Beranda blog Halaman 1132

Kecelakaan Tragis di Banda Aceh, Juru Parkir Meninggal Ditabrak Pemotor Remaja

0
Petugas dari Unit Laka Lantas Polresta Banda Aceh telah menangani kasus tersebut setelah melakukan olah TKP. (Foto: Kilas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kasus kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa kembali terjadi di Banda Aceh. Seorang juru parkir bernama Mulyadi (56), warga Biluy, Darul Kamal, Aceh Besar, meninggal dunia setelah ditabrak oleh seorang pengendara sepeda motor di Jalan Teuku Umar, Seutui, Banda Aceh, pada Sabtu (1/6/2024) siang.

Menurut keterangan dari Kasatlantas Polresta Banda Aceh, Kompol Sukirno, kejadian ini disebabkan oleh kelalaian pengendara sepeda motor Yamaha Nmax bernomor polisi BK 3009 NCP, yang diketahui bernama MKB (16), warga Beurawe, Banda Aceh.

“Pengemudi sepeda motor bersama penumpangnya HAS (12), juga warga Beurawe, tidak memperhatikan adanya pejalan kaki yang sedang menyeberang jalan. Hal ini murni kelalaian dari pengemudi tersebut,” ujar Sukirno.

Lebih lanjut, Sukirno mengungkapkan bahwa MKB tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), tidak menggunakan helm pengaman, dan tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sepeda motor saat kejadian.

“Pengemudi sepeda motor Yamaha Nmax datang dari arah simpang Seulawah menuju arah simpang tiga dengan kecepatan sedang. Pejalan kaki, Mulyadi, menyeberang dari arah tengah trotoar menuju pinggir jalan. Setibanya di lokasi kejadian, pengemudi sepeda motor kurang memperhatikan pejalan kaki sehingga terkejut, kehilangan kendali, dan langsung menabrak Mulyadi,” jelas Sukirno.

Akibat tabrakan tersebut, Mulyadi dan pengemudi sepeda motor sempat dirawat di Rumah Sakit Harapan Bunda Banda Aceh. Namun, nyawa Mulyadi tidak dapat diselamatkan dan ia meninggal dunia. Jenazah Mulyadi langsung dibawa pulang ke kediamannya menggunakan mobil ambulans dari pihak rumah sakit.

Sementara itu, petugas Unit Laka Lantas Polresta Banda Aceh telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memeriksa kondisi korban, dan mengumpulkan keterangan dari para saksi.

“Barang bukti telah diamankan oleh petugas Satlantas Polresta Banda Aceh,” pungkas Sukirno.

Kasus ini menambah daftar panjang kecelakaan lalu lintas yang terjadi akibat kelalaian pengemudi, terutama yang tidak memenuhi syarat berkendara seperti memiliki SIM dan menggunakan perlengkapan keselamatan. Polresta Banda Aceh mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Editor: Akil Rahmatillah

Anak UPTD RSAN Dinsos Aceh Kirim Doa untuk Palestina

0
Anak UPTD RSAN Dinsos Aceh Kirim Doa untuk Palestina. (Foto: Dinsos Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Anak panti di Unit Pelaksana Teknis Daerah Rumoeh Seujahtera Aneuk Nanggroe (RSAN) Dinas Sosial Aceh mengirim doa untuk warga Palestina yang diserang oleh Zionis Israel. Doa bersama ini berlansung di Gampong Gue Gajah, Aceh Besar, Sabtu, 1 Juni 2024.

Kepala UPTD RSAN Dinsos Aceh, Michael Octaviano mengatakan, doa bersama itu digelar salah satu cara membantu rakyat Palestina. Dia berharap dengan doa anak-anak panti, bisa memberi pertolongan.

“Doa tulus anak-anak panti untuk sesama muslim yang ada di Palestina dapat diijabah oleh Allah,” kata Michael.

Michael juga berharap doa masyarakat Aceh untuk Palestina tidak terputus setiap melaksanakan salat. Sehingga kemerdekaan terhadap masyarakat Palestina, terwujud.

