Beranda blog Halaman 1219

TOMPi Bagikan Baju Baru dan Amplop Uang kepada Anak Yatim di Pidie

0
Tokoh Masyarakat Pidie (TOMPi) mengadakan pengabdian sosial agama berupa pembagian baju baru untuk kebutuhan lebaran anak-anak yatim yang ada Pidie. (Foto: Serambi News)

NUKILAN.id | Sigli – Lembaga sosial Tokoh Masyarakat Pidie (TOMPi) kembali menggelar pengabdian sosial agama dengan menyelenggarakan pembagian baju baru dan amplop uang kepada anak-anak yatim di Kabupaten Pidie. Acara berlangsung meriah di Cafe 86 Lampoh Saka pada Minggu (31/03/2024).

Sebanyak 54 anak yatim dari berbagai wilayah di Pidie menghadiri acara ini bersama ibu dan anggota keluarga dekat mereka. Mereka tampak bahagia dan tersenyum sepanjang kegiatan berlangsung.

Sekjen TOMPi, Muhammad Nur, menyatakan bahwa acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial yang digagas oleh TOMPi dalam bulan Ramadan 1445 H. Dana untuk pembelian baju baru dan isi amplop berasal dari sumbangan donatur dalam Group WhatsApp (WA) TOMPi hingga 17 Ramadhan.

“Dengan kerjasama dan dukungan donatur, kami berhasil menggalang dana sebesar Rp 14.400.000 yang seluruhnya disalurkan untuk kebutuhan beli baju baru dan amplop uang bagi anak yatim, tanpa potongan dana operasional panitia,” ungkap Muhammad Nur.

Menurut Nur, baju yang dibeli oleh pihaknya berkualitas baik, dan jika ada yang tidak cocok, bisa ditukar di toko Blok M Beureunuen, tempat pihak TOMPi berbelanja. Biaya buka puasa bersama juga ditanggung oleh seorang pengusaha muda asal Pidie yang menetap di Banda Aceh.

Penyerahan baju baru dilakukan secara simbolis oleh perwakilan dua donatur, yaitu Muhammad Razi dan Jamal. Muhammad Razi berharap bahwa kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa kepedulian dan kepekaan sosial dari kalangan aghniya (kaum kaya) kepada masakin (kaum lemah).

Acara tersebut juga dihadiri oleh beberapa tokoh dan donatur, antara lain Dr. Munir Muhammad, Bakhtiar Kaoy, Taufik Abdullah, Tajuddin, dan Hasan Basri M Nur. Budayawan Aceh, Tarmizi A Hamid, yang bertindak sebagai fasilitator, mengungkapkan harapannya agar kegiatan sosial seperti ini dapat dijadwalkan sebagai agenda rutin TOMPi setiap tahun.

“TOMPi harus memasukkan kegiatan sosial semacam ini ke dalam agenda rutin mereka,” ujar Tarmizi A Hamid.

Diharapkan, kegiatan sosial ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi lembaga-lembaga sosial lainnya dalam peduli pada masyarakat lemah, terutama kaum janda dan anak-anak yatim.

Editor: Akil Rahmatillah

Kembali Boyong Yatim ke Mal, Keuchik Lamteumen Timur Belikan Baju Lebaran Sesuai Selera

0
Keuchik Lamteumen Timur belanja baju lebaran bersama anak Yatim. (Foto; Serambi News)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 58 anak yatim, fakir miskin, dan yatim piatu di Gampong Lamteumen Timur, Banda Aceh, merasakan kebahagiaan yang memancar pada Kamis (4/4/2024). Mereka diantar kembali oleh Keuchik Lamteumen Timur, Riazil SSos, untuk membeli pakaian lebaran sesuai keinginan mereka di Suzuya Mall, Banda Aceh.

Mereka pergi berbelanja bersama orang tua mereka dan juga diiringi oleh perwakilan dari lima kepala dusun di Gampong Lamteumen Timur. Ini merupakan tradisi tahunan di desa tersebut di mana setiap tahun anak-anak yatim diajak untuk memilih pakaian baru menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Bahkan jauh hari sebelumnya, ketika sang Keuchik menjadi Kepala Dusun Teratai Gampong Lamteumen Timur program ini sudah dilaksanakan.

