Beranda blog Halaman 1077

dr. Denny Sebut Generasi Gen Z Alami Diabetes Karena Gadget dan Makanan

0
Dosen Ahli di Departemen Kedokteran Keluarga dan Kesehatan Masyarakat UMY, yakni dr. Denny Anggoro Prakoso (dok : foto google profile dosen)

Nukilan.id | Banda Aceh – Dosen Ahli di Departemen Kedokteran Keluarga dan Kesehatan Masyarakat UMY, yakni dr. Denny Anggoro Prakoso menyebut ada banyak hal yang memengaruhi diabetes pada generasi Z zaman sekarang ini. Silakan baca penjelasan di bawah ini!

Diabetes atau penyakit gula (gula darah tinggi) adalah penyakit kronis (jangka panjang) yang perlu kamu waspadai. Adapun tanda utama dari penyakit ini adalah meningkatnya kadar gula darah (glukosa) melebihi nilai normal. Diabetes terjadi ketika tubuh pengidapnya tidak lagi mampu mengambil gula (glukosa) ke dalam sel dan menggunakannya sebagai energi.

Kondisi ini pada akhirnya menghasilkan penumpukan gula ekstra dalam aliran darah tubuh. Penyakit diabetes yang tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan konsekuensi serius, menyebabkan kerusakan pada berbagai organ dan jaringan tubuh. Contohnya organ seperti jantung, ginjal, mata, dan saraf. Kadar gula darah normal yaitu kurang dari 100 mg/dL. Apabila kadar gula darah sudah mencapai 100-125 mg/dL berarti masuk status prediabetes.

dr. Denny Anggoro Prakoso mengatakan, penyebab diabetes pada generasi Z zaman sekarang datang dari berbagai faktor. Diantaranya penggunaan gadget yang lama tidak mengenal batas waktu, mereka lebih banyak berdiam diri, tidak banyak bergerak sehingga berkontribusi pada gaya hidup lebih sebentar atau tidak aktif. Jika seseorang tidak bergerak, jumlah kalori dan energi itu tidak banyak digunakan.

Katanya, ketika mereka berdiam diri, kemudian makan, lebih banyak energi itu yang disimpan. Hasil akhirnya apa? Adanya peningkatan berat badan atau obesitas. Karena faktor risiko orang terserang diabetes itu adalah adanya obesitas atau kegemukan. Di mana lemak-lemak di dalam tubuh itu menghalangi insuli untuk bekerja. Dapat dipahami juga bahwa gen Z sekarang ini hidup di zaman di mana ada kemudahan akses luar biasa terhadap berbagai jenis makanan. Restoran cepat saji, cafe, layanan pengiriman online.

“Ini pilihan yang tidak hanya menawarkan pilihan yang mudah dan cepat, tetapi sering kali memberikan diet yang tinggi kalori dan rendah nutrisi,” ucapnya pada akun instagram  @narasinewsroom yang dikutip Nukilan.id, Jumat (28/6/2024).

Ia juga menyampaikan, beberapa studi melaporkan bahwa gen Z ini mengalami masalah kesehatan mental yang jauh lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. Jadi, mereka memiliki tingkat kecemasan yang tinggi dan mudah sekali stress. Orang stress perlu kita pahami bahwa ketika stress itu akan keluar yang dinamakan hormon stress, yaitu hormon kortisol. Ketika hormon stress ini keluar, maka ini dapat meningkatkan gula darah sehingga ketika stress berkepanjangan.

“Jika tidak dikelola dengan baik dapat memengaruhi kadar gula di dalam tubuhnya,” pungkasnya. []

Reporter : Auliana Rizky

Dampak Pembangunan Tol Sigli Banda Aceh Terhadap Pendidikan

0
CEO Save Education Aceh (SEA) sekaligus guru SMPN 1 Banda Aceh, Aishah (dok : foto Auliana Nukilan.id)

Nukilan.id | Banda Aceh – Pembangunan infrastruktur di Aceh mengalami peningkatan yang pesat. Saat ini Aceh telah memiliki tol yang menghubungkan beberapa daerah. Dengan pembangunan ini apakah membawa signifikansi dalam hal-hal yang lain. Apa yang dapat kita ambil pengetahuan dalam pengembangan diri kita dan masyarakat dalam dinamika pembangunan ini.

