Beranda blog Halaman 1078

O2SN SMA dan SMK 2024 Resmi Dibuka di Aceh, 350 Peserta Berkompetisi dalam 5 Cabang Olahraga

0
O2SN SMA dan SMK 2024 Resmi Dibuka di Aceh, 350 Peserta Berkompetisi dalam 5 Cabang Olahraga. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SMA dan SMK tahun 2024 resmi digelar oleh Dinas Pendidikan Aceh. Acara ini berlangsung dari 25 hingga 28 Juni 2024 dan bertujuan untuk mengembangkan potensi serta prestasi siswa di bidang olahraga.

Pembukaan O2SN yang berlangsung pada Rabu (26/6/2024) malam di Aula Dinas Pendidikan Aceh diresmikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang diwakili oleh Kepala UPTD Pengembangan Pendidikan Kejuruan, Azizah, S.Pd., M.Pd.

Azizah menekankan pentingnya kegiatan ini dalam mendukung pengembangan diri siswa. Ia mengimbau seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas dalam berkompetisi, sehingga yang terpilih nanti benar-benar merupakan peserta terbaik yang akan mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional.

“Ajang O2SN merupakan kegiatan rutin yang kami selenggarakan untuk meningkatkan prestasi dan motivasi siswa, serta menumbuhkan sikap sportivitas dan kompetitif. Di sini, kita akan menyeleksi peserta terbaik yang akan mewakili Aceh di tingkat nasional,” ujar Azizah.

Ketua Panitia, Misra, M.Pd., melaporkan bahwa O2SN tahun ini terbagi menjadi dua tahap: jenjang SMK berlangsung dari 25 hingga 27 Juni, sedangkan jenjang SMA pada 26 hingga 28 Juni. Lima cabang olahraga yang diperlombakan adalah atletik, renang, bulu tangkis, karate, dan pencak silat. Dari 23 kabupaten/kota, tercatat 350 peserta yang berpartisipasi, terdiri dari 150 peserta jenjang SMK dan 200 peserta jenjang SMA.

Misra menambahkan bahwa seluruh peserta akan dinilai secara objektif oleh dewan juri yang berasal dari berbagai organisasi olahraga nasional seperti PASI, PBSI, FORKI, IPSI, dan PRSI.

“Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan atlet-atlet berbakat yang akan mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional,” kata Misra.

Editor: Akil Rahmatillah

Pj Gubernur Aceh Tegaskan Komitmen Sukseskan PON XXI 2024

0
Pj Gubernur Aceh Tegaskan Komitmen Sukseskan PON XXI 2024. (Foto: Humas Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Bustami, menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2024 di Aceh dengan tertib, berkualitas, dan bermartabat. Komitmen ini disampaikan di hadapan seluruh Ketua dan pengurus KONI provinsi seluruh Indonesia saat membuka Chef de Mission Meeting (CdM) ke-2 PON XXI Aceh-Sumut wilayah Aceh, di Hotel Hermes Palace, Rabu (26/6/2024).

Bustami menyatakan bahwa Pemerintah Aceh terus melakukan berbagai persiapan untuk mewujudkan komitmen tersebut. Salah satunya adalah peninjauan kesiapan renovasi dan pembangunan venue cabang olahraga bersama Kementerian terkait dan KONI Pusat. Selain itu, progres pembangunan venue terus diawasi.

“Saat ini, renovasi dan pembangunan kembali venue cabang olahraga oleh pemerintah, baik melalui anggaran APBN maupun APBD, terus dipacu pembangunannya, dengan harapan pada awal Agustus 2024 seluruh venue sudah dapat digunakan,” ujar Bustami.

Ia juga menambahkan bahwa PB PON wilayah Aceh saat ini terus berupaya melakukan berbagai persiapan agar pelaksanaan PON dapat berjalan lancar dan sebaik-baiknya.

“Kami percaya bahwa kerja keras kita bersama akan mewujudkan keberhasilan yang gemilang bagi Aceh dan Indonesia,” tambahnya.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, mengatakan kegiatan CdM tersebut menjadi wadah bagi tuan rumah untuk menjawab keraguan kontingen dari berbagai daerah terkait kesiapan Aceh menyelenggarakan PON. Ia berharap para Ketua KONI yang pulang ke daerahnya masing-masing usai mengikuti CdM dapat membawa jawaban dan solusi kepada para atlet dan kontingen.

