Beranda blog Halaman 1081

Laga Pembuka HIPMI Aceh Cup 2024: Arseco FC Hadapi AKMC FC

0
triker Arseco FC, Fahrizal Dillah (kiri) akan adu ketajaman dengan Rijal Torres yang memperkuat AKMC FC. (Foto: Bolaacehsport.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Laga perdana HIPMI Aceh Cup 2024 akan mempertemukan dua tim tangguh, Arseco FC Cot Lamkuweuh melawan AKMC FC Lampanah. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis sore, 27 Juni 2024 di Lapangan PS Amla Lamteungoh, mulai pukul 16.30 WIB.

Pertandingan pembuka ini dipastikan akan berlangsung sengit dan penuh gengsi. Arseco FC, yang saat ini diasuh oleh pelatih Rafsan Yani, diperkuat oleh pemain-pemain berpengalaman baik di kompetisi nasional maupun turnamen antar kampung (tarkam). Tim yang baru saja meraih juara dua di turnamen HUT PS Amla bulan lalu ini akan mengandalkan beberapa pemain kunci seperti Fahrizal Dillah, Amirul Fajar, Muhklis Nakata, hingga Lutfi Fauzi.

Di kubu lawan, AKMC FC Lampanah juga memiliki skuad yang tidak kalah mentereng. Assanur Rijal Torres, mantan top skor Persiraja di Liga 2 2019, akan menjadi ujung tombak tim ini. Selain Torres, pemain-pemain seperti Maidusri Bello, Afdhalul Basyar, Reza Pango, Dian Ardiansyah, dan Ikhwan Samahani siap memberikan perlawanan sengit terhadap pertahanan Arseco FC.

Presiden klub AKMC FC, Imanullah Imakey, mengungkapkan bahwa timnya siap memberikan tontonan menarik dalam laga ini.

“Insya Allah kami akan menampilkan yang terbaik dalam event turnamen HIPMI Aceh Cup, dan pemain pun siap habis-habisan menghadapi skuad Arseco FC,” ujarnya dilansir dari Bolaacehsport.com pada Kamis (27/6/2024).

Sementara itu, Rafsan Yani, pelatih Arseco FC, berharap agar turnamen ini berjalan lancar dan menghasilkan pemain-pemain berkualitas yang bisa direkrut oleh Persiraja.

“Semoga pertandingan pembukaan besok berlangsung lancar dan menarik, karena ini juga bagian dari proses pemantauan pemain yang dilakukan untuk Persiraja,” tuturnya.

HIPMI Aceh Cup 2024 tidak hanya menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim, tetapi juga kesempatan emas bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di depan para pencari bakat.

Editor: Akil Rahamatillah

Prof. Sanny Resmi Daftar Bacalon Gubernur Aceh di Partai Gelora

0
Ketua Tim Pemberkasan dan Administrasi Pemenangan Prof. Sanny, Muhammad Ridha beserta tim, menyerahkan berkas pendaftaran Prof Sanny sebagai Bacalon Gubernur Aceh kepada ketua Partai Gelora Aceh Fuady Sulaim, ST, M.Si. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) yang juga tokoh nasional asal Aceh, Prof. Dr. Eng. Ir. Teuku Abdullah Sanny, M.Sc, PhD, IPU, secara resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon (Bacalon) Gubernur Aceh ke Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Gelora Provinsi Aceh pada Selasa (25/6/2024) malam.

Prof. Sanny menjadi satu-satunya Bacalon Gubernur Aceh pertama yang mendaftar ke Partai Gelora. Pendaftaran ini menandai langkah awal Prof. Sanny dalam kontestasi politik di provinsi paling barat Indonesia itu. Tim Prof. Sanny yang dipimpin oleh Muhammad Ridha selaku Ketua Tim Pemberkasan dan Administrasi Pemenangan, turut hadir dalam penyerahan berkas pendaftaran tersebut.

