Beranda blog Halaman 1018

BMKG: Aceh Berpotensi Alami Kekeringan Hingga September 2024

0
Lahan sawah kekeringan di Aceh. (Foto: MI)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Aceh mengumumkan bahwa sejumlah wilayah di provinsi tersebut berpotensi mengalami kekeringan akibat rendahnya curah hujan pada musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September mendatang.

“Analisis hujan terakhir di seluruh wilayah Aceh pada 11 hingga 20 Juli menunjukkan curah hujan rendah dengan warna coklat di peta. Kondisi ini sudah terjadi dalam beberapa dasarian terakhir,” ujar Kepala Stasiun Klimatologi Aceh, Muhajir, di Banda Aceh, Kamis (25/7/2024).

Menurut Muhajir, pada bulan Juli ini, wilayah yang diprakirakan mengalami curah hujan rendah (0-50 mm) meliputi Banda Aceh, sebagian Aceh Besar, Pidie, Bener Meriah, dan Aceh Utara. Sementara itu, wilayah lainnya di Aceh diprakirakan mengalami curah hujan menengah (51-100 mm), kecuali sebagian Aceh Selatan dan Nagan Raya yang kemungkinan mengalami curah hujan tinggi.

“Prediksi hingga akhir bulan Juli masih kering,” tambah Muhajir.

Pada Agustus, wilayah yang diprakirakan mengalami curah hujan rendah meliputi Banda Aceh, sebagian Aceh Besar, dan Aceh Utara. Sementara curah hujan tinggi diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Pidie, Aceh Barat, sebagian besar Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Gayo Lues, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, dan Aceh Singkil. “Wilayah Aceh lainnya diprakirakan mengalami curah hujan menengah,” jelasnya.

Lalu, untuk September, wilayah yang diprakirakan mengalami curah hujan rendah meliputi sebagian kecil Banda Aceh dan Aceh Besar. Curah hujan tinggi diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Nagan Raya, Aceh Barat, dan Aceh Selatan, sementara wilayah lainnya diprakirakan mengalami curah hujan menengah.

Muhajir menambahkan bahwa sejak Mei lalu, Stasiun Klimatologi Aceh telah mengeluarkan surat kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau 2024 dan waspada kekeringan kepada bupati/wali kota dan instansi terkait.

“Daerah yang sudah mengalami kekeringan adalah Aceh Besar, Banda Aceh, dan Sabang. Sementara untuk daerah lainnya, kami belum mendapatkan informasi apakah telah memberlakukan kesiapsiagaan di masing-masing kabupaten/kota,” ungkapnya.

Sebagai informasi, sejauh ini satu daerah di Aceh, yakni Kabupaten Aceh Besar, telah memberlakukan status siaga darurat bencana kekeringan untuk wilayah Kecamatan Lhoknga. Penetapan status bencana tersebut dilakukan agar penanganan dapat dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan.

Editor: Akil

Running Text RSUDZA Banda Aceh Diretas, Peretas Minta Rumah Sakit Lebih Ramah

0
Video Tiktok yang Memperlihatkan Running Text RSUDZA Banda Aceh Diretas. (Foto: Tangkapan Layar)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Running text LED di depan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh diduga diretas. Pesan yang disampaikan peretas meminta agar rumah sakit milik Pemerintah Aceh itu lebih ramah dalam melayani pasien.

Dilihat Nukilan.id dari video tiktok yang diunggap akun @pemantauseleb pada Jumat (26/7/2024), running text tersebut terlihat terpasang di atas pintu masuk ruang IGD.

Kehadiran teks tidak biasa itu segera menarik perhatian dan menimbulkan kehebohan di sekitar ruang IGD. Beberapa orang bahkan keluar dari ruangan untuk melihat langsung teks tersebut.

“Selamat datang di rumah sakit jahanam Aceh, kami memantau kerjaan kalian jangan semena-mena menganggap kami ini lemah dan kami memperingati kalian untuk menjaga sosial sesama rakyat, harap lebih ramah sesama manusia jangan seperti binatang,” demikian isi pesan yang tertulis di running text tersebut.

