Beranda blog Halaman 1079

Hasil Laut Aceh Melimpah, Pengamat: Jadi Pendongkrak Ekonomi Terbesar

0
Hasil tangkapan nelayan di TPI Lampulo, Banda Aceh. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Provinsi Aceh, yang terletak di ujung barat Indonesia, terkenal dengan kekayaan sumber daya alamnya, khususnya di sektor kelautan. Dikenal sebagai “serambi Mekah,” Aceh tidak hanya kaya akan budaya dan sejarah, tetapi juga memiliki potensi kelautan yang luar biasa.

Menurut pengamat ekonomi Aceh, Mukhlisin, pemanfaatan potensi kelautan di daerah ini telah mencapai tingkat yang sangat baik dan dikelola dengan optimal.

“Aceh memiliki perairan yang luas tersebar di 18 kabupaten dan kota, yang merupakan rumah bagi berbagai jenis ikan seperti tuna, kakap merah, lobster, dan berbagai spesies laut lainnya,” ujar Mukhlisin kepada Nukilan.id, Kamis (27/6/2024) malam.

Ia mengatakan, kekayaan sumber daya laut Aceh terbukti dari kelimpahan berbagai jenis ikan pelagis, ikan karang, cumi-cumi, hingga kepiting yang mendiami perairan Aceh. Dengan pengelolaan yang bijak dan berkelanjutan, Mukhlisin yakin potensi ini tidak hanya meningkatkan perekonomian daerah, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan laut yang menjadi aset berharga bagi masa depan.

Mukhlisin juga menyoroti perbedaan kondisi laut Aceh yang relatif lebih baik dibandingkan daerah lain di Indonesia.

“Kita harus memanfaatkan kekayaan ini secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan bersama, sambil tetap mematuhi nilai-nilai kearifan lokal Aceh dalam menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.

Menurut Mukhlisin, Panglima Laot Aceh juga memiliki peran krusial dalam menjaga ekosistem laut agar tetap lestari. Selain itu, edukasi terhadap masyarakat pesisir dan nelayan lokal tentang teknik penangkapan ikan yang ramah lingkungan menjadi bagian penting dari upaya perlindungan terumbu karang dan keberlanjutan sumber daya laut.

“Pemanfaatan potensi kelautan Aceh tidak hanya sebagai dorongan ekonomi daerah, tetapi juga sebagai kunci untuk memastikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal,” ujarnya.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor swasta, Mukhlisin berharap Aceh bisa menjadi contoh dalam pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan, memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang. (RTL)

Reporter: Akil Rahmatillah

Monev Perpustakaan Masjid Daruzzahidin: Upaya Meningkatkan Pelayanan dan Kemaslahatan Masjid

0
Kasi Bimas Islam Kemenag Aceh Besar Akhyar melakukan Monitoring dan evaluasi perpustakaan Masjid di Pesantren Daruzzahidin Aceh Besar. (Foto: Kemenag)

NUKILAN.id | Jantho – Kantor Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kabupaten Aceh Besar, di bawah Kementerian Agama, melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) perpustakaan masjid, sebagai bagian dari tugas dan fungsi mereka. Kegiatan ini dilaksanakan dengan penuh semangat pada Rabu, 26 Juni 2024, di Masjid Daruzzahidin Lamceu, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar.

Tim Monev Bimas Islam yang dipimpin oleh H. Akhyar, didampingi oleh M. Nur dan Ika, secara langsung mengecek keberadaan perpustakaan yang terintegrasi dengan pondok pesantren Daruzzahidin di bawah kepemimpinan Tgk. H. Abdul Razak, yang akrab dipanggil Abi, sekaligus dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Dalam kunjungan ini, tim memberikan beberapa saran penting kepada pengelola perpustakaan untuk meningkatkan kualitas layanan. Mereka menyarankan pentingnya adanya petugas khusus yang siap membantu pembaca, serta mempertimbangkan untuk memindahkan perpustakaan ke lantai bawah agar lebih mudah diakses oleh santriwan dan santriwati.

Perpustakaan Masjid Daruzzahidin memiliki lokasi yang strategis di dalam dayah, menjadikannya tempat baca yang tetap dikunjungi oleh masyarakat setempat. Namun, untuk memastikan kenyamanan pengunjung, perlu ditingkatkan fasilitas seperti penambahan AC dan koneksi internet yang memadai.