“Semoga panti RSAN menjadi awal kebaikan buat Palestina dan menjadi inspirasi bagi warga Aceh untuk membela Palestina,” ujarnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Jemaah Haji Dirawat di Madinah Bertahap Diberangkatkan ke Makkah

0
Jemaah Haji yang Masih Dirawat, Akan diberangkatkan Tiga Hari Jelang Tutupnya Gerbang Makkah. (Foto: Kemenag)

NUKILAN.id | Madinah – Jemaah haji Indonesia gelombang I yang berada di Madinah telah diberangkatkan menuju Makkah. Gelombang terakhir diberangkatkan hari ini dari Madinah menuju Makkah berjumlah 4.743 jemaah yang tergabung dalam 12 kelompok terbang (kloter).

Mereka diberangkatkan dari hotel tempat menginap menuju Masjid Bir Ali untuk melaksanakan miqat dan niat umrah. Setelah itu, bertolak menuju Makkah guna persiapan pelaksanaan umrah wajib serta rangkaian ibadah pada masa puncak haji.

Meski demikian, masih ada sejumlah jemaah yang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan rumah sakit di Madinah. Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Ali Machzumi menjelaskan, pihaknya tengah mendata jumlah jemaah yang dirawat di Madinah. ”Nantinya, ada sejumlah skema yang disiapkan untuk mengantarkan mereka ke Makkah,” katanya di Madinah, Sabtu (1/6/2024).

Skema pertama, jemaah yang kondisinya membaik sebelum 7 Juni, atau tiga hari jelang closing date, mereka akan diantar oleh petugas KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia) menuju Makkah. ”Sebelum berangkat, mereka difasilitasi untuk miqat dan berihram oleh pembimbing ibadah dari PPIH,” katanya.

Di sisi lain, PPIH Arab Saudi juga menyiapkan skema pengantaran jemaah di rumah sakit yang kondisinya masih belum memungkinkan. Mereka akan diberangkatkan menggunakan ambulans khusus menuju rumah sakit di Makkah.

Sedangkan, untuk pelaksanaan ibadah di masa puncak haji, para jemaah yang dirawat di rumah sakit dilihat terlebih dulu kondisinya. Jika tidak memungkinkan, maka mereka akan diikutkasertakan pada safari wukuf yang difasilitasi petugas haji. Akan tetapi, jika saat jelang waktu wukuf kondisinya membaik atau sembuh, mereka bisa bergabung kembali dengan rombongannya.

Dokter Penanggung Jawab Evakuasi dan Tanazul KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia) Madinah menerangkan “Prosedurnya, keluar dari RSAS kita stabilisasi di KKHI. Setelah transportable (layak perjalanan jauh), akan kita berangkatkan di trip berikutnya. Kemudian tiba di sana akan diterima tim medis KKHI Makkah lalu didampingi pembimbing ibadah (bimbad) dan dokter kloter.”

Menurutnya, jemaah yang diberangkatkan sudah dinyatakan layak dari segi kesehatan, jemaah diberangkatkan dengan ambulance dari klinik kesehatan haji Indonesia.

Saat ini 1 Juni terdata ada sebanyak 21 jemaah haji Indonesia yang masih menjalani perwatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi, khususnya Madinah. Nantinya secara bertahap jemaah yang sudah pulih segera diberangkatkan ke Makkah sempai dengan 7 Juni mendatang.

Editor: Akil Rahmatillah

Jangan Coba-coba Haji Tanpa Tasreh, Konjen RI: Saudi Serius Hukum Pelanggar

0
Konsul Jenderal RI Jeddah Yusron B. Ambary. (Foto: Kemeng)

NUKILAN.id | Makkah – Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) di Jeddah Yusron B. Ambary mengimbau masyarakat di Indonesia untuk mematuhi aturan perhajian yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi, yaitu harus menggunakan visa haji atau tasreh untuk berhaji.

