Beranda blog Halaman 1045

Nelayan Aceh Terdampar di Myanmar, DKP Aceh Lengkapi Identitas dan Dokumen Kapal

0
Ilustarasi nelayan. (Foto: GNFI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh mengungkapkan bahwa pihaknya telah melengkapi identitas nelayan serta dokumen kapal yang terdampar di Myanmar guna memudahkan penanganan oleh otoritas setempat.

“Kami juga sudah menyampaikan identitas nelayan dan data dokumen kapal,” ujar Kepala DKP Aceh, Aliman, di Banda Aceh, Sabtu (13/7/2024).

Sebelumnya, KM Aslam Samudera yang berangkat dari pelabuhan perikanan nusantara Idi, Aceh Timur, pada 24 Juni 2024 dengan tujuh anak buah kapal (ABK) terdampar di perairan Myanmar pada Minggu, 7 Juli 2024. Kapal tersebut kehabisan bahan bakar minyak (BBM), sehingga mereka harus mencari perlindungan dan akhirnya terdampar di perairan Myanmar.

Mereka kemudian dibantu oleh kapal patroli Angkatan Laut Myanmar dan dibawa ke pelabuhan Kawthaung untuk diproses lebih lanjut. Adapun identitas tujuh nelayan yang terdampar tersebut adalah M Nur (nakhoda), Annas (kepala kamar mesin), serta lima ABK lainnya yakni Mustafa Kamal, Abdullah, Helmi, Mola Zikri, dan Muzakir.

Aliman menyatakan, kelengkapan identitas nelayan dan dokumen kapal tersebut telah dilaporkan langsung kepada Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemenlu RI, Judha Nugraha.

“Kemenlu telah memberikan respons cepat untuk membantu proses nelayan Aceh itu, dan segera mengirimkan nota diplomatik kepada otoritas di Myanmar,” ujarnya.

PWNI merespons cepat dengan mengatakan bahwa mereka segera mengirim nota diplomatik ke otoritas setempat untuk mendapatkan akses kekonsuleran. Berdasarkan informasi yang diterima, nelayan Aceh yang terdampar di Myanmar masih dalam pemeriksaan oleh otoritas terkait di sana. Diharapkan segera ada kejelasan terkait status mereka.

“Informasi yang kita dengar, mereka sedang menjalani pemeriksaan, dan sejauh ini belum diketahui apakah mereka melanggar aturan atau tidak. Kami berharap segera mendapatkan kejelasan,” kata Aliman.

Editor: Akil

Muzakir Manaf Ajak Kader dan Simpatisan Partai Aceh Jaga Soliditas di Pilkada 2024

0
H. Muzakir Manaf. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Aceh, Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, mengajak seluruh kader dan simpatisan Partai Aceh untuk menjaga soliditas menjelang Pilkada 2024. Ajakan ini disampaikan Mualem dalam rapat koordinasi (rakor) yang berlangsung di Hotel Harmoni Langsa, Sabtu (13/7/2024).

Rapat yang bertema “Partai Aceh Berdaulat” ini dihadiri oleh seluruh pengurus dan kader Komite Peralihan Aceh (KPA) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh. Mualem menegaskan bahwa seluruh kader dan simpatisan KPA/PA wajib bekerja ekstra keras dan tampil sebagai pemenang pada Pilkada 2024.

“Kepada seluruh anggota DPRA dan DPRK dari Partai Aceh, saya tegaskan agar tetap menjaga soliditas sebagai kunci utama dalam menghadapi Pilkada 2024 nanti,” ucap Mualem.

Dalam acara tersebut, turut hadir Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Aceh, Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak, Ketua DPW Partai Aceh se-Aceh, Panglima Wilayah KPA ban Sigom Aceh, serta para kader dan simpatisan Partai Aceh.

Mualem juga mengingatkan adanya potensi proyek politik adu domba menjelang Pilkada, yang bertujuan untuk meruntuhkan soliditas Partai Aceh. Ia menegaskan bahwa kondisi ini akan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

“Menghadapi Pilkada 2024 ini, Partai Aceh harus efektif mengemban misi dan solid terkonsolidasi, sehingga berjaya di ajang Pilkada. Waspadai pihak yang mengaku sebagai sahabat Partai Aceh, padahal dirinya hanya sebagai penyusup. Ini telah kita rasakan pada Pilkada tahun 2017 yang lalu,” tegas Mualem.

Ia berharap rakor ini dapat semakin mempererat kekompakan sesama anggota dewan utusan Partai Aceh, baik di DPRA maupun DPRK seluruh Aceh, demi memperjuangkan kemajuan masyarakat Aceh di berbagai sektor, termasuk menjaga stabilitas politik dan keamanan menjelang Pilkada serentak pada 27 November 2024 mendatang.