Tapi, pada waktu itu fokusnya hanya sebatas anak-anak yatim di dusunnya saja. Tapi, untuk saat ini bisa dilakukan di lingkup yang lebih luas di lima dusun dalam Gampong Lamteumen Timur.

“Alhamdulillah, ini memasuki tahun ketiga kami bisa bersama anak-anak yatim dan memberikan sedikit mereka kebahagiaan jelang Hari Raya Idul Fitri,” kata Riazil, kepada Serambnews.com, Kamis (4/4/2024).

Di samping membelikan baju baru setiap jelang Hari Raya Idul Fitri, Keuchik Lamteumen Timur ini juga mengajak anak-anak yatim ini mencari baju seragam sekolah saat memasuki tahun ajaran baru di sekolah.

Program bertajuk ‘Senyum Yatim di Hari Lebaran’ baru gencar dilaksanakan sekitar 3 tahun lalu.

Hal ini sebagaimana disampaikan orang tua serta seorang kepala dusun yang turut menemani anak-anak yatim berbelanja baju baru.

“Alhamdulillah, sudah tiga tahun ini berbagai program yang sudah dilaksanakan dan program bagi anak-anak yatim ini lah yang luar biasa.

Terlepas dari apapun, mungkin selama ini kita memang kurang memperhatikan anak-anak yatim di sekitar kita dan semoga program ini terus berlanjut,” harap seorang Kadus.

Editor: Akil Rahmatillah

Lampaui Target, Mensos Risma Graduasi 21.333 KPM PENA

0
Mensos Risma Graduasi 21.333 KPM PENA. (Foto: kemensos.go.id)

NUKILAN.id | Banda AcehProgram pemberdayaan masyarakat melalui Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) yang dijalankan oleh Kementerian Sosial, sepanjang Januari-Maret 2024 telah berhasil menggraduasi 11.260 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari bantuan sosial (bansos). Capaian ini melebihi capaian graduasi program PENA sepanjang 2023 yang tercatat 10.073 KPM, sehingga total KPM PENA yang telah  digraduasi  pada 2023- Maret 2024 sebanyak  21.333 KPM.

“Graduasi dilakukan jika KPM PENA pendapatan per bulannya sudah di atas upah minimum kabupaten/ kota (UMR) sehinga layak graduasi dari penerima bantuan sosial,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharini, saat berbincang dengan peserta program PENA baik melalui tatap muka langsung maupun secara online di Gedung Aneka Bhakti, Kemensos, Kamis (4/4/2024) siang.
 
Mensos Risma menyampaikan, semula program PENA ditargetkan untuk menggraduasi terhadap 7.500 KPM sepanjang 2023. “Ternyata pencapaiannya jauh melebihi target,” imbuh Mensos Risma. 
 
“Kementeian Sosial akan terus menjalankan program PENA karena terasa manfaatnya bisa meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Menteri Sosial, Tri Rismaharini.
 
Program PENA dijalankan Kementerian Sosial untuk memberdayakan masyarakat yang memiliki penghasilan rendah atau berada dalam garis kemiskinan. Melalui program ini, penerima manfaat mendapat bantuan modal untuk pembelian barang dan bahan baku. Selain itu juga dibantu dalam bidang pengemasan produk, pemasaran dan pengelolaan keuangannya. 
 
Mensos Risma mengatakan kesuksesan adalah hak semua orang. Siapapun bisa meraih kesuksesan asalkan mau bekerja keras dan tidak patah semangat. “Kalau usahanya  jatuh, tetap bangun dan berusaha lagi. Kalau  jatuh lagi, harus  bangun lagi begitu seterusnya sampai kegagalan takut menghampiri kita,” kata Mensos Risma memotivasi penerima manfaat.
 