Yusron mengungkapkan, bila ada pihak-pihak yang melanggar, maka pemerintah Arab Saudi akan serius memberikan hukuman. “Jangan coba-coba pergi haji tanpa tasreh. Sekali lagi saya berpesan, memohon kepada warga negara Indonesia yang masih berpikiran untuk berangkat haji tanpa tasreh harap membatalkan,” tutur Yusron usai melakukan kunjungan ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Makkah, Sabtu (1/6/2024).

“Karena hukumannya sangat serius, pelaku akan terkena hukuman 10 ribu SAR dan juga deportasi, serta dibanned 10 tahun tidak boleh masuk Arab Saudi,” imbuhnya.

Sementara bagi penyelenggara atau organizer yang mengajak jemaah tanpa visa haji hukumannya denda senilai 50 ribu SAR, kurungan selama enam bulan, deportasi serta dibanned. “Dan bagi pelaku yang melakukan secara berulang, dia akan mendapat hukuman double, lipat ganda,” ungkap Yusron.

Terbaru, Yusron menginformasikan bahwa aparat keamaan (Apkam) Saudi telah menahan 37 Warga Negara Indonesia (WNI) di Madinah, karena kedapatan akan pergi haji dengan visa ziarah. Mereka juga kedapatan mengenakan tanda pengenal serta gelang haji palsu. “37 orang ditangkap di Madinah oleh aparat keamanan di Madinah, 16 perempuan, laki-laki 21 orang. Dari Makassar,” ujar Yusron.

“Jadi jangan coba-coba. Mari kita taati ketentuan Saudi, mari kita bijak dan pandai dalam menyikapi keinginan kita dalam melaksanakan ibadah haji. Jangan sampai uang sudah hilang, kesempatan berhaji pun melayang,” tutupnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Kelelahan, Seorang Jemaah Haji Kloter 4 Aceh Wafat

0
Kelelahan, Seorang Jemaah Haji Kloter 4 Aceh Wafat. (Foto: MI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Seorang jemaah calon haji (JCH) asal Desa Meunasah Krueng, Kecamatan Kembang Tanjung, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, meninggal dunia, pada Jumat (31/5/2024) malam. Almarhumah yang bernama Hamamah Tahir, 89, meninggal 24 jam sebelum terbang menuju Jeddah atau sekitar pukul 22.00 WIB.

Sesuai jadwal diperoleh Media Indonesia dari Kantor Kementerian Agama, Kabupaten Pidie, JCH pemilik paspor nomor E 0247482 ini tergabung dalam kloter 4 Aceh. Rencananya, ia terbang pada Sabtu (1/6).

Sebelum berpulang, almarhumah dikabarkan menderita gangguan lambung dan kelelahan. Sekitar sepekan sebelumnya almarhumah cukup semangat menunaikan rukun Islam ke-5 ini.

Namun, Allah memiliki agenda lain. Tiga hari lalu, ia mengalami kelelahan dan kondisi kesehatannya menurun.

Almarhumah semakin lelah karena kurang istirahat dan aktif beraktivitas, termasuk menerima tamu pengunjung. Guna menghindari kelelahan, Hamamah lebih dulu berangkat ke Banda Aceh untuk istirahat sementara di rumah keluarganya.

Sebelum masuk karantina Asrama Haji Aceh, ternyata perempuan tua itu harus menjalani rawat inap di Rumah Sakit Harapan Bunda di ibu kota Provinsi Aceh. Ia pun mengembuskan nafas terakhir Jumat (31/5) malam sekitar pukul 22.00. Hamamah juga tergolong jemaah lansia tercatan dengan nomor porsi 0100077287, rombongan 10, regu 37, dan nomor seat pesawat 381.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag), Kabupaten Pidie, Abdullah AR, kepada Media Indonesia mengharapkan ahli waris dan keluarga almarhumah bersabar. Setiap ketentuan Allah tentu memiliki hikmahnya.

“Secara fisik almarhum memang tidak sampai ke depan Kakbah Masjidil Haram dan tidak lagi hadir untuk wukuf di Arafah. Insya Allah beliau tercatat sebagai tamu-Nya yang juga berhak memperoleh pahala haji mabrur. Ini terbukti kebesaran Ilahi yang menjadi rahmat tercantum dalam lembaran amal hamba-Nya,” tutur Kakan Kemenag yang akrab disapa Abi Abdullah itu.

Kasubbag Tata Usaha Kantor Kemenag Pidie Tarmizi mengatakan, kalau ingin menggantikan posisi keberangkatan Hamamah diperbolehkan untuk ahli waris, semisal anak dan suami atau lainnya. Dengan catatan si pengganti itu sudah mendaftar calon haji minimal 5 tahun terakhir.

“Kalua ahli waris yang berhak menggantikan itu siap dalam sisa Waktu sebelum terbang itu, silakan memanfaatkan. Kalau tidak siap, pihak penyeleggara akan mencari calon jemaah lain sesuai nomor urut antrean,” tambah Hasanuddin Kasi Haji Kemenag Pidie.

Editor: Akil Rahmatillah

Api Lalap Kandang Sapi di Aceh Besar, Dua Ekor Sapi Mati Terpanggang

0
Penampakan dua ekor sapi yang terpanggang di Gampong Lam Lumpu, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar. (Foto: BPBD Aceh Besar)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebuah kandang sapi di Gampong Lam Lumpu, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, ludes terbakar pada Sabtu (1/6/2024) malam. Akibat peristiwa tersebut, dua ekor sapi milik Sabirin (63), ikut terpanggang.

Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 19.21 WIB. Petugas Damkar BPBD Aceh Besar Pos Induk Sibreh yang menerima informasi tersebut langsung bergegas ke lokasi kejadian bersama dua unit armada dan enam personel.

Menurut Maswani, operator Pusdalops BPBD Aceh Besar, api diduga berasal dari aktivitas pengasapan kandang sapi. Api dengan cepat membakar seluruh bangunan kandang yang terbuat dari kayu.

“Saat petugas tiba di lokasi, sebagian besar kandang sudah terbakar. Petugas langsung melakukan pemadaman dan menemukan dua ekor sapi yang sudah hangus terbakar,” kata Maswani dalam laporan yang diterima Nukilan..

Upaya pemadaman api dibantu oleh satu unit armada kebakaran DPKP Kota Banda Aceh dan warga sekitar. Api baru berhasil dipadamkan pada pukul 20.02 WIB.

Reporter: Rezi

Jemaah Haji Asal Pidie Meninggal Dunia Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

0
Ilustrasi Meninggal. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Artem_Furman)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Seorang jemaah haji asal Kembang Tanjong, Pidie, Hamamah Binti Tahir Abdussalam, meninggal dunia di rumah sakit Banda Aceh sebelum masuk ke Asrama Haji Embarkasi Aceh.  Anak Hamamah, Hamidah memilih menunda berangkat.

“Total jemaah Kloter 4 yang akan diberangkatkan ke Arab Saudi sebanyak 392 orang. Namun, satu orang meninggal dunia sebelum masuk asrama,” ujar Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Azhari, pada Sabtu (1/6/2024).

Menurut Azhari, satu orang dari Kloter 8 dialihkan ke Kloter 4 untuk menggantikan Hamamah yang meninggal, sehingga total jemaah Kloter 4 menjadi 392 orang.

Kloter 4 ini membawa 116 jemaah haji dengan risiko lansia dan 23 jemaah haji risiko tinggi lansia. Penerbangan mereka ke Bandara Jeddah, Arab Saudi, dijadwalkan malam ini sekitar pukul 21.20 WIB.

“Setibanya di Arab Saudi, mereka akan menempati pemondokan di Hotel Loulouat Al Mashaer di Maktab 10, wilayah Misfalah, Makkah,” jelas Azhari.

Lebih lanjut, Azhari menjelaskan bahwa jemaah termuda di Kloter 4 adalah Muhammad Al Faizin (19 tahun) dan jemaah tertua adalah Sabi M (93 tahun). Kloter ini terdiri dari 148 jemaah laki-laki dan 244 jemaah perempuan.