Sesampainya di kantor DPW Partai Gelora, tim Prof. Sanny disambut oleh Ketua Partai Gelora Aceh, Fuady Sulaiman, ST, M.Si, didampingi oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Gelora, Suryawati, serta Wakil Sekretaris, Muhammad Sufri.

Kepada media, Muhammad Ridha menyatakan bahwa keputusan untuk mendaftar melalui Partai Gelora tidak hanya didasarkan pada ketersediaan kursi legislatif di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Menurutnya, Partai Gelora Aceh memiliki banyak pendukung yang diyakini akan mendukung program-program konstruktif dari Prof. Sanny.

“Meskipun Partai Gelora tidak memiliki kursi di tingkat provinsi, kami yakin ada pemilih partai Gelora yang mendukung program-program dan ide-ide konstruktif dari Prof. Sanny,” ujar Ridha. Ia menekankan bahwa dalam konteks Aceh, kepentingan bersama harus diutamakan.

“Kami mendaftar bukan hanya melihat dari segi jumlah kursi, tetapi juga ingin merangkul seluruh elemen, baik itu organisasi masyarakat (ormas) maupun partai politik (parpol), termasuk parpol yang tidak memiliki kursi di DPRA sekalipun,” tambahnya.

Ketua DPW Partai Gelora Aceh, Fuady Sulaiman, ST, M.Si, menyambut baik langkah tim Prof. Sanny. “Kami sangat terkejut dan terkesan dengan kehadiran tim Prof. Sanny di kantor DPW Gelora Aceh, mengingat partai kami tidak memiliki kursi di DPRA,” kata Fuady.

Ia menambahkan bahwa kehadiran Prof. Sanny sebagai Bacalon Gubernur merupakan suatu kehormatan dan menandai satu-satunya pendaftaran Bacalon gubernur ke DPW Partai Gelora Aceh hingga saat ini. Langkah Prof. Sanny ini tidak hanya menambah dinamika politik di Aceh, tetapi juga menunjukkan keberaniannya untuk merangkul berbagai elemen dalam masyarakat.

Keputusan untuk mendaftar ke Partai Gelora, meskipun partai ini belum memiliki representasi di DPRA, menunjukkan tekad Prof. Sanny untuk bekerja demi kepentingan yang lebih luas. Sebelumnya, Prof. Sanny juga telah mendaftar di sejumlah partai politik, baik partai politik lokal (Parlok) maupun Partai Politik Nasional (Parnas) yang ada di provinsi Aceh, di antaranya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Nasdem, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Adil Sejahtera (PAS), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Dengan pendaftaran ini, Prof. Sanny menunjukkan bahwa perjuangan untuk Aceh memerlukan kolaborasi dari semua pihak, terlepas dari besar atau kecilnya dukungan politik yang ada.

Editor: Akil Rahmatillah

Pemerintah Aceh Optimis Venue PON 2024 Siap Diuji Coba Mulai Agustus

0
Kawasan pembangunan arena PON di Pidie, Aceh. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Provinsi Aceh optimistis bahwa setiap venue dan fasilitas cabang olahraga untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 dapat diuji coba mulai bulan Agustus mendatang. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Aceh, Zulkifli, menyatakan bahwa persiapan venue PON 2024 berjalan dengan beragam jadwal penyelesaian.

“Saat ini, kami telah menetapkan jadwal beragam, ada yang dimulai di awal bulan, ada pula yang tengah bulan, untuk memastikan semua persiapan sesuai dengan target yang ditetapkan,” ujar Zulkifli kepada ANTARA di Banda Aceh, Selasa.

Sebagai bagian dari persiapan tersebut, Wakil Ketua Harian PB PON XXI Wilayah Aceh sedang melakukan kunjungan ke sejumlah kabupaten dan kota yang menjadi tuan rumah PON 2024, termasuk Kabupaten Pidie, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Barat.

