NUKILAN.ID | BANDA ACEH – SMP Negeri 10 Banda Aceh meraih Juara Umum Tingkat Nasional dalam Kejuaraan Akhir Pekan Gemilang Indonesia (JAAGO) 2026 yang digelar Pusat Kejuaraan Pelajar Nusantara (PUSKANTARA).
Sebanyak 217 siswa SMPN 10 Banda Aceh mengikuti kompetisi tersebut. Mereka mengumpulkan 376 medali, terdiri atas 119 emas, 123 perak, dan 134 perunggu.
Lima siswa sekolah itu juga meraih enam gelar Absolute Winner, yakni peringkat pertama nasional pada bidang yang mereka ikuti. Miftahul Ramadhana meraih gelar tersebut di bidang Bahasa Indonesia. Zada Maghfirah Realzal di bidang Fisika Terpadu, Rino Fayyadh Gadi di bidang Informatika, dan Fauza Nella di bidang Matematika.
Adapun Muhammad Avicenna meraih dua gelar sekaligus, masing-masing pada bidang Kedokteran Dasar dan Pendidikan Pancasila.
Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi capaian tersebut. Menurut dia, prestasi itu menunjukkan potensi akademik siswa di Banda Aceh mampu bersaing di tingkat nasional.
“Prestasi ini tentu sangat membanggakan. Ratusan medali yang diraih menunjukkan bahwa siswa kita memiliki potensi luar biasa apabila diberikan ruang, pembinaan dan kesempatan untuk berkompetisi,” kata Musriadi.
Musriadi mengatakan keberhasilan SMPN 10 Banda Aceh tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang diperoleh. Menurut dia, kompetisi juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan kemampuan peserta didik.
“Yang paling penting adalah bagaimana prestasi ini menjadi bagian dari proses pendidikan untuk membentuk generasi yang unggul, percaya diri, memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dan mampu bersaing secara sehat,” ujarnya.
Kepala SMPN 10 Banda Aceh, Intan Nirmala Hasibuan, S.Si., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja sama siswa, guru pembina, orang tua, dan seluruh keluarga besar sekolah.
“Alhamdulillah, prestasi ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh keluarga besar SMP Negeri 10 Banda Aceh. Kami sangat bangga terhadap perjuangan anak-anak yang telah memberikan kemampuan terbaiknya,” ujar Intan.
Menurut Intan, keikutsertaan ratusan siswa dalam JAAGO 2026 tidak hanya berorientasi pada perolehan medali. Kompetisi menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik, keberanian, dan kepercayaan diri.
“Bagi kami, prestasi bukan semata-mata tentang mendapatkan medali. Yang lebih penting adalah prosesnya, bagaimana anak-anak belajar disiplin, berani berkompetisi, mampu mengembangkan potensi dan memiliki semangat untuk terus belajar,” katanya.
Intan mengatakan sekolah akan terus memberikan pembinaan kepada siswa berdasarkan potensi masing-masing. Ia berharap capaian JAAGO 2026 menjadi pemacu bagi siswa untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi pada kompetisi berikutnya.
“Kami akan terus memberikan ruang dan pembinaan kepada siswa sesuai dengan potensi masing-masing. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan membawa nama baik sekolah serta Kota Banda Aceh di tingkat nasional,” pungkasnya.
Musriadi berharap keberhasilan SMPN 10 Banda Aceh dapat mendorong sekolah lain di Banda Aceh untuk mengembangkan potensi peserta didik, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
“Prestasi SMPN 10 ini harus kita jadikan motivasi bersama. Pemerintah daerah, sekolah, guru dan orang tua perlu terus membangun ekosistem pendidikan yang memberikan ruang kepada anak-anak untuk berkembang dan berprestasi,” tutup Musriadi.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News


