Beranda blog Halaman 1074

Kementerian Koperasi dan UKM Berikan Rp15 Miliar untuk Tingkatkan Produksi Nilam Aceh

0
Nilam dan produk olahannya. (Foto: Halodoc)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Atsiri Research Center-Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (ARC-PUIPT) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh mengumumkan bahwa Kementerian Koperasi dan UKM telah mengalokasikan dana sebesar Rp15 miliar untuk mendukung peningkatan produksi nilam di Aceh.

Menurut Kepala ARC USK Banda Aceh, Syaifullah Muhammad, dana tersebut akan disalurkan kepada lima kabupaten di Aceh, yaitu Aceh Besar, Nagan Raya, Aceh Selatan, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang. Bantuan ini direncanakan untuk membangun rumah produksi serta fasilitas penyulingan nilam, yang dijadwalkan dimulai pada bulan Juli dan Agustus tahun ini.

“Saat ini, industri nilam Aceh mengalami perkembangan signifikan dengan peningkatan jumlah kabupaten yang menanam nilam dari sebelumnya empat kabupaten menjadi 17 kabupaten,” ungkap Syaifullah dalam keterangan resminya.

Peningkatan ini didorong oleh membaiknya harga minyak nilam, yang saat ini mencapai antara Rp1,2 juta hingga Rp1,3 juta per kilogram untuk petani. Hal ini juga sejalan dengan permintaan ekspor yang terus meningkat setiap tahunnya.

Ekspor minyak nilam Indonesia pada tahun 2023 mencapai lebih dari 1.900 ton, meningkat dari 1.400 ton pada tahun sebelumnya. Permintaan dari luar negeri, seperti dari Prancis kepada PT U Green Aromatics International, juga mengalami peningkatan signifikan dari 15 ton menjadi 30 ton per tahun.

Untuk mendukung peningkatan produksi dan kualitas nilam Aceh, ARC USK secara aktif memberikan dukungan kepada petani dan pengusaha penyulingan nilam melalui pembibitan, budi daya, serta pengembangan pasar. Mereka juga terlibat dalam inisiasi teknologi purifikasi minyak nilam menggunakan teknologi molecular distillation dan fractionation untuk menghasilkan produk bergrade tinggi.

Selain itu, ARC USK juga intensif dalam transfer teknologi dan pengembangan komunitas kepada masyarakat dan UMKM, guna mendukung pengembangan usaha dari hulu sampai hilir.

Pengembangan industri nilam Aceh tidak hanya melibatkan kerjasama dengan pemerintah dan BUMN, tetapi juga dengan organisasi internasional seperti International Labour Organization (ILO).

“Kami juga telah menjalin berbagai inisiasi kerja sama dengan Kementerian Koperasi, Kemendikbud Ristek, BRIN, Kemendag, dan BIN untuk mengembangkan ekosistem industri nilam Aceh yang inklusif,” tutur Syaifullah.

Dengan langkah-langkah ini, ARC USK berharap dapat terus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui industri nilam yang berkelanjutan dan berkualitas.

Editor: Akil Rahmatillah

Meninjau Potensi Sungai: Belajar dari Negara Maju untuk Kesejahteraan Warga Banda Aceh

0
Suasana Kota Banda Aceh. (Foto: cdia.asia)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sungai telah lama dikenal sebagai sumber kehidupan. Tidak hanya menyediakan air, tetapi juga menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan bagi masyarakat dan negara yang mampu memanfaatkannya untuk menunjang kehidupan dan kesejahteraan. Di negara-negara maju, sungai dimanfaatkan dengan optimal untuk berbagai kepentingan publik, berbeda dengan di Tanah Air, di mana potensi besar ini belum sepenuhnya dilirik.

Negara-negara maju membangun infrastruktur yang menghadap ke arah sungai, menciptakan pemandangan yang indah dan berfungsi sebagai daya tarik wisata. Sebaliknya, di Banda Aceh, sungai masih sering dianggap sebagai tempat pembuangan akhir berbagai limbah yang dihasilkan manusia. Hal ini jelas terlihat dari kondisi sungai-sungai di kota ini yang seringkali dipenuhi sampah dan limbah rumah tangga.

Saat ditemui Nukilan.id, seorang warga Banda Aceh, Rizki, menyampaikan pendapatnya mengenai kondisi ini. Menurut Rizki, sungai di Banda Aceh sebenarnya memiliki potensi besar. Namun sayangnya, masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan ke sungai.

