di kancah nasional, sejumlah peserta sudah berhadir sebanyak 23 kabupaten dan alhamdulillah dalam keadaan sehat dan segera kembali ke kabupaten kota masing-masing,” ujarnya.

Penyerahan piala kemenangan untuk para peserta diserahkan langsung oleh Kadisdik Aceh serta uang pembinaan.

Untuk diketahui, LKS ini meliputi 22 cabang lomba dengan 6 area kategori, yaitu; kelompok konstruksi teknologi bangunan dan agribisnis, kelompok seni kreatif dan fashion, kelompok teknologi informasi dan komunikasi, kelompok teknologi manufaktur dan rekayasa, kelompok pariwisata, layanan sosial dan individual, serta kelompok transportasi yang melibatkan peserta didik terbaik di bidangnya pada tiap kabupaten.

Untuk kelompok konstruksi, teknologi bagunan dan agribisnis meliputi; teknik pemasangan tegel keramik dinding dan lantai (wall and floor tiling), teknik Instalasi kelistrikan (electrical installation), pembuatan kabinet (cabinet making).

Selanjutnya, pemasangan batu bata (bricklaying), teknik tata udara dan pendingin (refrigeration and air conditioning), lanskap dan pertamanan (landscape and gardening), dan pemasangan instalasi pipa air dan pemanas (plumbing and heating)

Untuk kelompok seni kreatif dan fashion meliputi, teknologi mode (fashion technology), teknologi desain grafis (graphic design technology), dan teknik gambar bangunan (CAD building).

Kelompok teknologi informasi dan komunikasi meliputi, komputasi awan (cloud computing), teknologi informasi sistem administrasi jaringan (IT network system administration), teknologi informasi piranti lunak untuk bisnis (IT software solution for business)

Adapun untuk kelompok teknologi manufaktur dan rekayasa meliputi lomba elektronika (electronics), teknik perancangan pemesinan CAD (mechanical engineering CAD), pengelasan (welding), kelompok pariwisata dan layanan sosial dan individual hotel resepsionis (hotel reception), pelayanan restoran (restaurant service), serta penataan rambut (hairdressing)

Sementara untuk kelompok transportasi hanya meliputi satu lomba, yaitu teknologi otomotif mobil (automobile technology). []

Baca Juga: Disdik Aceh Selenggarakan LKS Tingkat SMK Terdiri Dari 22 Cabang Lomba dan 6 Kategori

AMSI Bersama 12 Organisasi Masyarakat Sipil Jalin Kerjasama Ciptakan Pemilu Damai 2024.

0
Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama 12 organisasi masyarakat sipil menandatangani Komitmen Bersama Ciptakan Pemilu Damai 2024. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama 12 organisasi masyarakat sipil menandatangani Komitmen Bersama Ciptakan Pemilu Damai 2024.

Komitmen Pemilu Damai ini bagian dari Social Media 4 Peace Project yang digagas Koalisi Damai dan didukung UNESCO dan Uni Eropa.

Penandatanganan Komitmen Pemilu Damai ini adalah bagian dari acara Diskusi Tingkat Tinggi Melawan Ujaran Kebencian dan Disinformasi Jelang Pemilu 2024 di Jakarta, Kamis (22/6/2023).

Baca Juga: AMSI Luncurkan Microsite E-Learning Manajemen dan Pengelolan Media Siber

Valerie Julliand, United Nations Resident Coordinator di Indonesia menyatakan pertemuan dan penandatanganan komitmen bersama pemilu damai ini penting karena Indonesia akan menghadapi pemilu 2024 yang cukup besar.

Menurut Julliand kehadiran teman-teman organisasi masyarakat sipil (CSO) yang tergabung dalam Koalisi Damai dengan perwakilan PBB, Uni Eropa, Platform Media Sosial, Penyelenggara Pemilu dan pemerintah diharapkan bisa mengurangi aktivitas ujaran kebencian dan disinformasi selama rangkaian Pemilu 2024.

Sementara itu Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja menyambut hadirnya Koalisi Damai dan komitmen untuk mewujudkan pemilu damai dari berbagai pihak.

