Residivis Curanmor Dibekuk di Medan, Polisi Sebut Sudah Sembilan Kali Beraksi di Sumut-Aceh

Share

NUKILAN.ID | MEDAN – Polisi menangkap Muhammad Satria Bate’e (25), seorang residivis kasus pencurian sepeda motor, yang diduga tergabung dalam sindikat curanmor lintas provinsi. Dari hasil pemeriksaan sementara, Bate’e mengaku telah sembilan kali mencuri sepeda motor di sejumlah wilayah Sumatera Utara dan Aceh.

Penangkapan Bate’e berlangsung di Jalan Pasar 4, Gang Pala, Sei Mencirim, Kecamatan Medan Sunggal, pada Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 16.10 WIB. Dalam proses pengembangan perkara, polisi menyebut tersangka sempat melawan dan berusaha melarikan diri sehingga petugas melakukan tindakan tegas.

Kepala kepolisian setempat, Ramadhani, mengatakan Bate’e diduga merupakan bagian dari jaringan pencurian sepeda motor yang menjalankan aksinya di dua provinsi.

“Pelaku merupakan sindikat curanmor yang melakukan aksinya antarprovinsi,” kata Ramadhani pada Minggu (30/8/2026).

Kasus ini terungkap setelah polisi menyelidiki dua laporan pencurian sepeda motor di Medan yang sebelumnya turut menjadi perhatian di media sosial. Salah satunya adalah pencurian Honda Scoopy warna biru putih di Cafe Magi, Jalan Amal Luhur, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Sepeda motor tersebut sebelumnya diparkir korban di depan kafe dalam keadaan stang terkunci. Saat korban berada di dalam kafe, pemilik tempat usaha kemudian memberitahukan bahwa kendaraan tersebut telah hilang.

“Korban saat itu memarkirkan sepeda motornya di depan Cafe Magi dalam kondisi stang terkunci. Saat berada di dalam kafe, pemilik kafe memberitahukan sepeda motor korban sudah tidak ada,” ujarnya.

Dari penyelidikan kasus tersebut, polisi kemudian mengarah kepada Bate’e. Kepada penyidik, ia mengaku berperan sebagai pemetik atau pelaku yang mengambil sepeda motor, sedangkan rekannya berinisial T disebut bertugas sebagai joki.

Motor hasil curian dari Cafe Magi kemudian dijual kepada seseorang berinisial L. Polisi kini memasukkan L dalam daftar pencarian orang. Kendaraan tersebut disebut laku Rp5 juta.

Polisi mengatakan uang hasil penjualan digunakan Bate’e untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membayar utang.

“Uang hasil penjualan sepeda motor digunakan untuk membayar utang dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” jelas Ramadhani.

Dari pemeriksaan lanjutan, pengakuan Bate’e berkembang. Ia menyebut telah melakukan pencurian sepeda motor sebanyak sembilan kali, dengan lokasi aksi tersebar di Medan dan sejumlah daerah di Aceh.

“Untuk sementara dari hasil interogasi, pelaku mengakui telah melakukan pencurian sepeda motor sebanyak sembilan kali, baik di wilayah Medan maupun di Aceh,” ungkapnya.

Di wilayah Medan, Bate’e mengaku pernah mencuri Honda Vario 125 bersama T di Jalan Garu I, Medan Amplas, pada Mei 2026. Pada bulan berikutnya, ia juga mengaku terlibat dalam pencurian Honda Scoopy di Medan Helvetia, Honda Beat di Medan Maimun, serta beberapa sepeda motor lain di Medan Sunggal.

Sementara di Aceh, pengakuan Bate’e mengarah ke sejumlah lokasi, yakni Kuala Simpang, Langsa, dan Aceh Tamiang. Beberapa kendaraan yang disebut menjadi sasaran antara lain Honda Beat, Honda Vario, Honda Beat Street, dan Honda Scoopy.

Bate’e juga diketahui bukan kali pertama berhadapan dengan aparat penegak hukum. Ia pernah tersangkut perkara narkoba pada 2017 dan menjalani hukuman hingga 2018. Ia kemudian kembali terlibat kasus pencurian sepeda motor dan ditahan pada 2024 sebelum keluar pada 2026.

Dalam penangkapan kali ini, polisi menyebut Bate’e melakukan perlawanan ketika proses pengembangan perkara berlangsung. Ia juga disebut berupaya melarikan diri dari petugas.

“Pada saat dilakukan pengembangan, terduga pelaku melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri,” kata Ramadhani.

Petugas kemudian melepaskan tembakan sebagai tindakan tegas dan terukur. Bate’e selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut untuk memperoleh perawatan.

“Selanjutnya pelaku dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut untuk mendapatkan perawatan medis,” pungkasnya.

Polisi masih melanjutkan penyidikan untuk mengungkap jaringan tersebut. Dua orang yang diduga terlibat, yakni T yang disebut berperan sebagai joki dan L yang diduga membeli motor hasil curian, hingga kini masih diburu.

Read more

Local News