“Padahal, jika dikelola dengan baik, sungai-sungai ini bisa menjadi destinasi wisata yang menarik,” ujar Rizki kepada Nukilan.id, Sabtu (29/6/2024).

Lebih jauh lagi, Rizki menjelaskan bahwa ia pernah berkunjung ke negara maju dan melihat langsung bagaimana sungai-sungai di sana dikelola. Ia mengatakan bahwa di negara-negara maju, sungai dijadikan sebagai pusat kegiatan masyarakat.

“Ada restoran terapung, jalur bersepeda sepanjang sungai, dan berbagai kegiatan pariwisata lainnya. Ini tidak hanya memperindah kota, tetapi juga mendatangkan pendapatan tambahan bagi daerah,” tambahnya.

Tidak hanya itu, menurut Rizki, pembangunan yang menghadap ke sungai juga memberikan manfaat ekologis. Dengan membangun menghadap sungai, warga bisa lebih mudah mengawasi kebersihannya dan memastikan tidak ada limbah yang mencemarinya.

“Kalau bangunan kita menghadap sungai akan mendorong masyarakat untuk lebih menjaga sungai karena mereka akan sering berinteraksi dengan aliran air ini,” jelasnya.

Melihat contoh negara-negara maju, sudah saatnya pemerintah dan masyarakat di Indonesia, khususnya di Banda Aceh, mulai mengubah cara pandang terhadap sungai. Mengelola sungai dengan baik bukan hanya akan meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan dan mendukung kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Kita semua memiliki peran dalam menjaga dan memanfaatkan sungai dengan bijak. Jika tidak, kita akan terus kehilangan potensi besar yang sebenarnya ada di depan mata. Mari bersama-sama berkontribusi untuk menjadikan sungai sebagai aset berharga bagi kesejahteraan kita semua. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Game Show Nomer 1 di Indonesia, Family 100 Siap Memberikan Kejutan Hadiah Jutaan Rupiah

0
Game Show Nomer 1 di Indonesia, Family 100. (Foto: MNCTV)

NUKILAN.id | Jakarta – Game show Family 100 selalu menghadirkan keseruan dengan berbagai macam pesertanya mulai dari, artis, keluarga, komunitas, arisan, Anak-Anak.

Menyajikan permainan baru dan seru di Family 100, banyak kejutan dan makin banyak hadiah yang bisa langsung di bawa pulang jutaan rupiah dan barang elektronik.

Untuk mendapatkan hadiah, para perserta harus melewati beberapa babak di Family 100. Dimulai dari babak Line Round, para peserta akan menebak jawaban surveinya dan akan mendapatkan hadiah elektronik sesuai dengan hasil urutan jawaban.

Kemudian, di babak Easy Kata para peserta akan menebak top surveinya dari clue yang diberikan Irfan Hakim. Selanjutnya, memasuki babak Petuah (Petunjuk Berhadiah), Irfan Hakim akan berikan kotak kejutan dengan hadiah 3 juta rupiah. Jika cluenya ditambah hadiah akan berkurang -1 Juta. Kotak tersebut berikan benda yang sesuai dengan jawaban dari pertanyaan suvei tersebut.

Terakhir, di babak Final Round, merupakan babak penentuan untuk melaju ke babak Bonus Round. Tim akan memutuskan 1 orang untuk bermain di babak ini. Siapapun bisa bermain disini, tidak hanya kapten tim saja.

Pada minggu ini, Family 100 memecahkan sejarah baru dengan memberikan hadiah utama 1 unit mobil baru saja terpecahkan di tahun ini. Peserta (Komunitas) berhasil memecahkan 5 Top Survei di babak bonus roundnya.

Saksikan keseruan game show Family 100, tayang setiap hari, pukul 19.30 WIB hanya di MNCTV Selalu di Hati.

Editor: Akil Rahmatillah

Hasil Survei Poltracking: Illiza Sa’aduddin Djamal Unggul di Banda Aceh

0
Hasil survei elektabilitas calon wali kota Banda Aceh. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Hasil survei terbaru dari Poltracking terkait Pilkada Kota Banda Aceh bocor ke Publik. Dalam survei tersebut, anggota DPR RI Komisi X, Illiza Sa’aduddin Djamal, muncul sebagai calon wali kota terkuat, mengungguli semua kandidat lainnya.