“Kunjungan ini kami lakukan untuk mendukung percepatan pembangunan venue dan memastikan komitmen pelaksanaan yang tepat waktu,” tambahnya.

Zulkifli juga turut meninjau beberapa lokasi di Kabupaten Pidie yang memanfaatkan dana dari APBA, serta venue yang didanai oleh APBN dan APBK.

“Salah satu contohnya adalah venue cabang olahraga Kempo yang mendapat anggaran besar, sekitar Rp14 miliar lebih. Kami bersyukur kontraktor telah berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan tepat waktu,” ungkap Zulkifli.

Sementara itu, proses pembangunan infrastruktur untuk PON 2024 di Aceh diproyeksikan akan selesai pada bulan Juli 2024. Untuk mempercepat pembangunan, pihak pelaksana juga telah menambah jumlah tenaga kerja dengan menerapkan sistem kerja bergiliran, baik pada shift malam maupun siang.

“Kami optimis bahwa pembangunan akan selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Saat ini, tim bekerja non-stop selama 24 jam untuk memastikan kesiapan infrastruktur,” papar Zulkifli.

Selain venue olahraga, Aceh juga terus mengakselerasi pembangunan gedung pusat kegiatan atlet dan official sebagai pusat aktivitas selama pelaksanaan PON.

“Dari segi progres, pembangunan venue PON masih beragam, dengan persentase kemajuan mulai dari 20 hingga 70 persen. Hal ini disebabkan beberapa bagian venue dirakit secara paralel di luar daerah sebelum dipasang di lokasi akhir,” jelasnya.

Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, Zulkifli yakin bahwa PON XXI di Aceh yang dijadwalkan berlangsung pada 8-20 September 2024 akan berjalan sesuai rencana, berkat kerjasama yang baik dari semua pihak terkait.

Editor: Akil Rahmatillah

Polda Aceh Gagalkan Penyelundupan 180 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia

0
Konferensi Pers Pengungkapan tindak pidana narkotika jenis sabu jaringan internasional Malaysia-Indonesia di Mapolda Aceh, pada 26 Juni 2024. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Aceh berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 180 kilogram dari jaringan internasional Malaysia-Indonesia.

“Pengungkapan ini berawal dari informasi yang diterima tim Ditresnarkoba Polda Aceh tentang adanya kapal nelayan yang digunakan sindikat narkoba internasional untuk menjemput narkoba dalam jumlah besar di perairan Malaysia,” jelas Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko saat konferensi pers di Polda Aceh, Rabu (26/6/2024).

Berdasarkan informasi tersebut, kata Kapolda, tim gabungan menggunakan kapal patroli BC30002 dan BC15030 melakukan patroli laut di sektor yang telah ditentukan pada tanggal 14 Juni 2024.

“Pada tanggal 15 Juni 2024 dini hari, kapal target jenis boat jalur terpantau di sekitaran perairan Peureulak, Aceh Timur. Saat dilakukan pengejaran, awak kapal target yang berjumlah 3 orang berusaha melarikan diri dengan melompat ke laut,” katanya.

Lebih lanjut, Kapolda mengatakan, tim gabungan berhasil mengamankan satu orang awak kapal bernama Ilyas yang berperan sebagai tekong atau pawang boat. 

“Dari hasil pemeriksaan terhadap Ilyas dan kapal yang digunakannya, ditemukan 9 karung berisi barang diduga narkotika jenis sabu seberat 180 kilogram,” ujarnya.

Sementara itu, tim darat juga berhasil mengamankan satu orang lain bernama Muzakir alias Him yang berperan sebagai pengendali.

“Kedua tersangka beserta barang bukti kemudian dibawa ke Dermaga Langsa untuk pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut,” ujar Irjen Achmad Kartiko.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Subs Pasal 112 Ayat (2) Juncto Subs Pasal 115 Ayat (2) dan Pasal 132 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka diancam dengan pidana penjara paling lama 20 tahun, penjara seumur hidup, atau hukuman mati.

