Beranda blog Halaman 1028

Ketua DPRA Desak Kemendagri Bersikap Tegas Terhadap Pj Gubernur Aceh

0
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Zulfadli. (Foto: Dok. DPRA)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Zulfadli yang akrab disapa Tgk Abang, mendesak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk bertindak tegas terhadap Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Bustami Hamzah. Desakan ini muncul seiring dengan tindakan politik Bustami melalui timnya, yang terlihat dari penyebaran spanduk, baliho, hingga pembentukan tim di berbagai daerah.

“Kemendagri harus bertindak sesuai dengan keputusan yang telah dituangkan dalam surat No: 100.2.1.3/2314/SJ tertanggal 16 Mei 2024,” tegas Tgk Abang dalam keterangan tertulis yang diterima Nukilan.id, Minggu (21/7/2024). Keputusan tersebut menyatakan bahwa pengunduran diri para penjabat gubernur maupun bupati/walikota harus disampaikan 40 hari sebelum tanggal pendaftaran pasangan calon.

Tgk Abang menilai, tindakan Bustami Hamzah telah melampaui batas kewenangan seorang penjabat kepala daerah.

“Saya meminta Mendagri Tito Karnavian untuk segera bersikap terhadap perilaku Pj Gubernur Aceh Bustami Hamzah yang telah melenceng dan bertindak tidak sejalan dengan perannya sebagai pimpinan daerah,” ujarnya.

Ketua DPRA juga menekankan pentingnya menghindari perlakuan khusus dan istimewa yang dapat merugikan bakal calon lainnya menjelang pendaftaran Pilkada.

“Jangan sampai ada ketidakadilan, karena prinsip berdemokrasi adalah berkeadilan bagi semua kandidat di Pilkada,” tegasnya.

Desakan ini muncul di tengah polemik terkait aktivitas politik Pj Gubernur Aceh yang dinilai telah melampaui batas kewenangannya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Kemendagri maupun Pj Gubernur Aceh terkait isu ini.

Editor: Akil Rahmatillah

Nasrul Zaman di Universitas Jabal Ghafur Sigli: Mahasiswa Harus Peduli Politik

0
Nasrul Zaman sebut Mahasiswa Harus Peduli Politik. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Sigli – Akademisi dan pemerhati sosial Dr Nasrul Zaman, M. Kes mengatakan, mahasiswa Aceh harus melek politik, sebab segala kebutuhan mahasiswa dan masyarakat Aceh sangat ditentukan oleh politik.

“Segala kebutuhan kita, mulai dari uang kuliah hingga kebutuhan bahan pokok, itu adalah keputusan politik,” kata Nasrul Zaman saat memberi kuliah umum bertajuk “Menyongsong Indonesia Emas 2025” di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Jabal Ghafur di Glee Gapui, Pidie, Sabtu (20/7/2024) kemarin.

Menurut Nasrul, kepedulian mahasiswa pada politik itu sangat penting, apalagi pasca Pilpres yang menuntut mahasiswa untuk bersikap kritis, sebab pemilihan Pilpres lalu adalah pilihan yang berpeluang besar melahirkan putusan-putusan baru.

“Mahasiswa harus terdepan apalagi saat ini berbicara Aceh sangat konflek masalah, dari kemiskinan yang tertinggi di Sumatera, sunting, dan lingkungan,” jelas Nasrul Zaman.

Untuk itu, lanjut dia, mahasiswa Aceh harus melek politik walau bukan bagian dari partai politik.

“Mahasiswa harus peduli pada politik, itu salah satu cara untuk menciptakan Aceh tidak masalah dengan kebijakan ya,” demikian Nasrul Zaman.

Acara tersebut sekaligus melantik pengurus pemerintah Ilmu Administrasi periode 2024-2025 oleh Dekan Fakultas Dra Halimah, M. Si.

Hadir Wakil Rektor, Ketua Alumni Rudi Hermawan, dan Alumni Universitas Jabal Gafur.

Editor: Akil

Ribuan Warga Banda Aceh Ramaikan Pawai 1 Muharram Setelah Beberapa Tahun Vakum

0
Peserta pawai 1 muharram. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 120 grup yang terdiri dari 3.600 peserta dari kalangan PAUD-TK, SD sederajat, SMP sederajat, dan SMA sederajat kembali memeriahkan pawai jalan kaki 1 Muharram setelah sempat vakum selama beberapa tahun tahun.

