Beranda blog Halaman 1072

Kisah Hidup Adolf Dassler: Dari Bengkel Kecil Hingga Pendiri Merek Apparel Olahraga Terkenal

0
Adolf Dassler. (Foto: Adidas)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Siapa yang tidak kenal Adidas? Salah satu merek olahraga paling terkenal di dunia ini didirikan oleh Adolf Dassler, sosok yang kisah hidupnya mencerminkan ketekunan, inovasi, dan dedikasi terhadap keunggulan.

Dari penelusuran Nukilan.id, Adolf Dassler lahir pada 3 November 1900 di Herzogenaurach, Jerman. Tumbuh dalam keluarga yang memiliki minat dalam pembuatan sepatu, Dassler sejak kecil telah dipengaruhi oleh lingkungan sekitar yang akrab dengan dunia sepatu olahraga.

Pada tahun 1924, Adolf bersama saudaranya, Rudolf, mendirikan perusahaan yang kelak dikenal sebagai Adidas. Berawal dari bengkel kecil, mereka mulai memproduksi sepatu olahraga dengan tangan mereka sendiri. Namun, perjuangan sejati dimulai ketika Perang Dunia II meletus. Pabrik mereka diambil alih oleh pemerintah Nazi untuk kepentingan militer.

Dalam situasi sulit tersebut, Adolf Dassler tetap gigih menjaga agar perusahaannya tetap beroperasi. Setelah perang berakhir, ia berhasil mendapatkan kembali pabriknya dan memulai kembali bisnis yang sempat terhenti.

Salah satu momen puncak dalam sejarah Adidas adalah ketika mereka memasok sepatu bagi atlet Amerika Serikat yang berkompetisi di Olimpiade Munich 1972. Ini menjadi langkah besar yang menjadikan Adidas dikenal di seluruh dunia. Sejak saat itu, Adidas terus tumbuh dan berkembang, menjadi salah satu merek olahraga paling ikonik.

Adolf Dassler dikenal sebagai inovator dalam dunia sepatu olahraga. Ia sering berkolaborasi dengan atlet untuk mengembangkan sepatu yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Salah satu inovasinya adalah menciptakan sepatu dengan sol karet yang lebih tahan lama dan memberikan cengkeraman lebih baik pada lapangan.

Sepanjang hidupnya, Adolf Dassler tidak hanya mendirikan merek olahraga yang sukses, tetapi juga membangun warisan inovasi dan dedikasi terhadap atlet. Ia meninggal pada tahun 1978, namun Adidas tetap menjadi pemimpin dalam industri sepatu dan pakaian olahraga.

Kisah hidup Adolf Dassler menginspirasi banyak orang untuk mengikuti impian, bekerja keras, dan mencapai keunggulan dalam segala hal yang dilakukan. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Mengenal Hamzah Fansuri: Ulama Besar dari Aceh yang Misterius

0
Syeikh Hamzah Fansuri. (Foto: Cyber Dakwah)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Nama Hamzah Fansuri begitu kesohor di dunia Melayu, terutama di tanah kelahirannya, Aceh. Di provinsi yang dihuni oleh lebih dari lima juta penduduk ini, nama ulama dan penyair besar ini kerap dikenang sebagai sufi dan penulis syair yang berpengaruh pada zamannya.

Dari beberapa sumber, Nukilan.id mendapatkan informasi bahwa, karya-karyanya mengisi lembaran sejarah klasik Aceh di rak-rak perpustakaan, menjadi saksi bisu keagungan budaya literasi masa lalu.

Salah satu syair yang terkenal adalah:

“…Kenal diri mu hai anak Jamu
Jangan lupa akan diri kamu
Ilmu hakikat yang ia kau ramu
Supaya terkenal ‘ali adamu.” (Hamzah Fansuri)

Syair ini, diklaim sebagai karya Hamzah Fansuri, berisi nasihat bijak bagi manusia dalam menempuh kehidupan di dunia. Syair-syair Hamzah Fansuri kerap dijadikan pengingat akan pentingnya mengenal dan memahami diri sendiri.

