Beranda blog Halaman 1191

Pangdam Iskandar Muda Hadiri Apel Komandan Satuan, Ini Pesan KSAD

0
Pangdam Iskandar Muda Hadiri Apel Komandan Satuan. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Denpasar – Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal, M.Tr.(Han), menghadiri kegiatan Apel Komandan Satuan (AKS) Terpusat Tahun Anggaran 2024.

Apel dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., di Bali Nusa Dua Convention Center, Kamis (25/4/2024).

Apel Dansat ini mengangkat Tema “Melalui Apel Dansat TNI AD Kita Tingkatkan Profesionalisme Prajurit Guna Mewujudkan Pertahanan yang Tangguh Untuk Indonesia Maju”.

Apel Dansat yang dihadiri oleh para Komandan Satuan TNI AD di seluruh Indonesia ini bertujuan agar terwujudnya pemahaman para Dansat terhadap pokok-pokok kebijakan Pimpinan TNI AD TA 2024, meningkatkan kepedulian, kepekaan dan Integritas Para Dansat serta meningkatnya peran dan profesionalisme Dansat dalam setiap pelaksanaan tugas.

Kasad menyampaikan, melalui Apel Dansat ini diharapkan tercipta kesamaan persepsi guna mengoptimalkan Binsat dalam menjalankan tugas pokok TNI AD. Hal ini menjadi krusial dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pelaksanaan tugas.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan komunikasi dua arah di jajaran Komando, sehingga menjadi landasan penting untuk menciptakan suasana hubungan kerja yang harmonis,” ujarnya.

Dengan komunikasi yang efektif, sambung dia, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang dinamis dan produktif.

Selain itu dengan adanya forum Apel Komandan Satuan ini juga diharapkan supaya para Komandan Satuan dapat memahami dengan lebih mendalam tentang pokok-pokok kebijakan dari pimpinan TNI AD. Hal ini menjadi landasan dalam mengarahkan strategi dan kebijakan di tingkat satuan.

Apel Dansat ini merupakan bagian dari upaya terus-menerus TNI AD dalam meningkatkan profesionalisme dan kualitas kerja guna menghadapi berbagai tantangan yang ada.

Dengan adanya kesadaran akan pentingnya harmonisasi kerja dan pemahaman yang mendalam terhadap kebijakan pimpinan, diharapkan TNI AD mampu memberikan kontribusi maksimal bagi keamanan dan kedaulatan negara.

Hadir dalam acara tersebut Wakasad, Irjenad, Koorsahli Kasad, Pangkostrad, Danpusterad, Danpussenif, Dankodiklatad, Para Pangkotama, Para Asisten Kasad, para Dan/Dir/Ka Balakpus, Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana beserta pengurus Persit KCK serta Para peserta Apel Dansat beserta istri.

Editor: Akil Rahmatillah

Laju Inflasi Aceh pada 2024 Diramal Masih Tinggi, BI Beberkan Strategi 4K

0
Laju Inflasi Aceh pada 2024 Diramal Masih Tinggi, BI Beberkan Strategi 4K. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh terus berupaya mengantisipasi peningkatan laju inflasi di Tanah Rencong pada tahun ini yang diperkirakan masih tinggi, terutama dari kelompok volatile food (komponen bergejolak).

Kepala Perwakilan BI Aceh, Rony Widijarto mengatakan, inflasi Aceh pada 2023 terendah secara nasional yakni 1,53 persen, sedangkan inflasi nasional sebesar 2,61 persen. Oleh karena itu, pada tahun ini terdapat resiko base effect pada inflasi yang perlu diantisipasi.

“Inflasi Aceh (2023) terendah secara nasional. Dan itu juga menembus batas bawah. Artinya, sangat berat untuk menjaga inflasi dalam level yang sama,” kata Rony, Jumat (26/4/2024).

Dia menjelaskan, pada Maret 2024, inflasi Aceh sebesar 3,25 persen secara tahunan  (year-on-year/yoy) atau 0,48 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).

Inflasi Aceh masih berada pada target inflasi nasional 2,5 plus minus 1 persen, meski di tengah penambahan kota Indeks Harga Konsumen (IHK) baru dan perubahan tahun dasar.

Namun demikian, kabupaten/kota IHK baru perlu diwaspadai karena cenderung memiliki inflasi yang tinggi secara yoy apabila melihat pola inflasi Januari-Maret 2024.

Sebab itu, menurut Rony, upaya pengendalian inflasi terus dilakukan di Aceh bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di setiap daerah dengan terus mengimplementasikan strategi 4K yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

“Artinya barang akan stabil mulai dari hulunya, bagaimana distribusinya, tidak ada hambatan hal lain, sampai ke masyarakat, di pasar tradisional dijaga dengan harga terkendali dalam sasaran. Sasaran sekarang lebih rendah lagi yaitu 2,5 plus minus 1 persen,” ujarnya.