Di akhir pesan, peretas menambahkan kalimat dalam bahasa Inggris yang berbunyi: “We are anonymous we are legion, we do not forgive, we do not forget, expect us!”

Hingga berita ini diturunkan pada pukul 07.00 WIB, belum ada keterangan resmi dari pihak RSUDZA Banda Aceh terkait insiden peretasan tersebut. Pihak rumah sakit diharapkan segera memberikan klarifikasi dan langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasi masalah ini.

Peristiwa ini menambah daftar panjang insiden keamanan siber yang terjadi di berbagai instansi pemerintah, menunjukkan perlunya peningkatan sistem keamanan dan pengawasan yang lebih ketat. (XRQ)

Reporter: Akil Rahmatillah

Tingginya Angka Karhutla di Aceh Selatan; LEPPAMI Serukan Peningkatan Kesadaran Lingkungan

0
Tonicko Anggara, aktivis LEPPAMI. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Angka kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Aceh Selatan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Data terbaru dari BPBD Aceh Selatan mencatat, sejak 17 Mei 2024 hingga 24 Juli 2024, terjadi 29 kasus Karhutla di berbagai kecamatan di daerah ini. Angka ini mengundang perhatian dari berbagai pihak, termasuk Tonicko Anggara, aktivis dari Lembaga Pariwisata dan Pecinta Alam Mahasiswa Islam (LEPPAMI).

Menurut Tonicko, penyebab utama Karhutla tidak hanya dipengaruhi oleh cuaca ekstrem, pemanasan global, dan curah hujan yang rendah. Faktor-faktor manusiawi seperti pembukaan lahan untuk pertanian, kebiasaan membakar lahan untuk pembersihan, dan kegiatan industri yang tidak dikelola dengan baik juga berkontribusi signifikan terhadap kejadian tersebut.

“Dari hasil diskusi kami dengan BPBD Aceh Selatan, terungkap bahwa selain faktor-faktor cuaca, banyak kejadian Karhutla yang disebabkan oleh aktivitas manusia. Pembukaan lahan dan kebiasaan membakar untuk pembersihan lahan sering kali menjadi penyebab utama,” ujar Tonicko dalam keterangannya.

Tonicko mengimbau masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Ia menegaskan bahwa dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, risiko Karhutla yang bersumber dari aktivitas manusia dapat diminimalkan. “Pemanasan global dan kekeringan saat ini menjadi tantangan besar. Dengan kesadaran dan tindakan preventif dari masyarakat, kita dapat mencegah terjadinya Karhutla,” tambahnya.

Upaya penanggulangan Karhutla juga sedang dilakukan oleh BPBD Aceh Selatan. Pihak BPBD melibatkan pemantauan, pengawasan, penegakan hukum, dan edukasi masyarakat sebagai langkah-langkah strategis dalam mencegah terulangnya kejadian serupa. Kalak BPBD Aceh Selatan, H. Zainal A SE, M.Si, juga mengeluarkan himbauan kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla dan langkah-langkah pencegahan yang perlu diambil.

Dalam himbauannya, Kalak BPBD menekankan pentingnya menghindari pembakaran lahan, melaporkan tanda-tanda kebakaran, serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan pencegahan dan mematuhi aturan pemerintah. “Mari kita jaga lingkungan bersama demi masa depan yang lebih baik,” ujar H. Zainal.

Tonicko menutup pernyataannya dengan seruan, “Mari kita jaga alam, maka alam akan jaga kita.”

Untuk melaporkan kejadian Karhutla, masyarakat dapat menghubungi Call Center BPBD Aceh Selatan di nomor 08116783280.

