NUKILAN.ID | TAKENGON – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Tengah sejak Sabtu (26/9/2026) siang memicu banjir dan tanah longsor di lima kecamatan.
Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Aceh Tengah hingga pukul 22.50 WIB, bencana terjadi di Kecamatan Kebayakan, Pegasing, Atu Lintang, Rusip Antara, dan Linge.
Di Kecamatan Kebayakan, longsor menutup ruas Jalan Lingkar Danau di Kampung Mendale. Material longsoran juga menyebabkan sejumlah sungai mengalami pendangkalan.
Sementara itu, banjir merendam enam kampung di Kecamatan Pegasing, yakni Kedelah, Ie Relop, Sukadamai, Paya Jeget, Wih Nareh, dan Uring. Banjir terjadi setelah sungai dan drainase tidak mampu menampung tingginya debit air.
Banjir juga melanda Kampung Kekelip, Kecamatan Atu Lintang. Genangan air merendam sekolah dan rumah warga serta mengganggu akses jalan.
Di Kecamatan Rusip Antara, material tanah dan bebatuan terbawa arus hingga menutup ruas jalan nasional Takengon-Pameu.
Sementara di Kampung Reje Payung, Kecamatan Linge, derasnya arus sungai menghanyutkan jembatan gantung yang baru dibangun oleh TNI.
BPBD Aceh Tengah telah melakukan penanganan di Kampung Mendale dengan mengerahkan satu unit excavator dan satu unit loader untuk membersihkan material longsor serta mengeruk sedimen.
Penanganan di sejumlah lokasi lainnya dilanjutkan pada Minggu (27/9/2026) karena hujan masih berlangsung. Pekerjaan pada malam hari dinilai berisiko bagi petugas.
Hingga laporan tersebut diterima, BPBD Aceh Tengah masih melakukan pemantauan terhadap sejumlah wilayah yang terdampak banjir dan longsor.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News