Saat ini, ada lima kota IHK di Aceh yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, Aceh Barat, Aceh Tamiang dan Aceh Tengah. Penambahan dua kota inflasi yaitu Aceh Tengah dan Aceh Tamiang mulai 2024 ini sebagaimana tindak lanjut dari tahun dasar baru.

Editor: Akil Rahmatillah

Banda Aceh Terima Penghargaan Maturitas SPIP Level 3 dari BPKP

0
Banda Aceh Terima Penghargaan Maturitas SPIP Level 3 dari BPKP. (Foto: Humas Banda Aceh)

NUKILAN.id |Banda Aceh – Pemko Banda Aceh menerima Penghargaan Pencapaian Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Level 3 dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Penghargaan tersebut diserahkan pada acara rapat koordinasi teknis pengawasan se Aceh dengan tema ‘Sinergitas pengawasan yang inklusif menuju pencapaian pembangunan Aceh yang berkualitas’ di Hotel Hermes Palace, Rabu (24/4/2024).

Kota Banda Aceh menerima penghargaan SPIP level 3 ini dengan empat indikator.

Informasi dari Inspektur Inspektorat Pemko Banda Aceh, Rita Pujiastuti, empat indikator yang diraih Pemko di level 3 adalah, SPIP, APIP, MRI dan IEPK.

Penilaian maturitas SPIP terintegrasi dan kapabilitas APIP pemerintah daerah se Aceh tahun 2023, Pemko Banda Aceh meraih skor 3.261 untuk SPIP Terintegrasi dengan level 3. Kemudian untuk MRI memperoleh skor 3.201, IEPK meraih skor 3.020 dan APIP memperoleh skor 3.000.

Raihan penghargaan ini mendapatkan apresiasi dari Pj Wali Kota Banda Aceh, Amiruddin.
“Alhamdulillah, terimakasih atas kerja keras dan dedikasi semua pihak sehingga Pemko berhasil meraih penghargaan ini,” kata Amiruddin.

Tak lupa ia pun menyampaikan apresiasi kepada Sekda, Asisten, Staf Ahli dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Terkhusus, untuk Inspektur dan jajaran atas kerja cerdas. Semoga Banda Aceh tetap menjadi yang terdepan,” kata Amiruddin.

Amiruddin menambahkan, pengawasan memang harus dimulai sejak perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi.

Dengan mendapatkan penghargaan pencapaian maturitas SPIP Level 3 ini membuktikan bahwa Pemko Banda Aceh dapat menjalankan SPIP sesuai dengan peraturan perundangan yang telah berlaku.

Menurut Pj wali kota, Sistem Pengendalian Intern Pemerintah merupakan proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

Skor maturitas penyelenggaraan SPIP sebesar tiga atau level 3. Secara umum dengan berada pada level “terdefinisi” mencerminkan bahwa Pemko Banda Aceh telah berhasil melaksanakan praktek pengendalian intern.

Penilaian tingkat maturitas penyenggaraan SPIP sendiri, meliputi berbagai unsur,diantaranya lingkungan pengendalian, penilaian resiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan.

Editor: Akil Rahmatillah

Diskusi Syawalan ISI-Aceh Dorong Sinergi Menuju Pilkada Damai

0
ISI Bahas Rekomendasi Untuk Penyelengara Pemilukada dan Pemilih di Pilkada Aceh 2024 (Foto: ISI Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) Aceh menggelar diskusi syawalan yang dihadiri oleh para sosiolog dari berbagai kampus dan lembaga di Aceh, dengan tema utama “Bersinergi Dalam Mewujudkan Pilkada Damai di Aceh”. Acara yang digelar secara virtual ini dimulai dengan e-Halal Bilhalal dan dilanjutkan dengan diskusi rutin bulanan ISI Aceh pada Jumat, (26/04/2024).

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Nirzalin, M.Si selaku ketua ISI Aceh, menyatakan bahwa momentum Syawalan tahun ini menjadi semangat bagi para sosiolog untuk berkontribusi dalam mewujudkan Pilkada serentak 2024 yang damai di Aceh. Dia berharap sinergitas antara berbagai pihak dapat membuat Aceh menjadi lebih baik dan diakui baik secara nasional maupun internasional.

Diskusi tersebut melibatkan sosiolog dari Kampus USK, Unimal, UTU, UIN Ar-raniry, Unida, serta para alumni yang aktif di berbagai LSM dan ASN di Pemerintah daerah. Dr. Akmal Saputra, MA, selaku moderator dari Program Studi Sosiologi UTU Aceh, memimpin diskusi untuk menggali ide-ide yang dapat menjadi masukan bagi pelaksanaan Pilkada di Aceh pada November 2024 mendatang.

