Beranda blog Halaman 1217

BFLF Bagikan Baju Lebaran untuk Anak Pengungsi Rohingya

0

NUKILAN.id | Banda Aceh – Yayasan Blood For Life Foundation (BFLF) Indonesia membagikan baju Lebaran sebagai bentuk menyambut kebahagiaan jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah, kepada puluhan anak-anak muslim pengungsi Rohingya yang saat ini ditampung di Balai Meuseuraya Aceh (BMA). Senin, 8 April 2024.

Ketua BFLF Indonesia Michael Octaviano mengatakan, pihaknya memberikan satu setelan busana muslim yang terdiri dari rok, baju dan jilbab. Busana tersebut khusus diberikan kepada anak perempuan.

“Kita ingin menghadirkan kebahagiaan kepada anak-anak di tengah keterbatasan mereka,” ucapnya.

Kata Michael, sebagai sesama muslim tentunya seseorang sangat merindukan momentum merayakan Lebaran dengan suka cita. BFLF hadir untuk memberikan secercah kebahagiaan kepada mereka di pengungsian.

“Karena sebagai seorang anak sudah sewajarnya mereka bermain dan bahagia dalam menyambut Idul Fitri,” kata Michael.

Michael berharap, semua pihak baik masyarakat maupun stakeholder dapat membantu para pengungsi. “Sudah seharusnya kita bisa berbagi dan peduli terhadap mereka,” kata Michael.

Bantuan busana yang diperoleh dari sahabat BFLF akan dibagikan juga kepada sejumlah anak penderita thalasemia yang sedang menjalani pengobatan di RSUDZA. Selain itu, pihaknya juga memberikan baju Lebaran kepada anak-anak di rumah singgah BFLF.

Tentang BFLF Indonesia
BFLF Indonesia adalah sebuah yayasan non-profit yang bergerak di bidang kesehatan dan kemanusiaan. Yayasan ini didirikan pada tahun 2010 dengan tujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam hal donor darah dan pengobatan thalasemia.

BFLF Indonesia telah banyak melakukan kegiatan sosial dan kemanusiaan, seperti donor darah massal, pengobatan gratis, penyedia rumah singgah, peduli Rohingya dan pemberian bantuan kepada korban bencana alam. Yayasan ini juga aktif dalam mengampanyekan pentingnya donor darah dan thalasemia kepada masyarakat.

Editor: Akil Rahmatillah

Kantor Cabang BSI Seluruh Aceh Tetap Buka Meski Libur Lebaran 2024

0
Ilustrasi Bank Syariah Indonesia (Foto: Dok. BSI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah melalui SKB 3 Menteri dan Keppres telah menetapkan jadwal libur Lebaran 2024 bagi PNS dan pegawai swasta. Lalu, kapan bank mulai libur? Simak jadwal operasional BSI (Bank Syariah Indonesia) selama Lebaran 2024.

Sebagai informasi, cuti bersama ditetapkan pada tanggal 8-9 April 2024 dan 12 serta 15 April 2024. Sementara, 10 dan 11 April 2024 merupakan hari libur nasional Lebaran 2024.

Sehubungan dengan cuti bersama dan libur Lebaran 2024, BSI Aceh mengumumkan bahwa kantor cabang BSI tetap dapat melayani nasabah pada tanggal 8-15 April 2024. Hal ini sebagaimana yang di sampaikan oleh Dian Budi Wijaksono, selaku Head of Stakeholder Management & Media Relation BSI Regional Aceh.

Dian menegaskan bahwa untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah, Kantor Cabang BSI seluruh Aceh akan tetap buka meski libur lebaran 2024.

“Selama libur lebaran ini BSI Aceh tetap buka,” ungkap Dian kepada Nukilan.id, pada Minggu (7/4/2024) melalui sambungan telepon.

