Beranda blog Halaman 1097

Sepuluh Sepeda Motor Curian Disita, Dua Pria Terancam 9 Tahun Penjara

0
Sepuluh Sepeda Motor Curian Disita Polres Aceh Utara. (Foto: SerambiNews)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Utara berhasil mengamankan dua pria yang diduga terlibat dalam serangkaian pencurian sepeda motor di wilayah tersebut. Keduanya berinisial MYH (45 tahun) dan MF (35 tahun) ditangkap setelah dilakukan penyelidikan intensif.

MYH, yang berasal dari Gampong Meunasah Lupe, Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, dan MF, yang berasal dari Beringin Karang Anyar, Kecamatan Lubuk Pakam, Deli Serdang, Sumatera Utara, terancam hukuman maksimal sembilan tahun penjara sesuai Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Deden Heksaputera, melalui Kasat Reskrim AKP Novrizaldi SH, menjelaskan bahwa petugas telah mengamankan sepuluh sepeda motor sebagai barang bukti dari kedua tersangka ini. Namun, polisi masih terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan mereka dalam kejahatan serupa sebelumnya.

“Kedua pelaku ditangkap pada waktu dan tempat yang berbeda. MYH ditangkap di rumahnya di Gampong Meunasah Lupe pada Jumat malam, sementara MF diamankan di Kampung Baru, Banda Aceh,” ujar AKP Novrizaldi.

Dari hasil penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan berbagai jenis sepeda motor curian, antara lain Honda Vario, Honda Scoopy, Honda Supra 125, dan lainnya. Kasat Reskrim menegaskan bahwa pengembangan kasus ini masih berlangsung untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya sepeda motor lain yang dicuri oleh kedua tersangka.

Kedua pria ini kini akan menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Polisi berharap agar penangkapan ini dapat memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan lainnya di wilayah hukum Polres Aceh Utara.

Editor: Akil Rahmatillah

Oknum Polisi Diduga Nyolong Sawit di Aceh Tamiang, Dihajar Massa Hingga Babak Belur

0
Oknum Polisi Diduga Nyolong Sawit di Aceh Tamiang. (Foto: Infoacehtimur.com)

NUKILAN.id | Kualasimpang – Kasus kontroversial melibatkan seorang oknum petugas kepolisian yang diduga terlibat dalam pencurian kelapa sawit di Desa Cinta Raja, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, telah memasuki tahap penyidikan yang intensif.

Humas Polres Aceh Tamiang, Syafrizal, menjelaskan bahwa kasus ini baru-baru ini dilaporkan ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres setempat.

“Kami sedang melakukan penyelidikan bersama dengan Propam untuk mengungkap kebenaran di balik insiden ini,” ujar Syafrizal, dikutip dari Infoacehtimur.com pada Selasa (18/6/2024).

Peristiwa itu mencuat setelah seorang oknum polisi, yang belum diketahui identitasnya, dikabarkan menjadi korban amukan massa pada Minggu (16/6/2024) pagi. Diduga, oknum tersebut tertangkap basah sedang mencuri kelapa sawit, yang kemudian berujung pada penyerangan fisik oleh sejumlah warga setempat.

Kepala Dusun Desa Cinta Raja, Sala Mudin, membenarkan bahwa pelaku yang menjadi sasaran amukan massa adalah anggota polisi.

“Kami memastikan bahwa peristiwa tersebut terjadi di lokasi saat anggota kepolisian yang tidak diketahui identitasnya tertangkap mencuri sawit,” ungkapnya.

Pihak kepolisian berkomitmen untuk menangani kasus ini sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku apabila terbukti terlibat dalam tindakan melanggar.

“Polres Aceh Tamiang akan memproses pelaku sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Syafrizal.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan oknum penegak hukum yang diduga terlibat dalam tindak kejahatan, yang menimbulkan respons keras dari masyarakat setempat. Penyidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap kebenaran secara menyeluruh terkait insiden yang mencoreng citra penegak hukum tersebut.

Editor: Akil Rahmatillah

Cuaca Hari Ini di Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang: Berawan Pagi, Berpeluang Hujan Siang

0
Ilustrasi hujan. (Foto: Freepik)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Blang Bintang Aceh Besar merilis prakiraan cuaca untuk hari ini, Selasa (18/6/2024), yang menjanjikan variasi kondisi cuaca di sejumlah wilayah Aceh.

