NUKILAN.ID | JAKARTA – Salat Idul Adha bukan sekadar pelaksanaan dua rakaat dan khutbah pada pagi hari. Dalam ajaran Islam, terdapat sejumlah sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk menyambut hari raya kurban tersebut.
Menariknya, beberapa sunnah ini mulai jarang diperhatikan masyarakat, padahal memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam.
Sunnah Idul Adha tidak hanya menjadi ritual ibadah semata, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap hari besar umat Islam sekaligus simbol kebersihan, syiar, dan kebersamaan.
Berikut enam sunnah salat Idul Adha yang dianjurkan untuk dilakukan:
- Mandi Sebelum Salat Id
Salah satu sunnah yang dianjurkan ialah mandi sebelum berangkat melaksanakan salat Idul Adha.
Para ulama menyebut Nabi Muhammad SAW biasa mandi pada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha sebagai bentuk persiapan menyambut hari besar umat Islam.
- Memakai Pakaian Terbaik dan Wewangian
Umat Islam juga dianjurkan mengenakan pakaian terbaik dan memakai wewangian ketika menuju tempat salat.
Dalam riwayat hadits, Ali bin Abi Thalib menyebut Rasulullah SAW memerintahkan umatnya memakai pakaian dan wewangian terbaik pada dua hari raya.
- Mengumandangkan Takbir
Takbir Idul Adha mulai dikumandangkan sejak 9 Dzulhijjah atau Hari Arafah hingga akhir hari tasyrik pada 13 Dzulhijjah.
Takbir menjadi simbol pengagungan kepada Allah SWT sekaligus pembeda suasana Idul Adha dengan hari-hari biasa.
- Menunda Makan Sebelum Salat Idul Adha
Berbeda dengan Idul Fitri yang dianjurkan makan sebelum salat, pada Idul Adha umat Islam justru disunnahkan menunda makan sampai selesai salat.
Tradisi ini berkaitan dengan anjuran menyantap daging kurban setelah penyembelihan dilakukan.
- Berangkat dan Pulang Lewat Jalan Berbeda
Rasulullah SAW disebut kerap mengambil jalan berbeda saat pergi dan pulang salat Id.
Para ulama menjelaskan hikmah sunnah ini antara lain untuk memperluas syiar Islam dan mempererat interaksi sosial masyarakat.
- Menyegerakan Salat Idul Adha
Salat Idul Adha dianjurkan dilaksanakan lebih pagi dibandingkan Idul Fitri.
Tujuannya agar umat Islam memiliki waktu lebih panjang untuk menyembelih hewan kurban dan membagikan daging kepada masyarakat.
Di Indonesia, mayoritas masjid biasanya menggelar salat Idul Adha sekitar pukul 07.00 pagi, termasuk Masjid Istiqlal.
Karena itu, umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri lebih awal agar dapat menjalankan sunnah-sunnah Idul Adha secara maksimal. (xrq)