Pantauan Nukilan.id di lokasi, Pawai yang berlangsung pada hari Minggu (21/7/2024) ini, dimulai dari Blang Padang menuju Pendopo Gubernur Aceh, kemudian berlanjut ke Simpang Kodim Banda Aceh, berbelok ke Masjid Raya Baiturrahman, dan berakhir di Blang Padang dengan menempuh jarak sejauh tiga kilometer.

Para peserta mulai berjalan sejak pukul 07.30 WIB dan kembali pukul 10.30 WIB. Dalam pawai ini, mereka mengenakan kostum yang beragam, mulai dari pakaian ihram, baju adat Aceh, hingga kostum panahan, menambah semarak suasana pagi itu.

Warga Banda Aceh mengungkapkan antusiasme mereka atas kembalinya pawai ini setelah vakum karena pandemi Covid-19. Kata warga, ini merupakan tahun pertama pawai 1 Muharram diadakan lagi setelah sempat terhenti.

“Sebelumnya, Pemerintah Aceh selalu melaksanakan pawai ini, tapi karena Covid-19, kegiatan ini harus dihentikan sementara. Tahun ini, alhamdulillah pawai 1 Muharram bisa kembali diadakan,” ujar Siti Aminah kepada Nukilan.id, Minggu (21/7/2024).

Pawai 1 Muharram, menurut Siti, merupakan momentum untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Selain sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk meningkatkan amal ibadah dan menjauhi segala larangan, pawai ini juga diharapkan dapat mempersiapkan anak didik menjadi generasi yang bertakwa dan berdedikasi tinggi untuk mengubah Aceh menjadi lebih baik,” tambah Siti.

Sementara itu, Ridwan, warga lainnya, mengungkapkan bahwa 1 Muharram adalah waktu yang tepat untuk merenung dan mengingat apa yang telah dilakukan di tahun sebelumnya.

“Ini bagian dari hijrah. Yang bisa kita lakukan adalah mempertebal keimanan dan takwa kepada Allah. Kita evaluasi apa yang sudah kita lakukan sebelumnya dan berusaha menjadi lebih baik di tahun yang akan datang,” ujarnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan para peserta pawai dengan semangat mengikuti rute yang telah ditentukan. Mereka tampak ceria dan antusias, meskipun cuaca pagi itu cukup terik. Warga yang menyaksikan pawai di sepanjang jalan pun memberikan dukungan dengan tepuk tangan dan sorakan, menambah semangat para peserta. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Kunjungan Staf Presiden RI: Peninjauan dan Harapan Baru untuk Masjid Baitussalam Nyak Sandang

0
Kunjungan Staf Presiden RI ke Masjid Baitussalam Nyak Sandang. (Foto: Kankemenag Aceh Jaya)

NUKILAN.id | Calang – Masjid Baitussalam Nyak Sandang di Gampong Lhuet Lamno, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, menjadi pusat perhatian dalam kunjungan kerja Deputi V Kepala Staf Kepresidenan RI, Prof. DR Rumadi Ahmad beserta tim. Kunjungan ini turut didampingi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Jaya, H Amirullah Djakfar SHI MH, jajaran Forkopimkab, serta sejumlah SKPK Kecamatan Jaya.

Rombongan ini disambut hangat oleh PJ Bupati Aceh Jaya, Dr A Murtala MSi di aula Pendopo Bupati sebelum melanjutkan kunjungan ke masjid bersejarah tersebut. Turut hadir dalam acara ini adalah Kadis Syariat Islam Prov Aceh, Kadis PUPR, Dandim, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Jaya, Camat, dan Kepala KUA Kecamatan Jaya.

Sesampainya di Masjid Baitussalam Nyak Sandang, rombongan disambut langsung oleh Nyak Sandang, keluarga, dan pengurus masjid. Dalam kesempatan ini, Prof. Rumadi Ahmad menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan yang kedua kalinya ke masjid tersebut. Ia menyampaikan harapannya agar masjid ini dapat dimakmurkan dan dikelola dengan lebih baik.

“Selain menjaga fisik bangunan, tentu harapan kita semua adalah masjid ini menjadi lebih makmur, lebih ramai, dan banyak kegiatan keagamaan dapat dilaksanakan di sini. Tujuan kami kesini adalah untuk meninjau kondisi fisik, tata kelola, dan status tanah masjid,” ujar Rumadi.

