Beranda blog Halaman 1224

Pelita Air Resmi Terbang di Langit Aceh, Buka Rute Jakarta – Banda Aceh

0
Ilustrasi Pelita Air. (Foto: Shutterstock)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Gelaran megah Inaugural Flight Ceremony menghiasi Gedung VIP Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) pada Rabu ((3/4/2024), menandai penerbangan perdana Maskapai Penerbangan Pelita Air di langit Aceh.

Dikutip dari Instagram resmi Dinas Perhubungan Aceh, Penjabat Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, mengungkapkan apresiasi mendalam Pemerintah Aceh terhadap langkah berani Manajemen Pelita Air dalam melayani perjalanan udara bagi masyarakat Aceh.

Menurut Bustami, kehadiran Pelita Air akan memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan konektivitas dan kelancaran transportasi udara di Aceh.

“Dalam beberapa hari mendatang yang akan tiba Idul Fitri, kehadiran Pelita Air diharapkan dapat meningkatkan daya angkut penumpang dan barang di rute Jakarta – Banda Aceh,” ungkapnya.

Selain memperlancar arus mudik Lebaran, Bustami juga melihat potensi Pelita Air dalam mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh – Sumut yang akan digelar pada September tahun 2024 mendatang.

“Semoga pelayanan yang diberikan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambah Bustami saat meresmikan penerbangan perdana Pelita Air.

Direktur Utama PT Pelita Air Service (PAS), Dendy Kurniawan, menjelaskan bahwa kehadiran maskapai ini di Aceh bertujuan memperkuat konektivitas di seluruh tanah air. Selain itu, Dendy juga menyoroti potensi Pelita Air dalam meningkatkan pariwisata Aceh melalui promosi budayanya, sekaligus mendukung suksesnya penyelenggaraan PON XXI Aceh – Sumut tahun 2024.

Dendy menegaskan bahwa Pelita Air berpotensi untuk menambah frekuensi penerbangan pada rute Jakarta – Banda Aceh jika permintaan dari pasar terus meningkat.

“Saat ini, kami memulai dengan penerbangan harian, setiap hari sekali, dan kami siap untuk menambah frekuensi jika permintaan semakin meningkat,” ungkapnya.

Penerbangan dengan Pelita Air akan menggunakan pesawat Airbus A320 yang akan terbang setiap hari dari Bandara SIM menuju Bandara Soekarno Hatta pada pukul 14.55 WIB. Dengan demikian, Pelita Air hadir sebagai solusi terbaru dalam memenuhi kebutuhan transportasi udara yang lebih efisien bagi masyarakat Aceh dan sekitarnya.

Reporter: Akil Rahmatillah

Kemendagri Sepakati 27 RUU tentang Kabupaten/Kota Dibahas Lebih Lanjut

0
Wamendagri John Wempi Wetipo pada Rapat Kerja Komisi II DPR RI terkait Pembahasan 27 RUU tentang Kabupaten/Kota. (Foto: kemendagri.go.id)

NUKILAN.id | Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyepakati 27 Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kabupaten/Kota dibahas lebih lanjut. Hal ini ditegaskan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Wempi Wetipo pada Rapat Kerja Komisi II DPR RI terkait Pembahasan 27 RUU tentang Kabupaten/Kota di Ruang Rapat Komisi II Gedung Nusantara, DPR, Jakarta, Senin (1/4/2024).

Adapun pembentukan 27 RUU tersebut untuk tingkat kabupaten terdiri dari RUU tentang Kabupaten Aceh Besar, Pidie, Aceh Tengah, Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Barat, Aceh Selatan, Langkat, Karo, Deli Serdang, Asahan, Labuhanbatu, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Simalungun, Nias, Bangka, dan Belitung. Sementara untuk tingkat kota, terdiri dari RUU tentang Kota Banda Aceh, Binjai, Medan, Tebing Tinggi, Tanjungbalai, Pematangsiantar, Sibolga, dan Pangkal pinang.

“Pada prinsipnya sekali lagi kami pemerintah setuju melanjutkan pembahasan 27 Rancangan Undang-Undang Kabupaten/Kota usul DPR RI, sebatas substansinya sama dengan 20 Undang-Undang Provinsi yang telah diundangkan sebelumnya,” katanya.

