Beranda blog Halaman 1098

Mesin Pemusnah Sampah Canggih Karya Anak Bangsa Diekspor ke Jepang

0
Mesin Pemusnah Sampah Canggih Karya Anak Bangsa Diekspor ke Jepang. (Foto: detik.com)

NUKILAN.id | Jakarta – PT Indopower Internasional berhasil mengekspor mesin pemusnah sampah canggih, Advance Waste System (AWS), ke Jepang. Mesin dengan sistem pirolisis gasifikasi ini merupakan karya anak bangsa yang telah menarik perhatian dunia.

Presiden Direktur PT Indopower Internasional, Harun Al Rosyid, menyatakan bahwa AWS kini telah digunakan di berbagai daerah di Indonesia dan beberapa negara seperti Filipina, Nepal, dan Jepang. Jepang menjadi negara terbaru yang memesan AWS tipe 50 serta AWS medis tipe 25, mesin yang mampu mengolah 10 ton sampah limbah per hari.

“Kontraktor Jepang telah memesan AWS 50 dan AWS 25 M, yang nantinya akan digunakan untuk pengelolaan limbah pascabencana dan sampah medis di rumah sakit,” ujar Harun dilutip dari detik.com, Selasa (18/6/2024).

Menurut Harun, mesin AWS sudah diinstal di beberapa negara Asia seperti Filipina, Vietnam, dan Nepal. PT Indopower Internasional juga telah memproduksi AWS kapasitas besar, yakni AWS 250 yang mampu mengolah 50 ton sampah per hari, yang akan segera dioperasikan di Bantul dan TPA Bukittinggi dengan kapasitas 100 ton per hari.

Guru Besar Departemen Teknik Mesin Universitas Indonesia, Raldi Antono Koestoer, memberikan pujian tinggi terhadap teknologi AWS. Menurutnya, mesin ini sangat tepat untuk mendukung transisi energi karena rendah emisi dan memiliki nilai tambah.

“AWS sudah masuk ke dalam e-Catalog Nasional dan memiliki paten internasional. Artinya, mesin ini sudah sesuai dengan rekomendasi pemerintah untuk digunakan,” tambahnya.

Raldi menambahkan bahwa inovasi dalam manajemen sampah biasanya fokus pada pengembangan software, namun PT Indopower Internasional berhasil menciptakan hardware yang sangat dibutuhkan.

Penasehat Bappenas, Kennedy Simanjuntak, menyatakan dukungannya agar mesin pemusnah sampah ini dapat diterapkan di seluruh daerah di Indonesia.

“Dengan demikian, sampah bisa dikelola hingga Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) saja, sehingga volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bisa berkurang,” kata Kennedy.

Kennedy juga menambahkan, “Jika Jepang saja percaya pada produk kita, seharusnya kita lebih percaya pada produk dalam negeri. Saya sendiri sudah melihat pengoperasiannya di Banyumas dan itu sangat efektif.”

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang, Fachrul Rozi, menyampaikan bahwa pihaknya juga memesan satu unit mesin AWS tipe yang sama untuk ditempatkan di salah satu TPS dengan volume sampah terbesar.

“Tentu Kabupaten Tangerang dengan penduduk yang banyak pastinya memiliki karakteristik sampah yang beragam dan berat. Setelah saya lihat cara kerja mesin ini yang bisa memusnahkan berbagai jenis sampah, Pemda kami tertarik. Mesin ini beroperasi tanpa mengeluarkan asap tebal,” ungkap Fachrul Rozi.

Dengan kemampuan AWS yang mampu mengolah berbagai jenis sampah dan rendah emisi, diharapkan teknologi ini dapat menjadi solusi efektif dalam penanganan sampah di berbagai daerah, tidak hanya di Indonesia namun juga di dunia internasional.

Editor: Akil Rahmatillah

Polling ISSED: Pemimpin Banda Aceh Harus Siap Berkorban

0
Keumala Andayani, S.Stat, Analis Data pada ISSED. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Siapapun yang akan memimpin Kota Banda Aceh sebagai walikota dan wakil walikota hasil Pilkada 2024 pada November mendatang harus rela berkorban demi warganya. Hal ini disebabkan oleh berbagai masalah kompleks yang membutuhkan penanganan serius dari pemimpin terpilih.