Adapun transaksi yang dilayani pada masa libur Idulfitri 1445 H antara lain:

  • Transaksi pembayaran Pertamina dan institusi.
  • Setoran tunai/cek atau BG non-kliring.
  • Penarikan tunai/cek atau BG non-kliring.
  • Pembukaan rekening.
  • Complaint handling.
  • Transaksi lainnya, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Dian juga membagikan Informasi mengenai layanan kantor cabang yang buka selama libur lebaran 2024 serta jadwal operasional cabang terbatas. Adapun hal tersebut dapat dilihat melalui gambar berikut:

 

Kegiatan Operasional Terbatas Bank Aceh Berjalan Baik

0
Pelayanan Bank Aceh. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bank Aceh membuka layanan operasional terbatas untuk memberikan layanan perbankan kepada seluruh nasabah yang akan menyambut hari raya pada Senin 8 April 2024.

Sekretariat Perusahaan, Teuku Zulfikar mengatakan bahwa kegiatan operasional terbatas menjelang lebaran Idul fitri berjalan normal dan lancar.

“Pelaksanaan operasional terbatas di seluruh kantor cabang Bank Aceh menjelang hari raya Idul fitri berjalan normal dan lancar,” ujarnya

Dari hasil pantauan memang terjadi lonjakan nasabah di kantor cabang utama dan beberapa cabang lainnya, lonjakan nasabah terjadi karena adanya pencairan dana bantuan dari Baitul mal.

Teuku Zulfikar mengatakan walaupun terjadi lonjakan, seluruh nasabah dapat terlayani dengan baik dan terkendali.

“Alhamdulillah seluruh nasabah yang melakukan transaksi di Kantor Cabang Utama dan beberapa cabang lainnya dapat terlayani dengan baik dan terkendali,” katanya.

Semoga dengan layanan operasional terbatas ini dapat membantu nasabah dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 H.

Editor: Akil Rahmatillah

Perihal Pemberhentian Dirut Bank Aceh oleh Bustami Hamzah, Muslim Ayub: Bukan Sebagai Emosionalitas

0
Ketua Umum POSSI Aceh Muslim Ayub (Foto: Dok.Ist)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemberhentian direktur utama dan direktur operasional Bank Aceh oleh PJ Gubernur baru-baru ini menandai sebuah langkah strategis dalam upaya memperkuat manajemen bank tersebut menghadapi tantangan yang ada.

Langkah ini diambil bukan sebagai bentuk emosionalitas atau balas dendam dari PJ Gubernur Aceh yang baru, seperti yang dijelaskan oleh Muslim Ayub saat memberikan tanggapannya kepada media dalam perjalanannya menuju Kutacane kemarin.

Menurut Muslim, kepemimpinan sebelumnya di Bank Aceh Syariah belum mampu memberikan arah baru yang sesuai dengan tantangan kemajuan daerah tersebut.

“Upaya konkret bersama pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan UMKM baru atau memberikan stimulus bagi UMKM Aceh yang sudah ada juga belum terlihat,” ujar Muslim Anggota DPR RI terpilih Pemilu 2024.

Selain itu, perlu dicatat bahwa PJ Gubernur saat ini juga merupakan komisaris utama yang tidak dilantik oleh pendahulunya. Dalam satu tahun terakhir, catatan-catatan terkait tata kelola manajemen bank syariah Aceh menunjukkan kekurangan yang perlu diperbaiki.

Muslim juga menyoroti bahwa inovasi layanan bank Aceh di bawah kepemimpinan sebelumnya masih terbatas pada pemberian kredit konsumtif kepada ASN Aceh, tanpa potensi pengembangan yang sebanding dengan bank swasta lainnya di Aceh.

Menurutnya pergantian direksi bank Aceh syariah yang dilakukan oleh PJ Gubernur diyakini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bersaing dan kompetensi bank tersebut.

“Langkah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Aceh yang sedang diperjuangkan oleh PJ Gubernur yang baru,” tutupnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Kemenko Marves Kawal Langsung Pembahasan Deklarasi Menteri untuk WWF Ke-10

0
Kemenko Marves Kawal Langsung Pembahasan Deklarasi Menteri untuk WWF Ke-10. (Foto: kemenkomarves.go.id)

NUKILAN.id | Paris – Deklarasi Menteri merupakan luaran utama dari World Water Forum (WWF) ke-10 yang akan diselenggarakan pada tanggal 18-25 Mei 2024. Pada 28-29 Maret lalu, konsep Deklarasi Menteri telah dibahas dan dipertunjukkan kepada 194 perwakilan negara anggota UNESCO. Adapun ini Deklarasi Menteri ini akan diadaptasi oleh para Menteri antar negara saat Konferensi Tingkat Tinggi World Water Forum ke-10 pada 20 Mei 2024 mendatang.