Rumadi Ahmad juga mengusulkan agar masjid mengaktifkan galeri-galeri atau kafe kecil, sehingga masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata religi yang bisa menarik kunjungan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, tim juga berdiskusi dengan masyarakat dan pengurus masjid mengenai akses jalan yang lebih dekat ke jalan utama. Sebagian dari akses ini diupayakan melalui wakaf tanah dari masyarakat untuk pembangunan jalan yang memudahkan akses ke masjid.

Kepala Kemenag Aceh Jaya, Amirullah Djakfar, berharap kunjungan ini akan meningkatkan pengelolaan masjid dan menjadikannya lebih bermanfaat bagi masyarakat. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih atas kunjungan langsung dari Staf Presiden RI yang memberikan semangat baru dalam merawat dan menjaga rumah ibadah ini.

Amirullah menambahkan, “Kementerian Agama Aceh Jaya siap bersinergi untuk menjadikan pembangunan masjid ini lebih makmur dan menarik lebih banyak pengunjung.”

Masjid Baitussalam Nyak Sandang merupakan bentuk penghargaan negara kepada Nyak Sandang, salah satu tokoh Aceh yang berperan penting dalam pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, Seulawah RI-001, pada masa perjuangan kemerdekaan. Kunjungan ini diharapkan dapat membawa perubahan positif dan kemakmuran bagi masjid serta masyarakat sekitar.

Editor: Akil

Semarak Pawai Muharram di Banda Aceh, 3.600 Siswa Ikuti Peringatan Tahun Baru Islam

0
Pj Gubernur Aceh dan Istri saat melepas peserta pawai muharram. (Foto: Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Sebanyak 3.600 siswa dari berbagai jenjang pendidikan ikut serta dalam Musabaqah Pawai Muharram yang digelar oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam. Acara yang diadakan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1446 Hijriah ini berlangsung pada Minggu (21/7/2024) di Lapangan Blang Padang.

Amatan Nukilan.id di lokasi, peserta pawai dilepas langsung oleh Penjabat Gubernur Aceh, Bustami, bersama istri, Mellani Subarni. Dalam sambutannya, Bustami menyatakan bahwa pawai ini adalah bentuk perayaan Tahun Baru Islam yang mencerminkan semangat kebersamaan dan kegembiraan umat Islam.

“Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram merupakan momen yang istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Momen ini menjadi titik awal perhitungan tahun dalam kalender Islam, dan merupakan momen untuk refleksi diri atas perjalanan hidup selama setahun yang telah lalu,” kata Bustami.

Para peserta pawai yang terdiri dari 120 grup siswa PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA sederajat tampil dengan pakaian bernuansa Islami yang menarik dan estetik. Mereka mengumandangkan salawat badar sambil menyusuri rute pawai sepanjang tiga kilometer di wilayah Kota Banda Aceh.

Rute pawai untuk peserta dari jenjang PAUD, TK, dan SD dimulai dari Blang Padang hingga finish di Museum Rumoh Aceh. Sementara itu, siswa SMP dan SMA sederajat memulai perjalanan dari Blang Padang, melewati depan Museum Tsunami, jalan depan Kodim Banda Aceh, Masjid Raya Baiturrahman, Jalan Muhammad Jam Pasar Aceh, Masjid Muhammadiyah, dan kembali ke Blang Padang. Total rute mencapai tiga kilometer.

Bustami juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan tahun baru Islam sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta memperkuat ukhuwah Islamiyah.

“Kepada seluruh peserta Musabaqah Pawai, saya ucapkan terima kasih atas partisipasinya dalam memeriahkan acara ini. Saya berharap pawai ini dapat berjalan dengan lancar dan tertib, serta memberikan semangat baru bagi kita semua untuk menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1446 Hijriah dengan penuh optimisme dan harapan,” tambah Bustami.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Aceh menyediakan penghargaan untuk setiap regu yang meraih juara, mulai dari juara harapan ketiga hingga juara pertama pada masing-masing tingkatan; PAUD, SD, SMP, dan SMA sederajat. Acara ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antar pelajar dan masyarakat, sekaligus memperingati momen bersejarah bagi umat Islam. (XRQ)

Reporter: Akil

Modul Fulus Haji Khusus: Mengurai Akar Korupsi di Tengah Ibadah

0
Akil Rahmatillah. (Foto: Dok. Pribadi)

NUKILAN.id | Opini – Ibadah haji, sebagai salah satu rukun Islam, seharusnya menjadi momen sakral yang menjunjung tinggi nilai spiritual. Namun, ironisnya, ibadah ini malah menjadi ajang praktik korupsi dan politik. Tahun ini, penambahan kuota haji khusus di Indonesia menyoroti betapa kompleksnya masalah ini, dengan dugaan pelicin politikus dan pejabat Kementerian Agama untuk mendapatkan persetujuan tambahan kuota yang tidak sesuai dengan ketentuan undang-undang.