Editor: Akil

LBH Yogyakarta: Penetapan Meila sebagai Tersangka Bentuk Serangan terhadap Pembela Korban Kekerasan Seksual

0
Konferensi pers virtual YLBHI dan LBH Yogyakarta. (Foto: tangkapan layar Youtube YLBHI)

Nukilan.id – Direktur LBH Yogyakarta, Julian Dwi Prasetya mengatakan bahwa penetapan advokat LBH, Meila Nurul Fajriah sebagai tersangka pencemaran nama baik dalam kasus kekerasan seksual dengan pelaku IM merupakan preseden buruk dalam penyelesaian kasus kekerasan seksual di Indonesia.

Julian menceritakan, awal mulanya kasus ini terjadi pada sekitar tahun 2020 di mana saat itu belum ada instrumen hukum yang disediakan negara untuk memberikan perlindungan hukum kepada korban kekerasan seksual, seperti Undang-undang Nomor 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).

“Waktu itu, Saudari Meila dengan teman-teman LBH Yogja mencoba mengambil risiko dengan tetap maju memberikan akses keadilan bagi para korban. Saat itu kami menerima pengaduan tidak hanya dari korban langsung, tapi juga dari beberapa teman jejaring. Tuntutan korban yaitu tidak memberikan ruang publik kepada pelaku karena kami melihat banyak sekali korbannya,” ujar Julian Dwi Prasetya dalam konferensi pers virtual Yayasan LBH Indonesia (YLBHI) dan LBH Yogyakarta, Kamis (25/7/2024).

Julian menyebutkan ada sekitar 30 orang korban yang melaporkan kasus IM kepada LBH Yogyakarta. Lalu pelaku melaporkan balik Meila ke Polda Yogyakarta dengan tuduhan pencemaran nama baik dirinya. Terkait dengan konten Youtube yang menjadi objek laporan pelaku, Julian menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh Meila bukanlah keputusan pribadi, tapi merupakan lembaga LBH Yogyakarta.

“Dalam konferensi pers itu sudah disebutkan bahwa Saudari Meila mengatakan dia hanya membacakan surat siaran pers yang dikeluarkan oleh LBH Yogyakarta. Jadi ini bukan serangan pribadi kepada Meila saja, tapi serangan terhadap pembela HAM yang mencoba memberikan perlindungan kepada korban-korban kekerasan seksual,” kata Julian.

Sebelumnya Polda Yogyakarta menetapkan Meila sebagai tersangka pencemaran nama baik terhadap IM. Dirreskrimsus Polda Yogyakarta, Kombes Pol Idham Mahdi. Pelaporan terhadap Meila teregister dengan nomor LP/B/0972/XII/2021/SPKT Polda DIY tanggal 28 Desember 2021.

Penetapan status tersangka tercatat tanggal 24 Juni 2024. Perbuatan Meila dianggap telah memenuhi unsur pasal pencemaran nama baik di Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yaitu Pasal 45 ayat 3 juncto Pasal 27 ayat 3. []

Reporter: Sammy

Pemerintah Aceh Terima Dividen Rp. 213 Milyar dari Bank Aceh

0
Pemerintah Aceh Terima Dividen Rp. 213 Milyar dari Bank Aceh. (Foto: Bank Aceh)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Bank Aceh Syariah kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah yakni meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh melalui penyerahan dividen tahun buku 2023 kepada Pemerintah Aceh. Penyerahan dividen ini merupakan bentuk kontribusi Bank Aceh sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Aceh.

Total dividen yang diserahkan tahun ini mencapai Rp.213.435.702.809,- (dua ratus tiga milyar empat ratus tiga puluh lima juta tujuh ratus dua ribu delapan ratus sembilan rupiah), meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan kinerja keuangan Bank Aceh yang semakin sehat dan berkelanjutan.

Penyerahan dividen ini dilakukan secara simbolis oleh Plt Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, kepada Penjabat Gubernur Aceh, Bustami, SE, M.Si, di Pendopo Gubernur Aceh, 22 Juli 2024.

“Alhamdulillah, Bank Aceh kembali dapat memberikan kontribusi kepada Pemerintah Aceh melalui penyerahan dividen tahun buku 2023. Dividen ini merupakan bukti nyata komitmen Bank Aceh dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah,” ujar Fadhil Ilyas .

