Thursday, May 30, 2024

Sambai Oen Peugaga: Lalapan Khas Aceh yang Hanya Ada Saat Ramadan

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam tradisi kulinernya yang kaya akan rempah-rempah, tanah Rencong kembali memperkenalkan salah satu kelezatan khasnya yang tak tertandingi, yaitu Sambai Oen Peugaga. Lalapan yang diwariskan turun temurun ini kini menjadi incaran utama masyarakat Aceh, terutama saat menjelang berbuka puasa di bulan Ramadan.

Terletak di Jalan Garuda, Gampong Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, penjual Sambai Oen Peugaga, Masitah, menegaskan bahwa lalapan ini sangat ramai peminatnya terutama saat bulan suci Ramadan.

“Lalapan ini begitu istimewa karena terbuat dari 44 macam dedaunan yang memberikan cita rasa yang unik, dengan daun peugaga sebagai bahan utamanya,” ujar Masitah kepada Nukilan.id pada Rabu, (3/4/2024) sore.

Tidak seperti makanan sehari-hari, Sambai Oen Peugaga hanya tersedia di bulan Ramadan, menambah eksklusivitasnya di meja berbuka.

“Banyak orang Aceh yang menyukai rempah dan dedaunan saat Ramadan, itulah mengapa minat terhadap Sambai Oen Peugaga begitu tinggi,” tambahnya.

Masitah mengungkapkan bahwa setiap harinya selama bulan Ramadan, Sambai Oen Peugaga buatannya selalu menjadi primadona dan cepat ludes terjual. Bahkan, pada Ramadan tahun ini, produksinya bisa mencapai dua talam atau sekitar 300 bungkus per hari.

“Dari penjualan Sambai Oen Peugaga ini, saya bisa mendapat pendapatan hingga Rp2 juta per hari,” ujarnya.

Meskipun begitu digemari, harga satu bungkus lalapan khas Aceh tersebut masih terjangkau, hanya Rp7 ribu.

“Bahan-bahan rempah dan dedaunan saya dapatkan dari para pedagang di kampung, mereka sudah mengemasnya, saya hanya perlu meracik saja,” tambahnya.

Sambai Oen Peugaga tidak hanya sekadar santapan, tetapi juga menyajikan kekayaan budaya dan tradisi kuliner yang tidak ternilai.

Dengan keunikan rasanya yang tak tertandingi, Sambai Oen Peugaga terus menjadi bagian tak terpisahkan dari meja berbuka puasa masyarakat Aceh, menjadikannya sebuah warisan kuliner yang patut dilestarikan.

Reporter: Akil Rahmatillah

spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Must Read

- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img