Dari informasi yang dihimpun Nukilan.id, laporan survei menunjukkan bahwa Illiza Sa’aduddin Djamal memiliki tingkat popularitas tertinggi, mencapai 87,8 persen. Ia diikuti oleh Aminullah Usman dengan tingkat popularitas sebesar 72,0 persen.

Tidak hanya populer, Illiza juga memiliki tingkat akseptabilitas yang tinggi, yaitu 81,2 persen, dibandingkan dengan Teuku Irwan Djohan yang berada di posisi kedua dengan 47,1 persen, dan Aminullah Usman dengan 44,8 persen.

Pada halaman elektabilitas calon wali kota Banda Aceh, survei Poltracking menggunakan metode simulasi semi terbuka dengan pertanyaan, “Jika Pilkada dilaksanakan hari ini, siapa yang akan Anda pilih sebagai wali kota Banda Aceh di antara nama-nama berikut?”

Hasilnya, 44,5 persen responden memilih Illiza Sa’aduddin Djamal, Aminullah Usman memperoleh 15,8 persen, Teuku Irwan Djohan mendapatkan 11,7 persen, dan Zainal Arifin 5,9 persen. Persentase ini mencerminkan dominasi Illiza di antara 21 opsi calon.

Dalam simulasi tiga nama calon wali kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal tetap unggul dengan 55,2 persen, disusul oleh Aminullah Usman dengan 18,1 persen, dan Teuku Irwan Djohan dengan 16,8 persen. Sementara dalam simulasi dua nama calon, Illiza unggul dengan 60,1 persen dibandingkan Aminullah Usman yang memperoleh 20,4 persen.

Selanjutnya, jika hanya dibandingkan antara Teuku Irwan Djohan dan Aminullah Usman, Teuku Irwan Djohan memperoleh angka elektabilitas 33,3 persen, sedangkan Aminullah Usman mendapatkan 27 persen. Namun, dalam perbandingan antara Illiza Sa’aduddin Djamal dan Teuku Irwan Djohan, elektabilitas Illiza jauh lebih tinggi, yaitu 61,8 persen, sementara Irwan Djohan hanya 20,4 persen.

Dengan hasil survei yang menunjukkan dominasi Illiza Sa’aduddin Djamal di berbagai simulasi, tampaknya ia memiliki peluang besar untuk memenangkan Pilkada Banda Aceh. Namun, dinamika politik masih dapat berubah seiring berjalannya waktu dan berbagai faktor lainnya yang dapat mempengaruhi pilihan pemilih. (XRQ)

Editor: Akil Rahmatillah

Sekdako Banda Aceh Buka Lokakarya Penyusunan Dokumen Perencanaan AIDS, Tuberkulosis dan Malaria

0
Pj Sekda Kota Banda Aceh Wahyudi, S.STP, M.Si membuka Lokakarya Penyusunan Dokumen Perencanaan AIDS, Tuberkulosis dan Malaria di Balai Keurukon. (Foto: Humas BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Pj Sekda Kota Banda Aceh Wahyudi, S.STP, M.Si membuka Lokakarya Penyusunan Dokumen Perencanaan AIDS, Tuberkulosis dan Malaria (ATM) Kota Banda Aceh di Balai Keurukon, Jumat (28/06/2024).

Dalam hal ini, Wahyudi mengatakan pentingnya lokakarya penyusunan dokumen perencanaan ATM guna meninjau penyempurnaan dokumen agar valid serta mengacu pada pedoman petunjuk teknis integrasi AIDS, Tuberkulosis dan Malaria.

“Hal ini (lokakarya) penting untuk memastikan bahwa upaya Pemko Banda Aceh dalam penanggulangan penyakit menular dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang optimal,” ungkap Wahyudi.

Adapun pertemuan lokakarya ini juga akan menjadi forum penting untuk merancang rencana tindak lanjut yang konkret untuk melaksanakan program yang terintegrasi.

Wahyudi berharap, dengan adanya lokakarya ini Kota Banda Aceh dapat memiliki dokumen perencanaan yang jelas dan terarah dalam penanggulangan AIDS, TB dan Malaria.

Editor: Akil Rahmatillah

Kakanwil Kemenag Aceh Sampaikan Pembinaan di MTsN 1 Aceh Timur

0
Kakanwil Kemenag Aceh Sampaikan Pembinaan di MTsN 1 Aceh Timur. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari M.Si., menyampaikan pembinaan kepada jajaran Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Aceh Timur pada Jumat pagi di MTsN 1 Aceh Timur. Dalam kegiatan ini, Kakanwil menekankan pentingnya kinerja, tugas dan fungsi (tusi), integritas, serta layanan keumatan.