“Hingga saat ini, 1.179 jemaah haji, termasuk petugas kloter, telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Terdiri dari 450 jemaah laki-laki dan 729 jemaah perempuan,” kata Kakanwil Kemenag Aceh itu.

Reporter: Rezi

Duta GenRe Aceh Edukasi Remaja PPKS di Rumoh Sejahtera Jroeh Naguna Dinsos Aceh

0
Kadinsos Aceh Dr. Muslem saat menerima duta genre aceh di uptd rsjn. (Foto: Dinsos Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sejumlah personel Duta Generasi Berencana (GenRe) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh siap memberikan edukasi kepada para remaja binaan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di UPTD Rumoh Sejahtera Jroeh Naguna (RSJN) Dinas Sosial Aceh. Kedatangan Duta GenRe ini disambut langsung oleh Kepala Dinas Sosial Aceh, Dr. Muslem, yang didampingi oleh Kabid Rehabilitasi Sosial, Isnandar, dan Pejabat Eselon di UPTD pada Sabtu, 1 Juni 2024.

Ketua Forum GenRe, Derli, menjelaskan bahwa Program GenRe atau Duta Generasi Berencana memegang peran penting sebagai Public Relation (PR) program Keluarga Berencana (KB). Tugas utama mereka adalah mensosialisasikan berbagai program yang digagas oleh pemerintah melalui BKKBN.

“Langkah ini mencakup berbagai aspek luas dan salah satunya berkesinambungan dengan program yang ada di Dinas Sosial. Sasaran utama kami adalah remaja dan anak-anak,” ujar Derli.

Dalam program edukasi ini, terdapat tiga modul utama yang akan menjadi fokus sosialisasi. Modul pertama adalah “Ini Genting” yang membahas tentang Anemia, Gizi, dan Stunting. Modul kedua, “Tentang Kita,” mencakup Kesehatan Reproduksi Remaja, keterampilan hidup (life skill), gender, perencanaan masa depan, dan penyiapan kehidupan berkeluarga. Modul terakhir adalah “Upgrade Tentang Kita,” yang merupakan peningkatan dari modul kedua.

“Edukasi ini akan dimulai dengan observasi untuk memahami latar belakang masalah yang dihadapi para peserta. Setelah itu, baru ditentukan penanganan apa yang akan dilakukan secara berkelanjutan,” tambah Derli.

Derli juga menekankan pentingnya peran Duta GenRe dalam penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja. “Sebagai energi masa depan, remaja memerlukan pembinaan dan penguatan kapasitas agar siap menghadapi tantangan zaman sekaligus mampu membangun keluarga berkualitas di masa mendatang,” tutupnya.

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para remaja binaan PPKS, membantu mereka mempersiapkan diri menghadapi masa depan dengan lebih baik serta menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Editor: Akil Rahmatillah

Jejak Sejarah Hari Lahir Pancasila: Menyusuri Semangat Persatuan Bangsa

0
Pancasila. (Foto: FKIP UMSU)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Peringatan Hari Lahir Pancasila selalu menjadi momentum penting bagi seluruh rakyat Indonesia. Setiap tanggal 1 Juni, bangsa ini mengenang kembali perjuangan para pendiri negara dalam merumuskan dasar ideologi yang menyatukan seluruh elemen masyarakat Indonesia. Pada tahun 2024, peringatan Hari Lahir Pancasila diharapkan menjadi lebih meriah dan penuh makna, mengingat pentingnya peran Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Nukilan.id, sejarah lahirnya Pancasila bermula dari sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pada sidang tersebut, ideologi Pancasila pertama kali diusulkan oleh para pendiri bangsa dan mulai dibahas secara mendalam.

Momen penting terjadi pada tanggal 1 Juni 1945, ketika Soekarno menyampaikan pidato bersejarah dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai. Dalam pidato tersebut, Soekarno memperkenalkan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Pancasila terdiri dari lima prinsip fundamental: Kebangsaan, Internasionalisme atau Perikemanusiaan, Demokrasi, Keadilan Sosial, dan Ketuhanan yang Maha Esa.