Yayasan ISSED, sebuah lembaga kajian di Banda Aceh, menggelar survei yang menunjukkan sejumlah isu penting yang menjadi perhatian utama warga. Masalah lapangan kerja, fasilitas dasar seperti listrik dan air, beasiswa pendidikan, serta pelaksanaan syariat Islam menjadi sorotan utama masyarakat Kota Banda Aceh.

Menurut Keumala Andayani, data analis ISSED yang memimpin program survei ini, masalah kurangnya lapangan kerja menempati peringkat pertama dan kedua dalam daftar masalah paling mendesak di Banda Aceh. Warga juga menyoroti masalah fasilitas dasar yang berada di peringkat ketiga, diikuti oleh biaya pendidikan yang semakin mahal. Pelaksanaan syariat Islam berada di peringkat kelima.

“Ini bukan masalah yang sederhana. Dibutuhkan pemimpin yang tidak hanya piawai secara teknis, tetapi juga siap bekerja ekstra untuk menyediakan lapangan kerja bagi warga Kota Banda Aceh yang didominasi penduduk muda, termasuk generasi milenial,” ujar Keumala Andayani pada Senin (17/6/2024).

ISSED menyimpulkan bahwa calon walikota dan wakil walikota Banda Aceh mendatang diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan menangani masalah-masalah tersebut. Keumala menekankan pentingnya kesediaan pemimpin untuk berkorban bagi warganya, terutama dalam momentum Idul Adha yang juga dikenal sebagai Idul Qurban.

“Momen Idul Qurban ini seharusnya menjadi pengingat, apakah calon pemimpin siap berkorban untuk warganya,” tambah Trisna Mulyati, anggota ISSED lainnya.

Ketika ditanya mengenai survei elektabilitas, Trisna mengakui bahwa ISSED juga melakukan survei tersebut.

“Ya, kami juga melakukan survei elektabilitas. Pilihan sebagian warga Banda Aceh sudah kami rekam, tetapi hasilnya belum bisa kami umumkan. Kalaupun nanti diumumkan, itu akan dilakukan oleh entitas ISSED yang berbeda,” jelas Trisna, alumni Teknik Industri ITB dengan gelar S2 cumlaude dari University of Queensland, Australia.

Trisna menambahkan bahwa Yayasan ISSED bergerak untuk kepentingan publik yang lebih luas dan melakukan berbagai polling independen. “Namun, ada bagian dari komunitas ISSED yang bisa memberi konsultasi politik berbasis survei. Bagian ini akan disampaikan pada waktunya,” tutupnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Berkurban, Sudah Siapkah Kendaraan Kita di Akhirat Nanti?

0
Puluhan masyarakat Gampong Meunasah Merbo Kecamatan Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara laksanakan salat Idul Adha 1445 H (dok: foto Auliana Nukilan.id)

Nukilan.id | Banda Aceh –  Puluhan masyarakat Gampong Meunasah Merbo Kecamatan Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara laksanakan salat Idul Adha 1445 H di Mesjid Baiturrahman Meunasah Merbo, Senin (17/6/2024).

Khatib kali ini adalah Tgk. Adhari dari Lhoknibong. Ia mengatakan kurban adalah salah satu perbuatan yang sangat baik. Ibarat kita menuju ke mesjid, ada yang pakai mobil, motor, dan jalan kaki. Ini adalah tafsilan nanti di akhirat menuju ke tempat yang kita inginkan. Jika, berkurban insyaAllah akan diberikan keberkahan.

Dalam ceramahnya, ia juga menyampaikan, uang yang dikeluarkan juga tidak mesti jumlah yang banyak. Dua juta saja sudah bisa jadi kendaraan di akhirat nanti. Apakah kita sudah siap menumpang kendaraan di akhirat dengan kendaraan yang memadai? Jangan cuma di dunia saja fasilitas lengkap dan mudah dibeli, tetapi untuk di akhirat apa sudah ada? Pastikan itu karena faedah berkurban tersebut sangat banyak.