Selain itu, tim Monev juga melakukan pengecekan terhadap kondisi fisik masjid, yang merupakan salah satu penerima bantuan dari program Masjid Ramah Kemenag pusat. H. Akhyar mendorong pengurus masjid untuk memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal demi kemaslahatan masjid dan kemakmuran jamaahnya.

Dengan kegiatan Monev yang dilakukan, diharapkan perpustakaan dan masjid Daruzzahidin terus berkembang sebagai pusat pembelajaran dan ibadah yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar, terutama bagi para santri dan jamaah masjid yang setia.

Editor: Akil Rahmatillah

Dinas Sosial Aceh dan SKALA Gelar Workshop untuk Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas

0
Dinas Sosial Aceh dan SKALA Gelar Workshop untuk Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan penyandang disabilitas di Aceh, Dinas Sosial (Dinsos) Aceh bekerja sama dengan SKALA menggelar workshop penting. Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan masukan dari berbagai instansi terkait terhadap Rancangan Qanun Aceh tentang Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.

Workshop yang dibuka oleh Kadis Sosial Aceh, Dr. Muslem Yacob, berlangsung di Hotel Kyriad, Banda Aceh pada Rabu (26/6). Hadir dalam acara ini perwakilan dari Bappeda Aceh, Biro Hukum, SKALA, Ombudsman RI, serta jajaran Dinsos Aceh, termasuk Kabid Rehsos Isnandar dan Sub Koordinator Disabilitas M. Nasir.

Dr. Muslem menjelaskan bahwa workshop ini merupakan tahap penjaringan masukan terakhir sebelum hasilnya dibahas oleh TIM Penyusun. Masukan dari workshop ini diharapkan dapat memperkaya Raqan Disabilitas yang sedang disusun, serta merumuskan materi substansi dari Rancangan Qanun Aceh tentang Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.

“Saat ini kita memiliki kesempatan untuk mengkaji lebih dalam berbagai aspek yang berkaitan dengan hak-hak Penyandang Disabilitas, termasuk tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, upaya yang sudah dilakukan, dan langkah-langkah yang perlu diambil ke depannya,” tambahnya.

Dr. Muslem juga memberikan apresiasi kepada Tim SKALA atas dukungannya dalam penganggaran kegiatan Pemerintah Aceh terkait pemenuhan hak penyandang disabilitas. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pembaharuan kebijakan melalui Rancangan Qanun Aceh tentang Pelaksanaan, Penghormatan, dan Pemenuhan Hak Disabilitas.

Dengan demikian, workshop ini tidak hanya sebagai forum diskusi tetapi juga sebagai langkah konkret dalam meningkatkan penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

Kenangan Istimewa Rakyat Aceh dan Soekarno di Bulan Juni: Dari Emas Hingga Pesawat Seulawah

0
Presiden Soekarno bersama Teuku Markam, Saudagar Asal Aceh Penyumbang Emas 28 Kg untuk Monas. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bulan Juni punya kenangan istimewa bagi rakyat Aceh dan Soekarno. Berdasarkan penelusuran digital Nukilan.id, pada tanggal 16 Juni 1948, rakyat Aceh memberikan sumbangan bersejarah kepada proklamator Indonesia, Soekarno, dalam bentuk 50 Kg emas. Sumbangan ini tidak untuk kepentingan pribadi Soekarno, melainkan dialihkan untuk membeli pesawat yang menjadi simbol penting bagi masa depan Indonesia.

Kunjungan Soekarno ke Kutaraja, Aceh, tidak hanya untuk mencari dukungan politik, namun juga dukungan ekonomi dari daerah yang kaya akan sumber daya ini.  Dalam acara jamuan makan dengan para saudagar Aceh dari Gabungan Saudagar Indonesia Aceh (Gasida), saat itu Soekarno berujar bahwa, kondisi ekonomi negara sedang payah akibat blokade dan agresi militer oleh Belanda.

Dalam jamuan tersebut, Soekarno dengan tegas menyampaikan keinginannya agar rakyat Aceh bersama Gasida mengumpulkan dana untuk membeli pesawat Dakota, dengan harga setara 25 Kg emas. Ancaman secara bercanda Soekarno untuk tidak makan sebelum mendapat kepastian dukungan dari rakyat Aceh, mendapat tanggapan cepat dari M.Djoenoed Joesoef, ketua Gasida, yang dengan sigap menerima tantangan tersebut.