Wempi menjelaskan, berdasarkan Surat Ketua DPR RI Nomor B/10430/LG.01.01/08/2023 tanggal 29 Agustus 2023 hal Penyampaian RUU Usul DPR RI, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Surat Presiden (Surpres) Nomor R-59/Pres/11/2023 tanggal 8 November 2023 hal Penunjukan Wakil Pemerintah untuk membahas 27 RUU usul DPR RI. Surpres tersebut menugaskan berbagai stakeholder terkait, salah satunya Kemendagri untuk mewakili pemerintah dalam pembahasan 27 RUU dimaksud.

Dalam kesempatan tersebut, Wempi menyampaikan pendapat dan pandangan pemerintah atas 27 RUU usul DPR RI ke dalam beberapa poin utama. Pertama, pada prinsipnya pemerintah menghormati dan menghargai inisiatif DPR RI dan setuju dilakukan pembahasan dengan catatan terbatas pada pembahasan: dasar hukum, penataan kewilayahan, dan karakteristik daerah.

Kedua, pemerintah pada prinsipnya meminta agar tidak memperluas pembahasan terhadap 27 RUU ini di luar dari perubahan dasar hukum, penataan kewilayahan, dan karakteristik daerah, termasuk tidak membahas masalah kewenangan, dan lain-lain.

“Karena hal ini akan berpotensi bertentangan dengan sejumlah undang-undang yang lain, misalnya UU Cipta Kerja, UU Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah, UU Pertambangan Mineral dan Batu Bara, dan lain-lain yang akan berbicara tentang Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum, dan sumber daya manusia serta dapat membuka munculnya isu-isu lain yang membutuhkan waktu berlarut-larut untuk menyelesaikannya seperti masalah batas wilayah,” ungkapnya.

Sebagai informasi, rapat ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), serta Pimpinan Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Editor: Akil Rahmatillah

5.630 Narapidana di Aceh Diusulkan Dapat Remisi Idulfitri, 2 Napi Langsung Bebas

0
Ilustrasi narapidana (Foto: Thinkstock)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Aceh mengusulkan 5.630 narapidana atau napi mendapat remisi atau pengurangan masa hukuman khusus Idulfitri 1445 H/2024 M.

Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Aceh, Meurah Budiman mengatakan, usulan remisi khusus Lebaran tersebut berkisar antara 15 hari hingga dua bulan.

“Untuk Idulfitri tahun ini, diusulkan sebanyak 5.630 dari 7.900 narapidana di Aceh yang mendapatkan remisi khusus lebaran Idulfitri. Dari 5.630 narapidana tersebut, dua orang di antaranya langsung bebas pada hari raya nanti,” ungkapnya, Selasa (2/4/2024).

Menurut Meurah, usulan remisi Idulfitri tersebut disampaikan kepada Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham di Jakarta.

Dari 5.630 narapidana tersebut, kata Meurah Budiman, yang terbanyak diusulkan dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banda Aceh dengan jumlah sebanyak 452 orang. Kemudian, Lapas Narkotika Kelas IIB Langsa sebanyak 409 narapidana.

Berikutnya, Lapas Kelas IIA Lhokseumawe sebanyak 405 narapidana, Lapas Kelas IIB Meulaboh dengan usulan penerima remisi sebanyak 392 narapidana, serta Lapas Kelas IIB Idi sebanyak 317 narapidana.

“Sedangkan lapas dan rutan lainnya yang tersebar di 23 kabupaten kota di Provinsi Aceh mengusulkan narapidana penerima remisi di bawah 300 orang. Usulan remisi ini untuk narapidana yang memenuhi persyaratan,” bebernya.

Sedangkan berdasarkan besaran remisi yang diusulkan, untuk pengurangan 15 hari sebanyak 1.014 orang dan remisi satu bulan sebanyak 3.619 orang, remisi satu bulan 15 hari sebanyak 821 orang dan remisi dua bulan sebanyak 172 orang.

“Adapun persyaratan untuk mendapatkan remisi di antaranya berkelakuan baik selama menjalani masa hukuman, sudah menjalani pidana seperti yang dipersyaratkan, menjalani pembinaan dan lainnya,” urainya.

Editor: Akil Rahmatillah

Abu Razak: Dengan Doa dan Dukungan Rakyat Aceh Target 10 Besar PON Insya Allah Tercapai

0
Abu Razak saat acara buka puasa bersama dan santunan puluhan anak yatim yang diadakan di Anjong Mon Mata. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh mengusung harapan besar dan target bisa masuk jajaran 10 besar pada PON XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara.