Diskusi virtual selama 1 jam 30 menit tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi bagi penyelenggara pemilu dan para pemilih di Aceh. Rekomendasi tersebut antara lain menggarisbawahi pentingnya penyelenggara pemilu untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab berdasarkan aturan yang ada, serta mengedepankan nilai-nilai ke-Acehan dalam penyelenggaraan Pilkada.

Selain itu, disoroti juga pentingnya sinergi lintas penyelenggara pemilu seperti KIP Aceh, Panwaslih Pilkada, dan Panwaslih/Bawaslu Aceh, serta memanfaatkan struktur sampai tingkat gampong untuk mensosialisasikan pendidikan politik kepada para pemilih, khususnya di pedesaan.

Terkait dengan penyelenggaraan Pemilihan Umum di Aceh, beberapa masukan penting telah disampaikan kepada Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Pilkada, dan Panwaslu/Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Aceh.

Dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan Pemilihan Umum, terutama yang diatur dalam Qanun Aceh Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Serta Walikota dan Wakil Walikota, para pemangku kepentingan menegaskan pentingnya menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, mereka juga menggarisbawahi perlunya mengedepankan nilai-nilai lokal dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum di Aceh. Aceh memiliki kekhasan budaya dan kearifan lokal yang harus menjadi kekuatan tersendiri dalam proses demokrasi. Kehadiran nilai-nilai lokal ini diharapkan dapat membedakan Aceh dari daerah lain dalam pelaksanaan Pemilihan Umum.

Selanjutnya, sinergi antara berbagai lembaga penyelenggara Pemilihan Umum seperti KIP Aceh, Panwaslu Pilkada, dan Bawaslu Aceh juga ditekankan sebagai kunci keberhasilan dalam menjalankan tugas masing-masing. Koordinasi yang baik antar lembaga ini akan memastikan bahwa setiap tahapan pemilihan berjalan sesuai dengan peran dan fungsi yang telah ditetapkan.

Tak hanya itu, para penyelenggara juga diingatkan untuk memanfaatkan struktur organisasi mereka hingga ke tingkat desa untuk melakukan sosialisasi pendidikan politik kepada pemilih, khususnya mereka yang tinggal di pedesaan. Langkah ini dianggap penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya peran dan partisipasi dalam proses demokrasi.

Selain itu, para sosiolog menyoroti pentingnya pemilihan pemimpin yang berkualitas di Aceh, dengan menekankan perlunya tokoh teknokratik visioner sebagai pemimpin gubernur, wakil gubernur, bupati, dan walikota. Mereka menegaskan bahwa Aceh saat ini tidak lagi dalam situasi konflik, oleh karena itu, karakter kharismatik tidak lagi menjadi prioritas utama.

Dalam sebuah diskusi virtual, disampaikan bahwa pemilih perlu memperhatikan rekam jejak calon pemimpin baik secara langsung maupun digital. Calon pemimpin yang dipilih harus mampu berkontribusi dalam pengembangan Aceh, menjawab tantangan lokal, nasional, dan internasional, terutama dalam bidang pembangunan sosial.

Selain itu, para calon pemimpin juga diharapkan mampu menggali potensi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) Aceh untuk memajukan daerah tersebut, serta memiliki semangat untuk memperkuat penerapan Syariat Islam sesuai dengan Qanun Aceh tentang Syariat Islam No 11 Tahun 2022, serta menguatkan perdamaian yang tertuang dalam MoU Helsinki.

Dalam konteks ini, para sosiolog menekankan bahwa Aceh membutuhkan tokoh-tokoh teknokratik visioner yang mampu mengatasi tantangan pembangunan berkelanjutan di semua aspek. Dengan tingginya angka kemiskinan di Aceh mencapai 14,45%, strategi-strategi terstruktur dan sistematis diperlukan untuk mengurangi kemiskinan tersebut.

Kolaborasi yang sinergis antara pemimpin teknokratik visioner dan akademisi, khususnya dalam bidang sosial seperti sosiologi dan ekonomi, diyakini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di atas 6% dan secara bersamaan mengentaskan kemiskinan secara signifikan. Hal ini dianggap sebagai langkah penting untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

Surya Paloh Tunjuk Muslim Ayub Jadi Ketua Wantim Partai Nasdem Aceh

0
Ketua Wantim DPW Partai NasDem Aceh, Muslim Ayub. (Foto: DPW NasDem Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Mantan Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Aceh Muslim Ayub kini dipercayakan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Wilayah Partai NasDem Provinsi Aceh periode 2024-2029.

Muslim Ayub yang kini terpilih menjadi Anggota DPR RI di Dapil Aceh I di Pemilu 2024, menggantikan Ketua Wantim sebelumnya Zaini Djalil.

Penunjukan Muslim Ayub oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Surya Paloh berdasarkan Surat Keputusan (SK) Nomor: 44 A – Kpts/DPP – NasDem/IV/2024 tanggal 25 April 2024.

Muslim Ayub pernah menjabat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pada periode 2014-2019 dari Fraksi PAN.