“Saya optimis PON akan terselenggara sesuai dengan agenda yang telah ditentukan, yaitu pembukaan tanggal 8 September oleh Bapak Presiden dan penutupan tanggal 20 September,” ujar Marciano.

Marciano juga menyebutkan bahwa komunikasi intens terus dibangun antara Pengurus Besar PON wilayah Aceh maupun Sumut dengan KONI Pusat serta Kementerian terkait sebagai bentuk komitmen mendukung tuan rumah.

“Mari kita jadikan PON ini menjadi PON yang bersejarah dan dikenang oleh seluruh masyarakat Indonesia karena tuan rumah menyambut tamunya dengan luar biasa,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Pengurus Besar PON XXI Aceh-Sumut wilayah Aceh, M Nasir Syamaun, mengatakan bahwa CdM ke-2 diikuti 137 peserta yang terdiri dari unsur ketua dan pengurus KONI dari 38 provinsi, ditambah 1 Ibu Kota Negara (IKN).

“Chef de Mission Meeting 2 dilaksanakan untuk menyampaikan kesiapan, persiapan, dan menyampaikan hal-hal untuk disepakati bersama peserta kontingen seluruh Indonesia seperti akomodasi, transportasi, konsumsi, dan pertandingan,” ujar Nasir.

Pembukaan kegiatan CdM ke-2 PON 2024 turut dihadiri Waliyul Ahdi Wali Nanggroe Aceh Muzakir Manaf, Pangdam Iskandar Muda Nico Fachrizal, Sekretaris Daerah Aceh Azwardi, dan seluruh Panitia Inti PB PON wilayah Aceh dan Sumut.

Editor: Akil Rahmatillah

Kodim 0103/Aceh Utara Lakukan Razia Ponsel untuk Cegah Judi Online

0
Ilustrasi Judi Online. (Foto: Berita Satu)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Kodim 0103/Aceh Utara melakukan inspeksi mendadak terhadap ponsel milik seluruh prajuritnya sebagai upaya memberantas dan mencegah maraknya judi online yang menjadi sorotan.

Pemeriksaan ponsel tersebut berlangsung di halaman Makodim setempat usai Apel Gabungan di kawasan Desa Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh, pada hari ini.

Dandim 0103/Aceh Utara, Letkol Kav Makhyar, menyampaikan bahwa razia ini dilakukan karena meningkatnya kasus judi online yang menjerat berbagai profesi, termasuk personel TNI.

“Pengecekan ponsel ini dilaksanakan secara rahasia sehingga seluruh prajurit tidak bisa menghindari pemeriksaan yang telah direncanakan,” ujar Letkol Makhyar.

Dari hasil inspeksi mendadak tersebut, tidak ditemukan indikasi praktik judi online di ponsel seluruh prajurit dan ASN jajaran Kodim 0103/Aceh Utara.

Langkah tegas ini diambil sebagai bagian dari komitmen TNI untuk menjaga integritas dan profesionalisme prajuritnya serta menjauhkan mereka dari aktivitas yang melanggar hukum. Kodim 0103/Aceh Utara akan terus melakukan pengawasan ketat untuk memastikan seluruh anggotanya mematuhi aturan dan hukum yang berlaku.

Editor: Akil Rahmatillah

Gerindra Usulkan Sastra Orang Dekat Prabowo sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur Aceh

0
Gerindra Usulkan Sastra Winara sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur Aceh. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Partai Gerindra mengusulkan Sastra Winara, politikus asal Aceh Tenggara (Agara), sebagai bakal calon Wakil Gubernur (Cawagub) Aceh pada Pilkada 2024 mendatang. Menariknya, Sastra saat ini menetap di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan merupakan anggota DPRD Kabupaten Bogor terpilih.

“Kami sangat yakin Sastra akan mampu mensejahterakan rakyat Aceh,” kata Ketua Tim Penjaringan Calon Kepala Daerah (Cakada) Partai Gerindra Aceh, Nasrul Sufi, di Banda Aceh, Kamis (27/6/2024).

Menurut Nasrul, Sastra sangat dekat dan merupakan orang kepercayaan Prabowo Subianto. Bahkan, ia disebut-sebut sebagai salah satu anak angkat dari presiden terpilih Indonesia tersebut.

“Anak angkat dan kesayangan Prabowo dengan segudang pengalaman di kancah nasional,” terang Nasrul.