Reporter: Rezi

Ditlantas Aceh Intensifkan Tes Narkotika Terhadap Sopir Angkutan Umum

0
Ditlantas Aceh Intensifkan Tes Narkotika Terhadap Sopir Angkutan Umum. (Foto: Ditlantas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh kini mengambil langkah tegas dalam pencegahan kecelakaan di jalan raya dengan mengintensifkan pengetesan narkotika terhadap sopir angkutan umum. Langkah ini diambil menyusul insiden kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa akibat penggunaan narkoba oleh sopir.

Muhammad Iqbal Alqudusy, Direktur Lalu Lintas Polda Aceh, menjelaskan bahwa tes narkotika dilakukan secara mendadak di seluruh satuan lalu lintas Polda Aceh.

“Kami melakukan tes urine kepada sopir angkutan umum untuk memastikan kondisi mereka bebas dari narkotika. Ini sebagai langkah pencegahan lebih lanjut setelah kecelakaan tragis yang terjadi,” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, beberapa sopir angkutan umum terbukti positif menggunakan narkotika seperti metamfetamin dan ampetamin.

“Sopir-sopir yang terbukti positif akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap asal-usul barang terlarang tersebut,” katanya.

Muhammad Iqbal Alqudusy juga mengungkapkan bahwa sebanyak 86 sopir angkutan umum telah menjalani tes narkotika, dan dari jumlah tersebut, lima di antaranya ditemukan positif mengonsumsi narkotika.

“Mereka yang terbukti positif akan diberikan asesmen untuk menentukan apakah perlu menjalani rehabilitasi atau rawat jalan,” tambahnya.

Terpisah, terkait dengan statistik kecelakaan lalu lintas di Aceh selama bulan Juni 2024, Ditlantas mencatat sebanyak 247 kasus kecelakaan dengan korban jiwa mencapai 54 orang meninggal dunia, 17 orang luka berat, dan 393 orang luka ringan.

“Kami mengimbau semua pengguna jalan raya untuk tetap berhati-hati dan patuh terhadap peraturan lalu lintas demi keamanan bersama,” pesannya.

Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi angka kecelakaan yang disebabkan oleh pengaruh narkotika di jalan raya Aceh, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas.

Editor: Akil Rahmatillah

Polres Aceh Tengah Bagi Ratusan Sembako dalam Rangka HUT Bhayangkara Ke-78

0
Polres Aceh Tengah Bagi Ratusan Sembako dalam Rangka HUT Bhayangkara Ke-78. (Foto: Humas Polres Aceh Tengah)

NUKILAN.id | Takengon – Polres Aceh Tengah kembali menggelar bakti sosial dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun Bhayangkara yang ke-78 tahun 2024. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia secara virtual dan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listiyo Sigit Prabowo.

Pada hari Selasa (25/6/2024), Polres Aceh Tengah melaksanakan kegiatan Pemberian Bantuan Sosial (Bansos) di Meunasah Babuttaqwa Aspol Desa Kuteni Reje, Kecamatan Lut Tawar. Acara ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta diikuti oleh Ketua Bhayangkari Cabang Aceh Tengah dan Pejabat Utama.

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Dody Indra Eka Putra, memimpin langsung kegiatan tersebut. Sebanyak 500 paket sembako disiapkan untuk diberikan kepada masyarakat, termasuk siswa tingkat SMP dan SMA.

“Semoga apa yang kita lakukan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Kapolres Dody.

Editor: Akil Rahmatillah

Sekda Aceh Besar Buka Even Promosi Kebersihan di SDN 1 Lhoknga

0
Sekda Aceh Besar Buka Even Promosi Kebersihan di SDN 1 Lhoknga. (Foto: Humas Abes)

NUKILAN.id | Jantho – Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Besar, Drs. Sulaimi M.Si, mewakili Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto S.STP, MM, membuka Even Promosi Kebersihan yang digagas oleh Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI) dengan tema ‘Mewujudkan Sekolah Sehat Dan Ramah Lingkungan’ di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Lhoknga, Gampong Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, pada Selasa (25/6/2024).