Lanjutnya, penantian Nabi Ibrahim untuk memiliki seorang putra amatlah panjang. Allah Swt. kemudian mengujinya dengan memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya. Akankan Nabi Ibrahim memenuhi perintah yang amat berat tersebut? Meski kasih sayang Nabi Ibrahim terhadap Nabi Isma’il sangat besar, akan tetapi cintanya terhadap Allah Swt. jauh lebih besar. Nabi Ibrahim kemudian bersiap menyembelih Nabi Isma’il atas perintah Allah Swt. Saat Nabi Ibrahim sudah bersiap untuk menyembelih Nabi Isma’il, Allah Swt. menghentikannya.

Lalu Kami panggil dia, “Wahai Ibrahim! Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sungguh, demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Ash-Shaffat: 104-105) Allah Swt. kemudian mengganti Nabi Isma’il yang saat itu telah berbaring untuk disembelih dengan seekor hewan. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. (QS. Ash-Shaffat: 107)

Berdasarkan kisah tersebut, terlihat betapa bertakwanya Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il kepada Allah Swt. Hal tersebut tentu menjadi inspirasi bagi umat muslim untuk melakukan hal serupa, yaitu selalu memenuhi perintah dari Allah Swt. dan menerima semua ujian dari-Nya dengan ikhlas dan lapang dada.

Maka, berikan daging pada mereka yang tidak mampu beli. Harta banyak dan baik adalah harta yang diinfakkan. Harta banyak, tapi tidak diberikan ke anak yatim atau piatu, fakir miskin untuk apa? Harta itu tidak ada artinya. Kita merasakan enak maka  sendiri tanpa memikirkan orang lain. Padahal, kadang kita tahu bahwa mereka bukan orang-orang yang mampu beli.

“Berkurban salah satunya, mereka yang tidak mampu beli daging lembu dengan harga ratusan, tetapi karena ada kurban mereka ini bisa ikut makan juga,” tutupnya. []

Reporter : Auliana Rizky

Dayah Darul Fikri Al Waliyah Gelar Aksi Santri Pelopor dengan Drama Kolosal dan Pidato Anti Perundungan

0
Dayah Darul Fikri Al Waliyah Gelar Aksi Santri Pelopor dengan Drama Kolosal dan Pidato Anti Perundungan. (Foto: Diskominfo BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dayah Darul Fikri Al Waliyah menggelar kegiatan Aksi Santri Pelopor pada Kamis (13/6/2024) sebagai bagian dari Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI). Acara ini menampilkan kreativitas para santri dalam dua drama kolosal yang mengangkat isu bullying dan bahaya merokok, serta pidato da`i cilik yang memukau hadirin dengan pesan anti perundungan.

“Kegiatan ini sangat istimewa mengingat posisi dayah yang berada di pusat Ibu Kota,” ujar Direktur YaHijau, Syarifah AlManzir, dalam sambutannya di hadapan para santri dan ustadz-ustadzah.

Perwakilan UNICEF Aceh, Andi Prayoga, turut hadir dan mengungkapkan rasa senangnya melihat penampilan para santri. “Saya terharu melihat kreativitas mereka. Drama dan pidato yang disampaikan sangat menyentuh,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh, Muhammad, S.Sos, MM, melalui Kabid SDM dan Manajemen, Muhammad Syarif, SHI, M.H, juga memberikan semangat kepada para santri dengan menyampaikan syair yang memukau, mendapatkan aplaus dari seluruh hadirin.

Syarif menambahkan bahwa Dayah Darul Fikri Al Waliyah memiliki keunikan tersendiri karena dewan gurunya terdiri dari berbagai alumni dayah terkenal di Aceh. “Di sini terdapat alumni dari Dayah Abu Uleetiti, Dayah Mudi Mesra Samalanga Bireun, Dayah Darussalam Al Waliyah, Labuhan Haji, serta berbagai dayah salafiyah dan terpadu lainnya,” jelas Syarif.

Dayah yang dipimpin oleh Abi Wahyu Mimbar, M.Ag, yang juga Anggota MPU Kota Banda Aceh dua periode ini, semakin diminati oleh santri dari luar Kota Banda Aceh seperti Abdya, Aceh Tengah, Aceh Besar, dan Aceh Tenggara.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pejabat Kanwil Kemenag Aceh, Tim Fasilitator Pro DAI, Personil Yayasan Aceh Hijau, serta Pejabat Disdik Dayah Kota Banda Aceh.