Selain Sastra Winara, lanjut Nasrul, Gerindra juga mengusulkan tiga nama lainnya sebagai Cawagub Aceh, yaitu Safaruddin, Fadhlullah alias Dek Fad, dan Profesor Marniati.

Nasrul menjelaskan, Safaruddin yang memiliki banyak prestasi juga menjabat anggota DPR Aceh dan dianggap memiliki potensi besar untuk memajukan Aceh. Sementara, Fadhlullah alias Dek Fad saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Gerindra Aceh dan anggota DPR RI. Namun demikian, kata Nasrul, Dek Fad lebih memilih untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Pidie.

Sedangkan Marniati merupakan Rektor Ubudiyah Indonesia dan tokoh perempuan yang sangat dikenal oleh masyarakat Aceh.

Menurut Nasrul, empat nama yang diusulkan sebagai Cawagub dinilai mampu membawa perubahan positif bagi Aceh. Dia juga menyebutkan bahwa nama-nama yang diusulkan memiliki kapasitas dan integritas tinggi untuk memimpin Aceh.

“Kami akan mengajukan nama-nama ini ke DPP Gerindra dan berharap salah satu dari mereka mendapatkan rekomendasi untuk maju dalam Pilkada Aceh,” pungkas Nasrul.

Editor: Akil Rahmatillah

Dua Mahasiswa Unmuha Raih Juara di PEKSIMIDA XVI

0
Dua Mahasiswa Unmuha Raih Juara di PEKSIMIDA XVI. (Foto: Humas Unmuha)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) berhasil meraih prestasi gemilang dalam ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) XVI yang diselenggarakan pada 24-26 Juni 2024 di kampus Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, Jantho, Aceh Besar.

Mahasiswa yang berprestasi tersebut adalah Naufal Sulthana Pazeth dari Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, yang meraih Juara 1 dalam lomba Desain Media Kampanye Sosial, serta Fachrul Maulana dari Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, yang meraih Juara 3 dalam lomba Fotografi.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan AIK, Dr. Mirza Murni, SE, MM, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian kedua mahasiswa tersebut.

“Dari tujuh mahasiswa yang mengikuti PEKSIMIDA tahun ini, dua di antaranya berhasil menjadi juara di bidang Desain Media Kampanye Sosial dan Fotografi,” ujarnya.

Dr. Mirza Murni juga menambahkan bahwa Naufal Sulthana Pazeth akan mewakili Unmuha dalam ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) yang akan diadakan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada September mendatang.

Rektor Unmuha, Dr. Aslam Nur, MA, turut menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang.

“Ini merupakan kabar bahagia bagi kami. Atas nama seluruh sivitas akademika Unmuha, saya mengucapkan selamat kepada mahasiswa kami yang berhasil menjadi juara pada PEKSIMIDA dalam bidang Desain Media Kampanye Sosial dan Fotografi. Kami berharap prestasi ini dapat terus ditingkatkan,” ucapnya.

Dr. Aslam Nur juga mengharapkan agar semakin banyak mahasiswa Unmuha yang berpartisipasi dalam berbagai ajang perlombaan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Universitas selalu memberikan dukungan baik secara moral maupun materiil bagi mahasiswa yang mengikuti berbagai macam perlombaan,” tutupnya.

Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen Unmuha dalam mendukung dan mendorong mahasiswa untuk terus berkarya dan berprestasi di berbagai bidang.

Editor: Akil Rahmatillah

USK Raih Juara Umum Peksimida XVI di ISBI Aceh

0
USK Raih Juara Umum Peksimida XVI di ISBI Aceh. (Foto: Humas USK)

NUKILAN.id | Jantho – Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil meraih juara umum pada Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) XVI tahun 2024 yang berlangsung di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh dari tanggal 24 hingga 27 Juni 2024.

Dr. Rahmat Fadhil, S.TP, M.Sc., Direktur Direktorat Prestasi dan Kewirausahaan Universitas Syiah Kuala, yang hadir mewakili Wakil Rektor III USK pada acara penutupan, mengucapkan terima kasih kepada ISBI Aceh atas pelaksanaan dan pelayanan selama berlangsungnya Peksimida XVI.

“Saya mewakili pimpinan Universitas Syiah Kuala dan sebagai Direktur Direktorat Prestasi dan Kewirausahaan mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan Rektor ISBI Aceh yang telah menyelenggarakan Peksimida Tahun 2024 ini dengan sukses. Kami sangat gembira karena berhasil meraih juara umum pada Peksimida tahun ini,” ujar Dr. Rahmat Fadhil.