Di Kota Banda Aceh, pagi ini diprediksi akan berawan, dengan suhu berkisar antara 25 hingga 35 derajat Celsius. BMKG memperkirakan kemungkinan hujan ringan akan menyapa kota ini di siang hari, sebelum kembali berawan di malam hari. Kelembaban udara diproyeksikan berada di kisaran 55 hingga 80 persen.

Aceh Besar juga tidak ketinggalan dengan cuaca serupa. Pagi akan dimulai dengan awan tipis, diikuti peluang hujan ringan di siang hari. Suhu harian diprediksi berkisar antara 23 hingga 31 derajat Celsius, dengan kelembaban mencapai 60 hingga 90 persen saat malam tiba.

Sementara di Sabang, pagi hari diprediksi akan cukup berawan, dengan siang hari yang didominasi awan tebal. Malamnya, cuaca kembali berpeluang berawan. Suhu di pulau indah ini diperkirakan akan berfluktuasi antara 21 hingga 37 derajat Celsius, dengan kelembaban udara mencapai 25 hingga 85 persen.

Itulah gambaran prakiraan cuaca dari BMKG untuk Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang hari ini. Untuk informasi lebih detail dan pembaruan terkait prediksi cuaca di berbagai daerah lainnya di Aceh, Anda dapat mengakses laman resmi BMKG. Pastikan untuk tetap siaga dan bersiap menghadapi kondisi cuaca yang mungkin berubah-ubah sepanjang hari.

Editor: Akil Rahmatillah

UMSU Sembelih dan Distribusikan 60 Hewan Kurban Hingga ke Aceh

0
Rektor UMSU, Prof Dr Agussani, MAP, menyaksikan penyembelihan hewan kurban di Kampus UMSU. (Foto: Dok. UMSU)

NUKILAN.id | Medan – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) kembali menunjukkan komitmennya dalam berbagi dengan masyarakat. Pada Senin (17/6/2024), UMSU menyembelih 60 ekor hewan kurban di kampus utama yang terletak di Jalan Mukhtar Basri, Kota Medan. Sebanyak 41 ekor disembelih di kampus utama, sementara 19 ekor lainnya didistribusikan ke masyarakat sekitar kampus serta beberapa daerah di Kota Medan, Kabupaten Langkat, Kabupaten Pakpak Barat, Kabupaten Deliserdang, hingga Provinsi Aceh.

Rektor UMSU, Prof. Dr. Agussani, MAP, secara simbolis menyerahkan masing-masing dua ekor hewan kurban kepada warga lingkungan 3 dan lingkungan 8 (pinggir rel) Glugur Darat II di belakang kampus utama UMSU. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Rektor I Prof. Dr. Muhammad Arifin Gultom, M.Hum, Wakil Rektor II Prof. Dr. Akrim, M.Pd, Wakil Rektor III Dr. Rudianto, M.Si, serta Badan Pembina Harian (BPH), pimpinan fakultas, lembaga, tokoh masyarakat, dan warga penerima hewan kurban.

Prof. Dr. Agussani mengungkapkan bahwa pemberian hewan kurban kepada masyarakat telah menjadi tradisi tahunan UMSU sebagai bentuk rasa syukur, kepedulian sosial, dan ketaatan.

“Alhamdulillah, UMSU setiap tahunnya selalu memberikan hewan kurban kepada masyarakat. Ini bagian dari komitmen universitas terhadap tri dharma perguruan tinggi, pengabdian kepada masyarakat, dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Kegiatan penyembelihan hewan kurban ini juga melibatkan 380 pegawai UMSU, dosen, serta mitra yang berpartisipasi memberikan bantuan hewan kurban dari 9 perusahaan. Hewan kurban dibagikan tidak hanya kepada sivitas akademika UMSU, tetapi juga kepada masyarakat di Desa Jaring Halus, Langkat, yang merupakan desa binaan UMSU.