Kuota haji Indonesia untuk tahun ini telah ditetapkan sebanyak 221.000 orang, dengan klaim pemerintah bahwa ada tambahan kuota sebanyak 10.000 orang berkat lobi Presiden Joko Widodo kepada kerajaan Arab Saudi. Dari kuota tambahan ini, Kementerian Agama menetapkan 213.320 orang untuk haji reguler dan 27.680 orang untuk haji khusus. Namun, penambahan kuota ini, yang awalnya ditujukan untuk daerah-daerah seperti Kabupaten Landak di Kalimantan Barat dan Buru di Maluku, justru menimbulkan masalah serius.

Menurut Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, haji khusus seharusnya tidak melebihi 20% dari total kuota haji per tahun. Dengan kuota tambahan, seharusnya jumlah jemaah haji khusus maksimal 19.280 orang. Namun, keputusan Kementerian Agama justru mengabaikan ketentuan ini dan tidak didasarkan pada kesepakatan dengan Komisi Agama DPR mengenai kuota haji khusus.

Lebih parah lagi, dugaan adanya praktik suap di kalangan anggota DPR menambah kompleksitas masalah. Para anggota DPR diduga menerima iming-iming uang pelicin antara 1.000 hingga 2.000 dolar AS per calon jemaah haji khusus untuk menyetujui tambahan kuota. Hal ini menjadikan setiap anggota komisi bidang agama DPR memperoleh setidaknya 100 hingga 500 jemaah haji khusus, yang setara dengan 100.000 hingga 500.000 dolar AS atau sekitar Rp1,5 miliar hingga Rp7,5 miliar.

Penambahan kuota haji khusus ini memang menawarkan keuntungan bagi calon jemaah yang mampu membayar lebih mahal, yaitu sebesar Rp560 juta hingga Rp960 juta, dibandingkan dengan haji reguler yang biayanya berkisar antara Rp56 juta hingga Rp93 juta. Dengan membayar lebih, mereka bisa mendapatkan fasilitas lebih baik dan waktu tunggu yang lebih singkat. Namun, ketidakadilan ini memunculkan pertanyaan mendasar tentang prinsip keadilan dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Diskriminasi dalam penyelenggaraan ibadah haji membuka peluang bagi korupsi, baik di Kementerian Agama, biro perjalanan, maupun di kalangan anggota DPR. Pasal 68 Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah memungkinkan agen perjalanan untuk memungut biaya tambahan, yang akhirnya menjadikan jalur haji khusus lebih diminati oleh orang kaya yang ingin segera berangkat ke Mekah.

Untuk memperbaiki situasi ini, sudah saatnya dilakukan revisi Undang-Undang No. 8 Tahun 2019. Revisi harus mencakup penghapusan kategori haji khusus dan subsidi ongkos haji yang selama ini menguntungkan pihak-pihak tertentu. Subsidi yang saat ini mencapai 40% dari biaya haji reguler, yang diambil dari dana haji, sebaiknya dihapuskan. Dengan menghilangkan subsidi, biaya haji akan lebih sesuai dengan harga yang berlaku, dan antrean haji akan lebih pendek. Prinsip ibadah haji sebagai rukun Islam yang hanya bagi mereka yang mampu, sebagaimana diatur dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 97, akan lebih terjaga.

Lebih jauh lagi, pemerintah sebaiknya menerapkan aturan yang membatasi jemaah haji hanya sekali seumur hidup, untuk menghindari penumpukan antrean dan penyalahgunaan kuota. Dengan langkah-langkah reformasi ini, diharapkan ibadah haji bisa kembali ke jalur yang benar, sesuai dengan nilai-nilai spiritualnya, dan jauh dari praktik korupsi dan politik yang merusak.