“Kami berharap dividen ini dapat membantu Pemerintah Aceh dalam mewujudkan program-program pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat Aceh,” tambah beliau.

Fadhil Ilyas menambahkan bahwa dividen kepada seluruh Kabupaten/Kota se- Aceh sebelumnya telah di salurkan melalui masing-masing Kantor Cabang Bank Aceh.
Total dividen Bank Aceh yang tersalurkan semuanya berjumlah Rp. 296 Milyar.

Pj. Gubernur Aceh Bustami menyampaikan terima kasih kepada Bank Aceh atas kontribusinya yang berkelanjutan. “Kami mengapresiasi kinerja Bank Aceh yang terus menunjukkan peningkatan dan memberikan kontribusi yang positif bagi daerah,” ujarnya.

Beliau juga berharap Bank Aceh dapat terus meningkatkan kinerjanya dan menjadi bank kebanggaan masyarakat Aceh.

Editor: Akil

11,3 Ha Lahan di Aceh Barat Hangus Terbakar akibat Karhutla

0
Ilustrasi Kebakaran hutan (Foto: Dok BPBA)

Nukilan.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Aceh Barat sejak beberapa hari terakhir semakin meluas. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, menyebutkan sejauh ini karhutla telah menghanguskan lahan seluas sekitar 11,3 hektare (ha).

Ronald mengatakan, Kecamatan Meureubo menjadi Kawasan yang paling parah terdampak karhutla di mana luas lahan yang terbakar di kecamatan ini mencapai enam ha, tepatnya berada di Gampong Peunaga CUt Ujong. Sementara lahan seluas lima ha yang terbakar berada di Kecamatan Bubon. Beberapa kecamatan lainnya, yaitu Johan Pahlawan, Kaway XVI, Woyla Barat, Samatiga, Panton Reu, dan Arongan Lambalek juga berdampak akibat karhutla ini.

Beberapa gampong yang paling parah terdampak yaitu Gampong Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo; Gampong Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan; Gampong Blang Cot Mameh, Kecamatan Woyla Barat; dan Gampong Suak Pangkat, Kecamatan Bubon.

“Kondisinya saat ini di Desa Peunaga Cot Ujong sudah tidak ada api, di jalan lingkar UTU sedang dalam penanganan dan sudah padam 50 persen, di Desa Suak Nie juga sudah tertangani 100 persen,” ujar Teuku Ronald dalam keterangan tertulis, Kamis (25/7/2024).

Dia menambahkan, untuk dua titik api di Gampong Leuhan satunya sudah 95 persen padam, dan lainnya baru mencapai 50 persen. Sedangkan titik api yang ada di Gampong Seuneubok sudah padam total.

BPBD Aceh Barat, kata Ronald saat ini Bersama beberapa pihak lainnya dan dibantu masyarakat setempat masih berupaya memadamkan api di lokasi yang masih terbakar. Pihaknya telah mengerahkam sebanyak lima unit mesin air portable, tiga unit mobil double cabin, dua unit mobil pikap, enam unit armada samkar dan satu unit drone. []

Reporter: Sammy

Peternak Sapi Pali-Pali Jaya Ponjong Berkomitmen Jaga Kesehatan Ternak dan Warga untuk Ciptakan Kamtibmas Kondusif di Gunungkidul

0
Peternak Sapi Pali-Pali Jaya Ponjong Berkomitmen Jaga Kesehatan Ternak dan Warga untuk Ciptakan Kamtibmas Kondusif di Gunungkidul. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Gunungkidul– Kepolisian Daerah (Polda) DIY bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul melaksanakan vaksinasi ternak sapi dan penyuluhan kepada Kelompok Peternak Sapi Pali-Pali Jaya Ponjong. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Makan Gubug Ndeso, Jalan Koripan 1, Pelataran, Sumbergiri, Ponjong, Gunungkidul, pada Selasa (23/7/2024).