Fernando, Kepala lingkungan 3 Glugur Darat II, menyampaikan terima kasih kepada UMSU yang selalu memperhatikan dan memprioritaskan lingkungan sekitar. Hal senada diungkapkan oleh perwakilan masyarakat lingkungan 8, yang merasakan peran positif kehadiran UMSU bagi masyarakat.

“Semoga UMSU selalu sukses,” ujarnya.

Menurut Ketua Panitia, Wakil Rektor II UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd, penyembelihan 60 ekor hewan kurban dilakukan di empat kampus UMSU yaitu Kampus Utama, Fakultas Kedokteran, Pascasarjana, dan Kampus 4 di Sampali, Percut Sei Tuan. Dibanding tahun sebelumnya, jumlah hewan kurban UMSU meningkat dari 58 ekor menjadi 60 ekor.

“Semoga tahun depan jumlah pekurban lebih banyak lagi sehingga bisa memberikan lebih banyak manfaat ke masyarakat,” kata Prof. Akrim.

Kegiatan ini diharapkan dapat memupuk rasa kebersamaan dan kepemilikan serta mendukung pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah 2027.

“Hari ini kita saksikan semangat dan kegembiraan. Saya merasa terharu, seluruh komponen terlibat dan bahu membahu,” kata Prof. Agussani.

Editor: Akil Rahmatillah

PNM Salurkan Hewan Kurban di Daerah 3T dari Aceh Hingga Makassar

0
PNM Salurkan Hewan Kurban di Daerah 3T. (Foto: Liputan6)

NUKILAN.id | Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) merayakan Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah dengan menyalurkan hewan kurban di berbagai titik daerah 3T (Tertinggal, Terluar, Terdepan) di Indonesia. Penyaluran ini mencakup wilayah dari Aceh, Palembang, Lampung, Garut, Serang, Banjarmasin, Purwokerto, Solo, Mataram, hingga Makassar.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menyatakan bahwa pemilihan lokasi kurban tahun ini difokuskan pada daerah yang sulit diakses dan memiliki kondisi khusus dengan angka stunting tertinggi.

“Momentum kurban tahun ini selain bernilai ibadah di Hari Raya Idul Adha juga sebagai bentuk komitmen PNM mendukung program zero stunting di Indonesia,” ujar Arief.

Lebih lanjut, Arief menjelaskan bahwa kurban tahun ini juga menjadi wujud syukur perusahaan yang telah 25 tahun mengabdi untuk negeri, khususnya dalam memberdayakan ultra mikro Indonesia.

“Momentum Idul Adha sekaligus kesempatan bagi PNM untuk berbagi di daerah 3T yang di dalamnya juga terdapat nasabah binaan PNM Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar),” tambahnya.

Penyerahan hewan kurban dilakukan melalui masjid-masjid terdekat dari unit setempat dengan tampilan bangunan yang paling sederhana.

“Biasanya semakin besar dan bagus suatu masjid, yang berkurban di sana juga semakin banyak. Jadi kami imbau untuk memilih yang sesederhana mungkin,” jelas Arief.

Arief juga mengucapkan terima kasih kepada nasabah PNM Mekaar yang telah mempercayakan PNM dalam memberikan pendampingan dan pemberdayaan kepada perempuan pelaku usaha (UMi). Selain itu, ia memberikan apresiasi kepada Account Officer (AO) yang telah berjuang keras memberi pendampingan hingga pelosok negeri.

“Saya berharap, kurban dari PNM dapat terus menumbuhkan asa pejuang ultra mikro, baik itu nasabah maupun teman-teman AO yang setiap hari berkorban melalui jalur yang sulitnya luar biasa,” tutup Arief.

Dengan semangat Idul Adha, PNM berkomitmen untuk terus mendukung program-program pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang paling membutuhkan.

Editor: Akil Rahmatillah

Warga Banda Aceh dan Aceh Besar Berziarah ke Kuburan Massal Ulee Lheu

0
Suasana kuburan massal Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ribuan warga dari Banda Aceh dan Aceh Besar memadati kuburan massal Ulee Lheu pada Senin (17/6/2024). Mereka datang untuk berziarah setelah melaksanakan salat Iduladha 1445 Hijriah.

Para peziarah terlihat membawa surah Yasin dan doa-doa untuk mendoakan sanak saudara yang menjadi korban tsunami dahsyat yang melanda Aceh belasan tahun silam. Mereka yakin bahwa keluarga mereka dimakamkan secara massal di tempat tersebut.