Sedangkan Teuku Irwan Djohan, Muhammad MTA dan Zardan Araby dipercayakan sebagai Wakil Ketua Wantim, dan Irvan Mirza sebagai Sekretaris Wantim Partai NasDem Provinsi Aceh periode 2024-2029.

SK tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem, Surya Paloh dan Hermawi F. Taslim.

Sementara itu, untuk jabatan Ketua Dewan Pakar Wilayah Partai NasDem Aceh periode 2024-2029 dipercayakan kepada Ir H Nasaruddin, yang merupakan mantan Bupati Aceh Tengah.

Selanjutnya Abdullah Puteh sebagai Wakil Ketua Dewan Pakar, dan Nyak Musa Husein sebagai Anggota Dewan Pakar Wilayah.

Nasaruddin dan Abdullah Puteh adalah Caleg DPR RI yang maju di Dapil Aceh II pada Pemilu 14 April lalu bersama Irsan Sosiawan.

Irsan Sosiawan akhirnya terpilih menjadi Anggota DPR RI dari Partai NasDem dari Dapil Aceh II. Irsan kemudian ditunjuk sebagai Ketua DPW Partai Nasdem Aceh, Zamzami Menjabat Sekretaris Yang Terpilih Anggota DPR Aceh Dapil 9 Aceh dan Muhammad Raji Firdana sebagai Bendahara terpilih Sebagai Anggota DPR Aceh Dapil 5.

Editor: Akil Rahmatillah

Perkuat Aksesibilitas Layanan Transportasi Nasional, Men PANRB Setujui 18.017 Formasi ASN Kemenhub 2024

0
ASN Kemenhub. (Foto: Ayo Jakarta)

NUKILAN.id | Jakarta – Usulan kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) untuk Kementerian Perhubungan (Kemenhub) disetujui 100 persen oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), yakni sebesar 18.017 formasi. Formasi yang ditetapkan itu diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas serta pemerataan aksesibilitas pelayanan sektor transportasi di Indonesia.

Berdasarkan laman resmi Kemen PANRB, Formasi sebanyak 18.017 tersebut terdiri atas calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), dengan rincian 1.385 CPNS Tenaga Teknis, 6 CPNS Tenaga Kesehatan, 16.543 PPPK Tenaga Teknis, dan 83 PPPK Tenaga Kesehatan.

“Kementerian PANRB mendukung penuh upaya Kemenhub dalam upaya pemenuhan dan pemerataan SDM sektor transportasi di seluruh wilayah Indonesia. Karenanya usulan kebutuhan ASN 2024 dari Kemenhub sebanyak 18.017 kita setujui 100 persen,” ujar Menteri PANRB Abdullah Azwar Anas, dikutip Nukilan.id pada Sabtu (27/4/2024).

Anas mengungkapkan bahwa pengadaan ASN tahun ini menjadi yang terbesar dalam 10 tahun terakhir. Ia berharap bahwa kebutuhan rencana strategis Kemenhub untuk lima hingga 10 tahun ke depan dapat terpenuhi melalui pengadaan tersebut.

Salah satu arah pengadaan ASN tahun ini adalah untuk mendukung efektivitas kerja Ibu Kota Nusantara (IKN). Anas memberikan apresiasi terhadap Kemenhub yang telah mengalokasikan formasi untuk talenta digital dan pemenuhan ASN ke IKN. Menurutnya, langkah ini diharapkan dapat mengakselerasi keterhubungan, keaktifan, serta kemudahan penyelenggaraan tugas pemerintah sekaligus meningkatkan akses masyarakat di IKN.

Turut hadir dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan komitmennya untuk menjunjung tinggi objektivitas dalam perekrutan ASN di Kemenhub. Hal ini dilakukan demi terselenggaranya pelayanan yang optimal, peningkatan aksesibilitas, serta konektivitas sarana dan prasarana transportasi yang aman, nyaman, selamat, serta terpadu.

Budi juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) karena telah memberikan kepastian hukum kepada 18 ribu orang. Ia menegaskan bahwa Kemenhub akan menerima amanah tersebut dengan bertanggung jawab, untuk memastikan calon ASN yang direkrut nantinya mampu melaksanakan program reformasi birokrasi sesuai dengan harapan Presiden.

Reporter: Akil Rahmatillah

Reaksi Pasca-Timnas Indonesia U-23 Tekuk Korsel; Struick, STY, dan Kiper Ernando Dominasi Suara Netizen

0
Ilustrasi Timnas Indonsia lolos ke Semifinal Piala Asia U-23. (Foto: Binokular)

NUKILAN.id | Jakarta – Timnas Indonesia U-23 mencatat sejarah gemilang di Piala Asia U-23 setelah mengalahkan Korea Selatan dalam drama adu penalti yang mendebarkan. Bertempur di Abdullah bin Khalifa Stadium, Doha, Qatar, pada Jumat dinihari WIB (26/4), skuad Garuda Muda berhasil menaklukkan Korsel dengan skor dramatis 10-11 setelah kedua tim bermain imbang 2-2 hingga akhir babak perpanjangan waktu.