Setelah kekalahan Jepang dalam Perang Pasifik, mereka menjanjikan kemerdekaan bagi Indonesia dengan membentuk Dokuritsu Junbi Cosakai. Sidang pertama yang berlangsung pada 29 Mei 1945 mulai membahas dasar negara. Pada sidang inilah, pada 1 Juni 1945, Soekarno memperkenalkan konsep Pancasila yang mendapat sambutan baik dari para anggota sidang.

Untuk menyempurnakan konsep Pancasila dan menyusun Undang-Undang Dasar, Dokuritsu Junbi Cosakai kemudian membentuk Panitia Sembilan. Panitia ini terdiri dari beberapa tokoh penting, termasuk Soekarno dan Mohammad Hatta. Setelah melalui berbagai proses diskusi dan penyempurnaan, Pancasila akhirnya disahkan dalam Sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 18 Agustus 1945. Sejak saat itu, Pancasila dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara.

Pancasila sebagai simbol kehidupan bangsa Indonesia muncul sebagai kekuatan yang mengikat bangsa ini. Nilai-nilainya terpatri dalam sanubari masyarakat, menyatukan keberagaman bangsa dengan kekuatan yang abadi. Pancasila tidak hanya menjadi dasar ideologi negara, tetapi juga membimbing jiwa setiap individu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, membentuk karakter budi pekerti luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Pancasila terus menjaga dan membimbing jiwa setiap individu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai Pancasila membentuk karakter budi pekerti luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dengan memperingati Hari Lahir Pancasila, diharapkan seluruh masyarakat Indonesia dapat mengingat kembali dan menghidupkan semangat Pancasila dalam setiap aspek kehidupan.

Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi merupakan momentum untuk merefleksikan dan menguatkan komitmen bersama dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Mari kita jadikan Pancasila sebagai pedoman dalam berperilaku dan bersikap, demi terwujudnya Indonesia yang damai, adil, dan sejahtera.

Reporter: Akil Rahmatillah

Jejak Panjang Ladang Minyak di Kabupaten Aceh Timur: Dari Masa Kolonial Belanda hingga Kini

0
Salah satu sumur minyak diperkirakan di kawasan Rantau Peureulak Aceh Timur sekarang, 1916. (Foto: Arsip KITLV Belanda)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebuah tambang minyak ilegal di Gampong Alue Canang, Birem Bayeun, Aceh Timur, terbakar hebat pada 30 Mei 2024. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api raksasa menjulang tinggi ke udara, menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitar.

Menurut informasi yang dihimpun, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, api yang berkobar hebat itu telah memanggang banyak pohon dan kemungkinan juga binatang-binatang kecil di sekitarnya. Foto-foto jurnalisme warga menunjukkan tanaman-tanaman yang telah dilalap api, menambah suasana mencekam di lokasi kejadian.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Fadmi Ridwan, mengatakan ledakan sumur minyak di Gampong Alue Canang menghanguskan sekitar 1 hektare lahan. Fadmi juga mengatakan dampak material lainnya masih dalam pendataan.

Kabupaten Aceh Timur memang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan banyak sumur minyak rakyat. Di sini, warga secara mandiri mengelola sumur-sumur minyak dengan pengetahuan dan teknologi seadanya. Sejarah panjang tambang minyak di daerah ini mencakup masa kolonial Belanda hingga kini, menunjukkan bagaimana potensi sumber daya alam di Aceh Timur telah dimanfaatkan selama lebih dari satu abad.

Nukilan.id kali ini menyajikan kisah perjalanan panjang ladang minyak di Kabupaten Aceh Timur dari masa kolonial Belanda hingga masa kini.

Berdasarkan penelusuran Nukilan.id, sejarah awal eksploitasi minyak di Aceh Timur dimulai pada tahun 1883, ketika seorang pengusaha tembakau dari Langkat mendapatkan informasi dari penduduk Peureulak mengenai minyak tanah yang keluar secara alami dari tanah. Menurut buku Perang Aceh: Kisah Kegagalan Snouck Hurgronje (1985) karya Paul van ‘t Veer, pengusaha tersebut kemudian mendapatkan izin dari Sultan Peureulak untuk membuka tambang minyak.