Dalam sambutannya, Sulaimi menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan YKMI dan Muslim AID Serving Humanity sebagai pendonor yang telah aktif membantu Aceh Besar sejak bencana gempa dan tsunami tahun 2004 lalu. Ia mengapresiasi kontribusi mereka dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.

“Ini adalah bukti nyata kerja keras dan komitmen semua pihak. Dukungan dari YKMI sangat berarti bagi kami, terutama dalam upaya membangun lingkungan sekolah yang bersih dan sehat,” ujar Sulaimi.

Sulaimi juga mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Bahrul Jamil, yang telah mengkoordinir berbagai program ini dengan baik. Ia menegaskan pentingnya kerjasama lintas sektor untuk menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan di Aceh Besar.

Program promosi kebersihan ini telah dilaksanakan di beberapa sekolah termasuk SDN 1 Lhoknga, SDN Lamteh, SDN Layeun, SDN Lamgeue, dan SDN Kulam Data. Sulaimi menambahkan bahwa meskipun terdapat keterbatasan anggaran, kerja sama dengan YKMI mampu membantu Pemkab Aceh Besar dalam menjaga dan merawat fasilitas pendidikan yang ada.

Ketua YKMI Aceh, Elfi Hasnita SE, mengungkapkan kebanggaannya atas kesinambungan program ini.

“Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi generasi muda Aceh Besar, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif untuk masa depan yang lebih baik,” katanya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai pihak termasuk Coordinator Care Projeck YKMI Abdul Hamid beserta tim, serta kepala sekolah, dewan guru, dan para siswa dari beberapa sekolah yang terlibat.

Editor: Akil Rahmatillah

Aktivasi Identitas Kependudukan Digital Dilakukan di Kantor KPP Pratama Banda Aceh

0
Aktivasi Identitas Kependudukan Digital Dilakukan di Kantor KPP Pratama Banda Aceh. (Foto: Diskominfo BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banda Aceh telah menggelar aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi para pegawai Kantor KPP Pratama Banda Aceh pada Senin (25/06/2024) lalu.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banda Aceh, Dra. Emila Sovayana, M.Si, yang menekankan komitmen pemerintah dalam mempercepat penerapan IKD di berbagai instansi.

Emila menjelaskan bahwa Disdukcapil terus berupaya aktif dalam memfasilitasi aktivasi IKD tidak hanya untuk masyarakat umum tetapi juga untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kami secara intensif mengunjungi berbagai instansi pemerintah di Kota Banda Aceh untuk memperluas layanan aktivasi IKD. Strategi ini menjadi bagian penting dalam percepatan penggunaan IKD di wilayah ini,” ujarnya.

Saat ini, lebih dari 16.545 warga Kota Banda Aceh telah mengaktifkan IKD. Emila mengungkapkan bahwa sosialisasi untuk aktivasi IKD telah dimulai sejak Maret tahun lalu dan terus berlanjut hingga saat ini.

“Dengan IKD, identitas kependudukan menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat melalui smartphone mereka sendiri. Hal ini akan membantu dalam mempermudah akses terhadap berbagai layanan publik di masa mendatang,” tambahnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Mairiza, S.STP, M.Si, serta Kepala KPP Pratama Banda Aceh, Muhammad Taufiq Hidayatulloh Al Mahdy, yang mendukung upaya pemerintah dalam memperkenalkan teknologi IKD sebagai inovasi dalam administrasi kependudukan.

Editor: Akil Rahmatillah

Cut Rezky Handayani Ajak Kader Posyandu Aceh Besar Perangi Stunting

0
Cut Rezky Handayani Ajak Kader Posyandu Aceh Besar Perangi Stunting. (Foto: Humas Abes)

NUKILAN.id | Jantho – Penjabat (Pj) Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Aceh Besar, Cut Rezky Handayani SIP MM, aktif melakukan kunjungan lapangan untuk memantau program penimbangan bayi di Posyandu Gampong Kayee, Kecamatan Ingin Jaya, Senin (24/06/2024).

