NUKILAN.ID | BANDA ACEH – Dayah Insan Qur’ani Aceh Besar kembali menorehkan capaian membanggakan. Sebanyak 55 santri penghafal Alquran 30 juz diwisuda bersama ratusan santri angkatan X dalam prosesi yang digelar di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Sabtu (18/4/2026).
Pimpinan Dayah Insan Qur’ani, Muzakkir Zulkifli, menyampaikan total lulusan tahun ini mencapai 152 santri, dengan 142 di antaranya mengikuti prosesi wisuda secara langsung.
“Dari total 152 santri yang lulus tahun ini, sebanyak 142 santri mengikuti prosesi wisuda (10 berhalangan). Sebanyak 55 santri diantaranya berhasil menyelesaikan hafalan Alquran 30 juz,” kata Muzakkir dalam sambutannya.
Dari jumlah tersebut, empat santri dinyatakan lulus dengan syahadah setelah melewati uji kelancaran hafalan oleh dewan guru. Mereka adalah Fikran Hanif, Raziatul Husna, Izza Mushfia, dan Nazwa Aqila.
Tak hanya unggul dalam hafalan Alquran, para lulusan juga mencatatkan prestasi akademik. Sebanyak 120 wisudawan atau sekitar 80 persen berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) ternama melalui jalur undangan dan prestasi.
“Para lulusan diharapkan mampu menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus terus mengembangkan diri, baik dalam aspek keilmuan maupun akhlak,” ujarnya.
Muzakkir menegaskan bahwa pendidikan di dayah tidak hanya berfokus pada transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter dan kesadaran belajar sepanjang hayat, dengan keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat.
Ia juga mengungkapkan bahwa alumni Dayah Insan Qur’ani kini telah berkiprah di berbagai sektor strategis, mulai dari instansi pemerintahan hingga lembaga internasional. Hal tersebut menjadi bukti bahwa lulusan dayah mampu bersaing secara global.
“Pengalaman selama di dayah menjadi modal awal untuk menghadapi dunia nyata yang penuh tantangan. Jaga ukhuwah dan selesaikan setiap persoalan dengan cara damai,” tegas Muzakkir.
Sementara itu, perwakilan wali santri, Munawar Liza Zainal, menyampaikan rasa haru dan apresiasi kepada para guru atas dedikasi mereka dalam mendidik para santri.
“Kami berterima kasih kepada seluruh dewan guru yang telah menggantikan peran kami sebagai orang tua selama anak-anak berada di dayah,” kata Munawar Liza.
Ia menambahkan, pilihannya terhadap Dayah Insan Qur’ani merupakan hasil pencarian panjang untuk menemukan lembaga pendidikan terbaik dengan kualitas teruji.
“Jika kita memuliakan Alquran, maka Allah SWT akan memuliakan kita. Jadilah alumni yang berdaya dengan menjunjung nilai keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah, dan kebebasan dalam berinovasi,” ungkapnya.
Sejak meluluskan angkatan pertama pada 2017, Dayah Insan Qur’ani telah menghasilkan 251 alumni yang berhasil mengkhatamkan hafalan 30 juz Alquran. Capaian ini semakin mengukuhkan peran dayah sebagai pusat pendidikan Islam yang unggul dan berdaya saing.
Update berita lainnya di Nukilan.id dan Google News