Pembahasan deklarasi dilaksanakan selama dua hari penuh dihadiri oleh perwakilan dari 53 negara, dua organisasi internasional, dan tiga organisasi non pemerintahan yang hadir secara langsung. Panitia juga memfasilitasi secara virtual kepada 23 perwakilan negara lain yang hadir secara daring.

Pada pertemuan tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves sekaligus Kepala Sekretariat Panitia Pendukung WWF Nani Hendiarti menyampaikan kesiapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah WWF. Ia memaparkan pengaturan administrasi (Administrative Arrangement atau disingkat AA) untuk para peserta Pertemuan Tingkat Kepala Negara (19-20 Mei 2024) dan para peserta Pertemuan Tingkat Menteri (21-22 Mei 2024).

“Indonesia berharap sesuai dengan amanah dari Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Bapak Luhut selaku Ketua Panitia Nasional Sekali; agar negara-negara bisa hadir mengirimkan delegasi di level tertinggi pada forum air terbesar tersebut,” himbau Deputi Nani.

Mengawali pertemuan, Duta Besar RI untuk Perancis YM Bapak Mohamad Oemar menyampaikan terima kasih kepada UNESCO yang telah memfasilitasi pembahasan deklarasi, juga kepada perwakilan negara yang hadir baik secara langsung di ruang sidang, maupun secara daring.

Selanjutnya, pembahasan deklarasi yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Kerjasama Multilateral Kementerian Luar Negeri Indonesia Dubes Tri Tharyat bersama Presiden Kehormatan WWC Prof. Benjamin Braga.

“Terhadap konsep awal, kami telah menerima masukan dari 50 negara juga organisasi internasional. Kami berupaya sebaik mungkin untuk mengakomodasinya,menghindari hal-hal yang rawan, menghapus perihal Global Water Fund, juga melampirkan empat concept note untuk melengkapi konsep deklarasi yang akan kita bahas sekarang,” pernyataan Dubes Tri.

Sejak awal disepakati bahwa pembahasan mengenai deklarasi ini sifatnya bukan negosiasi, melainkan konsultasi, namun pada kenyataannya situasi sidang selama dua hari itu berlangsung alot dan dinamis, tidak mudah sampai pada kesepakatan. Hal ini bisa dipahami karena deklarasi menteri di WWF walaupun tidak mengikat secara hukum, namun merupakan komitmen politik sehingga menyangkut kepentingan negara masing-masing, adanya kesenjangan antara negara maju dan berkembang serta banyak keselarasan istilah atau “agreed language” yang merujuk kepada resolusi atau dokumen lain di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) seperti UN water agenda.

Terkait kepentingan Indonesia, dua isu dapat disepakati oleh pertemuan, yakni: Center of Excellence on Water (CoE) and Climate Resilience dan Compendium of Concrete Deliverables. Kepala BMKG menjelaskan bahwa konsep CoE tersebut tidak menciptakan insitusi baru dan tidak ada implikasi anggaran, melainkan lebih kepada koordinasi antar CoE yang sudah ada atau aliansi.

Editor: Akil Rahmatillah

Sukuk Negara: Tebar Manfaat Nyata, Dorong Pemerataan Pembangunan

0
Ilustrasi. (Foto: kemenkeu.go.id)

NUKILAN.id | Jakarta – Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau lebih dikenal dengan Sukuk Negara merupakan Surat Berharga Negara (SBN) yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Keuangan berdasarkan prinsip Syariah sebagai bukti atas bagian penyertaan suatu aset.

Dana investasi diperuntukkan pembelian hak manfaat Barang Milik Negara ataupun pengadaan proyek untuk disewakan kepada Pemerintah. Imbalan berasal dari keuntungan hasil kegiatan investasi tersebut.

Sukuk negara bukan hanya menjadi salah satu sumber pembiayaan APBN. Namun juga mendorong pertumbuhan pasar keuangan syariah di Indonesia. Lebih dari itu, sukuk negara dimanfaatkan secara langsung untuk membiayai proyek-proyek pembangunan di berbagai sektor, yang selanjutnya akan menyokong pertumbuhan ekonomi.