Ketua Umum KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar yang akrab disapa Abu Razak, berharap besar agar atlet Aceh dapat masuk dalam peringkat 10 besar pada PON XXI.

“Dengan doa dari rakyat Aceh, kita harapkan atlet kita insya Allah dapat mencapai target 10 besar,” ujar Abu Razak di sela acara buka puasa bersama dan santunan puluhan anak yatim yang diadakan di Anjong Mon Mata, Komplek Pendopo Gubernur Aceh, pada Rabu (3/4/2024).

Turut hadir langsung PJ Gubernur Aceh Bustami Hamzah didampingi jajaran. Kecuali itu Abu Razak menyatakan optimisme terhadap kesuksesan penyelenggaraan PON Aceh-Sumut.

“Alhamdulillah, kita doakan semoga PON 2024 nantinya berjalan dengan sukses,” ujar Abu Razak.

Menurutnya, saat ini sarana dan prasarana olahraga sedang dalam proses rehabilitasi dan pembangunan yang intensif.

“Insya Allah, target penyelesaian pada bulan Juli dan Agustus akan tercapai,” ujarnya.

“Dengan doa dari rakyat Aceh, kita harapkan atlet kita dapat mencapai target 10 besar,” tuturnya.

Pada kesempatan sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Aceh, Nasir Syamaun, SIP, MPA menyebutkan, bahwa progres pembangunan venue PON baik di Banda Aceh, Aceh Besar, dan Aceh Tengah sangat memuaskan.

Di antaranya progres pembangunan Stadion Harapan Bangsa (SHB) yang merupakan venue utama PON.

“Stadion SHB merupakan suatu proyek terbesar yang akan selesai sesuai dengan target yang telah ditetapkan, seperti arahan Menko PMK dan Pj Gubernur Aceh,” kata Nasir.

Ia berharap progres pembangunan SHB ini selesai pada akhir Juni atau awal Juli mendatang, sehingga memberikan kesempatan untuk melakukan beberapa tes event sebelum PON.

“Stadion ini juga akan digunakan untuk open seremoni dan pertandingan sepak bola dari babak awal hingga final,” kata Nasir.

Selain itu, kata dia, rehabilitasi venue lainnya di daerah juga berjalan lancar, meskipun ada beberapa kendala teknis yang terus diperbaiki.

“Seperti progres pembangunan waduk keliling untuk lomba dayung, alhamdulillah juga sudah mencapai 50 persen, dan saya kira semuanya masih sesuai dengan jadwal yang kita targetkan,” sebut Nasir.

Editor: Akil Rahmatillah

Pengurus AMSI Aceh Audiensi dengan Kepala BPK RI Perwakilan Aceh

0
Pengurus AMSI Aceh Audiensi dengan Kepala BPK RI Perwakilan Aceh. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Provinsi Aceh melakukan pertemuan dan audiensi dengan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh, Rio Tirta dan jajarannya. Pertemuan berlangsung di kantor BPK RI Aceh di Banda Aceh, Rabu (03/04/2024).

Ketua AMSI Aceh, Aryos Nivada, saat membuka audiensi menyampaikan bahwa pertemuan ini dalam rangka mempererat silaturahmi antara AMSI dengan Kepala BPK RI Aceh. Menurut Aryos, silaturahmi ini sangat penting mengingat pengurus AMSI Aceh di bawah kepemimpinannya baru dilantik pada Sabtu, 9 Maret 2024 lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Aryos Nivada turut memperkenalkan bahwa AMSI adalah organisasi non-profit sebagai wadah dalam menaungi berbagai perusahaan media yang berorientasi pada media siber profesional dan berkualitas.

“Tujuan dari pertemuan ini untuk mempererat silaturahmi antara Pengurus AMSI dengan BPK RI Aceh. Selanjutnya bisa memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemeriksaan keuangan publik lewat pemberitaan media massa. Tentunya juga untuk membuka ruang partisipasi lebih luas dan berkelanjutan antara BPK dan media perihal informasi-informasi yang bisa disampaikan ke publik,” ujar Aryos.