Empat hari setelah permintaan Soekarno, rakyat Aceh berhasil mengumpulkan 50 Kg emas dan sejumlah uang, setara dengan Rp50 miliar saat ini. Dana tersebut tidak hanya cukup untuk satu, tapi dua pesawat DC-3 yang masing-masing diberi nama Seulawah, artinya Gunung Emas, sebagai simbol penghargaan atas sumbangan tersebut.

Pesawat-pesawat tersebut menjadi milik Indonesia Airways, yang kemudian menjadi Garuda Indonesia, dan berperan penting dalam menghubungkan wilayah-wilayah Indonesia serta menjadi sarana transportasi para pemimpin negara. Kini, pesawat-pesawat tersebut telah diabadikan dalam museum Taman Mini Indonesia Indah sebagai bagian dari warisan sejarah perjuangan dan kedaulatan Indonesia.

Sumbangan bersejarah ini tidak hanya menggambarkan kesetiaan rakyat Aceh pada perjuangan kemerdekaan Indonesia, namun juga menegaskan pentingnya solidaritas dan komitmen dalam membangun bangsa yang merdeka dan bersatu. (RTL)

Reporter: Akil Rahmatillah

Pj Bupati Aceh Besar Serahkan 2 Unit Rumah Layak Huni untuk Keluarga Yatim dan Dhuafa

0
Pj Bupati Aceh Besar Serahkan 2 Unit Rumah Layak Huni untuk Keluarga Yatim dan Dhuafa. (Foto: Humas Abes)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar, Muhammad Iswanto SSTP MM, hari Rabu (26/06/2024), menyerahkan dua unit rumah layak huni tipe 36 kepada keluarga yatim dan dhuafa di Gampong Lamteh, Kecamatan Peukanbada. Pembangunan rumah ini dilakukan oleh Islamic Relief bekerja sama dengan Baitul Mal Aceh Besar.

Muhammad Iswanto menyampaikan bahwa rumah-rumah ini dibangun dari dana zakat ummat Islam dari luar negeri yang dihimpun oleh Islamic Relief. Totalnya, program ini akan melibatkan pembangunan 55 unit rumah, dengan 50 unit dibiayai oleh Islamic Relief dan Baitul Mal Aceh Besar, serta 5 unit lainnya sepenuhnya disponsori oleh Islamic Relief.

“Hari ini kami menyerahkan dua unit rumah pertama, dan sisanya akan diserahkan secara bertahap sesuai dengan progres pembangunan,” ujarnya optimistis.

Menurut perencanaan, seluruh 55 unit rumah bantuan diharapkan selesai pada awal Desember 2024, meskipun sebagian masih dalam tahap pembangunan lanjutan.

Muhammad Iswanto juga menekankan pentingnya menjaga rumah-rumah tersebut sebagai lingkungan yang berbasis syariah, dengan tetap memelihara hubungan baik antara sesama penghuni dan tetangga. Beliau berharap agar penerima bantuan dapat menjaga kesejahteraan spiritual dengan menjalankan ibadah lima waktu secara rutin.

Acara penyerahan tersebut turut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan dari Islamic Relief dan Baitul Mal Aceh Besar, serta tokoh masyarakat setempat.

Penerima bantuan, Muhaimi Fahmi, mengucapkan rasa syukurnya atas bantuan ini yang diharapkan akan membawa kesejahteraan baru bagi keluarganya.

“Kami tidak akan berhenti bersyukur atas bantuan ini. Semoga Allah SWT memberkahi para donatur dan pihak yang telah membantu,” katanya.

Selain itu, Nurhayati, salah seorang penerima bantuan, menyampaikan kebahagiaannya setelah menerima rumah baru ini.

“Alhamdulillah, saya sangat senang sekarang memiliki tempat tinggal yang layak bagi keluarga saya, terutama suami saya yang memiliki kekurangan,” ujarnya penuh harap.

Bantuan ini tidak hanya sebagai upaya untuk memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga sebagai dorongan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mandiri bagi penerimanya di masa yang akan datang.

Editor: Akil Rahmatillah

Akibat Pengaruh The Beatles: Gubernur Aceh Pernah Larang Celana Jengki dan Rok Ketat di Era 60an

0
Gubernur Aceh Pernah Larang Celana Jengki dan Rok Ketat Akibat Pengaruh The Beatles di Era 60an. (Foto: Kaskus)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Gubernur Aceh periode 1957-1964, Ali Hasjmy, pernah mengambil langkah tegas menyusul maraknya peniruan gaya berpakaian ala The Beatles di kalangan anak muda Aceh pada tahun 1960-an. Fenomena ini terutama terlihat dari popularitas celana jengki yang menonjol, yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai moral dan identitas bangsa.

