Beranda blog Halaman 1080

Enam Tahun Korupsi Beasiswa DPRA: Dalang Utama Masih Misterius

0
Advokat Faisal Qasim, SH. MH., praktisi hukum dan politik Aceh, mengkritisi lambatnya penanganan kasus korupsi beasiswa DPRA. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kasus korupsi beasiswa Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang mencuat sejak 2018 masih menyisakan tanda tanya besar. Hingga kini, dalang utama di balik skandal yang merugikan negara miliaran rupiah ini belum juga terungkap.

Advokat Faisal Qasim, SH. MH., praktisi hukum dan politik Aceh, mengkritisi lambatnya penanganan kasus ini.

“Sudah enam tahun berlalu, namun kita masih belum melihat progres yang signifikan dalam pengungkapan aktor intelektual di balik kasus ini,” ujarnya dalam sebuah acara diskusi yang digelar oleh KOSTUM (Komunitas Sadar & Taat Hukum) di Ivori Cafe, Banda Aceh, Kamis (27/6/2024).

Kasus ini bermula dari temuan adanya penyimpangan dalam program beasiswa yang dikelola DPRA pada 2018. Audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan kerugian negara sebesar Rp 6,4 miliar.

Sejumlah pejabat BPKSDM Aceh, dan salah satu mantan anggota DPRA serta korlap beasiswa telah ditetapkan sebagai tersangka, namun dugaan keterlibatan “orang kuat” di balik layar masih belum terkuak.

“Ada indikasi kuat bahwa kasus ini melibatkan aktor-aktor besar yang memiliki pengaruh politik. Ketidakmampuan atau mungkin ketidakmauan untuk mengungkap mereka menimbulkan dugaan-dugaan di tengah masyarakat terkait keseriusan aparat penegak hukum,” tegas Faisal, yang juga merupakan salah satu Tim Solidaritas Advokat Aceh untuk Mahasiswa, saat menjadi narasumber dalam diskusi tersebut.

Ia menambahkan, “Kasus seperti ini seharusnya menjadi momentum untuk membersihkan birokrasi dan politik Aceh. Namun, ketika proses hukum berjalan setengah-setengah dan tidak tuntas, kepercayaan publik terhadap sistem penegakan hukum kita pun bisa terkikis.”

Sumber informasi Dialeksis menyampaikan adanya tekanan politik dalam penanganan kasus ini.

“Kami menghadapi berbagai hambatan, mulai dari sulitnya mengakses dokumen hingga ‘intervensi halus’ dari pihak-pihak tertentu,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Faisal menekankan pentingnya keterlibatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Barangkali salah satu jalan supaya kasus ini segera tuntas dan mendapat kepastian hukum, sudah saatnya KPK mengambil alih kasus ini. Mereka memiliki wewenang dan sumber daya yang lebih besar untuk mengatasi hambatan-hambatan politik,” sarannya.

Ia juga mendesak masyarakat sipil dan media untuk terus mengawal kasus ini.

“Tekanan publik sangat diperlukan. Tanpa itu, kasus ini bisa saja terlupakan dan para dalang utama malah akan lolos dari jeratan hukum,” tutup Faisal.

Sementara itu, DPRA periode 2019-2024 telah berulang kali menyatakan komitmennya untuk mendukung pengungkapan kasus ini. Namun, hingga kini, belum ada langkah konkret yang signifikan dari lembaga tersebut.

Editor: Akil Rahmatillah

SMAN 2 Unggul Ali Hasjmy Aceh Besar Raih Juara Lomba Perpustakaan Tingkat Provinsi Aceh 2024

0
SMAN 2 Unggul Ali Hasjmy Aceh Besar Raih Juara Lomba Perpustakaan Tingkat Provinsi Aceh 2024. (Foto: Humas Abes)

NUKILAN.id | Banda Aceh – SMAN 2 Unggul Ali Hasjmy Aceh Besar meraih penghargaan juara pertama dalam Lomba Perpustakaan Sekolah tingkat SMA/SMK/Madrasah Aliyah se-Provinsi Aceh tahun 2024. Prestasi ini diperoleh setelah melalui proses visitasi dan penilaian ketat oleh tim juri.

Muhammad Iswanto SSTP MM, Penjabat Bupati Aceh Besar, menyambut baik prestasi gemilang tersebut. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat peran perpustakaan di sekolah dalam meningkatkan literasi, merangsang kreativitas, dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.

