Inilah Keutamaan Puasa di Hari Arafah bagi Umat Islam

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Hari Arafah merupakan salah satu hari yang paling mulia dalam ajaran Islam. Momentum ini jatuh setiap tanggal 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Hari Raya Idul Adha. Bagi jamaah haji, Hari Arafah menjadi puncak pelaksanaan ibadah haji melalui wukuf di Padang Arafah.

Sementara bagi umat Islam yang tidak menunaikan ibadah haji, hari tersebut menjadi kesempatan besar untuk memperbanyak amal ibadah seperti puasa, dzikir, doa, istighfar, serta berbagai amalan kebaikan lainnya.

Keistimewaan Hari Arafah tidak hanya disebutkan dalam tradisi umat Islam, tetapi juga dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Setidaknya terdapat tiga kemuliaan besar yang menjadikan Hari Arafah begitu istimewa.

1. Hari Disempurnakannya Agama Islam

Salah satu keutamaan Hari Arafah adalah karena pada hari itu Allah SWT menyempurnakan agama Islam. Hal tersebut dijelaskan dalam Surat Al-Maidah ayat 3:

اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ

Artinya: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.”

Dalam hadis sahih riwayat Bukhari dijelaskan bahwa ayat tersebut turun ketika Rasulullah SAW berada di Arafah dan bertepatan dengan hari Jumat.

فقال عُمَرُ: إنِّي لأعلَمُ اليومَ الذي نَزَلَت فيه، والمَكانَ الذي نَزَلَت فيه، نَزَلَت على رَسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم بعَرَفاتٍ في يَومِ جُمُعةٍ

Artinya: “Maka Umar berkata: ‘Sungguh aku mengetahui hari ketika ayat itu diturunkan, juga tempat turunnya. Ayat itu turun kepada Muhammad di Arafah pada hari Jumat.’” (HR Bukhari)

Riwayat lain juga menyebutkan:

فَقَالَ عُمَرُ: إِنِّي لَأَعْلَمُ أَيَّ يَوْمٍ نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ، نَزَلَتْ يَوْمَ عَرَفَةَ، فِي يَوْمِ جُمُعَةٍ

Artinya: “Maka Umar berkata: ‘Sungguh aku benar-benar mengetahui pada hari apa ayat ini diturunkan. Ayat itu turun pada hari Arafah, bertepatan dengan hari Jumat.” (HR Bukhari)

Melalui riwayat tersebut dapat dipahami bahwa Hari Arafah menjadi momen bersejarah dalam Islam, yakni ketika Allah SWT menyatakan kesempurnaan ajaran Islam kepada umat manusia.

2. Hari Pengampunan Dosa dan Pembebasan dari Api Neraka

Hari Arafah juga dikenal sebagai hari penuh ampunan. Pada hari itu, Allah SWT membebaskan banyak hamba-Nya dari siksa neraka. Keutamaan tersebut dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim dari Sayyidah Aisyah RA.

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

Artinya: “Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka kepada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: ‘Apa yang diinginkan oleh mereka?’” (HR Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan betapa besarnya rahmat Allah SWT pada Hari Arafah. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan memohon ampunan kepada Allah SWT pada hari tersebut.

3. Puasa Arafah Menghapus Dosa Dua Tahun

Bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji, salah satu amalan paling utama pada Hari Arafah adalah melaksanakan puasa sunnah Arafah. Nabi Muhammad SAW menjelaskan besarnya keutamaan puasa tersebut dalam hadis riwayat Muslim dari Abu Qotadah.

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ

Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang.” (HR Muslim)

Para ulama menjelaskan bahwa dosa yang dimaksud dalam hadis tersebut adalah dosa-dosa kecil yang berkaitan langsung dengan hak Allah SWT. Sementara dosa yang berhubungan dengan sesama manusia tetap harus diselesaikan terlebih dahulu.

Keutamaan ini menjadi kesempatan besar bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas iman. Sangat disayangkan apabila Hari Arafah dilewatkan begitu saja tanpa memperbanyak ibadah dan amal saleh.

Dengan segala kemuliaan yang dimilikinya, Hari Arafah menjadi salah satu momentum terbaik bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbanyak doa, serta memohon ampunan atas segala dosa. Wallahu a’lam bis shawab. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img

Read more

Local News