Berdasarkan hasil penelusuran digital Nukilan.id, Ali Hasjmy, melalui Surat Nomor 8086/19, mengumumkan larangan resmi terhadap penggunaan celana jengki dan pakaian ketat lainnya di kalangan pelajar SMP dan SMA. Keputusan ini diambil setelah upaya pertama dengan nasihat-nasihat tidak membuahkan hasil, dengan masyarakat muda tetap mengikuti gaya barat yang kontroversial.

Dalam surat keputusan ini, gubernur mengumumkan bahwa: “Pada waktu achir2 ini, telah nampak gedjala dan muntjulnya tjelana2 djengki serta rok2 span jang menjolok jang dipakai oleh pemuda-pemudi tanggung dalam Daerah Istimewa Atjeh, terutama para peladjar Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah2 Menengah Landjutan” (Arsip DPKA, nomor: AC04-178/16).

“Kebijakan ini diambil untuk menjaga kesopanan dan kepribadian bangsa di Daerah Istimewa Aceh,” tegas Ali Hasjmy dalam pengumumannya. Departemen Pendidikan Aceh dipanggil untuk mengambil langkah-langkah tegas, termasuk sanksi keras bagi pelajar yang tetap membandel dengan mengenakan celana jengki.

Meskipun demikian, implementasi larangan ini tidak serta merta berhasil meredam pengaruh The Beatles. Masyarakat muda Aceh tetap menunjukkan minat besar terhadap gaya berpakaian yang mereka anggap sebagai simbol kebebasan dan modernitas.

Ali Hasjmy kemudian mengintensifkan razia bersama pihak militer untuk menegakkan larangan ini, mirip dengan tindakan serupa di Jakarta di bawah pemerintahan Presiden Sukarno. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan efek jera di kalangan pelajar dan mahasiswa yang tetap mempertahankan gaya busana kontroversial tersebut. (RTL)

Reporter: Akil Rahmatillah

Tim Arung Jeram Aceh Raih Tiga Medali di Kejurnas FAJI, Persiapan Hadapi PON XXI/2024

0
Tim Arung Jeram Aceh Raih Tiga Medali di Kejurnas FAJI, Persiapan Hadapi PON XXI/2024. (Foto: Faji Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Tim arung jeram Aceh yang diperkuat atlet-atlet dari Pelatda KONI Aceh berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih tiga medali pada Kejuaraan Nasional Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) ke-16 di Sungai Ciliwung, Jakarta, 24-26 Juni 2024. Ketiga medali perunggu tersebut diraih dalam nomor head to head, slalom, dan down river race.

Hasballah, Ketua Umum Pengurus Provinsi FAJI Aceh, mengapresiasi kerasnya latihan dan dedikasi para atlet yang berhasil meraih prestasi tersebut. Meskipun Jawa Barat meraih juara umum dengan dominasi yang kuat, Aceh mampu menempatkan diri di peringkat yang membanggakan, terutama dalam nomor down river race dimana Aceh berhasil meraih peringkat tiga besar setelah Jabar dan DKI Jakarta.

Prestasi ini juga menjadi bagian dari persiapan tim Aceh menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 yang akan digelar di Aceh – Sumatera Utara. Para atlet yang turun dalam Kejurnas FAJI ini juga menjadikan ajang ini sebagai ujicoba sekaligus pengukur potensi untuk berkompetisi di tingkat nasional.

Selain itu, Kejurnas FAJI ini menunjukkan perkembangan pesat arung jeram di berbagai daerah, dengan Aceh, Sumatera Selatan, dan Jawa Timur mulai menunjukkan kemampuan yang mampu bersaing dengan provinsi-provinsi besar seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat. Regenerasi atlet dan pembinaan yang berkelanjutan menjadi kunci sukses bagi Jawa Barat dalam mempertahankan dominasinya.

Diharapkan prestasi ini tidak hanya menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda, tetapi juga memacu semangat untuk terus meningkatkan prestasi olahraga Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Editor: Akil Rahmatillah

Kecelakaan Meningkat di Aceh, 54 Orang Meninggal dalam Sebulan

0
Ilustrasi kecelakaan. (Foto: Kompas)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 54 nyawa melayang akibat kecelakaan lalu lintas di Aceh selama bulan Juni 2024. Berdasarkan Penelusuran data oleh Nukilan.id, menunjukkan bahwa dalam rentang 1 hingga 24 Juni, tercatat 247 kejadian kecelakaan.