“Kita punya pengalaman dari pemilu sebelumnya bahwa hoaks dan ujaran kebencian memberi dampak negatif di masyarakat, bangsa dan hubungan sosial,” tutupnya.

Baca Juga: AMSI Jalin Kerjasama Dengan KPU Untuk Program Jurnalisme Cek Fakta Pemilu 2024

Di Banda Aceh, Plt Direktur PAUD Nasional: Transisi Pelajar dari PAUD ke SD Harus Menggembirakan Anak

0
Kunjungan Plt. Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) RI, Komalasari yang diterima Wakil Ketua Pokja Bunda PAUD Aceh, Malawani Alhudri. Kamis, (22/6/2023). (Foto: Ist)

Nukilan.id – Pelaksana Tugas Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) Republik Indonesia, Komalasari, mengatakan transisi pendidikan anak, dari tingkat pendidikan usia dini ke sekolah dasar, harus berjalan mulus.

Untuk itu, kementerian berupaya menguatkan kolaborasi dengan Bunda PAUD di seluruh daerah. Komalasari berharap kebijakan transisi anak PAUD ke SD menjadi kebijakan yang benar-benar menjaga hak anak.

Baca Juga: LKS SMK Tingkat Provinsi ke XXXI Resmi Dibuka, Ini Pesan Plh. Kadisdik Aceh

“Salah satu fokus ke depan adalah menghilangkan tes sebagai syarat siswa PAUD untuk masuk sekolah dasar sederajat,” ujar Komalasari saat berkunjung ke Banda Aceh, Kamis (22/6/2023).

Komalasari mengatakan selama ini anak-anak dianggap mampu dan dapat bersekolah di sekolah dasar karena kemampuan mereka membaca dan menulis. Padahal seharusnya yang dilakukan oleh sekolah adalah memantik pemahaman mereka untuk menyerap pengetahuan dan literasi, bukan sekadar membaca dan menulis.

“Paud itu 0-8 tahun. Ini adalah masa meletakkan pondasi. Kami meluncurkan kebijakan ini agar anak PAUD dan SD kelas awal memiliki kesempatan untuk meletakkan pondasi belajar,” kata Komalasari.

Saat ini, kata Komalasari, masih terjadi kesalahpahaman di tingkat sekolah dengan mengharuskan anak yang memasuki tahap sekolah dasar untuk bisa membaca, menulis, dan berhitung.

“Sebenarnya tes calistung sudah kita larang sejak 2010. Sudah ada regulasi dan itu dikuatkan dengan Permendikbud 2021 tentang PBDB,” kata Komalasari.

“Kami berusaha untuk menguatkan kembali aturan itu agar anak-anak, saat bertransisi dari PAUD ke SD, merasa senang. Proses transisi itu harus menyenangkan.” lanjutnya.

Komalasari mengatakan kemampuan anak bukan sekadar membaca, menulis dan berhitung. Anak-anak sejak dini juga perlu mengenal agama, budi pekerti, dilatih motorik dan mengenal perawatan diri, keterampilan sosial, kemampuan koknitif serta pembelajaran positif terhafap belajar

Dalam kunjungannya yang diterima oleh Wakil Ketua Pokja Bunda PAUD Aceh, Malawani Alhudri, itu Komalasari juga mendorong partisipasi ayah dalam mendampingi anak-anak pada hari pertama sekolah. Dia berharap ayah menjadi pribadi yang peka dan peduli terhadap keberlangsungan pendidikan anaknya.

“Di sekolah, guru-guru PAUD dan SD perlu bekerja sama untuk memberikan pembelajaran yang menyenangkan dan nyaman bagi anak-anak selama berada di lingkungan sekolah,” kata Komalasari.[]

Baca Juga: Disdik Aceh Selenggarakan LKS Tingkat SMK Terdiri Dari 22 Cabang Lomba dan 6 Kategori

Badko HMI Aceh Layangkan Surat Terbuka Kepada Presiden RI

0

Nukilan.id – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Aceh melayangkan surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk protes dan upaya untuk mewujudkan keadilan bagi masyarakat Aceh. 

Dalam surat tersebut, Badko HMI Aceh menyampaikan beberapa pertimbangan yang melatarbelakangi tindakan tersebut.