CEO Save Education Aceh (SEA) sekaligus guru SMPN 1 Banda Aceh, Aishah mengatakan, pembangunan infrastruktur, yakni jalan tol dapat memiliki dampak positif yang tidak langsung terhadap pendidikan. Ada beberapa hal yang umum dapat disebutkan sebagai dampak positif dalam pembangunan tol ini, seperti aksessibilitas ke pendidikan, akses ke sumber belajar, koneksi antardaerah, dan dampak ekonomi.

Setelah ia pahami, ada hal lain yang dapat dicermati, seperti pengembangan teknologi dan inovasi yang cenderung mengarah ke pergeseran paradigma masyarakat setempat khususnya dan masyarakat lain pada umumnya. Dengan pembangunan infrastruktur ini, jalan pedesaan dapat menjadi upaya untuk meningkatkan insfrastruktur di bidang pendidikan selanjutnya. Secara pribadi, Aishah mengambil pengetahuan sebanyak-banyaknya dalam pengetahuan baru ini. Seperti pembangunan Jalan Tol Sigli Banda Aceh ini atau “SIBANCEH” singkatannya.

Aishah juga menyampaikan, pembangunan ini bukan sekedar proyek fisik, tetapi ini menjadi simbol kemajuan dan perubahan yang dapat merangsang pertumbuhan individual, dan masyarakat, komunitas secara mendalam. Pembangunan ini menghadirkan tantangan baru dalam hal penyesuaian dan adaptasi. Perubahan ini menciptakan kesempatan bagi individu dan komunitas untuk belajar mengatasi hambatan, berkolaborasi, dan meningkatkan keterampilan adaptasi. Selain itu, infrastruktur ini dapat mengubah dinamika sosial dan ekonomi suatu daerah, namun juga memicu diskusi dan perdebatan tentang nilai-nilai keadilan serta tujuan bersama.

Dalam menghadapi hal ini, masyarakat dapat memperkuat ikatan sosial mereka, meningkatkan kapasitas komunitas, dan memperkaya identitas budaya mereka. Bagi stakeholder dan entitas yang terlibat, tentu menjadi pusat diskusi publik yang luas. Berbagai pihak mulai dari pemerintah lokal hingga masyarakat sipil dan kelompok advokasi berpartisipasi dalam proses ini dengan memberikan masukan, mempertanyakan kebijakan, dan mengajukan solusi. Diskusi publik akan memainkan peran penting dalam memperkaya pengetahuan masyarakat tentang proyek-proyek infrastruktur dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

Kata Aishah, hal tersebut memungkinkan masyarakat memahami implikasi proyek tersebut secara lebih baik, mempertimbangkan berbagai sudut pandang, dan meyampaikan kekhawatiran atau aspirasi mereka kepada pemangku kepentingan terkait. Karena pekerjaan ini melibatkan banyak pihak, maka akan memperkaya dinamika sosial di masyarakat tentang kolaborasi dan membangun hubungan kerja yang kuat dalam rangka mencapai tujuan bersama. Proses yang dimaksud tidak hanya memperkuat solidaritas dan kebersamaan di antara masyarakat, tetapi juga mendorong pertukaran pengetahuan dan keterampilan antarberbagai sektor dan profesi.

“Jalan alternatif seperti tol dalam beberapa kasus sangat membantu untuk menghindari berbagai kecelakaan yang biasa terjadi pada daerah Seulawah,” ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id, Jumat (28/6/2024).