“Ini adalah momen untuk menjadikan perpustakaan sebagai sarana mengasah keterampilan literasi dan menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif,” ujar Iswanto di Kota Jantho pada Rabu (26/06/2024).

Iswanto juga mengajak sekolah lain di Aceh Besar untuk mengadopsi dan mengambil contoh dari keberhasilan SMAN 2 Unggul Ali Hasjmy sebagai media pembelajaran. Dia berharap prestasi ini dapat menginspirasi sekolah lain di Aceh untuk meningkatkan peran perpustakaan dalam menciptakan ekosistem belajar yang dinamis.

Fazlun SH MT, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Besar, menjelaskan bahwa penentuan juara lomba tersebut berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Nomor 000.4.14/239/Kept/2024 tertanggal 31 Mei 2024. Selain SMAN 2 Unggul Ali Hasjmy, juara kedua diraih SMAN 1 Bireuen dan juara ketiga diraih SMAN 1 Kejuruan Muda Aceh Tamiang.

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi semua pihak terkait untuk mengembangkan perpustakaan sekolah sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045, yang menekankan pada intelektualitas, integritas, kreativitas, dan sinergitas dalam pendidikan.

Dengan demikian, keberhasilan SMAN 2 Unggul Ali Hasjmy Aceh Besar bukan hanya menjadi kebanggaan sekolah tersebut, tetapi juga inspirasi bagi dunia pendidikan di Aceh untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui peran vital perpustakaan.

Editor: Akil Rahmatillah

BULOG Aceh Stabilkan Harga Beras dengan Program SPHP, 66% Target Tercapai

0
BULOG Aceh Stabilkan Harga Beras dengan Program SPHP, 66% Target Tercapai. (Foto: ANTARA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh mencatat pencapaian signifikan dalam penyaluran beras melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hingga pekan ketiga Juni 2024, sebanyak 22.416 ton beras telah didistribusikan di Provinsi Aceh, mencapai 66 persen dari target tahunan sebesar 33.900 ton.

Saldi Aldryn, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Aceh, menjelaskan bahwa upaya intensif ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga pangan di pasar serta mengendalikan inflasi.

“Kami terus gencar menyalurkan beras SPHP melalui toko-toko resmi mitra Perum Bulog yang tersebar di seluruh kabupaten/kota hingga kecamatan di Aceh,” ujarnya di Aceh Besar, Rabu.

Distribusi beras SPHP ini telah merata di seluruh wilayah provinsi, memungkinkan masyarakat untuk memperoleh beras dengan harga terjangkau di tengah kenaikan harga beras di pasaran konvensional. Perum Bulog Aceh terus memperluas jaringan toko penjual beras SPHP untuk memastikan aksesibilitasnya bagi masyarakat.

Program SPHP merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga beras dan menyediakan beras dengan harga yang terjangkau.

“Kami mengajak masyarakat Aceh untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan membeli beras SPHP seharga Rp65.500 per sak isi lima kilogram,” tambah Saldi.

Sementara itu, stok beras yang tersedia di gudang Perum Bulog diklaim cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Bulog optimis bahwa program ini akan terus mendukung ketersediaan dan stabilitas harga beras di Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

Pemuda Abdya Nyatakan Dukungan untuk Herry Sunanda di Pilkada 2024

0
Herry Sunanda/ (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kalangan anak muda di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menyatakan siap mendukung Herry Sunanda untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) mendatang. Dukungan ini didasari oleh rekam jejak Herry sebagai pengusaha sukses yang dikenal kreatif dan energik.

Reza Muliadi, seorang pemuda Abdya, menyatakan bahwa Herry Sunanda adalah sosok yang sangat cocok memimpin Tanoh Breuh Sigupai ke depan. Hal ini dinilai dari figur Herry yang terbukti mampu membawa perubahan.

“Kami melihat Pak Herry sebagai figur yang bisa membawa perubahan positif bagi Abdya. Pengalaman beliau sebagai pengusaha sukses bisa menjadi modal penting dalam memajukan daerah kita,” ujar Reza kepada awak media, Rabu (27/06/2024).