Mensos juga memberi contoh pengrajin minyak kayu putih di Pulau Buru, Maluku yang lokasinya sangat jauh dari Ambon. Namun berkat bantuan Kemensos dalam memenuhi standar kualitas dan pengemasan, maka produk kayu putih Pulau Buru ini sekarang sudah bisa dipasarkan di Krisna Oleh-oleh Bali. “Kalau kita kerja keras maka tangan Tuhan, bantuan Tuhan akan datang di luar yang kita perkirakan,” kata Mensos.
 
Mengambil contoh minyak kayu putih Pulau Buru yang dipasarkan di Krisna Oleh-oleh Bali, maka pasarnya sekarang menjangkau seluruh Indonesia bahkan bisa menembus pasar internasional. Ini disebabkan Krisna Oleh-oleh Bali merupakan toko oleh-oleh terbesar se-Asia Tenggara dan memiliki tujuh outlet di Bali.
 
Di hadapan penerima manfaat, Risma juga mengenalkan salah satu pedagang kue kering di Surabaya yang telah sukses dalam melakukan penjualan dan pemasarannya. Semula kue kering dengan merk “Diah Cookies” hanya dijual Rp10.000 per kemasan. Tapi berkat peran Kemensos melalui para designer yang tergabung dalam Tata Rupa Nusantara perlahan kemasannya semakin bagus dan kualitas rasanya semakin enak, sehingga saat ini dijual diatas Rp60.000 per kemasan. 
 
“Peran Kemensos dalam memberdayakan kami selaku Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sangat terasa. Kemensos membantu dalam menjaga kualitas produk, kemasan dan pemasaran sehingga omset kami terus meningkat. Terima kasih Ibu Risma dan Kementerian Sosial,” kata Diah pengusaha kue kering Diah Cookies.
 
Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga menyerahkan sertifikat penghargaan kepada mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi  yang tergabung dalam Tata Rupa Nusantara. Para mahasiswa tersebut kuliah di London School of Publik Relation (LSPR), Universitas Pelita Harapan (UPH), Lembaga Pendidikan YAI, Universitas Esa Unggul, Universitas KALBIS, serta Universitas Paramadina yang tergabung dalam Tata Rupa Nusatara. Mahasiswa inilah yang mendesain produk-produk PENA sehingga lebih bagus dan menarik yang mana sangat berpengaruh pada harga dan  pemasaran produk.
Editor: Akil Rahmatillah

Pelabuhan Ulee Lheue Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan ke Sabang Pasca Lebaran

0
Kapal cepat Express Bahari di Pelabuhan Ulee Lheue. (Foto: Dok. Dishub)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue merupakan salah satu sarana transportasi yang mengalami lonjakan penumpang cukup signifikan setiap periode mudik lebaran tiba.

Pelabuhan yang melayani angkutan penyeberangan ke Sabang dan Pulo Aceh ini tidak hanya dipadati oleh pemudik menjelang lebaran saja. Momen libur pasca lebaran justru menjadi periode tersibuk di mana pergerakan wisatawan ke Pulau Weh meningkat tajam.

Guna memastikan Pelabuhan Ulee Lheue melayani wisatawan dengan optimal, Penjabat Gubernur Aceh Bustami Hamzah bersama Pangdam Iskandar Muda dan Kapolda Aceh meninjau Pelabuhan Ulee Lheue pada Minggu, 7 April 2024.

Dalam kunjungannya itu, Bustami yang didampingi Kepala Dinas Perhubungan Aceh turut menyapa penumpang kapal cepat Express Bahari yang akan menyeberang ke Sabang.

Selain menyapa masyarakat, Bustami juga mendengar pemaparan Koordinator Posko Pelayanan Angkutan Lebaran Dishub Aceh, Ismail Ramdani terkait persiapan mengantisipasi lonjakan penumpang di Pelabuhan Ulee Lheue. “Lonjakan wisatawan ke Sabang kita prediksi mulai terjadi pada H2 lebaran, atau pada hari Kamis,” ungkap Ismail.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal menyampaikan bahwa Dishub Aceh bersama stakeholder terkait telah menyiapkan sejumlah strategi dalam menghadapi lonjakan wisatawan di Pelabuhan Ulee Lheue, mulai dari melakukan rekayasa lalu lintas, penambahan kantong-kantong parkir, hingga menyiapkan lokasi istirahat sementara di area pelabuhan.

