Hari Ranger Sedunia Diperingati Tiap 31 Juli, Ini Sejarah dan Tema 2026

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Setiap 31 Juli, dunia memperingati Hari Ranger Sedunia sebagai bentuk penghormatan kepada para ranger yang gugur atau mengalami luka saat menjalankan tugas. Peringatan ini juga menjadi momentum untuk mengapresiasi dedikasi mereka dalam menjaga kelestarian alam serta melindungi warisan budaya di berbagai belahan dunia.

Hasil penelusuran Nukilan.id, ternyata Hari Ranger Sedunia pada awalnya digagas oleh International Ranger Federation (IRF) bersama The Thin Green Line dan pertama kali diperingati pada 2007. Tanggal 31 Juli dipilih bertepatan dengan peringatan 15 tahun berdirinya IRF, organisasi nirlaba yang mewadahi para ranger dan penjaga kawasan konservasi di seluruh dunia.

IRF sendiri berdiri pada 1992 dengan tujuan memperkuat profesi ranger dalam menjaga kawasan konservasi alam maupun budaya. Organisasi ini juga berperan mendukung para jagawana dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Dalam menjalankan tugasnya, ranger berada di garis depan perlindungan kawasan konservasi. Mereka menjadi penghubung antara pengelola taman nasional, masyarakat setempat, dan para pengunjung, sekaligus memastikan kelestarian kawasan tetap terjaga.

Tugas seorang ranger sangat beragam, mulai dari menjaga dan memantau kawasan konservasi, memberikan pelayanan kepada pengunjung, mengendalikan kebakaran hutan, menegakkan hukum, memberikan edukasi kepada masyarakat, hingga mendukung pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Berdasarkan informasi dari International Ranger Federation (IRF), tema Hari Ranger Sedunia 2026 adalah “Ranger: Guardians of a Changing Planet”.

Tema tersebut menyoroti peran penting ranger yang kini menghadapi berbagai tantangan baru akibat perubahan yang terjadi secara cepat di seluruh dunia. Ancaman seperti cuaca ekstrem, berkurangnya keanekaragaman hayati, meningkatnya konflik antara manusia dan satwa liar, hingga kejahatan terhadap satwa yang semakin terorganisir membuat peran mereka semakin krusial.

Selain itu, perubahan kondisi sosial dan politik turut menambah kompleksitas tugas para ranger. Di tengah berbagai tantangan tersebut, mereka tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam dan memastikan keberlangsungan lingkungan hidup bagi generasi mendatang. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News