Friday, 16 October 2026 Banda Aceh 26°C
Jernih dan Mendalam
Mode Terang
Langganan
TERKINI
Daerah

Kabut Asap Karhutla Dipastikan Tak Ganggu Penerbangan di Bandara SIM Aceh

Bandara Sultan Iskandar Muda. (Foto: Ist)
Bandara Sultan Iskandar Muda. (Foto: Ist)

NUKILAN.ID | ACEH BESAR — PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) memastikan operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, masih berjalan normal dan aman di tengah isu kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra.

General Manager Bandara Sultan Iskandar Muda, Rahmat Adil Indrawan, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi cuaca dan jarak pandang untuk memastikan keselamatan penerbangan di bandara tersebut.

“Alhamdulillah, hingga saat ini operasional bandara berjalan normal dan belum terdampak kabut asap karhutla. Meski demikian, kami terus meningkatkan kewaspadaan dengan memantau perkembangan kondisi cuaca secara berkala,” ujar Rahmat dalam keterangan tertulisnya yang diterima Nukilan, Jum’at (16/10/2026).

Dilaporkan Rahmat, pada Kamis 15 Oktober, Bandara Sultan Iskandar Muda melayani 19 pergerakan penerbangan, baik kedatangan maupun keberangkatan. Penerbangan tersebut melayani rute Jakarta, Kualanamu, Penang, dan Kuala Lumpur.

Adapun maskapai yang beroperasi di bandara tersebut meliputi Garuda Indonesia, Wings Air, Super Air Jet, Pelita Air, Batik Air, FireFly, dan AirAsia.

Meski aktivitas penerbangan masih berlangsung normal, manajemen bandara meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perubahan kondisi cuaca yang dapat memengaruhi operasional penerbangan.

Salah satu langkah yang dilakukan ialah memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta AirNav Indonesia untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan jarak pandang.

Informasi tersebut menjadi dasar bagi manajemen bandara dalam memantau situasi sekaligus mengantisipasi kemungkinan gangguan penerbangan akibat penurunan jarak pandang.

Selain itu, manajemen memastikan kesiapan personel, fasilitas, dan prosedur keselamatan guna mendukung kelancaran operasional bandara.

Rahmat menegaskan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama di tengah potensi dampak kabut asap karhutla. Apabila kondisi cuaca berubah dan jarak pandang menurun hingga tidak memenuhi persyaratan keselamatan, penanganan operasional akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

“Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Kami akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait. Jika kondisi cuaca tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan, penanganan operasional akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku,” kata Rahmat.

Reporter: Rezi