DEMA FSH UIN Ar-Raniry Luncurkan Program Desa Binaan di Enam Gampong Lhoong

Share

NUKILAN.ID | JANTHO – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum (DEMA FSH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh meluncurkan Program Desa Binaan di enam gampong di Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar. Enam gampong tersebut meliputi Lamsujen, Lamjuhang, Utamong, Mon Mata, Gapuy, dan Saney.

Program ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan difokuskan pada penguatan SIGAP (Sistem Informasi Gampong) dan Reusam Gampong guna mendukung tata kelola pemerintahan gampong yang lebih tertib, partisipatif, serta berlandaskan nilai adat dan hukum yang berlaku di Aceh.

Pelaksanaan Program Desa Binaan menjadi bagian dari Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tematis Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Ar-Raniry yang dijalankan melalui kolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh.

Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Kamaruzzaman, M.Sh., menekankan pentingnya setiap program pengabdian mahasiswa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia mengingatkan mahasiswa agar menjadikan Program Desa Binaan sebagai ruang pengabdian yang berdampak, bukan sekadar kegiatan seremonial, sekaligus menjaga nama baik almamater selama berada di tengah masyarakat.

Selain itu, Prof. Kamaruzzaman juga mendorong mahasiswa untuk ikut mempromosikan potensi dan kearifan lokal di setiap gampong binaan. Menurutnya, pengabdian tidak hanya dilakukan melalui pendampingan masyarakat dan penguatan tata kelola pemerintahan gampong, tetapi juga dengan memperkenalkan adat istiadat, budaya, potensi wisata, serta berbagai kekayaan lokal agar semakin dikenal luas.

Sementara itu, Wakil Dekan III Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Ali Abubakar, M.Ag., mengatakan KPM Tematis dirancang sebagai bentuk nyata pengabdian sivitas akademika kepada masyarakat.

“KPM Tematis ini benar-benar dimaksudkan untuk merealisasikan pengabdian insan kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh di tengah-tengah masyarakat. Program ini secara langsung menjembatani kebijakan Pemerintah Aceh dengan kebutuhan gampong melalui penguatan SIGAP (Sistem Informasi Gampong). Karena itu, Fakultas Syari’ah dan Hukum bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong agar program ini mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,”ujar Prof. Ali Abubakar.

Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dapat mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan gampong yang lebih baik, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat pembangunan gampong berbasis data dan teknologi.

Ketua Umum DEMA Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Ar-Raniry, M. Ikram Al Ghifari, menilai mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami percaya bahwa pengabdian yang dilakukan dengan kesungguhan akan melahirkan dampak yang nyata. Program Desa Binaan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah konkret untuk memperkuat kapasitas gampong melalui pendampingan penyusunan dan penguatan Reusam Gampong serta optimalisasi SIGAP. Kami ingin memastikan kehadiran mahasiswa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Ikram.

Menurutnya, enam gampong tersebut dipilih sebagai tahap awal dalam membangun model kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Melalui pendampingan tersebut, DEMA FSH berharap dapat memperkuat tata kelola pemerintahan gampong, meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, serta mendorong lahirnya regulasi desa yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Ikram menambahkan bahwa Program Desa Binaan merupakan awal dari berbagai program pengabdian yang tengah disiapkan DEMA FSH.

“Ini baru permulaan. Kami sedang menyiapkan sejumlah program yang akan menjadi kejutan bagi mahasiswa maupun masyarakat. DEMA FSH ingin menghadirkan gerakan yang tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi juga melahirkan aksi nyata yang berdampak luas. Insyaallah, berbagai inovasi yang kami siapkan akan semakin memperkuat peran mahasiswa sebagai mitra masyarakat dan pemerintah gampong,” tutupnya.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, fakultas, pemerintah, dan masyarakat, DEMA FSH UIN Ar-Raniry berharap Program Desa Binaan dapat menjadi model pengabdian yang berkelanjutan dalam mewujudkan gampong yang mandiri, berdaya, serta memiliki tata kelola yang kuat dengan tetap menjaga dan mengangkat nilai-nilai kearifan lokal Aceh.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News