Asal usul Hamzah Fansuri masih menjadi misteri hingga kini. Beberapa sumber menyebutkan bahwa ia berasal dari Barus, sebuah wilayah yang dulunya masuk dalam kekuasaan Aceh. Sementara itu, ada juga yang berpendapat bahwa ia lahir di Ayutthaya, ibu kota lama Kerajaan Siam.

Nama ‘Fansuri’ sendiri berasal dari arabisasi kata Pancur, sebuah kota kecil di pesisir barat Tapanuli Tengah, dekat kota bersejarah Barus. Pada masa Kerajaan Aceh Darussalam, kampung Fansur dikenal sebagai pusat pendidikan Islam di bagian selatan Aceh.

Sebagaimana asal usulnya yang masih misteri, makam Hamzah Fansuri pun hingga hari ini tidak bisa dipastikan keberadaannya. Pendapat pertama mengatakan makamnya terletak di Desa Oboh, Kecamatan Runding, Kota Subulussalam, Aceh Selatan. Pendapat lain menyebutkan makamnya berada di Desa Ujung Pancu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.

Terlepas dari misteri tersebut, pengaruh Hamzah Fansuri tetap terasa kuat hingga kini. Syair-syairnya masih dibaca dan dipelajari, menjadi bagian penting dari khazanah sastra dan spiritualitas Aceh.

Dengan demikian, Hamzah Fansuri bukan hanya sekadar nama dalam sejarah, melainkan simbol kebesaran ilmu dan sastra yang terus hidup dalam ingatan masyarakat Aceh dan dunia Melayu. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Sapardi Djoko Damono dan Karya Fenomenalnya ‘Hujan Bulan Juni’

0
Sapardi Djoko Damono dan "Hujan Bulan Juni". (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebagai seorang sastrawan ternama, banyak karya Sapardi Djoko Damono yang dikenang hingga kini. Salah satu karya ikoniknya adalah “Hujan Bulan Juni”. Karya ini tidak hanya berhenti sebagai puisi, tetapi juga telah diadaptasi menjadi novel, komik, lagu, hingga film.

Dari penelusuran Nukilan.id, Pada tahun 1994, kumpulan puisi “Hujan Bulan Juni” diterbitkan dengan total 102 puisi di dalamnya. Kumpulan puisi ini telah diterjemahkan ke dalam empat bahasa, yaitu Inggris, Jepang, Arab, dan Mandarin.

Sapardi menjelaskan alasan di balik penulisan puisi ini. Ia menulis puisi ini pada tahun 1989 ketika hujan memang jarang turun di bulan Juni. Puisi tersebut ditulisnya di ruang kerja rumahnya yang menghadap ke Telaga Situ Gintung di Ciputat, Tangerang Selatan.

Kisah “Hujan Bulan Juni” kemudian berkembang menjadi sebuah novel trilogi. Sapardi hanya membutuhkan waktu enam bulan untuk menyelesaikan novel “Hujan Bulan Juni”, yang diadaptasi dari puisinya dengan judul yang sama. Novel setebal 144 halaman ini mengisahkan perjalanan hidup Sarwono dan Pingkan yang penuh dengan getir dan manis.

Saat peluncuran novelnya, Sapardi mengungkapkan bahwa ia tidak pernah menyangka puisinya akan diadaptasi menjadi lagu, komik, dan film. Bahkan, ia juga ikut berperan dalam film adaptasi “Hujan Bulan Juni” yang tayang pada 2 November 2017. Film ini dibintangi oleh Adipati Dolken dan Velove Vexia, dengan Sapardi berperan sebagai ayah dari tokoh utama, Sarwono.

Meski sempat menolak tawaran Luna Maya untuk mengadaptasi karyanya menjadi film karena draf skenario yang dianggap melenceng dari makna asli puisinya, akhirnya film “Hujan Bulan Juni” tetap diproduksi dengan Adipati Dolken dan Velove Vexia sebagai pemeran utama. Film ini disutradarai oleh Reni Nurcahyo Hestu Saputra dan turut menghadirkan artis seperti Ira Wibowo, Baim Wong, Surya Saputra, hingga aktor asal Jepang Koutaro Kakimoto.

