NUKILAN.ID | Banda Aceh — Kerusuhan antar mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) pada Kamis (21/5/2026) dini hari dilaporkan berujung pada pembakaran pos satpam serta kerusakan sejumlah fasilitas dan bangunan di lingkungan Fakultas Pertanian.
Insiden tersebut diduga merupakan eskalasi konflik lama antar kelompok mahasiswa yang sebelumnya pernah terjadi di kampus USK. Konflik serupa pernah tercatat pada tahun 2022 dan memicu korban luka serta kerusakan fasilitas kampus.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Nukilan dari unggahan akun Instagram @irfankml_, situasi memanas setelah sekitar 70 mahasiswa Fakultas Pertanian mendatangi area Fakultas Teknik dan diduga melakukan penyerangan terhadap sejumlah mahasiswa. Aksi tersebut disebut menyebabkan beberapa korban luka.
Ketegangan kemudian meningkat sekitar pukul 03.50 WIB ketika ratusan mahasiswa Fakultas Teknik melakukan aksi balasan ke kawasan Fakultas Pertanian. Dalam peristiwa itu, satu pos satpam dilaporkan terbakar, tiga unit sepeda motor dan satu mobil mengalami kerusakan, serta sejumlah fasilitas gedung Fakultas Pertanian ikut dirusak.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut. Aparat kepolisian bersama pihak kampus disebut melakukan pengamanan untuk mencegah bentrokan meluas. Situasi di lingkungan kampus dilaporkan mulai kondusif sekitar pukul 06.20 WIB.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Universitas Syiah Kuala maupun kepolisian belum menyampaikan keterangan resmi terkait penyebab utama kerusuhan maupun nilai kerugian akibat pembakaran dan perusakan fasilitas kampus.
Ketegangan antara mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian USK pernah terjadi sebelumnya. Pada 2022, bentrokan antarmahasiswa dilaporkan dipicu persoalan identitas kegiatan mahasiswa dan berujung pada korban luka serta intervensi aparat keamanan. Kasus tersebut saat itu telah dimediasi pihak kampus, namun rivalitas antarkelompok disebut masih menyisakan ketegangan. []
Reporter: Sammy

