NTP Aceh Naik 0,54 Persen pada Mei 2026, Didorong Kenaikan Harga Kopi dan Kakao

Share

NUKILAN.ID | Banda Aceh – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Aceh pada Mei 2026 sebesar 124,92, atau naik 0,54 persen dibandingkan April 2026 yang tercatat sebesar 124,25. Kenaikan NTP menunjukkan daya beli petani terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi maupun biaya produksi mengalami perbaikan.

Kepala BPS Provinsi Aceh, Agus Andria, SST, MSi, mengatakan peningkatan NTP pada Mei 2026 dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib).

“Pada Mei 2026, NTP Aceh mencapai 124,92 atau naik 0,54 persen dibandingkan April 2026. Kenaikan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani meningkat 1,36 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani hanya naik 0,81 persen,” kata Agus Andria dalam siaran langsung berita resmi statistik BPS Aceh, dikutip Nukilan, Selasa (2/6/2026).

BPS mencatat Indeks Harga Terima Petani (It) pada Mei 2026 mencapai 155,72, sedangkan Indeks Harga Bayar Petani (Ib) berada pada angka 124,65. Kenaikan It terutama didorong oleh membaiknya harga sejumlah komoditas perkebunan dan tanaman pangan.

Menurut Agus, komoditas yang memberikan kontribusi terbesar terhadap kenaikan harga yang diterima petani antara lain kopi, gabah, dan kakao atau cokelat biji. Sementara dari sisi pengeluaran petani, kenaikan biaya terutama dipengaruhi oleh harga cabai merah, bawang merah, dan tomat sayur.

Secara subsektoral, kenaikan NTP tertinggi terjadi pada subsektor hortikultura yang meningkat 3,35 persen, dari 86,40 pada April menjadi 89,29 pada Mei 2026. Selanjutnya subsektor tanaman perkebunan rakyat naik 1,07 persen menjadi 162,44, dan subsektor peternakan meningkat 0,21 persen menjadi 103,45.

Sebaliknya, beberapa subsektor mengalami penurunan. NTP tanaman pangan turun tipis 0,06 persen menjadi 104,15, sedangkan NTP perikanan turun 0,73 persen menjadi 121,76. Penurunan terdalam terjadi pada kelompok nelayan yang turun 1,14 persen menjadi 126,85. Adapun NTP pembudidaya ikan relatif stabil dengan kenaikan 0,01 persen menjadi 113,44.

Agus Andria menjelaskan bahwa peningkatan NTP menjadi indikator positif bagi kesejahteraan petani karena mencerminkan pendapatan yang diperoleh petani tumbuh lebih cepat dibandingkan pengeluaran yang harus mereka keluarkan.

“Ketika NTP berada di atas angka 100, secara umum menunjukkan bahwa petani memperoleh kondisi usaha yang lebih baik karena harga hasil produksinya relatif lebih tinggi dibandingkan pengeluaran yang harus dibayar,” sebutnya. []

Reporter: Sammy

spot_img
spot_img

Read more

Local News