“Kolaborasi dengan seluruh stakeholder terus dilakukan guna memastikan perjalanan mudik dan kunjungan wisatawan ke Sabang tahun ini bisa berjalan dengan aman dan nyaman,” sebut Teuku Faisal.

Editor: Akil Rahmatillah

Berlangsung Lancar, KMP. Aceh Hebat 1 Bawa 369 Pemudik Menuju Sinabang

0
Suasana pelabuhan penyeberangan kuala bubon. (Foto: Dishub Aceh)

NUKILAN.id | Meulaboh – Usman, warga kota Sabang bersama keluarganya melakukan mudik menuju Sinabang menggunakan KMP Aceh Hebat 1 dari Pelabuhan Penyeberangan Kuala Bubon, Aceh Barat, Minggu, 7 April 2024.

Sebelumnya, ia berangkat dari Kota Sabang menggunakan KMP Aceh Hebat 2 menuju Banda Aceh. Barulah menempuh jalur darat menuju Kuala Bubon, Aceh Barat.

“Pelayanannya nyaman, ruangan bersih, dan dingin. ABK juga ramah kepada penumpang,” ujarnya.

Tepat pukul 17.00 WIB, kapal ini berangkat menuju Pelabuhan Penyeberangan Sinabang membawa sebanyak 369 penumpang. Selain itu kapal ini juga membawa kendaran golongan II sebanyak 206 unit, golongan IV sebanyak 9 unit, dan golongan V sebanyak 6 unit.

Menurut Nahkoda KMP. Aceh Hebat 1, Capt. Muhammad Nur lonjakan puncak arus mudik menuju Sinabang terjadi pada 2 dan 5 April lalu dari Pelabuhan Calang.

“Alhamdulillah mudik kali ini berjalan lancar, cuaca juga mendukung, dan ditambah penumpang lumayan banyak,” sebut M.Nur.

M.Nur mengimbau pemudik pengguna jasa KMP. Aceh Hebat 1 untuk menjaga barang bawaan dan tetap menjaga fasilitas kapal baik kebersihan dan lainnya.

Dilanjutkan M.Nur, tanggal 14 April nanti, KMP. Aceh Hebat 1 akan kembali berlayar dari Kuala Bubon menuju Sinabang.

Editor: Akil Rahmatillah

Tradisi Tadarus Malam Bulan Ramadan di Masjid Ilham Gampong Sapik: Anak Remaja Mendominasi

0
Tradisi tadarus Al-Quran di Masjid Ilham Gampong Sapik. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Setiap Ramadan, umat Islam di seluruh dunia merayakan bulan suci dengan berbagai tradisi yang khas. Di Masjid Ilham, sebuah masjid yang terletak di Gampong Sapik, tradisi tadarus malam bulan Ramadan mengalami perubahan menarik pada tahun ini. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana orang dewasa menjadi pengisi acara tadarus, pada tahun ini, tradisi tersebut diisi oleh para anak remaja, mulai dari SMP hingga SMA.

Setiap malam sejak awal Ramadan, anak-anak remaja dari Gampong Sapik berkumpul di Masjid Ilham untuk melakukan tadarus. Mulai dari pukul 22.00 hingga tengah malam, para remaja ini secara bergantian membaca Al-Quran dengan penuh khidmat di bawah cahaya lembut lampu masjid.

Perubahan ini terasa segar bagi masyarakat Gampong Sapik, yang merasa bangga melihat generasi muda mereka turut serta aktif dalam kegiatan keagamaan ini.

“Tradisi tadarus selama bulan Ramadan selalu menjadi momen yang dinanti-nantikan oleh masyarakat kami. Tetapi tahun ini, melihat anak-anak remaja kami aktif membaca Al-Quran di tengah malam memberikan semangat baru bagi kami semua,” ujar Herwin, salah seorang warga Gampong Sapik kepada Nukilan.id pada Minggu, (7/4/2024) dini hari.

