NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Jaringan Komunitas Masyarakat Adat (JKMA) Aceh mendorong keterlibatan lebih besar dari kelompok perempuan dan pemuda dalam upaya perlindungan hutan adat di Aceh. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program peningkatan kapasitas dan pengetahuan bagi masyarakat adat.
Sekretaris Jenderal JKMA Aceh, Zulfikar Arma, mengatakan pihaknya membuka ruang bagi kelompok perempuan dan pemuda untuk mengambil peran sebagai garda terdepan dalam menjaga hutan adat di Aceh.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni memberikan pelatihan penggunaan aplikasi Smart Patrol kepada masyarakat adat.
“Smart patrol digunakan untuk memudahkan masyarakat melakukan identifikasi pemetaan sumber daya alam, melihat kondisi keanekaragaman hayati, potensi hutan adat. Aplikasi ini digunakan untuk melakukan proses pendataan segala jenis yang ada di hutan adat,” kata Zulfikar dalam wawancara Nukilan.id pada Selasa (6/10/2026).
Selain pemanfaatan teknologi, JKMA Aceh juga mendorong masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan adat untuk meningkatkan nilai ekonomi dari potensi sumber daya yang tersedia. Upaya tersebut dilakukan melalui pembentukan kelompok usaha dan berbagai pelatihan.
Pemanfaatan hasil hutan telah dilakukan masyarakat adat, di antaranya melalui produksi madu hutan di Mukim Panga Pasi, Aceh Jaya, serta produksi emping dan kemiri di kawasan Hutan Adat Pidie. Produk masyarakat adat lainnya, seperti anyaman rotan, juga dipasarkan secara daring.
JKMA Aceh turut memberikan pelatihan terkait pengembangan manajemen organisasi, penyusunan anggaran, hingga tata kelola keuangan kepada kelompok masyarakat adat.
Pelatihan tersebut mencakup kemampuan menyusun proposal program, menentukan pihak yang menjadi tujuan pengajuan, membangun komunikasi dengan instansi terkait, serta menyusun anggaran program yang diajukan.
“Kita juga sering melaksanakan pertemuan rutin sebulan sekali, dengan kelompok masyarakat adat di tingkat mukim untuk membahas berbagai problematika yang sedang dihadapi oleh masyarakat adat, kemudian kita diskusikan dengan kita cari penyelesaian terbaik,” pungkasnya.
Reporter: Tibrani
Editor: Akil
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News