Dalam acara tersebut, Kakanwil didampingi oleh Kakankemenag Aceh Timur, H. Salamnina, M.A., serta jajaran pejabat terkait. Kakanwil mengajak seluruh jajaran untuk meningkatkan kebersamaan dan kemitraan dengan berbagai pihak dalam menyelesaikan masalah tanah wakaf di wilayah timur Aceh.

Di kawasan Simpang Ulim, Kakanwil mengajak jajaran Kemenag, terutama KUA, penghulu, penyuluh, dan nazir, untuk menyelesaikan ruislagh tanah wakaf demi kepentingan umum.

“Aset umat ini harus dijaga, diselamatkan, dan dioptimalkan manfaatnya bagi agama dan umat,” ujar Azhari.

Selain itu, Kakanwil juga menekankan pentingnya program wakaf produktif (wakpro).

“Kami berharap seluruh jajaran memberikan perhatian lebih besar pada program wakaf produktif. Kemarin di KUA Baktiya, kita juga telah meluncurkan penanaman kelapa wakpro,” tambahnya.

Dalam pembinaan tersebut, Kakanwil juga menyampaikan pentingnya kegiatan mengaji sebelum belajar di semua madrasah dan sekolah. Ia mengajak agar program ini disosialisasikan dan diimplementasikan dengan bijak serta pendekatan dakwah.

Terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024, Kakanwil mengingatkan agar tahapan awal tahun pengajaran dijalankan sesuai aturan. Selain itu, Kakanwil juga menekankan pentingnya sosialisasi dan dakwah mengenai kampanye antinarkoba dan judi online.

Tentang integritas dan pembangunan zona integritas (ZI), Kakanwil meminta seluruh jajaran untuk mengikuti regulasi dan mendukung dengan mengunggah sejumlah eviden yang diminta sistem dan aplikasi.

“Ikuti e-learning antikorupsi dengan KPK misalnya,” tegasnya.

Pembinaan ini dihadiri oleh Kasi Penmad, para Kepala KUA, Kepala Madrasah, dan jajaran terkait lainnya. Sebelumnya, Kakanwil juga meninjau penerapan Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Bersih Melayani (WBBM) di Kankemenag Aceh Utara serta meluncurkan penanaman kelapa wakpro di Baktiya.

Di Kota Lhokseumawe, Kakanwil mengadakan pembinaan bagi puluhan nazir wakaf untuk Wilayah 2 (Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara). Sebelumnya, ia juga meninjau pembangunan RKB MAN 1 Pidie dan area tol terkait tanah wakaf di Padang Tiji.

Dengan serangkaian kegiatan tersebut, Kakanwil berharap seluruh jajaran Kemenag Aceh dapat meningkatkan integritas dan pelayanan kepada masyarakat serta memaksimalkan manfaat aset wakaf untuk kepentingan umat.

Editor: Akil Rahmatillah

Enam Program Studi Bidang Ilmu Kesehatan Universitas Syiah Kuala Raih Akreditasi Internasional ASIIN

0
Universitas Syiah Kuala. (Foto: Humas USK)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Enam program studi (prodi) bidang ilmu kesehatan di Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil meraih akreditasi internasional dari Lembaga ASIIN, Jerman. Akreditasi penuh ini berlaku mulai 29 Juni 2024 hingga 30 September 2028.

Adapun enam prodi tersebut adalah Prodi Pendidikan Dokter Hewan (S1), Pendidikan Profesi Dokter Hewan, Pendidikan Dokter (S1), Pendidikan Profesi Dokter, Sarjana Keperawatan (S1), dan Pendidikan Profesi Ners. Masing-masing prodi ini berada di bawah tiga fakultas berbeda, yaitu Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Fakultas Kedokteran (FK), dan Fakultas Keperawatan (FKEP).

Ketua Tim Akreditasi Internasional ASIIN Cluster Medical Sciences USK 2024, Dr. drh. Mustafa Sabri, MP, mengungkapkan bahwa pencapaian ini menggenapkan pengakuan penuh menjadi lima tahun, terhitung sejak Juli 2023. Sebelumnya, keenam prodi ini telah memperoleh pengakuan awal yang berlaku hingga April 2024.

“Semua ini bisa diraih berkat kekompakan dan kebersamaan anggota tim dalam menyelesaikan semua dokumen perbaikan tepat pada waktunya, dengan dukungan Rektor USK dan para dekan beserta seluruh jajarannya,” ujar Mustafa.