Selain prestasinya di dunia bisnis, kepedulian Herry Sunanda terhadap isu-isu sosial dan kemanusiaan juga menjadi alasan dukungan para pemuda. Hal ini terbukti dengan didirikannya Yayasan Herry Center, sebuah lembaga yang fokus pada kegiatan sosial dan kemasyarakatan di Abdya.

“Melalui Herry Center, kami melihat komitmen beliau yang besar untuk membantu masyarakat Abdya. Ini menunjukkan bahwa Pak Herry tidak hanya berbicara, tapi juga bertindak nyata,” tambah Reza.

Para pemuda berharap, dengan latar belakang dan pengalaman yang dimiliki, Herry Sunanda dapat membawa ide-ide positif dan inovatif untuk pembangunan Abdya. Mereka optimis, di bawah kepemimpinan Herry, Abdya akan mampu berkembang lebih pesat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Editor: Akil Rahmatillah

Julia Maya Sari Raih Juara Pertama Cipta Lagu FLS2N SMK Provinsi Aceh 2024

0
Julia Maya Sari Raih Juara Pertama Cipta Lagu FLS2N SMK Provinsi Aceh 2024. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Julia Maya Sari, siswi SMKN 2 Lhokseumawe, meraih prestasi gemilang sebagai juara pertama dalam Ajang FLS2N tingkat Provinsi Aceh tahun 2024 pada kategori Cipta Lagu. Lagu ciptaannya berhasil mengungguli pesaing-pesaingnya dari seluruh Aceh, mengantarkannya meraih gelar bergengsi ini.

Pertandingan ini juga menyaksikan persaingan ketat, di mana juara kedua diraih oleh utusan dari SMKN 1 Takengon, dan juara ketiga dari SMKN 1 Gunung Meriah. Kepala Sekolah SMKN 2 Lhokseumawe, Dra. Suharyati, yang diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Cut Azizah, S.Pd, menyampaikan kebanggaan dan rasa syukurnya atas pencapaian gemilang Julia pada tingkat Provinsi ini.

Cut Azizah juga menegaskan komitmen sekolah untuk terus melatih Julia Maya Sari lebih lanjut.

“Kami akan mengundang pelatih ahli dalam bidang cipta lagu untuk mempersiapkan Julia dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional yang akan berlangsung pada bulan Juli mendatang,” katanya.

Prestasi Julia Maya Sari ini tidak hanya mengharumkan nama sekolahnya, tetapi juga memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan mengembangkan bakat di bidang seni musik.

Editor: Akil Rahmatillah

Prestasi Gemilang: 381 Siswa Aceh Barat Lolos SNBT 2024

0
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Barat Abdul Aziz, SH.,M.Si . (Foto: For SerambiNews)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 381 siswa dari SMA dan SMK di Aceh Barat berhasil meraih kelulusan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2024, mencatatkan persentase kelulusan sebesar 62,87%. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 52,39%.

SMAN 1 Meulaboh menjadi sekolah dengan jumlah lulusan SNBT terbanyak, mencapai 57 siswa, diikuti oleh SMKN 1 Meulaboh dengan 49 siswa, dan SMAN 2 Meulaboh dengan 45 siswa.

Abdul Aziz, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Aceh Barat, menyampaikan bahwa para siswa yang lulus berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi ternama di dalam dan luar Aceh, sesuai dengan pengumuman resmi pada laman SNPMB Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 13 Juni 2024.

“Keberhasilan ini merupakan bukti nyata dari kolaborasi yang baik antara semua pihak yang terlibat, menciptakan prestasi luar biasa,” ujar Abdul Aziz.

Ia juga mengapresiasi dedikasi serta kerja keras guru, kepala sekolah, dan pengawas pendidikan dalam meraih prestasi ini.

Prestasi gemilang ini menunjukkan komitmen serta keunggulan pendidikan di Aceh Barat, yang didukung oleh kerja keras seluruh pemangku pendidikan di wilayah tersebut.

Editor: Akil Rahmatillah

Teuku Afifuddin Raih Gelar Doktor dengan Disertasi tentang “Peugah Haba”

0
Teuku Afifuddin Raih Gelar Doktor di ISI. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Solo – Teuku Afifuddin, S.Sn, M.Sn, seniman Aceh sekaligus Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA) dan dosen ISBI Aceh, berhasil meraih gelar doktor dengan disertasi berjudul “Perubahan Bentuk Peugah Haba Dari Tradisi Lisan ke Pertunjukan”. Ujian terbuka berlangsung pada 25 Juni 2024 di ruang Seminar gedung Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Teuku Afifuddin menjadi lulusan ke-123 dari Pascasarjana ISI Surakarta.