Editor: Akil

Bank Indonesia Dorong Digitalisasi Keuangan di Aceh Lewat Sambot Muharram Raya

0
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Zahrol Fajri dan Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh dalam opening ceremony Sambot Muharram Raya di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Sabtu 13 Juni 2024 malam. (Foto: Nukilan/Rezi)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sambot Muharram Raya resmi dibuka di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada Sabtu (13/7/2024) malam.

Acara ini diselenggarakan Bank Indonesia Provinsi Aceh dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah dan mendorong digitalisasi keuangan di Aceh dengan meningkatkan akselerasi QRIS.

Pembukaan acara Sambot Muharram Raya ditandai dengan pukul beduk oleh Pj Gubernur Aceh yang diwakili oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Zahrul Fajri dan Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Rony Widijarto.

Dalam sambutannya, Rony Widijarto menyampaikan bahwa Sambot Muharram Raya merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan refleksi dan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, baik dalam hal ibadah maupun sosial. 

Momentum ini juga dimanfaatkan oleh BI Aceh untuk mempercepat transformasi digital, khususnya digitalisasi keuangan, dengan meningkatkan akselerasi QRIS di Aceh.

Rony menjelaskan bahwa QRIS telah terbukti mempercepat dan memperbaiki ekonomi. Penggunaan QRIS yang mudah dan aman ini menjadi terobosan untuk meningkatkan inklusi keuangan, yaitu akses keuangan kepada masyarakat.

“QRIS ini dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, bahkan yang tidak memiliki rekening bank pun bisa dengan mudah terlayani,” ujar Rony.

Lebih lanjut, Rony menjelaskan bahwa selama dua hari penyelenggaraan Sambot Muharram Raya, berbagai kegiatan edukasi dan literasi keuangan akan diadakan. Bank-bank yang terlibat juga menyediakan booth untuk konsultasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang QRIS.

Rony juga menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan transaksi digital. “QRIS selain mudah dan aman, juga telah teruji keamanannya. Apapun gangguan yang terjadi, uang tidak mungkin hilang karena ada backup dan memungkinkan untuk ditelusuri,” jelas Rony.

Sementara itu, Pj Gubernur Aceh yang diwakili oleh Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Zahrol Fajri mengucapkan selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 H dan berharap di tahun baru ini semua diberi keberkahan, kesehatan, dan kemakmuran.

Zahrol mengapresiasi upaya Bank Indonesia dan perbankan syariah di Aceh dalam meningkatkan digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS.

“QRIS ini diharapkan akan memudahkan transaksi keuangan bagi para atlet, official, dan tamu yang berkunjung ke Aceh dalam rangka PON Aceh-Sumut 2024,” tuturnya.

Zahrol juga mengapresiasi peluncuran aplikasi digital yang mendukung pelaksanaan PON 2024 dan berharap penerapan aplikasi ini dapat dilakukan dengan sukses.

“Mudah mudahan penerapan aplikasi ini nantinya bisa dilakukan dengan sukses karena sangat membatu para atlit dan tamu selama berada di Aceh,” pungkasnya. 

Reporter: Rezi

Pelaku Usaha Mikro Dominasi Penggunaan QRIS di Aceh, Pemerhati Ekonomi Beri Apresiasi

0
Ilustrasi QRIS.(Foto: BI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Aceh menyebutkan bahwa pelaku usaha mikro mendominasi penggunaan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Aceh. Hingga Mei 2024, tercatat sebanyak 152.340 merchant di Aceh telah mengimplementasikan QRIS sebagai alternatif pembayaran non-tunai.

Menurut data yang dirilis oleh Bank Indonesia, usaha mikro menjadi yang paling dominan dalam penggunaan QRIS, dengan jumlah mencapai 110.110 merchant atau setara dengan 72 persen dari total merchant yang menggunakan QRIS. Hal ini menunjukkan bahwa usaha mikro di Aceh semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan sistem pembayaran digital.

Menanggapi hal tersebut, Mukhlis, seorang pemerhati ekonomi Aceh, menyampaikan apresiasinya terhadap para pelaku UMKM yang telah berinovasi dengan memanfaatkan QRIS.

“Ini merupakan langkah yang sangat positif, karena dengan QRIS, transaksi menjadi lebih cepat dan aman, serta memudahkan pelanggan dalam melakukan pembayaran,” ujar Mukhlis kepada Nukilan.id, Sabtu (13/7/2024).

