Illiza Buka Ruang Aspirasi, Puluhan Komunitas Sampaikan Masukan untuk Banda Aceh

Share

NUKILAN.ID | BANDA ACEH — Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal membuka ruang dialog bersama masyarakat melalui Forum Suara Warga yang berlangsung di Pendopo Wali Kota, Minggu (10/5/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi masyarakat sipil untuk menyampaikan berbagai persoalan sekaligus gagasan pembangunan kota.

Forum yang mengangkat tema “Mendengar Suara, Membangun Kota, dengan Kolaborasi Warga” tersebut merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kota Banda Aceh dengan GeRAK Aceh. Sebanyak 30 komunitas dari berbagai latar belakang turut ambil bagian dalam dialog tersebut.

Dalam sesi diskusi, warga menyampaikan sejumlah pertanyaan dan masukan yang terkonsentrasi pada empat isu utama, yakni pendidikan, layanan kesehatan dan kebersihan, pemberdayaan ekonomi serta perempuan, hingga kesiapsiagaan kebencanaan.

Illiza mengapresiasi keterlibatan berbagai elemen masyarakat dan menyampaikan penghargaan kepada GeRAK Aceh yang selama ini aktif memberi masukan kepada pemerintah kota. “Jadi kami pun, apa yang menjadi masukan ini, kita mencoba memperbaiki,” ucap Illiza.

Menurutnya, forum semacam ini menjadi sarana efektif untuk mempercepat pembenahan layanan publik agar semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pada kesempatan itu, wali kota juga menerima dokumen policy brief yang disusun sejumlah perwakilan komunitas. Dokumen tersebut memuat rekomendasi kebijakan terkait pendidikan, kesehatan, kebersihan lingkungan, penguatan ekonomi perempuan, hingga mitigasi bencana.

Menanggapi berbagai rekomendasi tersebut, Illiza menegaskan bahwa masukan warga bukan sekadar catatan administratif, melainkan bagian penting dari proses pembangunan kota. “Kami memandang policy brief ini bukan sekadar masukan, tetapi sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kota yang kita cintai,” sebut Illiza.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan karena pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjawab tantangan pembangunan. “Masukan-masukan ini menjadi bahan refleksi bagi kami untuk memastikan layanan publik benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat secara adil dan inklusif,” ujarnya.

Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News

Read more

Local News