Sapardi tetap profesional saat menjadi pemeran dalam film garapan Reni tersebut. “Dua hari sebelum saya main, dibilangin sama sutradara, ‘Nanti Pak Sapardi main’, ya udah enggak bisa nolak. Saya main sebagai bapaknya Sarwono,” kenang Sapardi.

Warisan karya Sapardi Djoko Damono akan terus hidup dan dikenang oleh generasi selanjutnya, menginspirasi banyak orang melalui keindahan kata-kata dan makna mendalam yang tertuang dalam setiap karyanya. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

KPK dan Kadin Aceh Gelar Diskusi Pencegahan Korupsi Selama Empat Hari

0
KPK dan Kadin Aceh Gelar Diskusi Pencegahan Korupsi Selama Empat Hari. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh — Mulai Selasa, 25 Juni hingga Jumat, 28 Juni 2024, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh serta sejumlah asosiasi untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman di Gedung Balè Saudagar Aceh, Jalan Taman Makam Pahlawan, Banda Aceh. Acara ini dilaksanakan di ruang rapat utama Kadin Aceh dan berlangsung selama empat hari, menarik perhatian publik yang melintas di sekitar kantor Kadin.

Kedeputian Pencegahan dan Monitoring KPK, dipimpin oleh Pahala Nainggolan, menugaskan Satuan Tugas (Satgas 1) Direktorat Antikorupsi Badan Usaha yang fokus pada masalah sektoral, seperti infrastruktur dan manufaktur. Satgas 1 dipimpin oleh Teguh Widodo, yang juga mempresentasikan materi mengenai regulasi dan berbagai modus tindak pidana korupsi di badan usaha. Anggota Satgas 1 yang hadir meliputi Ristian Pangarso selaku PIC wilayah Provinsi Aceh, Bram Agustian Zahro, dan Bunga Putri Simatupang.

Pada hari pertama, sebelum diskusi dimulai, Teguh Widodo menjelaskan secara rinci berbagai masalah dan modus korupsi seperti suap untuk mendapatkan izin usaha dan persekongkolan tender pengadaan barang dan jasa. Walaupun sudah ada platform layanan elektronik dan berbasis digital seperti OSS, LPSE, dan e-katalog, korupsi masih saja terjadi. Inilah yang menjadi fokus perhatian KPK untuk mendapatkan masukan dan saran dari para pelaku usaha yang tergabung dalam Kadin dan berbagai asosiasi.

Direktorat Antikorupsi Badan Usaha Kedeputian Pencegahan dan Monitoring KPK menjadikan sektor perizinan usaha, pembangunan infrastruktur, dan manufaktur sebagai sasaran utama edukasi antikorupsi. Sektor-sektor ini dikenal sebagai tempat yang rawan terjadi korupsi, terutama dalam bentuk suap dan gratifikasi untuk memperoleh izin usaha dan memenangkan tender proyek.

Satgas juga menjelaskan tujuh jenis korupsi dari 30 jenis yang diatur dalam UU No. 31 Tahun 1999 dan perubahannya, yaitu: korupsi yang terkait dengan kerugian keuangan negara, suap-menyuap, penggelapan dalam jabatan, pemerasan, perbuatan curang dalam pengadaan, benturan kepentingan dalam pengadaan, dan gratifikasi.

Dari pihak Kadin Aceh, hadir Wakil Ketua Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia Teuku Yusuf, SH, Wakil Ketua Koordinator Bidang Perekonomian H. Ramli, SE, Wakil Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan Iqbal Idris Aly, dan Direktur Eksekutif Kadin Teuku Jailani, SE. Teuku Yusuf menyatakan dukungan penuh Kadin terhadap langkah KPK dalam mendapatkan masukan langsung dari pelaku usaha.

“Kami yakin bahwa upaya yang ditempuh oleh KPK adalah itikad baik dari pemerintah untuk mengefektifkan pencegahan kerugian negara yang disebabkan oleh korupsi,” ungkap Teuku Yusuf.

Teuku Yusuf menambahkan bahwa Kadin sebagai mitra strategis pemerintah selalu siap mendukung KPK dalam meningkatkan kerjasama kemitraan untuk membina, mengedukasi, dan memberi arahan agar para pelaku usaha tidak terjebak dalam korupsi.