Setelah sesi tadarus, anak-anak remaja tersebut beristirahat sejenak sambil menikmati makanan ringan yang disediakan oleh warga Gampong Sapik. Kue-kue tradisional dan hidangan ringan lainnya disajikan dengan hangat, menciptakan suasana kebersamaan dan kehangatan di antara para pembaca Al-Quran.

Salah satu dari anak-anak remaja yang aktif dalam kegiatan tadarus ini adalah Rafik. Ia merasa sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari tradisi tadarus di Masjid Ilham.

“Meskipun cukup melelahkan membaca Al-Quran di tengah malam, tetapi melihat semangat dan dukungan dari teman-teman serta masyarakat membuat saya semakin bersemangat,” ungkap Rafik yang juga seorang santri di Dayah Modern Ruhul Islam Anak Bangsa.

Tradisi tadarus oleh anak-anak remaja ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Gampong Sapik, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk lebih aktif dalam kegiatan keagamaan.

Semangat mereka dalam memelihara tradisi agama dan kebersamaan di tengah-tengah bulan Ramadan menjadi cerminan dari nilai-nilai keislaman yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

Percepatan Sertifikasi Halal Produk Layanan Wisata, Kemenag Kolaborasi dengan Kemenparekraf

0
BPJPH Kemenag bersinergi dengan Kemenparekraf dalam rangka percepatan sertifikasi halal. (Foto: kemenag.go.id)

NUKILAN.id | Bandung – Indonesia secara bertahap akan memberlakukan kewajiban bersertifikasi halal bagi produk yang beredar pada Oktober 2024. Jelang, penerapan kebijakan tersebut berbagai upaya dilakukan, termasuk melakukan sinergi lintas kementerian/lembaga.

Terbaru, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) sepakat bersinergi dan kolaborasi dalam rangka percepatan sertifikasi halal bagi produk layanan wisata. Komitmen tersebut juga menjadi upaya kolaboratif kedua pihak dalam menyukseskan Wajib Halal Oktober 2024 yang akan diberlakukan mulai 18 Oktober 2024 mendatang.

Komitmen sinergitas kedua pihak tersebut mengemuka dalam pertemuan sharing session antara Menteri Parekraf Sandiaga Uno dan Kepala BPJPH Kemenag Muhammad Aqil Irham pada acara Forum Diskusi Penguatan Ramah Muslim di Destinasi Pariwisata di Universitas Padjajaran, Bandung.

“Pada tahun Wajib Halal Oktober 2024 ini, kami upayakan cara-cara yang extraordinary untuk melakukan kerja sama secara terbuka dan masif. Kali ini kami akan mengajak Pak Menteri Parekraf nanti untuk melaunching program ini yang nantinya akan berada di 3.000 titik desa wisata yang tersebar di tanah air,” kata Kepala BPJPH M. Aqil Irham, Kamis (4/4/2024).

“Tidak hanya hadir, tapi kita juga akan melakukan sosialisasi, pendampingan hingga fasilitasi (sertifikasi halal) kepada para pelaku UMK di lokasi,” jelas Aqil.

Lebih lanjut, Aqil mengatakan bahwa saat ini, program kolaboratif serupa dalam rangka menyambut Wajib Halal Oktober 2024 juga tengah dijalankan oleh BPJPH dengan berbagai stakeholder baik di pusat, provinsi maupun di kabupaten/kota.

Sementara itu, Menteri Parekraf Sandiaga Uno menyampaikan komitmennya untuk menguatkan sektor Pariwisata Ramah Muslim (PRM) yang juga sejalan dengan program jaminan produk halal (JPH). “Kami merasa Wajib Halal Oktober 2024 ini merupakan upaya kita untuk menjalankan amanat perundang-undangan, maka kami serius banget. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat Pariwisata Ramah Muslim (PRM), apalagi kami selaraskan dengan sertifikat halal,” tutur Sandiaga.