Penulis: Akil Rahmatillah (Alumni Ilmu Pemerintahan USK)

Kemenag Aceh dan Bank Indonesia Raih Penghargaan MURI untuk Modul Ajar CBP Rupiah di Madrasah

0
Kakanwil Kemenag Aceh, Drs H Azhari MSi saat menerima piagam penghargaan dari Museum Rekor Dunia-Indonesia Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Kemenag Aceh dan BI Raih Penghargaan MURI, Rekor Implementasi Modul CBP Rupiah di Madrasah. (Foto: Kemenag Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia berhasil mencetak prestasi gemilang dengan meraih piagam penghargaan dari Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI). Penghargaan ini diberikan atas pencapaian rekor Implementasi Modul Ajar Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah Pertama pada jenjang pendidikan madrasah.

Seremoni penyerahan penghargaan tersebut berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh pada Sabtu (20/7/2024).

Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Drs. H. Azhari M.Si., mengungkapkan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran dan mitra perbankan yang telah berkolaborasi dalam mengimplementasikan Modul Ajar CBP Rupiah di madrasah dan sekolah-sekolah di Provinsi Aceh. Azhari menjelaskan bahwa kurikulum CBP Rupiah ini diajarkan dalam mata pelajaran ekonomi di Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah.

“Program ini merupakan hasil kerja sama antara Kemenag Aceh dan Bank Indonesia dengan tujuan meningkatkan pemahaman ekonomi dan literasi keuangan di kalangan siswa madrasah,” ujar Azhari.

Beberapa bulan terakhir, jajaran madrasah di Aceh telah aktif mengikuti berbagai program edukasi dan pelatihan bagi para pelatih guna mendukung implementasi CBP Rupiah. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pesan CBP dapat disampaikan dengan efektif kepada para siswa.

“Penghargaan MURI ini akan semakin memotivasi kami dalam menerapkan pesan CBP di kalangan peserta didik dan seluruh jajaran Kemenag,” tambah Azhari.

Pencapaian ini menandai komitmen Kanwil Kemenag Aceh dan Bank Indonesia dalam mengedukasi generasi muda tentang pentingnya memahami dan mencintai mata uang rupiah. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan literasi keuangan dan kesadaran ekonomi di kalangan siswa madrasah di Aceh.

Editor: Akil

AHY Serahkan 3 Rekomendasi Cabup-Cawabup di Aceh

0
AHY Serahkan 3 Rekomendasi Cabup-Cawabup di Aceh. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Jakarta – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyerahkan surat rekomendasi kepada 3 pasangan Calon Bupati – Calon Wakil Bupati di Aceh, di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu (20/07/2024) siang.

Berikut 3 rekomendasi yang dikeluarkan untuk Kabupaten Aceh Singkil, Pidie Jaya dan Gayo Lues.

Aceh Singkil :
H. Syafriadi Oyon, SH – H. Hamzah Sulaiman.

Pidie Jaya :
Dr. H. Said Mulyadi, SE. M.Si – Saiful Anwar.

Gayo Lues :
Suhaidi, S.Pd. M.Si. – H. Maliki.

AHY berharap ketiga kandidat yang diberikan surat rekomendasi untuk bekerja secara sungguh-sungguh serta dapat memberikan konstribusi terbaik untuk masyarakat.

“Para calon kepala daerah ini memiliki niat dan semangat untuk mengabdi, berjuang dan berkonstribusi secara lebih nyata bagi kemajuan ekonomi daerah sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar AHY

Kemudian, Ketua DPD Partai Demokrat Aceh, Muslim, S.HI.,M.M menjelaskan bahwa penyerahan surat rekomendasi kepada 3 pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati ini adalah yang pertama untuk Aceh, yaitu Kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Pidie Jaya, dan Kabupaten Gayo Lues.

Kader Demokrat di Aceh diminta bekerja keras untuk memenangkan para kandidat yang diusung oleh Partai Demokrat.

“Sesuai arahan Ketum AHY, kader Demokrat InsyaAllah akan bekerja keras untuk memenangkan para kandidat, karena itu kami meminta ketua DPC untuk melakukan konsolidasi dan kerja-kerja politik dalam rangka menghadapi pilkada,” jelas anggota DPR-RI ini.

Editor: Akil

Dinas Pendidikan Aceh Gelar Asesmen Capaian Pembelajaran 2023/2024

0
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, ST, DEA. (Foto: Disdik Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Dinas Pendidikan Aceh menyelenggarakan Asesmen Capaian Pembelajaran (ACP) Tahun Pelajaran 2023/2024 untuk mengukur dan memetakan capaian pembelajaran siswa tingkat SMA dan SMK di Aceh. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, ST, DEA, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di provinsi tersebut.