Tradisi tahunan ini selalu dijalankan oleh warga sebagai bentuk penghormatan dan pengingat akan tragedi besar yang merenggut banyak nyawa. Bagi mereka, ziarah ini juga menjadi momen refleksi bahwa kehidupan itu fana dan kematian adalah kepastian.

Kuburan massal Ulee Lheu sendiri menjadi saksi bisu dari dahsyatnya gelombang tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004. Tragedi tersebut meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Aceh, namun juga memperkuat semangat kebersamaan dan keimanan mereka.

Ziarah ini bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bagi generasi muda akan pentingnya menjaga alam dan selalu waspada terhadap bencana.

Dengan penuh khidmat, para peziarah membacakan doa dan surah Yasin, berharap agar arwah para korban diterima di sisi-Nya. Setelah berziarah, mereka melanjutkan perayaan Iduladha dengan berkumpul bersama keluarga besar, mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan.

Editor: Akil Rahmatillah

Petugas Haji Asal Aceh Meninggal Dunia di Mina

0
PPIH Embarkasi Aceh, Ahmad Yani saat menyerahkan perlengkapan Kloter Haji kepada Almarhum Manshur di Banda Aceh. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Mina – Seorang petugas haji asal Aceh, H Manshur bin Ahmad SAg, dilaporkan meninggal dunia di Mina, Arab Saudi, pada Senin (17/6/2024) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi dan Debarkasi Aceh (BTJ) 2024, Drs H Azhari MSi.

“Almarhum dilaporkan mengalami kelelahan,” ujar Azhari yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh. Informasi ini juga dilansir melalui laman resmi kemenag.aceh.go.id.

Manshur bin Ahmad merupakan Pembimbing Ibadah dalam Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kloter 7 Embarkasi Aceh (BTJ-07), dengan nomor manifes 02. Dalam kesehariannya, almarhum adalah Penghulu di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. Ia juga dikenal sebagai Sekjen MPO Ikatan Siswa Kader Dakwah (Iskada) Aceh.

Selain itu, Manshur aktif dalam berbagai organisasi. Beliau adalah Pengurus BKM Masjid Besar Syuhada Lamgugob, Pengurus IPHI Aceh, Pengurus BKPRMI Aceh, serta Pengurus Mushalla Dusun Tunggai, Lamgugob.

“Insya Allah beliau husnul khatimah, mabrur amalnya. Kita doakan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” tambah Azhari.

Jenazah Manshur bin Ahmad telah dishalatkan di Masjidil Haram dan dimakamkan di Komplek Pemakaman Maqbarah, Mekah.

Kabar duka ini tentu membawa kesedihan mendalam bagi keluarga besar Kementerian Agama dan masyarakat Aceh. Kepergian Manshur bin Ahmad meninggalkan kesan mendalam atas dedikasi dan pengabdiannya dalam membimbing umat selama menunaikan ibadah haji.

Editor: Akil Rahmatillah

Masjid Raya Baiturrahman Distribusikan 2.200 Kantong Daging Kurban di Banda Aceh

0
Masjid Raya Baiturrahman Distribusikan 2.200 Kantong Daging Kurban di Banda Aceh. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Masjid Raya Baiturrahman (MRB) Banda Aceh membagikan 2.200 kantong daging kurban pada perayaan Idul Adha 1445 Hijriah. Daging kurban tersebut didistribusikan kepada masyarakat Kota Banda Aceh dan sekitarnya yang telah menerima kupon sebelumnya.

“Ada 2.200 tumpuk daging kita bagikan kepada masyarakat yang sebelumnya mendapat kupon. Hari ini, mereka mengambil daging dengan tertib di basement parkir masjid,” ujar Kepala UPTD Masjid Raya Baiturrahman, Saifan Nur, di Banda Aceh, Senin (17/6/2024).

Menurut Saifan, tahun ini Dinas Syariat Islam Aceh melalui Panitia Hari Besar Islam (PHBI) menerima sumbangan hewan kurban dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) sebanyak 41 ekor, terdiri atas 28 ekor sapi dan 13 ekor kambing.