Durasi kecelakaan pada jalan nasional daerah Selawah tersebut dapat dikatakan tinggi dan pada saat ia hendak melewati jalan tol tersebut beberapa waktu yang lalu terjadi kecelakaan di jalan nasional. Hal ini sangat dikhawatirkan. Maka ke depan alternatif jalan tol dapat menjadi pilihan demi keamanan. Hal khusus yang membawa dampak positif bagi masyarakat juga ada seperti naiknya harga tanah sekitar dan yang terkena dampak pembangunan. Pada awalnya nilai tanah sekitar tidak tinggi, tetapi dengan adanya pembangunan ini maka harga tanah sekitar mengalami perubahan.

Daerah sekitar exit tol juga mengalami perubahan, dampak ekonominya, seperti terbukanya peluang usaha untuk masyarakat sekitar. Warga setempat juga dapat memikirkan bisnis apa yang sesuai untuk dikembangkan di sekitar tempat tersebut. Masyarakat menjadi meningkat pendapatan dan membuka peluang baru bagi usaha-usaha setempat. Selain kenyaman dan keamanan yang diperoleh dari memanfaatkan perjalanan lewat tol. Efisiensi dalam hal waktu dan juga lebih ekonomis serta efektif dalam jarak tempuh perjalanan. Dalam hal dampak lingkungan, pembangunan ini melintasi kawasan hutan dan daerah yang dihuni warga. Tentu ini menarik karena menjadi pengetahuan baru untuk masyarakat.

Ia juga menyebutkan, pendekatan yang dilakukan yaitu mengutamakan kehati-hatian terhadap lingkungan dalam setiap tahapan pembangunan. Aceh dikenal dengan habitat satwa liarnya yaitu gajah dan beragam hewan lainnya. Gajah merupakan spesies yang membutuhkan habitat yang luas untuk hidupnya. Pembangunan ini akan memotong jalur migrasi alami gajah dan membagi habitat mereka menjadi fragmen yang lebih kecil. Hal ini dapat mengganggu pola migrasi dan menyebabkan konflik dengan manusia, yaitu masyarakat setempat dan sekitarnya.

“Maka diperlukan koridor habitat yang terhubung dan utuh, ini akan menjaga populasi gajah dapat stabil dan berkelanjutan,” ujarnya lagi.

Kemudian, dii beberapa negara Wildlife Crossing merupakan infrastruktur yang dirancang khusus untuk memungkinkan pergerakan satwa liar melintasi jalur transpotasi manusia seperti jalan raya atau jalan tol dengan aman. Tujuan utama Wildlife Crossing adalah selain menjaga satwa tetap aman dan meminimalkan tabrakan antara kendaraan. Hal tersebut untuk mempertahankan ekologi dengan memungkinkan pergerakan hewan yang bebas antara habitat yang terpisah oleh bagunan jalan. Beberapa negara yang telah menerapkan, tersebut seperti, Belanda, Kanada, Amerika Serikat, dan Australia. Penerapan ini tidak hanya melindungi satwa liar, namun mempromosikan keberlanjutan ekologi dan keselamatan transportasi.

Itu merupakan ontoh konkret dari bagaimana infrastruktur dapat dibangun dengan memperhatikan kebutuhan lingkungan dan keberlanjutan. Pembangunan jalan  diharapkan dapat berefek pada pendidikan sebagai stimulus untuk pergerakan kemajuan kedepan dan diharapkan akan menjadi spektrum baru bagi stakeholder dalam memperhatikan pembangunan dalam segala sektor dengan falsafah inklusivitas dan kesetaraan dalam segala bidang pembangunan. []

Reporter : Auliana Rizky

Meutia : Kita Mau Perempuan Lebih Berdaya, Qanun Yang Lebih Implementatif

0
Workshop bertemakan "Penjaringan Masukan untuk Rancangan Qanun Aceh tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan" di Grand Hotel Permata Hati Banda Aceh 25/6/2024 (dok : foto Auliana Nukilan.id)

Nukilan.id | Banda Aceh – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh (DP3A Aceh) bersama Flower Aceh laksanakan Workshop bertemakan “Penjaringan Masukan untuk Rancangan Qanun Aceh tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan”  di Grand Hotel Permata Hati Banda Aceh (25/6/2024).

Untuk regulasi terbaru juga telah hadir Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Tak lupa, Aceh juga memiliki “Piagam Hak-Hak Perempuan di Aceh” yang ditandangani oleh lintas pengambil kebijakan di Aceh pada 11 November 2008, jauh sebelum Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2009 ditetapkan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh, Meutia Juliana mengatakan, perlindungan dan hak perempuan sangat penting, apalagi di Aceh berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022 disebutkan 51% jumlahnya perempuan, sedangkan 49% sisanya adalah laki-laki. Secara data angka penduduk perempuan lebih tinggi.

Ia juga menyampaikan, urusan perempuan dan anak sangat penting. Ketika kita mengurusi persentase perempuan ini, segala permasalahan, mulai dari kemiskinan, stunting, dan lainnya dapat terselesaikan. Sementara, pelayanan di Aceh juga masih diberikan, tetapi masih ratusan jiwa. Selain itu, Aceh juga menyusun penyandang disabiltas dan semoga bisa disahkan.

Tidak hanya itu, capaian di Aceh yang mendapat pekerjaan berdasarkan data BPS hanya 36% dari total angkatan kerja yang total penduduk 2 jt sekian, namun hanya 900 perempuan yang bekerja. Jadi, ketimpangan ini sangat jauh. Akan tetapi, pendidikan tinggi yang diterima perempuan yakni sekitar 34% dan Aceh dalam hak pendidikan perempuan itu ada. Kemudian di Aceh Barat Daya 100% persalinan pertama diberikan tetapi di daerah lain masih bersalin di rumah.

“Berbicara keterlibatan, pegawai di DP3A Aceh dari 100 orang hanya 70 orang perempuan dan laki-laki 30 orang, seharusnya ini adalah kerja bersama, bukan perempuan saja, tetapi laki-laki juga berperan penting,” ucapnya dalam diskusi tersebut yang juga dihadiri oleh team Nukilan.id

Sebutnya, perubahan qanun ini ada dalam setiap pembahasan. Dari DPRA yang perempuan juga sangat mengapresiasi. Lanjutnya, di Aceh KDRT selalu miris dan sangat-sangat tinggi. Aceh lebih tinggi indeks pembangunan gender daripada nasional. Kalau orang Aceh rata-rata hidup 72 tahun, ibu lebih panjang umur daripada bapak-bapak. Aceh masih jauh di bawah nasional. Yang diharapkan adalah segala permasahan terselesaikan. Karena saat ini angka kematian ibu melahirkan tinggi dan angka perceraian semakin meningkat.

“Kita mau perempuan itu lebih berdaya, jangan seperti qanun kemarin sudah 15 tahun belum implementatif, semoga nanti dana dan kebutuhan terakomodir dengan baik,” pungkasnya. []

Reporter : Auliana Rizky

Prof. Rhenald : Strawberry Generations Tidak Bisa Diandalkan di Masa Depan

0
Akademisi dan Praktisi Bisnis asal Indonesia, yakni Prof. Rhenald Kasali, Ph.D. (dok : foto dari merdeka.com)

Nukilan.id | Banda Aceh – Gen Z dalam dunia kerja dikenal sebagai karyawan yang paling susah diajak kerjasama karena sifatnya yang gampang tersinggung, mudah menyerah, dan tidak terampil dalam menyelesaikan masalah. Hal ini terjadi karena adanya strawberry parents. Apakah Anda jadi salah satunya? Tidak ada kata terlambat untuk kita belajar menjadi orang tua yang lebih baik lagi.

Istilah “generasi strawberry” atau “strawberry generations” pertama kali muncul di Jepang pada awal tahun 2000-an. Konsep ini merujuk pada generasi muda yang dianggap lebih rentan terhadap tekanan dan kesulitan. Analogi dengan strawberry dipakai karena buah strawberry dianggap lembut dan rentan rusak sehingga mencitrakan generasi ini sebagai rentan dan tidak tahan banting.

Generasi strawberry sering dianggap kurang tangguh dalam menghadapi tekanan psikologis, kurang sabar dalam menyelesaikan tugas yang sulit, serta membutuhkan pengakuan dan apresiasi yang lebih sering. Mereka juga dianggap lebih terbiasa dengan kenyamanan dan kurang terlatih dalam menghadapi kesulitan atau kegagalan.

Akademisi dan Praktisi Bisnis asal Indonesia, yakni Prof. Rhenald Kasali, Ph.D. yang juga merupakan Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia mengatakan, biasanya generasi lembek lahir dari strawberry parents. Jadi, orang tua seperti ini sering kali cepat-cepat ingin mengambil masalah sepele yang dihadapi oleh anaknya.

“Sebagai contoh, anak mengerjakan PR, orang tua yang mengerjakan atau si anak remedial dan orang tua mencarikan orang untuk membantunya,” ucapnya pada akun instagram  @cahayabaginegeri yang dikutip Nukilan.id, Jumat (28/6/2024).

Kemudian contoh lainnya, saat mau kuliah harus menyogok atau memberikan ajudan, asisten, driver, bahkan memberikan hal-hal lain yang belum didapatkan oleh anaknya. Cara-cara seperti ini adalah salah satu tindakan atau model parenting yang sering kali  tanpa disadari orang tua sebagai penyumbang lahirnya strawberry generations.

“Generasi seperti ini merupakan generasi yang tidak bisa diandalkan di masa depan,” tutupnya. []

Reporter : Auliana Rizky

BPK Wilayah I Aceh Digitalisasi Ragam Hias Nisan dan Manuskrip Aceh

0
BPK Wilayah I Aceh Digitalisasi Ragam Hias Nisan dan Manuskrip Aceh. (Foto: BeritaSatu)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah I Aceh menggelar kegiatan digitalisasi ragam hias pada nisan dan manuskrip Aceh. Acara pembekalan materi berlangsung di aula salah satu hotel di Banda Aceh mulai tanggal 26 hingga 28 Juni 2024.

Sejumlah 30 peserta telah dipilih melalui seleksi ketat yang dilakukan oleh BPK Wilayah I Aceh untuk mengikuti kegiatan ini. Salah satu syarat utama bagi peserta adalah penguasaan program Victor Grafis untuk digitalisasi ragam hias.

Digitalisasi merupakan proses konversi informasi dari bentuk analog seperti fisik atau teks ke dalam bentuk digital menggunakan perangkat elektronik yang sesuai. Hal ini memungkinkan informasi tersebut dapat diproses dan disimpan secara digital serta dapat diakses melalui jaringan.

Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan dan mengabadikan ragam hias yang kaya akan nilai budaya di Aceh, memastikan warisan budaya tersebut tetap relevan dan dapat diakses oleh generasi mendatang.

Dengan demikian, BPK Wilayah I Aceh berperan aktif dalam upaya pelestarian budaya melalui inovasi teknologi digital yang memadukan kearifan lokal dengan perkembangan zaman.

Editor: Akil Rahmatillah

Pj Bupati Iswanto Tinjau Pembangunan Gedung Amanah di KIA Ladong

0
Pj Bupati Iswanto Tinjau Pembangunan Gedung Amanah di KIA Ladong. (Foto: Humas Abes)

NUKILAN.id | Jantho – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM meninjau pembangunan Gedung Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat atau Amanah sebagai pusat Aceh kreatif yang berlokasi di kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong Aceh Besar, Rabu (26/06/2024).

Progress pembangunan gedung Amanah itu sudah mencapai 70 persen dan ditargetkan akan selesai pada Juli mendatang. Saat ini tim sudah selesai pengerjaan konstruksi dan struktur bangunan.

Ada sembilan area yang dibangun, diantaranya gedung multi fungsi, gedung utama, asrama putra dan putri, musalla, bangunan rumah kaca, penyulingan, ground water tank, hingga rumah genset.

Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM meninjau pembangunan Gedung Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat, atau Amanah sebagai pusat Aceh kreatif hub yang berlokasi di kawasan Industri Aceh, Kia Ladong Aceh Besar, Rabu (26/06/2024).

Ia berharap dengan adanya gedung Amanah ini, nantinya para anak muda Aceh akan banyak mendapat pelatihan untuk meningkatkan kemandirian, kompetensi dan profesionalismenya menjadi pelaku wirausaha atau enterpreneur muda.

“Semoga nantinya anak muda aceh juga akan dikenalkan cara mengelola dan memasarkan produk secara digital, termasuk memanfaatkan perkembangan teknologi dalam pengembangan usaha mereka,” harapnya.

Beberapa bidang yang akan mendapatkan peningkatan pengembangan diantaranya bidang kreatif, riset dan teknologi, kewirausahaan, industri kreatif, pendidikan, literasi, budaya dan juga bahasa.

Editor: Akil Rahmatillah

Apa Benar Anak Bertubuh Pendek Karena Genetik?

0
Foto anak sedang mengukur tinggi badannya (Foto dari health.detik.com)

Nukilan.id | Banda Aceh – Si anak bertubuh pendek pasti karena genetik dari orang tuanya. Pernyataan seperti ini selalu ada ketika ibu dan bapak bertemu dengan tetangga atau sanak saudara. Jadi, pernyataan ini benar atau tidak? Simak penjelasannya.

Dokter Spesialis Anak yaitu dr. Mesty Ariotedjo yang juga merupakan Co-Founder dan CEO di Tentang Anak, perusahaan yang bergerak dalam teknologi parenting mengatakan, jika bapak ibunya pendek, nanti anaknya bakal pendek juga atau ada cara untuk tetap tumbuh tinggi.

Dr. Mesty juga menyampaikan, banyak sekali bapak ibuk atau orang tua pasien yang datang menginginkan anaknya tinggi. Orang tua takut anaknya mengikuti genetiknya atau hal lainnya. Mungkin saja anak bertubuh pendek dikarenakan asupan nutrisi yang kurang atau ia mengalami masalah pada hormon pertumbuhannya.

“Ini bukan hal yang ditakutkan satu atau dua orang tua saja, tapi hampir semua pasien yang datang mengeluhkan masalah yang sama, takut anaknya pendek karena orang tuanya pendek,” ucapnya pada akun instagram milik pribadinya @mestyariotedjo yang dikutip Nukilan.id, Jumat (28/6/2024).

Sebutnya, karena ternyata kita dapat lihat bahwa pertambahan tinggi badan itu paling banyak dari bayi sampai dua tahun dan ini sudah terjadi di Jepang maupun Korea. Mereka memperbaiki nutrisi anak di usia 0-2 tahun sehingga sekarang Jepang dan Korea Selatan rata-rata tingginya sudah bertambah 6cm. Maka yang membedakannya adalah nutrisi, setelah itu baru berpengaruh pada genetik.

“Jadi optimalkan pertumbuhan si kecil, laju pertumbuhan paling cepat dan banyak terjadi di usia 0-2 tahun, itu pengaruh utama,” tutupnya. []

Reporter : Auliana Rizky

Bulog Aceh Beli 1.788 Ton Gabah untuk Stabilisasi Pasokan Pangan

0
Aceh Surplus Beras
Ilustrasi beras bulog. (Foto: Perum Bulog)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh telah berhasil membeli 1.788 ton gabah dari petani Aceh untuk memenuhi kebutuhan pangan di daerah tersebut. Saldi Aldryn, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Aceh, mengungkapkan komitmennya untuk terus mendukung ketersediaan stok pangan dengan menyerap hasil panen lokal.

Pembelian gabah tersebut terdiri dari 300 ton untuk program Public Service Obligation (PSO) dan 1.488 ton untuk keperluan komersial. Selain itu, Bulog juga telah mengakuisisi 220 ton beras untuk program PSO, setara dengan 410 ton beras, dan 2.679 ton beras untuk program komersial, setara dengan 3.624 ton beras.

Meskipun capaian untuk program PSO belum signifikan, Aldryn menegaskan bahwa Bulog tetap fokus pada program komersial untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani dan konsumen. Saat ini, Bulog memperhatikan kesejahteraan petani dengan intensif dalam pengadaan komersial.

Adapun stok beras di gudang Perum Bulog Wilayah Aceh mencapai 36.315 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta program lainnya hingga lima bulan ke depan.

Dengan demikian, upaya Bulog dalam membeli gabah dan beras dari petani Aceh tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah tersebut.

Editor: Akil Rahmatillah

Hotel Koperasi GKPRI-Aceh: Alternatif Penginapan Terjangkau dengan Tingkat Hunian Tinggi

0
Halaman depan Hotel Koperasi, Lampeunurut, Aceh Besar. (Foto: Dok. Hotel Koperasi/OYO)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Hotel Koperasi yang dikelola oleh Gabungan Koperasi Pegawai Republik Indonesia-Aceh (GKPRI-Aceh) terus menunjukkan kinerja positif sejak pertama kali beroperasi pada tahun 2018. Menurut Ketua Koperasi GPRI-Aceh, Dr. Mahadi Bahtera, M.Si, hotel ini merupakan hasil kesepakatan anggota dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang dibiayai oleh modal anggota koperasi serta pinjaman dari pihak ketiga.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pemeriksaan Koperasi Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disop UKM) Aceh, dalam kesempatan pemeriksaan kesehatan koperasi, Rabu (26/6/2024), menyampaikan apresiasi terhadap pengelolaan Hotel Koperasi.

“Usaha perhotelan di Banda Aceh – Aceh Besar memiliki potensi yang menjanjikan jika dikelola dengan baik, terlebih lagi hotel ini dimiliki oleh koperasi,” ujarnya.

Rayhan Kasturi, resepsionis Hotel Koperasi, menjelaskan bahwa hotel ini masuk dalam kategori low budget dengan tarif kamar mulai dari Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per malam.

“Kami memiliki 14 kamar dengan tingkat hunian rata-rata mencapai 80 persen, sehingga kami siap menerima pemesanan mendadak,” jelasnya.

Rayhan juga menambahkan bahwa Hotel Koperasi siap menyambut tamu rombongan, termasuk para peserta dan pengunjung PON XXI Aceh – Sumut yang akan diselenggarakan pada bulan September mendatang. Untuk reservasi, tamu dapat memesan melalui aplikasi OYO atau menghubungi nomor telepon/WhatsApp di 085296933424.

Terletak strategis di Jalan Soekarno Hatta, Lampeunurut, Aceh Besar, Hotel Koperasi mudah dijangkau dan dikelilingi oleh berbagai pilihan kuliner. Lokasinya yang berada di pinggir jalan raya lintas bus besar memudahkan tamu dalam mencari transportasi, termasuk taksi online.

Hotel Koperasi GKPRI-Aceh menawarkan solusi penginapan terjangkau dengan fasilitas yang memadai, memberikan kenyamanan bagi setiap tamu yang menginap.

Editor: Akil Rahmatillah

PWI Aceh Tengah Gelar Konferensi Luar Biasa: Pengurus Baru Terpilih

0
Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Takengon – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tengah mengadakan Konferensi Luar Biasa (KLB) pada Sabtu, 29 Juni 2024, di Kantor PWI Aceh Tengah, Takengon. KLB ini bertujuan untuk memilih ketua dan kepengurusan baru periode 2024-2027.

Pengukuhan pengurus baru dilakukan oleh Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, atas nama Ketua Umum PWI Pusat, Hendry Chairuddin Bangun, di Gedung Ummi Pendopo Bupati Aceh Tengah. Selain pengukuhan Ketua dan Pengurus PWI Aceh Tengah, acara ini juga diisi dengan pengukuhan Ketua dan Pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Aceh Tengah oleh Ketua IKWI Aceh, Ny. Hanifah Nasir Nurdin, atas nama Ketua Umum IKWI Pusat, Dr. Andi Dasmawati, Ph.D.

Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, menjelaskan bahwa KLB ini diadakan sehubungan dengan pengunduran diri Win Yusri Rahman sebagai Ketua PWI Aceh Tengah periode 2022-2025 karena lulus seleksi sebagai Komisioner KIP Aceh Tengah. Berdasarkan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) PWI, Pengurus PWI Aceh menerbitkan Surat Keputusan (SK) Nomor: 102.PWI-Aceh.SK.IV.2024 tanggal 20 April 2024 yang menunjuk Kurnia Muhadi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PWI Aceh Tengah. Dalam melaksanakan tugasnya, Kurnia Muhadi dibantu oleh Irwandi MN sebagai Sekretaris dan Karmiadi sebagai Bendahara.

“Plt Ketua PWI Aceh Tengah bersama Sekretaris dan Bendahara diberi kewenangan penuh untuk menjalankan roda organisasi, tugas kesekretariatan, dan melaksanakan konferensi luar biasa untuk memilih kepengurusan baru periode 2024-2027,” kata Nasir Nurdin, didampingi Sekretaris PWI Aceh, Muhammad Zairin.

Ketua PWI Aceh juga mengingatkan bahwa sejumlah kepengurusan PWI Kabupaten/Kota di Aceh akan berakhir periode kepengurusannya pada akhir 2024. Selain itu, beberapa lainnya sedang berproses untuk peningkatan status dari Kepengurusan Balai menjadi PWI Kabupaten/Kota.

Kepengurusan yang berakhir pada 2024 di antaranya adalah PWI Sabang, PWI Aceh Tamiang, PWI Aceh Singkil, PWI Nagan Raya, PWI Aceh Jaya, dan PWI Kota Subulussalam. Sedangkan yang sedang berproses untuk peningkatan status dari Kepengurusan Balai yaitu Bener Meriah, Simeulue, dan Gayo Lues.

Plt Ketua PWI Aceh Tengah, Kurnia Muhadi, dalam laporannya kepada Pengurus PWI Aceh, menyatakan bahwa pihaknya sudah siap melaksanakan KLB pada 29 Juni 2024. “Kawan-kawan panitia sudah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan suksesnya KLB,” kata Muhadi, selaku Ketua Panitia KLB PWI Aceh Tengah, didampingi Sekretaris Panitia, Irwandi.

Rangkaian KLB berlangsung dari pagi hingga sore di dua tempat terpisah yaitu di Kantor PWI Aceh Tengah (agenda konferensi) dan pengukuhan Ketua serta Pengurus PWI Aceh Tengah periode 2024-2027 di Gedung Ummi Pendopo Bupati Aceh Tengah.

“Kegiatan ini juga dirangkai dengan pengukuhan Pengurus Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Aceh Tengah,” tambah Muhadi.

Ketua PWI Aceh menambahkan bahwa sejumlah Pengurus PWI dan IKWI Aceh akan menghadiri KLB PWI Aceh Tengah. Panitia KLB juga mengundang Forkopimda Aceh Tengah, pejabat SKPK, lintas organisasi termasuk wartawan di luar PWI, LSM, dan mitra kerja lainnya.

Dengan terselenggaranya KLB ini, diharapkan PWI Aceh Tengah dapat terus berkontribusi dalam memajukan dunia jurnalistik di Aceh Tengah dan sekitarnya.

Editor: Akil Rahmatillah