Dengan kegiatan ini, Dayah Darul Fikri Al Waliyah menunjukkan komitmennya dalam mendidik santri menjadi pelopor dalam menyuarakan pesan-pesan positif dan membangun generasi yang sadar akan bahaya bullying dan merokok.

Editor: Akil Rahmatillah

Idul Adha Tahun 1445 Hijriah, BSI Region Aceh Salurkan Hewan Qurban

0
Penyerahan Hewan Qurban BSI Aceh di Kab Simeulue berkolaborasi dengan Pemerintah Kab Simeulue. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam rangka Hari Raya Idul Adha Tahun 1445 Hijriah, BSI Aceh membagikan hewan qurban. Inisiatif ini merupakan komitmen BSI dalam menjunjung tinggi nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, kesabaran, ketaatan, dan nilai berbagi di momen Idul Adha tahun ini.

Idul Adha, juga dikenal sebagai Hari Raya Qurban, adalah hari raya keagamaan yang diperingati oleh umat Islam di seluruh dunia. Dalam momen ini, umat Islam melakukan ibadah qurban dengan bentuk penyembelihan hewan ternak domba, kambing, sapi, kerbau dan unta merujuk pada peristiwa sejarah Nabi Ibrahim Alaihissalam.

BSI Aceh menyadari pentingnya memberikan kontribusi kembali kepada masyarakat dan memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan, terutama di hari yang suci ini. Melalui pendistribusian hewan kurban, BSI Aceh menginginkan agar mereka yang membutuhkan juga dapat mengambil bagian dalam perayaan tersebut dan menikmati makanan lezat bersama keluarga mereka.

“Kami ingin dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat Aceh di hari yang istimewa ini. Dengan membagikan hewan kurban ini, kami berharap dapat membawa keberkahan bagi BSI Aceh dan bagi masyarakat yang menerima. Ini adalah cara kami untuk mewujudkan semangat pengorbanan, keikhlasan, kesabaran, ketaatan, dan nilai berbagi.” Ujar Wachjono, Regional CEO BSI Aceh.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BSI Aceh terhadap tanggung jawab sosial perusahaan dan memberikan kontribusi kembali kepada masyarakat Aceh. BSI Aceh berdedikasi untuk mendukung inisiatif yang mendorong kesejahteraan sosial, pembangunan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.

BSI sahabat finansial, sahabat sosial dan sahabat spiritual, berkomitmen selalu memberikan kontribusi terbaik untuk seluruh masyarakat Aceh. BSI Aceh, Mercusuar Indonesia.

Editor: Akil Rahmatillah

Dinkes Aceh Besar Gandeng Seluruh OPD untuk Berantas AIDS, TBC, dan Malaria

0
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar Anita SKM MKes. (Foto: Humas Abes)

NUKILAN.id | Jantho – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Besar, Anita SKM MKes, mengajak seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bersatu dalam upaya memberantas AIDS, TBC, dan Malaria (ATM). Ajakan ini disampaikan dalam lokakarya penyusunan dokumen perencanaan pencegahan dan pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria (P2 ATM) yang dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Besar, Drs Sulaimi MSi, di Dekranasda Aceh Besar, Kamis (13/6/2024) pagi.

Anita menekankan pentingnya kolaborasi antar instansi dalam menangani tiga penyakit menular yang masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Aceh Besar tersebut.

“Pencegahan dan pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria membutuhkan sinergi dari semua pihak, baik dari sektor kesehatan maupun sektor lainnya. Kita harus bekerja bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyakit menular ini,” ujarnya.

Anita juga menggarisbawahi peran penting masyarakat dalam mendukung program pemerintah.

“Selain peran aktif pemerintah, partisipasi masyarakat sangat krusial. Edukasi dan penyuluhan mengenai pencegahan penyakit harus terus digalakkan agar masyarakat memiliki kesadaran dan pengetahuan yang cukup untuk melindungi diri dan keluarga mereka,” tambahnya.