Dalam kunjungannya, Cut Rezky berdialog langsung dengan para kader Posyandu Gampong Kayee Lheu mengenai upaya pencegahan dan pengendalian stunting yang telah dilakukan. Dia menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelaksanaan Posyandu agar hasil pendataan stunting dapat lebih akurat.

“Saya mengajak para kader Posyandu untuk memahami tugas dan fungsinya dengan baik serta melaksanakannya dengan tepat. Hal ini penting agar data yang didapatkan objektif dan sesuai dengan kebutuhan,” ungkap Cut Rezky, yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD Aceh Besar.

Selain itu, Cut Rezky juga mengimbau para ibu hamil untuk menjaga kesehatan diri dan bayi yang dikandung dengan rutin memeriksakan kehamilannya. Kegiatan hari ini di Posyandu Desa Kayee Lheu berhasil mendata 134 balita.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Puskesmas Ingin Jaya, Bhabinsa, Keuchik Kayee Lheu, dan Perangkat Desa, menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya balita dan ibu hamil di Aceh Besar.

Editor: Akil Rahmatillah

Petani Aceh Besar Siap Hadapi Tantangan Cuaca Ekstrem untuk Masa Tanam Gadu

0
Petani Aceh Besar Siap Hadapi Tantangan Cuaca Ekstrem untuk Masa Tanam Gadu. (Foto: Humas Abes)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Petani di kawasan Blang Raya, Kecamatan Simpang Tiga, Aceh Besar, telah memulai masa tanam gadu (MT Gadu) padi tahun 2024 dengan tekad kuat menghadapi cuaca ekstrem yang bisa mengancam hasil panen mereka. Dalam situasi yang tak menentu ini, mereka mengandalkan strategi pompanisasi untuk mengairi sawah-sawah mereka.

Khaidir SP, Koordinator Tim Penyuluh Pertanian Balai Penyuluh (BPP) Kecamatan Simpang Tiga, menjelaskan bahwa petani sangat membutuhkan pasokan air yang cukup untuk memastikan pertumbuhan optimal tanaman mereka.

“Pompanisasi menjadi solusi yang ditempuh untuk mengatasi kekurangan air, yang sangat krusial selama musim tanam ini,” ujar Khaidir pada Selasa (25/06/2024).

Tidak hanya itu, manajemen irigasi di Krueng Jreu Indapuri juga turut berperan aktif dalam memastikan kebutuhan air sawah terpenuhi. Koordinasi yang baik antara tingkat kecamatan dan kabupaten memungkinkan keluhan dari petani segera ditanggapi dengan cepat. Hal ini menjadi kunci penting dalam mendukung produktivitas pertanian di daerah tersebut.

Namun, tantangan lain muncul dari beberapa sawah yang terbengkalai, karena minimnya perhatian dari para petani setelah masa tanam.

“Kendala ini bisa disebabkan oleh jarak tempuh yang jauh dari tempat tinggal petani atau kurangnya pengelolaan yang intensif,” kata Khaidir.

Marzuki, seorang petani di Blang Raya, berharap bahwa dengan pengelolaan air yang baik dan perawatan tanaman yang intensif, mereka dapat mengantisipasi risiko gagal panen serta serangan hama.

“Kami semua berharap hasil panen kali ini akan maksimal, dengan perawatan yang optimal dan pasokan air yang mencukupi,” ucapnya penuh harap.

Dengan upaya kolaboratif antara petani, penyuluh pertanian, dan otoritas terkait, diharapkan masa tanam gadu padi tahun 2024 ini dapat berjalan lancar dan menghasilkan panen yang memuaskan bagi petani Aceh Besar.

Editor: Akil Rahmatillah