NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh Selatan, Ustaz Riza Nazlianto, menegaskan bahwa zakat harus dipahami bukan sekadar bantuan konsumtif jangka pendek, melainkan instrumen pemberdayaan yang mampu mendorong kemandirian umat dan menghadirkan perubahan ekonomi yang berkelanjutan.
Penegasan tersebut disampaikan Ustaz Riza saat menjadi narasumber dalam program Podcast Kito – Sahabat Zakat yang mengangkat tema “Zakat Yang Memberdayakan”, tayang melalui channel YouTube Podcast Kito Sahabat Zakat pada Selasa, 12 Mei 2026. Dalam dialog tersebut, ia berbincang bersama host Ustaz Muhammad Ridho Agung, Direktur MUQ Aceh Selatan.
Dalam pemaparannya, Ustaz Riza menekankan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam membangun masa depan masyarakat yang lebih mandiri, sehingga manfaatnya tidak berhenti pada bantuan sesaat semata.
“Zakat bukan hanya bantuan sesaat untuk memenuhi kebutuhan konsumtif, tetapi zakat harus mampu memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Ustaz Riza Nazlianto.
Menurutnya, tujuan besar zakat adalah membantu para mustahiq agar mampu bangkit, berkembang secara ekonomi, hingga suatu hari dapat berubah status menjadi muzakki.
“Tujuan besar zakat adalah bagaimana mustahiq hari ini dapat bangkit, berkembang, dan suatu saat berubah menjadi muzakki,” katanya.
Ia menjelaskan, pengelolaan zakat yang dilakukan secara amanah, profesional, dan tepat sasaran akan menjadi kekuatan besar dalam upaya menekan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan umat.
“Ketika zakat dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran, maka zakat akan menjadi kekuatan besar dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Riza juga menyoroti pentingnya penguatan program zakat produktif melalui bantuan modal usaha, pemberdayaan UMKM, dukungan pendidikan, hingga pelatihan keterampilan bagi masyarakat kurang mampu.
“Program zakat produktif seperti bantuan modal usaha, pemberdayaan UMKM, pendidikan, dan pelatihan keterampilan sangat penting untuk membangun kemandirian mustahiq,” tambahnya.
Selain pemberdayaan ekonomi, ia turut menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat melalui prinsip transparansi dan keterbukaan informasi.
“Kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui transparansi dan keterbukaan informasi, karena amanah adalah fondasi utama pengelolaan zakat,” ungkapnya.
Sementara itu, host podcast Ustaz Muhammad Ridho Agung menyampaikan bahwa Podcast Kito Sahabat Zakat dihadirkan sebagai media edukasi dan dakwah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya zakat sebagai instrumen sosial dan ekonomi umat.
Menutup dialog, Ustaz Riza kembali menegaskan bahwa zakat tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga mampu menghadirkan harapan, keberkahan, serta mengangkat martabat para penerimanya.
“Zakat yang terbaik bukan hanya yang tersalurkan, tetapi yang mampu mengangkat derajat dan martabat penerimanya,” tutup Ustaz Riza Nazlianto. (XRQ)
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