Acara tersebut diharapkan dapat menghasilkan dokumen perencanaan yang komprehensif dan aplikatif, sehingga upaya pencegahan dan pengendalian ATM di Aceh Besar dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Para peserta lokakarya juga berkesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman serta kendala yang dihadapi dalam penanganan penyakit ini di lapangan.

Dengan adanya komitmen yang kuat dari seluruh pihak terkait, Anita optimis Aceh Besar dapat mencapai target pengurangan kasus AIDS, TBC, dan Malaria.

“Kita harus terus bergerak maju dan berinovasi dalam menemukan solusi terbaik untuk masalah kesehatan ini. Hanya dengan kerja sama yang solid, kita bisa mewujudkan Aceh Besar yang sehat dan bebas dari ATM,” pungkasnya.

Selama berlangsungnya kegiatan, peserta diberikan pemaparan tentang strategi dan rencana aksi yang akan diimplementasikan dalam rangka menekan angka penularan AIDS, TBC, dan Malaria di Aceh Besar.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) Aceh, Dr Media Yulizar MPH, selaku narasumber, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait seperti Bappeda Aceh Besar, Satpol PP dan WH Aceh Besar, Ka DSI Aceh Besar, Ka Disparpora Aceh Besar, Disdikbud Aceh Besar, Kominfo Aceh Besar, DPPKBPP dan PA Aceh Besar, serta Plt. Direktur RSUD Aceh Besar, Tagana Aceh Besar dan para Camat se-Aceh Besar.

Editor: Akil Rahmatillah

Aceh Timur Gelar Pekan Kebudayaan Daerah 2024, Angkat Kekayaan Tradisi Lokal

0
Aceh Timur Gelar Pekan Kebudayaan Daerah 2024. (Foto: InfoPublik)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Kabupaten Aceh Timur kembali menggelar Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) 2024 yang berlangsung di halaman SMP 1 Idi Rayeuk, Sabtu (15/6/2024). Acara ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti pentas seni, permainan rakyat, pameran cagar budaya, dan pameran kuliner tradisional.

Panitia pelaksana sekaligus Kepala Bidang Kebudayaan, Suriadi, menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya sebagai identitas bangsa yang harus diwariskan kepada generasi penerus.

“Acara ini menampilkan beragam kegiatan, mulai dari pameran kerajinan tangan lokal, kuliner tradisional, hingga seminar budaya,” ungkap Suriadi dalam rilis yang diterima Humas Pemkab Aceh Timur.

PKD 2024 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan refleksi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga warisan budaya.

“Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan kegiatan ini dapat terus berlanjut dan semakin berkembang pada tahun-tahun mendatang,” kata Plh Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Timur, Muslim Z.

Beragam kompetisi seni dan budaya yang melibatkan pelajar dan mahasiswa turut memeriahkan PKD 2024. Lomba tari tradisional, musik tradisional, dan cerita rakyat menjadi daya tarik utama dalam kompetisi ini. Selain untuk mengasah bakat dan keterampilan para peserta, kompetisi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya melestarikan budaya.

Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan kebudayaan dan tradisi lokal, serta memperkenalkan kekayaan budaya Aceh Timur kepada masyarakat luas. Dengan adanya PKD 2024, diharapkan warisan budaya Aceh Timur dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pekan Kebudayaan Daerah 2024 Aceh Timur diharapkan menjadi momentum penting untuk menguatkan identitas budaya lokal di tengah arus globalisasi yang semakin kuat. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk lebih mencintai dan menjaga kekayaan budaya yang dimiliki.

Editor: Akil Rahmatillah

Tampil Memukau Saat Presentasi Visi Misi di Partai Gerindra, Nazar Raih Perhatian Publik

0
Pengamat Politik Tgk Hasyem (Foto: noa.co.id)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Muhammad Nazar tampil memukau saat mempresentasikan visi dan misinya di depan Partai Gerindra, yang telah ditonton lebih dari 1,1 juta orang. Judul “Gerindra Undang Khusus Nazar Presentasi Visi Misi” dengan cepat menjadi viral setelah diposting di Harian Aceh Online, dan mendapatkan lebih dari 11.400 views.