Asosiasi Aspadin, yang bergerak di bidang pemanfaatan air tanah untuk air isi ulang, belum pernah menemui anggotanya terlibat dalam kasus korupsi.

“Mudah-mudahan tidak terjadi, kita doakan, dan sampai sekarang kami terus melakukan usaha dengan baik,” jelas Harun.

Ketua Asosiasi Pengelola Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Aceh, Yusri, mengakui adanya biaya-biaya yang harus dikeluarkan dalam operasional usaha.

“Memang sudah terbiasa terjadi, kita nikmati saja. Ke depan, budaya tidak korupsi ini kita mulai dari kita sendiri sebagai pelaku usaha. Jangan Korupsi, sudah begitu saja,” ungkap Yusri dengan nada pasrah.

Diskusi dan sharing pengalaman ini masih akan berlangsung hingga Jumat, 28 Juni 2024, dengan menghadirkan berbagai asosiasi sektoral seperti Gapensi, Gabpeknas, Askonas, Inkindo, Apindo, Aprindo, Apji, dan Ppji.

KPK berharap kegiatan ini memberikan pemahaman yang jelas tentang aktivitas yang bisa dikenai undang-undang tindak pidana korupsi, serta memberikan rasa aman dan perlindungan kepada para pengusaha agar dapat menjalankan usaha secara sehat, berkomitmen, dan berintegritas tanpa terbebani biaya-biaya tidak seharusnya yang merugikan negara dan masyarakat.

Editor: Akil Rahmatillah

Marthunis Dorong Optimalisasi BLUD SMK di Aceh untuk Manfaatkan Layanan Publik

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A, buka Pelatihan Keuangan BLUD SMK Negeri Tahun 2024. (Foto: RRI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dalam upaya meningkatkan efektivitas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, S.T., D.E.A, mendorong para pengelola BLUD untuk memastikan layanan mereka berjalan sesuai dengan peruntukannya. Hal ini disampaikan dalam pembukaan Pelatihan Keuangan BLUD SMK Negeri Tahun 2024 di Aula Dinas Pendidikan Aceh pada hari Jumat.

Aceh saat ini memiliki 68 BLUD SMK yang dianggap sebagai pencapaian yang patut diapresiasi. Namun, Marthunis mengingatkan bahwa memiliki BLUD tidak cukup; penting juga bahwa manfaat dari sistem ini dirasakan secara nyata.

“Kita ingin BLUD tidak hanya menjadi formalitas belaka, tetapi benar-benar menjadi tempat belajar yang profesional dan fleksibel seperti di dunia kerja nyata,” ujarnya.

Pelatihan ini dihadiri oleh kepala sekolah dan pengurus dari 68 BLUD SMK yang telah diluncurkan oleh Gubernur Aceh pada Maret 2023 lalu di Banda Aceh. Marthunis menegaskan pentingnya pengelolaan BLUD yang tidak hanya formalitas belaka.

“Pengelolaan yang fleksibel tidak berarti sembarangan, tetapi harus memiliki pembukuan yang benar,” tegasnya.

Selain itu, Marthunis mengajak para pengelola BLUD untuk mendaftarkan produk-produk mereka ke E-Katalog, dengan janji bahwa Dinas Pendidikan Aceh akan mendukungnya dengan memesan produk tersebut jika terdaftar. Ia juga optimis bahwa dengan kerja sama yang baik, SMK di Aceh bisa menjadi contoh yang baik dalam mengelola BLUD.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala UPTD PTKK Dinas Pendidikan Aceh, Azizah, S.Pd., M.Pd., menambahkan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memastikan seluruh BLUD bergerak serentak dan saling mendukung. Ia berharap ada SMK yang bisa menjadi role model dalam pengelolaan BLUD di Aceh.

Dengan semangat untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Aceh, Marthunis menekankan pentingnya sinergi antara pendidikan dan dunia kerja melalui BLUD SMK yang efektif dan berdaya saing tinggi.

Editor: Akil Rahmatillah

PT Pupuk Indonesia dan PT PIM Silaturahmi dengan Ketua Umum Kadin Aceh

0
PT Pupuk Indonesia dan PT Pupuk Iskandar Muda Bersilaturahmi dengan Ketua Umum Kadin Aceh. (Foto: Kadin Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh, Ir. H. Muhammad Iqbal, menerima kunjungan dari PT Pupuk Indonesia (PT PI) yang didampingi oleh PT Pupuk Iskandar Muda (PT PIM), di Kantor Kadin Aceh yang terletak di Gedung Balee Saudagar Aceh.