Dr. Rahmat Fadhil menambahkan bahwa prestasi ini memberikan semangat lebih kepada para mahasiswa untuk mempersiapkan diri menuju Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) yang akan dilaksanakan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

“Tentu saja prestasi ini membuat kami semakin bersemangat mempersiapkan mahasiswa kami untuk Peksiminas di UNJ nanti. Kami berharap para mahasiswa yang telah meraih juara tidak lengah dan terus melakukan latihan secara intensif serta menjaga stamina dan kesehatan agar dapat bersaing di tingkat nasional yang lebih berat dan kompetitif, sehingga dapat kembali meraih juara dan mengharumkan nama Aceh,” pungkasnya.

Berikut daftar prestasi yang diraih USK pada Peksimida XVI:

– Juara II Dangdut Putra: Fiqri
– Juara I Menyanyi Seriosa Putra: Dhiyaul Mubarakh
– Juara I Menyanyi Keroncong Putra: Ahmad Fikri S
– Juara II Menyanyi Keroncong Putri: Evi Sofia Hakim
– Juara I Menyanyi Pop Putra: Rafian Mifthah
– Juara I Menyanyi Pop Putri: Geubrina Raseuki Yose
– Juara I Vokal Grup
– Juara I Baca Puisi Putra: M. Haffas Muttaqin
– Juara II Baca Puisi Putri: Nazli Ikhsani Sy
– Juara I Monolog: Nasywa Ayudhia
– Juara I Tari
– Juara III Penulisan Cerpen: Hafsa Yuswita
– Juara III Penulisan Lakon: Hafidzah
– Juara II Lukis: Mera Gustia
– Juara III Komik Strip: Victorina Salma G.
– Juara II Fotografi Seni Murni: Muhammad Tsani Qhastari
– Juara I Fotografi Jurnalistik: Abrar Mus Ad Yussya
– Juara I Kriya Cenderamata: Muhammad Al Aushaf Fawwaz

Selamat kepada USK atas pencapaian luar biasa ini!

Editor: Akil Rahmatillah

DPP Demokrat Serahkan Surat Tugas untuk Tgk Amran sebagai Calon Bupati Aceh Selatan

0
DPP Demokrat Serahkan Surat Tugas untuk Tgk Amran sebagai Calon Bupati Aceh Selatan. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat secara resmi memberikan surat tugas kepada Tgk Amran, Bupati Aceh Selatan periode 2018-2023, pada Kamis (27/6/2024) di kantor DPP Demokrat di Jakarta.

Surat tugas tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya. Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Aceh, Muslim, serta Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Aceh Selatan, Jasmar, SE.

Ketua DPD Demokrat Aceh, Muslim, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar Tgk Amran mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh Selatan. Muslim berharap Tgk Amran dapat memberikan beasiswa untuk jenjang S1 hingga S3 baik di dalam negeri maupun luar negeri, serta meningkatkan potensi pendidikan Dayah.

“Kami berharap Tgk Amran dapat memperbaiki Aceh Selatan melalui pendidikan, dengan beasiswa S1 sampai S3 dalam dan luar negeri, serta meningkatkan potensi pendidikan Dayah,” kata Muslim.

Partai Demokrat menilai kinerja Tgk Amran selama masa jabatannya telah memberikan kontribusi positif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Aceh Selatan. Dengan dukungan penuh dari Partai Demokrat, Tgk Amran akan menghadapi tantangan untuk memperjuangkan visi dan misinya demi masa depan kabupaten tersebut.

Tgk Amran menyatakan tekadnya untuk melanjutkan pembangunan yang telah dilaksanakan sebelumnya serta berkomitmen untuk berkolaborasi dengan partai-partai lain, termasuk Partai Nasional, guna mewujudkan pembangunan yang lebih baik di Aceh Selatan.

“Saya bertekad melanjutkan pembangunan yang telah dilaksanakan pada masa sebelumnya dan akan berkolaborasi dengan partai lokal dan nasional, termasuk Partai Demokrat,” tegasnya.

Jasmar, Sekretaris DPC Demokrat Aceh Selatan, menegaskan pihaknya akan melakukan survei untuk menilai elektabilitas Tgk Amran sebagai calon bupati beserta pasangannya. Survei tersebut juga akan melihat potensi dukungan terhadap kinerja pemerintahan Aceh Selatan di masa mendatang.