Salah satu pertimbangan yang disampaikan adalah terkait kesepakatan perdamaian antara pemerintah Indonesia dengan bangsa Aceh yang akan berumur 18 tahun pada 15 Agustus 2023 mendatang. Meskipun kesepakatan tersebut telah berjalan cukup lama, Badko HMI Aceh menilai bahwa pelaksanaan butir-butir kesepakatan tersebut masih belum berjalan dengan baik.

Selain itu, Badko HMI Aceh menyoroti kondisi kehidupan masyarakat Aceh yang masih belum menguntungkan. Mereka mengungkapkan bahwa konflik dan kemiskinan masih menjadi masalah yang terus berkelindan di Aceh. 

Masyarakat Aceh masih menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan makanan, serta kesulitan dalam membaca dan menulis dengan baik. Meskipun telah ada kebijakan dana otonomi khusus yang diberikan oleh pemerintah pusat, angka kemiskinan di Aceh tetap tinggi dan pendidikan di Aceh belum mencapai taraf yang diharapkan.

Badko HMI Aceh juga menyoroti tingginya tingkat korupsi di Aceh yang berkontribusi terhadap kondisi keterpurukan provinsi tersebut. Mereka menuntut Presiden Republik Indonesia untuk membentuk tim khusus dan melakukan pengawasan yang ketat terhadap penggunaan anggaran negara di Aceh guna mengatasi masalah ini.

Surat terbuka tersebut juga mengandung tuntutan kepada Presiden Republik Indonesia. Badko HMI Aceh meminta Presiden untuk meminta maaf dan menjelaskan ke publik, terutama kepada masyarakat Aceh, terkait pelanggaran HAM berat yang masih belum mendapatkan keadilan. 

Mereka menuntut Presiden untuk segera merealisasikan butir-butir kesepakatan yang ada di dalam MoU Helsinki antara pemerintah Indonesia dan bangsa Aceh. Selain itu, Badko HMI Aceh juga menekankan perlunya memperpanjang dana otonomi khusus untuk Aceh serta mengatasi masalah korupsi di provinsi tersebut.

Badko HMI Aceh mengharapkan surat terbuka ini dapat membangunkan pemimpin-pemimpin mereka dan mendorong langkah-langkah konkret dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat Aceh. 

Mereka mengingatkan bahwa perdamaian yang telah tercapai harus diikuti oleh dampak positif yang nyata bagi masyarakat Aceh, dan mengajak para pemimpin untuk tidak terlena dengan kondisi saat ini, melainkan melakukan tindakan yang memadai untuk memperbaiki situasi yang ada.

Dirjen Imigrasi Analogikan Paspor dengan Surat Izin Mengemudi

0
Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI Silmy Karim.

Nukilan.id – Dirjen Imigrasi Analogikan Paspor dengan Surat Izin Mengemudi Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI Silmy Karim menganalogikan paspor sebagai dokumen perjalanan mirip dengan Surat Izin Mengemudi (SIM). 

Hal ini disampaikan Silmy menanggapi pernyataan anggota DPR RI tentang keterlibatan petugas imigrasi dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). 

“Saya ada analogi yang pas, ketika seseorang mengalami kecelakaan di jalan karena mengemudi mobil, dia memiliki SIM, ketika tabrakan yang disalahkan bukan yang menerbitkan SIM. Begitu juga dengan paspor, ketika disalahgunakan, apalagi sekarang usia paspor 10 tahun. Waktu pertama kali mungkin prosedural, ketika berangkat selanjutnya untuk tahun ke lima atau sepuluh tahun kemudian tidak prosedural kemudian yang ditangkap petugas imigrasi juga nggak pas,” ujarnya saat Rapat Dengar Pendapat dengan Anggota Komisi III DPR RI di Gedung DPR RI pada Selasa (21/06/2023). 

Silmy meminta dukungan anggota DPR RI agar permasalahan ini didudukkan dengan porsi yang pas sehingga petugas imigrasi yang berada di pelayanan paspor dan pemeriksaan keimigrasian dapat bekerja dengan lebih percaya diri. 

Silmy tidak ingin anggotanya penuh kekhawatiran dalam menerbitkan paspor bagi WNI yang mengakibatkan kontraproduktif dengan semangat pelayanan prima kepada masyarakat. Silmy tidak menafikan adanya data bahwa 90 persen korban TPPO di luar negeri adalah wanita pekerja migran Indonesia. Untuk itu dia menginstruksikan jajarannya lebih tegas lagi dalam memberikan paspor kepada calon pekerja migran Indonesia. 

“Bahkan di daerah kami juga memerintahkan untuk melarang, khusus wanita, karena yang paling banyak dieksploitasi di luar negeri itu wanita. Kita larang yang usia 17-45 tahun, bila profilingnya tidak jelas maka langsung kita tolak permohonan paspornya, bahkan kita mau kunci sampai 5 tahun tidak boleh membuat paspor,” jelas Silmy. 

Dalam forum tersebut Dirjen Imigrasi juga memaparkan bahwa petugas imigrasi telah berhasil menggagalkan 10.138 calon pekerja migran Indonesia nonprosedural yang akan berangkat ke luar negeri sepanjang Tahun 2023. Penolakan keberangkatan tersebut dilakukan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi di bandar udara, pelabuhan laut, dan pos lintas batas. 

Hal tersebut, ujar Silmy, merupakan bentuk komitmen Ditjen Imigrasi dalam pencegahan TPPO terhadap para calon pekerja migran Indonesia tanpa dokumen yang lengkap yang berpotensi menjadi korban di luar negeri. 

Selain itu Dirjen Imigrasi juga akan segera membentuk Satgas TPPO untuk menindaklanjuti saran Komisi III DPR RI. Satgas TPPO, jelas Silmy, akan fokus dalam pencegahan WNI, khususnya para calon pekerja migran Indonesia dari jerat kejahatan perdagangan orang. 

“Satgas tersebut akan kami bentuk sesegera mungkin untuk menindaklanjuti saran dan masukan dari Para Anggota Komisi III DPR RI,” pungkas Silmy. []

Teuku Riefky Harsya: Pendidikan Vokasi Penting untuk Tingkatkan Kualitas SDM di Aceh

0
Wakil Ketua Komisi I DPR-RI, Teuku Riefky Harsya (TRH). Foto: tangkapan layar.

Nukilan.id – Dalam era Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan fenomena inovasi yang distruktif, pendidikan vokasi menjadi prasyarat utama bagi adaptasi yang sukses. Oleh karena itu, Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Teuku Riefky Harsya, mendorong pentingnya pendidikan vokasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Aceh.

Hal tersebut disampaikan Teuku Riefky saat mengisi acara webinar dengan tema “Peningkatan Kualitas SDM Aceh Melalui Pendidikan Vokasi” yang diselenggarakan Komisi I DPR-RI bersama Ditjen Informasi Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pada Kamis 22 Juni 2023.

Dalam pernyataannya, Teuku Riefky menyampaikan bahwa pendidikan vokasi diharapkan dapat membantu Indonesia menghadapi tantangan global, terutama di Aceh. 

“Dalam menghadapi dinamisnya Revolusi Industri yang masih dalam tahap awal perkembangannya, pendidikan vokasi menjadi kunci untuk mempersiapkan generasi muda menghadapinya,” katanya.

Menurutnya, perubahan model pembelajaran dan keberadaan tenaga pendidik yang berkompeten juga menjadi hal penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Tujuannya adalah agar peserta didik dapat siap menghadapi perubahan yang terjadi dalam dunia industri.

“Pendidikan vokasi berorientasi pada proses dan produk, di mana peserta didik dipersiapkan siap terjun ke dunia kerja. Ini menjadi penting karena pendidikan vokasi mampu mengatasi masalah pengangguran yang ada di tengah-tengah kita,” ujar Wakil Ketua Komisi I DPR-RI itu.

Teuku Riefky menilai, pendidikan vokasi memiliki peran yang berbeda dengan pola sekolah akademik, di mana pendekatan akademik lebih mengutamakan teori daripada praktek di lapangan. Namun, dalam dunia kerja, praktek di lapangan menjadi keahlian yang sangat dibutuhkan untuk mengidentifikasi peluang pekerjaan dengan cepat.

“Pentingnya pendidikan vokasi juga terlihat dari kebutuhan perusahaan industri yang mengandalkannya sebagai sumber perekrutan karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan vokasi dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengurangi angka pengangguran,” terangnya.

Komisi I DPR-RI berkomitmen untuk terus mendorong program-program pengembangan dan peningkatan kualitas generasi Indonesia, termasuk di Aceh. Mereka meyakini bahwa generasi yang memiliki keterampilan, kompetensi, dan nilai-nilai kebangsaan yang kuat adalah kunci sukses dalam membangun dan meningkatkan kemajuan bangsa.

“Melalui kerja keras, kedisiplinan, dan doa kepada Yang Maha Kuasa, tantangan dapat diubah menjadi peluang yang menjanjikan. Hal ini diharapkan dapat membawa perubahan dan perbaikan menuju Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya. [Rjf]

Acer Indonesia Sukses Terapkan Transformasi Digital melalui Platform Jelajah Ilmu di Aceh

0
Kegiatan belajar mengajar dengan platform Jelajah Ilmu di MIN 9 Banda Aceh.

Nukilan.id – Berhasil meningkatkan prestasi akademik dan mendorong transformasi digital di ratusan sekolah, kini platform Jelajah Ilmu telah digunakan oleh ribuan siswa dari Sabang sampai Merauke. 

Bahkan di Provinsi Aceh, Jelajah Ilmu telah menjadi bagian dari program transformasi digital yang telah diaplikasikan oleh ratusan madrasah yang tersebar di 19 Kabupaten Kota sejak tahun 2022.

Sukses menerapkan sistem pembelajaran digital melalui platform Jelajah Ilmu pada ratusan sekolah dan telah digunakan oleh ribuan siswa di Tanah Air, Acer Indonesia hari ini (22/06) mengumumkan kesuksesan penerapan program transformasi digital yang salah satunya adalah dari Provinsi Aceh. 

Jelajah Ilmu adalah suatu platform edukasi digital terpadu yang meliputi platform pembelajaran secara online dan konten pendidikan seperti buku digital dari penerbit ternama, laboratorium virtual, materi presentasi pengajaran harian, dan termasuk bank soal. Jelajah Ilmu telah mendapatkan banyak penghargaan internasional dengan konten sesuai kurikulum nasional Indonesia. 

Dalam penerapannya, Jelajah Ilmu membantu melakukan pengelolaan dan distribusi materi pembelajaran, membantu komunikasi dan kolaborasi antar ekosistem sekolah, melakukan pengumpulan dan penilaian tugas, serta meningkatkan aksesibilitas dan fleksibilitas dalam pemberian materi dan tugas. 

Selain itu, Jelajah Ilmu juga bisa digunakan untuk melakukan pengawasan dan analisis performa murid oleh sekolah, guru, hingga orang tua. Jelajah Ilmu menawarkan kemudahan proses belajar mengajar sehingga memungkinan banyak sekali penghematan waktu dan sumber daya untuk pengelolaan administrasi sekolah, sehingga guru dapat melakukan hal produktif lainnya, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar di sekolah. 

Sejak pelaksanaannya hingga saat ini, Jelajah Ilmu telah digunakan di lebih dari 100 madrasah yang tersebar di 19 kabupaten atau kota, di mana Jumlah tersebut mencakup sekitar 83% dari area Provinsi Aceh. Banyaknya pengguna platform Jelajah Ilmu meningkat tajam dari awal penerapan program di tahun 2022, yakni hanya di 6 kabupaten atau kota.

Tercatat, salah satu sekolah yang menerapkan transformasi digital melalui platform Jelajah Ilmu ialah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 9 Banda Aceh. Sukses dalam penerapan Jelajah Ilmu, siswa/i di MIN 9 Banda Aceh mengalami peningkatan prestasi akademis.

Herbet Ang, Presiden Direktur Acer Indonesia, mengatakan, “Melalui Jelajah Ilmu, Acer Indonesia hadir sebagai perusahaan yang mendorong transformasi teknologi di masyarakat dengan mendukung percepatan digitalisasi pendidikan di madrasah dan sekolah di berbagai daerah di Indonesia. Hadirnya Jelajah Ilmu juga sebagai upaya perusahaan untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah, dan membantu meningkatkan mutu pendidikan nasional.” 

Sementara itu, Hj. Ummiyani, M. Pd., Kepala MIN 9 Banda Aceh, mengatakan, “Kami mengapresiasi atas langkah Acer Indonesia menciptakan platform Jelajah Ilmu yang telah memberikan banyak manfaat langsung kepada madrasah. Sebagai Kepala Madrasah, platform Jelajah Ilmu membantu kami dalam melakukan pemantauan, penyelesaian masalah di tiap kelas dengan solusi yang tepat, membuat perencanaan sekolah menjadi lebih baik dan terukur. Semua ini tentunya berdasarkan data yang kami dapatkan lewat penerapan Jelajah Ilmu sehari-hari di madrasah.”

Ummiyani meyakini telah terjadi perubahan yang terstruktur dan sistematis dengan memanfaatkan sistem monitor tingkat pemahaman murid dan kualitas pengajaran guru melalui platform Jelajah Ilmu, tercermin pada peningkatan prestasi akademik siswa/i madrasah. “Pada siswa yang menggunakan Jelajah Ilmu diketahui nilai rata-rata mereka meningkat dari 80 menjadi 90. Mereka jadi lebih mudah memahami pelajaran dan mampu melakukan diskusi yang solutif atas pelajaran yang dapat mengasah pengetahuannya,” tuturnya. 

Manfaat Jelajah Ilmu juga dirasakan oleh para pengajar MIN 9 Banda Aceh. Salah satu guru MIN 9 Banda Aceh, Zulfahmi, S. Pd.I., M. Ed., menjelaskan bahwa platform ini memudahkan guru dalam mempersiapkan bahan dan materi ajar. “Kami tidak membuat lagi dari nol, semua bahan sudah siap dan bisa digunakan. Kami hanya melakukan sedikit sentuhan saja dalam memperkaya bahan ajar. Ini tentunya memberikan kami waktu untuk mengembangkan diri sebagai pengajar,” katanya. 

Zulfahmi menambahkan, “Melalui platform Jelajah Ilmu, kami bisa memantau perkembangan murid, bahkan dapat intervensi murid yang mengalami kesulitan memahami pelajaran. Ini terjadi karena tenaga pengajar akhirnya memiliki data akurat dalam melihat progres peningkatan akademik murid. Data ini yang pada akhirnya kami gunakan untuk menyesuaikan pemberian materi untuk setiap anak didik kami.”

Selain itu, Zulfahmi juga menilai positif ketersediaan soal-soal yang beragam dalam platform Jelajah Ilmu. Bank soal yang beragam dapat mengasah murid menjadi lebih tajam dalam menjawab soal pada saat ujian nanti. “Mekanisme sistem penilaian dan laporan hasil pembelajaran juga sudah otomatis. Jadi tugas saya di madrasah ini seakan hanya sebagai mentor saja karena cuma melakukan stimulasi. Menurut saya, ini bisa membantu orang tua lebih detail dalam melihat perkembangan anak mereka sehingga hubungan anak dan orang tua semakin lebih dekat karena mengetahui dengan baik progres anak di madrasah,” tambah Zulfahmi.

Platform Jelajah Ilmu memiliki tujuan untuk mengubah praktik dan metode pendidikan dari metode konvensional menjadi metode pembelajaran yang modern dengan aplikasi pengajaran inovatif yang memiliki fitur-fitur canggih sesuai dengan perkembangan terkini. Saat ini, Jelajah Ilmu ikut mendukung pembelajaran kepada ribuan anak didik di seluruh Tanah Air dari Sabang sampai Merauke, mulai dari madrasah hingga sekolah. Diharapkan dengan semakin banyak pengguna Jelajah Ilmu dapat menghasilkan lulusan terbaik di tiap daerah yang siap menghadapi masa depan. [Rjf]

Kadis DPKA Kukuhkan Forum Perpustakaan Sekolah/Madrasah

0
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh mengukuhkan Forum Perpustakaan Sekolah/Madrasah (FPSMI) Provinsi Aceh periode 2023-2027. (Foto: Ist)

Nukilan.id – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh mengukuhkan Forum Perpustakaan Sekolah/Madrasah (FPSMI) Provinsi Aceh periode 2023-2027.

Pengukuhan yang dihadiri langsung oleh Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi Perpustakaan Nasional, Nurcahyono yang dilaksanakan, Selasa (20/6/2023), di hotel Kryad, Banda Aceh.

Baca Juga: DPKA Raih Anugerah Simpul Jaringan Tingkat Nasional 2023 Dengan Predikat Terbaik

Selain kegiatan pengukuhan, para pengelola perpustakaan juga mengikuti kegiatan bimtek pengembangan perpustakaan sekolah/madrasah.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr. Edi Yandra, S.STP, MSP, berharap semua peserta bimtek ini dapat mengelola perpustakaannya sesuai dengan standar nasional perpustakaan (terakreditasi), sehingga perpustakaan sekolah menjadi perpustakaan yang dapat diandalkan dan memberikan pengaruh besar dalam dunia pendidikan.

“Pengelolaan perpustakaan saat ini tidak terlepas dari pelyanan dan teknologi, maka itu kita harapkan para peserta dapat mengelola perpustakaan sesuai standar nasional hingga masyarakat merasa terlayani dan senang saat berkunjung keperpustakaan,” ujar Edi Yandra.

Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi Perpustakaan Nasional, Nurcahyono, dalam bimtek tersebut para peserta akan dibekali dengan pengadaan bahan perpustakaan, pengolahan koleksi, layanan perpustakaan dan perawatan koleksi.

“Harapan kami melalui bimbingan teknis ini, para pengelola perpustakaan sekolah/madrasah memperoleh pengetahuan manajerial dan keahlian teknis dasar dalam mengelola dan menyelenggarakan perpustakaan sekolah/madrasah yang sesuai standar nasional perpustakaan.” ujarnya. []

Baca Juga: Kadis DPKA Sampaikan Sebanyak 46 SKPA dan Biro di Aceh Mulai Gunakan Aplikasi Srikandi

Lahan Hutan Kota Jantho Berukuran ±200 Meter Persegi Terbakar Sekitar Pukul 11.30 WIB

0

Nukilan.id – Telah terjadi kebakaran lahan hutan kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar atau lebih tepatnya di depan Mess Gelora Jantho Sport City (JSC) sekitar pukul 11.30 WIB pada Kamis (22/6/2023).

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Aceh Besar, Irwansyah mengatakan, pihaknya menerima informasi adanya kebakaran tentang kebakaran lahan hutan kota Jantho dari masyarakat setempat.

Baca Juga: Satu Unit Rumah Warga di Dusun Silaguri Kabupaten Simeulue Hangus Terbakar

“Kita dapat informasi dari masyarakat telah terjadi kebakaran lahan,” kata Irwansyah kepada Nukilan.id, Kamis (22/6/2023).

Irwansyah menyampaikan, setelah menerima informasi tersebut, pihaknya langsung menghubungi petugas damkar Pos Jantho yang sedang piket untuk melakukan penanganan kebakaran dan pemadaman dilokasi kejadian.

“BPBD Aceh Besar Pos Kota Jantho mengerahkan 1 unit armada pemadam kebakaran dengan dukungan 4 Personil pemadam kebakaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lahan hutan kota Jantho yang mengalami kebakaran diperkirakan berukuran luas ±200 meter persegi secara keseluruhan.

Selanjutnya, Irwansyah memaparkan, bahwa usaha pemadaman dan proses pendinginan oleh petugas dilpangan baru dapa diselesaikan sekitar pukul 12.15 Wib.

“Baru bisa dipadamkan oleh petugas kita pada jam 12.15 WIB,” ungkapnya.

Sementara itu, ia menegaskan, dalam insidem kebakaran ini tidak ada pihak yang menjadi korban jiwa dan untuk saat ini, penyebab terjadinya kebakaran masih dalam tahap penyelidikan dan pemeriksaan oleh petugas kepolisian dibantu petugas BPBD Aceh Besar. [Azril]

Baca Juga: Mesin Pembangkit Listrik Milik PLN ULPLTD Kampung Aie Ludes Terbakar