“Dengan jumlah hewan tersebut, panitia bersepakat menyantuni proposal permintaan daging kurban yang diterima, meskipun tidak semua seperti jumlah yang disebutkan di dalam proposal,” katanya.

Tercatat, Masjid Raya Baiturrahman menerima 1.171 proposal permintaan daging kurban dari masyarakat. Setiap proposal paling banyak berisi permintaan daging untuk 60 orang dan paling sedikit untuk 10 orang. Dengan jumlah proposal sebanyak itu, pihak MRB harus menyediakan 3.450 kantong daging kurban (kupon). Namun, jumlah hewan kurban yang diterima belum cukup untuk memenuhi seluruh permintaan tersebut.

Oleh karena itu, Saifan berharap ke depan lebih banyak dermawan yang bersedia menyumbangkan hewan kurbannya ke Masjid Raya Baiturrahman.

“Semoga banyak yang disampaikan kepada panitia sehingga ke depannya kita mampu memfasilitasi pemohon yang berhak dari fakir miskin, anak yatim, dan kaum duafa agar dapat kita berikan sesuai dengan harapan mereka,” harapnya.

Selain itu, Saifan juga mengimbau warga pemohon daging kurban ke MRB agar benar-benar pantas menerima daging kurban dan tidak ada penyembelihan hewan kurban di desa mereka.

“Kita sangat berharap kejujuran dari masyarakat dalam pengajuan proposal individu maupun kelompok,” tutupnya.

Pendistribusian daging kurban yang berlangsung tertib ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan dan membawa berkah di hari yang suci ini.

Editor: Akil Rahmatillah

Mesin Pemusnah Sampah Canggih Karya Anak Bangsa Diekspor ke Jepang

0
Mesin Pemusnah Sampah Canggih Karya Anak Bangsa Diekspor ke Jepang. (Foto: detik.com)

NUKILAN.id | Jakarta – PT Indopower Internasional berhasil mengekspor mesin pemusnah sampah canggih, Advance Waste System (AWS), ke Jepang. Mesin dengan sistem pirolisis gasifikasi ini merupakan karya anak bangsa yang telah menarik perhatian dunia.

Presiden Direktur PT Indopower Internasional, Harun Al Rosyid, menyatakan bahwa AWS kini telah digunakan di berbagai daerah di Indonesia dan beberapa negara seperti Filipina, Nepal, dan Jepang. Jepang menjadi negara terbaru yang memesan AWS tipe 50 serta AWS medis tipe 25, mesin yang mampu mengolah 10 ton sampah limbah per hari.

“Kontraktor Jepang telah memesan AWS 50 dan AWS 25 M, yang nantinya akan digunakan untuk pengelolaan limbah pascabencana dan sampah medis di rumah sakit,” ujar Harun dilutip dari detik.com, Selasa (18/6/2024).

Menurut Harun, mesin AWS sudah diinstal di beberapa negara Asia seperti Filipina, Vietnam, dan Nepal. PT Indopower Internasional juga telah memproduksi AWS kapasitas besar, yakni AWS 250 yang mampu mengolah 50 ton sampah per hari, yang akan segera dioperasikan di Bantul dan TPA Bukittinggi dengan kapasitas 100 ton per hari.

Guru Besar Departemen Teknik Mesin Universitas Indonesia, Raldi Antono Koestoer, memberikan pujian tinggi terhadap teknologi AWS. Menurutnya, mesin ini sangat tepat untuk mendukung transisi energi karena rendah emisi dan memiliki nilai tambah.

“AWS sudah masuk ke dalam e-Catalog Nasional dan memiliki paten internasional. Artinya, mesin ini sudah sesuai dengan rekomendasi pemerintah untuk digunakan,” tambahnya.

Raldi menambahkan bahwa inovasi dalam manajemen sampah biasanya fokus pada pengembangan software, namun PT Indopower Internasional berhasil menciptakan hardware yang sangat dibutuhkan.

Penasehat Bappenas, Kennedy Simanjuntak, menyatakan dukungannya agar mesin pemusnah sampah ini dapat diterapkan di seluruh daerah di Indonesia.

“Dengan demikian, sampah bisa dikelola hingga Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) saja, sehingga volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bisa berkurang,” kata Kennedy.