“Kita ada 3.000 desa wisata yang akan kita kerja samakan dengan kampus seperti Unpad. Mudah-mudahan ini akan menjadi memperkuat posisi kita sebagai Destinasi Wisata Halal nomor 1 dunia,” sambungnya.

Lebih lanjut, Sandiaga mengatakan bahwa dengan sertifikasi halal produk dan layanan usahanya, pengelola desa wisata dapat meningkatkan kualitas layanan untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi wisatawan muslim yang berkunjung.

“Saya ingin Jadesta (Jejaring Desa Wisata) yang menjadi andalan jejaring desa wisata ini bisa meningkatkan kualitas layanan di desa wisata, produk-produk yang halal dan thoyib. Sehingga berkunjung ke desa wisata itu bisa menjadi halalan thoyiban dan mubarokah. Ini yang kita harapkan sehingga membuat (wisatawan merasa) nyaman, aman, dan menyenangkan saat berkunjung ke desa wisata,” kata Sandiaga.

Untuk mendorong percepatan penerapan sertifikasi halal di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, Kemenparekraf telah menerbitkan Surat Edaran tentang Sertifikasi Halal Produk Makanan dan Minuman untuk Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 25 Maret 2024. “Jadi melalui surat edaran ini diharapkan bisa menambah wawasan literasi mengenai wisata ramah muslim dan juga meningkatkan awareness sertifikasi halal,” kata Sandiaga.

Rektor Unpad, Rina Indiastuti, menyebut Jawa Barat memiliki potensi halal yang besar, terlebih dengan dukungan komunitas Muslim yang sangat besar. Untuk itu pihaknya berencana untuk segera membentuk Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) sebagai peran aktif Unpad dalam memperkuat ekosistem halal khususnya di Jawa Barat.

Nampak hadir, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf Dessy Ruhati, Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar, Kepala Pusat Kerjasama dan Standarisasi Halal BPJPH Abdul Syakur, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Dadang Rahmat Hidayat, Ketua ASIDEWI Jawa Barat Maulidan Isbar, Ketua Pokdarwis Desa Alamendah, dan Direktur Pengembangan Ekosistem Bisnis dan Digital, Istiqlal Global Fund, Aan Yugiastomo.

Editor: Akil Rahmatillah

Pemerintah Indonesia Fasilitasi Penjajakan Bisnis UKM di Arab Saudi

0
Duta Besar RI untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad menerima penghargaan atas nama Indonesia pada acara Gourmand World Cookbook Awards di Arab Saudi. (Foto: kemendag.go.id)
NUKILAN.id | Jakarta – Pemerintah Indonesia memfasilitasi penjajakan bisnis antara 44 usaha kecil dan menengah (UKM) binaan Badan Standardisasi Nasional (BSN) dengan importir Golden Algamah (GAG) dari Arab Saudi untuk meningkatkan kinerja ekspor produk makanan dan minuman (mamin).
Duta Besar Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad mengatakan, penjajakan bisnis tersebut bertujuan untuk meningkatkan kinerja ekspor Indonesia ke Arab Saudi.
“Melalui fasilitasi penjajakan bisnis ini, GAG melakukan kurasi dengan melihat spesifikasi produk, profil, dan katalog produk-produk UKM Indonesia yang dibutuhkan untuk didistribusikan ke pasar Arab Saudi melalui jaringan ritel supermarket yang dimiliki GAG,” ujar Aziz melalui keterangan di Jakarta, Jumat.
Melalui fasilitasi penjajakan bisnis ini, para pelaku UKM bisa mendapatkan informasi mengenai pasar dan persyaratan produk masuk ke Arab Saudi. Informasi tersebut penting untuk diketahui agar semakin banyak produk-produk UKM Indonesia yang dapat masuk ke pasar Arab Saudi.
Sementara itu, Atase Perdagangan Riyadh Gunawan mengatakan, secara umum produk mamin Indonesia seperti makanan ringan, biskuit, olahan permen, serta produk lainnya mempunyai karakteristik yang sama dengan produk-produk dari negara pesaing di ASEAN.
Gunawan mengharapkan pelaku usaha mamin Indonesia bisa mengadaptasi kebijakan Saudi Food and Drug Authority (SFDA) seperti label produk halal dan penggunaan bahan tambahan pada mamin olahan seperti pewarna makanan.
“Pelaku UKM mamin dapat memperhatikan kadar kandungan gula dan kandungan lemak yang terdapat pada mamin olahan, serta menggunakan bahan-bahan lain yang natural dan aman untuk kesehatan,” kata Gunawan.
Pada 2023 ekspor mamin Indonesia ke Arab Saudi tercatat sebesar 136,06 juta dolar AS, 2022 sebesar 125,63 juta dolar AS, dan 2021 sebesar 81,35 juta dolar AS. Sedangkan ekspor mamin Indonesia ke seluruh dunia pada periode yang sama, yaitu 2023 sebesar 5,14 miliar dolar AS, 2022 sebesar 5,35 miliar dolar AS, dan 2021 sebesar 5,12 miliar dolar AS.
Editor: Akil Rahmatillah

