NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Setiap tanggal 31 Mei, dunia memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia (World No Tobacco Day) sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak buruk konsumsi tembakau, baik bagi kesehatan manusia maupun lingkungan.
Peringatan yang digagas oleh World Health Organization ini menjadi pengingat bahwa kebebasan sejati bukan hanya tentang melakukan apa yang diinginkan, tetapi juga kemampuan mengendalikan diri dari ketergantungan terhadap rokok demi masa depan yang lebih sehat dan lingkungan yang lebih bersih.
Merokok diketahui menjadi salah satu faktor risiko berbagai penyakit serius, mulai dari gangguan pernapasan, penyakit jantung, hingga kanker. Karena itu, Hari Tanpa Tembakau Sedunia menjadi saat yang tepat bagi para perokok untuk mulai mengambil langkah menuju hidup tanpa rokok.
Metode Berhenti Merokok
Bagi masyarakat yang ingin berhenti merokok, Nukilan.id mendapati bahwa terdapat metode sederhana yang dikenal dengan akronim START, yang dapat membantu proses berhenti merokok menjadi lebih terarah.
Langkah pertama adalah Set a date, yaitu menentukan tanggal pasti untuk mulai berhenti merokok dalam waktu dua minggu ke depan. Menentukan target waktu dapat membantu memperkuat komitmen.
Selanjutnya, Tell family and friends, yakni memberitahukan niat berhenti merokok kepada keluarga dan teman. Dukungan dari orang-orang terdekat terbukti dapat meningkatkan peluang keberhasilan.
Langkah berikutnya adalah Anticipate challenges atau mengantisipasi berbagai tantangan yang mungkin muncul, terutama dorongan kuat untuk merokok pada hari-hari awal proses berhenti.
Kemudian, Remove tobacco products, yaitu menyingkirkan seluruh rokok, asbak, korek api, maupun benda-benda yang berkaitan dengan kebiasaan merokok dari rumah, kendaraan, dan tempat kerja.
Terakhir, Talk to a doctor. Konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat menjadi pilihan jika seseorang memerlukan bantuan tambahan, termasuk terapi pengganti nikotin atau metode pendamping lainnya.
Menghadapi Gejala Putus Nikotin
Saat seseorang berhenti merokok, tubuh akan mulai beradaptasi dengan berkurangnya kadar nikotin. Pada fase ini, sejumlah gejala putus nikotin atau withdrawal effect dapat muncul.
Gejala yang umum dirasakan antara lain sakit kepala dan pusing. Kondisi ini dapat diatasi dengan memperbanyak konsumsi air putih dan memastikan tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup.
Sebagian orang juga mengalami perubahan suasana hati, seperti lebih mudah marah atau gelisah. Untuk mengatasinya, teknik pernapasan dalam, olahraga ringan, atau berjalan santai dapat membantu menenangkan pikiran.
Keinginan kuat untuk kembali merokok atau craving juga sering muncul. Mengalihkan perhatian dengan mengunyah permen karet bebas gula, mengonsumsi camilan sehat, atau melakukan aktivitas yang disukai dapat menjadi solusi.
Selain itu, batuk dan tenggorokan kering merupakan gejala yang cukup umum. Mengonsumsi air hangat atau permen pelega tenggorokan herbal dapat membantu meredakan ketidaknyamanan tersebut.
Sementara itu, bagi yang mengalami kesulitan berkonsentrasi, disarankan untuk mengurangi konsumsi kafein dan menghindari situasi yang dapat memicu stres berlebihan.
Meski proses berhenti merokok tidak selalu mudah, berbagai penelitian menunjukkan bahwa manfaat kesehatan yang diperoleh jauh lebih besar dibandingkan tantangan yang harus dihadapi. Setiap hari tanpa rokok merupakan langkah penting menuju kualitas hidup yang lebih baik, tubuh yang lebih sehat, dan lingkungan yang lebih bersih bagi generasi mendatang. (XRQ)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News