Penelitian ini mengkaji perubahan bentuk tradisi lisan “Peugah Haba” di masyarakat Aceh, khususnya di bagian barat selatan Aceh. “Peugah Haba” telah berevolusi dari tradisi lisan menjadi pertunjukan teater modern. Perubahan ini dipelopori oleh tokoh seni Mak Lapee asal Manggeng dan diteruskan oleh muridnya, Teungku Adnan PMTOH, serta Agus Nur Amal, murid dari Teungku Adnan PMTOH. Disertasi ini menyoroti bagaimana penciptaan teater Indonesia, khususnya di Aceh, terjadi berdasarkan pengaruh lokal tanpa dominasi pengaruh teater Barat.

Afifuddin menjelaskan bahwa pertunjukan “Peugah Haba” yang tercipta dari bentuk tradisi lisan mampu menembus kancah global. Proses perubahan ini tidak hanya menyangkut aspek artistik dari hasil pembaruan yang dalam masyarakat Aceh disebut Seubaro, tetapi juga membawa implikasi konseptual penting dalam memahami dan mengembangkan teater Indonesia berbasis lokalitas.

Dalam ujian tersebut, Dr. Aris Setiawan, S.Sn., M.Sn selaku Promotor menyampaikan, “Kebaruan dari penelitian ini menjadi palang pintu untuk membuka lorong kecil dalam menemukan upaya bagaimana kesenian Aceh itu berkembang. Dari titik hanya sekedar mitos (Dangdeuria) yang oleh Mak Lapee menjadi realitas yang dipanggungkan. Kebaruan hasil penelitian ini menjadi peta jalan bagi penelitian teater berikutnya di Aceh,” tegasnya.

Bentuk pertunjukan “Peugah Haba” yang dilakukan oleh Mak Lapee kemudian dianalisis menggunakan perspektif masyarakat Aceh terhadap kesenian dan olahraga. Masyarakat Aceh menyebut “meu’en” untuk kegiatan kesenian dan olahraga seperti meu’en seudati, meu’en rapa’i, meu’en saman, meu’en bhan (sepak bola). Perspektif ini kemudian dirumuskan menjadi sebuah konsep oleh Afifuddin untuk melihat bentuk kesenian di Aceh, terutama “Peugah Haba.”

Konsep meu’en dalam disertasi ini memiliki unsur-unsur yaitu awak meu’en (pemain/penyaji), meuneu’en (mainan/yang dimainkan/konten), peumeu’en (cara/metode memainkan), alat meu’en (peralatan main), panteu (tempat bermain), dan tereutib meu’en (urutan/alur bermain). Konsep meu’en tidak hanya cocok untuk menganalisis bentuk Peugah Haba, tapi juga untuk kesenian lain di Aceh, bahkan untuk daerah lain, dengan penyesuaian bahasa saja.

Afifuddin menjadi doktor teater pertama untuk Prodi Teater ISBI Aceh dan Ketua Dewan Kesenian Aceh pertama yang bergelar Doktor Seni. Hadir dalam acara tersebut Dr. Marwan, WR II ISBI Aceh, mewakili Rektor ISBI Aceh yang berhalangan hadir karena harus membuka acara Peksimida Aceh di ISBI Aceh. Selain itu, hadir juga ketua Yayasan Masyarakat Aceh Surakarta, Adi Fa, beserta masyarakat Aceh yang ada di Surakarta.

Pada momen ini, juga disajikan kuliner Aceh seperti Kuah Beulangong dan timphan asoe kaya sebagai salah satu upaya promosi budaya Aceh. Saat sidang akan di skorsing untuk menghitung nilai, Teuku Afifuddin diminta oleh pimpinan sidang untuk mempertunjukan “Peugah Haba” yang terbaru sebagai bukti bahwa promovendus benar-benar menguasai objek penelitiannya.

Afifuddin kemudian menyampaikan ucapan terima kasih dalam bentuk Peugah Haba menggunakan cha’e (irama) dan tuto (tutur) yang kemudian disambut dengan hal yang sama oleh ketua penguji yang membacakan menskorsing sidang dengan bentuk Peugah Haba tapi dengan irama Jawa. Ini kali pertama ujian terbuka disertasi yang berbeda dari yang pernah ada karena ada penggalan pertunjukan.

Editor: Akil Rahmatillah

Pelantikan Pengurus Wilayah KB PII Aceh Periode 2023-2027

0
Ketua Pengurus Wilayah KB PII Provinsi Aceh yang juga Kadis Sosial Aceh, Dr. Muslem Yacob. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pengurus Wilayah Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Provinsi Aceh periode 2023-2027 akan resmi dilantik pada Jumat malam (28/6/2024). Pelantikan ini dijadwalkan berlangsung di Anjong Mon Mata, Kompleks Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh.

Dr. Muslem Yacob terpilih sebagai Ketua Umum KB PII Aceh, sementara Mustafa Umar, ST menjabat sebagai Sekretaris Umum. Prosesi pelantikan ini akan dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Pusat KB PII, Nasrullah Larada, yang secara langsung akan melantik pengurus wilayah baru.

“Insya Allah, Pengurus Wilayah KB PII Aceh periode 2023-2027 akan dilantik oleh Ketua Umum Nasrullah Larada pada Jumat malam ini, 28 Juni di Anjong Mon Mata Banda Aceh,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan, Marjoni Abdul Thaleb, di Banda Aceh, Selasa (25/6/2024).

Selain itu, Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, juga dijadwalkan hadir dan memberikan sambutan pada acara tersebut.

Dr. Muslem Yacob, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Aceh, sebelumnya terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Wilayah KB PII Aceh dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) V KB PII Aceh yang berlangsung pada 22-23 Juli 2023 di Aula LPTQ Dinas Syariat Islam Aceh, Komplek Keistimewaan Aceh.

Muswil V KB PII Aceh tersebut dibuka oleh Pj Gubernur Aceh, Achmad Marzuki, dan dihadiri oleh perwakilan dari 16 Pengurus Daerah KB PII Kabupaten/Kota se-Aceh, serta sejumlah tokoh dan pejabat penting KB PII Aceh.

Dalam pemilihan ketua, Dr. Muslem Yacob meraih 10 suara, mengungguli calon lainnya seperti Zulkifli M Ali, Ichwanul Fitri, dan Soufyan M Saleh yang masing-masing hanya memperoleh 1 suara.

“Melalui proses persidangan yang cukup alot, para peserta musyawarah wilayah akhirnya memilih Dr. Muslem Yacob SAg MPd sebagai Ketua Umum sekaligus Ketua Formatur Pengurus Wilayah KB PII Aceh periode 2023-2027,” kata Abrar, Ketua Presidium Sidang Muswil, Ahad (23/7).

Selain memilih Dr. Muslem Yacob sebagai ketua umum, Muswil V juga menetapkan Mustafa Umar, ST dan Abrar, ST mewakili PW KB PII Aceh, Carbaini SAg mewakili PD KB PII Aceh Besar, dan Muswar mewakili PD KB PII Aceh Barat sebagai anggota formatur.

Muswil juga menghasilkan sejumlah program kerja dan rekomendasi untuk Pengurus Wilayah KB PII Aceh.

Sebagai informasi tambahan, Dr. Muslem Yacob juga turut hadir pada acara buka puasa bersama dengan puluhan lansia di UPTD Rumoh Sejahtera Geunaseh Sayang (RSGS) Dinsos Aceh, Selasa sore (2/4/2024), di mana beliau menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

Mendagri Soroti Puluhan Daerah Belum Teken NPHD untuk Pilkada 2024

0
Ilustrasi Pilkada. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyoroti masih adanya puluhan daerah yang belum menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024. Data ini berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri per 24 Juni 2024.

Menurut Tito, hingga saat ini, sudah ada 518 pemerintah daerah (pemda) yang menandatangani NPHD sebagai bentuk komitmen mereka untuk membiayai penyelenggaraan Pilkada 2024 di wilayah masing-masing. Berbeda dengan Pemilu 2024 yang dananya bersumber dari APBN, Pilkada 2024 dibiayai melalui APBD.

“Ada 23 pemda yang bahkan belum menandatangani NPHD, apalagi merealisasikannya,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024 untuk wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku di Makassar, Rabu (26/6/2024).