Jawab Pertanyaan Hakim MK, Tri Rismaharini Tegaskan Kemensos Hanya Salurkan Bansos dalam Bentuk Tunai

0
Menteri Sosial Tri Rismaharini saat menghadiri sidang gugatan hasil Pilpres . (Foto: memensos.go.id)
NUKILAN.id | Jakarta – Menteri Sosial Tri Rismaharini menegaskan, sejak ia menjadi Menteri Sosial tidak ada lagi penyaluran bantuan sosial dalam bentuk bahan pangan atau natura. Sejak 2021, Kementerian Sosial RI hanya menyalurkan bantuan sosial atau bansos dalam bentuk tunai, baik disalurkan melalui Himpunan Bank Pemerintah (Himbara) maupun kantor pos.
“Untuk bansos regular, kami 100% menggunakan transfer ke rekening PM tidak ada dalam bentuk natura atau barang. Semua tranfer ke rekening penerima manfaat 100%, kecuali respons kasus,” ungkap Mensos Risma.
Penegasan ini disampaikan Menteri Sosial Tri Rismaharini menjawab pertanyaan Hakim Mahkamah Konsitusi Suhartoyo dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) atau sengketa Pilres 2004 yang berlangsung di Mahkamah Konsitusi, Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (5/4).
 
Pada persidangan yang dihadiri juga oleh PHPU Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto serta Menteri Keuangan Sri Mulyani tersebut, Mensos Risma menjelaskan bantuan sosial berbentuk barang disalurkan dalam kondisi-kondisi khusus. Misalnya saja bagi penyandang disabilitas, penerima manfaat yang sakit di mana mereka benar-benar membutuhkan bantuan berbentuk barang serperti sembako dan alat kebersihan diri. 
 
Pada kesempatan yang sama, Mensos Risma juga menjelaskan bahwa sebelumnya memang ada bansos berupa barang. Akan tetapi, karena tingginya risiko akan kerusakan barang, serta adanya potensi masalah dari segi hukum dan keuangan, Mensos Risma pun menghapuskan adanya bansos barang dan menggantinya dengan bansos tunai. 
 
Menteri Keuangan Sri Mulyani kemudian menambahkan, bantuan dalam bentuk pangan seperti beras, beresiko terutama dari sisi kualitas karena bisa saja kualitas beras yang disalurkan kepada masyarakat lebih rendah dari yang semestinya. Selain itu, beresiko pula dari segi pengiriman misalnya rusak terkena air hujan saat pengiriman. “Jika bansos disalurkan dalam bentuk tunai, maka lebih mudah dalam pengawasan serta  bisa menggerakan perekonomian di satu titik sekitar rumah penerima bansos,” kata Sri Mulyani. 
 
Mensos Risma juga menegaskan, bansos yang dikelola Kemensos pasti  tepat sasaran dan bakal diterima Penerima Manfaat (PM) karena semua data penerima bansos tersimpan rapi dan terupdate setiap bulan. “Menurut ketentuan undang-undang, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial atau DTKS harus diupdate setiap enam bulan. Namun sejak saya jadi Menteri, data harus setiap bulan diperbarui sehingga ketahuan jika ada PM yang sudah meninggal atau pindah alamat,” kata Mensos Risma.
 