Dalam kegiatan tersebut, Polda DIY turut memberikan bantuan peralatan peternakan berupa alat semprot, sepatu boot, dan sarung tangan yang diserahkan oleh Kasubdit 2 Ditintelkam Polda DIY Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dwi Prasetio Nugroho kepada Kepala Dukuh dan Ketua Kelompok Peternak Sapi Pali-Pali Jaya Ponjong, Tumiyo.

Petani dan peternak yang tergabung dalam Paguyuban Pali-Pali Jaya Ponjong menyatakan komitmen mereka untuk turut serta dalam menciptakan situasi kondusif sebagai bagian dari Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) di Gunungkidul. Tekad tersebut dituangkan dalam deklarasi yang dibacakan oleh Tumiyo dan diikuti seluruh peserta sosialisasi.

Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Karangmojo, DPKH Gunungkidul, Sumarmi yang diwakili oleh Medik Veteriner UPT Puskeswan Karangmojo, drh. Retno Firdaus Srifiyati, dan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Gunungkidul, Sidig Hery Sukoco.

PS Panit 2 Subdit Ekonomi Ditintelkam Polda DIY, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Gatot Wahyu Wijaya Saputra, berharap melalui sosialisasi ini, peternak dan warga Gunungkidul dapat memahami bahaya tradisi brandu/purak yang masih sering dilakukan. Tradisi tersebut menjadi penyebab utama penularan penyakit zoonosis seperti antraks dari sapi ke manusia.

“Sosialisasi harus terus dilakukan sampai tidak ada lagi warga yang mengonsumsi daging ternak mati atau sakit yang mengandung bakteri antraks,” tegas Iptu Gatot dalam keterangan tertulis, Rabu (24/7/2024).

Polda DIY juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan peternak, untuk mengawasi lalu lintas keluar masuknya hewan ternak di DIY, terutama di Kapanewon Ponjong yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Eromoko, Wonogiri, Jawa Tengah. Tujuannya adalah untuk memantau kesehatan bibit hewan ternak yang masuk ke DIY.

Retno menjelaskan, sosialisasi tentang Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) pada ternak penting untuk disampaikan kepada peternak. Pada kegiatan ini, UPT Puskeswan Karangmojo telah melakukan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK), pemberian Vitamin B-Plex, anti nyeri dan demam, serta obat cacing di kandang milik kelompok peternak sapi di Jaten, Ponjong. Vaksin antraks diberikan setiap enam bulan sekali di daerah yang menjadi zona merah antraks.

Sementara itu, Sidig menambahkan, tradisi brandu/purak adalah kebiasaan masyarakat Gunungkidul yang menyembelih hewan ternak yang sudah mati atau sakit, kemudian membagikan dagingnya kepada tetangga untuk dikonsumsi. Tradisi ini merupakan bentuk solidaritas untuk membantu meringankan beban pemilik ternak yang mengalami musibah.

“Daging dijual per paket dengan harga Rp45-50 ribu dan uangnya diberikan kepada pemilik ternak yang kesusahan. Namun, tradisi ini berisiko membahayakan kesehatan warga karena hewan ternak yang sakit atau mati bisa mengandung bakteri antraks,” jelas Sidig.

Ia menambahkan bahwa spora bakteri antraks dapat hidup selama 40-80 tahun di dalam tanah dan mampu bertahan dalam suhu apapun, sehingga tetap berbahaya meskipun telah dimasak atau direbus. Data menunjukkan bahwa setiap tahun selalu ditemukan kasus antraks pada manusia di Gunungkidul, yang didominasi oleh antraks dengan gejala lesi kulit.

Editor: Akil

Persiapkan Atlet Handal, PTMSI Nagan Raya Gelar Rapat Kerja 2024

0
PTMSI Nagan Raya Gelar Rapat Kerja 2024. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Sukamakmue – Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Nagan Raya menggelar Rapat Kerja (Raker) tahun 2024, di Pelatda PTMSI Kabupaten Nagan Raya SMAN 3 Seunagan, Rabu (24/07/2024).