Rombongan yang dipimpin oleh Vice President Perkebunan I, PT PI, Khairudin, menyampaikan perkembangan terbaru terkait produksi dan distribusi pupuk di Indonesia. Hingga pertengahan tahun 2024, PT PI berhasil mencatatkan kapasitas produksi sebesar 14 juta ton, termasuk produksi urea sebesar 9,4 juta ton dan NPK sebesar 4,4 juta ton.

Selain itu, perusahaan ini juga mencatatkan produksi amonia sebesar 7 juta ton, menjadikannya produsen amonia terbesar di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika Utara. Posisi PT Pupuk Indonesia di pasar global diperkuat dengan posisi keenam dalam produksi amonia, mengungguli pesaing utama seperti Qatar Gas yang memproduksi 3 juta ton amonia dunia.

Produk pupuk berbasis nitrogen dari PT PI memberikan kontribusi signifikan terhadap produktivitas pertanian, dengan 56 persen berasal dari unsur nitrogen, 29 persen dari fosfat, dan 15 persen dari kalium.

Muhammad Iqbal juga menjelaskan kondisi perkebunan di Aceh, khususnya perkebunan kelapa sawit yang luasnya mencapai 242.819 hektar dengan produksi CPO sebesar 444.436 ton pada tahun 2020. Wilayah Pantai Barat Aceh dikenal sebagai kawasan perkebunan kelapa sawit terbesar di provinsi ini, menarik perhatian PT PI dan PT PIM untuk lebih mendukung produktivitas kebun plasma dan kebun petani melalui kontribusi pupuk mereka.

Dalam kesempatan ini, PT PIM juga memaparkan peningkatan produksinya, termasuk pembangunan pabrik NPK berkapasitas 500 ribu ton per tahun dan pengoperasian kembali Pabrik Urea PIM-1 berkapasitas 570 ribu ton. Divisi Agro Consultan PT PIM juga siap menjadi mitra bagi petani dalam mengoptimalkan pemupukan sesuai dengan kondisi tanah, iklim, dan jenis tanaman.

Kunjungan ini juga ditemani oleh Teuku Jailani, SE, sebagai Direktur Eksekutif dan Wakil Ketua Umum Kadin Aceh bidang perbankan dan keuangan serta komtap luar negeri.

Perbincangan antara PT PI, PT PIM, dan Kadin Aceh juga menggarisbawahi pentingnya menyederhanakan mekanisme pemasaran pupuk di dalam negeri dan ekspor, untuk mendukung kemudahan akses bagi mitra distributor dan vendor pupuk.

Acara ditutup dengan pertukaran cendera mata dan sesi foto bersama, menandai kesuksesan kunjungan ini dalam mempererat kerjasama antara sektor industri pupuk dengan Kadin Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

IPSI Kota Langsa Sabet Juara Umum Seleksi Pencak Silat Road To PON XXI/2024 Aceh-Sumut

0
Atlet Pencak Silat IPSI Langsa. (Foto: Waspada Aceh)

NUKILAN.id | Langsa – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Langsa meraih prestasi gemilang sebagai juara umum dalam seleksi Pencak Silat Aceh Road To PON XXI/2024 Aceh-Sumut. Dalam kompetisi yang berlangsung di Hotel Amel Convention, Banda Aceh, sejak 26 hingga 30 Juni 2024, Kota Langsa tidak hanya memborong empat medali emas tetapi juga meloloskan delapan atletnya untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut.

Ketua IPSI Kota Langsa, H. Ilham Pangestu bersama Ketua I IPSI Kota Langsa, Mayor Inf. Erman, menyampaikan rasa syukur atas capaian ini.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada para pelatih dan pesilat Kota Langsa yang telah berjuang keras dalam latihan untuk meraih prestasi ini dan mengharumkan nama IPSI Kota Langsa,” ujar Ilham Pangestu.