Kennedy juga menambahkan, “Jika Jepang saja percaya pada produk kita, seharusnya kita lebih percaya pada produk dalam negeri. Saya sendiri sudah melihat pengoperasiannya di Banyumas dan itu sangat efektif.”

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang, Fachrul Rozi, menyampaikan bahwa pihaknya juga memesan satu unit mesin AWS tipe yang sama untuk ditempatkan di salah satu TPS dengan volume sampah terbesar.

“Tentu Kabupaten Tangerang dengan penduduk yang banyak pastinya memiliki karakteristik sampah yang beragam dan berat. Setelah saya lihat cara kerja mesin ini yang bisa memusnahkan berbagai jenis sampah, Pemda kami tertarik. Mesin ini beroperasi tanpa mengeluarkan asap tebal,” ungkap Fachrul Rozi.

Dengan kemampuan AWS yang mampu mengolah berbagai jenis sampah dan rendah emisi, diharapkan teknologi ini dapat menjadi solusi efektif dalam penanganan sampah di berbagai daerah, tidak hanya di Indonesia namun juga di dunia internasional.

Editor: Akil Rahmatillah

Polling ISSED: Pemimpin Banda Aceh Harus Siap Berkorban

0
Keumala Andayani, S.Stat, Analis Data pada ISSED. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Siapapun yang akan memimpin Kota Banda Aceh sebagai walikota dan wakil walikota hasil Pilkada 2024 pada November mendatang harus rela berkorban demi warganya. Hal ini disebabkan oleh berbagai masalah kompleks yang membutuhkan penanganan serius dari pemimpin terpilih.

Yayasan ISSED, sebuah lembaga kajian di Banda Aceh, menggelar survei yang menunjukkan sejumlah isu penting yang menjadi perhatian utama warga. Masalah lapangan kerja, fasilitas dasar seperti listrik dan air, beasiswa pendidikan, serta pelaksanaan syariat Islam menjadi sorotan utama masyarakat Kota Banda Aceh.

Menurut Keumala Andayani, data analis ISSED yang memimpin program survei ini, masalah kurangnya lapangan kerja menempati peringkat pertama dan kedua dalam daftar masalah paling mendesak di Banda Aceh. Warga juga menyoroti masalah fasilitas dasar yang berada di peringkat ketiga, diikuti oleh biaya pendidikan yang semakin mahal. Pelaksanaan syariat Islam berada di peringkat kelima.

“Ini bukan masalah yang sederhana. Dibutuhkan pemimpin yang tidak hanya piawai secara teknis, tetapi juga siap bekerja ekstra untuk menyediakan lapangan kerja bagi warga Kota Banda Aceh yang didominasi penduduk muda, termasuk generasi milenial,” ujar Keumala Andayani pada Senin (17/6/2024).

ISSED menyimpulkan bahwa calon walikota dan wakil walikota Banda Aceh mendatang diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja dan menangani masalah-masalah tersebut. Keumala menekankan pentingnya kesediaan pemimpin untuk berkorban bagi warganya, terutama dalam momentum Idul Adha yang juga dikenal sebagai Idul Qurban.

“Momen Idul Qurban ini seharusnya menjadi pengingat, apakah calon pemimpin siap berkorban untuk warganya,” tambah Trisna Mulyati, anggota ISSED lainnya.

Ketika ditanya mengenai survei elektabilitas, Trisna mengakui bahwa ISSED juga melakukan survei tersebut.

“Ya, kami juga melakukan survei elektabilitas. Pilihan sebagian warga Banda Aceh sudah kami rekam, tetapi hasilnya belum bisa kami umumkan. Kalaupun nanti diumumkan, itu akan dilakukan oleh entitas ISSED yang berbeda,” jelas Trisna, alumni Teknik Industri ITB dengan gelar S2 cumlaude dari University of Queensland, Australia.

Trisna menambahkan bahwa Yayasan ISSED bergerak untuk kepentingan publik yang lebih luas dan melakukan berbagai polling independen. “Namun, ada bagian dari komunitas ISSED yang bisa memberi konsultasi politik berbasis survei. Bagian ini akan disampaikan pada waktunya,” tutupnya.

Editor: Akil Rahmatillah