“Demokrat akan melihat hasil survei di lapangan terkait elektabilitas calon sekaligus dengan pasangan calon yang dapat mendukung kinerja pemerintahan Aceh Selatan ke depan,” pungkas Jasmar.

Dengan dukungan penuh dari Partai Demokrat, Tgk Amran yang telah menjabat sebagai Bupati Aceh Selatan selama satu periode, kini bersiap untuk maju kembali sebagai calon Bupati dalam pemilihan kepala daerah mendatang. Keputusan ini menandai langkah awal dalam perjalanan politiknya untuk memimpin kembali kabupaten tersebut.

Editor: Akil Rahmatillah

MAS Ulumul Qur’an Aceh Tengah Raih 29 Medali pada Kompetisi Akademik Nasional Hari Pancasila

0
Kepala MAS Ulumul Qur'an poto bersama para siswa peraih medali. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Takengon – Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Ulumul Qur’an Kabupaten Aceh Tengah kembali menunjukkan prestasinya dengan meraih 29 medali pada Kompetisi Akademik Nasional Hari Pancasila tingkat SMA/SMK/MA yang berlangsung pada 23 Juni 2024. Pengumuman final kompetisi ini dirilis pada 25 Juni 2024.

Dari 29 medali yang diperoleh, 14 di antaranya adalah medali perunggu, 12 medali perak, dan 2 medali emas. Kepala MAS Ulumul Qur’an Aceh Tengah, Zuyyina MPd, mengungkapkan rasa senang dan syukurnya atas pencapaian tersebut.

“Saya benar-benar merasa terharu sekaligus bangga karena capaian prestasi siswa-siswi kami yang hingga hari ini sangat luar biasa,” kata Zuyyina.

Ia menambahkan bahwa sejak akhir Mei 2024, siswa MAS Ulumul Qur’an telah meraih total 59 medali dari berbagai olimpiade yang diikuti, mulai dari medali emas, perak, hingga perunggu.

“Ini tentunya tidak terlepas dari kerja keras dan semangat mereka untuk terus mengasah diri. Banyak siswa-siswi kami yang bisa meraih medali dalam kejuaraan olimpiade ini,” ungkap Zuyyina, yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) BICER Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah.

Aswati Zaskia Putri, salah satu siswi yang berhasil meraih Medali Emas pada Bidang Informatika, melalui pesan WhatsApp menyampaikan rasa bangganya.

“Sebelumnya saya belum pernah mengikuti ajang olimpiade seperti ini. Namun, Kepala Madrasah kami terus mendukung kami untuk mengikuti setiap kompetisi. Saya juga terinspirasi melihat foto teman-teman yang sudah mendapat medali di olimpiade yang dipajang di sekolah. Tentunya, ini sangat membanggakan,” ungkap Aswati.

Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Hizbul Wathan SPsi, mengatakan bahwa pihaknya akan terus memfasilitasi siswa-siswi yang akan mengikuti olimpiade, terutama di level nasional.

Berikut adalah daftar nama-nama pemenang Kompetisi Akademik Nasional Hari Pancasila dari MAS Ulumul Qur’an Aceh Tengah:

Bidang Sosiologi

  1. Laila Maghfirah – Medali Perunggu

Bidang Psikologi Dasar

  1. Lia Amelia – Medali Perunggu

Bidang PPKN

  1. Naula Safitri – Medali Perak
  2. Sultan Arianda – Medali Perunggu

Bidang Matematika

  1. Sultan Arianda – Medali Perunggu

Bidang Kimia

  1. Sahrina Alia – Medali Perak

Bidang Informatika

  1. Aswati Zaskia Putri – Medali Emas
  2. Elvita Hairani – Medali Emas
  3. Haikal Fikri – Medali Perak
  4. Salita – Medali Perunggu
  5. Khairani Fitri – Medali Perunggu
  6. Rina Mahbengi – Medali Perunggu

Bidang Geografi

  1. Nuri Jannah – Medali Perak
  2. Uswatun Hasanah – Medali Perak
  3. Laila Muspirah – Medali Perunggu
  4. Hairul Saleh – Medali Perunggu