Dalam sebuah riset media monitoring yang dilakukan oleh PT Binokular Media Utama, eksposur pemberitaan tentang prestasi gemilang Timnas Indonesia U-23 mendominasi dengan sentimen positif yang mengalir deras.

Publik Antusias dengan Capaian Timnas U-23 Indonesia

Manajer News Data Analytics Binokular, Nicko Mardiansyah, mengatakan isu utama yang meramaikan pemberitaan tersebut antara lain adalah keberhasilan Timnas Indonesia U-23 melaju ke babak semifinal sekaligus membuka peluang menuju Olimpiade Paris 2024. Selain itu, perpanjangan kontrak pelatih Timnas, Shin Tae-yong, hingga tahun 2027, juga menjadi sorotan utama, menandai capaian bersejarah bagi sepak bola Indonesia.

Namun, di tengah kegembiraan tersebut, terdapat beberapa catatan yang mencuat dalam percakapan media massa dan sosial. Salah satunya adalah absennya Rafael Struick di laga semifinal, yang menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola. Sementara itu, sosok kontroversial Tommy Welly, atau yang akrab disapa Bung Towel, turut menghiasi pemberitaan dengan sentimen negatif.

Dari sudut pandang ontologi media, dua tokoh menjadi pusat perhatian utama, yaitu pencetak dua gol untuk Timnas Indonesia U-23, Rafael Struick, dan pelatih kharismatik Shin Tae-yong. Keberhasilan Shin Tae-yong membawa Indonesia melangkah ke babak semifinal untuk pertama kalinya, serta pengumuman perpanjangan kontraknya, menjadi sorotan terbesar dalam pemberitaan tersebut.

Sementara itu, penampilan wasit Shaun Evans juga turut mendapatkan sorotan, dengan media menyentil rekam jejak kontroversialnya dalam beberapa pertandingan besar sebelumnya.

Menurut Nicko, Penjaga gawang Tim Nasional U-23 Indonesia, Ernando Ari Sutaryadi juga cukup mendapatkan perhatian dari media atas aksinya menggagalkan penalti dari pemain Korea Selatan. Selain itu, Justin Hubner juga cukup mendapat sorotan karena melakukan tendangan penalti ulang.

“Beberapa pemain Timnas Korea Selatan juga mendapatkan sorotan, diantaranya Lee Kang-Hee atas gagalnya eksekusi penalti; Jeong Sang-Bin sebagai pencetak gol kedua ke gawang Indonesia; dan Lee Young-Jun yang terkena kartu merah setelah dinilai melanggar Justin Hubner,” kata Nicko.

Di luar para pemain dan pelatih, Nicko mengatakan perhatian media sering tertuju pada langkah-langkah Ketua PSSI Erick Thohir dalam memperpanjang kontrak pelatih Timnas Indonesia, upayanya dalam memfasilitasi kembalinya Nathan Tjoe-A-On ke Garuda Muda melalui negosiasi dengan SC Heerenveen, serta responnya terhadap pencapaian sejarah Timnas Indonesia U-23 mencapai babak semifinal Piala Asia.

“Tren yang sama juga terjadi di media sosial, di mana perbincangan netizen (warganet) mulai meningkat pada tanggal 26 April Pukul 01:00, saat kickoff pertandingan Timnas Indonesia vs Korea Selatan baru saja dilakukan pada jam 00:30 WIB. Puncak perbincangan terjadi pada pukul 04:00 WIB ketika pertandingan memasuki babak adu penalti dan Timnas Indonesia U-23 berhasil meraih kemenangan,” kata Nicko.

Manajer Analisis Data Media Sosial (Socindex) Binokular Danu Setio Wihananto mencatat bahwa tanggapan positif dari netizen didominasi oleh apresiasi terhadap kemenangan Timnas Indonesia, sementara ada juga sorotan terhadap komentar kritis dari pengamat sepakbola Tommy Welly (Bung Towel) terhadap Timnas Indonesia.

Menumbuhkan Ekosistem Sepakbola yang Produktif

Diketahui, capaian Timnas tersebut direspons juga oleh beragam influencer baik itu politisi dan aktris maupun pengamat sepak bola diantaranya dari Presiden Joko Widodo, Prabowo Subianto, Erick Thohir, Justinus Lhaksana, Ernest Prakasa, Zaskia Adya Mecca, dan Judika. Tokoh politik seperti Mahfud MD dan Sandiaga Uno juga terpantau mengapresiasi pencapaian timnas.

“Euforia atas kemenangan Timnas Indonesia atas Korea Selatan langsung terasa di media sosial sesaat setelah babak adu penalti selesai. Jam 3-4 pagi hari yang biasanya merupakan waktu yang lengang di lini masa, pada pagi hari tadi justru menjadi waktu yang ramai,” kata Danu.

Konsultan Binokular Data Analytics Rico Pahlawan menilai, selain karena kemampuannya meramu permainan yang apik, Shin Tae yong disorot cukup dominan di media massa dan media sosial karena berasal dari negara lawan yang secara tak langsung memantik euforia serta konflik batin yang tidak terhindarkan. “Hal tersebut dipersepsikan sebagai bentuk profesionalitas serta konsistensi STY untuk menjaga asa Timnas U-23 melenggang ke Olimpiade walaupun yang dikorbankan adalah negara asalnya,” terang Rico.

Secara paradigmatik, Rico menegaskan bahwa fanatisme bola di Indonesia sudah mendunia, terlebih pasca-Tragedi Kanjuruhan, memberikan gambaran besar bagaimana sepak bola mendarah daging dalam kehidupan. Ia berharap, capaian ini menjadi pembalik konotasi fanatisme buta yang terlanjur menjadi stereotype ke arah yg lebih positif dalam rangka mengapresiasi dan mendukung capaian Timnas U-23.

Khusus terkait topik, Vice President (VP) Operations Binokular Data Analytics Ridho Marpaung menambahkan, “Momentum prestasi Timnas U-23 Sepakbola ini menjadi bak air

segar bagi yang sedang dahaga pasca-pemilu (pemilihan umum) 2024 dan juga tantangan-tantangan yang sedang dihadapi oleh Indonesia. Mesti diakui bahwa prestasi-prestasi atlet kita di dunia olahraga, seperti Jonathan Christie yang memenangi All England 2024 dan saat ini lolosnya Timnas U-23 Sepakbola ke Semifinal AFC U-23 Asian Cup membawa suka cita besar buat rakyat Indnesia, terus memperkokoh rasa persatuan, dan membawa harum nama bangsa Indonesia karena prestasi ini di ajang internasional dan mendapatkan sorotan media dan publik internasional,” ujar Ridho.

Ridho juga mengusulkan agar pemerintah lebih meningkatkan perhatian kepada insan olahraga, baik yang masih aktif dan pensiun. “Olahraga bisa menjadi salah satu bidang yang menjadi bagian diplomasi Indonesia kepada dunia, di samping di antaranya diplomasi seni dan budaya yang selama ini secara baik dijalankan oleh Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin”, tutup Ridho.

Editor: Akil Rahmatillah

 

 

Aktor Utama Peredaran Rokok Ilegal tidak Pernah Diungkap, LBH Ansor Somasi Kepala Bea Cukai Langsa

0
Ketua LBH GP Ansor Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Suhaji, SH. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Kuala Simpang – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Aceh Tamiang melakukan somasi terhadap Kepala Kantor Bea Cukai Langsa.

Dalam surat Somasi nomor 010/LBH/PC/S-02/IV/2024 tertanggal 24 April 2024 yang ditandatangani Ketua LBH Ansor Aceh Tamiang, Muhammad Suhaji SH dan Sekretaris, Khairul Kamal itu dilakukan karena dari Januari sampai Maret 2024 penangkapan rokok ilegal yang dilakukan oleh Bea Cukai Langsa.

Penangkapan tersebut menimbulkan tanda tanya dan kerancuan di tengah-tengah masyarakat karena penangkapan pelaku peredaran rokok ilegal hanya sampai pada pelaku suruhan saja (pekerja) seperti sopir, kernet dan tidak sampai pada pelaku utama (aktor intelektual) dari peredaran rokok ilegal tersebut.

“Berdasarkan data yang kami himpun, dari bulan Januari hingga Maret 2024, Kantor Bea Cukai Langsa berhasil mengungkap kasus peredaran rokok ilegal sebanyak lima kasus, tapi pelaku yang diamankan hanya sebatas pelaku suruhan (sopir atau kernet) atau orang suruhan aktor utama. Pihaknya mendesak Kepala Bea Cukai Langsa untuk menangkap aktor intelektual atau siapa pemilik rokok ilegal tersebut. Aktor intelektual atau pemilik rokok ilegal tersebut harus diungkap ke Publik,” ujar Ketua LBH GP Ansor Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Suhaji, SH kepada Wartawan, Jumat (26/4/2024).

Aji Lingga panggilan akrab Muhammad Suhaji menjelaskan, kasus penangkapan rokok ilegal tidak boleh berhenti dengan hanya mengamankan barang bukti berupa rokok tanpa dilengkapi pita cukai dan pelaku yang hanya berstatus orang suruhan aktor utama tapi pihak Bea Cukai Langsa harus menelusuri siapa yang menyuruh pelaku tersebut membawa rokok ilegal.