Prestasi gemilang ini ditandai dengan meraih empat medali emas, termasuk kemenangan dalam kategori Regu Putri dan Regu Putra serta kelas tanding kategori I Putra dan J Putra. Dwina Tasya Khaylazuhra, Murniwati, Sabrina, Andri Mariza, Irvan, Surya Ramadhan, Muhammad Taufik, dan Putra Reza Arianda menjadi pahlawan di balik prestasi ini.

Ilham Pangestu yang juga anggota DPR RI dari Partai Golkar menegaskan komitmen untuk terus mempersiapkan atlet-atlet Kota Langsa menjelang PON XXI.

“Kami akan kembali berbenah dan fokus pada latihan teknis serta peningkatan kekurangan lainnya untuk menghadapi ajang nasional ini,” tambahnya.

Penghargaan juga disampaikan kepada Manajer Tim Ketua Binpres IPSI Langsa, Herwandi, S.Pd, S.Pd.I, M.Pd, serta pelatih kategori Tanding, As’ari, S.Pd, dan pelatih kategori Seni, Awayna Farahazwany, S.Pd, atas dedikasi dan bimbingan mereka kepada para atlet.

Kemenangan ini tidak hanya diharapkan berakhir pada seleksi PON saja, namun diharapkan dapat berlanjut hingga pada pelaksanaan PON XXI.

“Kami tetap optimis dan siap menghadapi tantangan dari lawan-lawan yang telah mempersiapkan diri dengan baik,” tutup Ilham Pangestu.

Editor: Akil Rahmatillah

PS Lambhuk Tumbangkan Sidiq FC, Lolos ke Babak Delapan Besar HIPMI Aceh Cup 2024

0
Pemain PS Lambhuk melakukan selebrasi usai membobol gawang Sidiq FC dalam pertandingan HIPMI Aceh Cup 2024. (Foto: bolaacehsport.com)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kejutan terjadi di hari ketiga HIPMI Aceh Cup 2024 saat PS Lambhuk mengalahkan tim unggulan Aceh Utara, Sidiq FC dengan skor 3-2 di Lapangan PS AMLA Lamteungoh, Aceh Besar, Sabtu (29/6) sore. Pertandingan yang dipimpin oleh wasit Putra Zulfahmi ini menjadi sorotan karena ketegangan dan ambisi dari kedua tim untuk meraih kemenangan.

PS Lambhuk, yang dibimbing oleh pelatih Rian Apriliansyah, tampil agresif sejak awal dengan menurunkan skuat terbaiknya seperti Bima Lesmana, Ikhsan Juli, dan M. Tio Aditya. Mereka berhasil memimpin lewat gol cepat Sidiq Langsa di menit ke-20, yang tak mampu diantisipasi oleh kiper Sidiq FC, Fakhrurrazi Quba.

Namun, Sidiq FC tidak menyerah begitu saja. Di menit ke-32, Muharir berhasil menyamakan kedudukan untuk timnya. PS Lambhuk kembali unggul di penghujung babak pertama melalui gol Ikhsan Juli melalui skema tendangan sudut, menjadikan skor 2-1 untuk mereka.

Memasuki babak kedua, PS Lambhuk tidak mengendurkan serangannya. Ikhsan Juli kembali mencatatkan namanya di papan skor dengan gol kedua di menit ke-59, membuat skor menjadi 3-1. Meski Sidiq FC mempersempit kedudukan lewat gol Muharir di menit ke-77, upaya mereka tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan.

Pertandingan berlangsung sengit di tengah guyuran hujan, namun skor 3-2 untuk keunggulan PS Lambhuk tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan. Dengan hasil ini, PS Lambhuk berhasil melaju ke babak delapan besar HIPMI Aceh Cup 2024, menyusul AKMC FC Lampanah dan PS AMLA Lamteungoh.

Jadwal selanjutnya dalam turnamen ini akan mempertemukan Kuta Blang Putra melawan Sabang FC pada Minggu (30/6), diikuti oleh Antam FC vs PON Aceh pada Senin (1/7), Persela 90 vs Kresna FC pada Selasa (2/7), Malaga FC vs Leubu United pada Rabu (3/7), dan Mantap D’Legend vs Faruq FC pada Kamis (4/7).