Ketua Umum PTMSI Kabupaten Nagan Raya, Zuhrizal Fadhly menjelaskan kepada awak media. Raker kali ini adalah sebagai langkah awal untuk perencanaan program kerja tahun 2024 yang sasarannya jangka panjang.

“Terutama untuk persiapan Prapora tahun 2025, untuk perencanaan presentasinya kita akan mulai dari tahun ini untuk penyaringan pemain-pemain yang akan mewakili Kabupaten Nagan Raya.” ujar Fadhly.

Fadhly menambahkan, ”Di bulan Oktober kita akan langsung seleksi pemain setelah itu akan lanjut dengan Pelatda. Untuk menseleksi atlet-atlet daerah yang terpilih melalui seleksi nanti.” ucap Fadhly.

“Sasarannya itu jangka panjang untuk PORA 2026, dan kami sudah mempunyai peta pemain di Kabupaten Nagan Raya ini kira-kira pemain mana saja yang potensial untuk menjadi anggota tim. Pemain potensial yang ada itu akan di seleksi. Pemain kita tidak banyak, terutama kita antisipasi juga kecendrungan beberapa tahun terakhir itu multi event seperti PORA ada batasan usia jadi ini yang harus kita pertimbangkan bersama dengan matang pemain yang kita seleksi juga usianya juga kita perhatikan.

Iya berharap,” Mudah-mudahan rencana di program kerja 2024 ini bisa terwujud dan terlaksana dengan lancar, dan bertambah atlet-atlet Tenis Meja Kabupaten Nagan Raya.”

“Dengan adanya raker PTMSI hari ini berharap dalam proses pelaksanaan secara profesional, teman-teman dari PTMSI Kabupaten Nagan Raya bisa melaksanakan dengan baik sehingga target di PORA bisa tercapai.

Pembinaan usia dini menjadi prioritas, kita akan masuk ke sekolah-sekolah baik itu SD/MI, SMP/MTS termasuk mengadakan turnamen-turnamen PTM-PTM khususnya akan lebih banyak ke pelajarnya. Agar untuk menyaring atlet dan silaturahmi antar club-club di Kabupaten Nagan Raya.

Di tahun 2024 bulan Oktober kita akan adakan seleksi untuk binaan atlet-atlet berkualitas untuk persiapan PORA 2026 di Kabupaten Aceh Jaya.”pungkas Fadhly.

Editor: Akil

Bea Cukai Saweu Sikula, Kenalkan Tugas dan Fungsi

0
Bea Cukai Saweu Sikula. (Foto: For Nukilan)

NUKILAN.id | Banda Aceh – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Banda Aceh mengadakan kegiatan “Bea Cukai Saweu Sikula” di SMA Negeri 4 Banda Aceh. Acara ini dihadiri oleh 100 siswa beserta guru dan staf sekolah.

Leni Rahmasari, Kabid Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Aceh, menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan tugas dan fungsi Bea Cukai kepada masyarakat, termasuk para siswa. “Kami ingin mengenalkan tugas dan fungsi Bea Cukai kepada seluruh masyarakat Aceh, tak terkecuali siswa-siswi SMA yang ada di Banda Aceh,” ungkap Leni.

Leni menjelaskan empat tugas utama Bea Cukai yang erat kaitannya dengan masyarakat. Pertama, Trade Facilitator, yaitu memfasilitasi perdagangan internasional untuk meningkatkan perekonomian negara melalui ekspor dan impor. Kedua, Industrial Assistance, yakni melindungi industri dalam negeri dari persaingan tidak sehat dengan memberikan fasilitas untuk meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional. Ketiga, Community Protector, melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal dan berbahaya melalui pengawasan ketat di wilayah perbatasan. Keempat, Revenue Collector, mengumpulkan penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai untuk penerimaan negara yang optimal.