Tak hanya itu, Muhammad Nazar terus menjadi sorotan media mainstream, baik online maupun cetak, serta di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Facebook.

“Sepertinya Muhammad Nazar menjadi harapan bagi Aceh karena kecerdasan dan talenta kepemimpinan serta penguasaan berbagai disiplin ilmu. Sementara nama Gerindra masih biasa saja di Aceh,” ujar Tgk Hasyem, tokoh masyarakat di Lembah Seulawah, dikutip dari noa.co.id pada Senin (17/6/2024).

Tgk Hasyem menambahkan bahwa Gerindra seharusnya segera mengusung Nazar sebagai calon gubernur bersama partai lain. “Gerindra pun akan diuntungkan ke depannya,” tambahnya.

Pengamat Sosial Politik, Dr. Eka Januar, menegaskan bahwa Aceh membutuhkan pemimpin berpengalaman mengingat kompleksitas persoalan sosial, politik, dan pembangunan di provinsi ini.

“Menurut saya, rakyat Aceh tidak perlu coba-coba dalam memilih pemimpin,” kata Dosen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan UIN Ar-Raniry Banda Aceh tersebut.

“Kepala daerah yang wajib dipilih adalah yang berkemampuan, berpengalaman, sudah teruji, multi-talenta, berani, ideologis, konsisten, dan berjasa untuk Aceh selama ini,” lanjut Wakil Dekan I FISIP UIN Ar-Raniry itu.

Eka Januar menyebut ada dua nama yang muncul di media dan memenuhi kriteria berpengalaman, yakni Muhammad Nazar dan Muzakir Manaf, karena keduanya pernah menjabat sebagai wakil gubernur Aceh.

“Pengalaman menjadi anggota dewan tidak bisa disamakan dengan pengalaman menjadi wakil gubernur. Meskipun pilihan ada pada rakyat, sebagai akademisi, kita tetap berharap dalam memilih pemimpin Aceh ke depan jangan sekadar uji coba,” tegasnya.

Menurut Eka, persoalan sosial, politik, ekonomi, dan pembangunan, khususnya masalah kemiskinan, pengangguran, dan lapangan kerja di Aceh harus segera ditangani oleh pemimpin yang berpengalaman dan memiliki rekam jejak yang baik.

“Sangat berisiko jika rakyat memilih yang tidak memiliki pengalaman dengan rekam jejak yang baik,” katanya.

“Semua hal yang telah dilakukan oleh seseorang di masa lalu, yang menunjukkan seberapa baik mereka dalam bekerja, mengatasi masalah, dan lain sebagainya, perlu menjadi pertimbangan serius dalam memilih gubernur Aceh ke depan,” tutup Eka Januar.

Dengan semakin meningkatnya dukungan dan popularitas Muhammad Nazar, tampaknya Gerindra memiliki peluang besar untuk meraih keuntungan politik di Aceh jika mengusungnya sebagai calon gubernur.

Editor: Akil Rahmatillah

Finalis PKMN UBC 2024 Perkenalkan Budaya dan Kuliner Aceh Lewat Fieldtrip

0
Para finalis Pekan Kreativitas Mahasiswa Nasional Unimal Bidikmisi Competition. (Foto: UNIMALNEWS)

NUKILAN.id | Lhokseumawe – Dalam rangkaian final Pekan Kreativitas Mahasiswa Nasional Unimal Bidikmisi Competitions (PKMN UBC) 2024, para finalis diajak mengikuti fieldtrip yang memperkenalkan budaya dan kuliner khas Aceh, Kamis (13/6/2024).

Ketua Umum Formadiksi Unimal, Firman Karim, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan budaya Aceh kepada mahasiswa dari seluruh Indonesia. Fieldtrip ini berlangsung selama satu hari penuh dengan titik awal di Hotel Diana, di mana peserta berkumpul sebelum melanjutkan perjalanan dengan dua bus.

Rute fieldtrip dimulai dari Hotel Diana menuju Museum Samudra Pasai. Di museum tersebut, peserta mendapatkan panduan dari Agam Lhokseumawe, Yasir Arafat, yang memperkenalkan berbagai peninggalan sejarah, tradisi, dan budaya Aceh.