Melalui kolaborasi yang erat antara kedua entitas ini, Aryos menyarankan agar dapat dibentuk kerangka kerja sama yang memungkinkan pertukaran informasi yang bermanfaat serta meningkatkan pemahaman masyarakat tentang isu-isu terkait keuangan publik.

“Langkah ini tidak hanya akan memperkuat pengawasan publik, tetapi juga dapat mendorong terciptanya sistem yang lebih transparan dan akuntabel dalam pengelolaan keuangan negara. Di sisi lain masyarakat Aceh juga tereduksi lewat informasi yang disampaikan oleh media massa,” papar Aryos Nivada.

Di akhir penyampaiannya, Aryos tak luput menyampaikan apresiasi kepada Kepala BPK RI Aceh dan jajaran yang telah menyambut penuh hangat kehadiran pengurus AMSI Aceh.

“Silaturahmi yang telah terjalin ini kiranya dapat terus ditingkatkan untuk meningkatkan kualitas pemberitaan yang lebih berkualitas terkait keuangan publik,” tutup Aryos, yang turut didampingi Bendahara AMSI Aceh, Muzakir, dan beberapa pengurus lainnya.

Sementara itu, Kepala BPK RI Perwakilan Aceh, Rio Tirta, menyambut baik acara silaturahmi dengan pengurus AMSI Aceh. Ia menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara.

Dalam diskusi dengan pengurus AMSI Aceh, Rio turut merespons dengan menjelaskan bahwa data Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang akan diberikan atau dipublikasikan harus mengikuti tata cara dan prosedur yang telah ditetapkan oleh BPK dan harus memberitahu tujuan dari data tersebut akan digunakan untuk apa.

Dikatakannya, hasil pemeriksaan baru bisa menjadi konsumsi publik atau pemberitaan oleh media setelah diserahkan kepada Legislatif dan Eksekutif yang dalam hal ini Gubernur dan DPR Aceh.

“Data hasil pemeriksaan keuangan Aceh dan temuan-temuannya dapat diperoleh melalui BPK serta dapat diakses melalui lembaga Legislatif dan Eksekutif. Karena ketika data tersebut telah diberikan kepada Eksekutif dan Legislatif, maka itu sudah menjadi hak publik,” terang Rio.

Namun tegas Rio, dalam memberitakan temuan yang telah diaudit oleh BPK, media harus mempertahankan netralitasnya dengan mencari kebenaran dan klarifikasi dari berbagai pihak terkait jika ingin mengupas lebih dalam, bukan hanya dari satu sumber seperti Eksekutif atau Legislatif saja. “Hal ini penting untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada publik adalah akurat dan berimbang,” tegasnya.

Dalam pertemuan dengan pengurus AMSI Aceh, Ketua BPK RI Perwakilan Aceh turut mengusulkan sebuah kerja sama yang erat, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang peran dan kewenangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Rencananya, kerja sama ini akan diwujudkan melalui serangkaian kegiatan edukasi yang direncanakan dilaksanakan pada awal bulan Juli mendatang. Salah satu kegiatan yang direncanakan adalah pelaksanaan gathering edukasi yang akan difasilitasi oleh BPK, dengan mengundang berbagai media Siber, Elektronik dan Televisi.

“Tujuan dari kegiatan yang kita rancang ini adalah untuk menyampaikan informasi yang jelas dan akurat kepada masyarakat mengenai tugas dan batasan yang dimiliki oleh BPK, sehingga masyarakat dapat memahami peran penting lembaga ini dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan publik,” demikian pungkas Rio.

Acara silaturahmi ini juga diisi dengan diskusi terbuka mengenai isu-isu terkini dalam pengawasan keuangan negara dan peran media dalam mendukungnya. Para peserta dari AMSI Aceh dan BPK RI Perwakilan Aceh aktif berpartisipasi dalam diskusi tersebut, menunjukkan komitmen kedua pihak untuk terus bekerja sama agar terciptanya tata kelola keuangan negara yang baik, bersih dan akuntabel, sehingga diharapkan Aceh akan lebih baik lagi ke depannya.

Editor: Akil Rahmatillah

Penurunan Stunting jadi PR Utama di Aceh, Kolaborasi jadi Kunci

0
Pj Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Mellani Subarni. (Foto: acehprov.go.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Mellani Subarni menyatakan, permasalahan penurunan stunting atau tengkes menjadi pekerjaan rumah (PR) pertama bagi semua pihak di Provinsi Aceh.

“Permasalahan stunting ini menjadi PR nomor satu dan menjadi amanah dari Pj Gubernur Aceh untuk terus bekerja keras turunkan stunting di Aceh,” kata Mellani, Selasa (2/4/2024).

Pernyataan itu disampaikan Mellani saat memimpin rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dengan BKKBN dan instansi terkait lainnya, di Ruang Kerja Gubernur Aceh, Meuligoe Aceh.

Menurut dia, untuk menurunkan angka stunting di Aceh, perlu adanya kolaborasi antar pihak dan elemen masyarakat. Pasalnya, mengefektifkan upaya ini harus berdasarkan kesamaan pemahaman, sehingga program berjalan sesuai harapan.

Dia menjelaskan, selama ini program penurunan stunting telah banyak dan sempurna dibentuk, hanya saja dalam implementasinya masih kurang efektif, bahkan tidak tepat sasaran, sehingga membuat kegiatan hanya berjalan di tempat.

“Seperti ada Gampong Gizi dan Rumoh Gizi Gampong, ada sebagian yang tidak jalan, yang tidak jalan itu lah yang harus kita dorong, agar program ini berjalan baik,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, untuk pencegahan, pemerintah Aceh juga sudah melakukan kerja sama dengan Kementerian Agama, melalui program sekolah persiapan nikah yaitu Samara atau pendidikan pra nikah bagi calon pengantin.

Adapun tujuan dari sekolah ini membekali ilmu bagi setiap calon pengantin tentang tugas dan tanggung jawabnya setelah menikah, serta berbagai hal yang perlu disiapkan seperti kesehatan dan psikologis.

Pendidikan pra nikah ini dinilai penting bagi setiap calon pengantin karena akan mengajarkan persoalan finansial, keluarga, pekerjaan rumah tangga, kehamilan dan mengurus anak, salah satunya pencegahan stunting.

“Jadi saya pikir, program sudah bagus tinggal kita gerakkan kembali agar bisa berjalan sesuai arahnya. Jadi saya butuh kerja sama semua pihak, karena saya tidak bisa bekerja sendiri,” tandasnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Sambai Oen Peugaga: Lalapan Khas Aceh yang Hanya Ada Saat Ramadan

0
Sambai oen peugaga, lalapan khas Aceh yang hanya ada saat bulan Ramadan. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam tradisi kulinernya yang kaya akan rempah-rempah, tanah Rencong kembali memperkenalkan salah satu kelezatan khasnya yang tak tertandingi, yaitu Sambai Oen Peugaga. Lalapan yang diwariskan turun temurun ini kini menjadi incaran utama masyarakat Aceh, terutama saat menjelang berbuka puasa di bulan Ramadan.

Terletak di Jalan Garuda, Gampong Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, penjual Sambai Oen Peugaga, Masitah, menegaskan bahwa lalapan ini sangat ramai peminatnya terutama saat bulan suci Ramadan.

“Lalapan ini begitu istimewa karena terbuat dari 44 macam dedaunan yang memberikan cita rasa yang unik, dengan daun peugaga sebagai bahan utamanya,” ujar Masitah kepada Nukilan.id pada Rabu, (3/4/2024) sore.

Tidak seperti makanan sehari-hari, Sambai Oen Peugaga hanya tersedia di bulan Ramadan, menambah eksklusivitasnya di meja berbuka.

“Banyak orang Aceh yang menyukai rempah dan dedaunan saat Ramadan, itulah mengapa minat terhadap Sambai Oen Peugaga begitu tinggi,” tambahnya.

Masitah mengungkapkan bahwa setiap harinya selama bulan Ramadan, Sambai Oen Peugaga buatannya selalu menjadi primadona dan cepat ludes terjual. Bahkan, pada Ramadan tahun ini, produksinya bisa mencapai dua talam atau sekitar 300 bungkus per hari.

“Dari penjualan Sambai Oen Peugaga ini, saya bisa mendapat pendapatan hingga Rp2 juta per hari,” ujarnya.

Meskipun begitu digemari, harga satu bungkus lalapan khas Aceh tersebut masih terjangkau, hanya Rp7 ribu.

“Bahan-bahan rempah dan dedaunan saya dapatkan dari para pedagang di kampung, mereka sudah mengemasnya, saya hanya perlu meracik saja,” tambahnya.