Pada tahun 1895, Sultan Peureulak memberikan konsesi kepada Holland-Perlak Petroleum Maatschappij, perusahaan minyak Belanda. Eksplorasi minyak ini berlangsung dengan berbagai dinamika hingga akhir masa kolonial.

Ketika Jepang menduduki Indonesia pada tahun 1942, babak baru penambangan minyak dimulai di Aceh Timur. Jepang memaksa penduduk setempat untuk menambang minyak, membuka ratusan kilang minyak dalam dua tahun. Namun, minyak yang dihasilkan lebih banyak digunakan untuk kebutuhan militer Jepang daripada kebutuhan rakyat. Kondisi ini mempersulit penduduk mendapatkan minyak tanah, yang berdampak pada kehidupan sehari-hari, termasuk pendidikan agama.

Tim penulis buku Sejarah Daerah Propinsi Daerah Istimewa Aceh (1991) mencatat bahwa kesulitan mendapatkan minyak lampu membuat aktivitas di meunasah dan masjid-masjid berkurang drastis. “Pendidikan agama di rumah tangga amat lesu. Pendidikan agama di meunasah-meunasah kampung, masjid-masjid, juga amat sulit karena sukarnya mendapat minyak lampu,” tulis Muhammad Ibrahim dan kawan-kawan.

Setelah kapitulasi Jepang dan bergabungnya Aceh dengan Indonesia, sumur-sumur minyak dikelola oleh militer melalui institusi “Tambang Minjak N.R.I. Daerah Atjeh”. Pada masa ini, pengelolaan tambang tidak tertata dengan baik, dengan nepotisme merajalela. Tentara sering kali memasukkan anggota keluarga mereka yang tidak memiliki keahlian dalam administrasi pertambangan atau perminyakan.

Selama Orde Baru pada tahun 1970-an, beberapa tambang minyak di Aceh Timur sempat dikelola oleh perusahaan Amerika sebelum akhirnya dinasionalisasi dan sepenuhnya dikelola oleh Pertamina. Namun, kehadiran Pertamina tidak membawa kesejahteraan bagi penduduk setempat. Mereka tetap miskin meski tanah mereka menghasilkan minyak bagi negara.

Seiring berjalannya waktu, ledakan sumur minyak menjadi hal yang sering terjadi di Aceh Timur. Pada 28 November 1997, Desa Dalam di Kecamatan Karang Baru lenyap akibat ledakan sumur minyak milik Pertamina. Sebanyak 1.655 jiwa harus mengungsi akibat ledakan ini, yang merusak rumah-rumah dan mengeluarkan lumpur bercampur minyak dan gas dari bawah tanah. Kepala Operasi Eksplorasi dan Produksi Pertamina Rantau Kuala Simpang, Ir. Ambar Sudiono, menyatakan bahwa ledakan tersebut terjadi di luar perkiraan, meski pengeboran telah dilakukan berdasarkan riset yang matang.

Keadaan yang tak kunjung membaik mendorong warga untuk membuka tambang minyak secara mandiri, meskipun pengetahuan dan teknologi mereka terbatas. Hal ini menambah risiko ledakan sumur minyak.

Pada 25 April 2018, terjadi ledakan hebat di tambang minyak rakyat di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, menewaskan 22 orang. Peristiwa serupa kembali terjadi pada 11 Maret 2022 di Desa Mata Ie, kecamatan yang sama, menewaskan tiga orang.

Sejarah panjang tambang minyak di Aceh Timur, dari masa kolonial Belanda, pendudukan Jepang, hingga era Indonesia, mencerminkan dinamika yang kompleks. Meskipun minyak menjadi sumber daya penting, pengelolaannya yang tidak optimal dan risiko keselamatan yang tinggi terus menjadi tantangan bagi penduduk setempat.

Reporter: Akil Rahmatillah