“Setelah mengunjungi Museum Samudra Pasai, perjalanan dilanjutkan ke Islamic Center dan Museum Rumah Aceh di Kota Lhokseumawe. Di Islamic Center, peserta melaksanakan shalat berjamaah. Namun, sayangnya, kami tidak dapat masuk ke Museum Kota Lhokseumawe karena penjaga museum tidak ada. Meski demikian, peserta tetap antusias dan berbelanja oleh-oleh khas Aceh di Lhokseumawe,” jelas Firman.

Puncak kegiatan fieldtrip ini adalah kunjungan ke Pantai Ujong Blang. Di pantai ini, peserta menikmati keindahan alam sambil menyantap Mie Aceh yang disediakan oleh panitia. Hidangan Mie Aceh dengan udang dan bumbu khas yang menggugah selera mendapat sambutan hangat dari para peserta.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian kegiatan PKMN UBC 2024. Ini adalah upaya Formadiksi Unimal untuk memperkenalkan Aceh lebih dekat kepada mahasiswa nasional dan meningkatkan pariwisata di Aceh, khususnya Lhokseumawe. Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk kemajuan wisata di Aceh,” ungkap Firman.

Kegiatan fieldtrip ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi peningkatan pariwisata dan pelestarian budaya di Aceh, dengan melibatkan generasi muda dalam mengenal dan mencintai warisan budaya daerah.

Editor: Akil Rahmatillah

Empat Putra Terbaik Pidie Bersaing Jadi Calon Gubernur Aceh Melalui Gerindra

0
Empat Putra Terbaik Pidie Bersaing Jadi Calon Gubernur Aceh Melalui Gerindra. (Foto: Gerindra)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dari lima calon Gubernur Aceh yang mendaftar ke Partai Gerindra, empat di antaranya merupakan putra terbaik asal Pidie. Mereka adalah Darmi Daud, TM Nurlif, Fadhlullan, dan Muhammad Nazar. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Tim Penjaringan Calon Gubernur Aceh Periode 2025-2030, Mahfudz Y Loethan, dalam acara penyambutan resmi Muhammad Nazar di kantor Gerindra Aceh, Lhueng Bata, Banda Aceh, Kamis (13/6/2024).

Muhammad Nazar yang pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh periode 2007-2012, tampil memukau dalam penyampaian visi-misinya. Dalam sesi pengantar maupun tanya jawab dengan tim penjaringan dan petinggi partai, Nazar menegaskan komitmennya untuk melaksanakan program-program yang sesuai dengan kebutuhan rakyat.

“Muhammad Nazar memaparkan visi memenangkan rakyat dengan melaksanakan program-program yang riil dan sesuai dengan kebutuhan rakyat,” kata Mahfudz.

Dalam kesempatan tersebut, Nazar juga menjawab pertanyaan mengenai program beasiswa dan green economy yang pernah dijalankan pada masa kepemimpinan Irwandi-Nazar. “Program-program yang bermanfaat untuk rakyat harus berkelanjutan,” tegasnya.

Cut Intan Puteh, yang dijagokan Gerindra sebagai calon Wali Kota Lhokseumawe, mempertanyakan komitmen Nazar jika nanti Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, menetapkannya sebagai calon Gubernur Aceh. Nazar menegaskan bahwa Aceh memiliki kekhususan yang membuat partai pendukung memiliki hak lebih dalam pembagian kekuasaan, baik partai lokal maupun nasional.

“Kita telah menulis secara khusus dalam visi-misi untuk partai pendukung, nanti kita akan tanda tangani fakta integritas, dan itu menjadi pegangan para pihak,” ujarnya, disambut aplaus dari hadirin.

Selain mendaftar ke Gerindra, Muhammad Nazar juga telah mendaftarkan diri ke partai lain seperti Nasdem, PKB, PPP, PAS Aceh, serta partai non-parlemen seperti Gabthat, PNA, dan PDA. Ia juga telah membangun komunikasi dengan berbagai tokoh dan ulama di Aceh.

Dengan persaingan yang ketat ini, Aceh diharapkan akan mendapatkan pemimpin terbaik yang mampu menjawab tantangan politik dan kepemimpinan ke depan.

Editor: Akil Rahmatillah