Dari jumlah itu, Integrated Road Safety Management System (IRSMS) mengungkapkan 54 orang meninggal dunia, sementara 17 lainnya mengalami luka berat, dan 393 orang mengalami luka ringan. Kerugian materi mencapai Rp742,6 juta.

Banda Aceh menjadi titik rawan tertinggi dengan 60 kasus, disusul Bireuen dengan 26 kasus, dan Aceh Timur dengan 24 kasus. Fenomena ini mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam berkendara serta kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, demi keselamatan bersama.

Masyarakat diminta untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan berlalu lintas guna mengurangi risiko kecelakaan yang merenggut nyawa. (RTL)

Reporter: Akil Rahmatillah

Luncurkan Program Desa Cerdas, Gampong Sapik Aceh Selatan Bentuk Tim Ruang Komunitas Digital

0
Duta Digital, Fakhrul Reza,S.Ds didampingi Kader Desa Digital Khairul Nahar saat melakukan foto bersama dalam kegiatan sosialisasi Program Desa Cerdas. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Di tengah gelombang digitalisasi yang semakin merambah ke pelosok desa, Gampong Sapik, Kabupaten Aceh Selatan, mengambil langkah maju dengan memperkenalkan Program Desa Cerdas. Program ini tidak sekadar mengenalkan teknologi kepada masyarakat desa, tetapi juga membentuk Tim Ruang Komunitas Digital Desa (RKDD) untuk memperluas literasi digital di kalangan warga.

Pada Kamis (27/6/2024), Pemerintah Gampong Sapik menggelar acara sosialisasi di Aula Kantor Desa Sapik untuk memperkenalkan Program Desa Cerdas dan membentuk Tim RKDD. Acara ini dihadiri oleh Duta Digital, Fakhrul Reza, sebagai narasumber utama. Fakhrul Reza optimis bahwa dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, Desa Sapik dapat menjadi pusat inovasi dan perkembangan komunitas.

Kader Desa Cerdas Sapik, Khairul Nahar, saat dihubungi Nukilan.id melalui sambungan telepon menjelaskan bahwa, tujuan dari Program Desa Cerdas adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemanfaatan teknologi.

“Kami ingin Sapik ini menjadi contoh bagi desa-desa lainnya dalam hal pemanfaatan teknologi untuk kemajuan dan kesejahteraan bersama, terutama dengan adanya program dari Kemendesa PDTT yaitu Smart Village,” ujar Khairul Nahar kepada Nukilan.id, Kamis (27/6/2024).

Acara tersebut juga berhasil membentuk Tim RKDD Sapik Sepakat, yang bertugas mendukung penerapan teknologi di masyarakat desa melalui pelatihan, pendampingan, dan pengelolaan kegiatan teknologi informasi. Proses penerimaan anggota tim telah dilakukan dengan memprioritaskan individu yang memiliki minat dan kemampuan dalam teknologi.

Dengan langkah ini, Desa Sapik menunjukkan komitmennya untuk bertransformasi menjadi masyarakat yang lebih cerdas dan terkoneksi dengan dunia digital modern. (RTL)

Reporter: Akil Rahmatillah

Harapan Damai Umat Kristen Protestan dalam Pemilu 2024 di Aceh Barat

0
rans Zebua, anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Aceh Barat dari kalangan Kristen Protestan, menegaskan harapan akan berlangsungnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 dengan damai. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Frans Zebua, anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Aceh Barat dari kalangan Kristen Protestan, menegaskan harapan akan berlangsungnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 dengan damai. Pernyataannya disampaikan pada Rabu (26/6/2024).

“Kami dari umat Kristen Protestan di Kabupaten Aceh Barat berkomitmen untuk mendukung suksesnya Pemilu 2024, sebagaimana yang sudah-sudah seperti Pilpres dan Pileg yang berlangsung dengan aman,” kata Frans.

Lebih lanjut, Frans mengungkapkan kebahagiaannya atas kehidupan berdampingan antar umat beragama di wilayah ini.

“Kami berharap agar Pilkada di Aceh Barat akan menghadirkan pemimpin yang peduli terhadap masyarakat, mengingat wilayah ini sangat majemuk namun kita mampu hidup berdampingan dengan semua lapisan masyarakat,” tambahnya.

Semangat mendukung agenda politik yang demikian, menjadi salah satu bentuk kontribusi dari umat Kristen Protestan untuk kemajuan daerah mereka.

Editor: Akil Rahmatillah