“Siapa pemilik rokok ilegal itu harus ditelusuri dari pelaku yang diamankan oleh tim bea cukai Langsa atau dari tim gabungan. Pihaknya setiap pelaku yang diamankan tidak berdiri sendiri dan pihak Bea Cukai Langsa harus menelusuri siapa yang memerintahkan pelaku yang diamankan melakukan penyelundupan rokok ilegal ke Aceh,” ujar Aji Lingga.

Aji menambahkan surat somasi ini juga disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan dan Ketua Komisi XI DPR RI dan pimpinan pusat LBH GP Ansor di Jakarta.

Editor: Akil Rahmatillah

Surya Paloh Resmi Tetapkan Pengurus Baru DPW Nasdem Aceh untuk Periode 2024-2029

0
Surat Keputusan Nomor 44-Kpts/DPP-Nasdem/IV/2024. (Foto: DPW Nasdem Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem di bawah pimpinan Ketua Umum Surya Paloh telah meresmikan kepengurusan baru untuk Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Provinsi Aceh. Surat Keputusan Nomor 44-Kpts/DPP-Nasdem/IV/2024 tanggal 25 April 2024 menandai langkah ini dengan mengesahkan susunan pengurus untuk periode 2024 hingga 2029.

Pengesahan ini merupakan hasil dari SK DPP Partai Nasdem sebelumnya, yakni Nomor 33-Kpts/DPP-Nasdem/III/2024, yang mengangkat Irsan Sosiawan sebagai Ketua DPW Partai Nasdem Provinsi Aceh pada bulan Maret lalu. Irsan Sosiawan, sebagai Ketua DPW yang baru, telah diberi tugas oleh Ketua Umum Partai Nasdem untuk merumuskan struktur definitif DPW Partai Nasdem Aceh.

Dalam keterangan resmi yang diterima oleh Nukilan.id, menerima peran barunya, Irsan Sosiawan menyatakan komitmennya untuk menggerakkan Partai Nasdem di Aceh ke arah yang lebih maju. Dia mengajak para kader dan simpatisan di seluruh Aceh untuk memberikan dukungan penuh kepada kepengurusan baru ini, serta bekerja sama dengan mereka untuk mengkonsolidasi partai.

Dalam pandangannya, konsolidasi internal adalah langkah pertama untuk memastikan bahwa mesin partai bergerak maksimal, terutama menghadapi agenda politik strategis seperti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Partai Nasdem siap menjalin komunikasi dan bekerjasama dengan semua kekuatan politik di Aceh, dengan harapan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Aceh.

Para pengurus baru dipanggil untuk melaksanakan deskripsi tugas mereka dengan penuh tanggung jawab, sesuai dengan semangat restorasi dan gerakan perubahan yang menjadi manifesto politik Partai Nasdem. Dengan demikian, langkah-langkah politik yang diambil Partai Nasdem di Aceh akan menjadi bagian integral dari upaya menuju kemajuan dan kesejahteraan yang lebih besar bagi masyarakat Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

Lanskap Poros Politik Pilkada Aceh 2024: Tantangan Pluralisme Elit dan Dinamika Demokrasi

0
Ilustrasi Empat Poros Pilkada Aceh 2024. (Foto: Nukilan/Akil)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sorotan publik Aceh terus tertuju pada dinamika poros politik menjelang Pilkada 2024 di provinsi ini. Ulasan poros pengusung bakal calon pemilihan kepala daerah (Pilkada) sudah marak diperbincangkan di publik Aceh.

Sorotan masyarakat Aceh terus tertuju mencermati sekaligus prediksi seperti apa landskap poros politik Pilkada 2024 di Provinsi Aceh. Pembentukan poros sangat tergantung kekuatan partai politik maupun individu di arena kekuasaan yang memiliki agenda kepentingan dan agenda masing-masing.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Nukilan.id, Aryos Nivada, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala mengungkap beragam perspektif mengenai kemungkinan konfigurasi poros politik dalam kontestasi mendatang.

Dalam analisisnya, Aryos menggarisbawahi bahwa Aceh memiliki keanomalian tersendiri dalam hal poros politik dalam dinamika politik lokal, khususnya di Pilkada 2024. Sebab Aceh bisa terbagi ketiga poros ke empat poros politik berkemungkinan terjadi.

“Ilustrasinya poros pertama kalangan partai nasional (parnas), selanjutnya poros dari kalangan partai lokal, kemudian kolaborasi parnas dan parlok, dan terakhir poros jalur perorangan, independent,” ungkap Aryos kepada Nukilan.id pada Jumat (26/4/2024).

Hal tersebut ungkap Aryos berdasarkan pengalaman dari tiga kali Pilkada Aceh pasca konflik, telah terjadi hal unik perlakuan politik lokalnya. Saat Pilkada 2006 berlangsung hanya dua poros politik yakni dari parnas dan perorangan. Masuk di era Pilkada 2012 terjadi tiga poros politik yaitu parnas, parlok dan perorangan. Pilkada 2017, dimana poros terbentuk kombinasi antara parnas dan parlok, parnas, dan perorangan.