Mukhlis juga menambahkan bahwa dengan semakin banyaknya pelaku usaha mikro yang menggunakan QRIS, diharapkan dapat meningkatkan inklusi keuangan di Aceh.

“Dengan QRIS, para pelaku usaha mikro tidak hanya mampu meningkatkan efisiensi transaksi, tetapi juga dapat memperluas pasar mereka, karena pelanggan dari berbagai daerah dapat dengan mudah melakukan pembayaran tanpa harus membawa uang tunai,” tambah Mukhlis.

Penggunaan QRIS sebagai sistem pembayaran digital di Aceh diharapkan terus meningkat, seiring dengan kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap transaksi non-tunai. Bank Indonesia juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pelaku usaha mengenai pentingnya penggunaan QRIS dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan efisien.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga keuangan, diharapkan penggunaan QRIS di Aceh dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian daerah. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

SMRC: Mayoritas Publik Aceh Kecewa dengan Kinerja Nova Iriansyah

0
Mantan Gubernur Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah, MT. (Foto: MC Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kinerja mantan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mendapat sorotan tajam dari masyarakat. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), sebanyak 58 persen warga Aceh menolak jika Nova Iriansyah maju dalam Pilkada Aceh 2024.

Berdasarkan survey tersebut, Nukilan.id juga menemukan bahwa hanya 21 persen publik yang bersedia memilih Nova Iriansyah kembali, sementara sisanya belum menentukan sikap mereka.

Selain itu, kepuasan masyarakat terhadap kinerja Nova Iriansyah selama menjabat sebagai gubernur juga terbilang rendah. Sebanyak 41 persen warga menyatakan puas dengan kinerja Nova, sementara 45 persen lainnya mengaku tidak puas.

Elektabilitas Nova Iriansyah juga mengalami penurunan yang signifikan. Dari 10 tokoh yang disurvei oleh SMRC, Nova hanya menduduki posisi kelima dengan tingkat elektabilitas sebesar 4,3 persen.

Temuan ini mencerminkan ketidakpuasan masyarakat Aceh terhadap kinerja Nova Iriansyah selama enjabat sebagai gubernur. Menjelang Pilkada Aceh 2024, nama Nova Iriansyah tampaknya harus berusaha lebih keras jika ingin kembali mendapatkan dukungan dari masyarakat. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Data Dirjen Dukcapil: Hanya 11,47% Penduduk Aceh Besar Tamat Pendidikan Tinggi

0
Ilustrasi Kuliah. (Foto: CNBC Indonesia)

NUKILAN.id | Jantho – Tingkat pendidikan merupakan suatu kondisi tingkat pendidikan yang dimiliki oleh seseorang melalui pendidikan formal sebagai usaha mengembangkan potensi diri.

Data terbaru dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kabupaten Aceh Besar mencapai 435,3 ribu jiwa pada tahun 2023. Namun, fakta yang cukup mengejutkan adalah hanya 11,47% dari total penduduk yang telah menamatkan pendidikan tinggi.

Analisis data dari Nukilan.id menunjukkan bahwa penduduk yang memiliki pendidikan Diploma 1 (D1) dan Diploma 2 (D2) tercatat sebesar 1,07%, sementara yang berpendidikan Diploma 3 (D3) mencapai 2,51%. Penduduk yang telah menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) mencapai 7,71%, sedangkan yang bergelar Magister (S2) hanya 0,17%, dan Doktor (S3) sangat minim, hanya 0,01%.

Lebih lanjut, proporsi penduduk yang menamatkan pendidikan SMA mencapai 28,09%. Sementara itu, lulusan SMP dan SD masing-masing tercatat sebesar 13,9% dan 13,63%.

Namun, terdapat pula angka yang cukup memprihatinkan. Sebanyak 12,23% penduduk Kabupaten Aceh Besar belum tamat SD dan bahkan terdapat 20,68% penduduk yang tidak atau belum pernah bersekolah.

Berikut ini adalah rincian jumlah penduduk Kabupaten Aceh Besar berdasarkan jenjang pendidikan pada akhir tahun 2023:

– S3: 43 jiwa (0,01%)
– S2: 735 jiwa (0,17%)
– S1: 33,55 ribu jiwa (7,71%)
– D3: 10,94 ribu jiwa (2,51%)
– D1 dan D2: 4648 jiwa (1,07%)
– SMA: 122,28 ribu jiwa (28,09%)
– SMP: 60,49 ribu jiwa (13,9%)
– Tamat SD: 59,35 ribu jiwa (13,63%)
– Belum Tamat SD: 53,22 ribu jiwa (12,23%)
– Tidak/Belum Sekolah: 90,04 ribu jiwa (20,68%)

