USK Latih KWT Allium Cepa dan Serahkan 20 Instalasi Hidroponik untuk Dukung Ketahanan Pangan Keluarga

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program pengabdian kepada masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan budidaya hidroponik dan praktik pembuatan instalasi hidroponik pekarangan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) Allium Cepa di Gampong Jawa, Kota Banda Aceh.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Community Development Nasional Provinsi Aceh (CDNA-E) yang mengusung tema “Pemberdayaan KWT Allium Cepa Melalui Hidroponik Pekarangan dan Eco-Enzyme untuk Ketahanan Pangan dan Ekonomi Hijau”.

Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas anggota kelompok wanita tani dalam memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif melalui penerapan teknologi pertanian yang sederhana, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Ketua pelaksana kegiatan, Ir. Mujiburrahmad, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa pemanfaatan pekarangan rumah dengan sistem hidroponik menjadi salah satu solusi strategis dalam meningkatkan ketersediaan pangan keluarga, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perkotaan dengan keterbatasan lahan.

“Hidroponik tidak hanya menjadi alternatif dalam memenuhi kebutuhan sayuran sehat bagi keluarga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi usaha produktif yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap anggota KWT mampu mengimplementasikan teknologi yang telah diperoleh secara mandiri dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang dipandu oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Geuchik Gampong Jawa, Musrifun, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Universitas Syiah Kuala atas kepeduliannya dalam mendampingi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan.

Menurut Musrifun, program pengabdian yang berfokus pada peningkatan keterampilan masyarakat sangat penting dalam mendukung kemandirian pangan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi dapat terus berkembang menjadi gerakan masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan rumah untuk menghasilkan pangan yang sehat dan bernilai ekonomi,” ujarnya.

Pada sesi pelatihan, peserta mendapatkan materi yang disampaikan oleh Dr. Ir. Purwana Satriyo, S.TP., M.T. Materi tersebut mencakup berbagai aspek budidaya hidroponik, mulai dari persiapan alat dan bahan, penyemaian benih, pengelolaan nutrisi tanaman, pemeliharaan, hingga pengendalian hama dan penyakit.

Selain menerima materi teori, para peserta juga berkesempatan mengikuti praktik langsung merakit instalasi hidroponik pekarangan. Antusiasme anggota KWT Allium Cepa terlihat selama kegiatan berlangsung.

Mereka aktif berdiskusi dan mengikuti setiap tahapan praktik dengan harapan dapat menerapkan teknologi hidroponik di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, tim pengabdian Universitas Syiah Kuala menyerahkan sebanyak 20 unit instalasi hidroponik kepada KWT Allium Cepa. Penyerahan bantuan tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima aset antara tim pelaksana dan pihak kelompok tani.

Program ini dilaksanakan oleh tim pengabdian yang dipimpin Ir. Mujiburrahmad, S.P., M.Si., dengan anggota Prof. Dr. Ir. Elly Kesumawati, M.Agric.Sc., Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., IPU., ASEAN Eng., serta Dr. Ir. Purwana Satriyo, S.TP., M.T.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh penyuluh dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Meuraxa yang diharapkan dapat terus melakukan pendampingan kepada kelompok sasaran sehingga implementasi teknologi hidroponik dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Tim pelaksana turut menyampaikan apresiasi atas dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang dijalankan melalui Program EQUITY berdasarkan Kontrak Nomor 4318/B3/DT.03.08/2025 dan Nomor 491/UN11/HK.02.06/2025.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari Program Community Development Nasional Provinsi Aceh (CDNA-E) berdasarkan Kontrak Nomor 558/UN11.2.4/WCU.06.02/CDNA-E/2026.

Melalui kegiatan ini, USK berharap sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat terus diperkuat guna melahirkan berbagai program pemberdayaan yang inovatif dan berkelanjutan.

Selain menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, Universitas Syiah Kuala juga mempertegas perannya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Aceh, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan keluarga dan ekonomi hijau berbasis komunitas. (xrq)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Read more

Local News