KUA Kluet Utara Gelar BRUS 2026 di SMAN 2 Kluet Utara, Tanamkan Nilai Remaja Qurani dan Pergaulan Sehat

Share

NUKILAN.ID | TAPAKTUAN — Kantor Urusan Agama (KUA) Kluet Utara bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Aceh Selatan melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) Tahun 2026 bagi para pelajar di SMA Negeri 2 Kluet Utara, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh dari lingkungan Kementerian Agama Aceh Selatan, di antaranya Kepala Kantor Kemenag Aceh Selatan Khairul Huda, Kepala Seksi Bimas Islam Aljabar Fauzi, Kepala KUA Kluet Utara Donni, serta para pemateri BRUS, Muhammad Nasir dan Jaili Farman.

Program BRUS merupakan salah satu bentuk pembinaan bagi generasi muda usia sekolah agar memiliki pemahaman yang baik mengenai kehidupan remaja, pentingnya menjaga pergaulan sehat, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dan sosial di tengah perkembangan zaman.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa juga mendapatkan edukasi terkait bahaya penyalahgunaan narkoba, pentingnya menjaga etika dalam pergaulan, pencegahan bullying, hingga upaya menghindari pernikahan dini di usia remaja.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Putra Rajahul Hardi yang menambah suasana khidmat selama kegiatan berlangsung.

Kepala SMAN 2 Kluet Utara, Sri Novita Lubis, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, BRUS menjadi pembelajaran yang sangat berarti bagi para peserta didik.

“Semangat dalam kegiatan ini menjadi pembelajaran yang sangat berarti bagi kita semua. Kami mengucapkan apresiasi kepada pihak KUA dan Kementerian Agama yang telah memberikan edukasi kepada peserta didik kami. Semoga kegiatan ini mampu membentuk karakter siswa-siswi yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Aljabar Fauzi selaku pemateri menegaskan bahwa materi yang disampaikan memiliki manfaat besar bagi kalangan remaja, khususnya dalam upaya mencegah pernikahan dini.

“Ilmu yang disampaikan dalam kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para siswa. Kami mengimbau agar pelajar dapat menghindari pernikahan dini demi masa depan yang lebih baik,” katanya.

Pemateri lainnya, Muhammad Nasir, menjelaskan bahwa masa remaja merupakan fase yang sangat rentan terhadap berbagai pengaruh dari luar lingkungan.

“Masa remaja merupakan masa yang paling rentan mendapatkan pengaruh dari luar. Karena itu, penting bagi para remaja untuk memahami dinamika perkembangan diri agar mampu menghadapi berbagai tantangan dengan bijak,” ungkapnya.

Selain itu, Jaili Farman yang membawakan materi tentang Remaja Qurani menekankan pentingnya membentuk generasi muda yang dekat dengan Al-Qur’an dan memiliki akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

“Pemahaman dinamika intelektual di kalangan generasi muda saat ini masih perlu diperkuat. Terkadang kita lupa menghargai orang tua, padahal adab dan sikap remaja harus mencerminkan kepribadian yang baik. Rasulullah SAW merupakan teladan utama dalam akhlak dan adab yang harus kita contoh dalam kehidupan sehari-hari. Melalui nilai-nilai Qurani, remaja diharapkan mampu menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala KUA Kluet Utara Donni berharap kegiatan BRUS 2026 dapat menjadi wadah edukasi dalam membentuk karakter remaja yang berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab.

“Remaja yang sehat adalah remaja yang mampu menjaga diri agar tidak mudah terpapar pengaruh negatif, serta dapat memilih mana yang baik dan mana yang buruk dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Melalui kegiatan BRUS 2026 ini, para pelajar diharapkan tumbuh menjadi generasi muda yang cerdas, beretika, serta mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif di lingkungan sekitar. (XRQ)

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News