Data ini menunjukkan masih perlunya upaya yang lebih intensif dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di Kabupaten Aceh Besar. Pemerintah daerah bersama dengan berbagai pihak terkait diharapkan dapat merumuskan kebijakan dan program yang efektif untuk mendorong peningkatan tingkat pendidikan penduduk setempat. Hal ini sangat penting untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di masa depan. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Bappeda Aceh Besar Gelar Bimtek Input Indeks Inovasi Daerah

0
Bappeda Aceh Besar Gelar Bimtek Input Indeks Inovasi Daerah. (Foto: MC Abes)

NUKILAN.id | Jantho – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Aceh Besar, menggelar Bimbingan Teknis (bimtek) Penginputan Indeks Inovasi Daerah di Aula Bappeda Aceh Besar, Kota Jantho, Kamis (11/07/2024).

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk upaya peningkatan kualitas indeks inovasi daerah serta mendorong terwujudnya inovasi daerah yang berkualitas.

Kepala Bappeda Rahmawati SPd MSi mengatakan, bimbingan teknis diikuti para operator di berbagai organisasi perangkat daerah dalam lingkup Pemkab Aceh Besar, rumah sakit hingga kecamatan. “Kita mengajak untuk berkolaborasi dalam menciptakan inovasi yang dapat meningkatkan kualitas layanan publik dan memajukan pembangunan daerah,” ujarnya.

Rahmawati juga menekankan, pentingnya inovasi dalam pembangunan daerah, karena dapat mempercepat peningkatan kualitas layanan publik serta memperkuat daya saing daerah.”Bimtek ini, dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada para operator di perangkat daerah tentang pentingnya penginputan indeks inovasi daerah,” ucapnya.

Di sisi lain, ia menegaskan Pemkab Aceh Besar memiliki komitmen yang kuat dalam mendorong terciptanya inovasi berkualitas yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.”Adanya kegiatan ini juga, diharapkan para perangkat daerah dapat terus berinovasi dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” paparnya.

Untuk itu, bimtek ini diharapkan semua OPD, rumah sakit hingga kecamatan dapat terus berinovasi dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, dan memberikan dampak positif dalam pembangunan daerah.”Ini merupakan tantangan bagi perangkat daerah, bagaimana bisa memberikan berbagai pelayanan yang baik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Terkait bentuk inovasi, Ia menerangkan inivasi dibagi kedalam 4 aspek, yaitu pertama, Inovasi dalam suatu bentuk, misalnya dalam bentuk pemerintahan, pertanian dan sebagainya. Kedua, Inovasi dalam jenis digital maupun non-digital. Ketiga, Inovasi yang diusulkan baik secara lembaga maupun perorangan. Serta keempat, Inovasi yang dikategorikan dalam kewilayahan.

“Sehingga aspek-aspek inovasi ini dapat menjadi ruang yang dapat dilakukan dan tentu saja inovasi itu akan mendapatkan penilaian sebagai sebuah karya yang patut diapresiasi nantinya,” demikian Rahmawati.

Editor: Akil

Akademisi IAIN Langsa Sarankan Partai Aceh Dirikan Sekolah Kader

0
Dr. Muhammad Alkaf, akademisi dari IAIN Langsa. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Langsa – Dr. Muhammad Alkaf, akademisi dari IAIN Langsa, menyarankan Partai Aceh untuk mendirikan Sekolah Kader Partai. Alkaf menilai, keberadaan sekolah partai sangat penting untuk menjaga idiologi dan arah kebijakan partai serta membentuk kader yang siap menjalankan amanah di lembaga legislatif dan eksekutif.

“Partai nasional umumnya memiliki sekolah partai, seperti PDIP, Gerindra, dan Nasdem. Sekolah partai menjadi wadah pembinaan dan penempaan kader, sehingga ideologi dan arah kebijakan partai terjaga dengan baik,” ujar Alkaf dalam acara Bimbingan Teknis bagi anggota DPR Aceh dan DPRK se-Aceh yang diselenggarakan oleh Partai Aceh di Hotel Harmoni Langsa, 13 Juli 2024.

Menurut Alkaf, pendirian Sekolah Kader Partai Aceh sangat penting untuk menjaga nilai-nilai perjuangan partai. Selain itu, sekolah partai juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kader sehingga mereka mampu beradaptasi dengan perubahan politik, aturan hukum, dan berbagai pembaharuan lainnya.

“Selain menjaga nilai-nilai perjuangan, sekolah partai juga akan menjadi pintu gerbang bagi kader baru yang ingin mengenal dan bergabung dengan Partai Aceh,” tambah Alkaf.