Bidang Bahasa Inggris

  1. Rizki Pramana – Medali Perunggu

Bidang Bahasa Indonesia

  1. Yeni Mardiana – Medali Perak
  2. Yassaratul Amni – Medali Perak
  3. Raudani Fitri – Medali Perak
  4. Gustina Fitri – Medali Perak
  5. Intan – Medali Perak
  6. Zahratun Nisa – Medali Perunggu

Bidang Kebumian

  1. Febriandi – Medali Perunggu

Bidang Kedokteran

  1. Risma – Medali Perunggu

Bidang Sejarah

  1. Saddam Abdul Rahman – Medali Perak
  2. Sunarjo – Medali Perak
  3. Padeli – Medali Perunggu

Prestasi gemilang ini menjadi bukti nyata dedikasi dan kerja keras seluruh siswa dan guru di MAS Ulumul Qur’an Aceh Tengah dalam mencapai hasil yang luar biasa di berbagai bidang akademik.

Pentingnya Masukan Qanun Aceh bagi Perempuan Terhadap Pemberdayaan dan Perlindungan

0
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh (DP3A Aceh) bersama Flower Aceh laksanakan Workshop bertemakan "Penjaringan Masukan untuk Rancangan Qanun Aceh tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan" di Grand Hotel Permata Hati Banda Aceh 25/6/2024 (dok : foto Auliana Nukilan.id)

Nukilan.id | Banda Aceh – Isu pentingnya jaminan pemberdayaan dan perlindungan perempuan lebih dari empat dekade terakhir telah menjadi salah satu isu global. Indonesia pun telah meratifikasi Konvensi CEDAW (The Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women) melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan.

Oleh karena itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh (DP3A Aceh) bersama Flower Aceh laksanakan Workshop bertemakan “Penjaringan Masukan untuk Rancangan Qanun Aceh tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan”  di Grand Hotel Permata Hati Banda Aceh (25/6/2024). Kegiatan ini melibatkan 130 orang yang merupakan perwakilan dari unsur CSO/NGO dan tokoh perempuan akar rumput dari 23 Kabupaten/Kota di Aceh sebagai peserta, narasumber, fasilitator, dan jurnalis.

Diskusi panel ini dimoderator oleh Suraiya Kamaruzzaman (Akademisi/ Balai Syura Ureung Inong Aceh). Fasilitator pada diskusi umum adalah Khairani Arifin (Tenaga Ahli Rancangan Qanun Aceh tentang Pelindungan Hak Perempuan) dan diskusi kelompok akan difasilitasi oleh 8 orang fasilitator yaitu: Tiara Sutari AR Plt. Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak pada DPPPA Aceh), Nurjanisah (Kepala Seksi Tindak Lanjut pada UPTD PPA Aceh), Erwin Setiawan (Flower Aceh), Leila Juari (Anggota RPuK Aceh), Rukayah Hanum (Balai Syura), Rizkika Lhena Darwin (FISIP UIN Ar Raniry), dan jurnalis.

Founder Flower Aceh, Erwin Setiawan mengatakan, negara yang meratifikasi CEDAW tersebut, maka Indonesia juga berkewajiban untuk mengimplementasikan seluruh hak asasi perempuan seperti yang tercantum dalam konvensi dimaksud sekaligus berkewajiban untuk memberikan laporan secara berkala kepada Komite CEDAW atas perkembangan dan kemajuan dari implementasi 16 (enambelas) pasal substantif yang tercantum dalam konvensi.

Kemudian, merujuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh pada Pasal 231 ayat (1) disebutkan bahwa “Pemerintah, Pemerintah Aceh, dan Pemerintah Kabupaten/ Kota serta penduduk Aceh berkewajiban memajukan dan melindungi hak-hak perempuan dan anak serta melakukan upaya pemberdayaan yang bermartabat”. Amanat ini kemudian dijabarkan dalam sejumlah Qanun Aceh seperti Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2009 tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2008 tentang Perlindungan Anak.

Ia juga menyampaikan, untuk regulasi terbaru juga telah hadir Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Tak lupa, Aceh juga memiliki “Piagam Hak-Hak Perempuan di Aceh” yang ditandangani oleh lintas pengambil kebijakan di Aceh pada 11 November 2008, jauh sebelum Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2009 ditetapkan.

Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2009 tersebut disahkan pada 12 Oktober 2009 dan kemudian diundangkan pada 14 Oktober 2009. Lahirnya Qanun Aceh tersebut menjadi sebuah regulasi lokal yang menjadi payung hukum untuk urusan pemberdayaan dan perlindungan perempuan di Aceh, sekaligus disebut sebagai Qanun atau dengan nama lain Peraturan Daerah yang menjadi pelopor di Indonesia.

“Kita berharap masukan-masukan nanti akan relevan dan bisa digunakan untuk pembaharuan ke depannya,” ujar dalam sambutan kegiatan tersebut yang juga diikuti oleh team Nukilan.id

Qanun ini terdiri dari 10 BAB yang dijabarkan kedalam 27 Pasal, mulai dari Pasal 1 yang berisikan ketentuan umum hingga Pasal 27 yang menjelaskan tanggal diundangkan dan perintah pengundangannya. Hal mendasar yang harus menjadi perhatian lintas pihak adalah bagaimana merefleksikan perubahan yang sudah wujud menjelang 15 (lima belas) tahun Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2009 diberlakukan. Refleksi tersebut akan bermuara pada perlu tidaknya kebutuhan penguatan kebijakan dengan penyesuaian pada permasalahan dan tantangan kekinian sehingga agenda percepatan pemenuhan hak-hak perempuan secara subtantif dapat bergerak lebih cepat. 

“Qanun ini sudah berusia 15 tahun, Qanun Aceh adalah regulasi yang mendasar bagi perempuan dan menjadi perhatian kita bersama,” tutupnya.

Reporter : Auliana Rizky

 

Kasus Megakorupsi Kapal Aceh Hebat Masih Misterius, Aktivis: KPK Makin Rapuh dan Bungkam

0
Komisi Pemberantasan Korupsi. (Foto: Radioidola)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Indikasi megakorupsi dalam pengadaan kapal Aceh Hebat yang menelan anggaran Rp 178 miliar dan proyek pembangunan 12 ruas jalan yang menghabiskan APBA hingga Rp 1,2 triliun hingga kini masih menjadi misteri. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah melakukan penyelidikan awal dinilai bungkam tanpa memberikan penjelasan kepada publik.

Marwan, seorang mahasiswa dan pejuang anti korupsi, menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi internal KPK yang dinilainya semakin rapuh dan mungkin tidak berdaya untuk mengungkap kasus megakorupsi tersebut. Marwan meminta agar kasus ini dapat diusut kembali oleh Kejaksaan Agung RI demi menyelamatkan marwah dan citra institusi penegakan hukum Indonesia di mata rakyat.

“Jika KPK tak lagi berdaya menyelamatkan triliunan uang rakyat Aceh, mengapa tidak diserahkan saja kepada Kejagung untuk ditindaklanjuti,” ujar Marwan kepada Nukilan.id, Kamis (27/6/2024).

Marwan menilai bahwa publik dapat melihat akhir-akhir ini pembongkaran kasus megakorupsi di Indonesia yang dilakukan Kejagung cukup masif dan patut diacungi jempol. Ia berharap Kejagung dapat turun tangan dan menuntaskan pengusutan indikasi megakorupsi di Aceh.

Menurut Marwan, pengungkapan indikasi megakorupsi pengadaan kapal Aceh Hebat dan proyek multiyears dapat dimulai dari awal pengaturan ketersediaan anggaran dan penandatanganan MoU antara legislatif dan eksekutif.

“Kalau Kejagung turun bisa saja langsung memeriksa pihak legislatif yang menandatangani MoU proyek Multiyears itu, seperti mantan pimpinan DPRA yang ikut menandatangani. Apakah dalam penandatanganan MoU tersebut ada transaksi atau gratifikasi/suap, bisa saja dengan barter penambahan pokir atau pemberian uang dan sebagainya, semua bisa saja terjadi,” ungkapnya.

Marwan menekankan pentingnya pengusutan indikasi megakorupsi kapal Aceh Hebat dan proyek MYC pembangunan belasan ruas jalan dari hulu ke hilir, mulai dari kemungkinan adanya indikasi suap menyuap dalam penganggaran dan penandatanganan MoU hingga pengaturan tender dan pelaksanaan pekerjaan.

“Pada saat pengaturan tender juga ditemukan berbagai kejanggalan oleh elemen sipil dan BPKP terkait adanya indikasi pengaturan tender. Bahkan ketika pelaksanaan juga sudah ada temuan-temuan BPK RI dan elemen sipil yang ikut melihat berbagai kejanggalan,” tambah Marwan. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah