Beranda blog Halaman 1076

Abu Razak Lepas Atlet KONI Aceh Training Camp ke Rusia

0
Abu Razak Lepas Atlet KONI Aceh Training Camp ke Rusia. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Umum KONI Aceh H. Kamaruddin Abu Bakar secara resmi melepas atlet dan pelatih untuk mengikuti Training Camp (TC) ke Federasi Rusia, tepatnya ke Kota Kazan, Ibukota Republik Tatarstan.

Pelepasan dilaksanakan Jumat 28 Juni 2024, di Sekretariat KONI Aceh, Banda Aceh.

TC atlet dan pelatih KONI Aceh yang tengah dipersiapkan untuk PON XXI Tahun 2024 Aceh-Sumut tersebut, direcanakana berlangsung dari tanggal 15 Juli hingga 15 Agustus 2024.

Mereka berasal dari lima cabang olahraga yaitu, anggar, atletik, kurash, sambo dan gulat.

Untuk cabang anggar adalah Irwan Tona, Yudi Anggara Putra, dan Zaidil Al Muqaddin.

Cabang atletik; Fuad Ramadhan dan Tajul Fauzani. Cabang kurash; Khairun Nisah dan Inayah Adela Juwita. Cabang sambo; T. Khalifah, dan Dede Dina Mariana, serta didampingi pelatih T. Ayatullah Bani Baet.

Sementara untuk cabang gulat, Wahyuni dan Ibnu Syawal. Juga turut serta dua orang pendamping dari KONI Aceh, yaitu Muhammad Ami dan Sayed Mahdi.

Dalam arahannnya, Abu Razak—sapaan akrab H. Kamaruddin Abu Bakar—mengingatkan kepada atlet dan pelatih agar dapat memanfaatkan kesempatan TC tersebut secara maksimal.

Realisasi TC ke Kazan, kata Abu Razak, merupakan bagian dari tindaklanjut kerjasama dalam berbagai bidang antara Aceh dengan Rusia, yang telah dijajaki oleh Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, sejak 2022 lalu.

“Saat itu, saya ikut mendamping Wali Nanggroe saat ke Kota Kazan,” kata Abu Razak, didampingi Ketua Pelatda Drs. Bachtiar Hasan dan Sekum Samsul Bahri.

Ia meminta kesempatan TC ke Kazan dapat dijadikan sebagai bagian persiapan maksmimal atlet serta pelatih menghadapi PON pada September mendatang.

Seperti diketahui, Kazan merupakan salahsatu pusat olahraga Federasi Rusia yang pada Piala Dunia tahun 2018 menjadi penyelenggara untuk enam pertandingan.

Kazan juga pernah menjadi tempat penyelenggaraan Universide Tahun 2013. Ini merupakan kejuaraan dunia bagi para mahasisiwa seluruh dunia. Selain itu, setiap tahun Kazan rutin menyelenggarakan International Sport Championship.

Editor: Akil Rahmatillah

Ratusan Siswa MAN 1 Banda Aceh Lulus PTN, Kepsek Terus Jalankan Program UTBK

0
Kepala Sekolah MAN 1 Banda Aceh, Dr. Nursiah, S.Ag., M.Pd. (Foto:dokumen pribadi)

Nukilan.id – Banda Aceh – Siswa MAN 1 Banda Aceh 2024 lulus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lebih banyak dari tahun sebelumnya, yaitu 407 siswa. Adapun yang lulus SNBP sebanyak 74 siswa, Talenta 7 siswa, SPAN 186 siswa, dan SNBT tembus 140 siswa. Menurut data yang diperoleh, siswa yang lulus tahun ini memang jauh lebih meningkat daripada tahun sebelumnya.

Atas pencapaian tersebut, Kepala Sekolah MAN 1 Banda Aceh, Dr. Nursiah sangat bersyukur, apalagi SNBP yang lulus beberapa waktu yang lalu juga lebih banyak dari tahun 2023. Tahun 2023 sebanyak 58 lulus SNBP dan sekitar 130 yang lulus SNBT. Jadi, dari data di atas bisa dikatakan memang tahun ini luar biasa. Katanya, sejak MAN 1 Banda Aceh ditetapkan sebagai MAN unggulan akademik. Ia dan pihaknya terus berinovasi untuk mempersiapkan berbagai macam prestasi anak, salah satunya adalah masuk ke perguruan tinggi yang mereka inginkan.

Namun, ada kendalanya di Aceh karena rata-rata untuk beberapa tahun ini susah sekali orang tua yang mengizinkan anaknya untuk kuliah di luar Aceh. Padahal ia sangat yakin siswa MAN 1 Banda Aceh bukan tidak banyak lulus ke luar Aceh, tetapi tidak diizinkan oleh orang tuanya dengan berbagai macam pertimbangan, baik ekonomi, kenyamanan, dan lainnya. Akan tetapi, siswa yang lulus di USK juga banyak. Pada Fakultas Kedokteran aja mencapai sembilan dan satu yang lulus di Kedokteran Hewan. Jadi, persiapan UTBK itu sudah dimulai sejak siswa kelas X.

“Kita bekerja sama dengan masyarakat karena yang menyekolahkan anaknya pada MAN 1 Banda Aceh adalah mereka,” ucapnya saat diwawancarai Nukilan.id, Jumat (28/6/2024).

Artinya, ia sudah siap dari awal dengan program-program yang sudah dipaparkan dan mereka setuju aja. Malahan, orang tua siswa yang minta program tambahan ada program ini dan program itu, tetapi ia dan pihaknya tetap fokus menjalankan program yang sudah ditetapkan. Bahwa adanya kelas persiapan masuk perguruan tinggi yang sudah dimulai dari kelas X pada saat mereka masuk ke madrasah. Kemudian, MAN 1 Banda Aceh juga punya kelas Kedinasan, tetapi belum ada alumni karena baru berjalan dua tahun. Akan tetapi, antusias untuk masuk kelas Kedinasan ini juga luar biasa. Malahan sekarang sudah dibuka dua kelas.

Dr. Nursiah juga menyampaikan, untuk pengajar UTBK MAN 1 Banda Aceh menggunakan guru PNS di madrasah dengan tupoksinya masing-masing. Kemudian, ada tenaga pengajar dari luar khususnya yang mempunyai kompetensinya yang bagus dan mampu meng-handle soal-soal UTBK C5 dan C6. Itu dipadu-padankan dengan SDM yang ada di madrasah dengan yang direkrut dari luar dan semua itu pembiayaan dari masyarakat yang menyekolahkan anaknya di madrasah tersebut.

Ia menyebut, semua ini terjadi karena dukungan pimpinan, komite, masyarakat, dan lainnya. Kadang-kadang mengapa orang-orang tidak berani bergerak seperti MAN 1 Banda Aceh? Mungkin nanti ada pihak-pihak lain yang menanyakan “Itu dana apa? Kok ada biaya ini dan itu?” Padahal ketika mereka masuk ke dalam dan melihat “Oh ini loh programnya, kita punya program besar, tentunya butuh pembiayaan yang besar.” Lanjutnya, ibarat kue timphan yang isi di dalamnya itu kelapa, tetapi hari ini masyarakat menginginkan timphan di MAN 1 Banda Aceh adalah timphan srikaya. Berarti, kuncinya harus ditambahkan gula, susu, dan lainnya.

“Alhamdulillah sekali, saat dikabari saya sangat senang dan program UTBK ini akan terus kita jalankan dan tingkatkan ke depannya lagi,” pungkasnya. []

Reporter : Auliana Rizky

Survei Poltracking: Safaruddin Unggul dalam Pilkada Abdya 2024

0
Safaruddin Unggul dalam Pilkada Abdya 2024 Menurut Survei Poltracking. (Foto Tangkapan Layar)

NUKILAN.id | Blangpidie – Lembaga survei nasional, Poltracking Indonesia, mengeluarkan hasil survei tingkat keterpilihan calon bupati Aceh Barat Daya (Abdya) pada Pilkada 2024. Dari sejumlah nama yang masuk dalam survei tersebut, Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin, unggul di antara kandidat lainnya yang mencalonkan diri sebagai bupati Abdya.

Dari informasi yang dapatkan oleh Nukilan.id, survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah sampel 400 responden, memiliki margin of error +/- 4.9% pada tingkat kepercayaan 95%. Survei dilakukan secara tatap muka langsung dengan responden terpilih dari periode 19-25 Mei 2024.

Dari hasil survei, tingkat popularitas Safaruddin di Abdya mencapai 88,2%, disusul Romy Syah Putra (75,4%), Jufri Hasanuddin (67,9%), dan Salman Alfarisi (62,3%). Sedangkan tingkat akseptabilitas Safaruddin mencapai 79,5%, disusul Romy Syah Putra (61,3%), Salman Alfarisi (54,1%), dan Jufri Hasanuddin (46,9%).

Dalam simulasi pertanyaan terbuka calon Abdya, Safaruddin memperoleh 41,3% suara, paling terekam dalam ingatan publik, diikuti Salman Alfarisi (21,8%) dan Jufri Hasanuddin (4,1%). Dalam simulasi semi terbuka calon bupati Abdya, Safaruddin memperoleh angka elektabilitas 46,7%, diikuti Salman Alfarisi (25,4%) dan Jufri Hasanuddin (5,1%).

Dalam simulasi surat suara calon bupati Abdya, Safaruddin juga memperoleh angka elektabilitas 54,6%, diikuti Salman Alfarisi (28,5%) dan Jufri Hasanuddin (7,2%). Hasil ini tidak terlepas dari kerja-kerja pro rakyat yang dilakukan Safaruddin selama duduk di DPRA.

Berbagai hasil advokasinya di parlemen telah dirasakan oleh masyarakat Abdya, seperti pembangunan jalan lintas Cot Mane-Guhang, bantuan pembangunan masjid, Gedung Olahraga (GOR) Sigupai Arena, rumah duafa, pembangunan tebing pengaman sungai, serta pemberdayaan UMKM, anak muda, dan kelompok tani. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Minggu 30 Juni Listrik akan Padam di Tiga Kecamatan Aceh Selatan

0
Minggu 30 Juni Listrik akan Padam di Tiga Kecamatan Aceh Selatan. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.id | Tapaktuan – Dalam upaya meningkatkan mutu dan keandalan pendistribusian listrik, PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tapaktuan akan melaksanakan pekerjaan pemeliharaan Trafo Gardu Induk serta Reconnect Trafo Daya 2 di Gardu Induk Blang Pidie. Pekerjaan ini mengharuskan penghentian sementara aliran listrik di beberapa wilayah.

Dilansir dari Instagram resminya, pemadaman listrik dijadwalkan pada Minggu, 30 Juni 2024, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Wilayah yang akan terdampak pemadaman listrik mencakup Kecamatan Tapak Tuan, Kecamatan Samadua, dan Kecamatan Sawang.

“Kami informasikan! Untuk meningkatkan mutu dan keandalan pendistribusian listrik, maka akan dilakukan pekerjaan Pemeliharaan Trafo Gardu Induk dan Reconnect Trafo Daya 2 di Gardu Induk Blang Pidie.” dikutip Nukilan.id pada Jumat, (28/6/2024).

PLN ULP Tapaktuan juga mengimbau kepada seluruh pelanggan di wilayah terdampak untuk mempersiapkan diri dan mengambil langkah antisipatif selama pemadaman berlangsung. Selain itu, PLN akan berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang telah ditentukan agar aliran listrik dapat kembali normal secepat mungkin. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Asisten II Pemko Banda Aceh Ikut Tanam Pohon pada Bakti Sosial Hari Bhayangkara Ke-78

0
Asisten II Pemko Banda Aceh Ikut Tanam Pohon pada Bakti Sosial Hari Bhayangkara Ke-78. (Foto: Humas BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pj Wali Kota Banda Aceh yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Banda Aceh Fadhil, S.Sos, MM mengikuti penanaman pohon pada kegiatan Bakti Sosial dalam rangka Hari Bhayangkara Ke-78 di Pasar Al-Mahira Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Kamis (27/06/2024).

Pada penanaman pohon tersebut, Fadhil meminta agar pohon cemara yang ditanam tersebut dirawat dengan baik.

“Dengan mengucapkan Bismillahirahmanirrahim, semoga pohon cemara ini dapat tumbuh dengan baik dan mohon dirawat dengan baik juga sehingga bisa memberi keteduhan bagi warga yang berbelanja ke Pasar Al-Mahirah,” ucap Fadhil.


Sementara itu, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli mengatakan kegiatan Bakti Sosial di Pasar Al Mahirah ini sebagai salah satu kegiatan dalam memberikan manfaat dan kontribusi Polresta Banda Aceh kepada masyarakat yang ada di Kota Banda Aceh.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepda Pemko Banda Aceh yang telah memfasilitasi sehingga bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Hari ini secara seremonial kita hadir di sini untuk melakukan kegiatan penanaman pohon di belakang pasar ini, kemudian juga ada penyerahan beasiswa, dan penyerahan benih dan bibit tanaman. Saya mengucapkan terimakasih banyak terkhusus Wali Kota Banda Aceh dan jajarannya yang telah memfasilitasi sehingga kami bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.

Editor: Akil Rahmatillah

Ulama Ismail ibn Musa Menk : Cinta Sebelum Menikah itu Palsu

0
Ulama Islam dari Zimbabwe, Ismail ibn Musa Menk (dok : ss dari youtube sungkarsfamily)

Nukilan.id | Banda Aceh – Ulama Islam dari Zimbabwe, yakni Ismail ibn Musa Menk mengatakan cinta sebelum halal atau menikah itu palsu. Jika cinta itu memberikan kebahagiaan, cinta itu dari setan yang membuatnya sangat indah. Akan tetapi, memang benar Allah Swt. menciptakan manusia dan menghiasinya dengan naluri, antara lain senang kepada lawan jenisnya.

Hal ini tidak hanya terjadi kepada manusia dewasa, bahkan juga terjadi pada anak-anak dan remaja. Zaman sekarang banyak orang menikah karena memang mencintainya sebelum mereka menikah bukan karena dijodohkan oleh orang tua atau ustadznya yang dikenal dengan istilah cinta ba’da nikah. Fenomena ini melahirkan dilema boleh tidaknya seseorang jatuh cinta sebelum menikah.

Ada  juga yang sudah terlanjur jatuh cinta akankah segera dinikahkan untuk menghindari perzinaan walaupun belum siap baik secara fisik, psikis, sosial, dan ekonomi? Ataukah perlu dikelola cinta yang ada sehingga tidak terjerumus kepada perilaku ta’aruf (pacaran) yang dilarang oleh agama, seperti berduaan, bermesraan, berciuman, bahkan perzinaan. Dengan demikian, jika memang sudah siap secara fisik, psikis, sosial, dan ekonomi, cinta dua sejoli ini dapat dilanjutkan ke pernikahan yang halal dan aman.

Ulama Ismail ibn Musa Menk mengatakan, sebelum menikah, cinta itu bisa palsu karena anda merasa dicintai, tetapi setanlah yang membuatnya indah. Banyak orang yang sungguh mencintai, tetapi ketika menikah mereka bercerai. Kata orang cinta itu buta, itulah kalau ada orang lain yang melihat kita, mungkin dia merasa ada yang tidak beres dengan diri kita.

Ia juga menyampaikan, sampai pada suatu hari anda berusaha menyangkal, kemudian anda ikut bertikai dengan keluarga anda sendiri karena cinta buta itu. Islam juga mengajarkan kalimat yang sama (cinta itu buta), tetapi orang nonmuslim juga tahu kalimat tersebut. Kita bisa menyukai seseorang sebelum menikahinya, tentu saja.

“Namun, cinta akan tumbuh setelah menikah. Caranya adalah dengan mengerti bahwa kita menikahi pasangan kita dengan nama Allah Swt. yaitu di akad nikah,” ucapnya pada kanal youtube sungkarsfamily yang dikutip Nukilan.id, Jumat (28/6/2024).

Padahal seharusnya, kita wajib menghormati  karena dia adalah putri seorang atau putra seseorang. Seperti ada kalimat saya harus menjadi orang yang baik dan berkontribusi di pernikahan saya. Pasangan saya ini sudah memberikan banyak hal dan saya akan membawa banyak hal untuk keluarga ini.

“InsyaAllah bersama-sama kita akan berkeluarga dan kita akan menikmati hidup ini,” pungkasnya. []

Reporter : Auliana Rizky

Pj Sekda Kota Banda Aceh Harapkan Nilai Capaian MCP 2024 Sesuai Target

0
Pj Sekda Kota Banda Aceh Harapkan Nilai Capaian MCP 2024 Sesuai Target. (Foto: Humas BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Inspektorat menggelar rapat koordinasi Monitoring Centre for Prevention (MCP) Triwulan II di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Kamis (27/06/2024).

Rapat tersebut dipimpin langsung Pj Sekda Kota Banda Aceh Wahyudi, S.STP, M.Si yang didampingi Inspektur Inspektorat Ritasari Pujiastuti, AP, M.Si serta dihadiri beberapa OPD terkait seperti Bappeda, BKPSDM, PUPR, DPMPTSP dan Disdikbud.

Dalam arahannya Pj Sekda Kota Banda Aceh Wahyudi meminta para kepala OPD untuk komitmen terkait pelaksanaan MCP dalam pemenuhan data dan dokumen.

Ia pun berharap, jika pada tahun sebelumnya capaian nilai MCP Kota Banda Aceh berada di angka 96,21 atau di posisi ke-9 tingkat nasional, maka pada tahun 2024 dapat lebih meningkat dengan target capaian 96,89 dan dapat masuk ke posisi 5 besar.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Inspektur Inspektorat Kota Banda Aceh Ritasari Pujiastuti mengatakan ada sedikit perubahan dari area intervensi MCP pada tahun 2024 dimana dana desa tidak lagi menjadi salah satu dari 8 area intervensi MCP.

“Jika sebelumnya penganggaran dan perencanaan digabung dalam satu area intervensi, pada tahun ini di pisah, sementara dana desa tidak lagi menjadi bagian dari area intervensi MCP,” ucap Rita.

Selain itu, Rita juga mengatakan jika pada tahun lalu yang bertindak sebagai verifikator MCP adalah Kemendagri, namun pada tahun ini tim penilaian verifikasi MCP/ verifikator dilakukan langsung oleh KPK.

Editor: Akil Rahmatillah

Pemerhati Pendidikan Desak Pembentukan Qanun Tata Kelola Beasiswa Aceh

0
Ilustrasi Beasiswa. (Foto: CNN Indonesia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Penyelewengan beasiswa Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) kembali mencuat ke permukaan setelah 6 tahun tanpa kejelasan. Amal, seorang pemerhati pendidikan Aceh, mendorong agar pemerintah segera menetapkan qanun tata kelola beasiswa demi menghindari penyalahgunaan di masa depan.

Amal menyoroti bahwa selama ini tidak ada mekanisme yang jelas dalam penentuan penerima beasiswa dari Pemerintah Aceh.

“Selama ini kan main tunjuk-tunjuk saja. Siapa yang dekat itu yang dikasih,” ungkapnya kepada Nukilan.id, Jumat (28/6/2024).

Menurut Amal, salah satu penyebab utama penyelewengan ini adalah ketiadaan qanun atau aturan yang mengatur tata kelola beasiswa Aceh. Akibatnya, banyak penerima dana beasiswa berasal dari kalangan yang seharusnya tidak prioritas, yaitu mereka yang memiliki latar belakang ekonomi yang lebih baik.

“Maka jangan heran kalau penerima dana beasiswa ini kalangan yang mampu. Hal ini karena tidak ada mekanismenya,” ujarnya.

Dia mendukung program beasiswa, namun menegaskan bahwa aturan dan qanun harus dipersiapkan dengan baik agar beasiswa benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat.

Selama ini, menurut Amal, tanpa adanya qanun, proses penjaringan nama penerima beasiswa menjadi tidak sah secara aturan, namun tetap dilakukan karena tidak ada dasar hukum yang melarangnya.

“Karena tidak ada aturan, benar saja, kan tidak ada qanun yang menetapkan tidak boleh. Misalkan, dia menetapkan di luar ketetapan itu salah, tapi karena belum ada aturan sehingga dia tentukan saja orang-orangnya,” jelas Amal.

Oleh karena itu, Amal mendesak agar qanun tata kelola beasiswa Aceh segera disusun dan diberlakukan. Meskipun seharusnya aturan ini sudah ada sebelum program beasiswa dijalankan, dia tetap berharap qanun ini dapat segera terealisasi agar penyaluran beasiswa lebih tepat sasaran dan tidak ada lagi penyalahgunaan.

Terakhir, Amal juga menegaskan bahwa program beasiswa Pemerintah Aceh jangan sampai dihentikan, karena beasiswa ini sangat penting bagi masyarakat Aceh yang membutuhkan dukungan pendidikan.

“Program beasiswa Pemerintah Aceh ini harus terus berjalan, namun dengan tata kelola yang lebih baik,” pungkasnya. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Dispersip Aceh Besar Gelar Lomba Bertutur Tingkat SD dan MI

0
Dispersip Aceh Besar Gelar Lomba Bertutur Tingkat SD dan MI. (Foto: Humas Abes)

NUKILAN.id | Jantho – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Aceh Besar menggelar lomba bertutur tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Aceh Besar di halaman Dispersip Aceh Besar, Kota Jantho, Kamis (27/06/2024). Kegiatan ini diikuti oleh 23 peserta yang berasal dari berbagai sekolah di Aceh Besar. Lomba tersebut bertujuan untuk meningkatkan minat literasi siswa serta melatih keterampilan bertutur di depan umum.

Penjabat (Pj) Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM, yang diwakili oleh Asisten III Jamaluddin S.Sos MM, saat membuka acara tersebut mengungkapkan bahwa berdasarkan survei UNESCO pada tahun 2018, minat baca di Indonesia masih sangat rendah. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan-kegiatan yang dapat membangkitkan minat baca dan semangat literasi.

“Acara seperti lomba bertutur ini sangat penting untuk melatih anak-anak sejak dini agar rajin membaca, berlatih, merangsang pola pikir, serta yang paling penting, mengasah keberanian mereka untuk tampil di depan publik,” ujar Jamaluddin.

Jamaluddin juga menyoroti fenomena penggunaan smartphone di Indonesia. “Lebih dari satu juta orang di Indonesia saat ini menghabiskan sekitar 8 jam sehari dengan menatap layar smartphone, sehingga yang berkembang hanyalah opini yang jauh dari data dan fakta. Untuk menghindari hal tersebut pada generasi kita, mari kita sibukkan mereka dengan kegiatan positif yang dapat merangsang pola pikir yang terampil sebagai bekal masa depan,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan yang diadakan oleh Dispersip, seperti lomba mendongeng, bercerita, dan bertutur, dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Besar, Fazlun SH MT, memberikan apresiasi kepada para guru pembina siswa di sekolah dan madrasah yang telah membimbing dan mendampingi peserta didik sehingga bisa tampil dalam ajang lomba bertutur tingkat kabupaten. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan di tingkat provinsi.

“Ini merupakan ajang unjuk diri di ruang literasi bagi peserta didik. Semoga dapat menjadi media pengembangan diri dan memotivasi sekolah untuk terus menggali potensi peserta didik,” ujar Fazlun.

Salah satu peserta, Nafla Syakira dari MIN 27 Aceh Besar, tampil percaya diri dalam lomba bertutur ini. Ia menunjukkan keterampilan bercerita yang mengagumkan, mencerminkan hasil pembinaan yang baik dari para gurunya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun generasi yang lebih gemar membaca dan memiliki keterampilan komunikasi yang baik, serta mampu berpikir kritis dan kreatif.

Editor: Akil Rahmatillah

dr. Denny Sebut Generasi Gen Z Alami Diabetes Karena Gadget dan Makanan

0
Dosen Ahli di Departemen Kedokteran Keluarga dan Kesehatan Masyarakat UMY, yakni dr. Denny Anggoro Prakoso (dok : foto google profile dosen)

Nukilan.id | Banda Aceh – Dosen Ahli di Departemen Kedokteran Keluarga dan Kesehatan Masyarakat UMY, yakni dr. Denny Anggoro Prakoso menyebut ada banyak hal yang memengaruhi diabetes pada generasi Z zaman sekarang ini. Silakan baca penjelasan di bawah ini!

Diabetes atau penyakit gula (gula darah tinggi) adalah penyakit kronis (jangka panjang) yang perlu kamu waspadai. Adapun tanda utama dari penyakit ini adalah meningkatnya kadar gula darah (glukosa) melebihi nilai normal. Diabetes terjadi ketika tubuh pengidapnya tidak lagi mampu mengambil gula (glukosa) ke dalam sel dan menggunakannya sebagai energi.

Kondisi ini pada akhirnya menghasilkan penumpukan gula ekstra dalam aliran darah tubuh. Penyakit diabetes yang tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan konsekuensi serius, menyebabkan kerusakan pada berbagai organ dan jaringan tubuh. Contohnya organ seperti jantung, ginjal, mata, dan saraf. Kadar gula darah normal yaitu kurang dari 100 mg/dL. Apabila kadar gula darah sudah mencapai 100-125 mg/dL berarti masuk status prediabetes.

dr. Denny Anggoro Prakoso mengatakan, penyebab diabetes pada generasi Z zaman sekarang datang dari berbagai faktor. Diantaranya penggunaan gadget yang lama tidak mengenal batas waktu, mereka lebih banyak berdiam diri, tidak banyak bergerak sehingga berkontribusi pada gaya hidup lebih sebentar atau tidak aktif. Jika seseorang tidak bergerak, jumlah kalori dan energi itu tidak banyak digunakan.

Katanya, ketika mereka berdiam diri, kemudian makan, lebih banyak energi itu yang disimpan. Hasil akhirnya apa? Adanya peningkatan berat badan atau obesitas. Karena faktor risiko orang terserang diabetes itu adalah adanya obesitas atau kegemukan. Di mana lemak-lemak di dalam tubuh itu menghalangi insuli untuk bekerja. Dapat dipahami juga bahwa gen Z sekarang ini hidup di zaman di mana ada kemudahan akses luar biasa terhadap berbagai jenis makanan. Restoran cepat saji, cafe, layanan pengiriman online.

“Ini pilihan yang tidak hanya menawarkan pilihan yang mudah dan cepat, tetapi sering kali memberikan diet yang tinggi kalori dan rendah nutrisi,” ucapnya pada akun instagram  @narasinewsroom yang dikutip Nukilan.id, Jumat (28/6/2024).

Ia juga menyampaikan, beberapa studi melaporkan bahwa gen Z ini mengalami masalah kesehatan mental yang jauh lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. Jadi, mereka memiliki tingkat kecemasan yang tinggi dan mudah sekali stress. Orang stress perlu kita pahami bahwa ketika stress itu akan keluar yang dinamakan hormon stress, yaitu hormon kortisol. Ketika hormon stress ini keluar, maka ini dapat meningkatkan gula darah sehingga ketika stress berkepanjangan.

“Jika tidak dikelola dengan baik dapat memengaruhi kadar gula di dalam tubuhnya,” pungkasnya. []

Reporter : Auliana Rizky