Sambai Oen Peugaga tidak hanya sekadar santapan, tetapi juga menyajikan kekayaan budaya dan tradisi kuliner yang tidak ternilai.

Dengan keunikan rasanya yang tak tertandingi, Sambai Oen Peugaga terus menjadi bagian tak terpisahkan dari meja berbuka puasa masyarakat Aceh, menjadikannya sebuah warisan kuliner yang patut dilestarikan.

Reporter: Akil Rahmatillah

UIN Ar-Raniry Banda Aceh Kirim 13 Mahasiswa ke Jerman dalam Program Pertukaran

0
UIN Ar-Raniry Banda Aceh Kirim 13 Mahasiswa ke Jerman dalam Program Pertukaran. (Foto: Seambi News)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mengirimkan sebanyak tiga belas mahasiswa untuk mengikuti program belajar di Jerman.

Program ini bekerja sama dengan dua universitas terkemuka di Jerman, yaitu Universitas Albert Ludwigs Freiburg dan Universitas Goethe Frankfurt. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua belas hari, mulai tanggal 8 hingga 19 April 2024.

Kerjasama ini merupakan hasil dari kolaborasi antara UIN Ar-Raniry Banda Aceh dengan Layanan Pertukaran Akademik Jerman (Deutscher Akademischer Austauschdienst – DAAD).

Menurut Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr Mujiburrahman, dia menyatakan harapan besar terhadap mahasiswa yang terpilih dalam program pertukaran ini. Ia menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater serta memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan wawasan global, mendapatkan pengalaman baru, memahami keragaman budaya, dan keterampilan yang relevan di era digital saat ini.

“Program ini tidak hanya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar negeri, tetapi juga memperluas jaringan kerja sama internasional UIN Ar-Raniry Banda Aceh,” kata Prof Dr Mujiburrahman.

Prof Dr Phil Saiful Akmal, MA, dosen pendamping, menambahkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkaya pengalaman mahasiswa dengan pembelajaran antarbudaya dan pemahaman mendalam tentang sistem pendidikan dan kehidupan mahasiswa di Jerman.

Peserta program berasal dari berbagai program studi, termasuk Pendidikan Bahasa Inggris, Arsitektur, Aqidah dan Filsafat Islam, serta Prodi S2 Komunikasi dan Penyiaran Islam. Mereka adalah mahasiswa terpilih yang diharapkan dapat memanfaatkan pengalaman ini untuk kepentingan akademis dan profesional di masa depan.

Dengan berpartisipasi dalam program ini, UIN Ar-Raniry berharap dapat semakin memperkuat posisinya sebagai universitas yang menghasilkan lulusan yang berkompeten dan memiliki perspektif global. Ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan visi universitas menjadi lembaga pendidikan tinggi yang unggul dan inovatif di tingkat internasional.

Mereka yang terpilih mengikuti program Study Visit for Foreign Students in Germany sebagai berikut:

1. Humam Asrawi (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, FTK)

2. Rauzatul zannah (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, FTK)

3. Audina Zahra (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, FTK)

4. Muhammad Haekal Zaki (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, FTK)

5. Nisrin (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, FTK)

6. Fira Rizkya (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, FTK)

7. Syaza Maziyyatul Azra (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, FTK)

8. T.M. ‘Arsyi Maturidi (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, FTK)

9. Irhamni Berliana (Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, FTK)

10. Ziyad Rizqullah Husni (Prodi Arsitektur, Fakultas Sains dan Teknologi)

11. M. Razi Alkhawarizmi (Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat)

12. Maisal Jannah (Prodi S2 komunikasi dan penyiaran Islam)

13. Nanda Putri (Prodi S2 komunikasi dan penyiaran Islam).

Editor: Akil Rahmatillah

Pj Wali Kota Ajak Warga Tingkatkan Ibadah Pada Sepuluh Hari Ramadan Terakhir

0
Pj Wali Kota Banda Aceh, Amiruddin, saat melaksanakan Safari Ramadan dengan warga Gampong Beurawe di Masjid Al Furqan. (Foto: bandaacehkota.go.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pj Wali Kota Banda Aceh Amiruddin mengajak warga kota untuk terus meningkatkan kualitas ibadahnya, memasuki sepuluh akhir puasa. Karena di sepuluh hari terakhir ramadan, ada satu malam yang sangat istimewa yakni lailatul qadar.

“Dan kita semua berharap, akan bisa bertemu dengan malam kemuliaan tersebut” jelas Amiruddin saat melaksanakan Safari Ramadan 1445 Hijriah Pemko Banda Aceh dengan warga Gampong Beurawe di Masjid Al Furqan, Selasa,(2/4/2024) malam.

Masjid yang pernah viral di media sosial lewat video unik membangunkan warga untuk sahur tersebut, merupakan rumah ibadah kesebelas dari total 12 tempat yang rencananya akan dikunjungi Tim Safari Ramadan Pemko Banda Aceh dalam bulan puasa tahun ini.

Usai pelaksanaan salat Isya berjamaah, Pj Wali Kota Banda Aceh Amiruddin menyerahkan bantuan dana kemakmuran masjid senilai Rp 12 juta berikut paket ambal masjid, air mineral, dan kurma.

Dalam kesempatan itu, Pj wali kota juga mengajak seluruh masyarakat bersama-sama dengan pemerintah kota untuk mengimplementasikan penerapan syariat Islam secara kaffah di Kota Banda Aceh.

“Kami berharap dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Beurawe untuk bersama sama pemerintah dalam meningkatkan dan penguatan syariat islam di ibukota provinsi Aceh tersebut, apalagi di bulan yang suci ini,” harap Amiruddin.

Selanjutnya, sebelum salat Tarawih dan Witir, acara diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Armiadi selaku dai yang diboyong oleh Tim Safari Ramadan Pemko Banda Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

Kadishub Aceh : Sektor Transportasi Siap Dukung Kelancaran Mudik Lebaran Tahun 2024

0
Sektor Transportasi Siap Dukung Kelancaran Mudik Lebaran Tahun 2024. (Foto: Dishub Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Jumlah pergerakan orang di Aceh selama libur lebaran tahun 2024 diprediksi akan mengalami peningkatan. Dinas Perhubungan Aceh memprediksi akan ada 344.795 pergerakan orang selama periode tersebut yang didominasi oleh moda angkutan darat.

Hal tersebut dikemukakan oleh Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal saat menyampaikan paparannya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) lintas Sektoral Operasi Ketupat Seulawah Tahun 2024 di Aula Machdum Sakti, Mapolda Aceh, Selasa, 2 April 2024.

“Pada tahun 2022 ada peningkatan 294 ribu lebih, tahun 2023 terjadi penurunan menjadi 257 ribu lebih, sedangkan pada tahun 2024 ini diperkirakan akan terjadi pergerakan antara 20 – 30 persen dengan sebaran moda yang tertinggi akan terjadi di angkutan darat,” kata Teuku Faisal.

Moda angkutan darat masih menjadi moda transportasi yang dominan digunakan oleh pemudik saat berlebaran tahun ini. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Dishub Aceh pada periode 7 – 24 Maret 2024, tercatat sebanyak 47 persen responden memilih menggunakan kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor) saat melakukan perjalanan mudik.

“Tentu saja ini menjadi catatan bagi kita bersama karena memang potensi kecelakaan itu terjadi pada angkutan mobil dan sepeda motor,” ujar Teuku Faisal.

Dishub Aceh juga telah menyiagakan 730 personil pada posko-posko pelayanan maupun terpadu yang tersebar di seluruh Aceh. “Hal ini untuk memastikan pelayanan angkutan bagi pemudik bisa berjalan dengan lancar,” sebutnya.

Pada kesempatan yang sama Pj Gubernur Aceh melalui Pj Sekretaris Daerah Aceh Azwardi menekankan pentingnya menjaga ketersediaan bahan pangan dan pokok bagi masyarakat menjelang lebaran Idul Fitri 1445 H. “Kita harus memastikan bahwa ketersediaan stok bahan pokok di Aceh terpenuhi secara utuh untuk kebutuhan masyarakat,” sebutnya.

Azwardi juga mengingatkan seluruh pemangku kebijakan agar terus menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pada saat libur lebaran.

Rakor lintas sektoral yang dipimpin oleh Wakapolda Aceh Brigjen Armia Fahmi tersebut dihadiri oleh sejumlah instansi pemerintah maupun vertikal yang terlibat dalam menyukseskan mudik lebaran tahun 2024.

Editor: Akil Rahmatillah