Dengan demikian, HIPMI Aceh Cup 2024 terus menyajikan pertandingan menarik dan penuh tensi bagi para penggemar sepak bola di Aceh.

Editor: Akil Rahmatillah

Aceh Raih Sukses Gemilang di Kejurnas Panahan Yunior dan Barebow di Batam

0
Pelatih panahan Aceh, Gagarudi mengalungkan medali emas kepada atlet Aceh, Mursyidan Zhafiri. (Foto: Dok. Perpani Aceh)

NUKILAN.id | Batam – Atlet panahan dari Pusat Latihan Daerah (Pelatda) Aceh yang dibina oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) meraih prestasi gemilang dengan memboyong tiga medali emas dan satu medali perak pada Kejuaraan Nasional kategori yunior dan barebow, yang berlangsung di Batam dari 26 Juni hingga 4 Juli 2024.

Mursyidan Zhafiri menjadi bintang dengan mengukir prestasi luar biasa di divisi standar nasional. Sabtu lalu (29/6/2024), Mursyidan berhasil meraih tiga medali emas dari lomba sesi 1, 2, dan total sesi. Sementara itu, Rhadatul Ais menyumbangkan satu medali perak juga di divisi standar nasional pada sesi 1.

Total, Kejuaraan Panahan ini diikuti oleh 629 atlet dari 29 provinsi di seluruh Indonesia.

Menurut Pelatih tim panahan Aceh, Gagarudi, keikutsertaan atlet Pelatda ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai uji coba untuk persiapan menghadapi PON XXI Aceh-Sumut tahun 2024. “Keberhasilan ini merupakan bukti nyata dari persiapan yang matang untuk menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi,” ujarnya.

Selain berlaga di Batam, tim panahan Aceh juga melakukan uji coba di Bogor dalam ajang 6th BOGOR OPEN ARCHERY CHAMPIONSHIP 2024. Di sana, atlet-atlet kategori sentralisasi dan desentralisasi dari berbagai divisi bersaing untuk meraih prestasi di event yang bergengsi ini.

Prof Dr Nyak Amir, M.Pd, Ketua Umum Pengprov Perpani Aceh, mengungkapkan bahwa partisipasi dalam kejuaraan ini menunjukkan komitmen yang kuat dari atlet-atlet Aceh untuk terus meningkatkan prestasi dan mengharumkan nama daerah.

Editor: Akil Rahmatillah

Satresnarkoba Polres Aceh Timur Amankan Tiga Terduga Pengedar Sabu

0
Satresnarkoba Polres Aceh Timur Amankan Tiga Terduga Pengedar Sabu. (Foto: Humas Polres Aceh Timur)

NUKILAN.id | Idi Rayeuk– Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Aceh Timur berhasil mengamankan tiga orang terduga pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu di dua lokasi terpisah, berdasarkan informasi dari masyarakat yang resah terhadap aktivitas ilegal tersebut.

Penangkapan dilakukan pada Rabu (26/06/2024) malam di Gampong Blang Barom, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur. Dua dari ketiga pelaku, berinisial AF (20) dan AL (18), kedapatan menyimpan dua paket sabu seberat total 15,38 gram dalam sebuah kotak rokok. Selain sabu, petugas juga menyita sepeda motor dan satu unit handphone dari keduanya.

Pelaku ketiga, berinisial MU (37), diamankan di Gampong Tanjong Tualang, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur, pada Kamis (27/06/2024) dini hari. Dari MU, disita tujuh paket sabu dengan total berat 5,30 gram.

Kasat Resnarkoba Polres Aceh Timur, AKP Yusra Aprilla, mengungkapkan bahwa kesembilan paket sabu yang disita dari ketiga pelaku memiliki total berat 20,68 gram (bruto). Ketiga pelaku juga mengakui bahwa barang haram tersebut milik mereka dan akan dijual kembali.

“Kasus ini masih dalam pengembangan lebih lanjut,” ujar Yusra pada Sabtu (29/06/2024).

Penangkapan ini merupakan hasil kerja keras Satresnarkoba dalam menindak lanjuti informasi dari masyarakat terkait aktivitas narkotika di wilayah tersebut.

Editor: Akil Rahmatillah