Mensos Risma juga mengutarakan bahwa Kementerian Sosial selalu terbuka untuk masukan dari masyarakat soal penerima bansos yang tidak sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan. Kemensos memfasilitasi masyarakat untuk melaporkan ketidaksesuaian tersebut melalui Command Center Kemensos yang aktif 24 jam setiap harinya dan melalui usul sanggah di aplikasi Cek Bansos.
 
“Misalkan mau complain, 24 jam kami ada CC (Command Center). Seseorang bisa melapor kenapa saya nggak terima bulan ini atau ada seseorang yang tidak berhak. Ada fitur usul sanggah,” kata Mensos.
 
Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat membuat laporan dengan menyertakan foto rumah yang tidak sesuai, kemudian petugas akan memeriksanya secara langsung. Apabila terbukti tidak layak menerima bansos, maka Kemensos akan mengirimkan datanya kembali ke daerah untuk diubah melalui daerah.
Editor: Akil Rahmatillah

Tinjau Pos Angkutan Lebaran, Ini Kata Pj Sekda Kota Banda Aceh

0
Pj, Sekda Kota Banda Aceh, Wahyudi meninjau Pos Angkutan Lebaran. (Foto: bandaacehkota.go.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Pj Sekda Banda Aceh, Wahyudi didampingi Wakapolresta AKBP Satya Yudha Prakasa, Kasdim 0101/KBA Sugi Hantoro, Asisten II Fadhil, Plt Kadishub Bukhari Sufi dan Plt Kasatpol PP dan WH M Rizal bersama jajaran meninjau langsung sejumlah pos pelayanan terpadu angkutan lebaran, Sabtu (6/4/2024).

Wahyudi dan rombongan mendatangi tiga lokasi pos, yakni di Pelabuhan Ulee Lheue, Terminal Bus Batoh, dan Terminal Lueng Bata.

Tiba di pelabuhan, Wahyudi dan rombongan mengecek langsung kesiapan mulai di pos pelayanan yang ada di kompleks Pelabuhan penyeberangan tersebut. Ia juga menyerahkan bingkisan berupa makanan dan minuman untuk dikonsumsi para petugas saat berbuka puasa.

Begitu pula di Terminal Bus Batoh dan Lueng Bata, ia juga mengecek persiapan tim medis yang harus siaga 24 jam, tempat ibadah, dan kebersihan lingkungan terminal.

”Hari ini kita sudah meninjau tiga pos, yakni di Pelabuhan Ulee Lheue, Terminal Lueng Bata dan Terminal Batoh. Alhamdulilah pengamanan berjalan sangat baik. Kita lihat petugas baik dari perhubungan, kepolisian dan TNI sangat siap,” ujar Wahyudi.

Ia juga mengatakan telah memantau pergerakan penumpang lewat aplikasi, baik yang datang maupun yang berangkat dari Banda Aceh. Katanya dalam dua hari ini terlihat ada kenaikan jumlah penumpang.

Kata Wahyudi, pihaknya terus memantau pergerakan penumpang angkutan hingga malam lebaran. Arus puncak diperkirakan pada H -2 lebaran.

Pemantauan dengan turun langsung ke pos-pos dilakukan bukan hanya untuk memastikan kelancaran dan keamanan pergerakan penumpang, tapi juga untuk memberi semangat dan apresiasi kepada petugas, perhubungan, kepolisian, TNI dan berbagai pihak yang terlibat selama berlangsungnya arus mudik tahun ini.

Dari pantauan yang dilakukan, semua berjalan dengan baik dan lancar dan tidak ditemukan kabar-kabar yang menyedihkan.

Wahyudi berharap seluruh personil yang telah diamanahkan bertugas dapat terus memberikan pelayanan terbaik hingga berakhirnya arus balik lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah.

Editor: Akil Rahmatillah