Menurut Leni, kontribusi Bea Cukai terhadap APBN Tahun 2023 mencapai 13,3% dari total penerimaan perpajakan. “Penerimaan kepabeanan dan cukai tahun 2023 mencapai Rp286,2 triliun, terdiri dari Bea Masuk sebesar Rp50,8 triliun, Bea Keluar sebesar Rp13,6 triliun, dan Cukai sebesar Rp221,8 triliun,” paparnya.

Leni juga menyoroti penindakan terhadap barang ilegal yang dilakukan sejak tahun 2020 hingga 2023. Penindakan terbesar adalah terhadap hasil tembakau ilegal yang mencapai 73 ribu penindakan atau 50,2% dari total penindakan, diikuti oleh minuman keras, narkoba, tekstil, besi, dan baja. “Kami ingin mengedukasi para generasi muda Aceh bahwa salah satu cara untuk mengurangi masuknya barang ilegal adalah dengan mengurangi konsumsi barang tersebut. Selalu pilih barang yang legal sehingga tidak ada tempat lagi untuk barang ilegal beredar di Indonesia,” jelasnya.

Leni menambahkan bahwa konsumsi barang legal akan melindungi masyarakat dari bahaya barang ilegal, meningkatkan ekonomi dan industri lokal, serta meningkatkan penerimaan negara. “Semakin banyak masyarakat yang mengkonsumsi barang legal, tentu akan melindungi masyarakat sendiri sebagai konsumen dari bahaya barang ilegal, ekonomi masyarakat dan industri semakin tumbuh, penerimaan negara meningkat, yang pada akhirnya akan dinikmati dampak positifnya oleh seluruh masyarakat Indonesia, seperti pembangunan jalan, rumah sakit, sekolah, dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Editor: Akil

BNN Bongkar Laboratorium Narkoba Jenis Baru di Bali

0
BNN Bongkar Laboratorium Narkoba Jenis Baru di Bali. (Foto: Detik)

NUKILAN.id | Gianyar – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mengungkapkan laboratorium narkoba rahasia yang dikelola oleh warga negara asing (WNA) di Bali. Kali ini, laboratorium tersebut ditemukan di sebuah vila di Jalan Desa Keliki Kawan, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali. Laboratorium tersebut memproduksi narkoba jenis baru, Dimethyltryptamine (DMT), yang pertama kali ditemukan di Indonesia.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen I Wayan Sugiri, didampingi Kepala BNN Komjen Marthinus Hukom, mengungkapkan bahwa pabrik tersebut mengolah DMT melalui proses yang panjang hingga menghasilkan bentuk padatan dan cairan.

“DMT ini merupakan pertama kalinya di Indonesia untuk pembuatannya. DMT memerlukan proses yang panjang hingga mendapatkan hasil akhir dalam bentuk padatan maupun cairan,” ujar Sugiri dalam konferensi pers di lokasi, Selasa (23/7/2024), seperti dilansir detikBali.

Laboratorium tersebut dioperasikan oleh tiga warga negara Filipina, yaitu laki-laki berinisial DAS (28), serta dua perempuan berinisial PMS (ibu DAS) dan DOS (adik DAS). Mereka ditangkap saat penggerebekan berlangsung.

Sugiri menambahkan, DMT merupakan jenis narkotika yang sangat berbahaya dengan efek halusinasi kuat meskipun dikonsumsi dalam dosis rendah, yakni 0,08 ml.

“Metode pembuatan DMT dapat diperoleh dengan dua cara, yaitu melalui proses sintetis (reaksi kimia) ataupun dengan menggunakan ekstraksi bahan tanaman (alami),” jelasnya.

Lebih lanjut, tersangka DAS mengakui bahwa aktivitas laboratorium ini diinisiasi dan didanai oleh seorang pria warga negara Yordania berinisial AMI, yang saat ini masih dalam pengejaran pihak berwajib.

Pengungkapan laboratorium narkoba ini menunjukkan upaya serius BNN dalam memerangi peredaran narkotika di Indonesia, terutama narkoba jenis baru yang dapat menimbulkan bahaya besar bagi masyarakat.

Editor: Akil