Dekan dari masing-masing fakultas, drh. Teuku Reza Ferasyi, MSc, PhD (FKH), Dr. dr. Safrizal Rahman, MKes, SpOT (FK), dan Dr. Teuku Tahlil, SKp, MS (FKEP), turut menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama dan dedikasi luar biasa dari tim penyusun dokumen.

“Kami berharap prestasi ini dapat membawa manfaat bagi rekognisi internasional ketiga fakultas dan juga USK,” ucap Teuku Reza.

Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, turut mengucapkan selamat dan mengapresiasi kerja keras serta kesabaran tim penyusun dokumen.

“Akreditasi internasional penuh enam prodi ini akan semakin memperkuat dukungan untuk mewujudkan USK sebagai World Class University (WCU). Di sisi lain, pengakuan ini memberikan gambaran positif bagi komunitas internasional terkait standar pelayanan dan mutu pendidikan di kampus ini yang telah diakui secara global. Semoga semua hasil ini membawa manfaat bagi USK, masyarakat Aceh, serta Indonesia,” ujar Marwan.

Prestasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pengakuan internasional bagi USK, menjadikannya lebih siap bersaing di kancah global.

Editor: Akil Rahmatillah

Wali Nanggroe Ajak Tiga PTN Aceh Perluas Kemitraan Hingga ke Rusia

0
Wali Nanggroe Ajak Tiga PTN Aceh Perluas Kemitraan Hingga ke Rusia. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Kazan — Wali Nanggroe Aceh, Tengku Malik Mahmud Al-Haythar, mengajak tiga Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Aceh, yakni Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Malikussaleh (Unimal), dan Universitas Teuku Umar (UTU) untuk memperluas kemitraan internasional hingga ke Rusia. Upaya ini ditandai dengan kunjungan ke Kazan State Power Engineering University (KSPEU) pada Rabu (26/6/2024) waktu setempat.

Rombongan dari Aceh, yang dipimpin langsung oleh Wali Nanggroe, disambut hangat oleh Rektor KSPEU, Edvard Abdullazyanov, beserta jajaran. Dalam kesempatan tersebut, Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan, bersama pimpinan Unimal dan UTU, menandatangani perjanjian kerjasama dengan KSPEU.

Kerja sama ini mencakup berbagai bidang, termasuk sumber daya energi terbarukan seperti solar dan panas bumi, serta kesehatan, pertanian, data sains, dan kecerdasan buatan. Selain itu, juga disepakati kerja sama di bidang sosial, meliputi resolusi konflik, pertumbuhan ekonomi, dan mitigasi bencana.

“Kami berharap kesepakatan ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi Aceh, khususnya dalam pengembangan energi terbarukan dan sektor-sektor strategis lainnya,” ujar Prof. Marwan.

Rektor KSPEU, Edvard Abdullazyanov, juga menyampaikan apresiasinya atas inisiatif ini. Menurutnya, kemitraan ini sangat penting bagi kedua belah pihak dan diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan.

“Kami berterima kasih kepada rombongan perguruan tinggi di Aceh yang telah berinisiatif membangun kerja sama ini. Upaya yang dimulai oleh Wali Nanggroe Aceh sejak 2022 kini telah menunjukkan hasil yang konkret,” kata Edvard.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, rombongan Wali Nanggroe juga diajak melihat berbagai fasilitas di KSPEU, termasuk lokasi pembuatan mobil listrik, proses pengerjaan e-digital transportasi yang menggunakan baterai lithium-ion, dan pembangkit listrik tenaga polygon. Mereka juga menyaksikan cara kerja robot pemantau jaringan listrik bawah tanah.

Wali Nanggroe berharap kunjungan ini dapat memberikan dampak positif bagi upaya kesejahteraan dan pembangunan di Aceh.

“Alhamdulillah, apa yang telah kita jajaki sejak 2022 lalu, hari ini sudah menunjukkan hasil. Pihak KSPEU sangat serius dengan upaya kerjasama ini, begitu juga dari pihak kita, harus serius dan maksimal,” ujar Wali Nanggroe.

Kerjasama ini diharapkan dapat memperkuat hubungan internasional dan membawa manfaat bagi pembangunan berkelanjutan di Aceh.