Tito menjelaskan, secara nasional, Bawaslu membutuhkan setidaknya Rp8,53 triliun. Namun, hingga kini, NPHD yang baru terealisasi sebesar Rp4,43 triliun. Terdapat 85 pemda yang baru merealisasikan NPHD-nya di bawah 40 persen, sementara 23 pemda bahkan belum menandatangani NPHD sama sekali. Seluruh 23 pemda tersebut berada di wilayah Aceh.

“Sebanyak 23 pemda belum merealisasikan sama sekali, artinya Bawaslu daerah itu tidak memiliki dana,” tegas Tito.

Ia menambahkan, jajaran pengawas pemilu di Aceh masih dalam proses pembentukan. Tito pun meminta Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, untuk mendorong 23 pemda di Aceh agar segera menandatangani NPHD dan mencairkan dana bagi jajaran Bawaslu di sana.

“Karena kita perlu membiayai mereka. Jangan sampai ketika jajaran pengawas sudah terbentuk, pemda tidak memiliki dana,” katanya.

Berbeda dengan Bawaslu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menandatangani NPHD dengan 541 pemda dengan total anggaran Rp28,65 triliun. Hingga saat ini, NPHD yang sudah direalisasikan ke KPU mencapai Rp13,73 triliun.

Editor: Akil Rahmatillah

Partai Gerindra Aceh Usulkan Empat Calon Wakil Gubernur

0
Partai Gerindra Aceh Usulkan Empat Calon Wakil Gubernur. (Foto: Detik)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Tim Penjaringan Calon Kepala Daerah Partai Gerindra Aceh, Nasrul Sufi, mengumumkan empat nama yang diusulkan sebagai calon Wakil Gubernur Aceh. Nama-nama yang diusulkan adalah Sastra, Safaruddin, Dek Fad, dan Prof. Dr. Marniati, yang dinilai memiliki kapasitas dan integritas tinggi untuk memimpin Aceh.

“Sastra, Safaruddin, Dek Fad, dan Prof. Marniati adalah empat orang yang kami nilai memiliki kapasitas dan integritas tinggi untuk memimpin Aceh,” ujar Nasrul Sufi dalam keterangan persnya pada Kamis (27/6/2024).

“Kami yakin keempatnya mampu membawa perubahan positif bagi Aceh,” tambahnya.

Sastra, yang saat ini terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Bogor, dikenal sebagai orang kepercayaan Prabowo Subianto. Masih muda dan memiliki pengalaman di kancah nasional, Sastra dianggap mampu mensejahterakan rakyat Aceh. Sementara itu, Safaruddin, yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRA, memiliki banyak prestasi dan dianggap berpotensi besar untuk memajukan Aceh.

Fudlullah, yang akrab disapa Dek Fad, saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Gerindra Aceh dan anggota DPR RI. Dengan pengalaman sepuluh tahun di tingkat nasional, Dek Fad juga termasuk dalam daftar calon wakil gubernur yang diusulkan. Namun, Dek Fad lebih memilih untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Pidie.

“Tokoh masyarakat Pidie meminta Dek Fad untuk kembali ke kampung halamannya dan membangun Pidie. Banyak elemen sipil berharap agar beliau bersedia memimpin Pidie,” jelas Nasrul.

Dalam beberapa kesempatan, Dek Fad sering menyatakan keinginannya untuk pulang ke Pidie dan berkontribusi langsung untuk kemajuan daerah tersebut.

“Kami menerima banyak aspirasi dari masyarakat Pidie yang menginginkan Dek Fad sebagai Bupati Pidie. Ini menunjukkan betapa besar harapan masyarakat terhadap kepemimpinan beliau,” tambah Nasrul.

Nama lainnya adalah Prof. Dr. Adjunct Marniati M.Kes, Rektor Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI). Marniati dikenal sebagai tokoh perempuan yang sangat dihormati di Aceh. Berpengalaman luas di sektor pendidikan dan sebagai tokoh akademisi, beliau dianggap mampu membawa kemajuan signifikan bagi Aceh.

Keputusan akhir mengenai calon Wakil Gubernur Aceh akan ditentukan oleh DPP Gerindra.

“Kami akan mengajukan nama-nama ini ke DPP Gerindra dan berharap salah satu dari mereka mendapatkan rekomendasi untuk maju dalam Pilkada Aceh,” pungkas Nasrul Sufi.

Editor: Akil Rahmatillah