“Fakta saat Pilkada 2006 berlangsung hanya dua poros politik yakni dari parnas dan perorangan. Pilkada 2012 terjadi tiga poros yaitu parnas, parlok dan perorangan. Hal menarik ketika Pilkada 2017, dimana poros terbentuk kombinasi antara parnas dan parlok, parnas, dan perorangan,” ujar Aryos.

Setelah memahami jejak sejarah politik lokal Aceh di Pilkada, memunculkan tanda tanya besar bagaimana landskap poros Pilkada Aceh 2024? Untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan itu, Aryos berpendapat bahwa wajib memahami arah dan gerak partai politik di Aceh hasil Pemilu 2024.

Berdasarkan peta parlemen DPRA terbaru hasil pemilu 2024, rincian partai memiliki kursi banyak yakni Partai Aceh dominan sebanyak 20 dari 81 kursi, disusul Golkar 9 kursi, PKB 9 kursi, Nasdem 10 kursi. Atas sajian data itu, Menurut Aryos, hanya Partai Aceh yang mampu melanggeng tanpa beban mengusung kandidatnya di kontestasi Pilkada 2024.

“Sedangkan partai lain harus berjibaku membangun komitmen berkolaborasi mencukupi syarat 15% sebanyak 13 kursi harus terpenuhi mengusung pasangan kandidat di Pilkada,” ungkap Aryos.

Menurut Aryos, meski beberapa partai nasional maupun lokal dapat mengusung calon dengan suara sah, namun catatan pentingnya itu diluar kompetitor jalur perorangan yang ikut serta nantinya. Ia berpendapat, bisa saja tidak menutup peluang pengalaman serupa di Pilkada 2012 terulang kembali, dimana porosnya Parnas, Parlok dan perorangan. Atau malahan sebaliknya irisan kolaborasi tetap terbentuk antara parnas dan parlok.

“Misalkan Nasdem dengan beberapa partai bersatu untuk memenuhi syarat mengusung kandidat, sama halnya dengan Demokrat, Golkar, dan PKB berlomba-lomba membentuk poros sendiri. Itu pun ada catatan khususnya harus memiliki pasangan calon yang diusung di Pilkada 2024,” kata Aryos.

Masing-masing poros politik tentunya akan berusaha memperoleh dukungan dan legitimasi dari masyarakat dengan mempromosikan visi, program, dan kandidat yang mereka dukung. Persaingan antara poros politik ini sering kali menjadi sorotan utama dalam kontes politik, mempengaruhi narasi dan dinamika kampanye serta akhirnya hasil dari pemilihan itu sendiri.

Menurut analisis Aryos, keuntungan politik tak hanya tentang persaingan terbuka, namun juga mengarah pada pragmatisme politik yang membuat partai politik berperan sebagai partai kartel. Dalam konteks ini, partai-partai menjelma menjadi agen negara, memanfaatkan sumber daya negara untuk mempertahankan eksistensi mereka.

“Pragmatisme inilah yang pada akhirnya menjadikan ideologi bukanlah faktor pengikat dalam membangun sebuah koalisi, namun hanyalah untuk memaksimalkan kekuasaan,” ucap Aryos blak-blakan.

Pilkada Aceh 2024, menurut Aryos akan menjadi panggung utama bagi persaingan sengit antara poros politik yang berkompetisi memperebutkan kursi kekuasaan. Dalam dinamika pesta demokrasi ini, konfigurasi poros politik telah menjadi penentu utama dalam stabilitas politik dan keamanan wilayah ini.

Aryos mengungkapkan bahwa, Pilkada Aceh 2024 adalah manifestasi dari pluralisme elit, di mana persaingan ini menjadi ajang berbagai kelompok elit saling beradu strategi untuk memperoleh kepercayaan dan dukungan dari masyarakat. Dengan mengusung paket jagoan masing-masing, poros politik menampilkan ragam visi dan misi yang mereka tawarkan kepada publik.

“Kita dapat memahami bahwa lanskap poros politik dalam Pilkada Aceh 2024 mencerminkan dinamika pluralisme politik dan persaingan elit dalam konteks sistem multipartai. Dalam hal ini, analisis terhadap poros politik menjadi penting dalam memahami dinamika politik lokal dan perkembangan demokrasi di Aceh,” tutup Aryos.

Sebagai catatan, memahami dinamika poros politik di Pilkada Aceh 2024 perubahan dan pergeseran dalam poros politik dapat menjadi cermin dari perubahan dan perkembangan politik yang terjadi dalam masyarakat Aceh, memperkaya pemahaman kita tentang proses demokratisasi dan politik lokal di Indonesia.

Reporter: Akil Rahmatillah