Lionel Messi Putuskan Akhiri Karier Internasional Bersama Timnas Argentina

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Lionel Messi mengambil keputusan besar terkait masa depannya bersama tim nasional Argentina. Penyerang yang kini memperkuat Inter Miami CF itu mengumumkan bahwa dirinya memilih mengakhiri kiprahnya di level internasional.

Pengumuman tersebut disampaikan Messi melalui pernyataan yang ia unggah di akun Instagram pribadinya. Dalam pernyataannya, Messi mengungkapkan bahwa keputusan itu telah dipikirkannya secara matang setelah pertandingan final.

“Setelah berlalunya semua waktu ini sejak pertandingan final, dan setelah pemikiran yang panjang, saya ingin mengumumkan kepada semua orang bahwa saya telah memutuskan untuk berhenti bermain bersama timnas,” kata Messi, dikutip Nukilan.id pada Senin (31/9/2026).

Messi mengakui keputusan tersebut bukan perkara mudah. Ia menyebut pilihannya untuk meninggalkan timnas Argentina merupakan sesuatu yang menyakitkan, tetapi merasa waktunya telah tiba untuk mengakhiri perjalanan panjangnya bersama La Albiceleste.

“Ini adalah keputusan yang menyakitkan dan masih menyakitkan hati saya hingga ke lubuk terdalam, tetapi saya menyadari bahwa waktunya telah tiba. Saya bersumpah kepada kalian bahwa saya selalu memberikan segala yang saya miliki, tidak hanya selama tahun-tahun terakhir di mana kami meraih segalanya, tetapi juga sebelum itu, dan saya selalu berjuang serta mengerahkan segala yang saya punya demi kostum ini, demi membahagiakan kalian dan membuat kalian merasa bangga menjadi orang Argentina melalui sepak bola,” sambungnya.

Pemain berusia 39 tahun itu juga menyadari bahwa perjalanan bersama tim nasional perlahan memasuki penghujungnya. Messi merasa dirinya sudah memberikan seluruh kemampuan yang dimiliki dan kini ada generasi pemain muda yang pantas memperoleh kesempatan.

“Tidak banyak yang tersisa, dan tahapan-tahapan mulai mencapai akhirnya, dan ini adalah salah satu di antaranya yang sangat menyakitkan bagi saya. Saya mencintai, telah mencintai, dan akan selalu mencintai keberadaan saya bersama timnas. Saya telah menguras segala yang saya miliki, dan saya tidak lagi memiliki lebih banyak untuk dipersembahkan, di samping adanya sekelompok pemain muda yang luar biasa yang layak mendapatkan kesempatan mereka,” ungkapnya.

Keputusan itu sekaligus menandai berakhirnya perjalanan sekitar dua dekade Messi bersama tim nasional Argentina. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada para pendukung yang selama ini memberikan dukungan kepadanya.

“Terima kasih kepada kalian atas semua cinta ini selama 20 tahun. Saya akan sangat merindukan mendengar suara-suara kalian dari dalam stadion, dan sekarang saya akan menjadi salah satu dari kalian, selalu mendukung dan membela timnas dari luar, di saat-saat baik maupun buruk, dan terutama di saat-saat yang sulit,” ucapnya.

Messi juga memberikan apresiasi kepada keluarganya, para pelatih, rekan setim, serta seluruh pejabat yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya bersama Argentina.

“Terima kasih kepada keluarga saya karena selalu berada di sisi saya, dan karena menemani saya dalam perjalanan yang teramat indah ini, meskipun sulit. Terima kasih kepada setiap pelatih, rekan, dan pejabat yang saya beruntung mendapat kesempatan untuk berbagi perjalanan ini bersamanya. Saya akan membawa serta kenangan dan momen-momen tak terlupakan yang saya jalani sepanjang periode ini,” ucap Messi dalam tulisan tersebut, menandakan kesedihan.

Dalam bagian akhir pernyataannya, Messi mengatakan dirinya meninggalkan tim nasional dengan rasa bangga. Bersama rekan-rekannya, ia merasa telah mewujudkan berbagai impian yang sebelumnya hanya menjadi harapan.

“Saya pergi dengan perasaan tenang dan bangga karena, bersama rekan-rekan saya, saya memberi kalian momen-momen yang selama ini kami impikan. Merupakan sebuah kegilaan untuk menjalani semua itu bersama kalian. Saya mencintai kalian! Terima kasih kepada Tuhan karena telah menjadikan saya seorang Argentina. Hidup Argentina!” pungkasnya.

Messi kemudian menambahkan catatan mengenai waktu ketika pernyataan tersebut ditulis. Ia mengatakan keputusan itu sebenarnya telah ia tuangkan pada 21 Juli, atau dua hari setelah pertandingan final.

“Saya menulis kata-kata ini pada 21 Juli, dua hari setelah pertandingan final. Dan hari ini, setelah apa yang terjadi pada ayah saya, saya menjadi lebih yakin dengan keputusan ini daripada sebelumnya,” tutupnya dalam tulisan tersebut. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News