Pelaksanaan ACP dibagi menjadi dua tahap, yaitu pada tanggal 17-20 Juli 2024 untuk tahap pertama dan 5-10 Agustus 2024 untuk tahap kedua. Asesmen dilakukan secara daring melalui platform suaaceh.com, yang memudahkan akses dan partisipasi siswa dari berbagai wilayah.

Marthunis menekankan pentingnya dukungan dari semua pihak terkait dalam menyukseskan pelaksanaan ACP.

“Kami mengharapkan dukungan penuh dari semua pihak terkait untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan asesmen ini,” ujar Marthunis pada Jumat (19/7/2024).

Dengan adanya asesmen ini, Marthunis berharap Dinas Pendidikan Aceh dapat memperoleh evaluasi yang komprehensif terhadap capaian pembelajaran siswa di seluruh Aceh. Hasil asesmen ini akan menjadi dasar untuk peningkatan kualitas pendidikan di tingkat SMA dan SMK.

Selain ACP, selama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), Dinas Pendidikan Aceh juga akan melaksanakan asesmen kemampuan literasi dan numerasi untuk siswa baru. Hasil asesmen ini akan digunakan sebagai bahan matrikulasi pada MPLS minggu kedua dan ketiga.

“Semoga kegiatan ini mampu menyiapkan siswa baru untuk mengikuti pelajaran dengan baik atau memberikan pondasi yang kuat dalam rangka menyesuaikan dengan lingkungan sekolah,” tambah Marthunis.

Marthunis juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang meminta atau memberi sesuatu di luar aturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini sejalan dengan komitmen Dinas Pendidikan Aceh untuk mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Dengan komitmen ini, diharapkan ACP dan kegiatan asesmen lainnya dapat berjalan dengan transparan dan akuntabel, serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di Aceh.

Editor: Akil

El Nino Melanda Aceh: Kekeringan Ancam Gagal Panen di Aceh Besar dan Pidie

0
Lahan sawah kekeringan di Aceh. (Foto: MI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Fenomena alam El Nino yang masih menyelimuti kawasan Provinsi Aceh terus mengancam lahan pertanian padi sawah milik petani setempat. Kekeringan yang sebelumnya melanda sekitar 100 hektare (ha) sawah di Kabupaten Pidie, kini telah meluas hingga Kabupaten Aceh Besar. Krisis ini diperparah dengan tidak turunnya hujan selama dua bulan terakhir, serta terbatasnya sumber air irigasi.

Menurut pantauan Media Indonesia, lahan sawah yang mengalami kekeringan di Aceh Besar tersebar di Kecamatan Darul Kamal. Sekitar 30 ha tanaman padi yang berumur 40 hingga 60 hari di wilayah tersebut sudah menguning karena pertumbuhannya terganggu.

Tanah sawah terlihat pecah-pecah dan retak seperti disambar petir. Bahkan, beberapa lahan tampak terbiarkan dan digunakan sebagai tempat merumput hewan ternak seperti kambing dan lembu.

“Sekitar dua bulan terakhir tidak turun hujan deras. Kecuali sesekali hujan ringan atau gerimis, itu pun tidak cukup untuk mengguyur tanaman,” ungkap Nasruddin, seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Darul Kamal, Sabtu (2/7/2024).

Nasruddin menambahkan, jika hujan tidak segera turun, kekeringan ini diperkirakan akan terus meluas dan puluhan hektare tanaman padi sawah akan mengalami puso (gagal panen). Akibatnya, pendapatan warga yang mayoritas mengandalkan hasil panen padi akan terancam hilang.

“Harapannya akan tiba musim panen, makanya gabah sebelumnya dijual untuk modal garapan kali ini. Kalau gagal harus bagaimana lagi ke depan,” tutur seorang petani lainnya.

Kondisi ini semakin ironis karena gabah hasil panen musim rendengan (musim tanam pertama) telah dijual untuk modal musim gadu (musim tanam kedua) yang sedang berjalan. Stok gabah di rumah mereka hanya cukup sampai perkiraan masa panen yang diperkirakan sebulan lagi.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis kekeringan ini agar mereka tidak mengalami kerugian lebih besar dan bisa tetap bertahan hidup dari hasil pertanian mereka.

Editor: Akil