Editor: Akil

20 Finalis Agam Inong Kota Banda Aceh Ikut Karantina

0
Agam Inong Kota Banda Aceh. (Foto: Humas BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 20 finalis Agam Inong Kota Banda Aceh mengikuti karantina Pemilihan Agam Inong Banda Aceh 2024 selama empat hari mulai tanggal 26-29 Juni 2024 di Fhandika Boutique Hotel.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Banda Aceh, Said Fauzan, S.STP, M.A menjelaskan bahwa selama masa karantina, para finalis akan mengikuti berbagai kegiatan pembinaan dan pelatihan.

“Selain pengetahuan tentang pariwisata dan budaya Aceh, para finalis juga akan dibekali dengan keterampilan publik speaking dan leadership,” kata Said, Kamis (28/06/2024).

Said mengatakan, 20 finalis ini telah lulus tahap seleksi sebelumnya dan akan menjalani serangkaian penilaian untuk menentukan siapa yang layak menyandang gelar Agam dan Inong Banda Aceh 2024 pada malam puncak pemilihan yang akan digelar pada tanggal 29 Juni 2024 mendatang di gedung AAC Dayan Dawood.

Said menekankan bahwa pentingnya ajang ini sebagai upaya melestarikan budaya Aceh dan mempromosikan pariwisata daerah.

“Pemilihan agam inong bukan sekadar kontes kecantikan, tapi juga wadah untuk menggali potensi generasi muda Banda Aceh sebagai duta pariwisata dan budaya,” kata Said.

Terlebih, kata Said kedepan Aceh akan ada event besar yaitu PON XXI sehingga keberadaan agam inong ini menjadi tourism ambassador agent bagi pengunjung pariwisata ke Aceh khususnya Kota Banda Aceh.

Said berharap seluruh finalis dapat berkontribusi besar dalam mempromosikan semua potensi wisata yang ada di Banda Aceh sehingga kunjungan wisata di Banda Aceh meningkat.

Editor: Akil Rahmatillah

Kurikulum Satuan Pendidikan 2024/2025 Diimplementasikan di SMA Aceh Utara

0
Kurikulum Satuan Pendidikan 2024/2025 Diimplementasikan di SMA Aceh Utara. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Lhoksukon – Masa liburan sekolah di Aceh Utara tidak menyurutkan semangat para pelaku pendidikan untuk terus berkolaborasi dalam menyusun Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) untuk tahun ajaran 2024/2025. Pada Kamis (26/6), SMA Negeri 1 Syamtalira Bayu menjadi saksi kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan dari 35 sekolah, terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan staf pengajaran sekolah.

Antusiasme peserta terlihat dari kesungguhan mereka dalam menyerap materi yang diharapkan dapat segera diaplikasikan begitu mereka kembali ke sekolah masing-masing.

Khairuddin, S.Pd., M.Pd., Ketua Komunitas Belajar Regional III Kepala SMA Aceh Utara, sebagai narasumber kegiatan, menekankan pentingnya KSP sebagai pedoman utama pengelolaan pembelajaran di sekolah untuk tahun mendatang. Ia juga menegaskan komitmen untuk mengintegrasikan Kurikulum Merdeka dengan Kurikulum Aceh yang mengedepankan nilai-nilai keislaman dan kebudayaan dalam semua aspek kegiatan sekolah, baik dalam ranah akademik maupun ekstrakurikuler.

“Kami menyambut baik program dari Dinas Pendidikan Provinsi Aceh yang menekankan penerapan Kurikulum Merdeka berlandaskan Kurikulum Aceh. Hal ini menjadi landasan utama bagi pengembangan aktivitas di sekolah,” ujar Khairuddin.

Narasumber lainnya, Saifullah, S.Pd., M.Pd., Pengawas Binaan Sekolah Penggerak Aceh Utara, juga memberikan kontribusi penting dalam pembahasan ini.

Dalam sambutannya, Drs. Ahmad, M.Pd., koordinator pengawas yang mewakili Kacabdisdik Aceh Utara, Drs. Ahmad Yamani, M.Pd., mengungkapkan apresiasi atas inisiatif komunitas belajar dalam melaksanakan kegiatan ini. “Kegiatan ini menunjukkan keseriusan kepala sekolah dan pimpinan sekolah dalam mempersiapkan masa depan pendidikan yang lebih baik,” ucapnya.

Dengan berbagai kontribusi dan komitmen yang ditunjukkan, diharapkan implementasi KSP ini akan membawa dampak positif bagi kemajuan pendidikan di Aceh Utara pada tahun ajaran mendatang.

Editor: Akil Rahmatillah