Alkaf juga menegaskan bahwa keberadaan sekolah partai akan menunjukkan bahwa Partai Aceh telah berbenah, terbuka, dan siap menjadi partai yang modern. Menurutnya, Partai Aceh merupakan etalase Aceh; sehingga, untuk melihat bagaimana Aceh berkembang, bisa dilihat dari corak, isi, dan muatan Partai Aceh, terutama dari segi sumber daya manusia dan kebijakan perjuangannya.

“Sekolah partai akan menjadi indikasi bahwa Partai Aceh telah berbenah, terbuka, dan menjadi partai yang modern,” tegas Alkaf.

Acara Bimbingan Teknis ini dihadiri oleh para anggota DPR Aceh dan DPRK se-Aceh dari Partai Aceh, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para anggotanya dalam menjalankan tugas-tugas legislatif.

Dengan adanya masukan dari Dr. Muhammad Alkaf ini, diharapkan Partai Aceh dapat mempertimbangkan pendirian Sekolah Kader sebagai langkah strategis untuk memperkuat partai dan memastikan keberlanjutan perjuangan partai dalam membangun Aceh ke depan.

Editor: Akil

Kontingen Aceh Timur Raih Posisi Ketiga dalam POPDA XVII 2024

0
Pj Bupati Aceh Timur Mahyuddin mengalungkan medali ke atlet takraw di Kompleks Idi Sport Center. (Foto: Diskominfo Aceh Timur)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kontingen Aceh Timur berhasil menempati posisi ketiga dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XVII 2024, yang berlangsung di Kabupaten Aceh Timur. Koordinator Pertandingan Cabang Olahraga (Cabor) POPDA XVII/2024, Ashadi, mengumumkan bahwa kontingen ini berhasil mengumpulkan total 35 medali, dengan rincian 11 medali emas, tujuh perak, dan 17 perunggu.

Cabor panahan menjadi andalan utama, menyumbang lima dari sembilan medali emas yang diraih. Atlet-atlet panahan ini menunjukkan performa gemilang sejak hari kedua hingga keempat penyelenggaraan di Lapangan Panahan Gampong Beusa, Peureulak Barat, Aceh Timur.

Banda Aceh masih kokoh di puncak klasemen dengan mengumpulkan 73 medali, sementara Pidie mengikuti di urutan kedua dengan 47 medali. Kontingen Aceh Besar menempati posisi keempat dengan perolehan 37 medali, diikuti oleh Kontingen Kota Lhokseumawe dengan 32 medali.

Ashadi menegaskan bahwa persaingan masih sengit, dengan berbagai pertandingan seperti sepak bola, basket, tinju, dan lainnya masih berlangsung. Publikasi hasil terbaru perolehan medali dari setiap cabor diumumkan setiap hari pukul 23.59 WIB.

“Kami terus memantau perkembangan pertandingan dan berharap POPDA ini berjalan lancar hingga penutupan,” ujar Ashadi.

Dengan demikian, POPDA XVII 2024 tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga panggung bagi para atlet muda Aceh untuk menunjukkan prestasi terbaik mereka.

Editor: Akil

BUMDes Gampong Lamjabat Jual Produk Pupuk Kohe

0
Jual beli pupuk kohe produksi BUMDes Gampong Lamjabat. (Foto: Diskominfo BNA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gampong Lamjabat menjual produk pupuk kohe sapi fermentasi. Hal ini disampaikan oleh Camat Meuraxa, Mustafa, Jumat (12/07/2024).

Mustafa mengatakan pupuk kohe ini merupakan produksi dari BUMDes Gampong Lamjabat yang berfokus pada jual beli produk pupuk.

“Harga pupuknya Rp5 ribu, alamat produksinya di Jalan Cot Aron Gampong Lamjabat di depan SMA Negeri 6 Banda Aceh. Pupuknya itu mengandung kohe sapi 60%, sekam arang 10%, ampas tebu 20% dan lainnya 10%,” katanya.

Mustafa menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Gampong Lamjabat yang telah membentuk dan menjalankan BUMDesa dengan baik.

“Pendirian BUMDesa harus berorientasi pada kepemilikan bersama yaitu pemerintah gampong dan masyarakat, tidak hanya memberikan manfaat finansial seperti pajak dan pendapatan asli gampong tetapi juga manfaat ekonomi secara luas seperti lapangan kerja, ekonomi berkelanjutan dan lainnya,” ucapnya.

Mustafa berharap produk ini bisa terus dikembangkan dan menjadi contoh untuk gampong yang lain.

Editor: Akil