Instrumen sukuk memiliki beberapa keunggulan dibandingkan instrumen investasi lainnya. Penerbitan sukuk dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Pokok dan imbalan sukuk juga dijamin oleh negara melalui UU APBN dan UU SBSN, sehingga tidak memiliki risiko gagal bayar. Berinvestasi sukuk menguntungkan karena tingkat imbalan kompetitif dan potensi kenaikan harga (capital gain). Pajak imbal hasil sukuk pun lebih rendah dibandingkan deposito. Dan yang tak kalah penting, sebagai warga negara Indonesia, berinvestasi sukuk berarti mendukung kemandirian bangsa melalui pembiayaan pembangunan nasional, dari rakyat untuk rakyat.

“Satu lagi yang tidak ada di instrumen lain adalah dengan investasi di sukuk, investor atau masyarakat yang membeli akan menjadi pahlawan tanpa harus angkat senjata. Karena sukuk atau uang yang diinvestasikan pemerintah kan untuk membangun yang langsung dipergunakan oleh masyarakat,” ujar Direktur Pembiayaan Syariah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Dwi Irianti Hadiningdyah.

Editor: Akil Rahmatillah

19 Ribu Lebih Kendaraan Melintas di Tol Sigli-Banda Aceh Jelang Lebaran

0
Seksi 2, Gerbang Tol Seulimuem-Jantho, Tol Sibanceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – PT Hutama Karya (Persero) mencatat total 19.101 kendaraan melintas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) menjelang Lebaran 2024, terhitung sejak 3 hingga 7 April 2024. Angka ini menunjukkan peningkatan 24 persen dibandingkan volume lalu lintas normal.

“Trafik kendaraan yang masuk ke Ruas Tol Sigli – Banda Aceh sebesar 24 persen jika dibandingkan dengan VLL normal dengan total kumulatif 19.101 kendaraan yang melintas,” kata Branch Manager Ruas Tol Sibanceh Totok Masyadi dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/4).

Totok mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar mematuhi aturan dan tata tertib di jalan tol, seperti menjaga kecepatan antara 60-100 km/jam, memastikan kendaraan tidak melebihi muatan dan dimensi, serta tidak menggunakan bahu jalan kecuali dalam keadaan darurat.

Ia juga mengimbau pengguna jalan tol untuk menggunakan satu kartu Uang Elektronik (UE) hanya untuk satu kendaraan dan memastikan saldo UE cukup sebelum memasuki gerbang tol.

“Apabila pengguna jalan tol mengalami gangguan atau melihat tindak kejahatan, segera laporkan ke Call Centre di nomor 1708,” ujar Totok.

Reporter: Rezi

Jemaah Tharekat Syattariyah Nagan Raya Lebaran Idulfitri Hari Ini

0
Jemaah Tharekat Syattariyah Nagan Raya Lebaran Hari Raya Idulfitri Hari Ini. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Suka Makmue – Puluhan ribu jemaah tarekat Syattariyah pengikut Habib Muda Seunagan atau Abu Peuleukung di Kabupaten Nagan Raya, provinsi Aceh dan sekitarnya, mulai merayakan Idul Fitri 1445 Hijriah atau 2024 Masehi hari ini, Senin, 8 April 2024.

Pelaksanaan Salat Ied terpusat di Masjid Jamik Peuleukueng, Kecamatan Seunagan Timur, Nagan Raya.  Hari Raya Idulfitri ditentukan setelah berpuasa 30 hari.

Jamaah pengikut Thariqat Syattariyah tersebut memadati kompleks masjid hingga ke badan jalan, guna melaksanakan ibadah shalat.

Prosesi pelaksanaan ibadah shalat Ied berjalan lancar, dengan pengawalan personel kepolisian Polres Nagan Raya dan prajurit TNI dari jajaran Kodim 0116 Nagan Raya.

Keputusan merayakan Idul Fitri lebih awal sesuai dengan perhitungan hisab, sehingga disimpulkan jatuh pada har ini. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Teuku Raja Keumangan menjadi Khatib pada Salat Ied tersebut.

“Alhamdulillah hari kami telah menyambut Idul Fitri, hal tersebut sesuai dengan perhitungan hisab bilangan kelima, yang menjadi pegangan sejak 200 tahun lalu,” kata TRK.

Menurut TRK, keputusan merayakan Idul Fitri lebih awal sesuai dengan perhitungan hisab bilangan ganjil tersebut. Sehingga disimpulkan lebaran jatuh hari ini.

Wakil Ketua DPR Aceh ini juga menjelaskan menurut hitungan diajarkan dan menjadi pegangan mereka selama ini. Maka hari ditetapkan telah memasuki bulan syawal dan tak ada alasan untuk tak melaksanakan salat Idul Fitri.

Bukan hanya di Nagan Raya, sebagai besar warga Aceh Barat dan sejumlah daerah yang ikut dalam tarekat Syattariyah saat ini juga telah berlebaran. Meskipun berbeda dengan yang ditetapkan pemerintah hal itu bukanlah menjadi masalah bagi mereka.

“Sebagian besar warga telah lebaran, walaupun berbeda tapi selama ini tidak ada masalah, bahkan perbedaan telah berlangsung ratusan tahun lalu,” ujar TRK.

Kendati lebih awal merayakan Idul Fitri, para jemaah diminta tetap menghargai warga lainnya yang masih berpuasa dan menetapkan salat ied berbeda dari pengikut Abu Peuleukueng .

Reporter: Adwina

Penjual Kue Kering di Pasar Aceh Panen Untung Jelang Lebaran

0
Firman, Penjual kue kering di Pasar Aceh tepatnya di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, para penjual kue kering di Pasar Aceh, Banda Aceh, panen untung. Salah satunya adalah Firman, seorang penjual kue kering yang mengaku omzetnya mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah omzet tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkap Firman kepada saat ditemui tim Nukilan pada Senin (8/4/2024).

Firman mengatakan, banyak pembeli yang mendatangi lapaknya karena lokasinya yang strategis di pinggir jalan KH Ahmad Dahlan, Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.

Ia menawarkan berbagai macam kue kering dengan kisaran harga mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 50.000 per kilogram.

“Disini banyak yang beli karena lokasinya strategis pas di pinggir jalan, jadi pembeli lebih mudah menjangkau dagangan saya,” ujarnya.

Mayoritas pembeli yang membeli kue kering dari lapak Firman adalah warga Banda Aceh yang hendak menyajikan hidangan kue lebaran di rumah.

Firman menyampaikan, sebagian besar kue kering yang dijualnya merupakan produk dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, dengan salah satu produk andalan yang paling diminati adalah nastar.

“Sebagian barang dari produksi UMKM seperti nastar,” jelasnya.

Meskipun masih tersedia banyak varian kue kering, Firman mengakui bahwa sebagian besar telah terjual habis. “Ini sebenarnya masih banyak varian tetapi sudah laku, ini yang sisa sisanya,” pungkasnya.

Reporter: Rezi

H-2 Lebaran, Arus Mudik di Aceh Terpantau Lancar

0
Terminal Tipe A Banda Aceh (Foto: Doc. Dishub Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Suasana arus mudik lebaran tahun 2024 di Provinsi Aceh hingga Senin, 8 April 2024 atau H-2 lebaran terpantau aman dan lancar.

Arus mudik di Terminal Tipe A Banda Aceh misalnya, suasana di terminal ini cukup kondusif meski mengalami lonjakan penumpang yang cukup signifikan sejak beberapa hari yang lalu.

Berdasarkan data yang diperoleh, total pergerakan pemudik di terminal ini mencapai 1.475 orang, yang menggunakan jasa angkutan umum antar kota antar provinsi (AKAP) sebanyak 1.076 orang, dan pengguna angkutan umum antar kota dalam provinsi (AKDP) sebanyak 399 orang.

Pemudik selalu diimbau untuk menggunakan jasa angkutan umum resmi dan legal, serta membeli tiket pada loket yang beroperasi di dalam area terminal. Hal ini guna memastikan perjalanan mudik bisa berjalan dengan aman dan selamat hingga tiba di kampung halaman.

Editor: Akil Rahmatillah